Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

21 May 2008

Set Apart

Today's Scripture

But now since you have been set free from sin…you have your present reward in holiness and its end is eternal life” (Romans 6:22).

Today's Word from Joel and Victoria

Holiness is a powerful force in our lives. It leads us to eternal life. Holiness simply means being “set apart.” You are set apart when you accept Jesus as your Lord and Savior. He makes His home in you, and His holiness lives on the inside of you, too. The Bible tells us that without holiness, no one can see God. God sets us apart and calls us His own, but it’s up to us to continue living a life that is set apart from sin and destructive influences. We have to set ourselves apart from our old ways, old behaviors, and old mindsets. Remember, God chose to set you apart for Himself because He loves you. He doesn’t want anything to keep you from His promises and blessings. Make the decision to let go of anything that would hold you back today. Remember, you are set apart for God’s purposes. Let that sink down into your heart today and fill you with hope. As you embrace holiness and live a life that is set apart, you will see God, and you will live the abundant life He has in store for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for setting me apart and making me holy in Your sight. I choose to live a life that is set apart and pleasing to You. Fill me with Your peace and power today so I can honor You always. In Jesus’ Name. Amen.

Source : Joel Osteen Ministries

20 May 2008

Sungai Di Gurun

Bacaan : Kejadian 43:1-14

Barangkali banyak orang kristiani sudah mengetahui kisah di balik penulisan lagu It Is Well with My Soul (Nyamanlah Jiwaku). Lagu itu menggambarkan iman yang luar biasa dari sang penulis, Horatio G. Spafford. Ia bangkit untuk menuliskan lagu ini di tengah rasa duka yang mendalam, yakni saat ia harus kehilangan empat anaknya yang tenggelam di Samudra Atlantik. Ya, di tengah permasalahannya yang besar Spafford tetap dapat melihat penyertaan Tuhan di dalam hidupnya, sehingga berulang kali ia mengatakan, "Nyamanlah jiwaku, nyamanlah jiwaku."

Yakub adalah sosok yang harus mengalami banyak rasa duka pada masa tuanya. Setelah anak kesayangannya, Yusuf, dikabarkan mati, kini ia harus bersiap-siap kehilangan anak bungsunya, Benyamin. Ia tahu bahwa hal itu sangat sulit bagi dirinya, bahkan ia pun menyebut apa yang dialaminya sebagai malapetaka (ayat 6). Namun, di tengah segala rasa duka yang berat di hatinya, Yakub masih mengingat dan tetap berharap bahwa Allah yang Mahakuasa tetap menyertai dirinya dan juga anak-anaknya (ayat 14).

Di tengah susah dan beratnya hidup ini, kita perlu tetap belajar menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Kemahakuasaan-Nya akan tetap menyertai anak-anak-Nya. Inilah hal yang mesti selalu kita ingat dan syukuri. Memang kita kerap "tidak melihat" tangan Tuhan beserta kita, tetapi bukan berarti Tuhan tidak beserta kita. Barangkali Tuhan membiarkan kita hanya melihat padang gurun yang gersang, tetapi sesungguhnya Dia telah menyiapkan sungai di depan kita -RY

DI TENGAH KESULITAN APA PUN
INGATLAH AKAN PENYERTAAN TUHAN


SABDA.org

19 May 2008

Suku Indian

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka. Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk didewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu. Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya. Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya. sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

Renungan :
Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan "begitu kejam" melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Ia setia, Ia mengasihi kita, dan Ia selalu berjaga-jaga bagi kita.


God is too wise to be mistaken.
God is too good to be unkind
So,
When you don't understand Him And
When you can't see His plan And
When you can't trace His hand
JUST TRUST HIS HEART.


Source Unknown

Have A Good Day Everyday

Siapa yang bisa menikmati keindahan hari pada saat Anda tidak pernah meningglkan rumah sakit atau kursi roda, bagun dan pergi tidur di sel penjara atau di daerah perang?

Kebanyakan orang tidak bisa, tetapi tidak bisakah kita mencobanya? Bagaimanapun, “Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita di dalamnya” (Mazmur 118:24). “Inilah hari” mencakup setiap hari. Hari-hari perceraian, hari-hari ujian akhir, hari-hari pembedahan, hari-hari pembayaran pajak.

Saat anda terjebak pada “hari yang sama sekali tidak menyenangkan, mengerikan, tidak ada yang baik, dan sangat buruk”, berilah hari itu kesempatan. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda ingat.

Anda tidak lagi memiliki hari kemarin. Kemarin sudah pergi ketika Anda tidur. Sudah berlalu. Anda tidak bisa mengubah, menggeser, atau memperbaikinya. Maaf, Anda tidak boleh mengulangnya.

Anda belum memiliki hari esok. Kecuali jika Anda mempercepat orbit bumi atau menyuruh matahari untuk terbit dua kali sebelum akhirnya terbenam, hari ini Anda tidak bisa menjalani hari esok. Anda hanya memiliki hari ini.

Apa yang bisa kita lakukan? Berkonsultasilah kepada Yesus. Beberapa kali Dia menggunakan kata hari di Kitab Suci, kata itu memberikan formula yang sangat menggembirakan untuk mengangkat kita kepada status tertinggi.

Penuhi hari Anda dengan Anugerah-Nya (Grace).
Aku memberitahukan kebenaran yang sesungguhnya”, jawab Yesus, “bahwa mulai hari ini kau akan bersama-Ku di dalam Firdaus” (Lukas 23:43).

Percayakan hari Anda dalam pengawasan-Nya (Oversight).
Berikanlah kami setiap hari makan kami yang secukupnya” (Lukas 11:3).

Ikuti tuntunan-Nya (Direction).
Jika ada di antara kalian yang menjadi pengikut-Ku, kau harus menyangkal dirimu. Kau juga harus memikul salibmu setiap hari dan mengikut Aku” (Lukas 9:23)

Anugerah (Grace), Pengawasan (Oversight), Tuntunan (Direction).
G-O-D

Penuhilah hari Anda dengan hadirat Allah. Beri kesempatan kepada hari Anda.

Sumber : Have A Good Day Everyday, Max Lucado

Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Umpamanya saat sekarang jam 17:50 sore, setelah Anda sibuk kerja seharian, anda sedang dalam perjalanan pulang dengan mengendarai mobil sendirian, Anda sangat tegang dan tidak enak badan, tiba-tiba anda merasa sakit yang sangat di dada dan mulai menjalar ke lengan dan dagu. Tetapi jarak ke Rumah Sakit yang terdekat kira-kira masih 5 km, lebih celakanya lagi Anda tidak tahu apakah dapat mempertahankan diri begitu jauh.


Harus Bagaimana?
Anda dulu pernah dilatih cara CPR (cara menolong orang lain yang berhenti bernapas), tetapi instruksinya tidak pernah mengajarkan cara bagaimana menolong diri sendiri.

Saat sendirian, kena serangan jantung bagaimana cara pertolongan pertamanya? Seseorang ketika jantungnya tidak dapat berdenyut secara normal, serta merasa hampir pingsan, ia hanya mempunyai waktu kira-kira 10 detik, setelah itu akan hilang kesadaran dan pingsan. Jika di sekitarnya tidak ada orang yang memberi pertolongan pertama, penderita harus menggunakan waktu 10 detik yang singkat ini berusaha menolong diri sendiri.


Jawaban
Jangan panik, usahakan berbatuk terus dengan sekuat tenaga. Setiap kali sebelum batuk harus tarik napas dalam-dalam, kemudian berbatuk dengan kuat-kuat, dalam-dalam dan panjang-panjang, seperti kalau hendak mengeluarkan dahak yang berada dalam dada. Setiap selang 2 detik, harus tarik napas sekali dan berbatuk sekali, hingga pertolongan tiba, atau hingga merasa denyut jantung sudah normal, baru boleh istirahat.

Tujuan tarik napas untuk memasukkan oksigen ke dalam paru-paru. Tujuan batuk untuk menekan jantung agar aliran darah bersirkulasi. Menekan jantung juga dapat membantu denyut jantung kembali normal. Pertolongan pertama ini untung memberi kesempatan agar bisa tiba ke Rumah Sakit terdekat.


Pesan
Sebarkan cara pertolongan pertama serangan jantung ini. Mungkin akan berguna untuk menolong mereka. Jangan kira kalau usia anda belum mencapai 25 atau 30 tahun bisa terbebas dari serangan jantung. Pola hidup sekarang ini memungkinkan serangan jantung secara tiba-tiba menyerang siapa saja, tanpa peduli berapa umur mereka.

Terima kasih, Tuhan Memberkati.


Sumber : Article published by Journal of General Hospital Rochester

Penghiburan Kita

Bacaan : Yohanes 11:25-36

Ayah saya adalah seorang yang tegar. Namun suatu pagi, setelah menerima sebuah kabar melalui telepon, ia menangis. Seingat saya, itulah satu-satunya kesempatan saya melihatnya menangis di hadapan keluarga kami. Ternyata, ia baru saja mendengar berita meninggalnya kakek saya.

Kematian adalah bagian alami dari kehidupan. Namun toh setiap kali kematian datang, apalagi jika ia menjemput orang yang kita cintai, ada perasaan berduka yang muncul. Namun, berdasarkan bacaan hari ini, sebagai orang beriman setidaknya ada dua penghiburan yang bisa kita pegang saat kita berduka.

Pertama, bahwa dalam Yesus manusia tidak akan mati selama-lamanya (ayat 25). Itu berlaku juga bagi kita. Kematian di bumi ini hanya me-misahkan kita sementara saja dengan orang-orang yang kita kasihi. Kelak kita semua akan bertemu kembali.

Kedua, bahwa Tuhan mengerti benar perasaan kita. Dia menangis ketika melihat Maria dan orang-orang Yahudi meratapi kematian Lazarus (ayat 35). Tuhan yang penuh kasih benar-benar mengerti kedukaan kita akibat kematian. Dan, Dia pun turut berduka bersama kita!

Kedua hal tersebut dapat menjadi penghiburan ketika kita berduka akibat kehilangan seseorang yang terkasih. Kedua hal ini bahkan dapat kita pegang untuk menguatkan kita dalam segala situasi. Hidup kita hanya sementara. Segala masalah di dalamnya pasti akan berlalu. Selain itu, Tuhan yang Pengasih sungguh-sungguh mengerti apa yang kita rasakan. Kita tidak pernah bergumul sendirian -ALS

AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP;
SIAPA SAJA YANG PERCAYA KEPADA-KU
IA AKAN HIDUP WALAUPUN IA SUDAH MATI-YESUS


SABDA.org

18 May 2008

Nandur Pari Jero

Bacaan : 2Korintus 11:1-6

Idep-idep nandur pari jero (Lebih baik menanam pari jero). Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa, ungkapan ini kerap diucapkan untuk menyiratkan sebuah kesadaran bahwa mereka tidak berani memastikan sesuatu yang belum terjadi. Pari jero adalah sebuah varitas padi lokal yang enak rasanya dan berbau harum, tetapi masa tanamnya agak panjang, sehingga dalam setahun hanya bisa dipanen dua kali. Ungkapan nandur pari jero hendak menandakan sikap atau tindakan yang disadari akan lama membuahkan hasil, sehingga untuk itu kita harus sabar dan setia menanti.

Menanti sesuatu tentu membutuhkan kesabaran dan kesetiaan. Itulah pesan Paulus kepada jemaat Korintus, dan juga kepada kita, agar sabar dan setia menanti kedatangan Tuhan, sekalipun masa penantian itu bisa panjang. Paulus takut kalau-kalau pikiran kita akan disesatkan dan berpaling dari Yesus (ayat 3). Apalagi di dunia ini akan banyak tawaran tentang "Yesus yang lain", "Injil yang lain", "roh yang lain" dari yang Paulus beritakan (ayat 4). Pikiran kita memang bisa disesatkan oleh beberapa hal, khususnya bila kita tak tahu kapan penantian itu akan berakhir. Kadang mungkin kita merasa seperti orang yang sedang nandur pari jero; kita tak tahu kapan Tuhan datang. Terlebih dalam hidup yang serbainstan ini, kita bisa mudah menjadi tak sabar, segera ingin menerima janji-janji-Nya.

Sesungguhnya, masa penantian akan kedatangan Tuhan ini menguji kesetiaan kita. Musuh ketidakpastian adalah ketidaksabaran, dan sahabat ketidakpastian adalah kepercayaan dan iman kita kepada Kristus -AGS

MESKI KADANG TAMPAK LAMBAT
NAMUN KENYATAANNYA ALLAH TAK PERNAH TERLAMBAT


SABDA.org

17 May 2008

Cara Untuk Suatu Hari Yang Berbahagia

  1. HARI INI SAYA TIDAK AKAN MEMBALAS DENDAM : Bila seseorang berlaku kasar, bila seseorang berlaku tidak sabar, bila seseorang tidak ramah, saya tidak akan berlaku demikian.

  2. HARI INI SAYA AKAN MEMOHON TUHAN MEMBERKATI “MUSUH” SAYA : Bila saya menjumpai seseorang yang memperlakukan saya dengan kasar atau tidak adil, saya diam-diam akan memohon pada Tuhan untuk memberkati orang itu. Saya memahami bahwa “musuh” saya boleh jadi adalah seorang anggota keluarga, tetangga, teman sekerja atau orang yang tidak saya kenal.

  3. HARI INI SAYA AKAN BERHATI-HATI DENGAN KATA-KATA SAYA : Saya akan berhati-hati dan mengendalikan kata-kata saya dan meyakini bahwa saya tidak menyebar gosip.

  4. HARI INI SAYA AKAN BERJALAN LEBIH JAUH : Saya akan menemukan cara untuk menolong dengan berbagi beban dengan orang lain.

  5. HARI INI SAYA AKAN MEMAAFKAN : Saya akan memaafkan setiap sakit dan luka hati yang saya temui.

  6. HARI INI SAYA AKAN MELAKUKAN HAL YANG BAIK UNTUK SESEORANG, TETAPI SAYA AKAN MELAKUKANNYA DIAM-DIAM : Secara anonim saya akan mencoba menjadi berkat bagi orang lain

  7. HARI INI SAYA AKAN MEMPERLAKUKAN ORANG LAIN SEBAGAIMANA SAYA INGIN DIPERLAKUKAN : Saya akan melakukan aturan emas – berlakulah pada orang lain sebagaimana Anda ingin mereka memperlakukan Anda – pada setiap orang yang saya jumpai.

  8. HARI INI SAYA AKAN MEMBERI SEMANGAT PADA SESEORANG YANG SEDANG PUTUS ASA : Senyum saya, kata-kata saya, dukungan saya, dapat membuat perbedaan bagi orang yang sedang bergumul dalam kehidupannya.

  9. HARI INI SAYA AKAN MEMELIHARA TUBUH SAYA : Saya akan makan secukupnya; saya hanya akan makan makanan yang sehat. Saya akan bersyukur pada Tuhan untuk tubuh saya.

  10. HARI INI SAYA AKAN BERTUMBUH SECARA ROHANI : Saya akan memberikan waktu lebih banyak untuk berdoa hari ini: Saya akan membaca sesuatu yang rohaniah hari ini; saya akan mencari tempat yang tenang (pada suatu saat pada hari ini) dan mendengarkan firman Tuhan.

Meredam Pertengkaran

Bacaan : Kejadian 26:12-31

Dalam sebuah bukunya, Anthony de Mello menceritakan kisah ini: Ada dua orang bijak yang selama puluhan tahun tinggal bersama dengan damai. Tak pernah sekali pun mereka cekcok. Suatu hari, seorang dari mereka berkata, "Bagaimana kalau hari ini kita mencoba untuk bertengkar?" Yang lain setuju, "Baik, mari kita pertengkarkan sepotong roti ini." Lalu mereka bersiap-siap memulai pertengkaran itu. Orang pertama berkata, "Roti ini punyaku. Ini milikku semua." Orang bijak kedua menyahut, "Tidak apa-apa. Silakan saja ambil semua." Pertengkaran itu pun gagal.

Dalam bacaan kita hari ini, para gembala Ishak dan gembala Gerar mempertengkarkan sumur yang digali untuk memberi minum ternak mereka. Sumur itu layak menjadi rebutan karena airnya yang berbual-bual (ayat 19). Namun, Ishak tidak mau berlama-lama dalam pertengkaran itu. Ia pun memilih pindah ke tempat lain dan menggali sumur yang baru. Sikap Ishak itu pun menuai simpati. Si orang Gerar kemudian memutuskan untuk berdamai (ayat 28,29).

Keinginan untuk menguasai adalah akar masalah dalam relasi antarmanusia. Biasanya pertengkaran dipicu dan dipacu oleh sifat lebih suka menerima daripada memberi; mempertahankan, menuntut, meminta bagian kita. Kita hanya berfokus pada bagaimana orang memerhatikan, menghormati, bersimpati dengan kita. Kita hanya mau didengar, dituruti, dan dimengerti. Sayangnya, kita tidak mau melakukan hal yang sama terhadap orang lain. Padahal tidak jarang, justru dengan memberi kita mendapatkan. Ishak telah membuktikannya -AYA

MEREDAM KEINGINAN UNTUK MENGUASAI
AKAN MEREDAM PERTENGKARAN


SABDA.org

Faith and Righteousness

Today's Scripture

Abraham believed God, and it was accounted to him for righteousness” (Galatians 3:6).

So many people today are looking for ways to be righteous or to be in “right standing” with God. The Bible simply says that when we believe God, that’s righteousness. The proof, or evidence, of our faith in Him is found in our actions. The Bible says that faith without works is dead. That means, when we really believe something, our actions will support what we believe. Because Abraham believed God, he obeyed His word and left his father’s land even when he didn’t even know where he was going. In the same way, when we believe God, we have to leave some things behind in order to embrace the new life He has in store. As you let go of the old and, by faith, embrace God’s promises, know that He is leading you down paths of righteousness for His Name’s sake! Keep believing, keep stepping out, knowing that your best days are ahead of you. As you follow His leading, you’ll walk in righteousness and live the abundant life He has in store for you.

A Prayer for Today

Father in heaven, today I choose to accept and believe Your Word by faith. Thank You for making me righteous and help me to follow You all the days of my life. In Jesus’ Name. Amen.


Joel Osteen Ministries

Arsip Weekend's Scripture (Update Weekly)

12 April 2008 :
"Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
(Lukas 6:38)

19 April 2008 :
"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
(Matius 6:34)

26 April 2008 :
"Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum."
(Amsal 11:24-25)

3 Mei 2008 :
"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan."
(Kolose 3:13-14)

10 Mei 2008 :
"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."
(Amsal 3:5-6)

17 Mei 2008 :
"Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3)

24 Mei 2008 :
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur". (Filipi 4:6)

31 Mei 2008 :
"Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya." (Yakobus 1:4-8)

7 Juni 2008 :
"Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:9)