Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

22 May 2008

Iman Yang Teruji

Bacaan : 1Petrus 1:1-9

Ibu Merry berusia 72 tahun. Ia menderita kanker lever stadium akut. Dokter sudah memvonis bahwa hidupnya hanya tinggal hitungan bulan. Perutnya membesar, dan kerap kali ia harus menanggung kesakitan di sekujur tubuh. Suatu hari, saya dan istri menengoknya di rumah sakit. Kami berbincang-bincang. Wajahnya yang kurus pucat tidak melunturkan semangat dan senyumnya. Saya membacakan firman Tuhan. Sebelum berdoa, saya mengajaknya bernyanyi, sebab ia senang menyanyi. "Tante mau nyanyi lagu apa?" tanya saya. "Lagu Berserah kepada Yesus," jawabnya. Kami pun bernyanyi bersama.

Sungguh luar biasa. Seseorang yang seakan-akan sudah dekat dengan kematian dan di tengah deraan sakit yang hebat, melantunkan pujian: "Aku berserah, aku berserah, kepada-Mu Juru Selamat, aku berserah." Inilah iman yang sejati. Sangatlah biasa bila dalam keadaaan berkelimpahan, hidup senang, dan sehat walafiat, seseorang memuji-muji Tuhan. Akan tetapi, sungguh istimewa bila di tengah kesulitan hidup, dalam pencobaan yang berat, seseorang masih bisa memuji dan mengagungkan nama Tuhan.

Surat Petrus yang pertama ditujukan kepada umat kristiani yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia (ayat 1). Mereka tengah mengalami tekanan dan penganiayaan hebat akibat iman mereka. Namun, Petrus mengingatkan mereka untuk tetap gembira walau harus menanggung semua kesulitan itu (ayat 6). Nasihat ini juga berlaku bagi kita yang mengalami tekanan hidup. Tetaplah bergembira. Pandanglah pencobaan sebagai sarana untuk "membuktikan" kemurnian iman kita -AYA

IMAN, SEPERTI JUGA CINTA,
TERUJI PADA SAAT YANG SULIT


SABDA.org

Ke Gereja Hanya Sia-sia

Jika kita merasa sia2 atau buang2 waktu untuk ke Gereja karena berbagai alasan, ini ada cerita untuk mengingatkan kita arti pentingnya ke gereja .. semoga cerita ini dapat mendorong kita lagi untuk pergi ke gereja bagi yang udah lama atau belum pernah ke gereja ... Terima kasih .. Tuhan memberkati ..

-----------------------------------

Seorang Katolik menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar dan mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap minggu.

Tulisnya, "Saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak bisa mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan begitu banyak waktu, demikian pun para pastor itu telah memboroskan waktu mereka dengan khotbah-khotbah itu."

Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca.

Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya ada seseorang yang menulis demikian, "Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama ini istri saya telah memasak 32.000 jenis masakan. Selama hidup saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan itu yang dilakukan istri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya, maka saya sudah lama meninggal."

Sejak itu tak ada lagi komentar tentang khotbah.


--------------------

Cerita 2

Nenek Granny sedang menyambut cucu-cucunya pulang dari sekolah. Mereka adalah anak-anak muda, anak muda yang sangat cerdas dan sering menggoda nenek mereka.

Kali ini, Tom mulai menggoda dia dengan berkata, "Nek, apakah nenek masih pergi ke gereja pada hari minggu?"

"Tentu!"

"Apa yang nenek peroleh dari gereja? Apakah nenek bisa memberitahu kami tentang Injil minggu lalu..?"

"Tidak, nenek sudah lupa. Nenek hanya ingat bahwa nenek menyukainya."

"Lalu apa khotbah dari pastor?"

"Nenek tidak ingat. Nenek sudah semakin tua dan ingatan nenek melemah Nenek hanya ingat bahwa ia telah memberikan khotbah yang memberi kekuatan,

Nenek menyukai khotbah itu."

Tom menggoda, "Apa untungnya pergi ke gereja jika nenek tidak mendapatkan sesuatu dariNya?"

Nenek itu terdiam oleh kata-kata itu dan ia duduk di sana termenung.

Dan anak-anak lain tampak menjadi malu.

Kemudian nenek itu berdiri dan keluar dari ruangan tempat mereka semua duduk, dan berkata, "Anak-anak, ayo ikut nenek ke dapur."

Ketika mereka tiba di dapur, dia mengambil tas rajutan dan memberikannya kepada Tom sambil berkata, "Bawalah ini ke mata air, dan isilah dengan air, lalu bawa kemari!"

"Nenek, apa nenek tidak sedang melucu?

Air didalam tas rajutan....!

"Nek, apa ini bukan lelucon?" tanya Tom.

"Tidak.., lakukanlah seperti yang kuperintahkan.

Saya ingin memperlihatkan kepadamu sesuatu."

Maka Tom berlari keluar dan dalam beberapa menit ia kembali dengan tas yang bertetes-teskan ..

"Lihat,nek," katanya. "Tidak ada air di dalamnya."

"Benar," katanya.

"Tapi lihatlah betapa bersihnya tas itu sekarang. Anak-anak, tidak pernah kamu ke gereja tanpa mendapatkan sesuatu yang baik, meskipun kamu tidak mengetahuinya."

Is Your Faith In Your Fear?

But Jesus immediately said to them: "Take courage! It is I. Don't be afraid.” (Matthew 14:27, NIV)

Across the breadth of the Bible, God consistently sends the message, “Do not be afraid, for I am with you.”

The Bible reveals that God knows we tend toward fear, particularly as we respond to uncertainty and change. Yet the Bible also reveals that God is the only unchanging certainty in this world – or out of it.

Yet, is it possible we have more faith in our fear than we do in God?

No matter how complex life becomes, it still comes down to this basic choice: Will we place our confidence in the All-Powerful Supreme Being and Sole Authority of the Universe, or will we place greater confidence in our fears?

Although the choice is black-or-white basic, God knows it’s not simple. It involves a challenging stretch, and that’s why God continually reminds us, “Fear not, for I am with you.”

God is clear that our abilities, our resources – even a belief in the myth of luck – will not be what strengthens us for the journey. (Philippians 4:13) We fear we can’t do the things God calls us to do, and we fear that God will not protect us or provide for us. We choose this fear, embracing the unholy lie that our circumstances are bigger than the One True God.

Our faith in God gets placed on the altar of our own perceptions when we should be placing our perceptions on the altar of unflinching faith.

If you’re like me, you often fear what’s behind the curtain of God’s call, and God – frustratingly – won’t let me peek behind the curtain, and so:

Our fear shouts – “Pay no attention to the God behind the curtain; he’s just another wizard from Oz, using smoke and mirrors to give you the illusion of power and grace.”

Our God whispers – In that still, small voice, he calls us to develop confidence in him; he calls us to abandon the confidence we have in what we see and the confidence we have in our fears. God keeps the curtain of our future drawn so we will learn to live by faith and not by sight, so we will become certain of what we hope for and become sure of God, even when we cannot see how he’s working in our current circumstances. (Hebrews 11:1)

What does this mean?

· Ask God to replace your fear with faith – Eliminating your fear involves more than working up your courage. This is a spiritual battle that requires you to develop faith. But first you need to make a choice – Will you fear, or will you “faith?”

· Faith means you believe the truth – Your behavior and decisions are most often rooted in what you believe. When you experience fear, ask yourself, “What does this fear say about what I believe in this circumstance?” What fears are you experiencing today? What do they say about the beliefs you currently embrace? Ask God to pull these false beliefs and fears out by the root.

· Get caught in an act of faith – One day, a woman who had hemorrhaged for 12 years slipped up behind Jesus and touched his robe, believing he could heal her. “Jesus turned –caught her at it. Then he reassured her: ‘Courage, daughter. You took a risk of faith, and now you're well.’” (Matthew 9:22, MSG) God is for you, and he encourages you to be caught in the act of faith. When you act in faith, you proclaim your belief in God; you acknowledge he exists and that God cares about you.

· Let a friend tell you about your fears -- Ask a friend if he or she sees a part of your life where you show more fear than faith – and then, together, pray for God to help your unbelief. (Mark 9:24)


by John Walker

Be a People Builder

Today's Scripture

Therefore encourage one another and build each other up…” (I Thessalonians 5:11).

Today's Word from Joel and Victoria

God designed us to live in relationship with others. He wants us to help each other grow. None of us will reach our highest potential by ourselves. We need people in our lives to encourage us, and we need to encourage the people in our lives and help them reach their potential. The word “encourage” means to “urge forward.” Many times you can see things in other people that they don’t see themselves. You can see their strengths and talents. You can see that God has a special plan for them even though they may be going through a difficult time. Don’t assume that people see what you see in them. Take a moment and encourage them either with a kind word or a simple note. There might be a special gift you can give that will remind them of their goal or dream. In whatever way you can, urge the people in your life to keep moving forward. If you’ll be a people builder and help others fulfill their dreams, God will help you fulfill your dreams also, and you’ll live in blessing all the days of your life.

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for the people You have placed in my life. Help me build them up and find creative ways to urge them forward to Your glory. In Jesus’ Name. Amen.

Soure : Joel Osteen Ministries

21 May 2008

Humor : Ayam

Ada seorang anak bernama Denny, yang baru saja mencuri seekor ayam dari ladang orang. Nggak lama kemudian Denny sadar bahwa perbuatan mencuri itu adalah dosa.

Setelah itu Denny pergi ke gereja/bilik pengakuan dosa untuk mengakui perbuatannya kepada Pastor :

Denny

:

"Pastor, saya mengaku dosa. Saya telah mencuri seekor ayam dari ladang orang."

Pastor

:

"Wah, tindakanmu itu salah besar.

Denny

:

"Maukah Pastor menerima ayam itu kembali?

Pastor

:

"Tentu saja tidak! Kamu harus mengembalikannya kepada pemiliknya.

Denny

:

"Tapi ..., pemiliknya menolak untuk menerima kembali ayam itu, Pastor.

Pastor

:

"Oh ..., kalau begitu, ambillah ayam itu untukmu.

Denny

:

"Terima kasih, Pastor."

Tak lama kemudian pastor itupun pulang ke rumah, sesampainya di rumah ia teringat akan ayamnya yang berada di kandang. Setelah menghitungnya ternyata salah seekor dari ayam itu hilang ...

Pagi Yang Indah

Raja-raja 8:29
Kiranya mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan:nama-Ku akan tinggal di sana; dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini.”

Tawarih 6:40 “Sebab itu ya Tuhanku, kiranya mata-Mu terbuka dan telinga-Mu menaruh perhatian kepada doa yang dipanjatkan di tempat ini.”

Nehemia 1:11 “Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela akut akan nama-Mu ………..”

Mazmur 17:6 “Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.”

Mazmur 54:4 “Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!”

Daniel 9:3 “Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu.”

Mazmur 55:23 “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”


Firman TUHAN mengatakan bahwa Anda perlu berdoa setiap hari, Anda harus berdoa dengan tanpa henti (tanpa putus, terus-menerus, senantiasa). Pagi ini hati saya digerakkan untuk berdoa bagi orang lain dan mendoakannya dengan sungguh-sungguh. Ada banyak di luar sana yang sangat membutuhkan doa-doa kita. Ada banyak di luar sana yang tidak tahu bagaimana berdoa. Ada banyak orang-orang di luar sana yang tidak berdoa. Tetapi Tuhan sudah menempatkan Roh Kudus dalam hati setiap orang percaya dan semuanya bergantung pada diri orang percaya tersebut untuk taat pada tuntunan Roh Doa.

Tidak ada lain yang sangat diperlukan pada masa-masa sekarang ini daripada kuasa doa yang bekerja secara sepenuh, di bawah pimpinan dan dorongan dari Roh Kudus. Saya mengajak saudara-saudara saya, orang-orang percaya yang penuh dengan Roh Kudus untuk berjuang, memusatkan dan mengarahkan perhatian, khususnya di ladang anggur doa. Tersembunyi dari pemandangan manusia, tetapi terbuka lebar-lebar di Sorga; dan orang-orang kudus di Sorga bergabung dengan Anda di dalam gerakan kasih Allah ini.

Dalam hal ini Anda memiliki persekutuan timbal-balik, karena mereka yang ada di Sorga juga menjalankan pelayanan syafaat untuk Saudara-saudara mereka di bumi.

Bersukacitalah karena diberi tanggung-jawab dan kepercayaan untuk suatu tugas yang kudus. Ketahuilah bahwa kepercayaan ini sungguh sangat berharga dan terhormat. Oleh karena itu waspadalah jangan sampai Anda digoda untuk menyimpang atau mengabaikan tugas yang mulia ini.

Saya percaya hari ini TUHAN memanggil Saudara untuk berdoa secara khusus. Kepada Saudara sudah diberikan kehormatan untuk menolong orang lain. Firman Allah menegaskan, “Kamu tidak mendapatkan, karena kamu tidak berdoa.” Meminta tidak selalu berarti hanya untuk diri sendiri saja. Saudara dipanggil untuk berdoa bagi orang lain dan mendoakannya dengan sepenuh hati. Saya mendorong Saudara untuk mengadakan waktu sejenak sekarang ini juga dan dengarkanlah suara TUHAN yang sedemikian jelas. Ijinkan TUHAN mendatangkan ke dalam pikiran dan hati Anda orang-orang yang untuk mereka Dia sudah memanggil Saudara untuk mendoakannya.

Selanjutnya lakukanlah, doakanlah. Doa-doa Saudara selalu dibutuhkan.

Efesus 6:18 “Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.”

Ijinkanlah TUHAN memimpin Saudara dan membimbing Saudara ke suatu tempat untuk berdoa, di mana Saudara dapat melakukan-nya. Saya tahu Saudara punya beban-beban doa… marilah kita bawa dan naikkan kepada TUHAN sekarang ini juga dan yakinlah bahwa TUHAN sudah mendengar doa-doa saudara untuk setiap orang.

Berdoalah dengan tanpa berhenti dan dengan bersungguh-sungguh hati. Inilah doa saya untuk saudara hari ini.


P.U.S.H.
P
ray Until Something Happens – Berdoalah Sampai Sesuatu Terjadi.


A.S.A.P.

A
lways Say A Prayer – Selalu Ucapkan Doa

F.R.O.G.
Fully Rely On God – Bergantung/Bersandar Sepenuh Pada Allah.


Carolyn

Dua Hati Bertemu

Bacaan : 1Raja-raja 19:1-14

Setiap kali suami saya pulang, anak saya yang berusia 2 tahun langsung tahu lebih dulu hanya dengan mendengar suara sepeda motornya. Ia akan segera lari keluar untuk menyambut ayahnya dengan gembira. Bagaimanapun suasana hatinya saat itu, yang jelas ia selalu senang bertemu lagi dengan ayahnya. Perasaan ini terjadi karena dua hati -- ayah dan anak -- bertemu.

Saat itu, Elia sedang lelah dan putus asa. Bahkan ia minta mati saja, "Cukuplah itu ... ambillah nyawaku" (ayat 4). Aneh memang. Elia yang baru saja melakukan pekerjaan besar bersama Tuhan, mengalami kelelahan dan keputusasaan hanya karena ancaman Izebel, seorang manusia belaka.

Lalu Tuhan datang menemui Elia. Bukan lewat angin besar yang membelah gunung dan memecah bukit. Bukan lewat gempa atau api. Dia datang lewat angin sepoi-sepoi basa. Tuhan menemui Elia bukan lagi lewat peristiwa dahsyat, melainkan melalui peristiwa biasa. Di situlah Elia keluar dan menemui Tuhan. Dua hati bertemu, dan Tuhan menggugah hati Elia dengan bertanya, "Apakah kerjamu di sini?" (ayat 13). Tuhan menyadarkan Elia pada tugasnya dan menguatkannya supaya tidak lagi kalah oleh ketakutan dan kecemasan.

Jika saat ini kita sedang takut dan cemas, serta begitu putus asa, Tuhan menggugah hati kita dengan pertanyaan, "Apakah kerjamu di sini?" Tuhan ingin kita bangkit. Hanya satu yang Dia inginkan, yakni agar kita bertemu dengan-Nya. Sekarang juga, temuilah Tuhan dalam keheningan doa. Utarakan segala pergumulan kita kepada-Nya. Dia akan meneguhkan kita kembali pada panggilan pelayanan yang sudah dipercayakan pada kita -CHA

DALAM KEHENINGAN DOA
HATI KITA BERTEMU DENGAN HATI TUHAN


SABDA.org

Set Apart

Today's Scripture

But now since you have been set free from sin…you have your present reward in holiness and its end is eternal life” (Romans 6:22).

Today's Word from Joel and Victoria

Holiness is a powerful force in our lives. It leads us to eternal life. Holiness simply means being “set apart.” You are set apart when you accept Jesus as your Lord and Savior. He makes His home in you, and His holiness lives on the inside of you, too. The Bible tells us that without holiness, no one can see God. God sets us apart and calls us His own, but it’s up to us to continue living a life that is set apart from sin and destructive influences. We have to set ourselves apart from our old ways, old behaviors, and old mindsets. Remember, God chose to set you apart for Himself because He loves you. He doesn’t want anything to keep you from His promises and blessings. Make the decision to let go of anything that would hold you back today. Remember, you are set apart for God’s purposes. Let that sink down into your heart today and fill you with hope. As you embrace holiness and live a life that is set apart, you will see God, and you will live the abundant life He has in store for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for setting me apart and making me holy in Your sight. I choose to live a life that is set apart and pleasing to You. Fill me with Your peace and power today so I can honor You always. In Jesus’ Name. Amen.

Source : Joel Osteen Ministries

20 May 2008

Sungai Di Gurun

Bacaan : Kejadian 43:1-14

Barangkali banyak orang kristiani sudah mengetahui kisah di balik penulisan lagu It Is Well with My Soul (Nyamanlah Jiwaku). Lagu itu menggambarkan iman yang luar biasa dari sang penulis, Horatio G. Spafford. Ia bangkit untuk menuliskan lagu ini di tengah rasa duka yang mendalam, yakni saat ia harus kehilangan empat anaknya yang tenggelam di Samudra Atlantik. Ya, di tengah permasalahannya yang besar Spafford tetap dapat melihat penyertaan Tuhan di dalam hidupnya, sehingga berulang kali ia mengatakan, "Nyamanlah jiwaku, nyamanlah jiwaku."

Yakub adalah sosok yang harus mengalami banyak rasa duka pada masa tuanya. Setelah anak kesayangannya, Yusuf, dikabarkan mati, kini ia harus bersiap-siap kehilangan anak bungsunya, Benyamin. Ia tahu bahwa hal itu sangat sulit bagi dirinya, bahkan ia pun menyebut apa yang dialaminya sebagai malapetaka (ayat 6). Namun, di tengah segala rasa duka yang berat di hatinya, Yakub masih mengingat dan tetap berharap bahwa Allah yang Mahakuasa tetap menyertai dirinya dan juga anak-anaknya (ayat 14).

Di tengah susah dan beratnya hidup ini, kita perlu tetap belajar menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Kemahakuasaan-Nya akan tetap menyertai anak-anak-Nya. Inilah hal yang mesti selalu kita ingat dan syukuri. Memang kita kerap "tidak melihat" tangan Tuhan beserta kita, tetapi bukan berarti Tuhan tidak beserta kita. Barangkali Tuhan membiarkan kita hanya melihat padang gurun yang gersang, tetapi sesungguhnya Dia telah menyiapkan sungai di depan kita -RY

DI TENGAH KESULITAN APA PUN
INGATLAH AKAN PENYERTAAN TUHAN


SABDA.org

19 May 2008

Suku Indian

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka. Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk didewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu. Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya. Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya. sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

Renungan :
Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan "begitu kejam" melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Ia setia, Ia mengasihi kita, dan Ia selalu berjaga-jaga bagi kita.


God is too wise to be mistaken.
God is too good to be unkind
So,
When you don't understand Him And
When you can't see His plan And
When you can't trace His hand
JUST TRUST HIS HEART.


Source Unknown

Have A Good Day Everyday

Siapa yang bisa menikmati keindahan hari pada saat Anda tidak pernah meningglkan rumah sakit atau kursi roda, bagun dan pergi tidur di sel penjara atau di daerah perang?

Kebanyakan orang tidak bisa, tetapi tidak bisakah kita mencobanya? Bagaimanapun, “Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita di dalamnya” (Mazmur 118:24). “Inilah hari” mencakup setiap hari. Hari-hari perceraian, hari-hari ujian akhir, hari-hari pembedahan, hari-hari pembayaran pajak.

Saat anda terjebak pada “hari yang sama sekali tidak menyenangkan, mengerikan, tidak ada yang baik, dan sangat buruk”, berilah hari itu kesempatan. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda ingat.

Anda tidak lagi memiliki hari kemarin. Kemarin sudah pergi ketika Anda tidur. Sudah berlalu. Anda tidak bisa mengubah, menggeser, atau memperbaikinya. Maaf, Anda tidak boleh mengulangnya.

Anda belum memiliki hari esok. Kecuali jika Anda mempercepat orbit bumi atau menyuruh matahari untuk terbit dua kali sebelum akhirnya terbenam, hari ini Anda tidak bisa menjalani hari esok. Anda hanya memiliki hari ini.

Apa yang bisa kita lakukan? Berkonsultasilah kepada Yesus. Beberapa kali Dia menggunakan kata hari di Kitab Suci, kata itu memberikan formula yang sangat menggembirakan untuk mengangkat kita kepada status tertinggi.

Penuhi hari Anda dengan Anugerah-Nya (Grace).
Aku memberitahukan kebenaran yang sesungguhnya”, jawab Yesus, “bahwa mulai hari ini kau akan bersama-Ku di dalam Firdaus” (Lukas 23:43).

Percayakan hari Anda dalam pengawasan-Nya (Oversight).
Berikanlah kami setiap hari makan kami yang secukupnya” (Lukas 11:3).

Ikuti tuntunan-Nya (Direction).
Jika ada di antara kalian yang menjadi pengikut-Ku, kau harus menyangkal dirimu. Kau juga harus memikul salibmu setiap hari dan mengikut Aku” (Lukas 9:23)

Anugerah (Grace), Pengawasan (Oversight), Tuntunan (Direction).
G-O-D

Penuhilah hari Anda dengan hadirat Allah. Beri kesempatan kepada hari Anda.

Sumber : Have A Good Day Everyday, Max Lucado