Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

29 August 2008

7 Karakteristik Gereja Yang Hidup

Gereja yang hidup adalah gereja yang meminjam istilah Dietrich Bonhoeffer (ke dalam bermakna, ke luar relevan). Dengan kata lain, kehadirannya dirasakan tidak hanya oelh umat, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya. Gereja yang hidup pada dirinya sendiri adalah Injil, kabar baik, bukan hanya bagi para warga jemaat di dalamnya, melainkan juga bagi masyarakat di luar gereja. Ia seperti "oase" di tengah padang gurun dunia. Berikut ini adalah 7 karakteristik gereja yang hidup.

  1. Visi yang jelas
    Visi seumpama titik terang di ujung lorong yang gelap, kepadanya segala daya dan upaya diarahkan. Visi tidak hanya akan menjawab pertanyaan untuk apa gereja itu ada, tetapi juga kemana gereja itu akan mengarah. Oleh sebab itu, gereja ada tidak sekadar "menggelinding". Padat programnya, sibuk aktivitasnya, tetapi tidak jelas maknanya. Gereja mesti tahu kemana arah tujuan dan apa yang ingin di capai. Ia tidak berjalan bagai dalam labirin tak berujung.
    Dalam Amsal 29:18 versi King James dikatakan, "Where there is no vision, the people perish." Tanpa visi, rakyat binasa (Lembaga Alkitab Indonesia menerjemahkan : "Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat"). Memiliki visi sempurna anak panah yang punya sasaran bidik, titik dimana semua energi, kemampuan, dan perhatian seluruh anggota diarahkan, landasan sekaligus tujuan dari semua kegiatan dan program gereja.
  2. Struktur organisasi yang dinamis
    Tidak ada yang meragukan peran Roh Kudus dalam gereja. Namun, hal itu bukan berarti gereja tidak perlu ditata. Paulus mengatakan bahwa segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur (1 Korintus 14:40). Struktur organisasi yang dinamis memungkinkan "aturan main" yang jelas, tegas, sekaligus terarah, sehingga gereja cepat tanggap, bereaksi secara akurat, dan berinteraksi secara tepat. Ketidakharmonisan bisa diminimalkan, potensi yang ada pun bisa disalurkan lebih efektif dan efisien untuk mencapai visi.
  3. Ibadah yang hangat
    Guru Sekolah Minggu bertanya kepada seorang anak, "Mengapa tidak boleh berisik di gereja?" Si anak menjawab, "Karena mengganggu orang tidur!" Cerita ini memang hanya lelucon, teapi lelucon biasanya berangkat dari sebuah realitas tertentu. Ibadah yang hangat memungkinkan jemaat pulang dari beribadah dengan mendapatkan "sesuatu", baik dari khotbah yang disampaikan, maupun dari suasana ibadah yang di bangun, sehingga dapat dijadikan "bekal" dalam hidup keseharian mereka.
    Akan tetapi, jangan salah, ibadah yang "hidup" tidak sama dengan ibadah yang ingar bingar, penuh musik, dan sorak sorai. John Stott berpendapat tentang ibadah yang penuh kekhidmatan sekaligus penuh seukacia, yaitu keika warga jemaat turut terlibat dengan penuh antusias, khotbah disampaikan oleh hamba Tuhan yang secara sungguh-sungguh menyiapkan dan menggumuli firman Tuhan, tim musik dan pemandu pujian yang disiapkan dengan baik.
  4. Persekutuan yang akrab
    Relasi akrab antarwarga jemaat itu penting. Relasi yang akrab akan mengikat mereka dalam sebuah persekutuan yang harmonis. Seumpama, sebuah keluarga, perbedaan bisa tetap ada, bahkan juga konflik. Namun, itu semua tidak akan sampai memisahkan. Sebab ada dasar kokoh yang melandasi, yaitu kasih Kristus.
    Paulus sangat menekankan relasi kasih ini (Kolose 3:12-17; Filipi 2:1-11). Tuhan Yesus juga menasihatkan para murid untuk saling mengasihi (Yohanes 15:12). Bahkan, relasi kasih ini dikatakan sebagai identitas para murid-Nya (Yohanes 15:14-16). Bisa jadi kedengarannya "klise", tetapi itulah yang harus dibangun. Tanpa dasar kasih Kristus, tidak akan ada keakraban. Ciri-ciri persekutuan yang akrab, yaitu adanya kerinduan untuk bertemu, rasa "nyaman" dan "aman" bila bersama-sama, dan ada keinginan untuk saling berbagi dan melindungi.
  5. Pembinaan yang berkesinambungan dan terarah
    Pembinaan kelompok-kelompok di dalam jemaat sekolah minggu, remaja, pemuda, dewasa muda, dewasa dilakukan secara berkesinambungan dan terarah; tidak sporadis; tidak berjalan sendiri-sendiri; bukan suka-suka kelompok yang bersangkutan. Begitu juga kelompok-kelompok lain, seperti persekutuan wilayah, kelompok sel, dan pendalaman Alkitab. Pertanyaan kunci guna menunjang pembinaan yang berkesinambungan dan terarah adalah apa yang mau dicapai pada masa yang akan datang.
  6. Pelayanan ke luar dan ke dalam
    Pelayanan yang dimaksud disini adalah "pelayanan sosial", seperti ketika para rasul menunjuk ke tujuh orang diaken dalam Kisah Para Rasul 6:1-7. Jadi, sementara para rasul fokus pada "pelayanan firman", "pelayanan sosial" tidak terabaikan. Gereja tidak semestinya hanya berkutat dengan "masalah rohani", tetapi juga perlu "menggarap pelayanan sosial", kepada jemaat perkunjungan, diakonia, dan sebagainya dan kepada masyarakat di sekitar gereja. Beasiswa, poliklinik, posyandu, pelatihan keterampilan, dan sebagainya. Untuk itu, gereja memerlukan inovasi-inovasi baru. Intinya adalah bagaimana agar kehadiran gereja betul-betul dapat dirasakan sebagai berkat.
  7. Membawa perubahan hidup
    Apabila misi ke luar gereja adalah supaya semakin banyak orang merasakan sapaan kasih Allah, mengenal, dan mengakui Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, misi ke dalam gereja adalah menjadikan warganya memiliki sikap hidup yang "berbeda" dalam keseharian mereka di mana pun dan dalam peran apapun. Seperti jemaat mula-mula yang tidak hanya bertumbuh di dalam, tetapi juga "bersinar" di luar. Kisah Para Rasul 2:47 menyatakan, "Dan mereka disukai semua orang."
    Setiap orang kristiani memiliki identitas ganda, dipanggil dari dunia dan diutus ke dalam dunia. Artinya, dipanggil untuk menjadi berbeda dari "orang dunia", tanpa menjadi terpisah dari dunia. Identitas kekristenan semestinya tidak hanya tampak dalam kehidupan kultis (ibadah), tetapi juga nyata dalam kehidupan etis. Menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13-16).

Oleh : Ayub Yahya, Renungan Harian

Before You Start Work Today

28 August 2008

Meracik Jamu Kehidupan

Apakah orang kristiani tidak boleh takut pada kematian dan dapat melepaskan diri dari perasaan itu? Ataukah, sebaliknya iman membuat kita berani mengakui dan mengakrabi ketakutan kita? Justru panggilan umat beriman adalah memberi "jawaban" teologis terhadap misteri besar itu. Barangkali cukup bijak jika kita mengakui bahwa keadaan psikogis dan batin kita, di satu pihak, gentar akan kematian, namun di pihak lain kita mantap dan damai di dalam iman. Kita berada di titik tegang dari kedua hal ini. Ini bisa jadi adalah sebuah titik tegang yang kreatif, titik tegang yang sarat kesaksian, titik tegang yang esensial, dan membawanya ke dalam pengakraban mendalam terhadap realitas maut seutuhnya.

Istilah kematian atau dunia orang mati lebih banyak muncul dalam Perjanjian Lama ketimbang Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Baru, istilah dunia orang mati ini hanya dimunculkan sebanyak 10 kali. Alkitab Terjemahan Baru terbitan LAI dan versi BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari) memakai istilah : alam maut, kematian, kerajaan maut, kematian, dan maut. Dalam Alkitab New International Version (NIV) dipakai istilah : hades, depths, death, hell, dan grave. Alkitab perjanjian baru versi Yunani menggunakan istilah hadesh dan thanatos, dalam bentuk maskulin. Dalam bahasa Ibrani, istilah dunia orang mati disebut sebagai syeol. Istilah lain yang juga dipakai untuk dunia orang mati, terutama bila yang dimaksudkan adalah neraka, yaitu gehenna, yang berasal dari kata gay hinnom (Ibrani) : Lembah Hinom.

Para penafsir tidak selalu sependapat tentang persamaan atau perbedaan istilah-istilah tersebut. Ada yang membedakan dunia orang mati dengan neraka, ada pula yang cenderung memperhatikan keterkaitannya secara akurat.

Lalu apa yang dapat kita pegang? Banyak! Pertama, Alkitab menyaksikan adanya kematian yang dialami setiap orang. Kedua, ada suatu realitas setelah kematian. Ketiga, ada Allah di dalam realitas itu. Oleh karenanya, bagi orang beriman kematian, tidaklah memisahkan kita dari Allah. Keempat, kita mengakui kemisterian maut dan realitas setelah maut, namun kita juga sekaligus menyakini rahmat dan kasih Tuhan, Allah orang hidup dan orang mati.

Dikutip dari : Meracik Jamu Kehidupan, Daniel K Listijabudi, Gloria Gaffa, 2008

1000 Burung Kertas

Sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000 burung kertas buat girl, menggantungkannya di dalam kamar girl. Boy mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.

Waktu itu, girl & boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua. Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali itu!!

Sewaktu girl mau mutusin boy, girl bilang sama boy, "Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah!!"

Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun. Sudah lewat beberapa tahun karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Girl. Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.

Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercengang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya. Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Boy, dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.

Orang tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke paris, Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil. Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya.

Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah. Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.

Hatiku tidak pernah menyesal,
Semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
Beterbangan di dalam angin
Menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit,
Melewati sungai perak,
Apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya,
Hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali,
Menambah kerinduan di hatiku.
Bagaimanapun dicari,
Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.
Apakah Cinta itu?

Oleh: Tidak Diketahui

Pilihan Kerja

"Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman" - Amsal 28:20

Nimis Setiana (29), Jumat 21 September 2007 memandangi anaknya, Nurhasanah, yang nyaris dijual suami sendiri ke Serang, Banten, tetapi digagalkan aparat Polsek Tangerang. Leni Frederica (51), salah satu tersangka pelaku kasus penjualan bayi tersebut merupakan anggota sindikat perdagangan anak. Leni mengaku memiliki teman yang biasa menampung bayi untuk dijual ke pihak lain, baik di dalam maupun luar negeri. Dalam pemeriksaan di Polres Metro Tangerang, Leni mengaku sudah 2 kali mengirim bayi kepada AF. Seorang bayi dihargai 2,5juta rupiah. Baik AF maupun Leni tak mengetahui keberadaan bayi-bayi itu sekarang.

Untuk mendapat uang guna memenuhi kebutuhannya, manusia selalu memiliki berbagi alternatif. Ada orang yang mencari uang dengan jalan wajar : bekerja dengan cara benar memperoleh hasil secara benar pula. Namun, ada juga yang menempuh jalan lain. Karena tergoda segera mendapat hasil banyak dengan cara mudah, beberapa orang memilih mengambil jalan pintas : merampok, mencuri, menipu, korupsi, menjadi pengedar narkoba, menjual diri, bahkan menjual sesamanya seperti kasus di atas. Orang seperti ini pasti tidak peduli lagi dengan forman Tuhan. Mereka tidak sadar bahwa telah terjebak oleh tipu muslihat iblis.

Kita hasu memastikan bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan sesuai dengan kehendak Tuhan. Dia memang berjanji akan memberkati kita, tetapi kita harus berusaha meraih hal tersebut dengan cara yang benar. Meski untuk itu terkadang kita harus bekerja keras. Ingatlah, hanya berkat yang diperoleh dengan benar yang akan diberkati Tuhan. (ndd)

PEKERJAAN YANG BAIK AKAN MEMBUAHKAN DAN BERDAMPAK KEBAIKAN PULA

Renungan Pagi

27 August 2008

Lessons For Life

Pesta Rakyat Merdeka

Tanggal 25 Agustus 2008 sebuah event BESAR diadakan di kota Semarang, tepatnya di pusat kota Semarang atau kalau orang Jawa bilang di alun-alunnya Kota Semarang, yaitu di simpang lima. Di acara ini "Pesta Rakyat Merdeka", kita anak-anak Tuhan memberkati kota ini, ada potong rambut gratis, sunat masal gratis, pengobatan gratis, pasar murah dan yang ga kalah serunya ada pagelaran di sore harinya hingga malam hari.

Malam itu menjadi malam yang tidak seperti biasanya. Malam yang biasanya diadakan konser musik dangdut, musik pop atau rock, malam kali ini nama Yesus jadi populer. What a great history has been printed, sebuah pagelaran yang mau menyatakan bahwa Yesuslah Tuhan atas kota Semarang, atas bangsa Indonesia. Nama Yesus dielu-elukan, dipuja dan disembah di tengah-tengah lapangan terbuka, dimana orang-orang awam yang sedang lewat mendengar dengan jelas puji-pujian, sorakan bahwa Yesuslah Tuhan. Doa kelahiran barupun diikuti oleh banyak umat yang hadir, inilah saatnya kaum Kedar dan Nebayot di bawa ke Tuhan. Hallelujah..

Ada sedikit potret2 waktu acara itu berlangsung. Sayang kemaren juga di video tapi gagal :(

Liat disini ya buat reportase nya .. :)

Pesta Rakyat Merdeka

Sebuah Surat Untuk di Baca

Nats : 2 Korintus 3:1-6

“Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, … ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup,…” - 2 Korintus 3:3

Regina bersiap-siap untuk pindah ke kota lain, ketika dia mengundurkan diri dari pekerjaannya. Direktur perusahaan di mana dia bekerja, menulis surat rekomendasi untuknya. Ketika membaca surat rekomendasi itu, Regina berkata, “Ah, direktur saya memberikan rekomendasi yang sangat baik tentang diri saya! Dia menjelaskan dalam surat itu tidak hanya sebagai pekerja keras, tetapi juga berkemampuan tinggi, sangat teliti dan hati-hati. Surat itu akan menolong Regina untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Rasul Paulus bertanya kepada orang-orang percaya di Korintus, “Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? Tidak,” dia menjawab “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang” (ayat 1,2)

Sebagai hasil dari kesetiaan pelayanan Paulus di antara mereka, orang-orang Korintus sudah didamaikan dengan Allah. Dia sudah menerima mereka ke dalam keluarga-Nya dan tahap demi tahap kehidupan mereka dibaharui dan diubahkan. Orang-orang di Korintus dapat menyaksikan sikap-sikap dan perbuatan-perbuatan mereka yang baru. Mereka adalah surat yang hidup untuk dibaca oleh semua orang.

Dalam hal yang sama, Anda adalah surat Allah bagi orang-orang yang ada di sekeliling Anda. Apa yang Allah sudah tulis di dalam hati Anda? Apa yang mereka baca? Ijinkanlah Allah terus menerus mengubah hati Anda agar orang-orang membaca Yesus Kristus dalam hidup Anda. Kemudian, sementara mereka melihat Dia, mereka mau datang untuk mengenal Dia juga.

Doa : “Bapa, sementara orang-orang membaca kehidupanku kiranya mereka beroleh berita yang mendorong mereka untuk memiliki kerinduan mengenal-Mu. Amin.”

Pdt. Dr. Paulus Trimanto Wibowo, Yogyakarta

26 August 2008

Steve Jobs

ATT00202

Tahun 1976,  bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan  Apple Computer Co. di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan  modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga,  usaha itu pun dimulai. Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual  sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. Dalam beberapa tahun, usaha mereka  cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari  Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. Sampai sejauh itu, Apple Computer  menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer  terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah  konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka,  yaitu Steve Jobs sendiri.

Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami  kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian  ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa  semangat baru bagi dirinya. Ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer  NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. Akan tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. Melalui  Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The Incredibles.

Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan  Microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997,  Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan  mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit  dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, IMac dan salah satu yang  fenomenal yaitu iPod.

Kisah  sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang  instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi  jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.

Humor : 1 Mei

Kiki pagi itu kelihatan gembira sekali berangkat ke sekolah. Ketika ditanya ayahnya mengapa ia lain dari biasanya, Kiki menjelaskan, "Sekalang tanggal satu Mei, Ayah.., Kiki tidak sulit lagi menyebut nama bulan kalau ditanya Ibu Gulu, tidak sepelti bulan Januali sampai Aplil kemalin..... "

Mati Lalu Hidup Lagi

Nats : 1 Korintus 15:3-8

Seorang ibu mengalami kesulitan menjawab pertanyaan anaknya laki-laki yang kristis. Anak Sekolah Minggu ini minta bukti bahwa benar-benar Tuhan Yesus bangkit dari kematian-Nya. Anak ini sering mendengar ada orang yang sakit lalu mati. Bahkan kalau ada kebangkitan orang mati mengapa ada kuburan di mana-mana?

Ibu yang saleh itu memberi gambaran tentang kebangkitan Tuhan Yesus seperti listrik yang sering padam di musim hujan. “Apakah lampu di rumah kita akan mati terus?” tanya ibu itu kepada anaknya. “Tidak, bu. Sebentar biasanya akan nyala lagi dan nyala terus” jawab anak itu. “Kalau listrik mati dan tidak hidup lagi lalu bagaimana dengan pabrik-pabrik dan perkantoran yang selalu menggunakan listrik?” Anak itu terbuka pikirannya dan mau percaya bahwa Tuhan Yesus benar-benar bangkit dari mati.

Kebangkitan Tuhan Yesus adalah inti iman Kristen. Alkitab memberi kesaksian bahwa bukti kebangkitan-Nya disaksikan oleh para pengikut Yesus dan banyak orang pada masa itu. Alkitab menuliskan peristiwa ini sebagai suatu kebenaran agar tidak ada orang yang meragukan lagi bahwa Tuhan Yesus benar-benar bangkit kembali dan hidup.

  • Kebangkitan Tuhan Yesus terjadi sesuai dengan nubuat Kitab Suci. (Mazmur 16:10; Matius 12:40)

  • Kebangkitan Tuhan Yesus telah mengubah setiap orang percaya dari hidup yang sia-sia kepada hidup yang penuh makna (ay. 9-10). Jangan pernah merasa hidup ini sia-sia, tak berguna, penuh derita dan air mata. Hidup ini indah karena ada Tuhan Yesus yang tidak berubah dari dulu,sekarang sampai selama-lamanya (Ibrani 13: 8).
  • Kebangkitan Tuhan Yesus mendorong setiap orang percaya untuk berkarya lebih indah bagi Dia dan sesama kita. Apa yang kita kerjakan pasti ada gunanya dan maknanya karena Tuhan selalu menyertai kita. (ay.10).

Amin.

Pdt. Andreas Gunawan Pr, STh.