Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

24 March 2008

Enlarge Your Territory

Today's Scripture

“Oh, that you would bless me and enlarge my territory…” (I Chronicles 4:10).

Today's Word from Joel and Victoria

God wants to bless you and enlarge your territory. Your territory can be your sphere of influence or your realm of responsibility or authority. Are you ready for increase in your life today? You may desire God’s increase, but the Bible says we have not because we ask not. Are you asking for God’s blessing? Are you asking Him to enlarge your territory? When you ask God to bless you, your faith is activated which opens the door for Him to work in your life. Open your heart today and ask for God’s blessing, ask for His discernment and wisdom. Ask Him to make you more effective on your job; ask Him to increase the quality of your relationships; ask for more people to love and encourage. Ask Him to enlarge your territory so that you can be a greater blessing to those around you. As you take a step of faith in prayer today, God will hear you. He’ll open doors that no man can close and pour out His abundance in every area of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, today I open my heart to You and ask You to bless me. I ask You to increase me in every area and teach me to be faithful to You always. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

22 March 2008

People You Meet

Four people you will meet in life
Life is the process of finding love; every person will need to find four people in their life.

First person is you, Second person is the one you love most, Third person is the one who love you most, And the fourth is the one you spend the rest of your life with.

In life, firstly you will meet with the one you love most, and learn how love feels. Because you know how love feels, so you can find the person who loves you most. When you have experienced the feeling of loving others and being loved, you will then know what it is you need most. Then you will find the person who is most suitable for you, to be able to spend the rest of your life with.

Sadly, in real life, these three people are usually not the same person.

The one you love most doesn't love you. The one, who love you most, is never the one you love most.

And the one you spend your life with, is never theone you love most or the one who love you most.

He is just the person who happens to be at the right place at the right time.

Which person are you in other people's life?

No person will purposely have a change of heart.

At the point in time when he loves you, he really loves you. But when he doesn't love you anymore,he really doesn't love you anymore. When he loves you, he can't pretend that he doesn't. Same goes, when he loves you no more, there's no way he can pretend he loves you.

When a person doesn't love you and wants to leave you. You must ask yourself if you still love him, If you also don't love him anymore, do not keep him just to save your pride. If you still love him, you should wish him happiness, and hope that he will be with the one he loves most, not stop him from it. If you stop him from finding true happiness with the one he loves, it shows you already don't love him, And if you don't love him, what rights do you have to blame him for a change of heart?

Love is not possessive, If you like the moon, you can't just take it down and put it in your basin, But the moonlight still shines upon you. In other words, when you love a person, you can use another method of possessing the person. Let him become a permanent memory in you life. If you really love a person, you must love him for what he is. Love him for his good points, and the bad, You can't wish for him to become like what you like him to be just because you love him. If he can't change to become what you like him to be, you don't love him anymore.

When you really love a person, you cannot find a reason why you love him, You only know that no matter when and where, good mood or bad mood, you will wish to have this person be with you. Real love is when two people can go through the toughest problems without asking for promises or listing criterias. In a relationship, you have to put in effort and give in at times, not always be on the receiving end. Being away from each other is a type of test, If the relationship isn't strong, then you can only admit defeat. Real love will never become hate.

When two people are in love, They love to ask each other to swear, to make promises. Why do they ask each other to swear and promise?

Because they don't trust each other, they don't trust their lover. These swear and promises are useless; Till the sky falls, till the ocean dry, my love for you will never change! We all know that the sky will never fall; the ocean will never dry, Even if it does happen, are we still alive by then?

Be careful when making promises; don't make promises that you cannot keep.

Swear by things that can never happen, because it can never happen, so no harm just saying it casually.

Remember, swearing by things that can never happen are the most touching!!

In a relationship, what you say is one thing, but what you do is another; The one saying, doesn't believe; the one listening, also doesn't believe.

Nilai Seikat Bunga

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum. Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, “Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!”

Penjaga kuburan itu menganggukan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.

Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, “Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat bunga dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang
telah menolong saya.”

“O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan bunga, tetapi saya tidak pernah menaruh bunga itu di pusara anak Anda.” jawab pria itu.

“Apa, maaf?” tanya wanita itu dengan gusar.

“Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh bunga itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat bunga.

Karena itu setiap bunga yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman bunga-bunga itu, Nyonya,” jawab pria itu.

Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.

Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.

“Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal..

Ketika saya secara langsung mengantarkan bunga-bunga itu ke rumah sakit atau panti jompo, bunga-bunga itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.

Sampai saati ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!”

Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.

Amsal 17 : 22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Bertahan

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.


Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung airmatamu.


Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.


Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.


Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
Tuhan punya jawabannya.


Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.
.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.


Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Tuhan telah memberkatimu.


Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
Tuhan telah tersenyum padamu.


Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... TUHAN TAHU

The Apple of His Eye

Today's Scripture

“Keep me as the apple of your eye…” (Psalm 17:8).

Today's Word from Joel and Victoria

God cherishes and values you so much today. You are the apple of His eye; the center of His world! In this day and age, people are considered to be important for so many different reasons—titles, position, possessions, where you go, what you drive. But God’s value system is very different from the value system of the world. If you’ve ever thought that God has too many other important things on His plate to be concerned with you and your life, know this today—you are God’s number one priority. And there’s nothing you can do to be more important or less important. God values you today simply because He made you, and your value will never change. You are significant. Your life is significant. The things that concern you, concern God. He carefully watches over every detail of your life, and there is nothing too big or too small for His attention. Take your concerns and cares to the Father today. He loves to hear you call upon Him, and He is waiting to show Himself strong on your behalf. Because you are important to Him, He is ready to bless and empower you to live in victory all the days of your life.

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for loving me today. Thank You for making me the apple of Your eye. I open my heart to You today and cast every care on You. In Jesus’ Name, Amen.


From : Joel Osteen Ministries

19 March 2008

Curriculum Vitae Of Jesus Christ

Name : Jesus Christ
Address : Ephesians 1:20
Phone : Romans 10:13
Website : Bible
Keyword : Christ, Lord, Savior and Jesus

My name is Jesus – The Christ. Many call me Lord! I’ve send you my CV because I’m seeking the top management position in your heart. Feel free to read my detail below.


Qualification :
I founded earth and establish the heaven (Proverbs 3:19)
I formed man from the dust of the ground (Genesis 2:7)
I breathed into man the breath of life (Genesis 2:7)
I redeemed man from the curse of the law (Galatians 3:13)
The blessing of the Abrahamic Covenant comes upon your life through me (Galatians 3:14)


Occupational Background :
I’ve only had one employer (Luke 2:49)
I never been tardy, absent, disobedient, slothful or disrespectful.
My employer has nothing but rave reviews for me. (Matthew 3:15-17)

Skills and Work Experience :
Some of my skills and work experiences include : empowering the poor to be poor no more, healing the brokenhearted, setting the captives free, healing the sick, restoring sight to be blind and setting at liberty them are bruised (Luke 4:18)
I am wonderful Counselor, (Isaiah 9:6). People who listen to me shall dwell safety and shall not fear evil (Proverbs 1:33). Most importantly, I have the authority, ability and power to cleanse you of your sins (1 John 1:7-9).


Educational Background :
I encompass the entire breath and length of knowledge, wisdom and understanding (Proverbs 2:6). In me are hidden all of the treasures of wisdom and knowledge (Colossians 2:3). My word is so powerful, it has been described as being a lamp unto your feet and a lamp unto your path (Psalms 119:105). I can even tell you all of the secrets of your heart (Psalms 44:21).


Major Accomplishment :
I was an active participant in the greatest Summit Meeting of all times (Genesis 1:26). I laid down my life so that you may live (II Corinthians 5:15).
I defeated the archenemy of God and mankind and made a show of them openly (Colossians 2:15). I’ve miraculously fed the poor, healed the sick and raised the dead! There are many more major accomplishments, too many to mention here. You can read them on my website, which located at : www dot – the BIBLE. You don’t need an internet connection or computer to access it.


Reference :
Believers and followers worldwide will testify to my divine healings, salvations, deliverance, miracles, restoration and supernatural guidance.


Summary :
Now that you’ve read my CV, I’m confident that I’m the only candidate uniquely qualified to fill this vital position in your heart.
In summation, I will properly direct your path (Proverbs 3:5-6), and lead you into everlasting life (John 6:47).
When can I start? Time is of the essence (Hebrews 3:15).


Send this CV to everyone you know, you never know who may have an opening!

Thanks for your help and God bless you!

According to Your Faith

Today's Scripture

“According to Your faith, be it unto you” (Matthew 9:29).

Today's Word from Joel and Victoria

A lot of time people think that when they have a need, that if God wanted to, He could just automatically meet it. But Jesus didn’t say, according to your need be it unto you; He said, according to your faith. That’s why it’s so important to have an attitude of expectancy every single day. If we want God to move in our lives, we have to approach every day filled with faith and hope. The scripture tells us in Romans that “faith comes by hearing the Word of God.” The more you have the Word of God in your life, the more your faith will grow and the more you will see Him working in your life. God longs to bless you, and He’s given you everything you need to be successful in life. Remember, all things are possible to those who believe! Believe in His goodness today and take a step of faith toward the life of blessing God has prepared for you!

A Prayer for Today

Father, thank You for Your hand of blessing in my life today. I open my heart to You and trust that You have a good plan for me. Give me a heart filled with faith and hope today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

18 March 2008

Batu & Mutiara

Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanannya. Setelah lama berjalan, lelahlah pedagang itu, kemudian dia beristirahat sejenak. Selama dia beristirahat, dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati batu itu. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian dia meneruskan perjalanannya.

Selama dia berjalan lagi, tiba-tiba dia melihat ada yang berkilau-kilauan di pinggir jalan. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah sebuah mutiara yang indah. Alangkah senangnya hati pedagang tersebut, mutiara itu diambil dan disimpannya tetapi dalam kantong yang berbeda dengan kantong tempat batu tadi. Kemudian dia meneruskan perjalanannya kembali.

Adapun si batu kecil itu merasa bahwa pedagang itu begitu memperhatikan dirinya, dan dia merasa begitu bahagia. Namun pada suatu saat mengeluhlah batu kecil itu kepada dirinya sendiri. "Tuan begitu baik padaku, setiap hari aku digosoknya walaupun aku ini hanya sebuah batu yang jelek, namun aku merasa kesepian. Aku tidak mempunyai teman seorangpun, seandainya saja Tuan memberikan kepadaku seorang teman".

Rupanya keluhan batu kecil yang malang ini didengar oleh pedagang itu. Dia merasa kasihan dan kemudian dia berkata kepada batu kecil itu "Wahai batu kecil, aku mendengar keluh kesahmu, baiklah aku akan memberikan kepadamu sesuai dengan yang engkau minta". Setelah itu kemudian pedagang tersebut memindahkan mutiara indah yang ditemukannya di pinggir jalan itu ke dalam kantong tempat batu kecil itu berada.

Dapat dibayangkan betapa senangnya hati batu kecil itu mendapat teman mutiara yang indah itu. Sungguh betapa tidak disangkanya, bahwa pedagang itu akan memberikan miliknya yang terbaik kepadanya. Waktu terus berjalan dan si batu dan mutiara pun berteman dengan akrab. Setiap kali pedagang itu beristirahat, dia selalu menggosok kembali batu dan mutiara itu.

Namun pada suatu ketika, setelah selesai menggosok keduanya, tiba-tiba saja pedagang itu memisahkan batu kecil dan mutiara itu. Mutiara itu ditempatkannya kembali di dalam kantongnya semula, dan batu kecil itu tetap di dalam kantongnya sendiri. Maka sedihlah hati batu kecil itu. Tiap-tiap hari dia menangis, dan memohon kepada pedagang itu agar mengembalikan mutiara itu bersama dengan dia. Namun seolah-olah pedagang itu tidak mendengarkan dia.

Maka putus asalah batu kecil itu, dan di tengah-tengah keputusasaannya itu, berteriaklah dia kepada pedagang itu "Oh tuanku, mengapa engkau berbuat demikian ? Mengapa engkau mengecewakan aku ?"

Rupanya keluh kesah ini didengar oleh pedagang batu tersebut. Kemudian dia berkata kepada batu kecil itu "Wahai batu kecil, kamu telah kupungut dari pinggir jalan. Engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Mengapa engkau mengeluh? Mengapa engkau berkeluh kesah? Mengapa hatimu berduka saat aku mengambil mutiara itu daripadamu? Bukankah mutiara itu miliku, dan aku bebas mengambilnya setiap saat menurut kehendakku? Engkau telah kupungut dari jalan, engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Ketahuilah bahwa bagiku, engkau sama berharganya seperti mutiara itu, engkau telah kupungut dan engkau kini telah menjadi milikku juga. Biarlah aku bebas menggunakanmu sekehendak hatiku. Aku tidak akan pernah membuangmu kembali".

Yang dimaksud dengan batu kecil itu adalah kita-kita semua, sedangkan pedagang itu adalah Tuhan sendiri. Kita semua ini buruk dan hina di hadapanNya, namun karena kasihnya itu Dia memoles kita, sehingga kita dijadikannya indah di hadapanNya. Sedangkan yang dimaksud dengan mutiara itu adalah berkat Tuhan bagi kita semua. Siapa yang tidak senang menerima berkat? Berkat itu dapat berupa apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin berupa kegembiraan, kesehatan, orangtua, saudara dan sahabat, dan banyak lagi. Apakah kita pernah bersyukur, setiap kali kita mendapat berkat itu? Dan apakah kita tetap bersyukur, jika seandainya Tuhan mengambil semuanya itu dari kita? Bukankah semua itu milikNya dan Ia bebas mengambilnya kembali kapanpun Ia mau? Bersyukurlah selalu kepadaNya, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan kita semua.

Yer 29:11-12
Bukankah Aku ini mengetahui rencana-rencanaKu kepadamu ? Yaitu rencana keselamatan dan bukannya rencana kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari esok yang penuh harapan. Maka kamu akan berseru dan datang kepadaKu untuk berdoa dan Aku akan mendengarkan kamu.

Humor : Jalan Jati Lebih Mudah

Sriningsih telah meninggal dunia dan suaminya yang memang tidak begitu cerdas menelepon ambulan. Operator telepon ambulan mengatakan kepada sang suami bahwa akan segera dikirim mobil ambulan untuk mendiang isterinya.

Petugas telepon bertanya, “Anda tinggal di mana?”

Sang suami menjawab, “Pada akhir jalan Eucalyptus!” (Nama sebuah pohon-Red.)

Petugas itu bertanya lagi, “Dapatkah Anda mengeja nama jalan itu untukku?”

Terjadilah keheningan yang cukup lama, namun pada akhirnya sang suami menjawab, “Bagaimana seandainya aku menyeret jenazahnya ke jalan Jati sehingga Anda dapat menjemputnya dari tempat itu?

Aku Akan Membopongmu Setiap Pagi

Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia.

Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu. Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.

Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka2.

Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon. Dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yg kubelikan untuknya.

Dew berkata, "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis." Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis." Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor" Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut,ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama2. Atau, aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari ia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.

Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya, "Ada sesuatu yg harus kukatakan." Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. "Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?"

"Aku serius." Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki2!" .

Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh2 telah terjadi.

Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami. Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?" Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu." Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata2nya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami, "wah, papa membopong mama, mesra sekali" Kata2nya membuatku merasa sakit. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi. Beberapa kerut tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar. Hati2 kalau kamu lewat sana ."

Hari keempat, ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.

Bayangan Dew menjadi samar.

Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku harus hati2 saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.

Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya,"kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum. Tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa,sudah waktunya membopong mama keluar" Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua" Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam". Kutepiskan tanganya dari dahiku, "maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu." Dew tiba2 seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor.

Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis, "Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua."

Apakah cerita tersebut dapat memberikan kepada kita suatu pelajaran? Renungkan dan pikirkanlah langkah yang telah kita buat selama ini dalam kehidupan kita...Pikirkan...

Ask

Today's Scripture

”Ask and it will be given to you; seek and you will find; knock and the door will be opened to you” (Matthew 7:7).

Today's Word from Joel and Victoria

Is there an area of your life that you need God’s help in? A lot of times, it’s easy to think that we’re not supposed to ask for too much, but the scripture encourages us to go to God with all of our needs. He longs to give you the desires of your heart and pour out His favor and blessing on you. In fact, Jesus said, “You have not, because you ask not.” When you step out and ask for God’s favor, His blessings and His increase, you are activating your faith. And when you pray, make sure there isn’t anything in your heart that would block your faith. Begin your prayers by surrendering every thought and attitude to the Lord. Ask Him to purify your motives and show you if there is any unforgiveness in your life. When you release those things to the Lord, it opens the door for Him to move mightily on your behalf, and you will move forward into the life of blessing He has in store for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, I humbly come to You and surrender all that I am. I ask that You pour out Your favor and blessing on me so that I can be a greater blessing to others. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries