Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

21 October 2008

David & Telepon Umum

David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya, terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya. Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi. Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut keroncongan berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya yaitu satu keping uang logam itu ke dalam telepon.

"Halo, apa kabar," telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan km jauhnya berbicara.

David dengan nada agak terisak berkata, "Mama, saya tidak punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan."

Ibu David berkata, "Anak tersayang, mama tahu."

"Sudah tahu kenapa masih tidak mengirim uang?"

David baru saja hendak melontarkan dengan penuh kekesalan pertanyaan tersebut kepada sang ibu, mendadak merasakan perkataan ibunya mengandung sebuah kesedihan yang mendalam. Firasat David mengatakan ada yang tidak beres, ia cepat-cepat bertanya, "Mama, apa yang telah terjadi di rumah?"

Ibu David berkata, "Anakku, papamu terkena penyakit berat, sudah lima bulan ini, tidak saja telah meludeskan seluruh tabungan, bahkan karena sakit telah kehilangan tempat kerjanya, sumber penghasilan satu-satunya di rumah telah terputus. Oleh karena itu, sudah 2 bulan ini tidak mengirimimu uang lagi."

Mama sebenarnya tidak ingin mengatakannya kepadamu, tetapi kamu sudah dewasa, sudah saatnya mencari nafkah sendiri."

Ibu David berbicara sampai disitu, tiba-tiba menangis tersedu sedan. Di ujung telepon lainnya, air mata David juga "tes", "tes" tak hentinya menetes, dan ia berpikir, kelihatannya saya harus drop out dan pulang kampung.

David berkata kepada ibunya, "Mama, kamu jangan bersedih, saya sekarang juga akan mencari pekerjaan, pasti akan menghidupi kalian."

Kenyataan yang pahit telah membuat David terpukul hingga pusing tujuh keliling. Masih 1 bulan lagi, semester kali ini akan selesai, jikalau memiliki uang, barang 8 atau 10 dollar saja, maka David mampu bertahan hingga liburan tiba, kemudian menggunakan 2 bulan masa liburan untuk bekerja menghasilkan uang. Akan tetapi sekarang 1 sen pun tak punya, mau tak mau harus drop out. Pada detik ketika David mengatakan "Sampai jumpa" kepada ibunya dan meletakkan gagang telpon itu sungguh luar biasa menyakitkan, karena prestasi kuliahnya sangat bagus, selain itu ia juga menyukai kehidupan dikampus fakultas perdagangan Arlington tersebut. Sesudah meletakkan gagang telpon, pesawat telpon umum tersebut mengeluarkan bunyi gaduh, David dengan terkejut dan terbelalak menyaksikan banyak keping dollar menggerojok keluar dari alat itu.

David berjingkrak kegirangan, segera menjulurkan tangannya menerima uang-uang tersebut. Sekarang, terhadap uang-uang itu, bagaimana menyikapinya? Hati David masih merasa sangsi, diambil untuk diri sendiri, 100% boleh, satu: Karena tidak ada yang tahu, dua: Diri sendiri betul-betul sedang membutuhkan. Namun bolak-balik dipertimbangkan, David merasa tidak patut memilikinya. Setelah melalui sebuah pertarungan konflik batin hebat, David memasukkan salah satu keping dolar itu ke dalam telepon dan menghubungi bagian pelayanan umum perusahaan telepon.

Mendengar penuturan David, nona pelayanan umum berkata, "Uang itu milik perusahaan telpon, maka itu harus segera dikembalikan ke dalam mesin telepon."

Setelah menutup telepon, David hendak memasukkan kembali keping logam uang itu, tetapi sekali demi sekali uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus memuntahkannya kembali. Sekali lagi David menelepon pelayanan umum yang berkata, "Saya juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya sekarang minta petunjuk atasan."

Nada bicara David yang sendirian dan tiada yang menolong memancarkan getaran kesepian dan kuyu, nona pelayanan umum sangat dapat merasakannya, menilik perkataan dari ujung telepon dia merasakan seorang asing yang bermoral baik sedang perlu dibantu. Tak lama kemudian, nona pelayanan umum menelepon ulang pesawat otomat yang sedang bermasalah itu. Dia berkata kepada David, "Saya telah memperoleh ijin dari atasan yang berkata uang tersebut untuk anda, karena perusahaan kami saat ini tidak punya cukup tenaga, tak ingin demi beberapa dollar kusus mengirim petugas ke sana."

"Hore!", David meloncat saking gembiranya. Sekarang, uang logam itu secara sah dan gamblang menjadi miliknya. David membungkukkan badannya dan dengan seksama menghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen. Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga bekerja memperoleh upah pertamanya pada saat liburan nanti. Dalam perjalanan ke kampus, David tersenyum terus sepanjang jalan. Ia memutuskan membeli makanan dengan menggunakan uang itu lantas mencari pekerjaan. Dalam sekejap liburan telah tiba, David telah memperoleh pekerjaan sebagai pengelola gudang supermarket. Pada hari tersebut, David menjumpai boss perusahaan supermarket, menceritakan kepadanya tentang kejadian di telepon umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan. Si boss supermarket memberitahu David boleh datang bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan saja, sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh bergabung, karena boss supermarket merasa David adalah orang yang tulus dan jujur, terutama adalah orang yang seksama, membenahi gudang mutlak bisa dipercaya. David bekerja dengan sangat giat, boss sangat mengapresiasinya dan juga merasa kasihan. Si boss memberinya upah dobel.

Sesudah menerima gaji, David mengirimkan keseluruhan gajinya kepada sang ibu, karena pada saat itu David sudah mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh beasiswa untuk satu semester berikutnya. Sesudah 1 bulan, uang dikirim balik ke David. Sang ibu menulis di dalam suratnya, "Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah mendapatkan pekerjaan, bisa mempertahankan hidup. Kamu harus belajar dengan baik, jangan sampai kelaparan."

Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi. David tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak bakal meminta uang kepada David yang sedang perlu dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David berlinang bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya. Setahun kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya. Setelah lulus, David membuka sebuah perusahaan, tahun pertama, David sudah mengantongi laba US $100.000. Ia senantiasa tak bisa melupakan kejadian di telepon umum. Ia menulis surat kepada perusahaan telepon tersebut, "Hal yang tak bisa saya lupakan untuk selamanya ialah, perusahaan anda secara tak terduga telah membantu dana US $9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini, telah membuat saya batal menjadi pemuda drop out dan menuju kondisi miskin, bersamaan itu juga telah memberi saya energi tak terhingga, mendorong saya setiap saat tidak melupakan untuk berjuang. "Kini saya mempunyai uang, saya ingin menyumbang balik sebanyak US $10.000 kepada perusahaan anda, sebagai rasa terima kasih saya."

Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan surat 8dipenuhi antusiasme, "Selamat atas kesuksesan kuliah anda dan usaha yang telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang yang paling patut kami keluarkan. Ini bukannya merujuk pada $9,50 yang dikembalikan dengan $10.000, melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami sebuah petuah tentang prinsip tertinggi kehidupan. Di saat paling sulit, satu: Jangan melupakan harapan sudah ada di depan mata; dua: Jangan melupakan menjaga moralitas."

20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David sekarang? Dikota Chicago? Amerika, terdapat sebuah gedung mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah bilik telepon umum, itu adalah gedung perusahaan ADDC. Pendiri perusahaan ADDC, presiden direktur saat ini, ialah David. David, selain itu juga adalah salah satu penyumbang terbesar untuk badan amal.

Bukan Hak Kita

Nats : Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30)

Bacaan : Yohanes 3:22-36

Nama Tenzing Norgay tidaklah sepopuler Sir Edmund Hillary. Padahal, Norgay adalah orang yang mendampingi dan bersama Hillary menaklukkan Mount Everest. Ia adalah penduduk asli yang berprofesi sebagai pemandu jalan bagi Hillary. Setelah pendakian yang monumental itu, nama Hillary menjadi terkenal ke seluruh dunia. Ia pun diingat dan dikenang sebagai orang pertama yang menaklukkan Mount Everest. Kecewakah Norgay? Tidak. Dalam sebuah wawancara ia berkata, "Andai menjadi orang kedua yang menaklukkan Everest adalah hal yang memalukan, saya akan menanggungnya." Norgay sadar betul ia hanyalah pemandu. Tugas utama seorang pemandu adalah mengantar orang tiba di tempat tujuan. Apa yang dicapai setelah itu bukanlah "bagiannya".

Sama dengan sikap yang dihidupi oleh Yohanes Pembaptis. Yohanes sadar betul bahwa dirinya hanyalah seorang utusan; pembawa berita. Bukan berita itu sendiri. Tugasnya adalah membuka jalan bagi Sang Mesias (ayat 28). Kepada murid-muridnya yang bertanya, ia menjawab, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil" (ayat 30).

Begitulah prinsip dasar pelayanan kristiani: menjadikan Tuhan, yang kita junjung dan layani, semakin dimuliakan dan diingat. Pelayanan bukan untuk "membesarkan" nama kita, sebab kita ini hanyalah alat; entah sebagai pendeta, guru Sekolah Minggu, aktivis gereja, atau apa pun. Justru kalau karena pelayanan kita, orang malah lebih mengingat dan mengagumi kita, pasti ada yang salah. Sebab itu berarti kita telah mengambil apa yang bukan hak kita -AYA

TUJUAN PELAYANAN ADALAH MENJADIKAN TUHAN NOMOR SATU
BIARLAH KITA TETAP "DI BELAKANG"

Yayasan Gloria

20 October 2008

Lukisan

Vincent dan Alfredo baru saja berkenalan di sebuah kontes melukis. Mereka berdua sangat berbakat dan mempunyai karakteristik masing-masing dalam lukisan mereka. Tetapi pemenang kontes ini adalah Alfredo dan hasil lukisan para pemenang dipajang di sebuah pameran.

Salah seorang pengunjung pameran lukisan itu adalah seorang direktur sebuah perusahaan bergengsi, ia sedang merenovasi sebuah gedung kantornya dan berencana untuk membeli sebuah lukisan untuk dipasang di ruang kantornya yang baru. Ia terkesan dengan lukisan Alfredo dan membayarnya untuk membuat lukisan yang akan dipasang di ruang kantornya.

Alfredo begitu senang ketika mendapat kesempatan baik itu. Ia mencurahkan seluruh ide dan hatinya buat lukisannya. Ketika lukisan itu telah selesai dibuat, ia meminta ijin kepada pengelola gedung untuk mencoba memasangnya di gedung kantor yang sudah dijanjikan. Ia mengajak Vincent untuk memberikan pendapatnya. Ternyata gedung kantor itu belum selesai dibangun. Masih banyak tukang bangunan yang sedang bekerja, membangun tembok, mengecat dan sebagainya. Alfredo dan Vincent naik ke lantai 12 gedung itu dan langsung ke tempat bakal ruang kantor direktur. Mereka mencoba berbagai kemungkinan posisi lukisan itu, mencoba mencari letak yang paling tepat dan pas untuk dipasang supaya bisa dipertimbangkan desaini interiornya.

Sesaat ketika Alfredo melihat-lihat ke arah lukisannya, ia ingin mencoba melihatnya dari jarak yang lebih jauh. Perlahan-lahan ia berjalan mundur. Tiba-tiba Alfredo terbelalak melihat Vincent yang dengan cepat mencoreng lukisan Alfredo dengan cat milik tukang yang sedang berada disebelahnya. Alfredo marah bukan kepalang, ia segera berlari ke depan lalu menanyakan kenapa Vincent tega melakukan hal itu.

Sambil menunduk Vincent berkata, "Kamu hampir saja jatuh ke belakang. Kalau tadi aku berteriak mengingatkanmu, pasti kamu terkejut dan sangat mungkin untuk jatuh. Maafkan aku". Jadi yang Vincent lakukan adalah untuk menarik perhatian Alfredo supaya segera berjalan maju menjauhi pinggiran gedung yang belum jadi itu.

Terkadang hal yang baik yang Tuhan coba lakukan, menurut pandangan manusia adalah jahat. Padahal Tuhan sedang menolong hidup kita dari kejatuhan yang jauh lebih fatal akibatnya.

Yesus Mengecewakan

Tiga setengah tahun adalah masa yang penuh sukacita untuk murid-murid Yesus. Mereka sungguh senang dengan setiap pelayanan yang berhasil, banyak mjizat dan kesaksian yang mereka kumpulkan. Dan mereka tidak sabat untuk menanti saat Yesus sang Mesias, membebaskan mereka dari perjalanan Romawi.

Ketika Tuhan Yesus mengatakan waktunya sudah dekat dan Ia akan disalibkan, semua murid-Nya menjadi goncang. Bahkan Petrus menentang hal itu. Mereka begitu menginginkan idolanya untuk melakukan yang terbaik yang mereka bayangkan. Tetapi rencana Tuhan bukan rencana manusia.

Yesus ditangkap, disiksa lalu disalib. Semua murid-muridNya kecewa. Mereka menyangka kalau Yesus akan membebaskan mereka dari penjajah yang kejam. Mengapa Ia memilih "jalan-Nya" sendiri tidak memikirkan perasaan sahabat-sahabat-Nya? Mengapa Yesus harus berkenalan dan mengajak mereka pelayanan jika dalam tiga setengah tahun semuanya kandas di tengah jalan? Mengapa Yesus tidak berkonsultasi dulu dengan mereka tentang tindakan-Nya? Apa yang akan mereka katakan kepada istri dan orang tua mereka? Tetangga mereka akan mencemooh. Semua orang di sekitar Yesus merasa dikecewakan dengan pilihan yang Yesus ambil untuk mau ditangkap dan tidak melawan dengan kuasa-Nya.

Kekecewaan itu begitu mendalam dan melukai perasaan mereka ketika pemimpin yang selama ini tengah mereka banggakan ternyata "hanya" mati disalib. Umur pelayanan mereka "hanya" tidak setengah tahun. Mereka merasa bahwa kekecewaan ini adalah akhir dari persahabatan pendek mereka dengan Yesus.

Pemikiran itu berubah tiga hari kemudian. Yesus bangkit! Paradigma mereka semakin diubahkan ketika Roh Kudus turun dan berkuasa atas hidup mereka. Hal itu tidak akan terjadi kalau Yesus tidak mati.

Ada kalanya hal yang sepertinya buruk dan mengecewakan terjadi dalam hubungan persahabatan kalian. Namun hal itu ternyata membawa perubahan yang luar biasa dalam diri kalian ke arah yang baik. Mungkin kamu bisa menjadi kecewa, marah, tertekan, tetapi hal itu akan membuat kalian menjadi semakin bertumbuh dan mengalami terobsesi.

Dimana Saya Dapat Menemukan Kasih?

Jika pertanyaan yang ada dalam hati Anda adalah, “Dimana saya dapat menemukan kasih sejati ini?” maka saya akan berbagi beberapa kabar baik ini untuk Anda. Anda sebenarnya sudah dikasihi. Dalam ayat yang paling populer dalam Alkitab, dikatakan kepada kita bahwa, “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” - Yohanes 3:16

Yesus menjelaskan cakupan kasih Allah bagi orang percaya. Kepada murid-murid-Nya Yesus berkata, “... janganlah kamu kuatir dan berkata : Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” - Matius 6:31-33. Hanya jika kita percaya bahwa kita dikasihi dengan sedemikian rupa, maka kita mendapatkan rasa aman untuk mengambil resiko dalam mengasihi orang lain.

Sudahkan Anda berinisiatif untuk menemukan kasih dalam Pribadi dan perbuatan Kristus? Sudahkah Anda memercayakan diri Anda kepada-Nya? Sudahkan Anda percaya ketika Alkitab mengatakan bahwa Kristus wafat untuk dosa-dosa Anda?

Berikut ini adalah cara memulainya. Akuilah dosa Anda dan kebutuhan Anda kan Kristus, yang telah datang “untuk mencari dan menyelamatkan yang hilag” (Lukas 19:10). Di dalam Kristus, kita dapat menemukan kasih Allah, dan di dalam Dia kita melihat apa artinya hidup dalam kasih seperti yang dijelaskan Paulus. Dialah Allah yang tidak hanya memanggil kita untuk berbuat baik, tetapi juga untuk mengizinkan Dia menyatakan kehidupannya melalui kita.

Sumber :Seri Dinamika Iman, Apakah Kasih Sejati itu? Yayasan Gloria, 2004, Bill Crowder

Hidup Setiap Hari

“Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta” - Amsal 15:15

Bacaan : Amsal 15:13-31

Ketika Tamer Lee Owens merayakan ulang tahunnya yang ke-104, ia berterima kasih atas “tawa, Tuhan, dan hal-hal kecil” yang membuatnya bertahan hidup. Wanita itu masih dapat menemukan sukacita setiap hari dengan mengobrol, berjalan-jalan, dan membaca Alkitab seperti yang telah dilakukannya sejak kecil. “Saya tidak tahu berapa lama lagi Dia mengizinkan saya tinggal disini”, katanya. “Saya hanya bersyukur kepada Tuhan atas semua yang diberikan-Nya kepada saya”.

Kebanyakan orang tidak mencapai usia 104 tahun, tetapi kita dapat belajar dari Tamer Lee bagaimana cara menikmati setiap hari yang diberikan kepada kita.

Tawa : “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat” (Amsal 15:13). Kebahagiaan sejati dimulai jauh di lubuk hati kita dan terpancar di wajah kita.

Tuhan : “Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan” (ay. 33). Jika Allah menjadi fokus utama hati kita, Dia dapat mengajarkan jalan-Nya kepada kita melalui setiap pengalaman hidup.

Hal-hal kecil : “Lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian” (ay. 17). Memelihara hubungan yang penuh kasih dan menikmati hal-hal mendasar dalam hidup jauh lebih penting daripada kekayaan dan kesuksesan.

Tidak semua orang akan hidup hingga usia lanjut, tetapi kita dapat menjalani hidup dengan baik setiap hari melalui tawa, Tuhan, dan hal-hal kecil.

KEBAHAGIAAN BUKANLAH TUJUAN MELAINKAN PERJALANAN HARI DEMI HARI

Sumber : Renungan Harian

19 October 2008

Hidup Hanyalah Sementara

“Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasehati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa” - 1 Petrus 2:11

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca berita dukacita dari sebuah surat kabar yang menyebutkan bahwa seseorang yang sangat kaya dan terkenal di kota Semarang ini meninggal dunia. Saat itu saya sempat berpikir seberapa besar kekayaan dan harta yang dimilikinya. Belum lagi berapa hektar tanah yang dikuasainya. Tapi rupanya tidak ada sedikitpun, baik harta maupun sejengkal tanah bisa dibawa dalam kematiannya.

Memang, saat kiya hidup dalam kondisi yang serba cukup, seringkali kita tidak menyadari bahwa apapun yang ada dalam dunia ini adalah tidak kekal (sementara). Dan lewat peristiwa itu, saya diingatkan kembali bahwa segala sesuatu yang kita miliki hanyalah “titipan” dari Tuhan dan semua itu bersifat sementara.

Seringkali kita ini berjuang mati-matian untuk mencapai segala sesuatu yang sifatnya tidak kekal, bahkan rela melanggar firman Tuhan hanya untuk mencapai keinginan akan hal duniawi. Memang, hal “mengejar” dunia bukanlah suatu hal yang salah, sebab kita memang sedang hidup di dalam dunia ini. Tapi kita perlu menyadari dan mengatur keseimbangan antara jasmani dan rohani. Ingat : kita juga memiliki roh yang notabene justru bersifat kekal. Oleh karena itu, jika untuk hal yang tidak kekal saja manusia mau berjuang keras, maka sudah sepantasnyalah kita harus mau berjuang, bahkan lebih keras untuk hal yang kekal.

Hari ini, biarlah kita mulai merubah semua pandangan hidup kita yang keliru akan dunia ini. Marilah kita mulai berjuang untuk hal-hal Surgawi. Firman Tuhan dinyatakan kepada manusia agar kita mampu merubah diri menjadi seperti Kristus dan menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Oleh karena itu, marilah kita berjuang agar kita semakin mulia bagi Tuhan, sekaligus menjadi terang bagi siapapun dan dimanapun kita berada. Ingat :Ada upah surgawi yang sudah Tuhan sediakan bagi kita dan semua itu KEKAL adanya.

“Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur. Tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya” - 1 Petrus 1:24-25

Roti Surgawi Edisi Oktober 2008

18 October 2008

Weekend Scripture - Matius 6:7-8

"Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya" - Matius 6:7-8

Harapan Yang Pasti

"Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" - 1 Korintus 15:14

Mungkin kita pernah mendengar bahkan melihat di sekitar kita, ada orang-orang yang cepat putus asa ketika menghadapi masalah dalam hidupnya. Mereka berkata, "Lebih baik aku mati saja, dari pada hidup tetapi terus-menerus ada masalah!" Lebih parah lagi, ada sebagian yang tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar mengambil tindakan yang fatal, yaitu bunuh diri. Mereka berpikir segala sesuatu sudah berakhir bersama dengan kematiannya. Bagi anak-anak Tuhan, kiranya dijauhkan dari pikiran dan tindakan seperti ini, karena hidup kita berharga di mata Tuhan.

Janji Tuhan luar biasa bagi orang percaya, tinggal kita mau meresponi dengan sungguh-sungguh atau tidak, terutama tentang "kebangkitan orang percaya". Kita berharap bukan berdasarkan cerita dongeng tetapi sesuai firman Tuhan, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang percaya yang telah meninggal (1 Korintus 15:20). Maka bagi kita yang percaya dan tetap setia sampai akhirnya akan mengalami hal yang sama dengan apa yang Kristus alami.

Harapan kita harus disertai dengan cara hidup yang benar selama masih ada di dunia, karena semuanya akan menjadi sia-sia apabila kesempatan yang Tuhan beri saat ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Ada orang yang merasa perjalanan hidupnya masih panjang, sehingga kurang peduli dengan peringatan tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, bahkan yada yang tidak percaya sama sekali. Di sisi lain, karena persoalan hidup membuat mereka ragu akan janji Tuhan.

Percayalah kepada janji Tuhan akan digenapi pada waktunya! Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti berjuang menhadapi masalah yang mungkin tak kunjung berhenti dalam hidup ini. Tuhanlah yang menjadi kekuatan kita! Amsal 10:28 berkata, "Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia". Amin.

Sumber : Roti Surgawi

Ibuku, Permataku

Ibuku, permataku, alangkah indah jiwanya. Nilai ibu melebihi permata Merah Delima atau emas. Ia diciptakan oleh Tuhan dan di kirim dari sorga.

Dan permata-permata yang diberikan kepadaku adalah permata KASIH. Kasih yang sama sekali tak bersyarat dan yang ada untuk selamanya. Kasihnya terhadap aku tak pernah meninggalkan aku seorang diri. Kasih yang luar biasa!

Permata kedua yang diberikannya kepadaku adalah BIMBINGAN untuk setiap hari. Ketika ia mengikuti Tuhan, iapun menunjukkan aku akan jalannya yang benar. Tuhan memberikan kepadanya kebijakan melalui kelahiranNya yang suci untuk diteruskan kepadaku agar aku dapat bertahan hidup di bumi ini. Namun, tujuan utama pada akhir perjalanannya adalah ketika ia mendengar Tuhannya mengatakan, “Bagus sekali, anakKu!”

Kemudian permata ketiga yang tak ternilai dan yang Tuhan berikan adalah Permata PENGORBANAN. Seorang Ibu yang setia kepada kebenaran Firman Tuhan akan mengorbankan jiwanya dan tak pernah kedengaran mengeluh sedikitpun. Ia akan memberikan apapun yang ia miliki dan tak pernah bertanya mengapa. Ini semua ia lakukan demi keselamatan mereka yang oleh Tuhan dititipkan kepadanya.

Selanjutnya permata ke empat adalah PEMBERIAN DORONGAN dan HARAPAN. Ia bersedia untuk berjalan melalui panas api untuk dapat memberikannya kepada yang dikasihinya. Apapun yang menjadi tugas dan pilihanku, ia dipuji dan diberi pahala untuk imannya di akhir hidupnya.

Kemudian ada permata ke lima, yaitu KEBERANIAN dan bukan ketakutan. Ia mengajarku untuk mendengar agar aku dapat mengerti. Aku senantiasa berperang dengan Iblis setiap menit dalam kehidupanku sehari-hari. Namun, Tuhan merupakan jawabannya bila aku hanya mengikuti jalanNya. Ibuku selalu berada di sana, siang atau malam untuk membangunkan keberanianku dan mengajarku apa yang benar. Banyak sekali perempuan yang telah melakukan hal-hal yang mulia, namun Ibuku melampaui mereka semua, ketika sebagai seorang Ibu, mendengar dan menjawab akan panggilan Tuhan.

Yang terakhir namun yang terutama adalah permata dari DOA. Ibu menghabiskan berjam-jam dari waktunya di atas kedua lututnya agar aku tetap selamat di dalam kasih karunia-Nya. Ia mengajarku setiap hari bahwa pencobaan-pencobaan dalam hidup ini dapat berlangsung lama, namun apabila aku memiliki iman dalam Tuhan, maka Tuhan akan menolongku menjadi kuat. Ibuku bisa lemah dan lembut, namun juga bisa menjadi keras pada waktu yang lain. Ia memberikan kasih-sayangnya tanpa bersyarat.

Ia adalah Ibuku, Permataku, demikian tak ternilainya dan demikian langkahnya. Dan aku berterima kasih kepada Tuhan bahwa aku telah diletakkan dengan selamat di dalam pemeliharaannya.

Loretta Coley

Humor : Tugas Pertama

Seorang pemuda yang baru saja lulus dari fakultas ekonomi akuntansi sedang melamar pekerjaan untuk posisi akuntan.

Saat ini dia sedang diwawancarai oleh seorang bos yang mempunyai bisnis kecil yang baru saja dia buka.

"Aku membutuhkan seseorang sarjana akuntansi saat ini," kata si bos.

"Tapi yang terutama, aku mencari seseorang yang bisa mengurus semua masalah keuangan kantor ini."

"Maksud Bapak?" tanya si pelamar.

"Ya, dalam menjalankan bisnis baru ini aku punya banyak hal yang aku pikirkan," kata si bos.

"Tapi aku sama sekali tidak mau memikirkan tentang urusan keuangan. Tugasmu adalah menangani semua urusan keuangan di kantor ini."

"Oke, saya mengerti maksud Bapak," kata si pemuda. "Dan berapa gaji yang akan saya terima untuk pekerjaan ini?"

"Sebagai awal aku akan memberimu $8000."

"Delapan ribu dolar!!!" si pemuda terkejut. "Bagaimana bisa sebuah bisnis baru memberikan gaji yang sedemikian besar?"

"Nah," kata si bos, "itulah urusan pertama yang harus kamu tangani."