Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

07 June 2008

Kecelakaan Yang Membawa Berkat

Kurang lebih pada pertengahan bulan Agustus 1999, suami saya mengendarai mobil bersama temannya sepulang dari bekerja. Belum 5 menit keluar dari areal parkir, tiba-tiba ada truck besar sekali menabrak dari arah samping tempat suami saya duduk. Setelah diselidiki ternyata supirnya mabuk. Kejadiannya begitu cepat dan mengejutkan, sampai-sampai suami saya merasa pingsan sejenak. Waktu sadar dalam beberapa menit kemudian, ternyata kaca mobil sudah hancur, dan bagian depan mobil dan sebagian pintu di mana suami saya duduk ringsek ke dalam. Suami saya dan temannya tidak berani bergerak, karena takut keadaan makin parah kalau terjadi patah tulang dan luka-luka lainnya. Jadi, masih dalam posisi duduk terikat sabuk pengaman mereka diam tak bergerak, menunggu bantuan dari 911, yang memang reaksinya begitu cepat di Amerika kalau terjadi kecelakaan. Dalam hati suami saya hanya bisa memanggil nama Tuhan Yesus saja, karena di samping masih kaget, dia takut terjadi apa-apa yang mungkin saking sakitnya malah tidak terasa. Akhirnya dalam 5 menit berikutnya rombongan 911 yang terdiri dari ambulance, polisi, dan pemadam kebakaran datang, siap memberikan bantuan.

Dengan bantuan mereka suami saya dan temannya dikeluarkan dari dalam mobil, dan ditemukan bahwa teman suami saya mengalami patah leher. Suami saya juga diperiksa berulang-ulang, karena diperkirakan akan lebih parah. Namun yang ajaib, mereka tidak menemukan sesuatu yang salah dengan suami saya. Bahkan secuil luka lecet pun tidak ada. Sampai mereka semua heran, karena secara logika, yang seharusnya luka parah itu suami saya kalau dilihat dari arah truck menabrak. Sungguh luar biasa Tuhan Yesus kita. Di saat yang benar-benar kita perlukan perlindunganNya, Dia sudah tahu dan sudah melindungi anak-anakNya, bahkan sebelum suami saya sempat berdoa menyebut nama Tuhan karena peristiwanya begitu tiba-tiba. Haleluya, segala puji bagi Dia, Allah yang heran! Suami saya tak henti-hentinya memuji kebaikan Tuhan, dan kami dengan dorongan Roh Kudus bersaksi ke semua orang betapa heran perlindungan Tuhan ini.

Keesokan harinya, suami saya menerima telepon dari lawyer temannya yang patah leher, dengan berita bahwa karena ada perusahaan asuransi yang mengcover kecelakaan tersebut, suami saya sebagai salah satu penumpang juga bisa mendapatkan claim asuransi tersebut. Besarnya berapa, kita belum tahu. Tetapi lawyer itu meminta suami saya melengkapi surat-surat yang mendukung peristiwa tersebut. Suami saya pun segera mengisi dan mengirim kembali formulir-formulir yang harus diisi tersebut.

Waktu berjalan terus, dan kami hampir melupakan peristiwa tersebut. Sampai pada beberapa hari ini, di saat kami sedang mempersiapkan laporan pajak. Sebagai pendatang baru, ini pertama kali kami belajar mengisi laporan pajak di Amerika. Betapa kami terkejut, karena dari perhitungan pajak, kami ternyata masih harus membayar sekitar $1800, yang harus dibayarkan paling lambat tanggal 17 April 2000. Memang jumlah sekian bukan hal yang memberatkan bagi kami, tetapi ada perasaan sayang saja uang sedemikian banyak harus dikeluarkan untuk bayar pajak. Namun firman Tuhan yang mengatakan. "Bayarlah kepada kaisar apa yang harus kita bayar, dan kepada Tuhan apa yang harus kita bayar " mengingatkan kami untuk setia baik dalam perkara kecil maupun perkara besar, dan kami mau belajar taat. Sehingga uang sebesar $1800 sudah diperkirakan akan keluar pada bulan mendatang.

Kemarin, pada saat saya kerja di kantor, sambil memuji Tuhan saya berkata-kata kepada Tuhan, "Tuhan, bagaimana urusan asuransi kecelakaan itu ya?" Setelah itu saya memuji Tuhan lagi sambil bekerja. Tiba-tiba pada saat istirahat siang suami saya menelepon, dan mengatakan, bahwa baru saja dia menelepon lawyer tersebut menanyakan kelanjutan kasus kecelakaan yang dia tangani tersebut. Dan lawyer itu mengatakan, mungkin akhir Maret 2000 baru ada keputusan, karena beberapa berkas ada yang keselip dan kasusnya baru diclaim tanggal 15 February 2000 kemarin. Wow cepat sekali Tuhan menanggapi pertanyaan saya itu yang saya diskusikan bersama suami saya siang itu. Karena baru saja saya bertanya, koq terus suami saya bereaksi menelepon lawyer tersebut. Memang betul bahwa Tuhan tidak jauh-jauh dari kita. Dia hanya sejauh doa..

Hari ini, tanpa diduga, lawyer tersebut menelepon suami saya, memberikan berita kejutan, karena tanpa diduga perusahaan asuransi tersebut cepat memberikan keputusan, di mana keputusannya adalah suami saya mendapatkan ganti rugi $2000, karena tidak mengalami luka apa-apa. Haleluya, Puji Tuhan. Suami saya langsung menelepon saya lagi menyampaikan kabar baik ini dan saya langsung berkata kepada suami saya, "Tuhan memang luar biasa, dia Yehovah Jireh, Dia menyediakan dan mencukupi keperluan kita. Tahu tidak untuk apakah uang $2000 itu? $200 untuk perpuluhan dan $1800 untuk bayar pajak!", dan suami saya pun tertegun, "Iya yah Tuhan koq bisa pas sekali, berikan jumlah yang kita perlukan, di saat yang tepat pula." Langsung saya menuju ke komputer dan menulis kesaksian ini.

Sekali lagi, tiada yang kebetulan dalam hidup kita, karena kalau kita ada dalam rencana Allah, Dia sudah merencanakan segala sesuatunya jauh sebelum kita alami. Bahkan sebelum kita lahir pun Tuhan sudah membentuk kita. Dan seperti ada tertulis dalam I Korintus 2:9 : "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata , dan yang tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia; semua disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia".

Segala puji dan hormat bagi nama Tuhan! Haleluya!


- Grace Widjaja -

Humor : Pasien Gila

Suatu siang di RSJ terkenal,terjadi percakapan antara dokter dan 2 pasiennya (Alex & Joni).

Dokter : "Alex,kamu harus minum obat kamu supaya cepat sembuh"

Alex : "Nggak mau, saya kan dewa. Saya nggak bisa mati"

Dokter: "Siapa bilang kamu dewa, kamu ngelindur lagi ya"

Alex : "Tuhan sendiri yg bilang pada saya tadi malam"

Joni : "Bohong dok, dia ngimpi. Saya nggak pernah bilang seperti itu ke
dia."

Dokter : "@$^&(_%&%#$ ...."

06 June 2008

A Special Gift For You

"Di saat ku terasa jauh, ku tetap percaya, Kau selalu tahu saatnya tuk bertindak bagiku. Kau bekerja dengan cara yang ajaib, tak terduga dipikiranku. Untuk mendatangkan kebaikan bagiku yang mengasihiMu."

"Kutak membawa, apapun juga, saat ku datang ke dunia. Kutinggal semua, pada akhirnya saat kukembali ke surga. Inilah yang kupunya hati sebagai hamba, yang mau taat dan setia padaMU Bapa. Kemanapun kubawa, hati yang menyembah, dalam roh dan kebenaran sampai selamaNya."

"Life will be more meaningful when We can share our blessings, time and energy to help those in need.Keep faith. Love You n Gbu."

"God hears more than you say. He answers more than you ask. He gives more than you desire. All He needs is your time.Take your time for HIm. He always love You"

Ayah

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman- temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.

Ayah benar- benar senang membantu seseorang tapi ia sukar meminta bantuan. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

AYAH ITU MURAH HATI.
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.

Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

Ayah tidak suka meneteskan air mata ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai- sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

Ayah bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Ayah pernah berkata, "kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan, "jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan, "jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

Dan terpenting adalah…

Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya

Humor : Orang Gila Maen Sepak Bola

Ada 26 orang gila, mereka mau di uji kesehatan mentalnya di Amerika. Mereka diangkut pake pesawat Hercules yang besar! Saat di udara, orang2 gila itu berisik karena bermain bola di dalam pesawat. Sang kapten marah dan menyuruh co-pilot untuk menenangkan mereka.

"Hoi! Berisik banget sih! Jangan maen bola di dalem pesawat dong!!!", bentak co-pilot kepada orang2 gila.

Akhirnya situasi menjadi tenang. Tapi lama2 si kapten curiga karena situasinya terlalu tenang. Dia menyuruh lagi co-pilotnya untuk cek ke belakang. Ketika co-pilot datang, dia kaget setengah hidup! (setengah mati juga sama aja kan :p). Orang gilanya tinggal 4 orang!!!

"Hei, kalian! Koq tinggal ber-4? Yang lain ke mana?"

"Abisnya ga boleh maen bola di dalem kapal sih. Mereka jadi main bola di luar."

"HAH?! Terus, kalian kenapa bisa ada di dalem?"

"Kan kita pemain cadangan..."

Kisah 4 Lilin

Ada 4 lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Lilin pertama berkata, "Aku adalah DAMAI. Namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!"

Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Lilin kedua berkata, "Aku adalah IMAN. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala."

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara, "Aku adalah CINTA. Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya."

Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga...

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata, "Ekh apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!"

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata, "Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya:

"Akulah H A R A P A N"

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N yang ada dalam hati kita dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Meledak Seperti Pistol

Nats : Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu (Efesus 4:26)

Bacaan : Efesus 4:20-32

Seorang perempuan yang suka marah-marah berusaha membenarkan kebiasaannya, "Kalau amarah saya sudah bisa meledak, berarti persoalan selesai. Jadi daripada dipendam, lebih baik diluapkan saja. Betul, tidak?" Temannya pun menimpali, "Yah, tapi kemarahanmu itu seperti pistol. Hanya dengan satu ledakan, kerusakan yang terjadi bisa sangat fatal." Kemarahan memang emosi yang pelik. Ada orang yang gampang sekali meledak amarahnya, seperti perempuan di atas. Ada orang yang suka menyimpan kemarahannya; sehingga menjadi akar pahit. Namun, ada pula orang yang tak bisa marah. Ia cukup menyalahkan diri sendiri, dan akhirnya depresi.

Apakah marah itu dosa? Alkitab tidak menyatakan bahwa kita tidak boleh marah. Hanya, kita perlu menghadapi kemarahan secara wajar. Ada saatnya kita juga perlu marah. Namun, Alkitab membatasi agar kita jangan memendam kemarahan hingga menjadi dendam (ayat 26). Kita mesti berjaga-jaga agar tak terjebak dalam amarah yang mengundang pengaruh Iblis (ayat 27).

Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, nasihat Paulus tentang amarah ini ditaruh dalam konteks pelatihan rohani untuk menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru (ayat 23,24). Dalam proses ini kita ditantang untuk secara lebih tenang dan dewasa mengenali hal-hal yang memang sepatutnya memicu kemarahan, menyadari bahaya amarah yang tak terkendali, serta menjauhi amarah yang mendatangkan dosa.

Saat terjadi kecurangan atau ketidakadilan, misalnya, kita boleh marah. Namun, jangan asal meledak seperti pistol. Belajarlah mengungkapkan kemarahan dengan semestinya —ARS

KEMARAHAN TIDAKLAH JAHAT. APA YANG KITA LAKUKAN DENGAN KEMARAHAN ITULAH YANG MEMBUAT PERBEDAAN


SABDA.org

05 June 2008

The Most Powerful “Three - Words”

The following three-word phrases can enrich every relationship. These are just three little BUT VERY POWERFUL words !!! Try them

I’ll Be There
If you have ever had to call a friend in the middle of the night, to take a sick child to hospital, or when your car has broken down some miles from home, you will know how good it feels to hear the phrase “I’ll be there.” Being there for another person is the greatest gift we can give. When we’re truly present for other people, important things happen to them & us. We are renewed in love and friendship. We are restored emotionally and spiritually. Being there is at the very core of civility.

I Miss You
Perhaps more marriages could be saved & strengthened if couples simply & sincerely say to each other “I miss you.” This powerful affirmation tells partners they are wanted, needed, desired & loved. Consider how ecstatic you would feel, if you received an unexpected phone call from your spouse in the middle of your workday, just to say “I miss you.”

I Respect You / I Trust You
Respect and trust is another way of showing love. Its conveys the feeling that another person is a true equal. If you talk to your children as if they were adults you will strengthen the bonds & become close friends. This applies to all interpersonal relationships

Maybe You’re Right
This phrase is highly effective in diffusing an argument and restoring frayed emotions. The flip side to “maybe you’re right” is the humility of admitting maybe “I’m wrong”. Let’s face it. When you have a heated argument with someone, all you do is cement the other person’s point of view. They, or you, will not change their stance and you run the risk of seriously damaging the relationship between you.Saying “maybe you’re right” can open the door to further explore the subject, in which you may then have the opportunity to get your view across in a more rational manner.

Please Forgive Me
Many broken relationships could be restored and healed if people would admit their mistakes and ask for forgiveness. All of us are vulnerable to faults and failures. A man should never be ashamed to own up that he has been in the wrong, which is saying, in other words, that he is wiser today than he was yesterday.

I Thank You
Gratitude is an exquisite form of courtesy. People who enjoy the companionship of good, close friends are those who don’t take daily courtesies for granted. They are quick to thank their friends for their many expressions of kindness. On the other hand, people whose circle of friends is severely constricted often do not have the attitude of gratitude.

Count On Me
A friend is one who walks in when others walk out. Loyalty is an essential ingredient for true friendship; it is the emotional glue that bonds people. Those that are rich in their relationships tend to be steady and true friends. When troubles come, a good friend is there indicating “you can count on me.”

Let Me Help
The best of friends see a need and try to fill it. When they spot a hurt they do what they can to heal it. Without being asked, they pitch in and help.

I Understand You
People become closer and enjoy each other more if they feel the other person accepts and understands them. Letting your spouse know in so many little ways that you understand them, is one of the most powerful tools for healing relationship. This applies to any relationship.

Go For It
We are all unique individuals. Don’t try to get your friends to conform to your ideals. Support them in pursuing their interests, no matter how weird they seem to you. Everyone has dreams, dreams that are unique to that person only. Support and encourage your friends to follow their dreams. Tell them to “go for it.”

I Love You
Perhaps the most important three words that you can say. Telling someone that you truly love them satisfies a person’s deepest emotional needs. The need to belong, to feel appreciated and to be wanted.Your spouse, your children, your friends and you, all need to hear those three little words “I love you.”


Never regret a day in your life.
Good days give you happiness;
Bad days give you experiences;
Both are essential to life

Mencoba Bersyukur Kembali

"Something to share, take a moment to read....it should make you smile as deep in your heart you know that is how we should live our life"

"Aku tak selalu mendapatkan apa yang kusukai, oleh karena itu aku selalu menyukai apa pun yang kudapatkan"

Kata-kata di atas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat Kita tak bersyukur.

Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tetapi anda masih merasa kurang.

Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya.

Tapi anehnya, ketika keinginan itu sudah didapatkan, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tidak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi 'KAYA' dalam arti yang sesungguhnya. Orang yang 'kaya' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang kaya adalah orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi Kita perlu menyadari bahwa berbagai keinginan inilah yang menjadi akar perasaan tidak tentram. Kita dapat mengubah perasaan kurang berkecukupan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Ini sebenarnya suatu keinginan yang wajar. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tetapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemana pun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan dikampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya agar tidak kalah dengan rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu..." Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si pengunjung manggut-mangggut, tetapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu..". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?", tanya pengunjung itu keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.... ".

Hidup kita akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai sorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap bahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki - laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di seberang lautan ini. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di Surga."

Bersyukurlah. ..

Bersyukurlah bila kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu tentang sesuatu Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah untuk masa-masa yang sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu, karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru, karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat, itu memberi pelajaran yang berharga.

Mungkin mudah untuk Kita bersyukur ketika mengalami hal-hal baik.

Namun, hidup yang berkelimpahan justru datang pada mereka yang tetap dapat bersyukur pada masa masa yang sulit.

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif .. Karena itu, temukan cara bersyukur ketika menghadapi permasalahan, maka semua itu akan menjadi berkat bagimu ..


[unknown author]

Hati Yang Hidup

Mazmur 22:27 berkata, “Biarlah hatimu hidup untuk selama-lamanya...”

Ya, ternyata tidak semua yang bernyawa mempunyai hati yang hidup. Ada banyak orang yang masih bernyawa, masih penuh dengan aktivitas hidup, sehat secara jasmani, tapi hatinya mati. Tidak bisa lagi tersentuh dengan penderitaan orang lain, tidak peduli dengan siapapun, tidak ada yang bisa dialirkan dari dalam hatinya. Juga tidak kenal yang namanya belas kasihan, yang dia cari hanyalah keuntungan. Tidak ada lagi pelayanan, yang tercecer hanyalah kegiatan. Tak lagi punya gairah dengan Tuhan, cuma keagamawian yang masih tersisa. Itulah orang yang masih bernyawa tapi hatinya tidak hidup. Betapa mengerikannya hidup yang seperti ini. Padahal segala sesuatu dalam hidup manusia, terpancarnya dari hatinya. Kalau yang di dalam hatinya mati maka “kematianlah” yang disebarkan. Sehingga apapun yang disentuh menjadi mati. Saudara, mintalah supaya hatimu selalu hidup. Sebab segalanya diawali dan ditentukan dengan yang di hatimu. Renungankanlah ...


By His Grace,
Pdt. Petrus Agung Purnomo


Warta Jemaat Vol-22, tgl 31 Mei – 1 Juni 2008

Encourage Yourself

Today's Scripture

David was greatly distressed, for the men spoke of stoning him…But David encouraged and strengthened himself in the Lord his God” (I Samuel 30:6).

Today's Word from Joel and Victoria

It’s good to have friends and family around to cheer you up when you’re down, but in order to truly live in victory, that encouragement has to come from the inside. When your mind is telling you it’s not worth it, when your circumstances seem difficult, deep down inside, your spirit has to have the resolve that says, “I refuse to settle where I am.” That’s what David had to do. He was facing a major setback. His family was killed, his city was destroyed, and his own people were now against him, but he still managed to encourage himself in the Lord. How did he do that? He replayed in his mind the victories from the past. He recounted God’s faithfulness. As he rehearsed over and over the goodness of God, strength began to rise in his heart. There are so many places you can see the hand of God at work. Thank Him for saving you today. Thank Him for the miracle of life. Thank Him for His faithfulness. Focus on the fact that God didn’t bring you this far to leave you now. Stir up that inner strength and encouragement. As you do, you’ll rise higher and higher and live the life of victory the Lord prepared for you.

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for Your faithfulness today. I choose to focus on You and the good things you have prepared for my future. I thank You for making a way out of no way, and I will bless You always. In Jesus’ Name. Amen.


Joel Osteen Ministries