Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

02 June 2008

GOD Loves You

Pernahkah saat kau duduk santai dan menik mati hari, dalam seketika kau ingin berbuat sesuatu untuk orang yang kau sayangi? Itu adalah TUHAN yang sedang berbicara denganmu melalui roh kudus-Nya.

Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada org yang disekitarmu yang dapat kau curhati? Itu lah saat dimana TUHAN menginginkanmu untuk berbicara pada-Nya.

Pernahkah saat kau memikirkan seseorang yang sudah lama tak kau temui, dan seketika itu juga kau bertemu dengannya atau menerima telp darinya? Itu adalah kuasa TUhan. Tidak ada namanya kebetulan.

Pernahkah kau menerima sesuatu yang tak kau harapkan, yang tak sanggup kau dapatkan, yang kau inginkan? Itu adalah Tuhan yang mengetahui keinginan/suara hatimu.

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, tidak tahu cara memperbaikinya, bagaimana luka itu hilang atau sembuh, kau harus sadari bahwa itu adalah saat dimana Tuhan ingin memberikan cobaan untuk mu, sehingga kau memperoleh hari yang lebih cerah.


Marilah berdoa...
Dear God...

Aku tahu bahwa kau memperhatikan ku. Dan aku sangat bersyukur atas berkat-Mu. Apapun yang telah aku doakan, Kau-lah yang mengetahui yang terbaik untukku.

Bersukacitalah sahabat.. He KnOws the best for you.

Sisi Ishak

Nats : Dan [Yesus] berkata: "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga" (Matius 18:3)

Bacaan : Kejadian 22:1-19

Saat merenungkan pengorbanan Ishak oleh Abraham, tak ayal perhatian kita terfokus pada kebesaran dan kerelaan hati Abraham untuk mempersembahkan anak tunggalnya sebagai wujud ketaatan pada Allah. Sisi Ishak nyaris tak pernah dibicarakan, padahal sisi ini menawarkan pelajaran yang tak kalah berharga.

Ketika itu Ishak sudah cukup besar sehingga Abraham menyuruhnya memikul kayu untuk korban bakaran (ayat 6). Saya membayangkan ia cukup kuat untuk melawan Abraham yang berusia seratus tahun lebih tua darinya. Ketika Abraham hendak mengikatnya, bisa saja ia memberontak dan melarikan diri. Nyatanya, Ishak pasrah (ayat 9). Ia membiarkan dirinya diletakkan di atas mezbah, siap dikorbankan. Ia memercayai kehendak baik ayahnya, dan juga memercayai kehendak baik Allah yang disembah oleh ayahnya. Ia tampaknya mengerti bahwa apa pun yang terjadi pada dirinya, semuanya itu berlangsung demi suatu kebaikan. Di sini Ishak menjadi simbol Kristus yang berserah pada kehendak Bapa-Nya.

Sikap Ishak meneladankan penyerahan diri yang total. Penyerahan diri semacam itu berangkat dari pengertian bahwa Allah itu selalu baik dan tidak mungkin mencelakakan kita. Meskipun kita harus melewati pengorbanan yang menyakitkan, pada akhirnya rencana Allah bagi kehidupan kita senantiasa mendatangkan damai sejahtera. Sosok Ishak mewakili iman seperti seorang anak kecil, yang menandai orang-orang yang akan masuk ke dalam Kerajaan Allah (Matius 18:3).

Sebagai anak-Nya, siapkah kita juga "diikat dan dikorbankan" dengan tetap memercayai hati-Nya? —ARS

KESEDIAAN KITA UNTUK BERKORBAN BAGI ALLAH
MENUNJUKKAN SEDALAM APA IMAN KITA KEPADA-NYA


SABDA.org

31 May 2008

Sambutan Besar

Nats : Siapa yang menang .... Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya (Wahyu 3:5)

Bacaan : Wahyu 3:1-6

Ketika tsunami menerpa Aceh, seorang siswa SD bernama Martunis sedang asyik bermain sepakbola bersama teman-temannya dengan kostum kebesaran tim sepakbola Portugal. Ia terseret ke laut lepas, namun selama beberapa hari ia bertahan hidup terapung-apung melawan ombak, sengatan matahari, serta dinginnya angin dan air laut. Ia bertahan dengan memungut sisa mi instan dan air kemasan dari hamparan sampah di tengah laut. Beruntung sebuah kapal menyelamatkannya. Dan segera berbagai stasiun televisi dan surat kabar Portugal, Eropa, dan Indonesia, berkali-kali memunculkan wajah dan kisahnya yang menggemparkan dunia sepakbola Eropa.

Martunis diundang ke pertandingan sepakbola antarklub di Spanyol untuk menyemangati kesebelasan Portugal yang dikaguminya. Di sana Martunis dipanggil ke tengah lapangan dan disambut bak pahlawan oleh para pemain sepakbola Portugal kaliber dunia. Semua yang hadir pun berdiri dan bertepuk tangan. Martunis diberi kaos kebesaran kesebelasan Portugal yang baru, dipeluk pelatih dan para pemain, dielu-elukan para penonton, serta dihujani banyak hadiah!

Serupa dengan itu, demikian pula suasana yang kelak akan dialami setiap orang yang menang, yang setia mengikut Kristus sampai akhir hidupnya (ayat 5). Saat sangkakala terakhir berbunyi, Kristus yang bagai pengantin laki-laki diiringi para malaikat yang tak henti memuji nama-Nya, akan datang dalam kemuliaan-Nya untuk menyambut kita. Dan kita akan mengenakan "kostum favorit" surga, yakni jubah putih kesucian dan kesempurnaan surgawi. Anda rindu mengalaminya? Setialah sampai akhir -SST

MENGIKUT KRISTUS TAK SELALU MUDAH
TETAPI ALLAH MENJANJIKAN AKHIR YANG INDAH


SABDA.org

Covenant of Peace

Today's Scripture

And I will make with them a covenant of peace…” (Ezekiel 34:25).

Today's Word from Joel and Victoria

Aren’t you glad we serve a God of peace? No matter what you may be facing in life, God is with you. You don’t ever have to feel anxious, worried, or upset because you have a covenant of peace with Almighty God. God is always faithful to His Word, and you can have confidence that His peace is always available to you. The Bible tells us that God’s peace passes understanding. That means you can have peace when it doesn’t make sense to have peace. When the rest of the world seems to be upset or fretting, you don’t have to be upset. When gas prices go up, you can be at peace knowing that God has promised to supply all your needs according to His riches in glory. When the housing market seems unstable, you can trust that God is your refuge, and He will cause you to dwell in safety. He’ll make a way where there seems to be no way. Begin to thank God for His peace and faithfulness in your life. Declare that the peace of God rules in your heart and mind. As you dwell on God’s promises, your heart will be at rest, and you’ll experience the blessing of His peace all the days of your life.

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for Your covenant of peace. I receive it by faith today. I choose to keep my heart and mind fixed on You. In Jesus’ Name. Amen.


Joel Osteen Ministries

30 May 2008

Indah Pada WaktuNya

Tiap langkahku diatur oleh Tuhan,dan tangan kasihNya membimbingku
Ditengah badai topan menghanyutkan,'ku kuat sebab Tuhan dekat
Tiap langkahku ku tahu ya Tuhan pimpin,ketempat tinggi ku diangkatnya
hingga sekali nanti aku tiba,dirumah bapa surga yang baka

Mungkin anda sudah sering mendengar lagu ini.Lagu ini yang selalu memotivasi saya untuk dapat tetap kuat berjalan bersama Tuhan.Mengikut Tuhan bukan berarti kita tidak pernah mangalami masalah dan kesulitan.Semua itu pasti akan kita hadapi dan temui dalam kehidupan ini.

Namun,jika kita dapat menghadapinya dengan iman yang teguh kepadaNya apapun halangan yang ada didepan kita dapat kita tempuh diluar dari kesadaran akan kekuatan dan kemampuan kita.Sebagai manusia,kita semua pasti pernah mengalami kekecewaan dalam menjalani hidup.Namun dengan belajar menjalani hidup dengan rendah hati,penuh KASIH dan penuh pengampunan akan membawa kita kepada hidup yang tenang dan damai dan itulah yang sesungguhnya dalam menjalani hidup ini.

Dulu sebelum saya bertemu dengan calon suami saya, saya adalah orang yang sombong dan angkuh ( dan sepertinya benih-benih itu belum semua hilang dari diri saya).Namun dengan penuh kerendahan hatinya,dia selalu mengajarkan saya akan kerendahan hati dalam menjalani hidup.Saya adalah orang yang sangat beruntung karna telah Allah pertemukan dengan calon suami saya.Dengan tidak bosan-bosan selalu mengingatkan saya akan semua itu.

Semua yang terjadi dalam hidup ini adalah rencana Allah dalam setiap pribadi manusia.Jodoh,rezeki,kematian,kehidupan,umur panjang dan yang lainnya sudah Tuhan atur dalam setiap pribadi kita.Namun,satu hal yang pasti jangan pernah tinggalkan Tuhan dalam setiap langkahmu karna DIA TIDAK PERNAH MENINGGALKANMU.

Cinta Marlin

Mazmur 139

Marlin dan Coral, sepasang ikan badut, sedang menanti telur-telur mereka menetas. Mereka asyik membicarakan nama anak-anak mereka nanti. Mereka juga mengenang masa indah pertemuan mereka dulu. Namun, rupanya bahaya mengintai mereka. Seekor barakuda berkelebat dan menerjang sarang mereka! Akibatnya, Marlin kehilangan Coral dan seluruh telur mereka. Seluruhnya? Oh, ternyata masih tertinggal satu butir! Dengan penuh sayang Marlin melindungi telur itu, dan bertekad untuk selalu melindunginya. Nemo, nama ikan dari telur yang tersisa itu, sudah dicintai ayahnya, bahkan sebelum ia menetas.

Cinta Marlin dalam film Finding Nemo mengingatkan kita akan kasih ilahi. Namun kasih-Nya jauh lebih besar! Mari kita perhatikan. Manusia baru bisa menyambut bahagia seorang anak saat mereka tahu ada janin yang hadir dalam kandungan seorang wanita. Namun sungguh luar biasa Allah. Dia telah mencintai kita bahkan sebelum kita hadir di rahim ibu kita (ayat 13)!

Selanjutnya, orang mungkin menyukai kita karena berwajah cantik atau tampan, berdompet tebal, berbakat mengagumkan, berkedudukan tinggi, atau berjasa baik. Dengan kata lain, kita dicintai karena kinerja atau kebaikan kita. Namun, Allah mengasihi kita jauh sebelum kita mampu melakukan sesuatu bagi Dia (ayat 16). Allah bahkan tetap mengasihi sekalipun kita kerap memberontak kepada-Nya, karena Dia telah memutuskan untuk mengasihi kita.

Hari ini, sejak kita bangun di pagi hari, kasih Allah sudah menyambut kita. Mari kita menghambur ke dalam pelukan-Nya dan mengucap syukur

29 May 2008

Dua Lautan

Di Palestina ada dua lautan. Yang satu mengandung air yang menyegarkan. Oleh karenanya, terdapat banyak ikan di dalamnya. Pohon-pohon merentangkan dahan-dahannya di atasnya dan akar-akarnya yang senantiasa haus, mencicipi air yang menyembuh-kannya. Sepanjang pantainya anak-anak bermain ketika Ia berada di sana. Ia menyayanginya. Ia dapat memandang jauh atas permukaan air yang berwarna perak ketika Ia berbicara melalui perumpamaan-perumpamaan. Dan di atas sebuah lereng bukit yang terletak tidak jauh, Ia telah memberi makan kepada lima ribu orang.

Sungai Yordan membuat lautan ini dipenuhi dengan air yang jernih yang datang dari bukit bukit. Oleh karena itu, Ia merasa gembira dalam cerahnya matahari. Dan manusiapun membangun rumah-rumahnya dekat lautan itu, dan burung-burungpun membangun sarangnya; dan semua makhluk di sekitarnya dipenuhi oleh rasa sukacita yang besar karena lautan itu.

Sungai Yordan mengalir terus ke arah Selatan ke dalam suatu lautan yang lain. Di sini tidak terdapat suara ceburan dari ikan, tidak ada suara daun-daun yang berkibar, tidak ada nyanyian anak-anak. Para pelancong memilih jalan lain, kecuali jika memang terpaksa. Udara menggantung dengan berat di atas air, dan tidak ada manusia atau binatang yang mau meminum airnya.

Apa toh yang membedakan kedua lautan itu? Bukan sungai Yordan. Bukankah ia mengalirkan airnya ke dalam dua lautan itu? Bukan pula karena tanahnya di atas mana mereka terletak.

Inilah perbedaannya. Lautan Galilea menerima air dari Yordan namun tidak mengambil airnya untuk diri sendiri. Untuk setiap tetes air yang ia terima, maka setiap tetes itu pula mengalir keluar. Penerimaan dan pemberian berlanjut dalam jumlah yang sama.

Lautan yang lain agaknya lebih licik. Dipenuhi dengan rasa iri hati, ia menimbun airnya untuk diri sendiri. Ia tidak dapat tergoda untuk tergerak oleh rasa murah hati yang spontan. Untuk setiap tetes air yang ia terima, ia menimbunnya sendiri.

Lautan Galilea menerima dan memberi. Tapi lautan yang lain sama sekali tidak memberi. Karenanya, ia dinamakan Lautan Mati. Di dalam dunia ada dua jenis manusia seperti juga ada dua lautan di Palestina.

Nail Scarred Hands

It’s one more time to remember the Nail Scarred Hands that has saved me from my sins and from eternal damnation into eternal life. The hands of a carpenter that was nailed to the cross… because of me. Sinless He might have been, He chose to bear the weight of a lost world on the cross, so that they might not perish. For He so loved the world, that He came to save those that was lost so that they might have eternal life. Look at the lives of the disciples, look at the life of one Zacchaeus, once a sinner but a sinner no more by the love of Christ.

Your love has captured me oh Lord. Your love has captivated me and compelled me to come to know You. Here I come once again oh Lord to renew my faith and my commitment in You. I’m sorry Lord if I have been deceived and led astray these last few weeks. Now I want to come home, come back to where You are. To where your Nail Scarred Hands will hug me and embrace me. To where your love will never end. I love You, Jesus.

This post is dedicated to Jesus Christ, my Lord and my Savior, on the day of rememberance that He died 2,000 years ago to save me from my sins. Thank you for your unending love, Jesus. Thank you for saving me from my sins.

Here I am, Lord, and I’m drowning in your sea of forgetfulness
The chains of yesterday surround me
I yearn for peace and rest
I don’t want to end up where You found me
And it echoes in my mind, keeps me awake tonight

I know You’ve cast my sin as far as the east is from the west
And I stand before You now as though I’ve never sinned
But today I feel like I’m just one mistake away from You leaving me this way

Jesus, can You show me just how far the east is from the west
‘cause I can’t bear to see the man I’ve been come rising up in me again
In the arms of Your mercy I find rest
‘cause You know just how far the east is from the west
From one scarred hand to the other

I start the day, the war begins, endless reminding of my sin
Time and time again Your truth is drowned out by the storm I’m in
Today I feel like I’m just one mistake away from You leaving me this way

I know You’ve washed me white, turned my darkness into light
I need Your peace to get me through, to get me through this night
I can’t live by what I feel, but by the truth Your word reveals
I’m not holding on to You, but You’re holding on to me
You’re holding on to me

Jesus, You know just how far the east is from the west
I don’t have to see the man I’ve been come rising up in me again
In the arms of Your mercy I find rest
‘cause You know just how far the east is from the west
From one scarred hand to the other

Lyrics from East To West by Casting Crowns

Lowongan Pekerjaan Di Sekolah Mahanaim

Kami dari Yayasan Mahanaim, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial dengan fokus di bidang pendidikan. (www.love-mahanaim.or.id). Salah satu divisi yang bernaung di bawah Yayasan ini adalah divisi sekolah. Sekolah ini sedang membutuhkan sejumlah guru yang terbeban untuk melayani sebagai:

Guru SD - SMA semua bidang studi

Syarat:
- Berpendidikan S1 ditutamakan yang SPd.
- pengalaman 2 th

Adapun bagi guru English Program, dengan syarat tambahan:
- TOEFL score min. 600

Bagi yang tertarik dapat mengirimkan
- Surat lamaran
- fotokopi Izajah
- Biodata
- Kesaksian pengalaman pribadi bersama Tuhan

ke :
Yayasan Mahanaim
PO Box 155
Bekasi, 17015
Indonesia

atau melalui email ke
daniel.ferry.73@gmail.com (max 200KB).


Lamaran ditunggu sampai bulan Agustus 2008

Ganggulah Aku

Nats : ... sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem ... (2Samuel 11:1)

Bacaan : 2Samuel 11:1-27

Biasanya orang lebih suka berada di tempat yang aman daripada harus berpetualang dan meninggalkan kenyamanan. Begitu juga banyak orang kristiani sudah cukup puas dengan keadaan rohaninya yang "aman-aman" saja. Daripada memulai petualangan rohani yang seru bersama Tuhan, mereka lebih suka memiliki keadaan rohani yang monoton dan datar saja. Sedapat mungkin mereka berharap situasi akan terus stabil, tidak ada gangguan, masalah, ataupun hambatan.

Seorang yang luar biasa bernama Sir Francis Drake, merindukan petualangan rohani bersama Tuhan, sehingga saat keadaan "aman", ia berdoa demikian: "Ganggulah kami Tuhan, ketika kami berpuas diri karena mimpi-mimpi kecil kami menjadi nyata. Ketika kelimpahan harta benda membuat kami kehilangan rasa haus terhadap air kehidupan. Ketika kecintaan pada hidup ini membuat kami berhenti memimpikan kekekalan. Ketika keinginan kami membangun bumi baru meredupkan visi kami akan surga. Ganggulah kami agar berani berpetualang di lautan yang lebih luas, di mana badai akan memperlihatkan kuasa-Mu yang dahsyat!"

Doa di atas sebenarnya ingin menunjukkan betapa bahayanya sebuah tempat di mana kita merasa nyaman di situ. Lihatlah kehidupan Daud ketika jatuh dalam dosa perzinaan dengan Batsyeba. Ia jatuh bukan saat ia ada dalam pelarian atau peperangan yang menegangkan, tetapi justru saat ia santai di istananya yang nyaman.

Hati-hati jika kita sudah cukup puas dengan kekristenan kita selama ini. Daripada puas dengan kehidupan rohani yang biasa-biasa, sebaiknya kita berdoa meminta keberanian untuk mengalami perkara yang lebih besar -PK

KETIKA KITA BERPUAS DIRI DENGAN KEADAAN ROHANI KITA
ITU SAATNYA MEMINTA TUHAN AGAR IA MENGGANGGU KITA


SABDA.org

He Prepares Your Path

Today's Scripture

I will go before you and make the crooked places straight…” (Isaiah 45:2 NKJV)

Today's Word from Joel and Victoria

Do you ever feel like every time you try to move forward in something, you hit a roadblock? Something happens that throws you off course. Be encouraged today because right now in your life, God is going before you. He’s preparing a way. He’s making your crooked places straight. He’s making your rough places smooth. You may be going through a difficult time right now, but it’s not the end. It’s only the beginning. God has equipped you for this journey. You may feel like you’re in a dry season, but don’t look at your circumstances. Look at the promise of God today! If you’ll keep speaking words of faith, God promises that He’ll anoint your head with oil and your cup will run over. That means you’ll be refreshed and anointed to do what He’s called you to do. God is preparing your path and equipping you for the journey. What do you need today to keep moving forward? Start by checking your attitude. Don’t go around complaining and focused on the negative side of things. Put on an attitude of praise and thanksgiving. Thank Him for making your crooked places straight! As you do, you’ll move forward in joy and gladness in the blessed future He has prepared for you!

A Prayer for Today

Lord in heaven, thank You for Your goodness in my life. Thank You for preparing the path for my life and making my crooked places straight. Thank You for restoring my soul and life and for guiding me in everything I do. I submit every area of my life to You today. In Jesus’ Name. Amen.


Joel Osteen Ministries