Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

07 May 2008

Death Of Jesus

06 May 2008

Pentingnya Keanggotaan Gereja Lokal

Apa bedanya menjadi anggota gereja dengan menjadi anggota organisasi macam klub olah raga atau hipermarket tertentu?

Perbedaannya terletak pada pemahaman tentang gereja. Gereja bukan sekedar organisasi, melainkan sebuah "organisme". Sesuatu yang hidup. Itu sebabnya dalam Alkitab metafora gereja bukan benda mati, melainkan benda hidup, tubuh. Setiap anggota, akan "hidup" dalam arti berfungsi dan memenuhi "tujuannya" kalau melekat pada tubuh. Sebaliknya, anggota yang terlepas dari tubuh, tidak akan berfungsi.

Berbeda dengan organisasi macam klub olahraga atau hipermarket. Dengan masuk menjadi anggotanya, betul, kita bisa mendapat "keuntungan" tertentu. Namun kalaupun tidak, kita tidak menjadi "tidak hidup" atau tidak "berfungsi".

Rick Warren dalam bukunya, The Purpose Driven Life (Diterbitkan oleh Gandum Mas, 2005) , mengatkan, "Jika sebuah organ dipisahkan dari tubuhnya, ia akan melemah dan mati. Organ itu tidak bisa hidup dari dirinya sendiri, demikian juga Anda. Terpisah dan terpotong dari "sumber" hidup berupa gereja lokal, kehidupan rohani Anda akan melemah dan akhirnya mati. Karena itu, gejala pertama dari kemunduran rohani biasanya adalah tidak teratur menghadiri kebaktian ibadah dan pertemuan umat percaya lainnya.

Hal serupa dikatakan Joshua Harris di bukunya, Stop Dating the Church! (Diterbitan oleh Gloria Graffa, 2007), "Setiap orang kristiani dipanggil untuk terikat secara mendalam dengan sebuah gereja. Mengapa? Karena gereja merupakan kunci utama dari kesehatan dan pertumbuhan rohani orang kristiani."

Dengan begitu, kita tidak hanya dipanggil untuk menjadi percaya, tetapi juga untuk menjadi anggota tubuh Kristus (1 Korintus 12:27).

Menjadi anggota sebuah komunitas sebetulnya juga sudah menjadi "kodrat" manusia (Kejadian 2:18). Johann G. Herder, filsuf penyair dari Eropa, mengatakan bahwa manusia memiliki the idea of longing. Kebutuhan untuk masuk dalam sebuah kelompok.


Dasar Biblis

Sebetulnya tidak ada ayat Alkitab yang secara langsung dan tegas mengayakan bahwa kita harus jadi anggota gereja lokal. Keanggotaan gereja pada zaman Perjanjian Baru bisa dibilang lebih merupakan keanggotaan "teologis" daripada "organisatoris". Kalau Anda sudah percaya kepada Kristus, kita satu keluarga, tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, budak atau orang merdeka, pria dan wanita.

Bisa dimengerti, karena orang kristiani ketika itu belum banyak. Pula gereja belum seaneka ragam sekarang. Di satu kota jemaat hanya satu; Jemaat Korintus, Jemaat Filipi, dan sebagainya. Memang terjadi juga perpecahan di kalangan jemaat, seperti di Jemaat Korintus, tetapi tidak lantas membuat orang memisahkan diri dan membangun gereja baru di lain tempat seperti kerap terjadi di zaman sekarang : kecewa dengan gereja yang ada, lalu bikin gereja baru.

Namun, secara tidak langsung hal penting dari keanggotaan gereja lokal bisa di lihat, misalnya dengan penyebutan jemaat Filip, Korintus, Efesus, dan sebagainya. Bahkan setiap kali kata ekklesia atau kuriake (artinya : gereja) disebut dalam Alkitab, selalu menunjuk pada jemaat lokal tertentu.

Di samping itu, gereja adalah gagasan Tuhan bukan sekedar rancangan atau program yang di bikin oleh manusia (Matius 16:18). Kalau gereja itu prakarsa Tuhan, kita tidak boleh menganggap sepele hal keanggotaan gereja ini.


Dasar Praktis
Secara praktis pentingnya keanggotaan gereja lokal berkenaan dengan identitas, tanggung jawab, dan komitmen kita :

  1. Identitas : gereja seumpama sebuah keluarga. Tidak masuk keanggotaan sebuah gereja, ibarat kita tidak punya keluarga, domba tanpa kawanan.
  2. Tanggung Jawab : bedanya antara pacaran engan menikah adalah pada tangguh jawab. Menikah bukan hanya menerima yang baik, melainkan juga yang buruk. Dengan menjadi anggota, kita akan lebih memiliki rasa tanggung jawab.
  3. Komitmen : bukan hanya yang tertulis (menjadi anggota gereja ada janji-janji yang diucapkan); melainkan juga secara tidak tertulis (ada semacam "ikatan spiritual").

Kesimpulan :
  1. Keanggotaan gereja menunjukkan kita adalah orang-orang yang percaya (Yohanes 13:35). Perhatikan kata "saling" dalam ayat tersebut. Menunjukkan keterhisaban dalam satu kelompok. Dalam Perjanjian Baru lebih dari 50 kali kata "saling" atau "satu dengan yang lain" ditulis, "Kita bersatu dalam Kristus untuk memberi kesaksian kepada dunia ini. Kesaksian kristiani bukan sekedar individualis, melainkan juga kolektif. Karena itu kita butuh orang lain.
  2. Keanggotaan gereja membantu kita mengembangkan otot-otot rohani; kita tidak akan bertumbuh maksimal secara rohani kalau hanya menjadi "penonton yang pasif" atau "kutu loncat". (Efesus 4:16)
  3. Tubuh Kristus membutuhkan setiap kita, setiap kita memiliki peran yang unik dalam gereja, itulah yang disebut "pelayanan". Untuk itu Tuhan telah telah memberikan karunia-karunia rohani (1 Korintus 12:7). Perhatikan kata "church". Dua gabungan huruf CH. CH tidak ada artinya tanpa UR (you are).
  4. Dengan terikat pada sebuah gereja kita pun lebih dimungkinan untuk berperan serta dalam meneruskan misi Tuhan Yesus di dunia. Misi Tuhan Yesus tidak berakhir dengan kenaikan-NYA ke Surga, tetapi diteruskan oleh gereja. (Efesus 2:10)
  5. Keterikatan dengan sebuah gereja akan membantu menjaga kita dari kemunduran. Tidak ada yang bebas dari pencobaan. Siapa pun bisa jatuh ke dalam dosa. Kita diberi tanggung jawab sebagai pribadi untuk saling menjaga (Ibrani 3:13).

Sumber :
  • Rick Warren, The Purpose Driven Life, Kehidupan yang Digerakkan Oleh Tujuan, Gandum Mas, 2005.
  • Joshua Harris, Stop Dating the Church!, Menghentikan Kebiasaan Berpindah-pindah Gereja dan MEnjadi JEmaat yang Berkomitmen, Gloria Graffa, 2007
  • Renungan Harian Edisi Mei, 2008.

Misteri Alkitab

This is pretty strange how it worked out this way. Even if you are not religious, you should read this.

Cukup mencengangkan bgm mungkin semua ini bisa terjadi. Walau Anda tidak cukup religius tetap harus baca ini.


Q: What is the shortest chapter in the Bible?
A: Psalm 117

Tanya: Apa Bab yg paling pendek di Alkitab ?
JWB: Mazmur 117

117:1. Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
117:2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!


Q: What is the longest chapter in the Bible?
A: Psalm 119

Tanya: Apa Bab terpanjang di Alkitab ?
Jwb: Mazmur 119, ada 176 ayat


Facts: There are 594 chapters before Psalms 118. There are 594 chapters after Psalms 118. Add these numbers up and you get 1188.

Fakta : Ada 594 Bab sebelum Mazmur 118 dan ada 594 Bab lagi setelah Mazmur 118. Jumlahkan angka-angka ini (594+594) dan Anda mendapatkan 1188


Q: What is the centre verse in the Bible?
A: Psalm 118:8

Tanya: Ayat mana yang merupakan titik tengah di Alkitab ?
Jwb: Mazmur 118:8

118:8 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.


Does this verse say something significant about God's perfect will for our lives? The next time someone says they would like to find God's perfect will for their lives and that they want to be in the centre of His will, just send them to the centre of His Word!

Apakah ayat2 tersebut tidak mencerminkan kesempurnaan kehendak TUHAN untuk hidup kita? Lalu orang sering kali berkata mereka selalu ingin mencari kehendak TUHAN untuk hidup mereka, dan bahwa mereka ingin berada di dalam kehendakNya, bacakanlah titik tengah dari FirmanNya!


Psalms 118:8 (NKJV)
"It is better to trust in the LORD than to put confidence in man."

Now isn't that odd how this worked out… or was God in the centre of it? Before sending this, I said a prayer for you. Have you got a minute — 60 seconds for God? All you do is simply say a small prayer for the person who sent you this to you.

Mazmur 118:8 :
“Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia”.

Nah, mengherankan bukan, bagaimana hal itu bisa terjadi. Atau memang TUHAN yang melakukan? Sebelum mengirim ini, aku berdoa untukmu. Punyakah semenit untuk TUHAN? Anda hanya perlu hal sederhana, ucapkan doa kecil untuk orang yang mengirimkan ini.


"Father God, bless my friend in whatever it is that you know he or she may be needing this day! May their life be full of your peace, prosperity, and power as they seek to have a closer relationship with You. Amen."

Bapa, berkati temanku, dalam keadaan apapun, cukupkahlah keperluan mereka akan hari ini, penuhilah hidup mereka oleh damai-sejahteraMu, dan kuasaMu sebagaimana mereka selalu rindu berada di dekat Mu. Amin.


Send it to other people. Within hours, they have prayed for you, and you caused many people pray to God for other people. Then sit back and watch the power of God at work in your life for doing the thing that you know He loves.

Kirimkan ke teman, dalam beberapa jam teman kamu telah berdoa untukmu dan Anda telah membuat banyak orang berdoa utk orang lain, lalu nantikan Kuasa TUHAN bekerja dalam hidupmu untuk melakukan sesuatu sesuai dg kehendakNya.


When things get tough, always remember, faith doesn't get you around trouble, it gets you through it!

"When you relinquish the desire to control your future, you obtain happiness."

Dalam berbagai hal kuatlah, dan ingatlah, Iman tidak mendatangkan masalah, iman membuatmu dapat mengatasi masalah!

“Bila Anda tidak kuatir akan masa depan, maka Anda akan merasa bahagia.”


May God bless you!
TUHAN memberkati !

The Power of Two

Today's Scripture

“Two are better than one… If one falls down, his friend can help him up” (Ecclesiastes 4:9-10).

Today's Word from Joel and Victoria

God likes two together. The Bible says in Matthew 18 that there is power when two or more pray in agreement. One can put a thousand to flight, but two can put ten thousand to flight! Where there are two or more gathered in His name, God is there. And just like Jesus sent the disciples out in pairs of two to fulfill their mission, God will send a friend or partner to come along side you to help you fulfill your life’s mission. You may not see that special friend or partner right now; but remember, you are never alone because you and God are a majority. Why don’t you step out and be that friend that someone needs today. Is there someone in your life that you can reach out to and offer encouragement and support? Can you be that friend that helps someone when they fall? Sometimes a simple phone call or note of encouragement is all it takes. Be willing to support your friends. Get behind their dreams and encourage them to press forward. As you sow those seeds of hope and faith, God will bring people in your life to encourage you, too, and you’ll move forward in victory all the days of your life.

A Prayer for Today

Father God, thank You for the privilege to come before Your throne. Thank You for empowering me by Your Spirit. I ask that You show me ways to be a blessing and encouragement to the people around me. In Jesus’ Name. Amen.

Source : Joel Osteen Ministries

Tetaplah Berpaut

Bacaan : Yesaya 40:27-31

Puisi terkenal berjudul Foot Prints berkisah tentang seseorang yang tengah berjalan bersama Tuhan di sebuah pantai. Ketika menoleh ke belakang, ia melihat dua pasang jejak kaki; sepasang jejak kakinya, sepasang lagi jejak kaki Tuhan. Lalu ia menemukan, pada masa-masa berat dalam hidupnya, ternyata jejak kaki itu hanya tinggal sepasang. Ia pun memprotes, "Tuhan, pada masa-masa berat dalam hidupku, mengapa Engkau justru meninggalkan aku?" Tuhan menjawab, "Aku tidak pernah meninggalkanmu. Jejak kaki itu hanya sepasang karena Aku sedang menggendong kamu."

Umat Israel dalam bacaan kita juga tengah mengalami masa-masa yang berat. Mereka harus kehilangan tanah air dan hidup sebagai bangsa "buangan" di negeri asing. Begitu berat rasanya hidup yang mesti dijalani hingga mereka merasa, "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku" (ayat 27). Namun, benarkah Tuhan telah meninggalkan mereka? Tidak. Tuhan tidak pernah berhenti memerhatikan mereka (ayat 28); juga memberi kekuatan dan semangat (ayat 29). Kuncinya: tidak bersandar pada kekuatan sendiri (ayat 30), dan tetap berpaut kepada-Nya (ayat 31).

Jadi, apabila hidup kita menjadi sulit; beban hidup menekan hebat, kesusahan terus menghantam, dan kita seolah-olah berjalan di lorong gelap tak berujung, janganlah berkecil hati. Tetaplah berpaut kepada-Nya. Kasih-Nya melampaui kasih seorang ibu kepada anak kandungnya (Yesaya 49:15). Benar, Dia tidak selalu mengabulkan apa yang kita inginkan, tetapi Dia tidak akan pernah mengecewakan. Pasti -AYA

TUHAN TIDAK MENJANJIKAN JALAN HIDUP YANG MULUS
TETAPI DIA MENJANJIKAN KEKUATAN

SABDA.org

05 May 2008

The Secret

One day, one friend asked another, “How is it that you are always so happy? You have so much energy, and you never seem to get down.”

With her eyes smiling, she said, “I know the Secret!”

“What secret is that?”, to which she replied, “I’ll tell you all about it, but you have to promise to share the Secret with others.”

“The Secret is this : I have learned there is little I can do in my life that will make me truly happy. I must depend on God to make me happy and to meet my needs. When a need arises in my life, I have to trust God to supply According to HIS riches. I have learned most of the time I don’t need half of what I think I do. He has never let me down. Since I learned that ‘Secret’, I am happy”

The questioner’s first thought was, “That’s too simple!”. But upon reflecting over her own life she recalled how she thought a bigger house would make her happy, but it didn’t! She thought a better paying job would make her happy, but it hadn’t.

When did she realize her greatest happiness? Sitting on the floor with her grandchildren, playing games, eating pizza or reading a story, A simple gift from God.

Now you know it too! We can’t depend on people to make us happy. Only GOD in His infinite wisdom can do that. Trust HIM! And now I pass the Secret on to you! So once you get it, what will you do?

YOU have to tell someone the Secret, too! That GOD in His wisdom will take care of YOU! But it’s not really a secret…

We just have to believe it and do it…

Really trust God!

Humor : True Love

Kisah dari sebuah Universitas di Jakarta tentang seorang gadis muda yang baru meninggal bulan lalu. Namanya Samara. Dia meninggal karena tertabrak truk. Samara punya seorang pacar namanya Ari. Kedua nya saling menyayangi. Mereka selalu berteleponan. Kamu tidak akan pernah melihat Samara tanpa handphonenya.

Sampai2 dia mengganti kartu Telkomsel nya ke indosat, agar mereka berdua berada di network yang sama dan mengirit pulsa serta signal yang kuat. Samara menghabiskan hampir setengah hari untuk mengobrol dengan Ari. Keluarga Samara pun tahu hubungan mereka. Ari sangat dekat dengan keluarga Samara (bayangkan hubung an mereka).

Sebelum dia meninggal dia selalu berkata pada teman2nya, "Kalo gua meninggal tolong kuburkan gua sama handphone gua". Dia juga mengatakan hal yang sama kepada orangtuanya. Setelah Samara meninggal tidak ada yang dapat mengangkat peti matinya. Saya juga berada disana. Banyak orang termasuk saya
yang mencoba tapi tetap tidak bisa. Akhirnya mereka memanggil "orang pintar". Dia memegang sebatang kayu dan mulai berbicara sendiri perlahan. Setelah beberapa menit orang pintar itu berkata, "Gadis ini kehilangan sesuatu disini." Lalu teman2 Samara berkata kepada orang pintar itu tentang keinginannya untuk dikubur dengan handphonenya. Kemudian mereka membuka kembali peti mati nya
dan menaruh handphone serta Simcardnya. Setelah itu mereka mencoba untuk mengangkat kembali peti matinya. Peti mati itu dapat diangkat dan dipindahkan ke mobil jenazah dengan mudah. Kami semua yang melihat ini sangat kaget.

Keluarga Samara tidak memberitahukan tentang kematian Samara kepada Ari. Setelah 2 minggu kematian Samara, Ari menelepon mama Samara dan berkata, "Saya akan pulang hari ini, tolong buatkan masakan yang enak untukku. Dan jangan katakan pada Samara bahwa aku akan datang, aku ingin membuat kejutan untuknya."

Mama Samara menjawab, "Datanglah dahulu, tante ingin memberi tahu sesuatu". Setelah Ari datang, mereka memberitahukan tentang kematian Samara. Ari mengira mereka sedang bercanda, dia hanya tertawa dan berkata

"Jangan bercanda, bilang pada Samara untuk keluar, aku membawa sesuatu untuknya." Akhirnya mereka membawa Ari ke kuburan Samara. Lalu Ari berkata, "Ini tidak mungkin. Kami berbicara kemarin. Dia masih tetap menelepon". Ari sangat terkejut. Tiba-tiba handphonenya berbunyi, "Lihat ini dari Samara, lihat ini..."

Ari memperlihatkan handphonenya ke keluarga Samara, dan mereka menyuruh Ari untuk menjawab. Ari menjawab telepon itu dengan memakai speaker. Mereka semua mendengar pembicaraan itu dengan sangat jelas jernih, tidak ada gangguan apapun. Dan itu benar2 suara Samara dan sangat tidak mungkin ada orang lain yang memakainya karena SimCard nya sudah dikubur bersama Samara.

Mereka semua sangat terkejut dan memanggil "orang pintar" untuk membantu mereka lagi. "Orang pintar" itu membawa temannya untuk mencari jawaban atas keanehan ini. Orang pintar dan temannya itu bekerja selama 5 jam. Dan akhirnya mereka menemukan jawaban nya.. ...

INDOSAT mempunyai signal yang TERBAIK. Kemanapun kamu pergi, jaringannya selalu ada (he...he..he. ..he...he. .)

Bersahabat Dengan-NYA

Sahabat adalah orang yang kepadanya kita percaya. Dengan seorang sahabat kita dapat menceritakan semua kesesakan bahkan rahasia kita, sehingga kita beroleh kelegaan, ketenangan, dan kedamaian. Seorang sahabat bersedia memahami keadaan kita meski belum tentu selalu menyetujui pilihan-pilihan kita. Dengan sahabat, kita berani menjadi diri sendiri, tampil apa adanya tanpa perlu memakai polesan dan mengupayakan kesan tertentu.

Yesus berkata kepada kita, "Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku" (ayat 15). Semua yang penting dan perlu telah Dia bagikan kepada sahabat-sahabat-Nya. Wow, betapa terhormatnya kita, karena Yesus bersedia merendahkan diri dan memperlakukan kita sebagai sahabat-Nya. Bukan karena kita layak, melainkan karena Yesus melayakkan kita menjadi sahabat-Nya, sehingga Dia mau membagikan "rahasia"-Nya kepada kita, yakni segala sesuatu yang Dia ketahui dari Bapa-Nya. Bukan itu saja! Pada puncak pernyataan kasih-Nya, Dia bahkan memberikan nyawa-Nya untuk kita, sahabat-sahabat-Nya (ayat 13).

Pertanyaannya, apakah kita juga menjadikan Yesus sahabat kita? Sungguhkah kita rela memercayakan semua rahasia kepada-Nya, dan memberi tahu Dia tentang semua yang kita lakukan dan pergumulkan? Lebih jauh lagi, apakah kita juga rela memberikan nyawa kita demi Dia, Sahabat kita? Bahwa Yesus adalah Sahabat kita, itu pasti. Bahwa kita adalah sahabat Yesus, itu yang harus dibuktikan -DKL

JIKA KITA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH DALAM SEGALA HAL
KITA AKAN DIPIMPIN KEPADA HIDUP YANG BAHAGIA-THECLA MERLO


SABDA.org

Safety in Numbers

Today's Scripture

“Where no wise guidance is, the people fall, but in the multitude of counselors there is safety” (Proverbs 11:14).

Today's Word from Joel and Victoria

Are you facing an important decision today? God wants to give you the answer. He wants to direct your steps. Many times, He will speak to us through the people He has placed in our lives. The Bible says that safety is found in a multitude of advisors. God designed us to live in families, communities, and congregations. We need to be open to receiving input from the people who are close to us. That doesn’t mean you have to follow everything everyone tells you, but if you’re in a particular situation or relationship, and all the people around you are giving you the same word of caution, it might be God trying to get a message to you. Take that advice and bring it before the Lord in prayer. Ask Him to confirm His perfect plan to your heart. Remember, wisdom comes from God, and wise counsel will always be in agreement with God’s Word. He will always confirm the answer when you ask Him. What ever you are facing today, be open to receiving wise counsel. As you do, you will be blessed and protected and walk in confidence down the path the Lord has prepared for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for the people You have placed in my life as wise counsel. Help me understand Your truth so that I can make Godly choices. Keep me close to You always. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

04 May 2008

Living the Full Life

Today's Scripture

“The earth is the Lord’s and the fullness of it…” (Psalm 24:1).

Today's Word from Joel and Victoria

God wants you to live an abundant and satisfied life. He wants you to enjoy the fullness of the earth and life’s experiences. When you open your mind to new things and new situations, you are broadening your horizons and opening yourself to new opportunities. It’s easy to get stuck in a rut, doing the same thing the same way all the time. But when you open yourself to new people and new ideas, you are making room for God to reveal Himself to you. You are making room for Him to work in your life. Make the decision to explore something new this week. Take a different route home from work. Try something new on the menu at lunch. Be open to new people who may not necessarily look like you or act like you. Let God direct and broaden your horizons. As you do, you’ll encounter new opportunities and live the satisfied, full life the Lord has in store for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, I open my heart and mind to You today. I ask that You help me broaden my perspective so I can experience the full life You have for me. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Garam & Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

"Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya", ujar Pak tua itu.

"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu.

"Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?".

"Segar", sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.

"Tidak", jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.

"Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. "Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.