Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

14 April 2008

Heart Attack!

Hari itu, Dina (32) meminta izin pulang lebih cepat dari kantornya. Sejak Pagi, Dina merasa pusing dan mual. "Aku masuk angin nih," keluhnya pada Fahmi (35), suaminya melalui telepon.

Setiba di rumah, Dina memesan bubur ayam serta teh panas untuk mengurangi rasa tak enak badan yang dideritanya. Setelah kerokan, ia mengoleskan minyak kayu putih ke seluruh badannya, sebelum beranjak tidur.

Lepas senja, Dina belum bangun juga, Fahmi yang baru saja pulang kantor. Menengok ke kamar, ditempat tidur Dina memang masih tertelungkup, tapi.... sudah tak bernapas lagi!

Wajahnya kebiruan, tampaknya, Dina menahan rasa sakit sesaat sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Selain panik, suaminya juga bingung, sejauh diketahuinya, selama ini kondisi kesehatan Dina baik-baik saja. Bahkan istrinya itu tergolong wanita gesit yang memiliki segudang aktivitas setiap harinya, Lantas, Penyakit "tersembunyi" apakah yang merenggut nyawa Dina?

***
Menurut dr. H. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi dari RS Pusat Pertamina, yang dialami Dina adalah Angina Pectoris. Orang-orang kita dulu biasa menyebutnya sebagai penyakit angin duduk.

Gejalanya memang mirip masuk angin biasa, hanya sedikit lebih berat. Tak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan.

Masuk angin yang satu ini ternyata bukanlah masuk angin biasa. "Yang biasa disebut angin duduk sesungguhnya adalah salah satu gejala penyakit jantung koroner, yang jika tidak segera ditangani penderitanya bisa langsung meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan pertama" dr. Joko mengingatkan.

Karena itu, kematian yang terjadi sama sekali bukan akibat kerokan atau pengolesan minyak angin, seperti yang dilakukan Dina, melainkan karena tidak terdeteksinya kelainan pada jantung penderita. Padahal, seandainya sepulang kantor Dina langsung pergi ke Rumah Sakit atau ke dokter, dan bukannya malah kerokan dirumah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan sang penyakit, mungkin nyawanya masih sempat terselamatkan.

Ciri-ciri pusing, mual dan kembung yang dialami penderita Angina pectorismemang nyaris serupa dengan penyakit masuk angin biasa. Hanya penderita juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar keringat sebesar jagung, serta badan terasa dingin. Sayangnya, hal ini sering tidak disadari sebagai indikasi adanya gangguan pada jantung yang sifatnya kritis.

Menurut dr, joko, 20% dari keluhan angina pectoris yang diperiksakan ke dokter atau rumah sakit ternyata terdeteksi sebagai penyakit jantung koroner akut. Penyakit ini merupakan gangguan pada jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner, sehingga darah tidak mampu mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh jaringan dinding rongga jantung. Karena itu, jika tidak terdeteksi sejak awal, penderitanya bisa mengalami sudden death.

Penyakit angina pectoris itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman berkepanjangan, yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya tekanan darah yang memompa jantung. Akibatnya, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen. Karena jantung tidak mampu memompa dengan sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit.


PERBAIKI GAYA HIDUP

Sumber masalah sesungguhnya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi) . Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
1. Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
2. Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus);
3. Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh.darah akibat kejang yang terus menerus.
4. Keempat, infeksi pada pembuluh darah.

"Gaya hidup masa kini yang kurang sehat dan tidak teratur adalah pemicunya", tegas Dr. Joko. Menurutnya, Zaman sekarang orang cenderung melupakan pentingnya olahraga hidup dalam kondisi stress, sering tidur larut malam, dan sering mencoba bermacam pola diet yang tidak sehat.

Kurang atau tak pernah olahraga akan menghambat kelancaran metabolisme tubuh. Akibatnya, akan terjadi pengendapan lemak yang perlahan-lahan dapat menyumbat lajunya aliran darah ke jantung.

Sementara itu, orang sekarang banyak yang mengaku tak punya cukup waktu oalahraga, menjaga diri dari kemungkinan obesitas (kelebihan berat badan) juga berperan penting untuk kesehatan jantung, karena kelebihan lemak dapat meminimalkan gerak pompa jantung.

Jadi jaga ukuran pinggang anda, karena perutlah semua jenis lemak menumpuk. Untuk wanita, maksimal 80 cm, dan untuk pria, maksimal 90 Cm, karena itu jaga pola makan, hindari Junk Food, perbanyak asupan buah dan sayuran serta fiber.

Menjauhkan diri dari stress, juga bisa mencegah kita dari penyakit jantung koroner. Pasalnya, dalam keadaan stress kinerja tubuh serta otak dipaksa untuk bekerja secara berlebihan, Hasilnya, kondisi tubuh selalu dalam keadaan letih dan porsi istirahat berkurang. "Kurangnya istirahat dapat mengakibatkan pengentalan darah, yang dapat meningkatkan hormon adrenalin, akibatnya bisa ditebak serangan jantung lebih gampang terjadi"

Orang yang emosi-an juga perlu diperhatikan (Selalu marah-marah setiap saat ada ga ya orang kayak gini). Pasalnya dalam marah-marah (Otak panas, napas memburu, jantungpun berdebar keras, kadang samapi tubuh bergetar, darah bergerak cepat), jika kondisi darah bergerak cepat, sedangkan ada penyumbatan di pembuluh darah wouw bisa dibayangkan darah akan berkumpul disuatu tempat (pembuluh darah) dan karena tidak kuat menampung banyaknya darah yang datang pembuluh yang halus itupun pecah dan sudah bisa ditebak orang itupun akan koleps atau bisa merengang nyawa,

o ya..kondisi ini juga berlaku ketika dia berolahraga ekstra keras (seperti main bola, yang dituntut berlari2 bolak-balik terus menerus), itu juga memicu jantung berdebar dan darah bergerak cepat, dan jika dia mempunyai sumbatan2 dalam tubuhnya yang tidak diketahui, maka kejadian pembuluh darah pecahpun akan menimpanya (seprti Almarhum Benyamin S dan Basuki, mereka meninggal selagi bermain bola).

Wuiiih..ngeri ya...ya kalo udah seumur kita sih, harusnya udah ga cocok lagi untuk olahraga2 keras macam gitu, karena kita ga tau didalam tubuh kita (adakah penyumbatan atau tidak?) yang ringan2 aja lah seperti jalan kaki, jogging, senam, bersepeda santai, atau olahraga pernapasan, dll. Yang terakhir kebiasaan merokok serta mengkonsumsi minuman beralkohol juga berdampak negatif pada jantung, apalagi bila kebiasaan jelek ini dilakukan sejak usia remaja.

***

Ada beribu jalan untuk hidup sehat, Tuhan memberikan kita sesuatu yang luar biasa banyaknya, setiap ada penyakit pasti Tuhan memberikan obatnya, tapi bukan itu masalahnya, pola hidup sehat dan seimbang harus kita jalani, "Mencegah lebih baik daripada mengobati."

Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, mudah-mudahan berguna :
1. Minum Air putih minimal 8 gelas sehari
2. Banyak makan buah-buahan dan sayuran (serat alami)
3. Hindari stress, dan selalu sabar
4. Perbanyak berpuasa
5. Tidur yang cukup dan olahraga ringan diusahakan rutin

Gampangkan, O ya satu lagi, Tuhan menciptakan dunia ini berpasangan ada Surga ada neraka, ada pria ada wanita , ada putih ada hitam, ada baik ada jahat, ada manis ada pahit, kesimpulannya jika kita banyak makan-makanan yang manis seperti coklat, teh manis, kopi susu, mimunam kaleng, dll. Usahakan sekali lagi, usahakan seminggu sekali atau beberapa hari sekali makan yang pahit2 seperti Rebusan air sambiloto, makan pare, minum jahe atau jus mengkudu, makan bawang putih, dll

Dan jika kita merasa sering makan-makanan yang berlemak atau berlebih seperti daging, jeroan, sering ngemil, makan 2 piring atau selalu nambah usahakan...sekali lagi..usahakan berpuasalah sesering mungkin untuk mengimbanginya, atau minum madu atau minum/makan jinten item (habatussauda. .)

Oke guys...mulai sekarang kita berusaha untuk hidup sehat dan seimbang, agar kita bisa hidup dan beribadah dengan tenang...

Lembut dan Keras

Bagaimanakah kita harus bersikap? Lembut atau keras? Mana yang lebih baik? Lembut atau keras? Lembut di dalam dan keras diluar? Atau keras di dalam dan lembut di luar? Atau lembut di dalam dan lembut di luar? Atau keras di dalam dan keras di luar?

Mari kita melihat ajaran dari Tao sebelum melihat Alkitab Firman yang hidup. Lao Tze mengajarkan : Yang lembut mengalahkan kekerasan Pohon besar yang keras dan berakar. Akan rubuh terkena angin topan yang sangat besar. Namun rumput kecil yang lembut akan bertahan karena tidak melawan dengan keras. Jadi lembut mengalahkan kekerasan

Lao Tze juga mengajarkan sifat yang keras tidak bertahan lama. Gigi yang keras pada usia tua akan rontok, namun lidah yang lembut akan tetap ada walaupun sudah tua. Maka sifat kaku dan keras akan tidak bertahan lama

Sifat lembut yang terlembut di alam semesta akan mengalahkan yang paling keras di alam semesta. Air yang lembut yang menetes terus-menerus akan melubangi batu yang keras. Lembut akan mengalahkan keras

Lihatlah bagaimana diri Tuhan Yesus Kristus, hatinya lemah lembut dan rendah hati, Dia memenangkan dunia bukan dengan kekerasan tetapi dengan kelembutan ketika Dia dianiaya, Dia diam, ketika Dia dibenci, Dia mengasihi, ketika Dia direndahkan, tidak melawan. Yesus Kristus tidak melawan kekerasan dengan kekerasan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan. Dia tidak pernah memaksa orang untuk mengikutiNya. Tetapi Dia memanggil orang dengan lemah lembut. Marilah yang letih lesu dan berbeban berat datanglah kepadaNya. Pikullah kuk yang Dia pasang karena Dia lemah lembut dan rendah hati maka jiwamu akan mendapat kelegaan

Dia juga memberikan kepada umatNya damai sejahtera, Dia mengutus Roh Penghibur untuk menyertai umatNya. Dia mengajarkan cinta Kasih Tuhan Yesus mengajarkan kita semua untuk mengasihi musuh dan berdoa bagi yang menganiaya kita. Hatinya lembut dan penuh belas kasihan. Maka Dia memenangkan jiwa manusia yang keras. Memang betul lembut itu mengalahkan kekerasan. Namun apakah benar bahwa lembut itu lebih baik dari pada keras? Apakah lembut itu lebih tinggi dari pada keras? Apakah keras itu jelek?

Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu adalah Kasih dan Allah itu adalah Adil. Selain Allah adalah kasih, Allah juga adalah Kudus, Allah juga adalah Benar dan Allah menghukum dengan keras siapa yang melawanNya. Setiap pelanggaran terhadap DiriNya mendatangkan penghukuman dosa harus dihukum. Bahkan Tuhan Yesus harus mati karena menanggung dosa manusia. Untuk melaksanakan keadilan Allah.

Jadi, Apakah keras itu lebih rendah dari pada lembut? Apakah keras tidak diperlukan? Tidak juga! Jadi bagaimana kita harus bertindak? Harus lembut atau keras?

Yang terutama adalah segala sesuatu harus dilahirkan dari motivasi kasih hati harus lembut dan kasih sayang. Namun disiplin itu juga perlu. Kasih dan kesetiaan akan bertemu keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Tongkat didikan harus digunakan bila perlu, disiplin itu juga adalah wujud kasih

Tujuan nasihat adalah :
Kasih yang timbul dari hati yang suci dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.


- By Jeffrey Lim -

Anjing Punya Kasih

Seekor anjing, berada di tengah jalan menjaga anjing lain yg mati karena tertabrak mobil. Dengan menggunakan kakinya, anjing tersebut berusaha membangunkan temannya.

Dia terus berusaha mendorong temannya yg telah mati ke sisi lain dari jalan, tetapi dia terlalu lemah untuk melakukan itu. Ketika orang-orang mau menolongnya, dia menyalak, mengusir mereka yg mendekati temannya yg telah mati.

Walaupun lalulintas padat, dia tetap tidak mau menjauh dari sahabatnya.

Banyak orang yg menyaksikan kejadian dan sangat mengharukan, bagaiman seekor anjing bisa menunjukan kesetiaan terhadap temannya...









Humor : Katakan Saja

Pada suatu malam seorang Gembala Sidang diundang oleh salah anggota jemaat untuk makan malam bersama dengan keluarganya.

Setelah selesai makan malam dan ketika makanan pencuci mulut (buah-buahan) sedang dihidangkan,
tiba-tiba anak laki-laki dari keluarga tersebut yang baru berumur tujuh tahun terlihat hendak membisikkan sesuatu kepada ibunya.

"Nak, tidaklah sopan berbisik-bisik di depan tamu yang sedang menikmati makan malam, katakan saja, tidak perlu berbisik-bisik", kata ibunya.

Setelah mendapat ijin dari ibunya, anak laki-laki itu langsung berkata, "Mama..., Pak Pendeta makannya banyak ya..."

Gaji Papa Berapa?

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa? Mau minta uang lagi, ya?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur!", hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih", jawab Andrew

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa?", tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp. 15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

GBU...Yanto Siswondo

Persevere Until You See the Promise

Today's Scripture

“You need to persevere so that when you have done the will of God, you will receive what he has promised” (Hebrews 10:36).

Today's Word from Joel and Victoria

What are you believing God for today? Promotion? Healing? Stronger relationships? Deliverance? God has promised all these things to you in His Word because it’s His heart for you to live in blessing and wholeness all the days of your life. When you do the will of God by obeying His Word and precepts, it opens the door for His promises to be fulfilled in your life. You may be doing all the right things today—don’t give up! Perseverance will carry you to the promise. Perseverance means that you are focused and believing in what God says about your situation. It’s looking away from distractions and any negative, defeating thoughts. Perseverance looks away from discouragement and looks to the Word of God. Perseverance has a voice, and it says things like, “No weapon formed against me shall prosper…if God is for me, who can be against me! I am more than a conqueror through Jesus!” Whatever you are believing for today, keep believing! Stand strong and fight the good fight of faith. Ask God to give you endurance, perseverance, and patience so that you can see His promises fulfilled in every area of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for Your good promises to me. I ask that You give me a heart that is steadfast and fixed on You today. Fill me with Your peace and perseverance so I can live in victory all the days of my life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

12 April 2008

Hidup Seperti Benang Ruwet

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu diatas sehelai kain. Tetapi aku
memberitahu kepadanya, bahwa yang aku lihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, engkau akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas".

Aku heran mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih begitu semrawut menurut pandanganku.

Beberapa saat kemudian aku mendengar suara ibu memanggil, "Anakku, mari kesini dan duduklah di pangkuan ibu".

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata, "Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas engkau dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan".

Sering selama bertahun-tahun, kita melihat ke atas dan bertanya kepada Allah Bapa, "Bapa, apa yang Engkau lakukan?".

..~Benang yang Ruwet~..

Ia menjawab, "Aku sedang menyulam kehidupanmu".

Dan aku membantah, "Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?".

Kemudian Bapa menjawab, "Anakku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini, satu saat nanti aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu".
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan". (Yer 29 : 11)

Temen2 terkasih ...TOLONG DISEBARKAN KEPADA TEMEN2 YG KAMU SAYANGI. THANKS.

GBU!

Grace Abounds

Today's Scripture

“And God is able to make all grace abound to you, so that in all things at all times, having all that you need, you will abound in every good work. (2 Corinthians 9:8).

Today's Word from Joel and Victoria

We serve a God of abundance! Our God is more than enough! What is it that you have need of today? No matter what is on your “plate” of life, God wants to pour out His grace on you. One of the meanings of grace is God’s good will, loving-kindness and favor. His grace keeps us, strengthens us, and causes us to increase. In fact, He’s already extending that grace to you right now; all you have to do is open your heart and humbly receive it by faith. Humility is an important key to receiving God’s grace. If we are prideful and seeking our own ways, it blocks God from working in our lives. But when we are humble and seeking His ways, then He will empower us by His grace. Notice in this verse that when He pours out His grace on you, you will have all that you need at all times…that’s living in abundance! And when you are living in abundance, you are equipped to pour out that goodness and blessing on those around you. Seek Him and His ways today and allow Him to refresh you and empower you with His grace so that you can live the abundant life He has for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, today I humbly come before You. I surrender my heart, will, mind, and emotions to You. I ask that You pour out Your grace on me today and equip me for every good work. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Gadis Yang Sakit Ginjal

Semalam (9 Januari 2002) saya diajak suami menjenguk seorang temannya yang berada di rumah sakit. Ia seorang wanita muda (24 tahun) yang sudah mengalami gagal ginjal selama 7 tahun dan sejak bulan Agustus lalu kondisinya semakin menurun, masuk keluar rumah sakit dan sekarang harus menjalani cuci darah 3 kali seminggu bahkan didiagnosa mungkin ada semacam tumor (belum tahu jinak atau ganas) di dalam levernya. Lebaran yang lalu ia sempat masuk rumah sakit dan hanya 10 hari bisa pulang ke rumah kemudian hari Sabtu kemarin ia harus masuk lagi karena kesakitan yang luar biasa di dalam perutnya.

Ketika kami datang ia tidak ada di tempat tidur karena sedang menjalani cuci darah selama 5 jam, jadi kami sempat turun ke bawah untuk makan malam kemudian kembali lagi. Saat kami kembali, saya melihat ia sudah duduk di pembaringan dengan slang oksigen di hidungnya dan beberapa temannya hadir disitu bercakap-cakap dengannya sambil memijit-mijit kakinya.

Saya agak terkejut melihatnya (sebab ini kali pertama bertemu dengannya), ia tampak begitu segar dan tak ada tanda-tanda kalau menderita sakit. Sambil dipijit ia bercanda dengan teman-temannya begitu riang dan ketawa-ketawa. Hanya lengan sebelah kanannya yang tampak berurat-urat dan ada benjolan cukup besar dipergelangan tangannya untuk tempat mencuci darah.

Sambil bercanda-canda ia bercerita bagaimana hari Sabtu kemarin ia terserang sakit perut yang begitu hebat dan dilarikan ke rumah sakit, setiap goncangan di jalan membuat ia sangat kesakitan, mereka tidak ke UGD tapi langsung ke tempat dokternya praktek dan disana mereka harus menunggu sekian waktu baru dokternya datang. Tapi memang sudah merupakan pemandangan yang biasa bagi orang lain melihat ia menangis kesakitan di depan ruang praktek dokter, nanti setelah dokter datang maka ia yang pertama akan di layani, dibujuk seperti anak kecil kemudian menjalani kembali perawatan rutinnya.

Ketika ia berbicara tentang dugaan ada tumor ganas di levernya dan kalau ada maka diperlukan serangkaian perawatan kemoterapi, ia tampak begitu santai dan biasa saja membicarakan semua ini. Ia bercerita tentang kesakitan-kesakitan dan penderitaannya, seperti pembengkakan-pembengkakan yang terus menerus di seluruh tubuhnya, kehausan akan air yang tidak bisa dipuaskan dengan air sebanyak apapun karena ia hanya diperbolehkan minum sedikit-sedikit, cairan-cairan yang memenuhi perutnya yang harus disedot keluar karena tidak mampu disedot oleh mesin pencuci darah, dll sebagainya. Keadaannya begitu menderita tapi ia dapat menceritakan semua itu dengan santai sambil ketawa-ketawa dan terasa kesan ia sudah belajar menikmati semua penderitaan ini karena sudah menjadi teman akrabnya selama 7 tahun dan sekarang ini kondisi tubuhnya terus menurun.

Yang merupakan tanda tanya dari semua teman-temannya selama ini, mengapa ia tidak mengalami sedikitpun kearah kesembuhan sekalipun ia sudah didoakan oleh begitu banyak hamba-hamba Tuhan yang terkenal dengan urapan dan karunia kesembuhan maupun mujizat. Bahkan banyak di antara mereka yang telah bernubuat tentang kesembuhannya tapi mengapa tidak ada perubahan sedikitpun yang terjadi??? Nubuat itu tidak pernah terjadi.

Awalnya dalam perjalanan ke rumah sakit saya sempat berpikir : "Mungkin semua itu tidak terjadi karena keinginan hidup si penderita sudah tidak ada lagi dan ia mungkin berpikir lebih baik aku dipanggil pulang saja oleh Tuhan." Karena gadis ini adalah orang yang cinta Tuhan dan saya percaya sudah lahir baru dalam Kerajaan Allah. Saya berpikir mungkin hal ini yang membuat ia sukar mengalami terobosan imannya untuk meraih kesembuhan ilahi, sebab semangat untuk itu tidak ada lagi termasuk semangat untuk bisa memberitakan Injil Kerajaan Allah, menyembuhkan orang sakit, mentahirkan orang kusta, melepaskan orang yang terikat dan sekali saja dalam hidup ini bisa membangkitkan orang mati. Kalau motivasi ini masih menyala-nyala dalam diri seorang anak Allah maka ini akan menumbuhkan imannya lebih besar lagi untuk mendobrak benteng-benteng penghalang yang ada.

Tapi setelah saya bertemu muka dengannya dugaan inipun lenyap, ia begitu ceria dan tidak nampak seperti orang yang sudah ingin pulang saja ke pangkuan Bapa.

Tiba-tiba ada dorongan yang begitu kuat di hati saya untuk berkata :"Sebenarnya yang engkau butuhkan adalah ginjal yang baru." Kalimat ini terus berbunyi di hati saya dan kali ke-empat sayapun mengucapkannya dengan lembut dan manis kepadanya.

Ia menatap saya dan suasana di kamar itu seketika terasa hening sekali. Iapun berkata, "Sudah banyak hamba Tuhan berkata seperti itu kepada saya dan saya telah melakukan semua yang mereka ajarkan, misalkan pengakuan iman, pengakuan dosa, dll sebagainya. Saya adakan pengakuan iman "Oleh bilur-bilur Tuhan Yesus aku sudah sembuh" terus menerus, apa saja yang diajarkan mereka aku sudah lakukan. Aku sudah meminta Tuhan memberikan ginjal baru kepadaku, dalam kesakitan yang sangat aku berteriak agar Tuhan mengangkat sakitku, tapi sedikitpun jamahan Tuhan tidak ada, aku tetap kesakitan dan keadaanku tetap seperti ini. Apa mau dikata kalau belum waktunya Tuhan dan Tuhan belum mau menyembuhkanku, semuanya terserah kehendak Tuhan. Mungkin ini suatu ujian Tuhan bagi diriku, Dia mau menguji aku apakah dengan keadaan seperti ini (tanpa pertolongan sedikitpun dari Dia) aku masih mengasihiNya?" Suasana terasa semakin hening.

Saya kembali berkata perlahan, "Bukankah Ia telah menanggung segala sakit penyakit dan kelemahan kita sejak 2000 tahun yang lalu di kayu salib? Mungkin selama ini kita terus meminta kesembuhan dan ginjal baru tapi belum mengambil kesembuhan itu, bukankah Ia berkata: "Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." - Markus 11:24.

Gadis inipun menjadi agak marah, ia berkata, "Maaf Ci, aku telah melakukan semua yang pernah diajarkan oleh para hamba Tuhan yang datang mendoakanku tapi tidak terjadi apa-apa sehingga aku merasa imanku masih gagal. Cici tidak pernah merasakan apa yang saya rasakan selama 7 tahun ini, tubuhku sendiri yang menderita sakit dan orang lain hanya bisa berkata-kata. Itu sebabnya saya paling benci bila ada orang yang berkata "punya iman...punya iman untuk sembuh!" sebab mereka tidak mengalami seperti yang saya alami selama ini, menjalani semua hal menyakitkan ini seperti yang telah kujalani. Setiap kali ada yang mengatakan seperti itu, aku akan katakan "Jangan bicarakan itu lagi karena imanku memang masih gagal" Tapi di dalam keadaan seperti inipun aku masih cinta kepada Tuhan, inilah iman saya! Biarlah kehendak Tuhan yang jadi."

Semua yang mendengarnya terdiam, saya tidak berusaha minta maaf kepadanya, saya hanya tetap berkata dengan lembut: "Tuhan juga sangat mencintaimu, mari berjalan terus bersama dengan Tuhan. Ketabahan dan keceriaanmu di dalam menghadapi semua penderitaanmu ini adalah mujizat terbesar yang pernah saya lihat." Dan percakapanpun kembali seperti semula, canda-ria di sertai tawa riang. Seakan-akan pembicaraan tadi tidak pernah ada.

Ketika mau pulang dia meminta kami berdoa baginya dan doa itu terasa hanya sebatas doa formalitas saja untuk orang sakit dan ketika kami mau pulang ia tetap berkata:"Dukung doa terus yah!" Hanya seperti itu, jadi teman-teman datang hanya sekedar untuk menghiburnya saja.

Diperjalanan pulang saya merenung dan bertanya kepada Tuhan, "Tuhan aku tahu dengan pasti Engkau sungguh mengasihi gadis ini dan ia juga mengasihi Engkau. Kalau Engkau mengasihi dia apakah Engkau menghendaki ia mengalami semua penderitaan ini untuk menguji kemurniaan cintanya kepadaMu seperti yang ia yakini selama ini? Sehingga membuat ia begitu bangga dengan imannya bahwa sekalipun Engkau mengijinkan semua sakit-penyakit ini menimpanya dan menderanya dalam penderitaan yang berkepanjangan dan tak berkeputusan serta tidak ada sedikitpun pertolongan daripadaMu ketika ia berseru-seru kepadaMu tapi ia masih tetap dapat mempertahankan kasihnya kepadaMu. Itu sebabnya ia berusaha menikmati semua penderitaan dan kesakitan ini karena ia menganggap semua itu adalah kehendakMu untuk dia alami dan dengan cara seperti ini dia bisa menunjukkan betapa ia mengasihiMu."

Dan jawaban ini muncul di hati saya, "Meike.., firmanKu berkata :OrangKU yang benar akan hidup oleh iman. Benar?"

"Benar Tuhan!" Jawabku.

Aku berkata, "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja,
tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

"Benar Tuhan!" jawabku.

FirmanKu berkata, "Oleh bilur-bilur-Ku kamu telah sembuh. Aku yang
telah menanggung segala sakit penyakit dan kelemahan seluruh umat manusia sebab Aku tidak menghendaki ada satupun diantara kamu ada yang sakit, inilah firmanKu!"

"Ya Tuhan!" Aku menjawab.

"Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Meike, kau
lihat firmanKu berkata bahwa orangKu yang benar akan hidup oleh iman, iman kepada siapa dan kepada apa? Iman kepada setiap perkataan yang keluar dari mulutKu sebab inilah yang membuat manusia hidup dan firmanKu berkata Aku telah menyembuhkan segala kelemahan dan sakit-penyakitmu, Aku telah datang untuk memberimu hidup di dalam segala kelimpahan termasuk dalam hal jasmani yang selalu sehat bukan sebaliknya. Dan setiap orang yang mengakui mengasihiKu akan menuruti semua yang Ku firmankan."

Seketika saya sadar: "Oh Tuhan, sekarang aku mengerti sekalipun Engkau begitu mengasihi gadis itu dan ia juga mengakui bahwa ia mengasihiMu tetapi Engkau tidak bisa mengingkari firmanMu sendiri, langit dan bumi akan berlalu tapi firmanMu tinggal tetap, gadis itu memiliki iman tapi iman yang keliru/kurang pas karena ia beriman (percaya) bahwa sakit yang ia derita selama ini adalah kehendakMu untuk menguji kesetiaan dan rasa cintanya kepadaMu sebaliknya firmanMu berkata bahwa gadis itu harus hidup dengan iman akan setiap perkataanMu bahwa kesembuhan itu sudah Kau berikan sejak 2000 tahun yang lalu dan Engkau tidak pernah menghendaki ada satupun dari anak Allah mengalami sakit penyakit lagi, itu sebabnya Kau rela semalaman dicambuk dan dagingMu dihancurkan sebelum disalibkan hanya untuk membebaskan kami semua dari sakit-penyakit dan kalau kami berkata bahwa kami mengasihiMu maka kami harus menuruti firmanMu, bukan firman yang kami buat sendiri dalam alam pikiran kami. Itu sebabnya sekalipun Engkau begitu mengasihi gadis itu tapi pemahamannya yang keliru akan firmanMu membuat suatu benteng yang begitu tebal dalam alam pikirannya sehingga membuat ia sukar mengalami kesembuhan total bagi tubuhnya. Ia merasa punya iman percaya kepadaMu, ia merasa mengasihiMu tapi ia sendiri heran (bahkan semua orang terheran-heran) mengapa ia tidak pernah merasakan jamahan tanganMu yang menolong dia. Bukan Engkau tidak menjamah Dia tapi imannya yang seperti itu membuat ia gagal menjamah Engkau, Tuhan. Dan benteng-benteng pertahanan ini harus dirobohkan karena ia sudah pahit bahkan tawar hati dengan segala pelayanan doa dari pada berbagai hamba-hamba Tuhan yang dinilainya tak akan ada gunanya karena Tuhan memang menghendaki ia sakit seperti itu. Tuhan beri kami hikmatMu bagaimana cara mengatasi semua ini?"

Saudara-saudari, Injil adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan manusia - Roma 1:16. Firman Allah itu adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan dan memberi kehidupan bagi kita semua. Itu sebabnya kita harus patok iman kita pada setiap perkataan firman Allah ini dan dari situlah kehidupan mengalir. Jangan sekali-kali mematok iman kita pada hal-hal yang tidak difirmankan Allah sekalipun tampak cukup rohani (seperti diatas) dan masuk di akal sebab disana tidak ada kehidupan yang mengalir bahkan besar kemungkinan kematian. Adalah lebih berharga dan memuliakan Nama Allah bila kita sehat untuk dapat melakukan semua yang diperintahkanNya daripada terbaring terus di pembaringan dan bolak-balik masuk rumah sakit yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Gadis ini berusaha "menikmati" apa yang seharusnya tidak perlu dideritanya lagi sebab penderitaan ini sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu di kayu salib. Apakah ini yang dinamakan cinta yang melebihi batas??? Lebih daripada yang Allah kehendaki???

Semoga ini menjadi suatu bahan perenungan bagi kita semua. Amin.

Oleh: Meike

Hal Berdoa

Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang berdoa, yang jemaatnya hidup dalam doa, tidak ada suatu keberhasilan anak Tuhan yang tidak dimulai dengan doa dan selalu berdoa. Ada banyak orang berdoa tapi doanya tidak pernah dijawab Tuhan. Apa yang menjadi penghalang doa-doa kita tidak dikabulkan, mari kita lihat ayat-ayat di bawah ini.

1. Matius 6:5-15 dalam perikop ini Tuhan Yesus memberi contoh sebuah doa yang sempurna dimana pola doanya memenuhi kehendak Bapa di Sorga. Tetapi di ayat 12,14 dan 15 kata mengampuni di ulang berkali-kali oleh Tuhan Yesus dengan maksud penekanan pada kata ini, artinya penting untuk diperhatikan. Kunci dari doa Bapa Kami ada di ayat 12 ini, dimana saat kita sudah mengampuni kesalahan orang lain, maka pengampunan dari Bapa akan turun disitulah makna dari sebuah doa yang didengar Tuhan karena hatinya mau merendah di hadapan Tuhan dan sikap tunduk kepada Firman sudah kita lakukan. Sikap hati ini yang diperhatikan oleh Tuhan dalam hal kita berdoa. Bisa mengampuni kesalahan orang lain menunjuk kepada pribadi yang terhormat dimata Tuhan, karena Tuhan Yesus sudah terlebih dahulu mengampuni dosa-dosa kita disaat kita masih berdosa dan belum bertobat.

Hukum pengampunan yang diberlakukan Tuhan di ayat 12, 14 dan 15 dan Markus 11:25-26 adalah Firman Allah yang keluar dari mulut Yesus yang punya kuasa dan mengikat setiap kita, artinya hukum ini harus dilakukan apapun kondisinya, apapun alasannya, tanpa melihat latar belakang kesalahan orang lain.

Kasih Yesus sanggup memberikan pengampunan kepada siapa yang kita kehendaki dengan tulus. Orang yang bisa mengampuni adalah orang yang sudah bertobat sungguh, karena ia tidak mau menyimpan kesalahan di dalam hatinya. Berapa banyak diantara kita yang tidak menyadari akan pentingnya hati mengampuni? Halangan pertama mengapa doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan adalah : HATI YANG TIDAK MENGAMPUNI

2. Yesaya 59:1-2 sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar, tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Segala kejahatanmu artinya begini, pertama-tama kejahatan itu merupakan suatu keinginan yang timbul dari hati, yang utama adalah melawan kehendak Tuhan, kecenderungan hati manusia setelah manusia pertama jatuh dosa adalah melawan kehendak Dia. Keinginan yang timbul dalam hati manusia adalah kehendak bebas yang diberikan agar bisa dipakai dengan penuh tanggung jawab, malahan membuat manusia jatuh ke dalam dosa dan jerat Iblis di taman Eden. Karena manusia tidak sanggup mengendalikan kehendak bebas nya sendiri, maka itu harus diserahkan kedalam kendali Tuhan sepenuhnya agar tidak diperdaya dan ditunggangi oleh si jahat lagi. Belum bisa serahkan free will ini kepada Tuhan akan membuka peluang besar terhadap pengaruh si jahat, karena wilayah kehendak bebas masih dalam otoritas manusia itu, setan masih bebas intervensi ke dalamnya. Hati-hati dan waspada karena tipu daya Iblis berupa tawaran-tawaran manis sulit kita deteksi saat masuk lewat pikiran kita.

Pikiran jahat bersumber dari hati yang kotor karena sumber nya sudah ternoda dari dalam yaitu jahat adanya, kemudian segala ucapan kitapun akan keluar kata-kata yang tidak memuliakan TUhan (Markus 7:20-23) , sebaliknya orang yang sudah sungguh-sungguh bertobat hatinya sudah dibersihkan TUhan oleh Roh Kudus-Nya, sehingga ia akan mengeluarkan perbendaharaan kata-kata yang kudus pula dan pasti suka memuliakan nama Tuhan, kita bisa lihat disekitar kita dari ucapan dan perilaku mereka yang katanya orang kenal Tuhan, orang kristen. Di ayat 23 Yesus katakan dengan keras bahwa hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang. Saat itu Tuhan Yesus menunjuk kepada orang Farisi dan ahli Taurat (Markus 7:1), saat ini ayat 23 itu ditujukankepada kita yang sudah sekolah Alkitab dan hafal ayat, tetapi hatinya tidak bertobat, hatinya jahat, penuh iri hati dan dengki, kesombongan dan sok pintar.

Segala dosamu artinya dosa melanggar hukum-hukum Tuhan dan kepada sesama, bisa lihat dari 10 hukum Allah yang diberikan kepada Musa, itu tetap masih berlaku sampai bumi ini berlalu. Halangan kedua mengapa doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan adalah : SEGALA KEJAHATAN KITA DAN SEGALA DOSA KITA

3. 1 Petrus 3:7 demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Melalui ayat ini, Tuhan hendak menegur kepala rumah tangga sebagai suami yang harus bisa menjadi pelindung dan memberi teladan dalam sikap bijaksana terhadap istri terutama, keseimbangan yang harmonis akan tercipta apabila suami bisa menghormati istri sebagai teman pewaris Kerajaan Allah, perilaku santun harus menjadi motto kepala rumah tangga yang menghormati kaum yang lebih lemah (wanita). Hubungan yang beres antara suami istri akan menjadikan pintu berkat Tuhan tidak terhalang baik dalam bidang kesehatan, spiritual dan finansial. Menjadi imam yang kudus dalam rumah tangga menunjuk kepada figur kepala yang pantas memimpin anggota rumah tangganya, karena imam yang kudus berfungsi sebagai payung pelindung bagi seisi rumahnya. Kepala rumah tangganya tidak hidup benar dihadapan Tuhan apalagi perlakuan kasar, maka akan membangkitkan amarah Tuhan. Hal ini adalah perbuatan jahat dimata Tuhan karena mengorbankan banyak orang atas dosa-dosanya dan perbuatannya yang tercela. Mari koreksi diri kita para suami, apakah hidup kita sudah sesuai Firman?

Halangan ketiga mengapa doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan adalah : HUBUNGAN YANG TIDAK HARMONIS ANTARA SUAMI-ISTRI

4. Markus 11:23-24 sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya , bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu : apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikannya kepadamu.

Tuhan Yesus yang berkata di kedua ayat ini, bahwa iman kita sangat besar perannya dalam keberhasilan suatu permohonan doa. Percaya, tidak bimbang, dan percaya janji-janji-Nya akan digenapi adalah masalah suasana hati yang akan mempengaruhi dikabulkannya doa kita. Di satu sisi Tuhan yang berkuasa untuk merealisasikan, tetapi di lain sisi Dia juga mau melihat respon iman percaya kita saat berdoa dan setelah berdoa dalam menanti jawaban doa. Tidak benar kalau ada ajaran yang mengatakan bahwa hanya Tuhan saja satu-satunya yang menentukan jawaban doa kita, kedua ayat di atas sudah membuktikan dari mulut Yesus sendiri .

Halangan ke-empat mengapa doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan adalah : BERDOA DALAM KEBIMBANGAN

5. Yakobus 4:3 atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Untuk menyelaraskan doa-doa kita dengan rencana Tuhan atas hidup kita sebagai orang percaya, butuh pengenalan yang dalam akan hati Bapa. Hal ini tidak bisa di dapat lewat sekolah Alkitab, melainkan membina hubungan intim dengan Roh Kudus, mau belajar mendengar suara-Nya, menunjukkan sikap rendah hati seorang hamba yang selalu mendengar apa kata tuannya serta melakukan apa yang Dia mau. Untuk sampai kepada tahap seorang hamba yang mengosongkan diri seperti Yesus, kita harus berani bayar harga, siap korban segala-galanya untuk Tuhan.

Halangan ke-lima mengapa doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan adalah : MOTIFASI DOA YANG BERTENTANGAN DENGAN KEHENDAK TUHAN

Dari kelima pokok bahasan diatas yang sudah kita baca, mari renungkan dimana letak kelemahan kita sehingga seringkali doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan, jika kita sudah hidup benar sesuai kaidah Firman ini maka Tuhan tidak dapat menyangkal Firman-Nya sendiri, pasti digenapi atas hidup kita. Orang yang dekat dengan Tuhan tahu bagaimana berdoa yang sesuai kehendak-Nya.

Tuhan berkati

Christian

NB : sebagian dikutip dari khotbah Pdt. Johny Wardi, MA

10 April 2008

Emas

Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, "Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain?"

Sang sufi hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?."

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas?. Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu." "Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil."

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, "Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak." Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain.

Ia kemudian melapor, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda.

Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian. Namun tidak bagi "pedagang emas". Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses, wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas.

Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas."