17 July 2008
Living in the Rain
Today's Scripture
"Just as the rain and snow descend from the skies and don't go back until they've watered the earth, making things grow and blossom…so will the words that come out My mouth not come back empty-handed. They'll do the work I sent them to do" (Isaiah 55:10-11, Message).
Today's Word from Joel and Victoria
Rain is symbolic of God's blessing, favor, and refreshing. His Word is like rain that causes us to flourish and blossom in every area of life. The scripture says we should live like a well-watered garden, vibrant and growing. We should live under God's cloud of blessing. How do we do that? In the natural, a cloud is formed when moisture vapors rise up from the earth into the atmosphere. Eventually, the moisture is so abundant that the rain begins to fall. In the same way, your praise is like the invisible vapors that rise up to heaven and form a cloud. Eventually, your praise will activate an outpouring of God's blessing, favor, and provision in your life. Do you feel like you are in a dry season? Begin to praise and thank God that He is bringing you through to a place of refreshing. Magnify and bless Him for His goodness in your life. As you turn up your praise, God will turn up the rain and you will experience His abundant outpouring. You'll experience His blessing and provision and live as an overcomer in every area of your life.
A Prayer for Today
Heavenly Father, today I choose to bless and honor You. Thank You for this day. Thank You for giving me life. Thank you for making me new. Thank you for saving me and filling me with Your peace and joy. Rain on me today. In Jesus' name, Amen.
Joel Osteen Ministries
Menikah Untuk Bahagia?
Nats : Kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya (Efesus 5:33)
Bacaan : Efesus 5:22-33
Apakah tujuan orang menikah? Supaya bahagia? Bagaimana jika tidak bahagia? Banyak pasangan yang hidupnya susah setelah menikah. Ada yang kesulitan menghadapi karakter pasangannya yang sulit diubah. Akibatnya sering cekcok. Ada yang susah karena anaknya autis atau cacat mental. Yang lainnya terus-menerus dihadapkan pada musibah. Jika visi pernikahan Anda cuma demi mengejar kebahagiaan, bisa jadi Anda kecewa!
Firman Tuhan memandang pernikahan lebih sebagai proses pembentukan atau pendewasaan. Istri diminta "tunduk", artinya belajar menghargai kepemimpinan suami. Dengan merendahkan diri, istri dapat menjaga harga diri suaminya. Begitu pula suami diminta belajar mengasihi istri seperti merawat tubuhnya sendiri. Bahkan seperti Kristus mengasihi jemaat (ayat 25,29,32). Di zaman itu, budaya Romawi menempatkan suami sebagai figur kepala keluarga dengan kuasa tak terbatas. Lumrah jika suami bersikap sebagai tuan yang minta dilayani. Namun, para suami kristiani tidak boleh begitu. Mereka harus "mengasuh dan merawat" istri (ayat 28,29). Artinya menyediakan waktu dan perhatian yang cukup. Rupanya, untuk mewujudkan pernikahan kristiani dibutuhkan penyangkalan diri dari kedua pihak. Menikah ibarat sekolah, yang melaluinya sifat-sifat kita dibentuk.
Dan, proses pembentukan itu menyakitkan! Gary Thomas, pengarang buku Sacred Marriage (Pernikahan yang Kudus), berkata: "Tuhan merancang pernikahan untuk membuat Anda suci, lebih daripada membuat Anda bahagia." Kebahagiaan pernikahan adalah buah atau hadiah dari perjuangan menyangkal diri. Ia tak akan datang sendiri -JTI
PERNIKAHAN KRISTIANI
MERUPAKAN SEKOLAH UNTUK MEMURNIKAN HATI
SABDA.org
16 July 2008
Belas Kasihan & Upah
Nats : Perkataan ini benar.... "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa (1Timotius 1:15)
Bacaan : 1Timotius 1:12-17
Ketika pengkhotbah Puritan terkenal Thomas Hooker (1586-1647) menjelang ajalnya, seorang sahabat mencoba menghiburnya dengan berkata, "Brother Hooker, Anda akan segera menerima upah." "Tidak, tidak!" ia menghela napas, "Saya akan pergi untuk menerima belas kasihan!"
Dengan sangat kontras A.W. Tozer mengungkapkan tentang doa seorang laki-laki yang mengira bahwa ia dapat masuk surga sebagai upah atas usahanya memenuhi Sepuluh Perintah Allah. Isi doanya kira-kira seperti ini: "Baiklah Tuhan, saya mengaku bahwa saya tidak melaksanakan titah pertama, ketiga, ketujuh dan kesembilan. Tetapi ingatlah, Bapa, saya sudah melaksanakan titah lainnya."
Betapa bodohnya! Orang ini tidak menyadari bahwa apabila ia mengabaikan satu bagian dari Perintah Allah, ia sudah bersalah terhadap seluruhnya (Yakobus 2:10). Apa yang dilakukannya hanyalah membuahkan penghakiman, dan bukan keselamatan.
Saat Rasul Paulus meninjau kembali 30 tahun lebih pelayanannya yang penuh pengorbanan, ia melihat dirinya sebagai "yang paling berdosa" di antara orang berdosa dan bergantung sepenuhnya pada belas kasihan Allah. Meski tak perlu diragukan bahwa ia juga mengharapkan upah, tetapi ia hanya bermegah dalam salib Yesus (Galatia 6:14). Di sanalah Yesus telah menebus dosa hingga setiap orang yang percaya kepada-Nya akan menerima belas kasihan.
Sungguh ajaib belas kasihan dan anugerah Allah! Suatu hari nanti saya akan "pergi untuk menerima belas kasihan-Nya." Saya harap Anda juga [HVL]
\'Tis mercy all, immense and free,
For, O my God, it found out me;
Amazing love! How can it be
That Thou, my God, shouldst die for me. --Wesley
ANUGERAH ADALAH MENERIMA APA YANG TIDAK LAYAK KITA PEROLEH
BELAS KASIHAN ADALAH TIDAK MENERIMA APA YANG SEHARUSNYA KITA PEROLEH
SABDA.org
Kado Terindah
These are 8 things to beautify your relationship, towards people you care and love, practice them in your daily life, and find the magic...
1. Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.
2. Mendengar
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul rileks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
3. Diam
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.
4. Kebebasan
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "Kau bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
5. Keindahan
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lhoo. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
6. Tanggapan positif
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.
7. Kesediaan Mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
8. Senyuman
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yg diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?
Willing Obedience
Today's Scripture
“If you are willing and obedient, you will eat the best from the land” (Isaiah 1:19).
Today's Word from Joel and Victoria
God wants you to have the best in life. He wants to give you the good of the land. God tells us in His Word how to activate His promises in our lives. Notice this verse doesn’t say that just obedience will cause you to eat the good of the land, it says we have to be willing and obedient. God isn’t just concerned with our actions. He’s looking at the motives of our hearts. He wants us to understand His goodness and kindness which draws our hearts toward Him. He wants us to receive His love that causes us to respond to Him with love and obedience in return. Don’t just serve God out of obligation today. Don’t just read the Word because you think you have to. Instead, open your heart and see His goodness. Receive His love and acknowledge His faithfulness in your life. Let your willing obedience open the door to God’s blessing. As you serve Him with a willing attitude, you will experience His favor and increase and live the abundant life He has for you.
A Prayer for Today
Father in heaven, search my heart today. Remove anything that stands in the way of my love for You. I choose to willingly obey You and thank You for giving me Your best. In Jesus’ name, Amen.
Joel Osteen Ministries
15 July 2008
3 Pertanyaan
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, Pendeta, Pastur atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
Pemuda : "Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?"
Pastur : "Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya, saya akan menjawab pertanyaan anda."
Pemuda : "Anda yakin? Sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya."
Pastur : "Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya."
Pemuda : "Saya punya 3 buah pertanyaan,
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dinamakan Takdir
3. Kalau setan diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?"
Tiba-tiba Pastur tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.
Pemuda (sambil menahan sakit): "Kenapa anda marah kepada saya?"
Pastur : "Saya tidak marah. Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya."
Pemuda : "Saya sungguh-sungguh tidak mengerti."
Pastur : "Bagaimana rasanya tamparan saya?"
Pemuda : "Tentu saja saya merasakan sakit"
Pastur : "Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?"
Pemuda : "Ya"
Pastur : "Tunjukan pada saya wujud sakit itu!"
Pemuda : "Saya tidak bisa."
Pastur : "Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya."
Pastur : "Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?"
Pemuda : "Tidak."
Pastur : "Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?"
Pemuda : "Tidak."
Pastur : "Itulah yang dinamakan Takdir."
Pendeta : "Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?"
Pemuda : "Kulit"
Pastur : "Terbuat dari apa pipi anda?"
Pemuda : "Kulit"
Pastur : "Bagaimana rasanya tamparan saya?"
Pemuda : "sakit.."
Pastur : "Walaupun Setan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk setan."
Membuat Suami Bahagia
Anda ingin membuat suami bahagia dan merasa beruntung telah menikahi wanita impian (yaitu Anda)? Hal itu sebenarnya tidaklah sulit. Terapkanlah salah satu atau beberapa tips berikut ini.
1. Beri waktu untuk sendiri
Selain pekerjaan dan keluarga, seorang pria membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Katakan pada pasangan bahwa Anda mengerti akan hal itu. Namun, jangan sampai melupakan kewajiban rumah tangga. Anda dapat membahasnya berdua tentang bagaimana dan seberapa sering dia dapat menggunakan waktunya untuk diri sendiri.
2. Dengarkanlah dia
Ada saatnya suami menuntut perhatian penuh dengan meminta Anda mendengarkan ceritanya. Mungkin tentang sesuatu yang bukan minat Anda seperti tentang tim sepak bola kesayangannya. Pandai-pandailah bersikap. Tak ada ruginya, kok, memberi perhatian atas apa yang diceritakannya.
3. Beri waktu untuk sosialisasi
Berkumpul bersama teman-teman bagi seorang pria sangatlah penting. Dia bebas bercerita apa saja dan memberinya semangat baru. Pengertian yang Anda berikan padanya ketika dia ingin pergi keluar bersama teman-temannya membuatnya merasakan kedekatan yang luar biasa tanpa tuntutan yang berlebihan.
4. Beri perhatian kecil
Bagaimana jika Anda merapikan meja kerja suami yang sangat berantakan atau telah menyiapkan secangkir kopi yang masih hangat sepulangnya dari kantor? Pasti dia akan tersentuh. Perhatian-perhatian kecil sangat berarti bagi pasangan. Hal ini mengingatkannya pada kebutuhannya dan penemuan atas dirinya yang merupakan prioritas.
5. Beri pujian
Rasa percaya diri pria dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang suami, baik kehebatannya di ranjang atau perilakunya sebagai ayah, patut diberi pujian sesering mungkin. Pastikan pujian itu tulus serta tidak berlebihan.
6. Beri kepercayaan
Jangan selalu mengatakan padanya untuk berhati-hati mengendarai mobil atau untuk segera menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan orang tuanya. Terlalu banyak nasihat akan membuatnya merasa tidak dipercaya dan hal ini dapat menjadi bumerang bagi Anda.
7. Wujudkan impiannya
Bila dia mengatakan pada Anda bahwa suatu hari, dia sungguh-sungguh ingin naik gunung, coba tanya pada diri sendiri, apa yang ingin Anda berikan pada pasangan? Dukungan atau malah mau menghancurkannya? Dengan segala permasalahan yang dihadapi, perlu juga memberikan sedikit ruang untuk mewujudkan petualangan yang nyata.
Menghargai Wanita
Bacaan: Kolose 3:18-19
Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. - Kolose 3:19
Wanita sebagai manusia kelas dua seakan menjadi isu yang tak ada habisnya. Meski banyak gerakan feminisme, tetap saja angka kekerasan terhadap wanita sangat tinggi. Di antara semua negara yang masih memandang kaum wanita dengan sebelah mata, Rusia adalah negara dengan angka kekerasan pada wanita yang paling tinggi. Menurut sebuah data, diperkirakan 12.000 sampai 14.000 wanita tewas setiap tahunnya di tangan suaminya. Ini berarti setiap 43 menit ada seorang wanita yang tewas di tangan suaminya sendiri sebagai akibat tindak kekerasan. Itu belum seberapa dibandingkan dengan tindakan pelecehan serta kekerasan yang tidak dilaporkan! *
Di belahan dunia lain seperti Amerika Serikat misalnya, 33,5% dari wanita yang tewas, dibunuh oleh pasangannya sendiri. Di Irlandia, kekerasan dalam rumah tangga dialami 1 diantara 5 wanita yang ada di sana! Kenyataan yang sungguh menyedihkan. Lebih menyedihkan lagi hal-hal tersebut terjadi di negara-negara yang notabene penganut agama Kristen.
Lalu apa kata Alkitab tentang hal ini? Meski kaum wanita diperintahkan tunduk kepada suami, itu bukan berarti para suami bertindak semau-maunya sendiri terhadap isterinya. Alkitab juga memerintahkan agar para suami mengasihi isterinya bahkan tidak boleh berlaku kasar terhadap isterinya. Apa yang masuk dalam kategori perlakuan kasar? Tentu saja ini tak hanya berbicara tentang kekerasan secara fisik, tapi juga umpatan terhadap isteri, pemaksaan seksual dan
pelecehan-pelecehan lainnya.
Pria diciptakan lebih kuat dari wanita bukan dengan tujuan agar bisa melakukan aksi kekerasan. Pria diciptakan lebih kuat dari wanita dengan tujuan bisa melindungi, mengasihi dan memberi rasa aman kepadanya. Jangan pernah berpikir bahwa dengan kita melakukan kekerasan terhadap wanita maka itu akan membuat wibawa kita sebagai pria meningkat. Keliru besar! Justru kita akan kehilangan wibawa sebagai seorang pria sejati. Mengapa? Karena kita terlalu pengecut sehingga hanya berani menindas wanita yang lemah. Maaf kalau kalimat ini terdengar begitu keras. Namun dengan kasih, saya berkata agar kita mengasihi, menghormati dan menghargai wanita dengan tulus.
(Kwik * Quoted in Russia: Domestic Violence Persists)
Renungan Harian Spirit
Exercise Your Faith!
Today's Scripture
"But just as you excel in everything-in faith, in speech, in knowledge, in complete earnestness and in your love for us-see that you also excel in this grace of giving." (2 Corinthians 8:7).
Today's Word from Joel and Victoria
As a born-again believer, you have unlimited potential. Because of Christ in you, you can walk in unlimited faith, knowledge, love, and victory. The Bible encourages you to excel and grow in these areas and as you do, you will begin to experience that overcoming life of victory that God has in store for you. How do you excel in these areas? Just as a muscle grows when you exercise it, your faith grows when you exercise it-your love grows when you exercise it, and the grace to give grows when you exercise it.
So make a commitment today to start your new exercise program and soon you'll become a champion in every area of life!
A Prayer for Today
God, I want to grow strong in my faith! Please help me to exercise my faith daily by reading my Bible, praying, and staying in fellowship with other Christians. Help me to reach my full potential, God, by living, loving, and giving the way You intended. In Jesus' name - Amen.
Joel Osteen Ministries
Humor : Surat Cinta
Sum, bermaksud memutuskan hubungan dengan kekasihnya seorang bule dari Amerika bernama Robbie akan tetapi dia tak sanggup untuk bertemu muka dengan kekasihnya. Sum menulis surat dengan berbekal pengetahuan bahasa Inggris & kamus tebal.
Hi Robbie, with this letter I want to give know you
[hai Robbie, bersama surat ini saya ingin memberitahu kamu]
I WANT TO CUT CONNECTION US
[SAYA INGIN MEMUTUSKAN HUBUNGAN KITA]
I have think this very cook cook
(saya telah memikirkan hal ini masak masak)
I know my love only clap half hand
(saya tahu cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan)
Correctly, I have see you go with a woman entertainment at town with my eyes and head myself
(sebenarnya, saya telah melihat kamu pergi bersama seorang wanita penghibur di kota dengan Mata kepala saya sendiri)
You always ask apology back back times
(kamu selalu minta maaf berulang ulang kali)
You eyes drop tears crocodile
(matamu mencucurkan airmata buaya)
You correct correct a man crocodile land
(kamu benar-benar seorang lelaki buaya darat)
My Friend speak you play fire
(teman saya bilang kamu bermain api)
Now I know you correct correct play fire
(sekarang saya tahu kamu benar benar bermain api)
So, I break connection and pull body from love triangle this
(jadi, saya putuskan hubungan Dan menarik diri dari cinta segitiga ini)
I know result I pick this very correct, because you love she very big from me
(saya tahu keputusan yang saya ambil ini benar, karena kamu mencintai dia lebih besar dari saya)
But I still will not go far far from here
(namun saya tetap tidak akan pergi jauh-jauh dari sini)
I don't want you play play with my liver
(saya tidak ingin kamu main-main dengan hati saya)
I have been crying night night until no more eye water thinking about Your body
(saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi airmata memikirkan dirimu)
I don't want to sick my liver for two times
(saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya)
Safe walk, Robbie
(selamat jalan, Robbie)
Girl friend of your liver
(kekasih hatimu)
Note:
This river I forgive you, next river I kill you !
(kali ini aku maafkan kamu, kali lain aku bunuh kamu)





