Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

02 May 2008

Orang Kong Hu Cu Yang Bertobat

Kejadian ini terjadi pada mama saya kurang lebih 10 tahun yang lalu. Sebelumnya, kami sekeluarga bukan pengikut Kristus, mengikuti kepercayaan leluhur yaitu Konghucu. Mama saya sering dirasuki oleh roh (iblis) yang mengaku sebagai kakaknya (bibi saya) yang meninggal karena gagal melahirkan, dan sekeluarga kami percaya bahwa itu adalah bibi saya dan kami takut sekali.

Karena kepercayaan kami dulu itu, kami menghormati dan memenuhi segala permintaannya. Tetapi mama saya tetap tidak sembuh malah makin gawat. Semakin dituruti semakin banyak permintaannya, dan setannya makin galak, marah-marah kalau datang, sesajennya kurang, dan mama selalu pesan pada kami bahwa kami harus menghormatinya, dan berpesan bahwa dia tidak sendirian datangnya alias bawa teman antara lain kakek, dan saudara-saudara lain yang sudah pada meninggal.

Kami selalu pakai tepekong dan mama dikasih minuman bercampur PHU (kertas berwarna yang ditulis - sejenis jimat). Setannya sih pergi tetapi tidak lama balik lagi dan seterusnya begitu terus.

Sampai suatu saat, ada saudara yang memberi tahu pada mama agar didoakan saja, dan tanpa sepengetahuan kami, mama pergi diam-diam dan didoakan karena dia sendiri tidak tahan disiksa.

Melalui doa pengusiran berkali-kali, setiap mama dirasuki kami selalu memanggil pendeta untuk melakukan pengusiran dan kadangkala kami praktekkan sendiri pengusirannya. Mulanya kami ragu apa kami mampu, tetapi janji Tuhan ya dan Amin dan kami mampu. Saya yakin itu bukan kemampuan saya melainkan Tuhan Yesus (Puji nama Tuhan, Halleluya).

Kami sekeluarga sudah percaya dan dibaptis.


Oleh: Liu Lina (Chung Li, Taiwan) - 21 Desember 2001

Christian Ways To Reduce Stress

An Angel says, "Never borrow from the future. If you worry about what may happen tomorrow and it doesn't happen, you have worried in vain. Even if it does happen, you have to worry twice."

  1. Pray

  2. Go to bed on time.

  3. Get up on time so you can start the day unrushed.

  4. Say No to projects that won't fit into your time schedule, or that will compromise your mental health.

  5. Delegate tasks to capable others.

  6. Simplify and unclutter your life.

  7. Less is more. (Although one is often not enough, two are often too many.)

  8. Allow extra time to do things and to get to places.

  9. Pace yourself. Spread out big changes and difficult projects over time; don't lump the hard things all together.

  10. Take one day at a time.

  11. Separate worries from concerns. If a situation is a concern, find out what God would have you do and let go of the anxiety. If you can't do anything about a situation, forget it.

  12. Live within your budget; don't use credit cards for ordinary purchases.

  13. Have backups; an extra car key in your wallet, an extra house key buried in the garden, extra stamps, etc.

  14. K.M.S. (Keep Mouth Shut). This single piece of advice can prevent an enormous amount of trouble.

  15. Do something for the Kid in You everyday.

  16. Carry a Bible with you to read while waiting in line.

  17. Get enough rest.

  18. Eat right.

  19. Get organized so everything has its place.

  20. Listen to a tape while driving that can help improve your quality of life.

  21. Write down thoughts and inspirations.

  22. Every day, find time to be alone.

  23. Having problems? Talk to God on the spot. Try to nip small problems in the bud. Don't wait until it's time to go to bed to try and pray.

  24. Make friends with Godly people.

  25. Keep a folder of favorite scriptures on hand.

  26. Remember that the shortest bridge between despair and hope is often a good "Thank you , Jesus."

  27. Laugh.

  28. Laugh some more!

  29. Take your work seriously, but not yourself at all.

  30. Develop a forgiving attitude (most people are doing the best they can).

  31. Be kind to unkind people (they probably need it the most )

  32. Sit on your ego.

  33. Talk less; listen more.

  34. Slow down.

  35. Remind yourself that you are not the general manager of the universe.

  36. Every night before bed, think of one thing you're grateful for that you've never been grateful for before. GOD HAS A WAYOF TURNING THINGS AROUND FOR YOU. "If God is for us, who can be against us?" (Romans 8:31)

Mukjizat Natal

Kisah nyata ini terjadi di malam Natal pada saat perang dunia pertama tahun 1914, tepatnya di front perang dunia bagian barat, di Eropa. Pada saat itu tentara Prancis, Inggris dan Jerman saling baku tembak satu dengan yang lain.

Di malam Natal yang dingin dan gelap begini hampir setiap prajurit merasa sudah bosan dan muak untuk berperang apalagi telah berbulan-bulan mereka meninggalkan rumah mereka, jauh dari isteri, anak maupun orangtuanya.

Pada malam Natal biasanya mereka selalu berkumpul bersama dengan seluruh anggota keluarganya masing-masing, makan bersama, bahkan menyanyi bersama di bawah pohon terang di hadapan tungku api yang hangat.

Berbeda dengan malam Natal yang sekarang ini, di mana cuaca di luar sangat dingin sekali dan salju pun turun dengan lebatnya, mereka bukannya berada di antara anggota keluarga yang mereka kasihi, melainkan berada di hadapan musuh perang mereka yang setiap saat bersedia untuk menembak mati siapa saja yang bergerak.

Tiada hadiah yang menunggu selain peluru dari senapan musuh, bahkan persediaan makananpun sudah berkurang sehingga hari inipun hampir seharian penuh mereka belum makan. Pakaianpun basah kuyup karena turunnya salju.

Biasanya mereka berada di lingkungan suasana yang hangat dan bersih, tetapi kali ini mereka berada di dalam lubang parit seperti layaknya seekor tikus, masih lumayan bisa mandi dan berpakaian bersih, tempat di mana mereka berada sekarang inipun basah, becek penuh dengan lumpur. Mereka menggigil kedinginan. Rasanya tiada keinginan yang lebih besar pada saat ini selain rasa damai untuk bisa berkumpul kembali dengan orang-orang yang mereka kasihi.

Seorang tentara sedang merintih kesakitan karena baru saja terkena tembakan, sedangkan tentara lainnya menggigil kedinginan, bahkan pimpinan mereka yang biasanya keras, tegas entah kenapa pada malam ini kelihatannya sangat sedih sekali, terlihat air matanya turun berlinang, rupanya ia teringat akan istri dan bayinya yang baru berusia enam bulan. Kapankah perang ini akan berakhir? Kapankah mereka akan bisa pulang kembali ke rumahnya masing-masing? Kapankah mereka bisa memeluk lagi orang-orang yang mereka kasihi?

Dan masih merupakan satu pertanyaan besar pula, apakah mereka bisa pulang dengan selamat dan berkumpul kembali dengan istri dan anak-anaknya? Entahlah...

Tidak sepatah katapun terdengar. Suasana malam yang gelap dan dingin terasa hening dan sepi sekali, masing-masing teringat dan memikirkan keluarganya sendiri. Selama berjam-jam mereka duduk membisu sedemikian rupa

Tiba-tiba dari arah depan di front Jerman, ada cahaya kecil yang timbul dan bergoyang, cahaya tersebut kelihatan semakin nyata. Rupanya ada seorang prajurit Jerman yang telah membuat pohon Natal kecil yang diangkat ke atas dari parit tempat persembunyian mereka, sehingga nampak oleh seluruh prajurit di front tersebut.

Pada saat yang bersamaan terdengar alunan lembut suara lagu “Stille Nacht, heilige Nacht” (Malam Kudus), yang pada awalnya hanya sayup-sayup kedengarannya, tetapi semakin lama lagu yang dinyanyikan tersebut semakin jelas dan semakin keras terdengar, sehingga membuat para pendengarnya merinding dan merasa pilu karena teringat akan anggota keluarga mereka yang berada jauh dari medan perang ini.

Ternyata seorang prajurit Jerman yang bernama Sprink yang menyanyikan lagu tersebut dengan suara yang sangat indah, bersih, dan merdu. Prajurit Sprink tersebut sebelumnya dikirim ke medan perang adalah seorang penyanyi tenor opera yang terkenal. Rupanya suasana keheningan dan gelapnya malam Natal tersebut telah mendorong dia untuk melepaskan emosinya dengan menyanyikan lagu tersebut, walaupun ia mengetahui dengan menyanyikan lagu tersebut, prajurit bisa mengetahui tempat di mana mereka berada.

Ia bukan hanya sekadar menyanyi dalam tempat persembunyiannya saja, ia berdiri tegak, tidak membungkuk lagi, bahkan ia naik ke atas sehingga dapat terlihat dengan nyata oleh semua musuh-musuhnya. Melalui nyanyian tersebut ia ingin membawakan kabar gembira sambil mengingatkan kembali makna dari Natal ini, ialah untuk berbagi rasa damai dan kasih. Untuk ini ia bersedia mengorbankan jiwanya, ia bersedia mati ditembak oleh musuhnya. Tetapi apakah ia ditembak mati?

Tidak! Entah kenapa seakan-akan ada mukjizat yang terjadi sebab pada saat yang bersamaan semua prajurit yang ada di situ turut keluar dari tempat persembunyiannya masing-masing dan mereka mulai menyanyikannya bersama. Bahkan seorang tentara Inggris musuh beratnya Jerman, turut mengiringi mereka menyanyi sambil meniup dua peniup bagpipes (alat musik Skotlandia) yang dibawanya khusus ke medan perang. Mereka menyanyikan lagu Malam Kudus ini dengan rasa pilu dan air mata yang turun berlinang.

Yang tadinya lawan sekarang menjadi kawan, sambil saling berpelukan mereka menyanyikan bersama lagu Malam Kudus dalam bahasanya masing-masing, di sinilah rasa damai dan sukacita benar-benar terjadi. Setelah itu, mereka meneruskan menyanyi bersama dengan lagu Adeste Fideles (Hai Mari Berhimpun), mereka berhimpun bersama, tidak ada lagi perbedaan pangkat, derajat, usia maupun bangsa, bahkan perasaan bermusuhanpun hilang dengan sendirinya.

Mereka berhimpun bersama dengan musuh mereka yang seharusnya saling menembak, membunuh satu dengan yang lain, tetapi entah kenapa dalam suasana Natal tersebut mereka ternyata bisa berkumpul dan menyembah bersama kelahiran Yesus, Sang Juru Selamat. Rupanya inilah mukjizat Natal yang benar-benar bisa membawa suasana damai di malam yang suci.

Saya berharap melalui tulisan ini dapat membagikan rasa kasih dan damai kepada rekan-rekan dan para pembaca budiman serta mengajak kita semua untuk merenungkan kembali makna Natal yang sebenarnya.

Apabila ternyata masih ada luka batin yang belum sembuh, marilah kita mengambil kesempatan di hari Natal ini untuk saling memaafkan dan mendoakan satu dengan yang lain biarlah damai dari Kristus bertahta di hati kita.

Matius 5:9 : Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Ya Tuhan, Engkau menyinari malam paling suci ini dengan Cahaya Damai-Mu. Ajarilah kami untuk melihat kedamaian yang seharusnya kami cari, kedamaian yang seharusnya kami jaga, dan kedamaian yang harus kami bagi. Semangat hari ini dan setiap hari, menjadi seperti hari Natal, seperti Engkau mengilhami diri kami untuk membawa damai dan pengampunan bagi sesama orang yang kami jumpai. Terima kasih untuk kelahiran-Mu di dunia ini Tuhan Yesus, kelahiran-Mu membawa keajaiban bagi dunia ini dan bagi hidup kami. Segala pujian, hormat dan syukur kami naikkan bagi-Mu Yesus Kristus, Sang Raja. Amin

Ask For Wisdom

Today's Scripture

“If any of you lacks wisdom, he should ask God, who gives generously to all without finding fault, and it will be given to him” (James 1:5).

Today's Word from Joel and Victoria

Do you need wisdom for something today? Ask God. He loves it when you call upon Him, and He longs to give generously to you. Do you need wisdom to lead your family? Do you need wisdom on your job? Do you need wisdom for a decision you have to make in life? Ask God! The next verse goes on to say that when you ask, you must ask in faith without wavering. That means you have to be absolutely determined to get your answer from Him. You can’t just ask and then decide to do things your own way, or doubt that He will give you the answer. That’s being double-minded. When you’re double-minded, the Bible says you won’t be able to receive anything from the Lord. Don’t let that be you! Have a one-track mind that’s focused on God and His promises. Believe that He is going to generously bless you with His wisdom. As you keep an attitude of faith and expectancy, He’ll cause you to rise higher and higher, and you’ll live the abundant life He has in store for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for being a good and generous God. Thank You for pouring out Your abundant blessing in my life. Keep my heart and mind focused on You always. In Jesus’ Name. Amen.

From : Joel Osteen Ministries

Mampukan Kita Mencintai Tanpa Syarat?

Based on True Story :

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam. Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun dan dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.


Rutinitas ini dilakukan pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang masih kuliah.


Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata, "Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu".

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya, "Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".


Pak suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak2 mereka, "Anak2ku, jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian (sejenak kerongkongannya tersekat), kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit."


Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh di pelupuk mata ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu. Sampailah akhirnya pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa apa2. Di saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru di situlah pak Suyatno bercerita.


"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu2. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit".

30 April 2008

Humor : Pulang Ke Surga

Ada seorang laki-laki yang ayahnya baru saja meninggal. Ia datang ke gereja dan menemui seorang pendeta. Ia bertanya, "Pak pendeta, apakah ayah saya sudah masuk Surga?"

"Belum, anakku, ayahmu masih di dalam api penyucian karena dosanya banyak", jawab pendeta itu.

"Apa yang harus aku lakukan?", tanyanya.

"Kamu harus berdoa lebih banyak dan menyumbang uang untuk gereja ini" ,jawab pendeta itu. akhirnya ia menyumbang uang untuk gereja.

Keesokan harinya laki-laki itu datang lagi dan menanyakan hal yang sama tapi jawab pendeta itu, "Anakku, ayahmu belum masuk Surga. Kepalanya sudah keluar dari api penyucian tapi belum semua badannya."

Kemudian pendeta yang serakah itu menyuruh laki-laki itu lebih banyak berdoa dan menyumbang uang lagi. Keesokan harinya laki-laki itu datang lagi dan menanyakan hal yang sama. Tapi kata pendeta, "Separuh badan ayahmu sudah keluar dari api penyucian, tapi separuhnya lagi belum."

Akhirnya orang itu pun menyumbang uang lagi untuk gereja. Hari keempat orang itu datang lagi, tapi ia masih mendapatkan jawaban yang sama.

"Sebentar lagi ayahmu pasti masuk Surga. Kaki kanannya sudah keluar dari api penyucian. Kaki kirinya masih tertinggal", kata pendeta itu.

Apa yang terjadi? orang itu pergi. Pendeta itu keheranan dan bertanya, "Hei...kok malah pergi? Apa kamu ngga mau menyumbang uang lagi untuk gereja?"

Jawabnya, "Buat apa pak pendeta, ayahku yang meninggal adalah orang cacat"

Tetap Tinggal Bersama Yesus

Yoh 6:60-71

Situasi jadi berkembang. Sebelumnya orang-orang Yahudi yang bersungut-sungut karena mendengar perkataan Yesus. Kemudian malah murid-murid Yesus yang mengundurkan diri karena tidak sanggup menerima pengajaran-Nya.

Memang ada orang yang mengikut Yesus sebagai murid. Mereka ikut Dia ke padang belantara, di mana Ia mengajar mereka dan memberi mereka makan. Namun mereka tidak sungguh-sungguh percaya kepada Dia, pada misi dan pelayanan-Nya sebagai Mesias bagi Israel. Mereka menyatakan bahwa pengajaran Yesus terlalu berat. Padahal faktanya tidaklah demikian. Mereka hanya tidak suka pada apa yang mereka dengar. Oleh sebab itu, mereka tidak ingin mendengar lebih banyak lagi. Yesus tahu yang sesungguhnya ada di dalam hati mereka. Sebenarnya mereka tidak dapat menangkap makna rohani dari perkataan-Nya. Mereka bingung, bagaimana mungkin orang dapat memperoleh hidup kekal melalui makan daging-Nya dan minum darah-Nya. Namun Yesus tahu bahwa orang tidak mungkin percaya bila tidak ditarik Bapa. Bahkan orang seperti Yudas Iskariot yang telah mendengar dan melihat semua yang Yesus lakukan, tidak memiliki iman yang sungguh-sungguh kepada Yesus.

Banyak orang yang seperti itu. Mengikut Yesus hanya sementara waktu, yakni sepanjang pengajaran Yesus dan konsekuensi menyangkut Yesus tidak bertabrakan dengan faham, kebiasaan, atau keinginan-keinginan manusiawi mereka. Namun ketika harus menerima seluruh pengajaran Yesus dan juga kehendak-Nya, saat itulah iman semu menjadi runtuh. Mereka tidak mau lagi mendengar perkataan Tuhan dan menolak untuk mengikut Yesus secara serius.

Kiranya kita menjadi seperti para murid sejati, yang meskipun tidak memahami pengajaran Yesus pada waktu itu, tetapi mau percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Mereka percaya bahwa hanya melalui Dia mereka mendapat hidup kekal. Mereka tetap bersama Yesus dan menyilakan Yesus membentuk dan mengubah mereka!

20 Things To Remember

Twenty Things to Remember :

  1. Faith is the ability to not panic.
  2. If you worry, you didn't pray. If you prayed, don't worry
  3. As a child of God, prayer is kind of like calling home every day.
  4. Blessed are the flexible, for they shall not be bent out of shape.
  5. When we get tangled up in our problems, be still. God wants us to be still so He can untangle the knot.
  6. Do the math. Count your blessings.
  7. God wants spiritual fruit, not religious nuts.
  8. Dear God: I have a problem. It's me.
  9. Silence is often misinterpreted, but never misquoted.
  10. Laugh every day -- it's like inner jogging.
  11. The most important things in your home are the people.
  12. Growing old is inevitable, growing up is optional.
  13. There is no key to happiness. The door is always open. Come on in.
  14. A grudge is a heavy thing to carry.
  15. He who dies with the most toys is still dead.
  16. We do not remember days, but moments. Life moves too fast, so enjoy your precious moments.
  17. Nothing is real to you until you experience it; otherwise it's just hear say.
  18. Its all right to sit on your pity pot every now and again. Just be sure 20 to flush when you are done.
  19. Surviving and living your life successfully requires courage. The goals 20 and dreams you're seeking require courage and risk- taking. Learn from the turtle, it only makes progress when it sticks out it's neck.
  20. Be more concerned with your character than your reputation. Your character is what you really are, while your reputation is merely what others think you are.

Submitted by: Nancy Chessher - Dade City, FL

Wait on the Lord

Today's Scripture

“But those who wait on the Lord, shall renew their strength, they shall mount up with wings like eagles, they shall run and not be weary, they shall walk and not faint” (Isaiah 40:31).

Today's Word from Joel and Victoria

Do you need strength today? Sometimes it’s easy to get down and discouraged when you’re constantly looking at the circumstances of life. You may feel tired and weary from a long battle. But when you wait on the Lord, the Bible says your strength will be renewed. Waiting on the Lord means you’re putting your trust and hope in Him. You’re living with an attitude of faith and expectancy. In the natural, if you are waiting for someone like a special dinner guest, you’re probably not just sitting around the house wondering what will happen. No, you’re probably preparing for that special person by straightening the house and making sure everything is perfect for their arrival. Most likely, you started weeks in advance making the menu and deciding what to wear! In the same way, when you are waiting on the Lord, it doesn’t mean you are just sitting around, it means you are preparing for Him. Are you ready for God to move on your behalf? Are you waiting on Him? As you take a step of faith, He’ll meet you there. He’ll renew your strength and lead you into victory in every area of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for Your promise to renew my strength. I choose to wait on You. I choose to trust You. I choose to prepare for You to move mightily in my life! In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

29 April 2008

He Leads You to Victory

Today's Scripture

“But thanks be to God, Who gives us the victory making us conquerors through our Lord Jesus Christ” (I Corinthians 15:57).

Today's Word from Joel and Victoria

God desires that you live in victory in every area of your life. The scripture says He always causes us to triumph through Christ Jesus! No matter what you may be facing today, God wants to make you more than a conqueror. Are you battling sickness? God wants to give you healing. Are you struggling with a broken relationship? God wants to give you restoration and peace. Are you facing a need—physically, spiritually, or emotionally? God wants to give you provision and supply all your needs according to His riches in glory. Notice this verse starts out by saying, “Thanks be to God…” Many times in the Bible when God’s people were going into battle, the worshipers were out in front of the warriors. When you choose to be thankful and bless the Lord in the midst of your battle, you are making a way for Him to move in your life. Start today by thanking Him for His goodness and the promise to give you the victory. Magnify your God, don’t magnify your problems! As you do, you’ll see Him move on your behalf, and He’ll lead you into victory in every area of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, today I give You thanks for Your mercy and faithfulness in my life. Thank You for leading me in to victory! I magnify You and bless Your holy Name today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

3:16

Nikodemus datang pada malam hari. Pada saat bayang-bayang kegelapan menyelimuti kota, ia melangkah keluar, menyelinap tak terlihat menyusuri jalan-jalan setapak yang berbatu, berkelok-kelok. Nikodemus mengetuk pintu, Yesus memberi isyarat agar tamu itu duduk.

Nikodemus memulai dengan apa yang ia "ketahui". Aku telah melakukan pekerjaan rumahku, maksudnya. Pekerjaan-Mu membuat aku takjub.

Yesus tidak menyebutkan status Nikodemus yang mahapenting, maksud baik, atau kredensi akademik Nikodemus. Dia cukup mengeluarkan pernyataan ini, "Kecuali jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerjaan Allah". (Yohanes 3:3, NKJV)

Seperti kita, Nikodemus pun ragu-ragu. Lahir kembali? "Bagaimana mungkin seseorang dilahirkan jika ia sudah tua?" (ayat 4, NKJV)

Lahir kembali. Lahir adalah tindakan pasif. Anak dalam kandungan tidak memberikan kontribusi apa pun dalam proses persalinan. Ibu mendorong, berjuang, dan melahirkan. Kelahiran kembali secara rohani membutuhkan orangtua yang cakap, bukan yang terampil.

Bahasa Yunani menawarkan dua pilihan untuk kata kembali :

  1. Palin, yang berarti pengulangan suatu tindakan; melalukan kembali apa yang dilakukan sebelumnya.
  2. Anothen, yang juga menggambarkan tindakan yang berulang, tetapi membutuhkan sumber yang asli untuk mengulanginya. Dengan kata lain, pihak yang melakukan pekerjaan itu pertama kali melakukannya kembali. Ini adalah kata yang dipilih Yesus.

Lahir : Allah mengeluarkan upaya
Kembali : Allah memulihkan keindahannya.


Pemikiran itu membuat Nikodemus terperangah. "Bagaimana mungkin hal itu terjadi?" (ayat 9). Yesus menjawab dengan mengarahkan dia ke berlian Harapan Alkitab.

Karena Allah begitu mengasihi dunia ini. Sehingga IA telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Jika Anda tidak mengetahui apa-apa tentang Alkitab, mulailah dari sini. Jika Anda mengetahui segalanya dalam Alkitab, kembalilah kesini. Inti permasalahan manusia adalah hari manusia. Dan pengobatan Allah diresepkan di YOHANES 3 :16.

Dikutip dari : 3:16, Angka Pengharapan, Max Lucado