Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

18 April 2008

Sepercik Hikmat

Bersyukurlah selalu karena kita masih diberi hidup karena dalam hidup yang sedang kita kecap, kita masih mempunyai kesempatan untuk bertumbuh di dalam roh. Kebahagiaan dan kesedihan yang kita alami adalah suatu rahmat dari Tuhan yang janganlah tersia-siakan nikmatnya.

Dalam kebahagiaan yang kita alami, kita bertumbuh dalam berbagi sukacita dengan sesama, dalam kesedihan yang terjadi kita bertumbuh dalam pematangan dan pemurnian diri. Tiada hari duka cita hanya suka cita karena semuanya baik adanya, selama kita selalu berjalan dalam tuntunanNya.

Tiada masalah yang tak terselesaikan selama kita tahu kemana kita harus bergantung, hanya Tuhanlah pautan hidup kita tiada yang lain. Dengan kuasa dan alur yang tak terselami. Dia akan menggerakkan hati kita untuk melepaskan diri dari jeratan dunia.

Tetaplah berserah pada Tuhan dan berkarya sesuai kemampuan terbaik kita, tidak melebihi ataupun mengurangi dari takaran yang ada. Tuhanlah sumber hidup kita.

Hati yang indah ataupun bahagia, adalah hati yang dapat selalu bersyukur atas rahmatNya. Hati yang indah dan bahagia adalah seperti hati seorang anak kecil yang tak menyimpan dendam, prasangka dan kebencian dalam hatinya.

Bukanlah harapan jika ada dan terlihat di depan mata, harapan adalah sesuatu yang tak ada yang kita yakini akan ada dan menjadi milik kita. Percayalah selalu dalam harapan dan doa yang engkau yakini, Tuhan pasti akan mengabulkannya selama kita selalu berjalan di jalanNya. Yakinlah apapun yang diberikanNya pada kita adalah yang terbaik bagi kita.

Janganlah pernah kuatir akan hidup selama kita selalu menghidupkan firmanNya dalam hidup kita karena itulah kebenaran yang hakiki. Burung di udara saja selalu diperhatikanNya apalagi kita manusia. Tuhan adalah penguasa segalanya janganlah pernah berpaling dariNya karena Dialah sumber kehidupan yang abadi.

Jangan sekalipun berusaha memikirkan apa yang orang pikirkan tentang kita karena hanya akan menjadi bumerang bagi ketenangan pikiran kita. Jangan pula mempermasalahkan apa yang orang lain lakukan karena diapun hanya bertanggung jawab pada dirinya dan Tuhan semata. Saat hatimu resah tetaplah bertenang diri dan dekatkanlah dalam doa dan permohonan padaNya, jika jawaban itu tak jua datang tetaplah tenang karena mungkin yang Dia minta adalah hanya kamu bertenang diri dan sabarlah dalam menanti maka jawaban itu akan datang dalam waktu yang tidak kita sangka.

Tiadalah salah jika kita terkadang masih melakukan kesalahan baik disadari maupun tidak disadari, terimalah pertentangan batin pada diri kita sendiri sebagai upaya untuk terus menyadarkan diri, kesempurnaan itu hanyalah milik Allah semata, maka saat kesalahan itu terjadi mohon ampun, mintalah anugerah maaf dariNya dan tetapkan hati untuk segera beranjak dari kesalahan itu. Janganlah pernah ingin mencobai Allah kita dengan perbuatan salah yang sengaja dan sadar kita lakukan, karena Tuhan tahu apa yang tersembunyi di hati kita dan apa yang kita tabur jika telah melukai kita maka bekas luka itu akan masih ada sebagai peringatan bagi kita.


Tuhan Berkati

17 April 2008

Embrace Change

Today's Scripture

He changes times and seasons.” (Daniel 2:21)

Today's Word from Joel and Victoria

God is always looking to take us to higher levels. He wants us to grow and increase in every area of life. Change is often a catalyst for growth in our lives. It keeps us from getting stuck in a rut. God will supernaturally open and close doors to keep us on the path toward our destiny. He will “stir us” out of comfortable situations and stretch us because He loves us too much to allow us to live in mediocrity. Just like a mother eagle will stir her young, God will stir His children. Do you know how an eaglet learns to fly? That eagle will take her eaglet to the very highest point—way out of its comfort zone—and then she releases it. As the eaglet falls, the mother swoops down and picks it back up again. She does this over and over until the eaglet spreads its wings and soars through the air. That’s what God wants for you today. He wants you to soar in life! You might feel like that eaglet learning to fly, but know that God is right there with you! He’ll never leave you. Embrace God’s change today, knowing that He is using it to take you up higher so that you can live in victory all the days of your life!

A Prayer for Today

Dear God, today I open my heart and mind to receive all that You have for me. I trust that You are with me directing my every step. I embrace Your seasons of change and thank You for helping me grow and increase in every area. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

16 April 2008

Segala Sesuatu Indah Pada WaktuNya

Semuanya bermula pada hari Sabtu bulan Juli tahun 1995. Waktu itu saya sedang membaca buku di tempat tidur (di Jakarta), ketika di hadapan saya salib Tuhan Yesus dan tasbih milik anak-anak (yang pada waktu itu beragama Islam) mendadak jatuh di lantai lepas dari dinding. Anehnya, salib tersebut jatuh di atas tasbih sehingga tasbihnya putus dan biji-bijinya berserakan kemana-mana di lantai. Tasbih dan salib itu sudah 15 tahun tergantung di dinding dan pakunya tidak pernah lepas. Waktu itu saya hanya dapat berpikir, "Ya Tuhan, pertanda apakah ini, apa yang akan terjadi?"

Hati saya sangat gundah dan pikiran saya langsung melayang ke Diana, anak saya yang kedua. Malam sebelumnya Diana baru minta izin untuk pergi scuba diving di pulau Catalina dekat Los Angeles. Waktu dia minta izin, sesungguhnya saya tidak setuju, karena Diana akan pulang seminggu lagi untuk berlibur ke Manado untuk diving di Bunaken. Karena dia mengatakan harus pergi ke Catalina untuk ujian sertifikat divingnya yang kedua, dengan hati berat saya izinkan juga. Reaksi pertama saya setelah salib jatuh saya langsung telpon ke Amerika untuk melarang Diana pergi. Telpon saya dijawab oleh Ruby, adik Diana, yang mengatakan bahwa Diana baru saja didrop di dermaga, dan kapalnya sekarang sudah berangkat ke Catalina. Setelah itu saya hanya dapat menunggu dan berharap agar semuanya beres.

Ternyata perasaan saya benar. Hari Minggu keesokan harinya saya ditelpon oleh Monika, anak saya yang tertua, bahwa Diana telah mengalami kecelakaan tenggelam pada saat sedang ujian diving. Sejak itu seluruh hidup saya berubah. Selama ini saya adalah orang Kristen yang sebelum menikah rajin ke Gereja dan berdoa, tetapi karena perkawinan saya dengan orang beragama Islam, semua nilai-nilai itu menjadi pudar. Saya jadi malas ke Gereja, malas berdoa sebelum makan, dan saya merasa cukup dengan hanya membaca Alkitab dan berdoa di rumah. Bahkan setelah berceraipun saya masih malas ke gereja.

Sebelum saya berangkat ke Los Angeles untuk menjenguk Diana, sahabat saya yang bernama Lily, yang pernah kehilangan anak karena kecelakaan, mengingatkan saya, "Kamu jangan seperti saya hanya berpasrah dan berharap waktu anakku sakit. Kamu harus berdoa dan mohon kepada Tuhan untuk kesembuhan anakmu". Saya langsung mengikuti nasihat yang berharga itu. Saya mulai berdoa dan meminta dengan tekun kepada Tuhan sampai saya merasakan ketenangan yang luar biasa dan ketakutan saya hilang.

Mendadak saya merasakan suatu kekuatan iman yang luar biasa meskipun kondisi Diana sangat parah pada waktu itu. Diana sempat mendapat light stroke dan pneumonia. Pernapasannya dibantu dengan mesin pengganti paru-paru karena paru-parunya mengalami pendarahan di dalam (internal bleeding) dan hanya berfungsi 30 persen. Hidupnya tergantung dari 11 pipa selang, dimana diantaranya sebuah selang di dalam tenggorokannya yang memompa darah keluar dari dalam paru-parunya. Angka-angka monitor juga sudah sangat kritis, detak jantungnya terlalu cepat untuk ukuran normal. Menurut team dokter seseorang dalam kondisi seperti itu seharusnya sudah dalam koma, dan mereka begitu heran badannya begitu kuat bisa bertahan sehingga masih sadar. Setiap kali saya tanya ke kepala team dokter, jawabannya selalu sama, yaitu "we cannot promise you anything, but we are trying our best. It is already a miracle she's not in coma, but maybe it's because she's still young and very very strong."

Baru belakangan saya menyadari bahwa ini semua terjadi karena Tuhan sedang berkarya dan berencana dalam keluarga saya. Untung waktu itu Diana dalam keadaan sadar sehingga kami sekeluarga bisa berkomunikasi lewat tulisan. Saya masih ingat pada suatu saat dai bangun ketakutan dan menulis bahwa dia bermimpi terkunci dalam suatu ruangan dan tidak bisa keluar, dan hanya mama (saya) yang bisa mengeluarkan dia dari kamar gelap tersebut. Disitulah saya sadar bahwa sayalah satu-satunya orang yang dapat mengajarkan Diana jalan terang Kristiani yang dapat membantunya di saat-saat gelap ini.

Dan semua ini terwujud pada hari kelima sore hari, dimana dokter sudah angkat tangan dan memberi tanda bahwa Diana tidak dapat bertahan lebih dari 24 jam. Waktu itu teman-teman Diana dari sekolah semunya datang untuk menjenguk dan "pamitan" dengan Diana. Dianapun kelihatannya menyadari keadaannya. Pada beberapa kawan Diana menyampaikan teriman kasih dan secara khusus minta maaf. Suasana sangat mengarukandan semua menangis karena sudah merasakan saatnya untuk "berpisah".

Ketika semua tamu sudah pulang dari ICU, yang tinggal hanya saya dan David, salah satu sahabat karib Diana. Kami berdua kaget ketika mendadak Diana ingin bangun dari tempat tidur dan tangan kanannya meraih dan menggapai ke depan seolah-olah ingin menyentuh sesuatu. Diana tersenyum dan matanya bersinar-sinar. Saya berkata,"Di, jangan bangun nanti selang-selang di badan terlepas."

Saya mendorong badan- nya ke tempat tidur, tapi dia bangun lagi dan dengan tersenyum ingin meraih "sesuatu" di depannya. Akhirnya saya mengambil kertas dan meminta Diana menulis apa
yang ia inginkan. Dia menulis, "Di pojok kamar berdiri Tuhan Yesus dan di sekelilingnya berdiri orang-orang penting. Di tengah-tengah ruangan ada malaikat-malaikat menari-nari." Diana tersenyum terus ke pojok ruangan tapi saya dan David tidak dapat melihat apa-apa. Kemudian tanpa saya sadari, saya bertanya kepada Diana, "Di, apakah kamu sudah siap untuk dibaptis?" Diana menulis, "Yes, and please let me become a Christian and be baptized".

Malam itu juga kami mengurus pembaptisannya dan pagi harinya Diana dibaptis. Pembaptisan Diana sangat mengharukan terutama pada saat Diana minta izin kepada bapaknya untuk dibaptis. Pada saat masih di SMA, Diana sempat mengutarakan keinginannya untuk dibaptis. Tetapi karena bapaknya keberatan, Diana tidak jadi masuk Kristen. Kalau saya ingat sekarang, saya merasa di sinilah Tuhan bekerja. Saat Diana di rumah sakit, bapaknya mengijinkan Diana untuk dibaptis, mungkin karena merasa itu adalah "permintaan terakhirnya."

Sehabis dibaptis keadaan Diana tiba-tiba mulai membaik. Tim dokter sampai heran dan berkata "we thought she was going to die". Mereka berkata bahwa kemajuan kondisinya yang secara tiba-tiba tidak dapat dijelaskan secara medis. Tiga hari setelah dibaptis, Diana dapat bernapas tanpa bantuan mesin pengganti paru-paru. Keesokan harinya selang di tenggorokannya dicabut dan Diana dapat berbicara lagi. Beberapa hari setelah itu keadaan Diana menunjukkan kemajuan yang luar biasa sampai tim dokter memutuskan untuk memindahkan Diana dari ICU ke kamar biasa. Setelah Diana dirawat di kamar biasa selama seminggu, Diana diijinkan pulang dari rumah sakit oleh dokter.

Pembaptisan Diana mengingatkan saya pada kehadiaan saat Diana masih SD. Saat itu Diana masih beragama Islam dan sangat tekut menjalankan agama Islam. Suatu hari, Diana datang kepada saya dan berkata bahwa dia mengalami mimpi yang sangat aneh. Dia bermimpi bahwa dia bertemu Tuhan Yesus, dan dalam mimpinya dia berkata kapada Tuhan Yesus bahwa dia ingin mengikutiNya. Tuhan Yesus hanya tersenyum dan mengatakan bahwa sekarang belum waktunya, suatu saat Tuhan Yesus akan datang kembali untuk menjemput Diana untuk mengikutiNya. Diana bercerita bahwa dia mendapat mimpi yang sama 2 kali. Dia heran mengapa sebagai orang beragama Islam mendapat mimpi seperti itu. Saat itu saya berkata kepada Diana bahwa mungkin mimpi itu berarti bahwa Dia harus masuk Kristen dan mengikuti Yesus.

Kejadian ini merubah hidup saya. Saya baru menyadari betapa Tuhan selalu setia kepada saya dan keluarga saya, bahkan ditengah-tengah ketidaksetiaan kami. Saya merasa Tuhan menepati janjiNya ke pada Diana, menolong Diana dan menjemputnya untuk mengikutiNya.

Kemurahan Tuhan tidak berhenti di situ saja. Tuhan menggerakkan hati anak saya Ruby, yang masih Islam. Mula-mula, Ruby mulai ikut ke gereja dengan Diana. Kemudian Ruby mulai turut aktif dalam kegiatan gereja, sampai akhirnya tergerak hatinya untuk dibaptis tahun lalu. Anak saya yang tertua, Monika, juga akan dibaptis bulan Mei tahun ini.

Sampai sekarang saya masih sering heran bila mengingat bagaimana Tuhan bekerja dengan luar biasa terhadap saya dan keluarga saya. Setiap hari saya berterima kasih kepada Tuhan atas kemurahan berkat karuniaNya dan untuk membuat segala sesuatu indah pada waktuNya bagi keluarga saya.

Ditulis Oleh : Widyawati Deborah Sondakh
Maret 2000

Berapa Umur Kita Saat Ini?

Berapa umur kita saat ini? 25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun. Berapa lama kita telah melalui kehidupan kita? Berapa lama lagi sisa waktu kita untuk menjalani kehidupan? Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.

Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba. Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai pelajar, sebagai seorang profesional, dll. Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup. Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa. Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus kita hadapi di kantor.

Tak terasa, siang menjemput. "Waktunya istirahat..makan- makan". Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir. Otak serasa buntu. Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan. Matahari sudah berada tepat di atas kepala. Panas betul hari ini...

Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja. Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk. Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai. (Belum lagi kalau terkadang harus menghadapi 'manusia-manusia sulit' yang menghambat pekerjaan kita)

Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat. Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah. Gelap mulai menjemput. Lelah sekali hari ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya sampai di rumah. Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket. Nikmat nya air hangat saat mandi nanti. Segar segar...

Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah. Dinamis sekali kehidupan ini.

Waktunya makan malam tiba. Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita, "Ohh..ada sop ayam".

"Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali", anak memuji masakan Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan. Selesai makan, bersantai sambil nonton TV. Tak terasa heningnya malam telah tiba. Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap. Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi. Kehidupan, ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian besar orang. Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.

Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam adalah sama. Hanya rutinitas sampai akhirnya maut menjemput. Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas. Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan.

Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa. Kehidupan adalah ... dll.

Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani. Berapa tahun kita telah melalui kehidupan kita? Berapa tahun kita telah menjalani kehidupan rutinitas kita? Akankah sisa waktu kita sebelum ajal menjemput hanya kita korbankan untuk sebuah rutinitas belaka? Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.

Hanya Tuhanlah yang tahu. Pandanglah di sekeliling kita ada segelintir orang yang membutuhkan kita. Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama. Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita.

Bersyukurlah padaNYA setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini. Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah. Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas.

Humor : Sebentar

Seorang turis yang baru saja tinggal di Indonesia ingin berpergian ke Papua. Dengan bahasa Indonesia yang masih terbata-bata dia menelepon sebuah agen perjalanan.

"Berapa lama perjalanan menuju Papua?" tanya turis kepada petugas.

"Sebentar, Tuan" jawab petugas sambil mencari-cari buku informasi.

"Oh, terima kasih," jawab si turis sambil menutup telepon dengan wajah cerah.

Harta Karun Untuk Semua

Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari Amazon.com datang. Ada satu buku yang langsung saya sambar dan baca seketika. Judulnya: "Stuff - The Secret Lives of Everyday Things". Buku itu tipis, hanya 86 halaman, tapi informasi di dalamnya bercerita tentang perjalanan ribuan mil dari mana barang-barang kita berasal dan ke mana barang-barang kita berakhir.

Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik memakan waktu ratusan tahun untuk musnah, saya sering merenung, orang gila mana yang mencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa penggunaannya hanya dalam skala jam-bahkan detik? Bungkus permen yang hanya bertahan sepuluh detik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah dan baru hancur setelah si pemakan permen menjadi fosil.

Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpa deterjen, tanpa karet, tanpa mesin, tanpa bensin, tanpa fashion. Dan sebagai konsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir rantai pengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsi telah diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu ke mana kemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa banyak pohon yang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban polutan yang diemban baju-baju semusim yang kita beli membabi-buta.

Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasa wajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh kita sendiri?

Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk mencuci secangkir kopi, kita butuh air sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis daging burger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar 2,400 liter air. Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir di atas meja kerja kita menghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan mengonsumsi listrik 2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang bekerja di dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk memproduksinya 4,500 kali lipat lebih berat daripada berat chip itu sendiri.

Mengetahui mata rantai tersembunyi ini bisa menimbulkan berbagai reaksi.Kita bisa frustrasi karena terjepit dalam ketergantungan gaya hidup yang tak bisa dikompromi, kita bisa juga semakin apatis karena tidak mau pusing.

Yang jelas, sesungguhnya ini adalah pengetahuan yang sudah saatnya dibuka.

Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar penampang daun dan membedah jantung katak, dapat dibuat lebih empiris dengan mempelajari hulu dan hilir dari benda-benda yang kita konsumsi, sehingga tanggung jawab akan alam ini telah disosialisasikan sejak kecil.

Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedung FO empat lantai, PasarBaru, atau berjalan-jalan ke Gasibu pada hari Minggu di mana ada Lautan PKL: tidakkah semua baju dan barang-barang itu mampu memenuhi kecukupan penduduk satu kota? Tapi kenapa barang-barang ini tidak ada habisnya diproduksi? Setiap hari selalu ada jubelan pakaian baru yang menggelontori pasar. Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki hypermarket dan melihat ratusan macam biskuit, ratusan varian mie instan, dan ratusan merk sabun: haruskah kita memiliki pilihan sebanyak itu?

Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan sesungguhnya jauh melebihi apa yang kita butuhkan?

Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan lima pasang baju dalam setahun, bahkan lebih. Atas nama fashion, jumlah itu menjadi tidak berbatas. Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa pilihan panganan dalam sehari. Atas nama selera dan nafsu, seisi Bumi tidak akan sanggup memenuhi keinginan satu manusia. Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai kaca mata. Seorang ekonom mungkin akan menyalahkan sistem kapitalisme dan globalisasi. Seorang sosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan pemerataan. Tapi jika kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi adalah kumpulan negara, negara adalah kumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan individu,permasalahan ini akan kembali ke pangkuan kita. Dan kesadaran serta kemauan kitalah yang pada akhirnya akan memungkinkan sebuah perubahan sejati.

Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan harian kita menjadi sangat menentukan. Tidak perlu menunggu Amerika menyepakati protocol Kyoto, tidak perlu juga menunggu penjarah hutan tertangkap, setiap langkah kita-memilih merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-adalah pilihan politis dan ekologis yang menentukan masa depan seisi Bumi.

Saya belum bisa mengorbankan komputer karena itulah instrumen saya bekerja, tapi saya bisa lebih awas dengan jam penggunaan dan mematikannya jika tidak perlu. Saya belum bisa mengorbankan kebutuhan akan informasi, tapi saya bisa memilih membaca berita lewat internet atau membaca koran di tempat publik ketimbang berlangganan langsung. Bagaimana dengan fashion? Di dunia citra ini, dengan profesi yang mengharuskan banyak tampil di muka publik, saya pun belum bisa mengorbankan keperluan fashion (baca: membeli busana lebih sering dari yang dibutuhkan), tapi saya bisa membuat komitmen dengan lemari pakaian, yakni baju yang saya miliki tidak boleh melebihi kapasitas lemari saya. Jika lebih, maka harus ada yang keluar. Dan setiap beberapa bulan saya dihadapkan pada kenyataan bahwa ada baju yang tidak saya pakai setahun lebih atau baju yang cuma sekali dipakai dan tak pernah lagi. Bukan cuma baju, ada juga buku, pernik rumah, alat dapur, bahkan sabun dan sampo yang utuh tak disentuh.

Alhasil, dalam rumah saya ada semacam peti-peti 'harta karun', yang berisikan barang-barang yang harus keluar dari peredaran, karena jika dipertahankan hanya menjadi kelebihan tanpa lagi unsur manfaat. Harta karun ini lantas harus dicarikan lagi outlet untuk penyaluran.

Pada waktu perayaan 17 Agustus, di kompleks saya diselenggarakan bazaar. Para warga menyewa stand untuk berjualan. Saya ikut berpartisipasi, dan sayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara penjual barang-baru baru. Karena bukan demi cari untung, barang-barang itu saya lepas dengan harga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga kompleks, tapi juga dari kampung sekitar. Hari pertama, saya sudah kehabisan dagangan. Terpaksa saya mengontak saudara-saudara saya yang barangkali juga punya barang bekas untuk disalurkan. Sama dengan saya, mereka pun punya timbunan harta karun yang entah harus diapakan. Stand saya menjadi salah satu stand paling laris selama bazaar berlangsung. Dan kakak saya terkaget-kaget dengan penghasilan yang ia dapat dari tumpukan barang yang sudah dianggap sampah.

Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan, ada aneka cara kreatif lain untuk memanfaatkan harta karun kita, termasuk juga disumbangkan ..

Namun yang lebih sukar adalah memulai membuat komitmen-komitmen pembatasan diri. Berkomitmen dengan rak buku, dengan lemari pakaian, dengan rak kamar mandi, dengan laci dapur, dan pada intinya... Dengan diri sendiri. Siapkah kita menentukan batasan dan berjalan dalam koridor itu?

Dan, yang lebih susah lagi, adalah pengendalian diri dari awal bersua aneka pilihan yang membombardir kita setiap hari, lalu sadar dan mawas akan rantai sebab-akibat yang menyertai pilihan kita. Membuka diri untuk info dan pengetahuan ekologi adalah salah satu cara pembekalan yang baik. Walaupun sekilas tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi kantong kresek yang kita buang tadi pagi tidak akan hilang oleh sihir, dan hamburger yang kita makan tidak dipetik dari pohon. Rantai yang menyertai barang-barang itu tidak akan hilang hanya karena kita menolak tahu.

Banyak orang yang berkomentar pada saya, "Aduh, Wi. Kamu bikin hidup tambah susah saja." Dan mereka benar. Hidup ini tak mudah. Untuk itu kita justru harus belajar menghargai setiap jengkalnya. Memilih hidup yang lebih sederhana, hidup dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan pengasahan kesadaran, tak hanya membantu kita lebih eling dan terkendali, tapi juga membantu Bumi ini dan jutaan manusia yang dijadikan alas kaki oleh industri demi pemenuhan nafsu konsumsi kita sendiri.

Lingkaran setan? Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup berubah.

Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kita bertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang sesungguhnya kita cari.

Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan.


oleh Dewi Lestari

Established in Love

Today's Scripture

“May you be rooted and grounded in love…” (Ephesians 3:17)

Today's Word from Joel and Victoria

Did you know there is tremendous power in love? In the same way that a tree will grow taller and stronger when its roots grow deep, you’ll be stronger and have more of God’s power operating in your life when you are rooted and established in love. Faith works by love, and I Corinthians 13 gives us a picture of what that looks like…among other things, love is patient and kind. It does not seek its own way. It is not jealous or boastful or proud. When you choose love instead of choosing your own way, you are showing that God is first place in your life. You are establishing yourself in love. The more you choose to walk in love, the deeper and stronger your roots will grow. And when you are established in love, you’ll have more of God’s favor and blessing upon your life! Choose love today, and let it be firm within you. Let that love build security in you and empower you. As you do, you’ll see God working through you, and you’ll live as an overcome in every area!

A Prayer for Today

Heavenly Father, I come to You today and invite You to search my heart and mind. Show me how to love others better so that I can be established in Your love. Thank You for loving me so that I can show Your love to others. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

15 April 2008

1 Jam Tanpa Dosa

UNTUK MEREKA YANG SANGAT SIBUK SEHINGGA . . . .

Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, "Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?"

Ayahnya menjawab sambil tersenyum : "tak mungkin, nak."

"Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?" tanyanya lagi.

Ayahnya berkata: "tak mungkin, nak."

"Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?"

Lagi-lagi ayahnya berkata : "Tak mungkin, nak."

"Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?" gadis kecil itu bertanya lagi.

Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawab: "mm..... mungkin bisa, nak."

"Lalu.... bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?"

Ayahnya tertawa dan berkata : "Nah, kalau itu pasti bisa, nak."

Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : "Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi jam lebih mudah dijalani, ya?"

Blessed Wherever You Go

Today's Scripture

“If you fully obey the LORD your God and carefully follow all His commands I give you today…you will be blessed in the city and blessed in the country.” (Deuteronomy 28:1-3)

Today's Word from Joel and Victoria

God wants to pour out His blessings on you today. Living in obedience and integrity is the key that unlocks the door to His abundance. When you put God and His Word first place in your life, the Bible says you’ll be blessed in the city and in the country—that means you will be blessed wherever you go! This chapter goes on to say that you will be so blessed that you will even lend and not borrow. Can you see yourself in that position? Can you see yourself living in that kind of abundance? It’s not God’s plan for you to live with a “barely-get-by” attitude—our God is more than enough! Get a vision for that in your heart today. Make room in your thoughts for the blessing of God. See yourself as a vessel of God’s blessing in the lives of others. As you live a life of obedience, you will prosper in all of your ways. You’ll rise higher and live the abundant life God has for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for Your hand of blessing on my life. I choose today to put You first in everything I do. Help me to walk in integrity and honor You always. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

14 April 2008

Heart Attack!

Hari itu, Dina (32) meminta izin pulang lebih cepat dari kantornya. Sejak Pagi, Dina merasa pusing dan mual. "Aku masuk angin nih," keluhnya pada Fahmi (35), suaminya melalui telepon.

Setiba di rumah, Dina memesan bubur ayam serta teh panas untuk mengurangi rasa tak enak badan yang dideritanya. Setelah kerokan, ia mengoleskan minyak kayu putih ke seluruh badannya, sebelum beranjak tidur.

Lepas senja, Dina belum bangun juga, Fahmi yang baru saja pulang kantor. Menengok ke kamar, ditempat tidur Dina memang masih tertelungkup, tapi.... sudah tak bernapas lagi!

Wajahnya kebiruan, tampaknya, Dina menahan rasa sakit sesaat sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Selain panik, suaminya juga bingung, sejauh diketahuinya, selama ini kondisi kesehatan Dina baik-baik saja. Bahkan istrinya itu tergolong wanita gesit yang memiliki segudang aktivitas setiap harinya, Lantas, Penyakit "tersembunyi" apakah yang merenggut nyawa Dina?

***
Menurut dr. H. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi dari RS Pusat Pertamina, yang dialami Dina adalah Angina Pectoris. Orang-orang kita dulu biasa menyebutnya sebagai penyakit angin duduk.

Gejalanya memang mirip masuk angin biasa, hanya sedikit lebih berat. Tak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan.

Masuk angin yang satu ini ternyata bukanlah masuk angin biasa. "Yang biasa disebut angin duduk sesungguhnya adalah salah satu gejala penyakit jantung koroner, yang jika tidak segera ditangani penderitanya bisa langsung meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan pertama" dr. Joko mengingatkan.

Karena itu, kematian yang terjadi sama sekali bukan akibat kerokan atau pengolesan minyak angin, seperti yang dilakukan Dina, melainkan karena tidak terdeteksinya kelainan pada jantung penderita. Padahal, seandainya sepulang kantor Dina langsung pergi ke Rumah Sakit atau ke dokter, dan bukannya malah kerokan dirumah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan sang penyakit, mungkin nyawanya masih sempat terselamatkan.

Ciri-ciri pusing, mual dan kembung yang dialami penderita Angina pectorismemang nyaris serupa dengan penyakit masuk angin biasa. Hanya penderita juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar keringat sebesar jagung, serta badan terasa dingin. Sayangnya, hal ini sering tidak disadari sebagai indikasi adanya gangguan pada jantung yang sifatnya kritis.

Menurut dr, joko, 20% dari keluhan angina pectoris yang diperiksakan ke dokter atau rumah sakit ternyata terdeteksi sebagai penyakit jantung koroner akut. Penyakit ini merupakan gangguan pada jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner, sehingga darah tidak mampu mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh jaringan dinding rongga jantung. Karena itu, jika tidak terdeteksi sejak awal, penderitanya bisa mengalami sudden death.

Penyakit angina pectoris itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman berkepanjangan, yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya tekanan darah yang memompa jantung. Akibatnya, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen. Karena jantung tidak mampu memompa dengan sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit.


PERBAIKI GAYA HIDUP

Sumber masalah sesungguhnya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi) . Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
1. Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
2. Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus);
3. Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh.darah akibat kejang yang terus menerus.
4. Keempat, infeksi pada pembuluh darah.

"Gaya hidup masa kini yang kurang sehat dan tidak teratur adalah pemicunya", tegas Dr. Joko. Menurutnya, Zaman sekarang orang cenderung melupakan pentingnya olahraga hidup dalam kondisi stress, sering tidur larut malam, dan sering mencoba bermacam pola diet yang tidak sehat.

Kurang atau tak pernah olahraga akan menghambat kelancaran metabolisme tubuh. Akibatnya, akan terjadi pengendapan lemak yang perlahan-lahan dapat menyumbat lajunya aliran darah ke jantung.

Sementara itu, orang sekarang banyak yang mengaku tak punya cukup waktu oalahraga, menjaga diri dari kemungkinan obesitas (kelebihan berat badan) juga berperan penting untuk kesehatan jantung, karena kelebihan lemak dapat meminimalkan gerak pompa jantung.

Jadi jaga ukuran pinggang anda, karena perutlah semua jenis lemak menumpuk. Untuk wanita, maksimal 80 cm, dan untuk pria, maksimal 90 Cm, karena itu jaga pola makan, hindari Junk Food, perbanyak asupan buah dan sayuran serta fiber.

Menjauhkan diri dari stress, juga bisa mencegah kita dari penyakit jantung koroner. Pasalnya, dalam keadaan stress kinerja tubuh serta otak dipaksa untuk bekerja secara berlebihan, Hasilnya, kondisi tubuh selalu dalam keadaan letih dan porsi istirahat berkurang. "Kurangnya istirahat dapat mengakibatkan pengentalan darah, yang dapat meningkatkan hormon adrenalin, akibatnya bisa ditebak serangan jantung lebih gampang terjadi"

Orang yang emosi-an juga perlu diperhatikan (Selalu marah-marah setiap saat ada ga ya orang kayak gini). Pasalnya dalam marah-marah (Otak panas, napas memburu, jantungpun berdebar keras, kadang samapi tubuh bergetar, darah bergerak cepat), jika kondisi darah bergerak cepat, sedangkan ada penyumbatan di pembuluh darah wouw bisa dibayangkan darah akan berkumpul disuatu tempat (pembuluh darah) dan karena tidak kuat menampung banyaknya darah yang datang pembuluh yang halus itupun pecah dan sudah bisa ditebak orang itupun akan koleps atau bisa merengang nyawa,

o ya..kondisi ini juga berlaku ketika dia berolahraga ekstra keras (seperti main bola, yang dituntut berlari2 bolak-balik terus menerus), itu juga memicu jantung berdebar dan darah bergerak cepat, dan jika dia mempunyai sumbatan2 dalam tubuhnya yang tidak diketahui, maka kejadian pembuluh darah pecahpun akan menimpanya (seprti Almarhum Benyamin S dan Basuki, mereka meninggal selagi bermain bola).

Wuiiih..ngeri ya...ya kalo udah seumur kita sih, harusnya udah ga cocok lagi untuk olahraga2 keras macam gitu, karena kita ga tau didalam tubuh kita (adakah penyumbatan atau tidak?) yang ringan2 aja lah seperti jalan kaki, jogging, senam, bersepeda santai, atau olahraga pernapasan, dll. Yang terakhir kebiasaan merokok serta mengkonsumsi minuman beralkohol juga berdampak negatif pada jantung, apalagi bila kebiasaan jelek ini dilakukan sejak usia remaja.

***

Ada beribu jalan untuk hidup sehat, Tuhan memberikan kita sesuatu yang luar biasa banyaknya, setiap ada penyakit pasti Tuhan memberikan obatnya, tapi bukan itu masalahnya, pola hidup sehat dan seimbang harus kita jalani, "Mencegah lebih baik daripada mengobati."

Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, mudah-mudahan berguna :
1. Minum Air putih minimal 8 gelas sehari
2. Banyak makan buah-buahan dan sayuran (serat alami)
3. Hindari stress, dan selalu sabar
4. Perbanyak berpuasa
5. Tidur yang cukup dan olahraga ringan diusahakan rutin

Gampangkan, O ya satu lagi, Tuhan menciptakan dunia ini berpasangan ada Surga ada neraka, ada pria ada wanita , ada putih ada hitam, ada baik ada jahat, ada manis ada pahit, kesimpulannya jika kita banyak makan-makanan yang manis seperti coklat, teh manis, kopi susu, mimunam kaleng, dll. Usahakan sekali lagi, usahakan seminggu sekali atau beberapa hari sekali makan yang pahit2 seperti Rebusan air sambiloto, makan pare, minum jahe atau jus mengkudu, makan bawang putih, dll

Dan jika kita merasa sering makan-makanan yang berlemak atau berlebih seperti daging, jeroan, sering ngemil, makan 2 piring atau selalu nambah usahakan...sekali lagi..usahakan berpuasalah sesering mungkin untuk mengimbanginya, atau minum madu atau minum/makan jinten item (habatussauda. .)

Oke guys...mulai sekarang kita berusaha untuk hidup sehat dan seimbang, agar kita bisa hidup dan beribadah dengan tenang...

Lembut dan Keras

Bagaimanakah kita harus bersikap? Lembut atau keras? Mana yang lebih baik? Lembut atau keras? Lembut di dalam dan keras diluar? Atau keras di dalam dan lembut di luar? Atau lembut di dalam dan lembut di luar? Atau keras di dalam dan keras di luar?

Mari kita melihat ajaran dari Tao sebelum melihat Alkitab Firman yang hidup. Lao Tze mengajarkan : Yang lembut mengalahkan kekerasan Pohon besar yang keras dan berakar. Akan rubuh terkena angin topan yang sangat besar. Namun rumput kecil yang lembut akan bertahan karena tidak melawan dengan keras. Jadi lembut mengalahkan kekerasan

Lao Tze juga mengajarkan sifat yang keras tidak bertahan lama. Gigi yang keras pada usia tua akan rontok, namun lidah yang lembut akan tetap ada walaupun sudah tua. Maka sifat kaku dan keras akan tidak bertahan lama

Sifat lembut yang terlembut di alam semesta akan mengalahkan yang paling keras di alam semesta. Air yang lembut yang menetes terus-menerus akan melubangi batu yang keras. Lembut akan mengalahkan keras

Lihatlah bagaimana diri Tuhan Yesus Kristus, hatinya lemah lembut dan rendah hati, Dia memenangkan dunia bukan dengan kekerasan tetapi dengan kelembutan ketika Dia dianiaya, Dia diam, ketika Dia dibenci, Dia mengasihi, ketika Dia direndahkan, tidak melawan. Yesus Kristus tidak melawan kekerasan dengan kekerasan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan. Dia tidak pernah memaksa orang untuk mengikutiNya. Tetapi Dia memanggil orang dengan lemah lembut. Marilah yang letih lesu dan berbeban berat datanglah kepadaNya. Pikullah kuk yang Dia pasang karena Dia lemah lembut dan rendah hati maka jiwamu akan mendapat kelegaan

Dia juga memberikan kepada umatNya damai sejahtera, Dia mengutus Roh Penghibur untuk menyertai umatNya. Dia mengajarkan cinta Kasih Tuhan Yesus mengajarkan kita semua untuk mengasihi musuh dan berdoa bagi yang menganiaya kita. Hatinya lembut dan penuh belas kasihan. Maka Dia memenangkan jiwa manusia yang keras. Memang betul lembut itu mengalahkan kekerasan. Namun apakah benar bahwa lembut itu lebih baik dari pada keras? Apakah lembut itu lebih tinggi dari pada keras? Apakah keras itu jelek?

Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu adalah Kasih dan Allah itu adalah Adil. Selain Allah adalah kasih, Allah juga adalah Kudus, Allah juga adalah Benar dan Allah menghukum dengan keras siapa yang melawanNya. Setiap pelanggaran terhadap DiriNya mendatangkan penghukuman dosa harus dihukum. Bahkan Tuhan Yesus harus mati karena menanggung dosa manusia. Untuk melaksanakan keadilan Allah.

Jadi, Apakah keras itu lebih rendah dari pada lembut? Apakah keras tidak diperlukan? Tidak juga! Jadi bagaimana kita harus bertindak? Harus lembut atau keras?

Yang terutama adalah segala sesuatu harus dilahirkan dari motivasi kasih hati harus lembut dan kasih sayang. Namun disiplin itu juga perlu. Kasih dan kesetiaan akan bertemu keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Tongkat didikan harus digunakan bila perlu, disiplin itu juga adalah wujud kasih

Tujuan nasihat adalah :
Kasih yang timbul dari hati yang suci dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.


- By Jeffrey Lim -