Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

01 April 2008

Harapan

“Ia akan segera meninggal dunia,” demikian kata dokter kepada seorang juru rawat. Dengan rasa prihatin, juru rawat itu mencoba untuk menjadi kawan dari wanita yang sedang sekarat itu. Setelah beberapa waktu kemudian, ia dapat memenangkan kepercayaan wanita itu.

Wanita itu mengatakan dengan suara yang sedih dan lirih, “Aku telah membuat perjalanan jauh dari California seorang diri. Di setiap kota besar antara San Francisco dan Boston aku berhenti. Di setiap kota aku mengunjungi dua tempat: Kantor polisi dan rumah sakit. Pasalnya, anak lelakiku telah meninggalkan aku dan kini aku tidak tahu di mana dia berada. Aku harus menemukannya…”

Di dalam mata ibu yang sekarat itu agaknya terlihat sekilas harapan ketika ia melanjutkan, “Pada suatu hari, ada kemungkinan ia akan datang di rumah sakit ini, dan bila ia benar datang, tolong berjanjilah kepadaku untuk mengatakan kepadanya bahwa ada dua orang sobat yang tidak pernah meninggalkannya.”

Dengan membungkukkan tubuhnya mendekati ibu yang sekarat itu, juru rawat itu berbisik lembut, “Katakanlah kepadaku, siapa nama kedua sobat itu sehingga bila aku dapat menemukan puteramu, aku dapat meneruskan pesanmu kepadanya.”

Dengan bibir yang bergetaran dan mata yang dipenuhi dengan air mata, ibu itu menjawab, “Katakanlah kepadanya bahwa dua sobat itu adalah Tuhan dan ibunya”. Kemudian ia menutup mata untuk selama-lamanya.

Apa yang kita dapat belajar dari kisah ini?
Seandainya Anda mempunyai seratus ekor domba dan Anda kehilangan seekor, apakah Anda tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor dalam padang belantara dan mencari yang seekor ini sampai dapat ditemukannya kembali? Dan bila Anda dapat menemukannya kembali, Anda pasti akan menggendongnya di atas pundak Anda dan bersukacita lalu bila Anda kembali di rumah, Anda akan mengundang semua tetangga dan kawan-kawan serta mengatakan, “Rayakanlah dengan aku, karena aku telah menemukan kembali dombaku yang hilang!”

Percayalah- didalam surga terdapat sukacita yang jauh lebih besar untuk jiwa seseorang berdosa yang telah diselamatkan dari pada sembilan-puluh sembilan jiwa yang baik yang tidak memerlukan keselamatan”. (Baca Luk.15:3-7)

By : Betty John

5 Pelajaran Penting

Ini lima buah Pelajaran Berharga, yang sangat bagus untuk kita, mari kita renungkan bersama.

1. Pelajaran Penting Pertama

Pada bulan kedua diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan kuiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir. Isi Soal terakhir ini adalah : "Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah?". Saya yakin soal ini cuma “bercanda”. Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya?

Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong. Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan “dihitung” atau tidak. “Tentu Saja Dihitung!!”, kata si Profesor.

”Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting! Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas “halo”! Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah “Dorothy”.


2. Pelajaran Penting ke-2 : Penumpang Yang Kehujanan.

Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil.

Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda.

Tujuh hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an!) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : “Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda, karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu” Tertanda Ny. Nat King Cole.

Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn.60-an di USA.


3. Pelajaran penting ke-3

Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani. Di zaman es krim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya “Berapa ya harga satu ice cream sundae?”, katanya.

“50 sen”, balas si pelayan. Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya. “Wah, kalau ice cream yang biasa saja berapa?”, katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak dan pelayan ini mulai tidak sabar. “35 sen”, kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya. “Bu, saya pesen yang ice cream biasa saja ya”, ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi. Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda bisa lihat, anak kecil ini tidak bisa pesan ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang “layak”


4. Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan Kita.

Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan. Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan. Tetapi tidak ada satu pun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu. Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu. Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan.

Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.


5. Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan

Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata “Baiklah, saya akan melakukan hal tersebut, asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku”.

Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur, disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar, katanya, “Apakah saya akan langsung mati dokter?”

Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya. Lihatlah, bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya.

Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang, mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan.

DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT INDAHNYA BINTANG

“Unknown”

Humor : Sebuah Hadiah Natal

“Terima kasih untuk hadiah berupa harmonika yang Bapak beri kepadaku,” kata Joni kecil kepada Pak Denya.
Ia melanjutkan, “Itulah hadiah yang terbaik yang pernah aku terima!” “Bagus,” jawab Pak Denya. “Apakah kamu tahu bagaimana memainkannya?”

“O, aku tidak memainkannya,” jawab si bocah kecil itu. “Ibuku memberiku satu dolar sehari, bila aku tidak memainkannya selama siang hari dan ayah memberiku 3 dollar setiap minggu, bila aku tidak memainkannya di malam hari.”

By His Spirit

Today's Scripture

“Not by might nor by power, but by my Spirit,’ says the LORD Almighty” (Zechariah 4:6).

Today's Word from Joel and Victoria

In this day and age, we are equipped with so many wonderful resources in the natural: technology, education, abilities. It’s easy to rely on our own natural strength for so many things. We have to remember that this natural world is only temporary, but the spiritual realm is eternal. We aren’t limited to the earth’s resources; we have unlimited spiritual resources by the Spirit of God. There are things in life that can’t happen by human thinking and reasoning. There are things that won’t be solved by natural power and might. But God is not limited by the resources of this world. When you open the door of faith in your heart, God will move through you in powerful ways by His Spirit. By His Spirit, you can overcome temptation. By His Spirit, you can receive healing. By His Spirit, you can fulfill every dream and desire in your heart. No matter what challenges or obstacles you may be facing today, know that you can live in complete victory by His Spirit!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for giving me access to all Your spiritual blessings by Your Spirit today. I choose to rely on You and trust that You are working in my life. I praise and bless You, knowing that You are leading me in victory in every area of my life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Sebelum Kita Mengeluh

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta di jalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri Anda, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti Anda.

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Kita semua menjawab kepada Tuhan Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih diberi kehidupan.

31 March 2008

Berapa Besar Bobot Sebuah Doa?

Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja.

Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan. John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya.

"Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang."

John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. "Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi," alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata, "Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini."

Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, "Tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?"

"Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal."

Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan,
dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut."

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan. Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah.

Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat." Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.

Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat
apa-apa. Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek, "Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu."

Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya. Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.


KEKUATAN SEBUAH DOA
Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkanlah sebuah doa. Hanya itu. Stop pekerjaan anda sekarang juga dan ucapkan sebuah doa untuk dia yang telah mengirimkannya kepada anda.

Lalu, kirimkan e-mail ini kepada setiap orang atau sahabat yang anda kenal. Biarlah jaringan ini tidak terputus, karena DOA ADALAH HADIAH TERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA. Tanpa biaya, tetapi penuh daya guna.

Mustard Seed Faith

Today's Scripture

“If you have faith as small as a mustard seed, you can say to this mulberry tree, ‘Be uprooted and planted in the sea’ and it will obey you” (Luke 17:6).

Today's Word from Joel and Victoria

A mustard seed is a very small thing. But when it’s planted, it grows into a huge tree. In the same way, Jesus is saying that a little bit of faith can bring tremendous results! As a believer in Him, you already have enough faith on the inside of you to overcome any obstacle. The same Spirit that raised Christ from the dead actually dwells in you! It doesn’t matter if you grew up in church or not; it doesn’t matter what you know or don’t know; God wants to work in your life today. And you may not see how, but all you have to do is believe God. With God, all things are possible. Do you have mustard seed faith today? The Bible says that faith without works is dead. When you have faith, your words and actions reflect it. Take a step of faith today and declare your trust in Him. Even if you don’t see how, declare that God is working behind the scenes in your life. As you act on your mustard seed faith, you’ll see it grow stronger and stronger, and you will live in victory all the days of your life!

A Prayer for Today

Father God, today I confess my trust and reliance on You. Thank You for depositing seeds of faith in my heart so that I can live in total victory. I believe that with You all things are possible! In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Memikul Salib

Ada 3 orang; A, B ,dan C di beri tugas oleh Tuhan untuk memikul salib yang sama besar dan sangat berat menuju puncak sebuah bukit. Di sana Tuhan berjanji akan menjemput mereka ke Surga. Di tengah jalan ketiga orang itu melihat sebuah gergaji, si B mulai berpikir dan menghasut kedua temannya untuk memotong salib mereka supaya salib itu menjadi ringan.

Namun kedua temannya tidak menuruti usul si B karena mereka taat dan mengasihi Tuhan.

Kasih mereka kepada Tuhan membuat mereka mau dan rela memikul tanggung jawab yang Tuhan sudah berikan tanpa keluhan.

Singkat cerita si B memotong salibnya, sehingga dengan mudah ia mendahului kedua temannya. Sampai dipuncak bukit, si B melihat sebuah jurang yang teramat lebar memisahkan puncak bukit itu dengan gerbang Surga. Di seberang jurang terlihat malaikat Tuhan yang sudah menanti kedatangan mereka.

Dengan bersemangat si B menanyakan jalan mana yang bisa dipakainya untuk sampai ke gerbang Surga, tapi malaikat Tuhan itu menjawab, "Tuhan sudah sediakan jalan itu".

Si B sangat bingung karena dia sama sekali tidak melihat jalan yang dimaksud sang malaikat Tuhan. Beberapa saat kemudian, si A dan C tiba di puncak bukit tersebut. Seperti halnya si B, mereka bertanya tentang jalan ke seberang pada malaikat Tuhan, mereka mendapatkan jawaban yang sama, "Tuhan sudah menyediakan jalan itu".

Kemudian Roh Kudus bukakan pikiran mereka berdua dan mereka mengerti sesuatu, ukuran salib yang berat dan besar itu sudah Tuhan buat tepat sama dengan jarak antara puncak bukit dan terbang Surga, itulah jalan yang Tuhan sudah sediakan.

Mereka segera sadar akan hal itu dan bergegas meletakkan salib mereka dan mulai menyeberang. Si B kebingungan karena salib yang Tuhan beri untuk dia sudah dia potong hingga tidak bisa berfungsi sebagai jembatan. Namun dipikirnya dia dapat meminjam salib A atau C untuk menyeberang. Tapi sungguh kasihan, begitu A dan C selesai menyeberang dengan salib mereka, salib itu tiba-tiba menghilang, itu berarti si B tidak dapat menyeberang ke pintu Surga.


Renungan :
Dari ilustrasi ini, ditunjukkan bahwa seringkali kita menganggap Tuhan begitu kejam mengijinkan "salib" itu ada dalam hidup kita, kita juga sering mengeluh karena sepertinya pemrosesan (yang pahit) itu tidak kunjung selesai. Akibatnya kita terlalu sering mencari jalan keluar sendiri dan tidak mau taat pada Tuhan, sehingga memotong salib yang seharusnya kita pikul. Namun, justru "salib" itulah yang akan menolong kita mengerti akan kasih Tuhan pada kita.
Ia ijinkan kita mengalami pemrosesan yang sulit supaya kita menjadi semakin sempurna.

29 March 2008

Seseorang Yang Mencintaimu

1.Seseorang yg mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, dimata dia, kamulah satu satunya.

2. Seseorang yg mencintai kamu, sebenarnya selalu
membuatmu marah / gila / jengkel / stres. Tp ia tdk pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia lakukan, karena semua yg ia lakukan adalah utk kebaikanmu.

3. Seseorang yg mencintai kamu, jarang memujimu,
tetapi di dlm hatinya kamu adalah yg terbaik, hanya ia yg tau.

4. Seseorang yg mencintai kamu, akan marah-marah atau
mengeluh jika kamu tdk membalas pesannya atau telpnya, karna ia peduli dan ia tdk ingin sesuatu terjadi ke kamu.

5. Seseorang yg mencintai kamu, hanya menjatuhkan
airmatanya di hadapanmu. Ketika kamu mencoba utk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup / berdenyut / bergetar utk kamu .

6. Seseorang yg mencintai kamu, akan mengingat setiap
kata yg kamu ucapkan, bahkan yg tdk sengaja dan iaakan selalu menggunakan kata2 itu tepat waktunya.

7. Seseorang yg mencintai kamu, tdk akan memberikan
janji apapun dgn mudah, karna ia tdk mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu utk mempercayainya dan ia
ingin memberikan hidup yg paling bahagia dan aman
selama lamanya.

8. Seseorang yg mencintai kamu, mungkin tdk bisa mengingat kejadian / kesempatan istimewa, seperti
perayaan hari ulang tahunmu, tp ia tau bhw setiap
detik yg ia lalui, ia mencintai kamu, tdk peduli hari
apakah hari ini.

9. Seseorang yg mencintai kamu, tdk mau berkata Aku
mencintaimu dgn mudah, karna segalanya yg ia lakukan utk kamu adalah utk menunjukkan bhw ia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan mengatakan kata I Love You pada situasi yg spesial, karna ia tdk mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bhw ia mencintai dirimu.

10. Seseorang yg bner2 mencintai kamu, akan merasa bhw
sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bhw kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bhw tdk ada yg akan membuatnya bahagia / tersenyum.

11. Seseorang yg mencintai kamu, akan pergi ke airport
utk menjemput kamu, dia tdk akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yg kamu harapkan.Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan: Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari? Dengan hatinya yg tulus.

12. Seseorang yg mencintai kamu, tdk tahu apakah ia
harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah bbrp jam. Jika kamu menanyakan : mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata: Ketika kamu marah penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru akan benar2 bekerja /manjur / berguna.

13. Seseorang yg mencintaimu, akan selalu menyimpan
semua benda yg telah kamu berikan, bahkan kertas kecilbertuliskan ' I LOVE U ' ada di dalam dompetnya
dan Seseorang yg mencintaimu, jarang mengatakan kata2
manis. Tp kamu tau, 'kecupannya' sudah menyalurkan semua......

14. Seseorang yang mencintai kamu akan selalu berusaha
membuat mu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu. .

15. Seseorang yang mencintaimu akan membalut hatimu
yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi...dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri

16. Seseorang yang mencintaimu. ..akan rela melepaskanmu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia...dan ia akan ikut bahagia walau kamu yang dicintainya bahagia bersama orang lain

Pengampunan Dan KasihNya Bebaskanku

JAWABAN.com - Seorang anak hampir setiap hari menyaksikan ayahnya menganiaya sang ibu, bahkan dia sendiri pun tidak luput menjadi korban dari kekejaman ayahnya. Simak kisahnya berikut ini.

Tanpa diketahui maksudnya, kata-kata dari sang ayah mengejutkan sang ibu, dan melukai hati Demitrius. Ayahnya tiba-tiba saja bertanya, "Ini anak siapa!" sambil menunjuk Demitrius.

Demitrius: Mama hanya berkata jangan dengarkan itu. Kamu anak saya, dan darah daging saya. Kami menangis, dan sejak saat itu perkataan papa meninggalkan luka dalam hati saya.

Tidak hanya luka batin yang diderita Demitrius, luka fisikpun juga diterimanya.

Demitrius: Papa adalah seorang tentara, dah kegagahan seorang tentara itu ada pada senjata dan teriakannya. Waktu dia memukul mama, dia akan pakai alat-alat itu, dia punya sangkur, ikat pinggang, dia memakai itu.

Rasa cemburu selalu hadir dalam pikiran sang ayah terhadap ibunya, sehingga ayahnya selalu mencari alasan dan mencari-cari apa yang didalam rumah tidak beres, kemudian memukuli ibunya di luar rumah.

Demitrius: Perlakuan papa sangat ganas... wajah mama sampai cedera dan berdarah-darah, sampai kepala bocor, sampai harus masuk UGD... Pernah dia ambil senjata dan hampir menembakkannya ke arah mama, saya lari dan berdiri di depan mama. Saya bilang, "Papa kalau hari ini mau tembak mama, tembak saya dulu, biar pelurunya tembus saya dan tembus mama."

Wajahnya semakin ganas dan dia tidak jadi menembak. Dia menaruh senjatanya dan memukuli kami. Saya berpikir, kalau saya sudah besar saya akan hajar atau bunuh papa saya.

Hari berganti hari, diwarnai dengan penyiksaan, Demitrius pun tidak tahan lagi dan segera melaporkan ayahnya ke Koramil. Koramil langsung datang dan mengambil senjata. Ayahnya bertanya siapa yang melaporkan dia, dan mereka menjawab bahwa anaknya sendiri yang telah melaporkannya. Demitrius tahu bahwa bayang-bayang siksaan siap menerpanya.

Demitrius: Papa memukuli saya dan juga mama yang datang kemudian. Kami mau menangis tapi ayah berkata, "Air matamu boleh jatuh tapi suaramu jangan keluar!" Kami sudah tidak tahu lagi mau minta tolong kepada siapa, hanya bisa menangis saja...

Ibu Demitrius: Yang Demetrius ceritakan semuanya betul...
Bapak memukuli saya sudah tidak terhitung berapa kali. Dia memukul sampai saya mandi darah baru dia berhenti, kalau belum keluar darah tidak bisa, dia tidak puas.

Hanya ada 1 orang yang bisa hidup, sang ibu atau suaminya. Saat ibunya mau menusuk dirinya sendiri dengan pisau di depan suaminya, Demitrius mencegahnya. Tapi sesudah itu ayahnya memukuli dia dan ibunya.

Setelah itu serangkaian peristiwa yang mengerikan mulai terjadi. Ibu Demitrius sempat mencoba bunuh diri lagi dengan meminum racun namun tidak berhasil. Sementara itu penganiayaan fisik terus dilakukan oleh ayahnya.


Luka dan amarah yang disimpan Demitrius memuncak.

Demitrius: Waktu dia sedang memukuli mama, saya bilang dalam hati, kalau dia pukul mama lagi, saya akan pakai parang ini menyerang dia... Namun ternyata dia tidak melakukan pemukulan yang kedua kali. Parang itu harus saya simpan kembali.

Di usia Demitrius yang kedua belas tahun, siksaan itu telah usai, sang ayah yang begitu kejam telah meninggal. Luka yang disimpan Demitrius di dalam hati membuatnya tidak menangis, luka akibat perkataan ayahnya tidak terobati. Demitrius tumbuh dengan rasa penolakan bahwa dia bukan bagian dalam keluarga. Dan itu adalah akar dari semua perbuatan jahat yang dia lakukan selanjutnya. Kebebasan yang terkekang selama bertahun-tahun telah tiba, kehidupan yang liar pun dijalani Demitrius.

Demitrius: Ada masa saya berjaya, dimana saya bisa hidup bebas untuk melakukan apa saja yang saya mau. Saya mulai kenal minuman keras, dan mulai terus mabuk-mabukan dengan teman-teman saya. Kami minta uang dari setiap mobil yang lewat dan di jalan-jalan.

Tidak ada yang dapat menghentikan langkah Demitrius. Di usianya yang masih dini, dunia seks mulai dijajahinya, dengan menonton film-film porno dan melakukan hubungan seks. Bagi Demitrius, seks itu seperti hidup dan merupakan kejantanan laki-laki.

Demitrius: Jadi kalau sampai saya tidak mendapatkan perempuan untuk berhubungan seks, pasti saya onani. Dan itu terus berlanjut sampai saya dewasa. Sampai saya berprinsip, barang yang lain saya bisa lepas, tapi kalau seks, saya tidak akan bisa, dan mungkin kalau saya tidak melakukan hubungan seks saya akan mati. Itu yang tertanam dalam pikiran saya. Pikiran-pikiran itu akhirnya menjadi seperti berhala...

Dalam kehidupan yang bengis dan penuh dosa, benih jahat sang ayah mulai terlihat dalam hidup Demitrius.

Demitrius: Saya merasakan saya memiliki satu kuasa, satu otoritas dari orang tua itu benar-benar turun kepada anak-anaknya, dan anak-anaknya pasti akan mewarisi itu. Niatnya menjadi anak yang paling baik, tapi ternyata warisan itu turun dan dorongannya kuat sekali.

Seperti menjelma menjadi sang ayah, Demitrius menjadi sosok yang menakutkan bagi keluarganya.

Ibu Demitrius: Dia memang waktu itu kacaunya luar biasa.
Kalau dia datang minta uang dan saya bilang tidak ada, dia marah...

Demitrius: Saya akan bilang mereka seperti lonte-lah, kamu pelacur-lah, kamu perempuan kenapa harus mengatur saya, saya kan laki-laki, saya mau bikin apa saja terserah saya. Tidak boleh ada orang yang mengganggu... Biasanya yang mewarisi sikap orang tua itu adalah anak laki-laki, yang sulung. Jadi saya merasa berkuasa, saya merasa punya hak.

Yang terpasang dalam pikiran saya itu bahwa perempuan itu ada sebagai budak, jadi mereka mau tidak mau harus melayani laki-laki.

Ibu Demitrius: Kalau dia datang ke rumah ini bersama teman-temannya dan minum-minum, saya disuruh keluar rumah. Pernah juga dia tidak pulang satu minggu...

Demitrius: Waktu mereka tidak mencari saya, saya semakin merasa bahwa ternyata benar saya bukan bagian dari keluarga ini. Jadi saya akan tetap di luar. Tapi ketika mereka mencari saya, perasaan itu terkubur kembali.

Watak keras Demitrius jugalah yang menyebabkan dia selalu menolak bila ada orang yang datang untuk menceritakan tentang Yesus, keselamatan, kebenaran dalam Alkitab dan menyuruhnya bertobat. Dia tidak mempercayai semua itu.

Demitrius: Saya dulu berpandangan bahwa Alkitab itu hanya omong kosong, karena dibuat untuk manusia supaya tidak berbuat dosa. Saya juga dulu berpikir bahwa neraka dan sorga itu tidak ada.

Rasa bahagia yang tertanam sejak kecil telah hilang. Hanya doa yang bisa dilantunkan oleh sang ibu, agar anaknya kembali ke jalan yang benar.

Ibu Demitrius: Saya bilang, Tuhan... Tuhan kasih dia satu pukulan, supaya dia bisa bertobat...

Di tengah keasyikannya bermain PS dan meminum alkohol, bencana yang terbesar dalam hidup Demitrius telah mengintai. Setelah minum-minum dia merasa dadanya seperti terbakar. Demitrius tidak terima karena dia berpikir bahwa dia adalah orang yang paling kuat, segala jenis minuman sampai spiritus mentahpun pernah dia minum. Dan minuman yang baru saja dia minum itu adalah minuman yang biasa dia minum setiap hari.

Demitrius: Jantung, paru-paru, hati, dan lambung, organ-organ terpenting di dalam tubuh saya ini rusak. Saya sulit bernafas, dan pengobatan yang dilakukan sepertinya sia-sia. Saya merasa sepertinya saya akan mati, dan saya sudah kehilangan harapan.

Dosa Demitrius sudah terlalu banyak, dia mulai berpikir apa yang akan terjadi jika ajal menjemputnya.

Demitrius: Ada satu rasa, dorongan dari dalam hati yang saya tahu itu dari Tuhan, "Demitrius, waktu engkau mati, engkau tidak datang bersama dengan Aku karena engkau tidak menerima Aku." Dan saya berpikir kalau hari ini saya mati, siapa yang harus saya minta untuk tolong saya...

Tiba-tiba Demitrius minta didoakan, namun pintu kematian tetap terbuka untuknya. Akhirnya Demitrius mendatangi suatu tempat yang paling dibencinya, dia datang ke sebuah gereja. Saat Firman Tuhan dibagikan, Firman itu telah masuk dan menyentuh hati Demitrius. Dia benar-benar menyadari bahwa dia memang seorang penjahat yang pantas dihukum mati.
Demitrius akhirnya maju untuk didoakan dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru selamatnya.

Demitrius: Ketika Yesus datang dan jamah, masuk dalam hidup saya... semua yang telah hilang dulu, itu sepertinya Tuhan berikan kembali. Tuhan berikan kekuatan kembali. Saya buat keputusan untuk tinggalkan minuman, dan keputusan untuk tidak melakukan hubungan seks.
Tetapi yang masih tersembunyi dengan rapi adalah kebencian saya kepada papa...

Demitrius akhirnya mengikuti camp pria sejati. Di sana dia ditantang untuk bisa mengampuni ayahnya. Dan Tuhan menjamahnya saat berkata dia mau mengampuni ayahnya. Dan saya merasa seperti terbebas dari sesuatu yang selama ini mengikat saya.

Ibu Demitrius: Dia minta maaf pada saya, dan saya senang karena dia sudah bertobat...

Jim Yost (pembimbing rohani Demitrius): Banyak orang bilang bahwa Demitrius tidak mungkin bisa bertobat, karena dia sudah terlalu jauh dari Tuhan. Tapi hidup yang kacau ditutup dan dia memulai hidup yang baru dan maju dengan Tuhan. Luar biasa, sangat kelihatan bagaimana anugrah Tuhan mengubah total hidup dia...

Demitrius: Kalau ada orang bertanya tentang Yesus, "Bagaimana kamu bisa percaya kalau Yesus itu mati dan bangkit 2000 tahun yang lalu, sedangkan kamu kan lahir tahun 1980?" Satu kata yang Tuhan taruh di dalam hati, sekalipun saya tidak tahu seperti apa 2000 tahun yang lalu, tapi buktinya kebangkitan itu ada di dala saya dan saya bisa lepaskan semua kehidupan lama saya dengan kuasa kebangkitan itu. Saya akan ikut Kristus sampai akhir hidup saya. Saya cuma mau katakan, bahwa Tuhan Yesus itu baik.

Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti mati! tetapi ia bertobat dari dosanya serta melakukan keadilan dan kebenaran, orang jahat itu mengembalikan gadaian orang, ia membayar ganti rampasannya, menuruti peraturan-peraturan yang memberi hidup, sehingga tidak berbuat curang lagi, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Semua dosa yang diperbuatnya tidak akan diingat-ingat lagi; ia sudah melakukan keadilan dan kebenaran, maka ia pasti hidup. (Yehezkiel 33:14-16)

Hope Comes from Him

Today's Scripture

“Find rest, o my soul, in God alone; my hope comes from Him” (Psalm 62:5).

Today's Word from Joel and Victoria

God is constantly planting seeds of hope and victory in your life. He’s constantly trying to deposit His faith on the inside of you. Often times, when we’re anxious and worried, it’s difficult to hear His voice of hope and confidence. But when we stop and quiet ourselves, when we find rest in Him, we will recognize His voice of hope. You’ll hear Him saying to your heart, “Your best days are still in front of you, you are more than a conqueror, you’re the head and not the tail.” As you receive His hope, it creates a foundation for faith to rise inside your heart. The Bible says that faith gives substance to things hoped for. In other words, your hope gives your faith something to work toward. If the cares of this world have left you frustrated and empty today, make the decision right now to open your heart and allow the Lord to deposit His hope on the inside of you. It doesn’t matter what you are facing today or what’s happened in your past, God wants to give you hope today. He wants to pour out His blessing in every area of your life so that you will live the abundant life He has for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, I ask for Your hope today. Thank You for lifting me up into heavenly places with You. Show me how to be a vessel of hope to those who are around me today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries