Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

24 October 2008

Sepuluh Anjuran

1. Bencilah dosamu, tapi jangan pernah membenci dirimu.

2. Cepatlah untuk menyesali kesalahan.

3. Apabila Tuhan memberimu terang, berjalanlah di dalam terang-Nya itu.

4. Berhentilah mengatakan hal-hal yang buruk tentang dirimu sendiri. Tuhan mencintaimu dan tidaklah benar jika kamu membenci sesuatu yang Dia cintai. Dia mempunyai rancangan-rancangan yang indah bagimu, jadi kamu melawan-Nya jika kamu berbicara secara negatif mengenai masa depanmu sendiri.

5. Janganlah takut untuk mengaku bahwa kamu telah berbuat kesalahan, tapi janganlah selalu berprasangka bahwa kamulah yang salah setiap saat ada yang tidak benar.

6. Jangan terlalu memikirkan apa yang sudah kamu lakukan baik yang benar maupun yang salah; itu sama dengan memikirkan terus diri sendiri! Pusatkanlah pikiranmu kepadaNya!

7. Jagalah dirimu sendiri secara fisik. Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya apa yang Tuhan telah berikan padamu demi tugasmu, tapi janganlah menjadi terobsesi dengan penampilanmu.

8. Janganlah berhenti untuk belajar tapi jangan sampai ilmu itu membuat kamu sombong. Tuhan memakai kamu bukan karena apa yang ada di dalam kepalamu melainkan karena apa yang ada di dalam hatimu.

9. Sadarilah bahwa setiap talentamu adalah anugerah, bukanlah sesuatu yang kamu ciptakan sendiri; jangan pernah merendahkan orang lain yang tidak sanggup melakukan apa yang kamu dapat lakukan.

10. Janganlah meremehkan kelemahan-kelemahan dirimu, merekalah yang membuat kamu tetap tergantung pada Tuhan.

Kiriman : Domi Dominika

Jika Tuhan Menarik Perhatian Kita

Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang  bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja.

Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas.

Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu. Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.

Pelajaran yang bisa di ambil
Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Tuhan seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, maupun kadangkala dengan pengalaman-pengalam an yang menyakitkan. Tuhan seringkali menjatuhkan "koin uang" atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah kepada kita manusia, agar mau mendongak keatas, mengingatNya, menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya. Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. Namun, sayangnya seringkali hal itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas, mengingat kebesaran-Nya, menengadah kepada-Nya, mengagungkan nama-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.

Karena itu, kadang-kadang Tuhan menggunakan pengalaman-pengalaman menyakitkan, seperti musibah, kegagalan, rasa sakit, kelaparan dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau mendongak keatas. Menarik perhatian untuk mau menengadah kepada-Nya, menyembah kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya. Dengan demikian, pengalaman-pengalam an menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan Yesus untuk menarik perhatian kita. Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Dia. Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yesus, dan menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya.

Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Tuhan senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, kelengkapan panca indra yang menopang kehidupan kita, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia yang kita miliki dan lain sebagainya. Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Tuhan yang tak ternilai harganya. Kini apakah Anda akan segera menengadahkan wajah kepada-Nya, ataukah menunggu Tuhan menjatuhkan "batu" kepada kita?

Tuhan Memberkati!

Arsip Weekend Scripture - Matius 6:14-15

"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." - Matius 6:14-15

23 October 2008

Dimana Saya Dapat Menemukan Kasih?

Jika pertanyaan yang ada dalam hati Anda adalah, “Dimana saya dapat menemukan kasih sejati ini?” maka saya akan berbagi beberapa kabar baik ini untuk Anda. Anda sebenarnya sudah dikasihi. Dalam ayat yang paling populer dalam Alkitab, dikatakan kepada kita bahwa, “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” - Yohanes 3:16

Yesus menjelaskan cakupan kasih Allah bagi orang percaya. Kepada murid-murid-Nya Yesus berkata, “... janganlah kamu kuatir dan berkata : Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” - Matius 6:31-33. Hanya jika kita percaya bahwa kita dikasihi dengan sedemikian rupa, maka kita mendapatkan rasa aman untuk mengambil resiko dalam mengasihi orang lain.

Sudahkan Anda berinisiatif untuk menemukan kasih dalam Pribadi dan perbuatan Kristus? Sudahkah Anda memercayakan diri Anda kepada-Nya? Sudahkan Anda percaya ketika Alkitab mengatakan bahwa Kristus wafat untuk dosa-dosa Anda?

Berikut ini adalah cara memulainya. "Akuilah dosa Anda dan kebutuhan Anda kan Kristus, yang telah datang “untuk mencari dan menyelamatkan yang hilag” (Lukas 19:10). Di dalam Kristus, kita dapat menemukan kasih Allah, dan di dalam Dia kita melihat apa artinya hidup dalam kasih seperti yang dijelaskan Paulus. Dialah Allah yang tidak hanya memanggil kita untuk berbuat baik, tetapi juga untuk mengizinkan Dia menyatakan kehidupannya melalui kita.

Sumber : Seri Dinamika Iman, Apakah Kasih Sejati itu? Yayasan Gloria, 2004, Bill Crowder

Satu Syarat Saja

Nats : Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6)

Bacaan : Yohanes 14:1-11

Seorang anak miskin dari desa sangat ingin pergi ke istana dan menjumpai raja negeri itu. Ibu dan tetangga-tetangga mengatakan bahwa niatnya itu tak masuk akal. Namun, si anak tetap nekat. Ia pun berangkat. Sayang, penjaga istana tak mengizinkannya masuk begitu saja. Berbagai pertanyaan dan syarat diajukan, sehingga si anak gelagapan. Akibatnya, ia tak boleh masuk. Sambil berjalan pulang, ia menangis tersedu-sedu. Di tengah jalan, ia bertemu seorang anak laki-laki yang bertanya mengapa ia menangis. Setelah mendengar ceritanya, anak laki-laki itu menggandeng tangannya dan berkata, "Ayo ikut aku."

Maka berjalanlah mereka beriringan. Ternyata mereka kembali ke istana. Sampai di gerbang, si anak desa sudah khawatir. Namun, ia mendapati situasi yang berbeda. Para pengawal menunduk. Tanpa berkata apa-apa mereka membukakan pintu, memberikan penyambutan, lalu mempersilakan keduanya masuk. Sampai akhirnya mereka bertemu sang raja. Di depan raja, si anak laki-laki berkata, "Ayah, perkenalkan, ini temanku. Ia sangat ingin bertemu Ayah. Ayah mau kan berbincang dengannya?"

Gerbang surgawi, barangkali juga serupa pintu berpalang yang dijaga banyak pengawal. Dan, di hadapan mereka, kita adalah warga biasa, yang tak bisa masuk begitu saja. Namun, kondisinya akan berbeda saat kita tak datang sendiri ke sana. Apabila Yesus yang menggandeng tangan kita, tak ada syarat diajukan (ayat 3). Sebaliknya, penyambutan diberikan. Dan kita boleh menikmati keberadaan kita di sana. Ya, tak ada syarat lain untuk masuk ke sana. Satu saja syaratnya: masuk bersama Yesus! -AW

KUNCI GERBANG SURGA ADA DI TANGAN SANG ANAK KITA TAK BISA KE SANA TANPA GANDENGAN TANGAN-NYA

Yayasan Gloria

Buah Itu Penting

22 October 2008

Semarang Berbagi Bahagia 2008

Semarang Berbagi Bahagia 2008
Klik gambar di atas untuk memperbesar gambar.

Keajaiban Selalu Ada

Tiga bulan yang lalu, mama terkena kanker tulang stadium 4b, yang artinya sudah stadium akhir dengan pemeriksaan melalui bone scan (nuklir) dan pemeriksaan darah menunjukkan adanya sel-sel ganas di luar ambang batas.

Scan berhasil menunjukkan 5 tempat hitam (yang menunjukkan bahwa sudah terkena kanker) yaitu di pinggul, lutut kanan, tulang punggung, bahu-tangan kanan, dan tulang tengkorak. Serta beberapa bagian lain yang mulai tampak abu-abu ke hitam. Sedangkan bagian lain yang belum menyebar, berwarna putih bersih.

Keluarga sudah membawa dia ke beberapa dokter ahli tulang, ahli patologi dan terutama khusus kanker tulang. Semua jawaban tetap sama, mengingat umurnya yang sudah hampir 75, dan karena tak ada gunanya juga di chemotherapy (karena akan terlalu menyakitkan untuk dia) maka keluarga disarankan untuk merawat dia di rumah saja. Percuma di rumah sakit, begitu mereka bilang.

Perkiraan mereka 1-3 bulan saja usianya (kalau dia bisa makan dengan normal) sisanya, tinggal menunggu koma.

Sedangkan, beberapa hari setelah vonis dokter itu, mama mulai menjerit2 kesakitan di tempat2 yang memang tampak hitam dalam scan. Dan sudah sulit sekali untuk makan! Bahkan minum juga. Karena kadang ia tidak mampu lagi menelan. Ini tidak heran kata dokter, mengingat penyebarannya sudah sampai tulang punggung dan tengkorak? Dokter hanya memberi morfin, karena memang kata mereka sakitnya tidak tertahankan.

Seorang teman kakak yang lebih muda, ternyata baru saja meninggal karena kanker tulang dan itu pun hanya terdapat di lutut kirinya. Ia berobat di Singapore, tanpa hasil malah semakin parah. Teman yang lain pun menyatakan bahwa orangtuanya setelah dibawa ke Amerika pun hanya diberikan morfin sebagai pain killer. Keluarga semakin bingung, sedangkan melihat penderitaanya pun rekan-rekan yang menengok pasti menangis. Apalagi kita, anak-anaknya?

Suatu kali, mama dalam jeritan kesakitannya minta dibaptis. Ia minta ijin pada satu kakak saya yang kebetulan sama beragama Kong HuChu dengan mama. (Yang lain sudah menjadi Kristen atau Katolik). Mama minta cepat-cepat di baptis karena dia sudah tidak tahan lagi dengan kesakitannya dan beliau juga bilang, takut waktunya sudah tidak ada lagi. Koko saya menangis. Dan akhirnya menyetujui.

Memang, beberapa waktu sebelumnya, mama pernah bilang ingin minta dibaptis secara katolik. Diakon datang, untuk menyakan, apakah ini keinginan sendiri atau terpaksa. Mama sudah menjawab, bukan.. Ia memang ingin dibaptis sendiri. Akhirnya besok paginya ia dibaptis (kira2 2,5 bulan dari sekarang). Pastor sekaligus memberikan sakramen perminyakan. Pada saat ia dibaptis pun sudah dalam keadaan antara sadar dan tidak. Yang anehnya, 3 jam setelah dibaptis, ia bisa tiba-tiba bangun sendiri dan berteriak memanggil anak-anaknya. Namun setelah itu, ia kembali terkulai dan kondisinya semakin memburuk. (bergeser/bergerak sedikit saja ia sudah tidak mampu karena sakitnya!)

Keanehan lain, dua hari berturut2 setelah baptis, ia minta komuni. Padahal mama tidak pernah mengerti apa itu komuni! Setiap satu minggu sekali ada Diakon yang datang untuk memberikan komuni. Setelah 3-4 kali komuni, kondisi kesehatannya membaik. Ditandai dengan kemampuan nya untuk bergerak dan makan. Beliau juga sudah tidak lagi menjerit-menjerit kesakitan. Kami merasa heran, bahkan dokter yang memeriksanya pun berdecak kagum. Karena dengan demikian, mama sama sekali tanpa pengobatan. Segala selang infus untuk makanan yang tadinya ia pakai, sekarang tidak terpakai. Bahkan, sebelumnya kami sudah menyiapkan oksigen, karena mama sebelumnya sudah mulai sulit bernafas.

Kami heran, semua tak percaya. Dokter mengatakan, tak ada penjelasan logis atas semua ini. Kami sudah tak sabar untuk melihat hasil bone scan lagi mid-november ini (karena hanya boleh dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan) untuk mengetahui apa yang terjadi. Dua minggu yang lalu, seorang kerabat yang melihat kondisi mama membaik, dia menyatakan ketidak percayaannya. Ia minta maaf karena dengan mengatakan ini ia sudah menyinggung kami yang kristen/katolik, tapi ia berkata, tak percaya dengan yang namanya mujizat! Mujizat itu tidak ada, yang ada hanyalah mungkin, kesalahan diagnosa.

Koko saya yang beragama KongHuchu pun malah mendukung kita, bahwa tidak mungkin ada salah diagnosa. Ada bukti ilmiah tentang sakitnya dari bone scan dan test darah! Bahkan dia pun berpikir, ini keajaiban. Sampai mid november kemarin, kami tidak bisa berkata apa-apa. Karena sejak semula, anak-anaknya pun hanya berdoa dengan pasrah pada kehendak Tuhan dan mohon dengan kemurahan hatiNya, mama tidak menjerit-menjerit kesakitan lagi, itu pun sudah cukup. Tapi melihat beliau mulai berjalan lagi, bahkan mulai mau ke dapur memasak lagi, amazing!!

Hasil bone scan keluar. Dokter yang memeriksanya pun terperangah dan bertanya, obat apa yang kita berikan kepada mama. Karena seandainya di chemo pun, kondisi mama tidak mungkin sebaik dan secepat ini, mengingat usianya. Yesus yang luar biasa, menunujukkan kemuliaan-Nya. Saat kami bilang mama tidak diobati. Dokter tersebut (yang kebetulan beragama Muslim) berkata bahwa ini mustahil. Ini keajaiban. Karena scan menunujukkan, hitam di 5 tempat sebelumnya sekarang hanya tinggal 1, yaitu tinggal yang di tulang panggul!

Koko saya bertanya, selanjutnya pengobatan apa yang harus kita lakukan untuk beliau? Dokter cuma menjawab, “Ya tidak ada! Lanjutkan saja apa yang kalian lakukan selama ini. Yang kalian lakukan hanya berdoa, kan? Jangan berhenti berdoa kalau begitu. Karena ini keajaiban!”

Tidak puas dengan pernyataan dokter ini, koko memeriksa hasil kepada dokter patologi lain. Dia pun menyatakan ketidak percayaannya dengan kagum. “Ini mujizat!” katanya. (rupanya ia katolik/kristen)

Baru koko saya pun percaya. This is miracle. Buat saya sendiri, ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Karena tadinya, cukup buat saya tidak melihat beliau menjerit-menjerit kesakitan, ternyata Yesus memberi lebih dari yang kami semua, anak-anaknya harapkan. Sebab sebelumnya kami semua sudah rela, menerima bahwa ia dipanggil Tuhan, daripada ia menahan kesakitan yang luar biasa. Kami pun mengerti, bahwa kami tidak berharap pada sesuatu yang muluk-muluk, tapi seandainya suatu saat mama dipanggil nanti, mama sudah digunakan Tuhan sebagai alat untuk menunjukkan, bahwa apa yang mustahil bagi manusia, tak ada yang mustahil bagi Dia.

Tak ada obat yang lebih kuasa dari pada Yesus, Anak Domba Allah itu sendiri. Saya merasa tidak baik untuk menyimpan kesaksian kemuliaan Tuhan ini untuk keluarga sendiri saja. Saya berharap, dengan Kemuliaan Tuhan ini, dapat menjadi inspirasi iman dan pengarapan buat semua orang yang saya kenal. Ada ucapan Rm Yohanes di bukunya yang amat saya sukai : Kesembuhan fisik hanyalah sarana, untuk menuju Tuhan, karena pada dasarnya setiap orang harus meninggal..

God Bless u all,

Ina

Humor : Nangka

Seorang pria menenteng keranjang sambil melangkah ke pintu masuk bandara di Dekai, Yahukimo, lalu terdengar bentakan dari seorang sekuriti.

Sekuriti : Hey, berhenti, tidak boleh membawa binatang ke dalam pesawat! Apa itu yang kamu bawa?

Penumpang : Nangka, Pak ....

Sekuriti : Tapi kok gerak-gerak?

Penumpang : Ini benar Nangka Pak ....

Sekuriti : Kalo begitu silakan masuk. Tapi ingat! Kalau kamu menipu, saya hajar kamu!!

Saat masuk ke bandara, tiba-tiba ada suara gonggongan kecil dari dalam karung itu.

Sekuriti : Nah, kamu bohong kan ..., itu tadi bunyi apa? Sekarang buka keranjangnya!!!

Penumpang : Ini memang anak anjing, Pak, tapi namanya Nangka!

Sediakan Waktu

Nats : Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif (Efesus 5:15)

Bacaan : Efesus 5:14-21

Saya mendapat puisi ini dari sebuah e-mail yang dikirim seorang teman di Jakarta:

Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kejernihan.

Sediakan waktu untuk bermain dan bersantai, itulah rahasia awet muda.

Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.

Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju hidup bermakna.

Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa Anda ke bintang.

Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa dari Tuhan.

Sediakan waktu untuk melihat sekeliling, waktu Anda terlalu singkat untuk hidup dalam dunia Anda sendiri.

Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik bagi jiwa.

Sediakan waktu bersama keluarga, itulah mutiara paling indah.

Sediakan waktu pribadi untuk di bersama Tuhan, itulah sumber kekuatan.

Ya, bagaimana hidup kita; apakah akan bermakna dan berguna, ataukah akan berlalu dengan sia-sia tanpa arti, tergantung pada bagaimana kita mempergunakan waktu. Semua orang dikaruniai jumlah waktu yang sama; 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, 52 minggu setahun. Tidak kurang, tidak lebih. Dengan waktu yang sama itu, ada orang yang bisa berkarya besar bagi Tuhan dan sesamanya, tetapi ada juga orang yang "nol besar" alias tidak berkarya apa-apa selama hidupnya. Pangkalnya terletak pada pengelolaan waktu.

Rasul Paulus membedakan orang arif dengan orang bebal dari cara hidupnya. Cara hidup seseorang selalu berkenaan dengan cara ia menggunakan waktunya. Tergolong yang manakah kita? Orang arif atau orang bebal? -AYA

WAKTU TIDAK AKAN TERULANG, SEKALI BERLALU SELAMANYA BERLALU PERGUNAKAN WAKTU SEBAIK-BAIKNYA DAN SEBENAR-BENARNYA

Yayasan Gloria

21 October 2008

Marketing Fitnes

Ada teknik marketing model baru dari sebuah klub fitnes. Mereka melakukan pendekatan kepada konsumennya, bak seorang teman yang sedang mengajak kita untuk bergabung supaya bisa hidup sehat. Para sales laki-laki itu terlihat bertubuh atletis dan yang perempuan terlihat langsing dan menarik.

Seperti layaknya seorang teman, mereka terlihat begitu peduli dengan kesehatan kita. Menanyakan harapan-harapan kita tentang bentuk tubuh. Mendengarkan keluhan-keluhan dan memberikan masukan yang berhubungan dengan kebugaran dengan berolah raga. Ketika tour keliling fasilitas, mereka begitu antusias menjelaskan kegunaan alat-alat, bahkan berjanji akan menemani kita ketika latihan.

Mencatat nomor telepon dan alamat, itu adalah hal yang mereka lakukan sebelum berpisah. Mereka akan menelepon seperti seorang sahabat yang sudah kangen dan ingin ketemu lagi. Sungguh-sungguh seperti seorang teman yang baik, yang begitu peduli kepada kita.

Namun kebanyakan dari semua yang mereka lakukan itu hanya sekedar lip service. Mereka tidak benar-benar ingin mengenalmu. Mereka tidak benar-benar ingin mengenalmu. Mereka tidak benar-benar peduli dengan kesehatanmu. Mereka hanya ingin kamu masuk dalam daftar konsumen yang melakukan kunjungan lalu bergabung dengan klub itu supaya mereka mendapatkan bonus bulanan. Apa yang mereka lakukan itu hanya demi uang!

Bayangkan jika kamu memiliki seorang teman yang berusaha baik kepadamu hanya demi mendapatkan keuntungan darimu. Minta ditraktir, minta dibelikan barang, minta diantar pulang, pinjam uang lalu bilang tidak ada uang untuk mengembalikan. Namun ketika kamu sedang mengalami kesulitan keuangan, temanmu itu tidak pernah muncul untuk menolongmu.

Tentu saja sales klub itu tidak akan menelepon kamu dan menanyakan kabarmu lagi ketika kamu bilang tidak jadi bergabung. Bahkan beberapa dari mereka dengan ketus buru-buru mematikan telepon karena kesal. Mereka tidak pernah melihatmu dengan label seorang teman, tetapi uang. Seorang teman yang sejati bukan orang yang sedang mengambil keuntungan dari sahabatnya.