Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

01 August 2008

FUN : MATHEMATICS

Jangan beritahu saya usia kamu; kamu mungkin bohong tapi pelayan restoranmu mungkin tahu! Perhitungan Umur Matematis Berdasarkan FREKUENSI ke Rumah Makan. Caranya cukup unik.

JANGAN CURANG!!

Hanya butuh waktu kurang dari semenit, sambil Anda baca ini. Pastikan jangan baca bagian bawah sampai Anda selesai mengerjakan ini. Pasti seru deh..

1. Pilih berapa kali seminggu Anda akan makan di luar rumah (lebih dari satu kali tapi kurang dari 10).
2. Kalikan 2 (supaya genap).
3. Tambah 5.
4. Kalikan dengan 50.
5. Kalau Anda sudah merayakan HUT Anda tahun ini, tambah 1758. Kalau belum, tambah 1757.
6. Sekarang dikurangi dengan 4 digit tahun kelahiran Anda.
7. Hasilnya harus angka 3 digit.

Digit pertama adalah angka awal yang Anda pilih (berapa kali Anda akan makan di luar rumah dalam seminggu)

2 angka berikutnya yaitu.... UMUR ANDA ............. (Oh YA, pasti)

Tahun ini adalah tahun di mana perhitungan ini berlaku (2008). Jadi sebarkan ke teman-teman Anda selagi masih berlaku.

Lectio Divina : Seni Mendengarkan Suara Tuhan

Apakah Anda pernah merasa sedang menjalani hari yang begitu buruk, tidak bersemangat dalam belajar maupun bekerja, dan penuh emosi? Lalu Anda menyadari bahwa semua itu terjadi karena Anda "bolos" berjumpa dengan Tuhan; belum doa pagi sebelum memulai seluruh aktivitas. Hal-hal tersebut akhirnya memunculkan rasa bersalah dalam diri kita.

Rasa bersalah akibat tidak setia datang dan berdoa kepada Tuhan memang perlu, tetapi rasa bersalah saja hanya akan membuat kita terjebak dalam hidup yang legalistik. Tuhan kita adalah Pribadi yang penuh belas kasihan dan anugerah. Karena itu, dengan kesadaran dan kerinduan kita perlu menyandarkan hidup kita pada tangan pemeliharaan-Nya, melakukan waktu teduh sebagai prioritas utama hari demi hari.

Orang kristiani perlu membangun keintiman dengan Tuhan supaya mampu memberi inspirasi, baik bagi diri sendiri maupun lingkungannya, bukan menjadi semikin tidak peka dan tumpul rohani. Orang kristiani perlu mengembangkan seni mendengarkan suara Tuhan dalam doa dan berdiam diri sehingga keintiman dengan Tuhan bisa terjaga. Salah satu metode mendengar suara Tuhan dalam doa dan berdiam diri adalah Lectio Divina.

Lection Divina merupakan disiplin rohani untuk mengasah dan menajamkan kepekaan dalam mendengar suara Tuhan. Disiplin ini bukan bertujuan membuat kita menjadi seperti biarawan atau biarawati; hidup terpisah dari dunia; mengasingkan diri dari budaya dan perkembangannya. Disiplin ini juga bertujuan agar kita mengerti bagaimana bersikap dan berinteraksi dengan dunia ini. Lectio Divina mengasah telinga kita untuk mendengar suara-Nya demi menjalani kehendak-Nya.

Lectio Divina berasal dari kata Yunani Lectio berarti "proses membaca" dan Divina berarti "spiritual". Jadi Lectio Divina adalah sebuah seni mendengarkan suara Tuhan melalui meditasi Firman. Disiplin rohani ini merujuk pada peristiwa Nabi Elia yang tidak merasakan kehadiran Tuhan lewat hal-hal spektakuler; Tuhan justru berbicara dengan begitu lembut lewat angin sepoi-sepoi kepada Elia (1 Raja-raja 19:12). Demikian pula melalui Lectio Divina, kita akan mendengar suara Tuhan dengan lembut dan jelas lewat meditasi Firman.

Lectio Divina adalah praktik spiritualitas kristiani yang diperkenalkan sejak tahun 220 Masehi oleh seorang bapa gereja bernama Origen. Ia adalah tabib Yahudi dan teolog dari Alexandria. Origen mengajarkan cara membaca Alkitab yang dapat memberikan manfaat maksimal bagi pengikut Kristus, yaitu membaca dengan penuh perhatian, konsistensi, dan doa. Sayangnya, setelah reformasi, gereja banyak membuang kekayaan spiritual ini. Kalangan Gereja Roma Katolik masih menjalankan tradisi ini sampai sekarang. Bahkan Paus Benedictus XVI berkata, "Saya ingin mengingat dan merekomendasikan tradisi spiritualitas kuno yang dikenal sebagai Lectio Divina : pembacaan Kitab Suci dengan rajin disertai doa yang intim untuk berdialog dengan Tuhan. Mendengar Tuhan berbicara lewat berdiam diri dan Firman-Nya. Merespons Tuhan dengan hati yang terbuka. Saya yakin bila disiplin rohani ini kembali dilaksanakan, musim semi hidup rohani akan terus terjadi". Kini, disiplin rohani ini perlahan-lahan kembali diperkenalkan di gereja-gereja Protestan.

Langkah Praktis dalam Lectio Divina :

  1. Silencio : proses menyiapkan diri untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan.
    • Carilah tempat yang tepat. Sesuaikan dengan kondisi rumah Anda. Intinya Anda bisa menenangkan diri.
    • Hindarilah kebisingan
    • Ambilan posisi duduk yang nyaman.
    • Berdiam dirilah dan miliki keyakinan akan kehadiran Tuhan.
  2. Lectio : proses membaca firman Tuhan
    • Tentukan ayat-ayat yang hendak Anda baca.
    • Jangan terlalu khawatir tentang berapa ayat atau pasal yang harus dibaca. Jangan pula merasa bersalah bila tidak dapat menyelesaikan bacaan.
    • Mulailah membaca bagian Alkitab dengan tempo yang lambat; lebih lambat dari biasanya
    • Baca beberapa kali bagian Alkitab tersebut.
  3. Meditatio : proses "mengunyah" isi firman Tuhan.
    • Cobalah untuk memahami bacaan Anda.
    • Fokuslah pada satu kata/frasa/kalimat dari sebuah ayat. Ayat mas yang terdapat di Renungan Harian dapa pula Anda pilih.
    • Hafalkan dan izinkan kata/frasa/kalimat tersebut berinteraksi dengan batin Anda.
    • Hubungkan ayat hafalan tersebut dengan konteks kehidupan Anda.
  4. Oratio : proses menanggapi firman Tuhan melalui dialog pribadi dengan Tuhan
    • Gunakan apa yang sudah Anda hafalkan dan berdialoglah dengan Tuhan.
    • Nyatakan perasaan dan isi hati Anda di hadapan-Nya : kesedihan, sukacita, kekaguman, kemarahan, sakit hati, kekecewaan, dan sebagainya.
    • Ingat, dialog adalah komunikasi dua arah. Jadi, Anda perlu berdiam diri dan sabar menanti Tuhan berbicara melalui perenungan firman.
  5. Contemplatio : proses meresapi kasih dan kebaikan Tuhan yang memberi rasa aman dan damai yang melampaui akal budi kita.
    • Berdiam dirilah
    • Nantikan Tuhan berbicara dan memberikan tekad dalam hati Anda. Jangan keraskan hati Anda ketika suara Tuhan terdengar dan memberikan sebuah tugas/panggilan pelayanan.
    • Apabila ada yang ingin Anda sampaikan kepada Tuhan, nyatakanlah. Gunakan kata-kata seperlunya. Bila tidak, kembali berdiam diri.
  6. Incarnatio : proses mengambil penerapan praktis.
    • Tuliskan tekad atau komitmen Anda di secarik kertas
    • Selanjutnya lakukan dengan setia

Disiplin ini memerlukan waktu yang panjang dan tak mudah bila Anda terlalu sibuk bekerja atau belajar. Namun jangan patah semangat, karena bila Anda sudah mengecap keuntungan dari Lectio Divina, kehidupan Anda akan mengalami transformasi yang luar biasa ajaib. Anda akan lebih peka pada suara Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Biarlah melalui pengenalan yang benar akan Dia, hidup kita mengalami transformasi, sehingga dimampukan untuk membawa terobosan rohani dimana pun kita ditempatkan.

Oleh : Budianto Lim

Sumber : Renungan Harian Edisi Agustus 2008

The Right Choice

Buku ini berisi kisah-kisah inspiratif yang mendorong Anda untuk mengambil keputusan positif dalam menghadapi segala kesulitan hidup.

Pernahkan Anda menghadapi situasi yang membuat Anda tertekan atau menghadapi dilema yang tidak kunjung selesai? Tentu saja pernah! Setiap hari kita dihadapkan pada kesulitan hidup.

Dalam buku ini, Kendra Smiley memaparkan pengalaman hidup para wanita yang senasib dengan kita. Kisah-kisah itu diramu dengan indah dan memberikan secercah harapan serta dorongan semangat. Anda akan tertawa dan menangis saat membaca kisah para wanita yang menolak membiarkan situasi menghancurkan sikap positif mereka. Berikut ini adalah salah satu kisahnya.

Sebelum menikah, saya sudah menjadi guru selama beberapa tahun. Pada satu tahun ajaran, saya menghadapi sekelompok siswa kelas 4 yang tidak begitu akur satu sama lain. Mereka menghormati saya dan menjadi pendengar yang baik, tetapi mereka selalu bertengkar.

Pada suatu hari, perselisihan mereka akhirnya membuat kesabaran saya habis. Saya sudah muak dengan sikap buruk mereka. Kurang lebih tiga menit sebelum istirahat, saya meminta para siswa untuk mengeluarkan sehelai kertas dan pensil.

"Tuliskan nama kalian di ujung atas kertas," saya memulai. "Pada baris berikutnya, ibu ingin kalian menuliskan nama orang yang paling tidak kalian inginkan menjadi teman sebangku kalian. Lalu lipas kertas kalian."

"Apakah kami hanya menuliskan satu nama?", banyak yang bertanya demikian.

"Bolehkan saya membuat sebuah daftar?", tanya seorang pemuda yang kelihatan tidak setuju.

"Satu nama saja," jawab saya dan berhenti sejenak hingga tugas itu diselesaikan oleh semua siswa. "Sekarang, beri nomor 1,2,3 pada kertas kalian dan tuliskan tiga kebaikan orang yang namanya kalian tuliskan di atas kertas. Tuliskan tiga hal yang patut dipuji dari orang tersebut."

Saya berkata, "Begitu selesai, kalian boleh keluar kelas untuk istirahat."

Mereka semua neyelesaikan tugas itu. Memang latihan kecil itu tidak langsung menimbulkan perubahan besar bagi kelas kami. Namun, mereka memperlakukan satu sama lain dengan lebih ramah untuk beberapa waktu. Hal itu menimbulkan perbedaan yang positif dalam sikap dan interaksi mereka. Memilih untuk memuji seseorang adalah pilihan yang baik, pilihan yang memberi kekuatan.

Memuji seseorang dengan jujur dan tulus menimbulkan konsekuensi yang menakjubkan. Memfokuskan perhatian pada seseorang, memuji orang lain, dapat menumbuhkan sikap yang positif. Dan itu merupakan suatu pilihan. Kita dapat memilih untuk memuji orang-orang dalam hidup kita atau tidak.

Sumber : The Right Choice, Kendra Smiley, Gloria Gaffa, 2008)

Suatu Pemberian Kepada Allah

“Karena apa yang dilakukan Kristus, kita menjadi suatu pemberian yang kepada Allah yang menyukakan hati-Nya”. - Efesus 1:11

Si Upik yang lincah yang baru berusia tiga tahun, selalu muncul di depan pintu setiap pagi bagaikan cahaya sinar matahari. Penuh dengan senyum, keceriaan wajah, dan nyanyian dia benar-benar cahaya yang menyinari kehidupan kami. Tatapan matanya yang sejuk dan derai tawanya yang merdu, memancarkan sukacita. Rambut ikalnya yang sedang bertumbuh dan sepasang matanya yang bercahaya dipagari bulu-bulu mata, sungguh merupakan pemandangan yang sempurna. Meskipun dia merasa bisa melakukan sesuatu sendiri, tanpa bantuan dan pertolongan kami, dia benar-benar menyukakan kami. Dia sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keluarga kami dan melengkapi hari-hari kepedulian kami dengan kegembiraan.

Demikian juga Allah, Dia mengasihi dan hati-Nya suka terhadap kita anak-anak-Nya. Masing-masing kita dirancang oleh Allah, sebagai karya seni Allah, dan merupakan salah satu dari karya-karya asli-Nya. Dia memilih kita sebelum dunia dijadikan untuk dijadikan harta milik kepunyaan-Nya, yang selalu dekat di hati-Nya dan yang menyukakan hati-Nya.

Tanggapan awal saya akan kenyataan itu adalah, bagaimana aku dapat menyukakan hati Allah? Aku tahu, aku ini siapa dan seperti apa, dan saya tidak selalu menyungging senyum tulus di hadapan-Nya. Memang menyedihkan kami, ketika kami harus mendisiplinkan si Upik karena dia nakal dan agak bandel, tetapi dia bersedia dan mau untuk diajar dan belajar untuk taat. Kita dapat mencuri kesukaan Allah untuk sesaat jika kita memberontak, namun pada saat kita menanggapi dengan baik disiplin, hajaran dan didikan-Nya, hal itu sangat menyukakan hati-Nya.

Meskipun sangat jauh dari pemahaman kita untuk mengerti, kenyataan tetap kenyataan. Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa kita ini adalah suatu pemberian kepada Allah yang menyukakan hati-Nya di dalam dan melalui penebusan Yesus Kristus.

Doa: “Tuhan, aku tidak mengerti bagaimana Engkau suka kepadaku, tetapi aku rindu untuk mendatangkan kesukaan bagi-Mu dengan menanggapi kasih-Mu itu sebaik-baiknya.”

31 July 2008

Completely Satisfied

Today's Scripture

“Blessed, fortunate, happy and spiritually prosperous…are those who hunger and thirst for righteousness, uprightness and right standing with God, for they shall be completely satisfied” (Matthew 5:6 AMP).

Today's Word from Joel and Victoria

God longs to pour out his abundant blessing on every area of your life. He wants you to live completely satisfied. When you hunger and thirst for righteousness--God’s way of doing things--then you will live in complete satisfaction. You direct your hunger by choosing what you focus on. For example, if you focus on your favorite food, if you start thinking about it early in the morning, and all throughout the day, chances are, by the end of the day you’ll be eating it! What you give your attention to, you will desire. In the same way, the more you give your attention to God and His Word, the more you will hunger for Him. Just like the scripture promises, when you hunger for righteousness, you will be completely satisfied. The world offers so many things for you to give your attention to, but they aren’t things that will satisfy. You might think you want a particular car, or certain clothes, or live in a particular neighborhood. There’s nothing wrong with those things, but understand that “things” won’t ever satisfy you. Recognize that only God will satisfy you. As you hunger for Him, you’ll live in peace and blessing and live completely satisfied all the days of your life!

A Prayer for Today

Father in Heaven, I come to You today, I ask for forgiveness for allowing anything to capture my heart and attention more than You. I choose today to give You top priority, and choose to hunger for Your righteousness. In Jesus’ Name. Amen.

Joel Osteen Ministries

Dimerdekakan

“Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” (Roma 8:2)

Kapten dari kapal yang saya tumpangi nampak sangat ahli dan mampu dalam memegang kemudi, tetapi dia ternyata terbukti punya maksud-maksud tujuan yang jahat. Dia angkuh, dan sombong, dan seringkali mengarahkan kami ke tujuan-tujuan yang bisa merusak.

Kemudian kapal lain mendekat, dan kapten yang sebenarnya naik ke kapal. Kapten kapal palsu yang jahat itupun ditangkap, diikat dengan rantai dan dimasukkan ke ruang tahanan. Nasibnya sudah ditentukan. Nanti saat kami sampai di pelabuhan dan mendarat, dia akan dijatuhi hukuman mati.

Tetapi sesekali saya masih dapat mendengar dia meneriakkan aba-aba dan perintah dari ruang tahanan. Tanpa saya sadari, saya pun mulai mematuhi suaranya, sebelum mempengaruhi diri saya. Sering kali dia menggodai saya untuk mengarahkan kemudi kapal ke tempat-tempat yang berbahaya.

Tetapi dia diikat. Dia tidak lagi punya kekuatan untuk memaksa saya mentaati kemauannya yang jahat. Saya bebas, merdeka untuk kembali kepada kapten saya yang benar, tunduk pada petunjuk dan tuntutannya, dan mengijinkan dia untuk membawa saya ke jalur yang aman, tenang dan merapat di pelabuhan dengan selamat.

Demikian juga Kristus, Kapten yang benar dari kehidupan saya, sudah memerdekakan saya dari kuasa dosa dan kematian. Saya bebas, merdeka untuk berkata “tidak” pada dosa dan berkata “ya” pada kebenaran.

Barangkali saya masih saja mendengar teriakan-teriakannya yang mencoba untuk mempengaruhi, tetapi kehidupan lama sudah ditentukan untuk mati. Saya bebas, merdeka untuk mentaati Guru saya yang baru, dan menghasilkan buah rohani dari kehidupan kudus.

Doa: “Aku memuji Engkau dan berterima kasih TUHAN, karena sudah memerdekakan aku dari kuasa dosa dan kematian. Tolonglah aku untuk hidup dalam ketaatan dan sukacita pada suara-Mu.”

Pdt. Dr. Paulus Trimanto Wibowo, Yogyakarta

Never Ever Give Up!

Anjing aja pantang menyerah, seharusnya kita juga bisa. SO NEVER EVER EVER GIVE UP NO MATTER WHAT!!!

1 

113456789102

Humor : Pencuri VS Petani

Suatu malam, rumah petani yang miskin disantroni maling. Maling masuk melalui jendela kamar si petani yang memang tidak ada kuncinya. Si petani sadar akan kehadiran si pencuri. Karena dinginnya angin malam yang berhembus masuk ke dalam kamarnya, tapi ia pura-pura tidur dengan nyenyaknya. Ia pikir, apalah yang akan diambil si pencuri. Ia adalah seorang petani yang miskin. Rumahnya tidak ada apa-apanya. Sedangkan baju yang ia punyai sekarang, semuanya dipakai sebagai selimut. Lebih baik ia berdiam sendiri saja agar si pencuri dapat keluar meninggalkannya dengan selamat.

Dalam kegelapan, si pencuri mencari-cari. Tetapi ia tidak menemukan sesuatu barangpun. Akhirnya si pencuri menemukan guci penyimpanan beras sang petani. Dasar pencuri, beraspun ia sikat. Pelan-pelan ia membuka dan membentangkan jaketnya di lantai. Tanpa bersuara ia berusaha menuangkan beras ke atas jaketnya. Di dalam kegelapan itu, sang petani masih bisa melihat ulah si pencuri. Ketika si pencuri asyik mengangkat guci, dengan kakinya sang petani mengait jaket si pencuri dan menyimpannya di balik punggungnya. Setelah selesai menuangkan beras, si pencuri berusaha mencari-cari ujung jaketnya untuk mengikat beras itu. Tanpa sadar ia berkata, "hah...mana jaketku?".

Istri petani terbangun karena kaget mendengar suara itu lalu berkata kepada suaminya, "Pa, ada pencuri!" Sang petani berkata kepada isterinya sambil berpura-pura masih lelap, "Tidurlah sayang, mana ada pencuri disini...". Rupanya sang pencuri tidak tahan lagi, ia segera menimpali, "Tidak ada pencuri gimana? Lalu jaket saya siapa yang mengambil?"

30 July 2008

Sederhana Tapi Berharga

Nats : Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1Samuel 16:7)

Bacaan : Kisah Para Rasul 9:36-39

Bila ditanya tentang pelayanan yang paling berharga bagi Allah, kebanyakan kita akan langsung berpikir tentang pelayanan gerejawi yang biasa dilakukan; misalnya memimpin pujian, menyanyi dalam paduan suara, penginjilan pribadi, pelawatan, dan sebagainya. Padahal, sesungguhnya pelayanan yang dilakukan bagi Tuhan bisa lebih banyak bentuk dan luas cakupannya.

Cerita tentang Dorkas membukakan wawasan kita tentang arti sebuah pelayanan. Alkitab tidak terlalu banyak memberi keterangan mengenai Dorkas. Ia hanya disebut sebagai seorang murid perempuan dari Yope, yang memiliki nama lain Tabita (ayat 36). Namun, Alkitab mencatat bahwa ia adalah wanita yang banyak berbuat baik dan memberi sedekah, khususnya menjahit pakaian bagi para janda (ayat 39). Jika dibandingkan dengan Petrus atau Paulus, nama Dorkas memang kurang populer. Pekerjaan yang dilakukannya pun tak sehebat murid Yesus yang lain. Namun, apa yang telah dilakukannya berharga bagi Allah.

Ya, inilah pelayanan yang berharga di mata Allah. Allah tidak menilai pelayanan dari seberapa banyak pelayanan yang telah dilakukan, tetapi dari sikap hati sang pelayan (1Samuel 16:7). Melayani Allah, sekecil apa pun, bila diiringi motivasi untuk memuliakan Allah dan dilakukan dengan tulus hati, maka pelayanan itu berharga bagi-Nya. Sebaliknya, meski pelayanan kita tampak luar biasa tetapi tidak dilakukan dengan tulus atau didasari motivasi memuliakan diri sendiri, maka hasilnya tak akan berarti di hadapan Allah. Sudahkah pelayanan kita didasari motivasi yang murni dan dikerjakan dengan tulus? -RY

PERBUATAN SEDERHANA YANG DILAKUKAN DENGAN TULUS
PASTI MENJADI BERKAT YANG BERHARGA

SABDA.org

The Place of Blessing

Today's Scripture

“Then the word of the Lord came to Elijah: Leave here, turn eastward and hide in the Kerith Ravine, east of the Jordan. You will drink from the brook, and I have ordered the ravens to feed you there” (I Kings 17:2-4).

Today's Word from Joel and Victoria

As a child of the Most High God, your steps are ordered by Him. He has a specific place of blessing prepared for you. When you live a life of obedience to the Word of God, He promises to supply every one of your needs. Just as God directed Elijah to his place of blessing, God is directing you, too. He’s aligning the right opportunities for you and causing the right people to come along your path to help you get ahead. He’s constantly working behind the scenes on your behalf. But you have to do your part to keep your heart open by following His Word and keeping an attitude of faith and expectancy. A major key to keeping your heart in the right place is choosing peace and unity. The Bible says that when we live in unity, there He has commanded the blessing. And when your heart is in the place of blessing, the rest of your life will be in the place of blessing, too!

A Prayer for Today

Heavenly Father, I come to You with a grateful heart. Thank You for leading me and directing my steps. Help me to see others the way You see them so I can honor You and live in unity all the days of my life. In Jesus’ Name, Amen.

Joel Osteen Ministries

Kunci Sukses Gereja di China

Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China dengan gereja di Indo?!

Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat besar. Punya iman yang bisa menggoncang surga. Tempat ibadah kita itu sempit sekali. kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gereja saya tidak punya band. Kita hanya kebaktian menggunakan piano. Yang bermain piano juga biasa aja. Pemimpin pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Tidak ada yang punya kemampuan MC yang wah … yang bisa menarik jemaat. Lagu-lagunya juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Tidak ada yang lulusan STT. Mereka semua orang-orang 'awam'. Ada yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.

Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke 1 kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja itu. Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci, hadirat Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan 1 bagian dari mazmur, hati saya bisa langsung nyesss … seolah-olah Tuhan sendiri yang berbicara. Waktu pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah, semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka bicarakan, banyak yang saya sudah tahu, tapi kalau mereka bicara itu beda. Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi, mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan aja bisa mengerti dengan jelas.

Apa sih yang mereka khotbahkan?!

Berkat?! Kesembuhan?! Bisnis lancar?! BUKAN.

Dari minggu ke minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama. PENGABARAN INJIL. Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama. Mereka juga bicara soal kasih Tuhan, soal pengampunan, soal tanggung jawab, tapi mereka selalu membawa kepada Pengabaran Injil. Berapa banyak orang yang sudah kamu bawa kepada Tuhan ?! Apa semua keluargamu sudah percaya?!?!

Dan kalau denger kesaksian mereka, saya dan temen-temen saya selalu terharu. Kesaksian mereka 'beda' dengan yang kita sebut dengan kesaksian di Indo. biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji Tuhan sekarang sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar. Tapi di China …

Ada kesaksian tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya tidak percaya Tuhan. Tiap kali anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti berharap akhirnya papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya percaya. Tapi papa mamanya percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan itu. Anak itu akhirnya mati karena kecelakaan yang tragis, menurut kita itu tidak happy ending, tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka selalu bawa orang ke gereja. Pernah di 1 kebaktian mereka bawa 8 orang!! Dan semuanya (8 orang itu) percaya Tuhan! Ada kesaksian tentang seorang pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan. 6 bulan kemudian, dia buka 1 persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti nangis, dia menyesal kenapa tidak dari dulu percaya Tuhan!

Ada lagi kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress dia sakit parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di Indo biasanya 'akhirnya happy ending' penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar), tapi dia tidak. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah, akhirnya MATI. Tidak happy end kan? Itu kan menurut kita, menurut Tuhan itu happy END!

Kesaksian yang laen tentang seorang suami, istrinya meninggal (tidak disembuhkan Tuhan loh!) Trus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia nyanyi 1 lagu. You Yi Wei Shen (There's A God).

Guys, can u see the difference?!

Mereka TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! Itu bedanya dengan kita. Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa bukan bisnis lancar! Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, gimana caranya supaya ada lebih banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan.

Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa-jiwadan JIWA-JIWA. Mereka ngga pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru, boro-boro mikir mobil, punya sepeda aja udeh Haleluya Puji Tuhan! yang mereka doakan adalah, TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang percaya. Kau sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau orang-orang lain juga percaya, juga menikmati kasih-Mu.

Tidak heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI. Yang mereka pikirkan itu Tuhan! Gimana Tuhan tidak mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi kerinduan Tuhan?!

Guys, saya tidak bilang tidak boleh berdoa supaya bisnis lancar, bukan itu. Tapi kemana fokus hati kita! Berapa sering di Indo kita khotbah soal Pengabaran Injil?!?! 1 bulan 1 kali, itu udeh banyak. Mereka tiap minggu! Dan tidak ada yang bosen. Kenapa?! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang bekerja. Dan banyak yang bertobat.

Hari ini, sebelon selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang, bahwa dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya. Dia tidak bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya. Atau, Kalau Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman yang bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka orang-orang yang mengerti HATI TUHAN!

Saya sih tidak heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim yang jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak pendeta. Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhan tertuju! JIWA-JIWA. Itu hati Tuhan.

Di Indo kita ribut soal transformasi, tapi masalahnya itu tidak akan bisa terjadi kalau orang-orang Kristen di Indo terus bersikap kayak anak-anak MANJA, yang cuman peduli dengan kesehatan saya, mobil saya, gereja saya, rumah saya, bisnis saya, anjing saya, saya... saya... saya... dan saya. Selama gereja cuman peduli dengan KESEJAHTERAAN gerejanya, non sense. Kalau gereja cuman peduli sama nama baik gereja, tata tertib gereja, mobil gereja, doktrin gereja, sound system gereja, pernah tidak sih kita berpikir, apa Tuhan seneng denger doa yang isinya cuman berkati saya, berkati saya, berkati anjing saya!

Guys, GROW UP!! STOP MIKIRIN DIRI SENDIRI. Pikirkan orang laen! Pikirkan gereja lain. Jangan cuman kebutuhan gerejamu! Pikirkan negaramu, jangan cuman dirimu!

Guys, saya dan teman-teman saya di sini berpikir … kapan yah, kalau kita balik ke Indo kita bisa liat gereja-gereja berubah. Tidak saling berantem. Tidak saling tuding-tuding, "Sesat loe! Gereja gue paling bener, paling sah." Kapan yah kita bisa liat anak-anak muda di banyak gereja, bisa puji Tuhan dengan semangat sekalipun tanpa musik, kapan yah kita bisa liat anak-anak Tuhan di Indo punya semangat yang berkobar-kobar untuk PI ke orang-orang di sekelilingnya. Kapan yah kita bisa denger kesaksian-kesaksian yang lahir dari kesesakan, bukan cuman karena dapet rejeki nomplok! Ujian lulus! Kapan ya …

Saya rindu itu sudah terjadi sebelum Tuhan Yesus datang kembali …

Oleh : Grace Suryani