Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

06 May 2008

The Power of Two

Today's Scripture

“Two are better than one… If one falls down, his friend can help him up” (Ecclesiastes 4:9-10).

Today's Word from Joel and Victoria

God likes two together. The Bible says in Matthew 18 that there is power when two or more pray in agreement. One can put a thousand to flight, but two can put ten thousand to flight! Where there are two or more gathered in His name, God is there. And just like Jesus sent the disciples out in pairs of two to fulfill their mission, God will send a friend or partner to come along side you to help you fulfill your life’s mission. You may not see that special friend or partner right now; but remember, you are never alone because you and God are a majority. Why don’t you step out and be that friend that someone needs today. Is there someone in your life that you can reach out to and offer encouragement and support? Can you be that friend that helps someone when they fall? Sometimes a simple phone call or note of encouragement is all it takes. Be willing to support your friends. Get behind their dreams and encourage them to press forward. As you sow those seeds of hope and faith, God will bring people in your life to encourage you, too, and you’ll move forward in victory all the days of your life.

A Prayer for Today

Father God, thank You for the privilege to come before Your throne. Thank You for empowering me by Your Spirit. I ask that You show me ways to be a blessing and encouragement to the people around me. In Jesus’ Name. Amen.

Source : Joel Osteen Ministries

Tetaplah Berpaut

Bacaan : Yesaya 40:27-31

Puisi terkenal berjudul Foot Prints berkisah tentang seseorang yang tengah berjalan bersama Tuhan di sebuah pantai. Ketika menoleh ke belakang, ia melihat dua pasang jejak kaki; sepasang jejak kakinya, sepasang lagi jejak kaki Tuhan. Lalu ia menemukan, pada masa-masa berat dalam hidupnya, ternyata jejak kaki itu hanya tinggal sepasang. Ia pun memprotes, "Tuhan, pada masa-masa berat dalam hidupku, mengapa Engkau justru meninggalkan aku?" Tuhan menjawab, "Aku tidak pernah meninggalkanmu. Jejak kaki itu hanya sepasang karena Aku sedang menggendong kamu."

Umat Israel dalam bacaan kita juga tengah mengalami masa-masa yang berat. Mereka harus kehilangan tanah air dan hidup sebagai bangsa "buangan" di negeri asing. Begitu berat rasanya hidup yang mesti dijalani hingga mereka merasa, "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku" (ayat 27). Namun, benarkah Tuhan telah meninggalkan mereka? Tidak. Tuhan tidak pernah berhenti memerhatikan mereka (ayat 28); juga memberi kekuatan dan semangat (ayat 29). Kuncinya: tidak bersandar pada kekuatan sendiri (ayat 30), dan tetap berpaut kepada-Nya (ayat 31).

Jadi, apabila hidup kita menjadi sulit; beban hidup menekan hebat, kesusahan terus menghantam, dan kita seolah-olah berjalan di lorong gelap tak berujung, janganlah berkecil hati. Tetaplah berpaut kepada-Nya. Kasih-Nya melampaui kasih seorang ibu kepada anak kandungnya (Yesaya 49:15). Benar, Dia tidak selalu mengabulkan apa yang kita inginkan, tetapi Dia tidak akan pernah mengecewakan. Pasti -AYA

TUHAN TIDAK MENJANJIKAN JALAN HIDUP YANG MULUS
TETAPI DIA MENJANJIKAN KEKUATAN

SABDA.org

05 May 2008

The Secret

One day, one friend asked another, “How is it that you are always so happy? You have so much energy, and you never seem to get down.”

With her eyes smiling, she said, “I know the Secret!”

“What secret is that?”, to which she replied, “I’ll tell you all about it, but you have to promise to share the Secret with others.”

“The Secret is this : I have learned there is little I can do in my life that will make me truly happy. I must depend on God to make me happy and to meet my needs. When a need arises in my life, I have to trust God to supply According to HIS riches. I have learned most of the time I don’t need half of what I think I do. He has never let me down. Since I learned that ‘Secret’, I am happy”

The questioner’s first thought was, “That’s too simple!”. But upon reflecting over her own life she recalled how she thought a bigger house would make her happy, but it didn’t! She thought a better paying job would make her happy, but it hadn’t.

When did she realize her greatest happiness? Sitting on the floor with her grandchildren, playing games, eating pizza or reading a story, A simple gift from God.

Now you know it too! We can’t depend on people to make us happy. Only GOD in His infinite wisdom can do that. Trust HIM! And now I pass the Secret on to you! So once you get it, what will you do?

YOU have to tell someone the Secret, too! That GOD in His wisdom will take care of YOU! But it’s not really a secret…

We just have to believe it and do it…

Really trust God!

Humor : True Love

Kisah dari sebuah Universitas di Jakarta tentang seorang gadis muda yang baru meninggal bulan lalu. Namanya Samara. Dia meninggal karena tertabrak truk. Samara punya seorang pacar namanya Ari. Kedua nya saling menyayangi. Mereka selalu berteleponan. Kamu tidak akan pernah melihat Samara tanpa handphonenya.

Sampai2 dia mengganti kartu Telkomsel nya ke indosat, agar mereka berdua berada di network yang sama dan mengirit pulsa serta signal yang kuat. Samara menghabiskan hampir setengah hari untuk mengobrol dengan Ari. Keluarga Samara pun tahu hubungan mereka. Ari sangat dekat dengan keluarga Samara (bayangkan hubung an mereka).

Sebelum dia meninggal dia selalu berkata pada teman2nya, "Kalo gua meninggal tolong kuburkan gua sama handphone gua". Dia juga mengatakan hal yang sama kepada orangtuanya. Setelah Samara meninggal tidak ada yang dapat mengangkat peti matinya. Saya juga berada disana. Banyak orang termasuk saya
yang mencoba tapi tetap tidak bisa. Akhirnya mereka memanggil "orang pintar". Dia memegang sebatang kayu dan mulai berbicara sendiri perlahan. Setelah beberapa menit orang pintar itu berkata, "Gadis ini kehilangan sesuatu disini." Lalu teman2 Samara berkata kepada orang pintar itu tentang keinginannya untuk dikubur dengan handphonenya. Kemudian mereka membuka kembali peti mati nya
dan menaruh handphone serta Simcardnya. Setelah itu mereka mencoba untuk mengangkat kembali peti matinya. Peti mati itu dapat diangkat dan dipindahkan ke mobil jenazah dengan mudah. Kami semua yang melihat ini sangat kaget.

Keluarga Samara tidak memberitahukan tentang kematian Samara kepada Ari. Setelah 2 minggu kematian Samara, Ari menelepon mama Samara dan berkata, "Saya akan pulang hari ini, tolong buatkan masakan yang enak untukku. Dan jangan katakan pada Samara bahwa aku akan datang, aku ingin membuat kejutan untuknya."

Mama Samara menjawab, "Datanglah dahulu, tante ingin memberi tahu sesuatu". Setelah Ari datang, mereka memberitahukan tentang kematian Samara. Ari mengira mereka sedang bercanda, dia hanya tertawa dan berkata

"Jangan bercanda, bilang pada Samara untuk keluar, aku membawa sesuatu untuknya." Akhirnya mereka membawa Ari ke kuburan Samara. Lalu Ari berkata, "Ini tidak mungkin. Kami berbicara kemarin. Dia masih tetap menelepon". Ari sangat terkejut. Tiba-tiba handphonenya berbunyi, "Lihat ini dari Samara, lihat ini..."

Ari memperlihatkan handphonenya ke keluarga Samara, dan mereka menyuruh Ari untuk menjawab. Ari menjawab telepon itu dengan memakai speaker. Mereka semua mendengar pembicaraan itu dengan sangat jelas jernih, tidak ada gangguan apapun. Dan itu benar2 suara Samara dan sangat tidak mungkin ada orang lain yang memakainya karena SimCard nya sudah dikubur bersama Samara.

Mereka semua sangat terkejut dan memanggil "orang pintar" untuk membantu mereka lagi. "Orang pintar" itu membawa temannya untuk mencari jawaban atas keanehan ini. Orang pintar dan temannya itu bekerja selama 5 jam. Dan akhirnya mereka menemukan jawaban nya.. ...

INDOSAT mempunyai signal yang TERBAIK. Kemanapun kamu pergi, jaringannya selalu ada (he...he..he. ..he...he. .)

Bersahabat Dengan-NYA

Sahabat adalah orang yang kepadanya kita percaya. Dengan seorang sahabat kita dapat menceritakan semua kesesakan bahkan rahasia kita, sehingga kita beroleh kelegaan, ketenangan, dan kedamaian. Seorang sahabat bersedia memahami keadaan kita meski belum tentu selalu menyetujui pilihan-pilihan kita. Dengan sahabat, kita berani menjadi diri sendiri, tampil apa adanya tanpa perlu memakai polesan dan mengupayakan kesan tertentu.

Yesus berkata kepada kita, "Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku" (ayat 15). Semua yang penting dan perlu telah Dia bagikan kepada sahabat-sahabat-Nya. Wow, betapa terhormatnya kita, karena Yesus bersedia merendahkan diri dan memperlakukan kita sebagai sahabat-Nya. Bukan karena kita layak, melainkan karena Yesus melayakkan kita menjadi sahabat-Nya, sehingga Dia mau membagikan "rahasia"-Nya kepada kita, yakni segala sesuatu yang Dia ketahui dari Bapa-Nya. Bukan itu saja! Pada puncak pernyataan kasih-Nya, Dia bahkan memberikan nyawa-Nya untuk kita, sahabat-sahabat-Nya (ayat 13).

Pertanyaannya, apakah kita juga menjadikan Yesus sahabat kita? Sungguhkah kita rela memercayakan semua rahasia kepada-Nya, dan memberi tahu Dia tentang semua yang kita lakukan dan pergumulkan? Lebih jauh lagi, apakah kita juga rela memberikan nyawa kita demi Dia, Sahabat kita? Bahwa Yesus adalah Sahabat kita, itu pasti. Bahwa kita adalah sahabat Yesus, itu yang harus dibuktikan -DKL

JIKA KITA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH DALAM SEGALA HAL
KITA AKAN DIPIMPIN KEPADA HIDUP YANG BAHAGIA-THECLA MERLO


SABDA.org

Safety in Numbers

Today's Scripture

“Where no wise guidance is, the people fall, but in the multitude of counselors there is safety” (Proverbs 11:14).

Today's Word from Joel and Victoria

Are you facing an important decision today? God wants to give you the answer. He wants to direct your steps. Many times, He will speak to us through the people He has placed in our lives. The Bible says that safety is found in a multitude of advisors. God designed us to live in families, communities, and congregations. We need to be open to receiving input from the people who are close to us. That doesn’t mean you have to follow everything everyone tells you, but if you’re in a particular situation or relationship, and all the people around you are giving you the same word of caution, it might be God trying to get a message to you. Take that advice and bring it before the Lord in prayer. Ask Him to confirm His perfect plan to your heart. Remember, wisdom comes from God, and wise counsel will always be in agreement with God’s Word. He will always confirm the answer when you ask Him. What ever you are facing today, be open to receiving wise counsel. As you do, you will be blessed and protected and walk in confidence down the path the Lord has prepared for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for the people You have placed in my life as wise counsel. Help me understand Your truth so that I can make Godly choices. Keep me close to You always. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

04 May 2008

Living the Full Life

Today's Scripture

“The earth is the Lord’s and the fullness of it…” (Psalm 24:1).

Today's Word from Joel and Victoria

God wants you to live an abundant and satisfied life. He wants you to enjoy the fullness of the earth and life’s experiences. When you open your mind to new things and new situations, you are broadening your horizons and opening yourself to new opportunities. It’s easy to get stuck in a rut, doing the same thing the same way all the time. But when you open yourself to new people and new ideas, you are making room for God to reveal Himself to you. You are making room for Him to work in your life. Make the decision to explore something new this week. Take a different route home from work. Try something new on the menu at lunch. Be open to new people who may not necessarily look like you or act like you. Let God direct and broaden your horizons. As you do, you’ll encounter new opportunities and live the satisfied, full life the Lord has in store for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, I open my heart and mind to You today. I ask that You help me broaden my perspective so I can experience the full life You have for me. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Garam & Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

"Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya", ujar Pak tua itu.

"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu.

"Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?".

"Segar", sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.

"Tidak", jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.

"Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. "Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

03 May 2008

Pengalaman KKN

Shalom,

Rekan-rekan netter, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya ketika KKN (Kuliah Kerja Nyata) tahun 1991.

Pada bulan Juli 1991 kami mendapat tugas KKN dari kampus kami Universitas Riau - Pekanbaru, lama pelaksanaan KKN adalah dua bulan sesuai dengan kurikulum di kampus. Kami ditempatkan di Desa Tenggayun Kecamatan Bukit Kapur Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau, Lokasi Desa ini persis berhadapan dengan Selat Malaka. Group kami berjumlah enam orang mahasiswa yang berasal dari berbagai Fakultas yang terdiri dari 4 cowok dan 2 cewek, dan hanya saya sendiri yang beragama Kristen.

Sebelum berangkat ke desa lokasi KKN saya tidak tahu mengenai kondisi desa termasuk komposisi penduduk, mata pencaharian, adat-istiadat, kebiasan dlsb. Kebenaran saya telat bergabung dengan group sehingga saya tidak terlibat diskusi-diskusi mengenai desa lokasi. Pendeknya saya buta tentang desa lokasi KKN yang akan kami masuki. Saya baru bergabung dengan teman satu group persis ketika akan memasuki Bus yang akan mengantar kami ke pelabuhan pemberangkatan. Rombongan kami berjumlah lebih kurang 100 Mahasiswa yang akan di sebar ke beberapa Desa di Kabupaten Bengkalis terutama di sekitar kepulauan Bengkalis.

Perjalanan menuju Ibukota kecamatan Bukit Kapur yaitu Sungai Pakning melalui jalur laut atau naik Kapal Laut yang di sebut juga Pompong (kapal laut yang terbuat dari kayu dan bermesin tempel), perjalanan ini ditempuh lebih kurang 6 jam. Di Ibukota Kecamatan (Sungai Pakning) kami di sambut oleh Camat Kecamatan Bukit Kapur. Kami di beri wejangan dan juga di beritahu tentang kondisi desa lokasi KKN sebenarnya. Saya sangat terkejut mendengar penjelasan Pak Camat, bahwa desa yang akan kami masuki yaitu desa Tenggayun termasuk salah satu desa yang paling rawan, penduduknya hampir semuanya muslim kecuali satu keluarga keturunan tionghoa. Desa tenggayun ini adalah sebuah desa yang menghadap langsung ke selat malaka dan dikelilingi oleh hutan karet rakyat yang tidak terurus, dan jalan menuju desa tengayun dari desa sepahat(desa tetangga) adalah jalan tanah yang selalu becek dan berlumpur karena sepanjang tahun tidak pernah terkenan sinar matahari langsung akibat tertutupnya sinar matahari oleh hutan karet yang tidak terurus tsb. Menurut Pak Camat, desa Tenggayun ini disebut paling rawan karena didesa tersebut masih banyak yang punya "ilmu" tinggi, dan sering ada yang meninggal karena terkena "ilmu" atau "racun".

Hari berikutnya kami berangkat dari Ibukota Kecamatan menuju desa Tenggayun dengan menumpang kapal laut pompong dengan lama perjalanan 4 jam. Kami dijemput oleh Kepala Desa setibanya disana. Pengalaman yang tidak terlupakan pertama sekali adalah ketika saya dibonceng oleh Kepala Desa dengan motor GL Pronya, motor jatuh dan kepala saya menghantam jalanan yang terbuat dari tanah keras, kepala saya pusing sekali dan perasaan mau muntah saja terus, ketika saya coba membuka mata yang terlihat hanya gelap, hitam dan tidak ada yang kelihatan semuanya gelap. Kemudian saya di tandu sampai ke rumah kepala desa, dalam hati saya berdoa kepada Tuhan agar saya di beri kekuatan dan disembuhkan segera. Saya di beri minum air putih dan saya coba buka mata lagi yang terlihat masih gelap dan hitam dan kepala rasanya sakit sekali dan hampir muntah karena rasanya mual, saya berkata dalam hati bahwa saya harus sembuh dan harus kuat.

"Tuhan tolong saya Tuhan", itu yang saya katakan dalam hati. Saya di tidurkan dan diminta istirahat akan tetapi saya menolak dan ingin duduk saja sambil bersandar ditempat yang terang yaitu di teras rumah Pak Kepala Desa, saya minta minum lagi dan setelah minum satu gelas saya buka mata pelan-pelan dan mulai kelihatan cahaya walaupun masih samar-samar, saya berkata lagi dalam hati bahwa saya sehat dan kuat karena Tuhan tolong saya. Satu jam kemudian saya sudah pulih dan mulai segar, Puji Tuhan dengan berkat dan kasihNya yang begitu Indah, akhirnya saya dapat kembali melihat Indahnya dunia ciptanNya.

Saya pulih kira-kira masuk waktu maghrib, rekan-rekan muslim beserta kepala desa melakukan sholat magrib di masjid didepan rumah pak kepala desa. Selepas pulang sholat maghrib rekan-rekan saya beserta Kades (kepala desa) mengatakan bahwa hampir semua jemaah masjid bertanya tentang saya dan kenapa saya tidak ikut sholat, akan tetapi pak kades mengatakan bahwa saya kurang sehat. Rupanya pak kades telah tahu dari rekan-rekan saya bahwa saya beragama kristen, dan dia berusaha menutupi hal itu kepada masyarakat desa.

Hari pertama di desa Tenggayun.

Pada saat sarapan pagi bersama kades dan keluarganya, kades berkata bahwa tadi malam ada tamu yang datang dan bertanya ke dia, tamu itu adalah "mahluk" penjaga desa yang berbentuk ular besar dan panjang, "mahluk" itu bertanya tentang saya karena kebetulan lokasi saya jatuh adalah lokasi perlintasan "mahluk" lain berbentuk harimau jadi-jadian yang sering melintas di hutan karet. Menurut kades biasanya orang yang jatuh dilokasi kami jatuh atau di tempat perlintasan mahluk tsb biasanya meninggal, mendengar perkataan kades tsb saya jadi merinding juga. Dan salah seorang teman saya sesama mahasiswa KKN rupanya mengetahui kedatangan "mahluk" ular tsb pada malam itu, karena teman saya ini juga punya semacam "ilmu" sehingga dia bisa melihat kedatangan "tamu" tsb. Dan rekan saya bersama kades rupanya malam itu kedatangan tamu "mahluk" tsb.

Kades memberi penjelasan kepada mahluk tsb bahwa saya berasal dari Medan Sumatera Utara dan ingin memberikan sesuatu yang berarti buat kemajuan desa. Sore harinya pak kades memberi tahu calon rumah posko KKN, ada dua rumah dan kami dibebaskan memilih salah satunya.

Kedua rumah menurut pak kades sama-sama bermasalah, rumah pertama disekelilingnya ditempati oleh orang-orang yang punya ilmu tinggi yang mempunyai racun yang mematikan, dan menurut kades biasanya racun peliharaan orang-orang tsb biasanya menuntut untuk membunuh nyawa manusia minimal satu orang dalam setahun, dan kalau tidak diikuti maka nyawa anggota keluarga akan melayang, sehingga seringkali ada nyawa yang melayang karena ilmu tsb, pilihannya adalah daripada anggota keluarga sendiri yang meninggal mending orang lain. Mendengar penjelasan tsb rekan-rekan saya dan saya juga pada ketakutan dan wajanya pada pucat semua.

Rumah kedua disekililingnya terdapat lokasi jin-jin dan mahluk-mahluk penjaga desa, dan seringkali disekeiling rumah kedua diadakan semacam pemujaan lewat sesajen dan sebagainya. Kami mengahadapi masalah pelik dalam memilih rumah posko KKN, kalau di ibaratkan seperti makan buah simalakama.

Perlu juga diketahui bahwa menjadi kades harus punya ilmu tinggi juga yang kira-kira sanggup mengatasi ilmu-ilmu masyarakat di sekelilingnya. Rekan-rekan saya semakin pucat saja mendengarkan tentang kedua rumah calon posko KKN tsb. Kita hanya saling pandang dan tidak tahu harus memilih yang mana, karena sama parahnya. Rekan-rekan cewek menyarankan agar kami kembali ke kampus di Pekanbaru dan tidak mengikuti KKN lagi, atau minta pindah lokasi KKN ke kampus. Semuanya pada terdiam tidak tahu harus bagaimana, akhirnya salah seorang cewek peserta KKN berkata, "Okelah sekarang kita bertanya ke Juanto karena dia sudah mengalami sesuatu setibanya didesa dan sampai pingsan lagi, nah sekarang bagaimana pendapat mu tentang kedua rumah tersebut, dan kami semua sekarang hanya menunggu keputusanmu".

Saya jawab begini, "Kemarin saya jatuh dan pingsan, kemarin itu saya memang harus jatuh dan sakit, jadi tidak ada hubungannya dengan mahluk atau apapun, ya saya jatuh karena jalannya licin berlumpur dan berlobang, coba anda bayangkan naik motor dengan kecepatan 60 Km/jam dan tiba-tiba masuk lobang yang lumayan dalam yah pasti terjungkal dan jatuh dan kebetulan saya tidak pakai helm, yah jadinya kepala saya langsung berbenturan dengan benda keras. Mengenai kedua rumah tsb, saya cenderung memilih rumah kedua yang disekelilingnya ada mahluk halus atau "orang bunian" daripada rumah pertama, karena kalau rumah pertama disekelilingnya banyak yang punya racun, kalau namanya racun pasti mematikan walaupun kita belum tahu jenis racun tsb dan sebaiknya kita menjauhi racun, untuk rumah yang kedua kalau anda sekalian percaya dengan mahluk halus atau "orang bunian" selama anda tidak menggangunya maka "orang bunian" tsb tidak akan menggangu anda". Dan akhirnya kami memilih rumah kedua.

Sore harinya kami langsung membersihkan rumah posko KKN kami yang merupakan Rumah Dinas Guru SD yang disekilingnya ditempat oleh mahluk halus atau "orang bunian". Pada saat kami membersihkan rumah tsb banyak juga penduduk yang datang dan kita bersendagurau, dan salah seorang penduduk desa namanya Pak Haji Hasan menganggap kami semua adalah muslim dan beliau mengatakan bahwa haram hukumnya orang kristen menginjak desa mereka, ngeri juga saya mendengarnya.

Sore hari seperti biasa rekan-rekan muslim sholat maghrib pada saat maghrib dan masyarakat bertanya kemana satu orang lagi kenapa tidak datang sholat????

Hari kedua di desa Tenggayun

Hari kedua di desa tenggayun atau hari pertama di posko KKN, ketika pagi hari kita bangun dan saling cerita ternyata kami semua mengalami mimpi ketika tidur. Dan kebetulan didesa ada Pak Haji keturunan arab, saya lupa namanya. Beliau lebih dikenal dukun putih karena kerjanya hanya ngobatin orang yang sakit karena diracun atau kena ilmu atau semacamnya dan bagi penduduk di desa tenggayun beliau ini sangat dihormati karena kesaktiannya dalam mengobati berbagai penyakit "aneh". Ketika kami bertemu dengan beliau, masing-masing kami menceritakan mimpi yang kami alami.

Masing-masing teman bercerita bahwa mereka ketemu mahluk, ada yang seperti penunggang kuda bawa pedang, ada yang bersorban kuning dan tinggi besar dan lain-lain. Dan ternyata menurut Pak Dukun putih orang bunian tsb adalah penunggu desa atau orang bunian yang menjaga perbatasan desa sebelah timur, barat, utara dan selatan dan juga orang bunian yang tinggal di sekitar posko KKN yang kami tempati.

Ketika giliran saya ditanya, saya katakan bahwa saya dalam mimpi ketemu orang tua yang botak, saya bertanya kepada orang tua tsb, "Pak, katanya desa ini angker dan menakutkan", dan orang tua tsb menjawab, "Tidak ada yang perlu ditakutkan di desa ini, selama kalian bermaksud baik". Nah ternyata si orang tua botak yang datang ke mimpi saya tidak di kenali pak haji alias dukun putih tsb, dan dia bingung siapa yah????. Dan menurut saya hal ini adalah petunjuk baik bagi saya, agar saya tidak takut di desa ini.

Hari-hari berikutnya

Kita di desa ini tidak boleh makan sembarangan menurut nasehat bapak kades dan bapak dukun putih karena bisa fatal akibatnya, dan sudah banyak korban yang timbul karena kena racun atau "ilmu". Dan kita juga di nasehati untuk tidak memberi perhatian lebih kepada anak gadis atau pemuda desa, karena kalau kita memberikan perhatian kepada mereka bisa-bisa kita tidak ingat siapa-siapa kecuali hanya ingat mereka saja dan bisa lupa pada keluarga, atau bahasa lainnya kena pelet.

Kalau masyarakat desa mengadakan hajatan kita dilarang untuk makan dan minum oleh kades dan pak haji dukun putih, kecuali kalau mereka hadir disana, ini juga warning keras dari mereka buat kami. Kami serba susah di desa ini, karena kami sebagai mahasiswa KKN ingin membangkitkan rasa kebersamaan dan semangat mereka untuk membangun desa, akan tetapi sangat susah menyampaikan hal ini kependuduk karena penduduk tidak bisa dikumpulkan kalau tidak di masjid selepas sholat, tantangan berat juga. Begitu juga pemuda desa, mereka harus dikumpulkan dan diajak ngomong di masjid.

Memang sewaktu perkenalan mahasiswa KKN dengan penduduk desa diadakan di sekolah SD disekitar posko kami. Dan kebetulan kades bisa mengajak mereka berkumpul, disanalah saya paparkan tentang program yang akan kami laksanakan di desa. Merubah cara pandang masyarakat yang sudah lama dengan cara mereka sendiri sangat-sangat susah, misalnya saya telah mengalami jatuh ketika pertama sekali masuk desa ini karena disebabkan jalanan selalu licin dan berlumpur, saya jelaskan ke penduduk alangkah lebih baik kalau pohon karet jangan terlalu rapat dengan jalan agar sinar matahari dapat sampai langsung ke jalanan sehingga jalan dapat kering dan tidak selalau berlumpur. Jadi pohon-pohon karet di kiri-kanan sepanjang jalan (lebih kurang 3 km) harus di tebang untuk memberi sinar matahari mencapai tanah, karena lebar jalan hanya 3 meter jadi praktis jalanan selalu tertutup dan terlindungi oleh daun karet dari sinar matahari. Pendapat ini tidak disetujui oleh kebanyakan penduduk desa, katanya siapa berani menebang pohon karet kami maka orang tsb akan segera meninggal, ancamannya maut!!!!!!!!.

Saya jelaskan pelan-pelan ke penduduk desa. Pada minggu berikutnya selepas sholat jumat masyarakat desa kita ajak gotong royong untuk membersihkan dan memperbaiki jalan utama desa yang selalu tertutup pohon karet. Pertama sekali tidak ada yang berani untuk menebang pohon di sekitar jalanan, akhirnya saya minta untuk ditebang dan semua pohon karet yang berjarak 2 meter dikiri-kanan jalan harus di tebang demi perbaikan jalan, dan anehnya setelah kita mulai ternyata tidak ada yang protes atau marah dan akhirnya jalanan jadi terang dan sinar matahari sampai ke jalanan, padahal hal ini telah berlangsung tahunan dimana tidak ada yang berani untuk menebang pohon karet dikiri-kanan jalan. Sungguh Allah luar biasa dia mampu merubah cara berpikir masyarakat desa untuk menebang pohon dikiri-kanan jalan yang praktis menutup jalan dari sinar matahari, Allahku luar biasa jadi ingat saya dengan lagu ini.

Saya seringkali keluar masuk mesjid di desa ini bukan untuk sholat akan tetapi untuk mengajak masyarakat atau pemuda desa untuk berubah, dan biasanya setelah mereka habis sholat baru saya masuk ke mesjid. Karena teman-teman saya yang muslim kurang Percaya Diri bicara didepan orang banyak dan kurang mampu mengajak masyarakat untuk berbuat sesuat bagi desanya, akhirnya saya harus ikut, walupun saya beda agama dengan mereka, namun saya yakin bahwa penduduk desa mau berbuat sesuatu yang terbaik bagi desanya.

Pernah suatu kali ketika selepas rapat pembentukan karang taruna RW 5 di masjid RW 5, kita diajak oleh ketua RW ke rumahnya untuk bicara lebih detail mengenai program pengembangan di lingkungannya, kami bertiga langsung ikut ke rumah ketua RW sedang teman saya yang tiga lagi pulang ke posko KKN. Akan tetapi ketika baru menginjak tangga rumahnya, saya sudah mencium bau kemenyan, alamat tidak baik ini pikir saya. Ketika dipersilahkan duduk kita disuguhi minum teh manis panas, sambil cerita mengenai program di RW 5, kita sambil lirik melirik satu sama lain bertanya apakah kita harus minum atau tidak?, kalau tidak diminum bisa-bisa tuan rumah marah dan tersinggung, kalau diminum mungkin bisa fatal akibatnya. Pokoknya kita bingung. Dan akhirnya saya berdoa, "Ya Tuhan Yesus, mari berkati minuman ini untuk kesehatan kami. Amin".

Setelah berdoa langsung saya minum dan diikuti oleh teman-teman saya yang lain. Ternyata kepergian kami kerumah ketua RW 5 di ketahui oleh Bapak Dukun putih atau pak haji keturunan arab (lupa saya namanya), menurut dia syukur saudara bertiga selamat, karena sudah 42 orang yang bertamu kerumah itu makan dan minum dan ke-42 orang tsb meninggal, puyeng saya mendengar ini, dan selanjutnya sebenarnya bapak ketua RW 5 tidak punya ilmu akan tetapi yang punya ilmu itu adalah istrinya yaitu sejenis ilmu "leak" kalau di bali dimana kepalanya bisa terbang dan pisah dari tubuhnya untuk menghisap darah dan menghabisi lawannya atau orang yang tidak dia senangi, dan sudah 42 orang korban dari ilmu tsb.

Ketika bangun tidur saya cubit lengan saya, oh ternyata saya masih hidup, ternyata Tuhan Yesus jauh lebih kuat dari apapun di dunia ini, saya selamat dari ketakutan akan kematian karena minum teh di rumah bapak ketua RW 5, Saya memang sengaja bawa alkitab ke lokasi KKN dan selalu berdoa ketika mau tidur, doa-doa saya selalu di jawab oleh Tuhan Yesus, Puji Tuhan Allah maha besar, Dia selalu ada disisimu setiap saat. Saya merasakan betapa dekatnya Tuhan dengan saya karena Dia tidak membiarkan saya celaka.

Dari hari ke hari saya semakin akrab dengan penduduk, karena saya coba juga mengajar di SD pagi harinya dan mendatangi rumah penduduk setiap sore bergantian dari rumah yang satu ke rumah yang lain tetapi tanpa menikmati makanan dan minuman dari mereka, karena biasanya waktu kunjungan saya kerumah peduduk saya buat sesingkat mungkin.

Teman-teman saya yang muslim selalu bisa melihat sesuatu yang gaib atau mahluk halus sedang saya tidak pernah bisa melihatnya, pernah suatu kali kami mandi agak maghrib di sungai, nah teman-teman bisa ngeliat bayi yang masih merah mandi dan berenang dengan cekikikan di sungai dan saya tidak bisa melihatnya.

Saya melihat kuasa Tuhan dengan nyata

Ketika kami di desa KKN juga ada perayaan tahun baru islam atau lebih dikenal 1 Muharram dan saya ikut membantu, karena rekan-rekan meminta saya jadi panitia. Lebih repot lagi nih melaksanakannya.

Pada malam puncak perayaan 1 Muharram yang dipusatkan di masjid besar desa tenggayun, saya berangkat bersama teman-teman yang lain mau menuju mesjid, pada saat baru dijalan besar atau berjarak 50 meter dari posko KKN saya kembali menoleh kesamping mau melihat kembali ke arah posko KKN, dan pada saat itulah SAYA MELIHAT DENGAN NYATA KUASA TUHAN, SAYA MELIHAT CAHAYA SUNGGUH SANGAT TERANG YANG BERDIRI TEGAK SEPERTI SALIB, CAHAYANYA SANGAT TERANG DAN MAMPU MENERANGI SEKITARNYA YANG GELAP KARENA MALAM, YANG MEMBUAT SAYA SEMAKIN TERPESONA DENGAN KUASA TUHAN INI ADALAH KARENA SALIB BESAR BERCAHAYA TERSEBUT BERDIRI TEPAT DILOKASI YANG DIKATAKAN PENDUDUK DESA SANGAT ANGKER ATAU LOKASI ORANG BUNIAN, JADI TIDAK ADA YANG ANGKER BAGI ANAK TUHAN, KUASA TUHAN SUNGGUH SANGAT DAHSYAT.

Dengan penampakan ini saya ambil hikmahnya ada tiga yaitu, pertama adalah hanya mengikut Kristus saja yang benar, karena Dialah terang dan kebenaran itu, yang lain pasti tidak benar, karena Kristus telah menyelamatkan saya di kayu salib dan yang kedua kuasa Tuhan melebihi segalanya termasuk alam maut dan kematian, karena saya melihat bahwa salib itu berdiri di tempat yang kata orang tempat angker atau tempat mahluk-mahluk halus atau jin berada, jadi Tuhan mengalahkan kuasa kematian dan mengalahkan kuasa jin atau mahluk halus. Ketiga, Tuhan menyatakan kasihNya ke pada saya, ternyata dia mengasihi saya jauh melebihi pikiran saya.

Salib bercahaya tersebut tidak bisa dilihat teman saya yang muslim, sehingga dia bertanya sambil menggoncang tubuh saya "Ju, kamu sedang ngapain, kamu lihat apa sih?". Saya berpikir mungkin ada kuburan kristen di sekitar sini sehingga saya lihat ada salib, ternyata setelah cahaya itu pudar disana tidak ada kuburan kristen malah hanya tanah yang rata dan saya periksa tempat itu tidak ada kuburan kristen, lagian mana mungkin ada kuburan kristen, karena penduduk desa sudah mengharamkan kristen menginjak desa mereka.

Jadi menurut saya tidak ada tempat yang angker, sama juga di Desa Tenggayun tidak ada tempat yang angker dan tidak ada "racun" dan "ilmu" yang merajalela selama Tuhan beserta kita, dan saya yakin desa ini pun akan aman selamanya, karena Tuhan telah menampakkan diri lewat salibNya yang bercahaya di desa ini.

Setelah persitiwa tsb saya semakin dekat dengan penduduk desa, dan akhirnya pemuda desa tahu bahwa saya kristen dan malah mereka menawarkan untuk mengantar saya ke ibukota kecamatan (sungai pakning) setiap sabtu dan dijemput kembali hari senin, agar saya dapat kebaktian setiap hari minggu di gereja di sungai pakning.

Menjelang akhir KKN di desa tsb, saya selalu di sertai Tuhan buktinya saya selalu sehat dan semakin dekat kepada penduduk, dan menurut penduduk desa Tenggayun hanya saya mahasiswa KKN yang dekat dan kompak dengan penduduk desa, teman saya yang lima lagi menurut mereka kurang dekat dan kompak dengan mereka padahal mereka satu keyakinan dengan penduduk desa.

Diakhir masa KKN saya berbicara kepada Pak Haji Hasan dan mengatakan bahwa saya beragama kristen, dan dia berkata "Tidak apa-apa nak karena semua agama mengajarkan yang baik", syukur puji Tuhan bahwa pak haji hasan bisa juga menerima perbedaan dan tidak menolak saya lagi.

Begitulah pengalaman saya di lokasi KKN pada tahun 1991 di Desa Tenggayun Kecamatan Bukit Kapur Kabupaten Bengkalis, dimana saya merasakan dan melihat langsung kuasa Tuhan. Allah bekerja luar biasa selama saya berada di lokasi KKN.

Saya kembali menuliskan pengalam ini agar teman-teman mendapat berkat dan selalu dikuatkan dalam setiap pencobaan, karena Tuhan tidak pernah jauh dari kita,juga agar saya tetap dekat dengan Tuhan dalam suka maupun duka, dan agar saya tidak lupa dengan KasihNya yang sungguh ajaib.

Dan tujuan penulisan ini adalah mengenang kembali masa-masa KKN dan mengharapkan agar pembangunan di desa tenggayun lebih maju dan penduduk di sana mengalami damai sejahtera sekarang dan selama-lamanya.

Sekalian saya mau mengajak rekan-rekan netter untuk bernyanyi : "Allahku luar biasa, Yesus ku luarbiasa....... dst."


Terimakasih

Tuhan memberkati kita semua


Jakarta, 23 November 2000

Yang dikasihi Tuhan Yesus

Refresh Others

Today's Scripture

“A generous man will prosper; he who refreshes others will himself be refreshed” (Proverbs 11:25).

Today's Word from Joel and Victoria

God’s system works on the principle of sowing and reaping. Simply put, if you are kind to others, then others will be kind to you. What you sow, you shall reap. When you refresh others, you yourself will be refreshed. That word “refresh” means to restore or revive. When you reach out to others to restore them or offer strength to them, you are planting seeds for your own future. And there are many ways to refresh others—a smile, a kind word. You might buy someone a tank of gas. You could pay for someone’s groceries in line at the grocery store. You could make a special meal for a friend in need. If you ask God to show you how to refresh others, He will. Get in the habit of looking for ways to be a blessing to other people. Have a generous attitude, step out and refresh others. As you do, you’ll reap an abundant harvest in your life, and you will live the life of blessing the Lord has for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for being a blessing to me so that I can be a blessing to others. Show me ways to refresh people in my daily life and help always to honor You in everything I say and do. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Humor : Benar

Seorang wartawan terkenal begitu keras kepala dan ngotot dalam segala hal.

"Kau selalu menyangka bahwa kau benar," tegur atasannya. "Padahal kau juga pernah salah bukan?"

"Memang," sahut si wartawan. "Sekali waktu saya memang pernah salah."

"Nah! kau mengakuinya juga, bukan?" seru atasannya dengan gembira. "Kapan itu?"

"Beberapa waktu yang lalu," sahut wartawan, "Yaitu ketika saya menyangka bahwa saya salah; dan ternyata saya benar."