Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

04 March 2008

Lucifer & Antek2nya

Pada tengah malam 1 Januari 1981, Lucifer mengundang kami semua, murid-muridnya ke sekolah rahasianya. Kami berjumpa dengannya di udara di luar bumi. Kami menemu-kan diri kami di suatu tempat yang seperti telur, tetapi kami tetap dapat melihat tembus keluar. Di dalam sangat panas. Lucifer berbicara kepada kami dengan suara keras.

"Siapa yang memanggil kalian datang kemari?" geramnya. Semua diam dan sangat takut. Seorang murid dari India menjawab, "Tuan, kami datang kemari atas kehendak tuan sendiri."

"Bukan aku yang membawa kalian kemari, tetapi Yesus mereka," kata Lucifer. Mengapa setan begitu marah? Wah. 2:13 merupakan jawabannya. Lucifer berkata, "Aku benar-benar berada dalam masalah dan kalian harus bekerja sama denganku. Aku dilemparkan dari surga (oleh Allah) dan sekarang aku sedang menunggu saatnya aku dilemparkan ke dalam lautan api. Aku tidak dapat pergi kesana seorang diri. Kita membutuhkan lebih banyak orang untuk pergi bersama-sama kita."

Tiba-tiba, Lucifer menyalakan tombol suatu benda yang tampak seperti tv dan menunjukkan kepada kami semua kejadian kejatuhannya dari surga. Kami melihat sesuatu yang besar jatuh dari langit dengan suara menggelegar dan kemudian mulai menyala dengan api yang besar, seperti kilat. Lalu kami melihat malaikat-malaikat berjatuhan ke bumi, air (samudra-samudra luas, sungai-sungai dan lainnya) dan ke neraka (roh-roh jahat). Ketika mereka jatuh, ada yang menjadi pohon, ada yang menjadi binatang diantaranya monyet. Setelah film seperti itu, Lucifer menghentikannya dan berkata, "Kalian semua, pandang aku dan lihatlah."

Jadi kami memperhatikan dia, maka kami melihat malaikat-malaikat (sosok-sosok yang sangat buruk rupa) berdiri di sekelilingnya. Kemudian ia berkata, "Malaikat-malaikat yang jatuh bersamaku, yang paling berkuasa ada 58, akan tetapi yang ke 58-lah yang paling berkuasa diantara mereka dan disebut Rosa. Di lautan Pacific ada seorang lagi yang penuh kuasa yang bernama Maria Marguela.

Kategori Hamba-hamba Iblis
Kata Lucifer, "Kalianlah murid-muridku dan kalian akan belajar dariku. Aku akan mengajar kalian bagaimana untuk bertindak di dalam dunia karena kalian menghadapi masalah. Kalian harus menyamaiku di dalam segala hal. Di akhirnya, kalian harus bekerja keras bersamaku karena kita menginginkan lebih banyak orang agar berada di pihak kita. Kita tidak akan binasa sendirian. Bila kalian menderita sendirian, akan terasa lebih menyakitkan, tetapi bila banyak yang menghadapi nasib yang sama, maka kalian akan merasa terhibur. Jadi kalian harus memenangkan sebanyak mungkin orang. Aku akan mengajar kalian caranya menghadapi orang-orang dan memimpin mereka masuk neraka. Kalian yang menjadi murid-muridku memiliki posisi yang menonjol dalam pandanganku."

Kemudian ia mulai menujukkan organisasi pemerintahannya. Melalui pemandangan yang paling mengerikan, kami segera menyaksikan bagaimana iblis sangat membenci nama Yesus. Suatu hari, seseorang berani mengatakannya di hadapan Lucifer ketika kami sedang mengadakan pertemuan. Lucifer terjatuh dari tempat duduknya, bangkit seketika dengan amarah dan menghantam orang tersebut dan langsung membunuhnya dan meminum seluruh darahnya di hadapan kami semua yang melihatnya dengan ketakutan, kengerian dan kecengangan. Ia kemudian berbalik dan memberikan ancaman terhadap siapa saja yang berani. Dan ketika ia memberikan pelajaran kepada kami mengenai ketidaksukaannya akan nama itu, seseorang dengan takut-takut bertanya mengapa ia secara khusus terganggu olehnya dan mengapa kami tidak boleh menyebutkan "nama itu."

Jawabnya, "Pada suatu hari aku mengirimkan seseorang untuk membunuh kakak laki-lakinya yang biasanya berdoa melawan kami. Tetapi orang itu menemukan kakaknya itu sedang berdoa di dalam nama Yesus. Dan karena nama itu, orangku itu jatuh di depan kakaknya."

Pemerintahan Lucifer Terorganisasi Dengan Rapi
Lucifer mulai menunjukkn bagaimana pemerintahannya terorganisasi. Berikut ini adalah hirarki kekuasaan iblis :

1. Lucifer sendiri, majikan tertinggi dari segala kejahatan.

2. Rosa, yang disebut naga ; mereka yang berdoa rosario secara langsung berkomunikasi dengannya.

3. Maria Marguela, sosok yang sering muncul dalam penglihatan dan mimpi, berperan sebagai Bunda Maria, ibu Tuhan kita, Yesus Kristus. Ini adalah untuk membutakan dan menipu pikiran umat Allah. Roh ini (malaikat yang jatuh) mengendalikan seluruh jenis mahkluk di dunia di bawah air.

4. Ke 57 malaikat yang jatuh itu mengelilingi Lucifer sebagai pengawal pribadinya.

5. Roh-roh jahat yang adalah malaikat-malaikat yang jatuh di dalam neraka. Mereka merupakan kuasa-kuasa yang menghancurkan yang sangat kuat dan mereka sangat gemar akan darah. Bila mereka dipanggil keluar dari neraka untuk suatu tugas, maka mereka tidak akan kemblai tanpa menghancurkan segala sesuatu yang mereka lalui.

6. Malaikat-malaikat lain yang jatuh di atmosfir udara atau di angkasa. Mereka adalah roh-roh penipu yang membutakan manusia agar tidak mengenal Allah yang benar (Bapa, Putera dan Roh Kudus).

7. Roh-roh orang mati yang sebelumnya dalam dosa. Bila seseorang yang hidup di dalam dosa di bawah pimpinan roh-roh penipu itu mati, maka roh-roh itu akan meninggalkannya dalam keadaan tetap sebagai roh manusia, yang kemudian berke-lana melayang-layang mencari kesempatan untuk menguasai manusia yang hidup.

8. Murid-murid Lucifer : 140 murid yang lulus setiap 10 tahun sekali. Setiap 10 tahun, Lucifer memilih dari seluruh negara-negara di dunia, orang-orang yang dianggap berkualifikasi untuk menjadi murid-murid sekolah rahasianya. Mereka begitu ahli di dalam hal memanfaatkan roh-roh jahat, terutama roh-roh orang mati yang tidak memiliki Yesus dalam hidup mereka dan mereka yang memiliki moral rendah, sekalipun mereka mengaku memiliki Yesus dalam hidup mereka di bumi.

9. Utusan-utusan : (dikirim sebagai wakil-wakil setan di dalam masyarakat manusia). Peran mereka adalah untuk bekerja bagi Lucifer dan bagi keuntungan kerajaannya ; mereka termasuk tukang tenung, dukun, tukang sihir dan sebagainya.

10. Penonton-penonton setan yaitu orang-orang yang mempergunakan barang-barang dari para utusan setan untuk membuat hidup mereka berhasil secara materi dan fisik, tetapi tidak menaruh perhatian sedikitpun terhadap setan.



Jam-jam Kegiatan Maupun Istirahat Maksimum (Siang Dan Malam)
Walaupun Allah itu Maha Tahu, Maha Kuasa dan Maha Hadir, mengetahui segala sesuatu, sangat berkuasa dan berada dimana saja pada saat yang bersamaan ; tetap saja baik siang maupun malam, terdapat jam-jam kepenuhan hadiratNya dan kegiatan para malaikatNya di atas bumi yang begitu kuat sehingga setan dan agen-agennya harus menyembunyikan diri. Mereka hanya dapat memimpin manusia melalui kedagingannya. Lucifer dan pemerintahannyapun memiliki jam-jam dimana mereka melakukan kegiatan yang besar dan kehadiran mereka menjadi sangat nyata di bumi. Menurut pelajaran yang kuterima dari Lucifer dan pengalamanku sendiri dalam kerajaan itu, berikut merupakan ringkasan jadual kegiatan dunia roh yang terjadi di bumi.

Waktu

Kegiatan di bumi

00.00-01.30

Kehadiran Lucifer

1.35-04.30

Kepenuhan hadirat Allah, Roh Kudus dan malikat- malaikatNya.

04.30-05.30

Kehadiran roh-roh jahat ; para tukang sihir kembali ke rumah masing-masing.

05.30-06.30

Waktu netral

06.30-08.00

Kepenuhan kehadiran para malaikat Allah

09.00-10.00

Kepenuhan hadirat Roh Kudus

11.30-13.00

Kehadiran iblis dan malaikat-malaikatnya

14.00-16.00

Kepenuhan hadirat Allah, Roh Kudus dan para malaikat Allah

17.00-20.00

Kehadiran kejahatan yang membawa penyakit, kesialan, kutuk, kegiatan tukang sihir secara kuat

20.00-21.00

Waktu netral

22.00-00.00

Waktu kegelapan yang kuat dari kuasa-kuasa jahat


Jam-jam yang tidak disebutkan di atas merupakan jam-jam netral atau masa transisi. Untuk dapat menjerat banyak orang bagi setan, maka para utusannya mempergunakan berbagai macam taktik. Bagi orang-orang yang mencintai dunia, maka utusan-utusan tersebut akan menarik mereka dengan keberhasilan, kemakmuran, kesembuhan, kuasa, uang, wanita atau pria dunia. Dan bagi orang-orang yang mengasihi Allah, para utusan itu menarik mereka masuk ke dalam gereja dan aliran pemujaan setan yang memakai Alkitab dan nama Allah secara salah. Bahkan, aku biasanya melayani komuni kudus dengan salah seorang imam Katolik. Beberapa utusan iblis memiliki rumah-rumah magis dimana mereka menjual benda-benda magis bagi orang-orang yang ingin memiliki kuasa untuk dapat melakukan mukjizat-mukjizat yang menonjol seperti kesembuhan, ramalan masa depan atau kemakmuran. Aku melihat banyak penginjil yang mencari ketenaran dan popularitas di hadapan manusia dan yang lebih mencari hal-hal materi daripada Tuhan sendiri. Mereka menekankan mukjizat, akan tetapi hidup dalam dosa. Beberapa di antara para penginjil yang seperti itu menjalin hubungan dengan rumah-rumah magis seperti "la Maison Canadienne" (Canadian House). Mereka yang berada di bawah pelayanan orang-orang yang seperti itu telah ditipu dan kehidupan rohaniah mereka berada di dalam bahaya. Bila mereka menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka, mereka tetap bergumul untuk hidup sebagai orang Kristen yang berkemenangan atas dosa. Mereka selalu goncang dan sangat kedagingan.

Pemahaman Alkitab Iblis
Aku berada bersama dengan 140 murid yang lain dari seluruh penjuru dunia untuk menghadiri sekolah Alkitab iblis. Ada yang datang dari India, ada yang dari Amerika, Jepang dan lainnya, yang dikirim dari berbagai aliran pemujaan dan agama yang berbeda-beda. Iblis mulai mengajarkan Alkitab kepada kami agar kami tahu caranya melemahkan anak-anak Allah dengan menyesatkan mereka melalui pemutarbalikan Firman Allah. Iblis mengajarkan kami bagaimana membaca Alkitab dengan terbalik. Jadi kami semua membaca Alkitab bukan karena kami ingin menerapkannya di dalam kehidupan kami, akan tetapi untuk mengetahui caranya menyesatkan anak-anak Allah menuju dosa dan kemudian menguasai mereka melalui roh-roh jahat.


Setan membuka dan membaca Bil 21:4-9 dan mengatakan bahwa disini Israel tidak sabar dan mulai menggerutu. "Kalian harus mencobai kesabaran anak-anak Allah dan membawa mereka kepada dosa. Dan bila mereka berdosa, maka tudung Allah dengan sendirinya undur dari mereka. Inilah saatnya kesempatan kalian untuk menguasai dan menghalangi kemenangan mereka." Lalu Lucifer menambahkan lagi, "Bukti bahwa Allah mengirimkan ular untuk memagut orang-orang Israel berati bahwa Ia memberi kuasa kepada kita (roh jahat, iblis dan agennya) untuk mencelakakan setiap anak Allah bila ia berdosa. Usaha kita adalah untuk mencegah setiap anak Allah agar tidak memusatkan pandangannya pada Yesus. Bila kita tidak meng-halanginya, maka pasti ia akan beroleh kemenangan dan akan sulit bagi kita untuk mencelakakannya."


Pasal yang lain adalah Luk. 14:25-27. Iblis berkata bahwa kami harus mengikuti dan menyerang orang-orang yang sangat posesif (mempunyai rasa memiliki yang sangat kuat), karena hal itu bukanlah cara Allah. Setelah pelajaran-pelajaran tersebut, maka iblis mengutus kami untuk mempraktekkannya di atas bumi. Aku ditugaskan pada gereja no. 34 di Zaire.

Membuka Pintu Bagi Roh-roh Jahat
Tidak seorangpun yang dapat dikuasai oleh roh-roh jahat bila ia sendiri tidak membuka pintu bagi roh-roh tersebut. Itulah sebabnya Alkitab berkata untuk tidak memberikan kesempatan kepada iblis. (Ef. 4:27-28).
Iblis mengajar kami caranya agar seseorang membuka hidupnya bagi kami. Kami segera menyadari bahwa bila kami berkata-kata jelek kepada seseorang, maka amarahnya memungkinkan kami untuk menguasai pikirannya, terutama bagian daripada pikiran yang berisi pengendalian diri. Bila seseorang mendengar sesuatu dan memberikan tanggapan dengan marah, maka seketika itu juga ia sudah dapat dikuasai. Roh-roh yang menguasai itu duduk di atas roh-roh yang sudah dimilikinya, sehingga korban tidak sanggup mengendalikan dirinya. Pikirannya terhalang untuk sementara waktu. Roh-roh itu masuk apabila seseorang sedang bertengkar (ams. 17:14). Itulah sebabnya Alkitab berkata bahwa kita harus melawan iblis (bila ia mencobai kita) dan ia akan lari (Yak. 4:7). Bila anda seorang yang suka bertengkar, maka anda mengundang roh-roh untuk masuk dan menyiksa serta mengendalikan hidup anda.

Membawa Roh-roh Orang Mati Ke Bumi
Sebelum memulai pekerjaanku, aku berada di neraka selama 3 bulan untuk dapat lebih mengenali tempat itu dan aku membawa suatu misi khusus yaitu untuk mencari almarhum ayahku. Aku menjalani setiap jalan di neraka dengan kakiku dan melihat setiap tempat disitu dengan mataku sendiri. Aku melihat ayahku dengan mataku sendiri, tinggal di dalam sebuah ruangan tanpa pintu, tanpa jendela dan kami dapat saling memandang, tetapi kami tidak pernah saling berkomunikasi. Semua nabi-nabi jahat yang telah mati tinggal disitu. Saudara yang kekasih, neraka itu sungguh-sungguh ada. Akan tetapi kematian dan kebangkitan Yesus telah mempersiapkan suatu jalan keluar bagi anda. Di ruangan ayahku tertulis "Alexander Max" (nama lengkapnya), nabi palsu.


Kami pergi ke neraka melalui pekuburan dengan meninggalkan tubuh jasmani kami, sama seperti kami meninggalkan pakaian kami. Dalam dunia roh (neraka) kami mengambil roh-roh orang yang mati antara usia 18 sampai 50, karena mereka mati dengan masih memiliki nafsu kedagingan yang belum terpenuhi. Bila mereka masuk dan menguasai seseorang manusia, maka orang tersebut akan bekerja keras untuk memenuhi keinginan hawa nafsu roh-roh itu. Kemudian roh-roh jahat itu akan memakai tubuh orang tersebut untuk menikmati kesenangan hawa nafsu kedagingan mereka. Setan menugaskan setiap dari kami, murid-muridnya untuk setiap hari masuk nereka dan mengambil 5000 (lima ribu) roh-roh jahat untuk tujuan-tujuan seperti antara lain perzinahan, percabulan, mabuk-mabukan, dusta dan proyek-proyek multi (dimana orang biasanya merencanakan untuk mengerjakan proyek-proyek yang sering gagal). Aku teringat apa yang terjadi pada awal-awal tugasku menghadapi orang-orang Kristen. Diperlengkapi dengan radar, aku mengawasi orang-orang yang berlalu-lalang di suatu jalanan tertentu di Zaire dan aku terheran-heran karena hanya menemukan satu gadis cantik yang mengenakan pakaian. Yang lain semuanya telanjang. Langsung saja aku ingin menguasainya, akan tetapi tampaknya tidak ada kesempatan. Aku berjalan di belakangnya. Tidak ada cara apapun. Padahal iblis terus mendesakku untuk menyusul dan menguasai gadis itu. Sebagai perkenalan, aku menyapanya, "Hallo …"


Ia tersenyum menghindar dan mengacuhkan diriku, mengangkat bahu sambil berjalan dengan rasa jijik. Aku sadar bahwa ia menganggap diriku buruk rupa (tidak setampan seperti sekarang, Yesus menjadikanku tampan) dan aku memutuskan untuk membuat gara-gara dengan mengatakan sesuatu agar ia jengkel. Setelah ia jengkel, maka aku mulai memakinya, "Kau seorang pelacur," kataku sambil berhadap-hadapan dengannya di dalam ketegangan. "Apa kau kira kau cantik? Kuberitahu kau, kau jelek. Istriku jauh lebih cantik darimu." Gadis itu menjadi sangat marah kepadaku. Begitu ia meledak di dalam kemarahan, langsung aku melem-parkan roh-roh pelacuran ke arahnya. Kemudian aku mengawasinya lagi setelah kemarahannya dan melihat bahwa ia sekarang telanjang bulat. Aku telah berhasil menguasainya dengan roh-roh pelacuran. Tidak perlu menunggu lama sebelum ia murtad total dan menjadi seorang pelacur di jalanan. Di akhirnya ia melakukan beberapa pengguguran kandungan pada tahun-tahun setelah kejadian tersebut.


Aku bekerja keras untuk menyebabkan terjadinya kecelakaan-kecelakaan, agar dapat memperoleh darah orang-orang untuk mengisi botolku ; sambil membeli waktuku untuk melatih murid-murid bagi Lucifer yang nantinya juga akan mati dan masuk neraka bersama-sama denganku. Aku juga membutuhkan waktu untuk tetap hidup dahulu, karena istriku sedang menantikan kelahiran anak pertamaku. Ingat, iblis memberiku 8 tahun untuk hidup. Aku dijadualkan mati di tahun 1987 ! Aku tidak ingin mati sebelum melihat anakku. Iblis akhirnya setuju untuk memberiku tambahan 3 bulan lagi untuk hidup, tetapi selama waktu itu aku harus memberinya darah manusia. Iblis juga terus menerus mengingatkan bahwa aku hanya memiliki beberapa bulan lagi, dengan cara mengilaskan di depanku sebuah peti mati dan salib, setiap aku sedang bekerja. Ketika aku protes dan bertanya mengapa ia memperlakukan diriku seperti itu, ia menjawab bahwa ia tidak ingin agar aku melupakan kematianku yang sudah di ambang pintu itu. "Juga agar kau siap menghadapinya," katanya. Iblis membangun ketegangan dan ketakutan di dalam diriku sedemikian rupa saat hari-hariku semakin mendekat, sehingga aku terkena sakit lambung.


Aku ingin menambahkan bahwa iblis tidak dapat memberikan murid-muridnya waktu untuk hidup di atas usia 25 tahun. Setiap mereka yang ikut di dalam sekolah latihan khususnya, harus berusaha dengan segala macam cara, setelah ia lulus, untuk memuridkan 4 orang yang lain dan ke 4 orang tersebut kemudian akan memuridkan lagi 4 set bagi tiap-tiap mereka dan mengajar mereka. Setiap orang harus meneruskan mata rantai pemuridan tersebut. Dan bila 25 tahun sudah habis bagi setiap set murid Lucifer, maka mereka harus mati bersama orang-orang lain di dalam segala bentuk dan macam kecelakaan. Ingat akan banyaknya kecelakaan udara yang terjadi dalam tahun 1987. Sebagian besar yang lulus bersama-sama dengankulah yang mengakibatkannya. Akan tetapi bila tubuh orang-orang awam dapat ditemukan, maka tubuh para pengikut iblis tidak dapat ditemukan ; kalau tidak lenyap, maka mereka akan terbakar sampai tidak dapat dikenali lagi. Salah satu kejadian tersebut melibatkan sebuah pesawat udara yang menuju AS (di tahun 1987), yang meledak di dalam api yang menyala-nyala ketika berada di udara dan semua penumpangnya mati. Saat aku menulis kisah ini, aku yakin sekali bahwa ke 140 anggota yang lulus bersama denganku dari sekolah khusus Lucifer semuanya telah mati.


Lucifer mengajar kami cara menggunakan radar khusus di telapak tangan kami untuk dapat membaca hidup orang. Dengan membentangkan jari-jari kami di depan wajah sambil menutup mata, maka kami dapat melihat dan mengetahui siapakah dia. Mereka yang sungguh-sungguh telah diselamatkan, tertutup oleh pakaian mereka, tetapi mereka yang belum diselamatkan kelihatan telanjang bulat.


"Dengar anak-anakku," kata Lucifer. "Di dunia terdapat tiga jenis manusia. Yang nampak mengenakan pakaian, berarti memiliki Roh Kudus dan merupakan milik Yesus. Merekalah sasaran utama kita. Tidaklah mudah untuk menguasai mereka. Kita tidak boleh memandang mata orang-orang Kristen yang seperti itu, akan tetapi kita harus mencoba dan mengusai mereka dengan tiba-tiba dari belakang. Kemudian, ada lagi mereka yang telanjang bulat. Kalian tidak akan menemui kesulitan di dalam menguasai mereka, karena mereka sudah telanjang dan kehidupan mereka terbuka terhadap apa saja. Mereka mengenakan pakaian dan pergi ke gereja, tetapi karena mereka tidak dikuduskan, maka mereka tampak telanjang bulat. Mereka juga tidak memegang suatu peranan yang khusus di gereja. Terakhir, adalah mereka yang belum diselamatkan.


Setan menganggap orang-orang yang belum diselamatkan itu sebagai miliknya sendiri dan tidak memu-singkan mereka. Di dalam kelompok ini sendiri, terdapat tiga jenis manusia yang mengemban berbagai tujuan di dalam pemerintahan setan ; yaitu utusan, penonton dan murid. Yang pertama adalah mereka yang mutlak merupakan milik setan dan sudah diutus untuk menjalankan rencananya terhadap orang-orang dan berbagai gereja.


Kemudian, mereka yang merupakan penonton, tetapi tetap aktif. Mereka secara tidak langsung bekerja bagi setan untuk memperolah kekayaan dan kedudukan dan bersedia memberikan nyawa dan darah mereka sebagai gantinya. Akan tetapi, kelompok ini tidak menaruh perhatian terhadap setan dan bahkan tidak berminat untuk terus mengikutinya, selain memanfaatkannya bagi keuntungan mereka pribadi.


Terakhir adalah para murid yang diajar dan dilatih terus menerus untuk menjalankan tugasnya di bumi. Aku termasuk salah satu di antara mereka. Aku bekerja keras bagi setan untuk menggoyahkan gereja Yesus Kristus menurut strategi terinci yang ketat, yaitu untuk menghancurkan kasih orang Kristen bagi sesama mereka. Bila hal ini berhasil, maka gereja tidak akan berdiri lagi.


Kami harus menguasai orang, misalnya dengan membuatnya menjadi marah, agar ia membuka jiwanya sehingga kami dapat memasukkan roh-roh jahat ke dalamnya. Setiap orang yang tampaknya mengenakan pakaian adalah sasaran kami. Bila kami melihat mereka, maka kami akan menunggu smpai mereka mengeluarkan kata-kata. Kami tidak mempunyai kemampuan untuk menguasai orang yang berbicara dengan hati-hati dan tetap sadar diri. Amarah dan kata-kata ceroboh merupakan pintu masuk kami yang terutama.


Kami memanfaatkan roh-roh hawa nafsu, keterikatan akan alkohol dan rokok atas diri orang-orang, terutama di bar-bar, dimana mereka minum dan berbicara dengan bebas. Kami secara langsung mema-sukkan roh-roh itu ke dalam gelas-gelas di rak gelas dan pada saat pengunjung saling bercakap dan minum dari gelas-gelas itu, maka dengan sendirinya roh-roh itupun menguasai mereka.


Inilah pekerjaanku saat aku berjumpa dengan Kristus. Aku merupakan tawanan musuh yang tidak berdaya dan bila aku mgningat saat-saat dimana aku dilepaskan, maka aku sungguh-sungguh bersyukur kepada Allah yang mengutus seorang Kristen yang bernama Mutombu dan istrinya untuk dapat menolong dan melepaskan aku dari cengkeraman iblis. Pada saat mereka berjumpa denganku, aku sedang hanyut dengan tanpa daya ke arah kebinasaan. Aku tidak dapat menolong melepaskan diriku sendiri.


Setelah kelepasanku, dengan sukacita aku belajar bahwa iblis sesungguhnya tidak dapat membaca pikiran kita, dia tidak maha tahu, tidak maha hadir atau maha kuasa seperti Allah. Di dalam bab yang lain, aku akan menceritakan kisah kelepasanku secara lengkap. Sebelum aku berjumpa dengan pendeta Kaniaki yang menerima dan memelihara diriku dengan hati seorang gembala, aku berada dalam keadaan yang amat parah, diserang iblis dari kiri dan kanan dan amat sangat membutuhkan pengajaran-pengajaran untuk dapat bertumbuh. Dan di atas segalanya, aku membutuhkan bantuan untuk kembali ke desaku dan menghan-curkan pohon yang merupakan lambang keberadaanku dan menyelamatkan seluruh keluargaku dari cengkeraman musuh. Aku ingin memutuskan semua hubungan dengan masa lalu keluargaku.


Aku tahu Yesus sanggup. Aku juga mewarisi peti yang berisi kekuatan magis, sihir dan tenung keluargaku. Akulah satu-satunya anggota dari kaumku yang memiliki warisan yang begitu mengerikan. Aku ingin agar setiap orang dalam keluargaku mengetahui bahwa kami selama ini hidup di bawah kuasa dan ilusi musuh. Aku sadar betapa banyaknya kami telah ditupu dan aku tahu pasti bahwa Lucifer tidak bersahabat dengan siapapun. Aku membutuhkan pengarahan untuk lebih mengenal Yesus dan hari itu tiba ketika aku bertemu dengan pendeta gembalaku.

Kuasa Lidah
Ams. 18:21, "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa yang suka menggemakannya, akan memakan buahnya."


Saudara yang dikasihi Tuhan, hati-hatilah terhadap kemarahan dan kata-kata ceroboh yang sia-sia. Bila seseorang marahlah, maka roh-roh jahat dengan mudah memasukinya. Bila anda suka berbicara dengan ceroboh, maka anda seperti menandatangani hidup anda dan hidup orang-orang lain di hadapan setan. Apa saja yang anda ucapkan akan dipungut dan dipakai untuk melawan diri anda sendiri. Sekalipun agen-agen iblis tidak berada di dekat anda, akan tetapi roh-roh jahat berada dimana-mana dan mereka akan memakai kata-kata anda itu untuk melakukan keinginan anda. Iblis mengawasi anda, siap untuk merekam kata-kata yang berisi kegagalan, kekalahan, kelemahan dan bahkan gosip, untuk kemudian menanamkan di dalam anda roh-roh yang akan mengakibatkan keadaan-keadaan yang tepat seperti kata-kata anda. Seorang ibu yang bila sedang jengkel mengatai anaknya "anjing", tidak perlu merasa heran bila anaknya kemudian segera akan mengembangkan karakteristik seekor anjing. Dan suami-suami, hati-hatilah terhadap kata-kata yang secara begitu saja keluar dari dalam mulut anda bila sedang marah. Bila anda mengatai istri anda itu kambing, janganlah heran bila ia kemudian bertindak dengan bodoh. Jadi setiap kali anda mengatakan atau melakukan sesuatu yang salah, maka anda sedang menjual atau menghancurkan hidup anda sendiri. Begitu anda melakukannya, secepat itu pulalah anda kehilangan perlindungan Ilahi. Segeralah meminta ampun dan berseru akan darah Yesus.


Aku masuk bar dan pub untuk menempatkan roh-roh jahat di dalam gelas-gelas kosong. Dan bila sese-orang minum dari gelas tersebut, segeralah mereka dikuasai, sekalipun mereka hanya minum soda saja. Ada yang dikuasai roh amarah, yang lain roh kesombongan dan lain-lain. Dengan roh-roh jahat yang masih tersisa, maka aku akan mencari mereka yang belum menerima Kristus di dalam hidup mereka, tetapi yang juga tidak pergi ke tukang tenung atau dukun dan mencoba menguasai mereka dengan roh-roh jahat itu. Dan dengan roh-roh jahat yang lain yang masih tersisa, maka aku akan mencari mereka yang memakai benda-benda setan (tukang tenung, tikang sihir, dukun dan orang-orang yang pergi meminta pertolongan mereka) untuk menguasai mereka. Iblis tidak memberi kesempatan kepada mereka yang tidak memenuhi kewajibannya. Bekerja atau mati, itu saja. Pekerjaanku itu berat, tetapi aku harus melakukannya karena itulah hidupku. Tujuan daripada pekerjaan itu menurut perintah yang diberikan Lucifer, adalah agar setiap orang yang ada di dunia, dikuasai oleh roh-roh jahat sehingga mereka dipersiapkan bagi kerajaan iblis.

Beberapa Metode Untuk Menguasai Orang Dengan Roh-roh Jahat Melalui Uang
Aku dapat menguasai seseorang dengan membubuhkan kuasa roh jahat atas uang tersebut melalui upacara magis sebelum memberikannya. Bila ia mengambilnya, maka ia akan dikuasai oleh roh jahat yang ada di balik uang tersebut. Metode itu tujuannya adalah untuk memperpendek hidup orang dan membawa kutuk ke atasnya.

Melalui Dusta
Bila dalam sebuah keluarga, suami dan istri hidup dengan baik tanpa ada gangguan, maka para pengikut setan biasanya akan memakai sanak keluarganya untuk menciptakan kesalahpahaman dan kekacauan diantara mereka melalui dusta dan gosip. Inilah yang akan membuka pintu bagi roh-roh jahat untuk masuk di dalam keluarga dan menyebabkan pertengkaran dan kesalahpahaman, perpisahan dan bahkan perceraian.


Yang digunakan adalah cerita atau kejadian di masa lampau, dengan membangkitkan ingatan korban akan kenangan-kenangan pahit yang menyebabkan sakit hati. Bila korban mendengar kembali hal-hal tersebut, maka ia akan menjadi marah atau sangat tertekan. Hal ini juga akan membuka pintu bagi roh-roh jahat tertentu untuk menguasai mereka kembali. Jalan keluarnya adalah dengan mengisi pikiran anda dengan Firman Allah dan menengking musuh di dalam nama Yesus. Yes. 26:3, "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya."

Melalui Nabi Palsu
Ada banyak orang yang pergi ke nereka atau kuburan untuk memanggil dan berbicara kepada roh-roh orang mati atau roh-roh nenek moyang. Diantaranya terdapat imam-imam gereja dan juga wakil-wakil dari berbagai aliran pemujaan. Mereka pergi kesitu untuk dapat mengetahui masa depan dan roh-roh itu kemudian mulai meramal dan menceritakan kepada mereka segala sesuatu mengenai keberhasilan mereka di dalam proyek-proyek masa depan yang akan dikerjakannya. Bila kemudian imam-imam atau nabi-nabi palsu ini kembali ke gereja dan aliran pemujaan masing-masing, maka mereka akan berkata bahwa Allah telah berbicara kepada mereka. Beberapa diantara para pengikut mereka mempercayai dusta tersebut yang sebenarnya tidak lain hanyalah rekayasa orang mati. Ini juga akan membuka pintu bagi roh-roh jahat untuk memenuhi rekayasa tersebut.

Melalui Doa Rosario Dan Salam Maria
Hal ini sangat lumrah dimana-mana, akan tetapi inilah pintu masuk yang tersamar, yang tidak tampak, bagi roh-roh jahat untuk masuk dan menyiksa hidup orang. Di langit, ada roh iblis yang bernama Rosa dan orang-orang atau aliran pemujaan yang mempergunakan rosario untuk berdoa, dipercayai memiliki hubungan dengan roh malaikat yang jatuh itu. Roh iblis lain yang bernama Maria Marguela tinggal di Samudera Pacific. Ia adalah ratu dari dunia di bawah samudera tersebut dan dialah yang berperan sebagai Bunda Maria. Ia sama sekali bukanlah ibu dari Tuhan kita Yesus. Bila ada yang berdoa melalui Maria, maka ia membuka hidupnya untuk dikendalikan roh jahat yang bernama Maria Marguela itu. Rosa menghuni atmosfir dunia roh yang berada di antara langit pertama dengan langit ketiga. Aku sangat sering berhubungan dengannya setelah "baptisan"ku. Rosa adalah satu sosok yang sangat berbahaya, seperti juga mereka yang lain. Untuk menghubunginya, aku mempergunakan nomor 9 dan 11 yang diberikan setan kepadaku. Itulah nomor-nomor yang kupergunakan untuk berhubungan dengannya sebelum aku diselamatkan.

Melalui Gereja Dan Aliran Pemujaan Yang Suam
Gereja yang suam yang tidak mempercayai perwujudan Roh Kudus merupakan sasaran empuk bagi serangan-serangan iblis. Ada diantaranya yang mengadakan hubungan dengan roh-roh orang mati. Hal ini ditunjukkan dengan cara pergi ke kuburan untuk berdoa dengan mempergunakan air yang dikatakan sebagai kudus, lilin, rempah-rempah serta menjalankan upacara-upacara yang tidak alkitabiah. Gereja seperti itu merupakan pintu masuk untuk dikuasai oleh roh-roh jahat. Ketika aku berhamba pada iblis, aku sering mengikuti kebaktian di gereja-gereja seperti itu. Aku merupakan anggota semua gereja-gereja itu, bukan karena aku membutuhkan Yesus, akan tetapi karena gereja-gereja tersebut merupakan lahan pembuangan bagi semua roh-roh jahat yang bermacam ragam yang dapat dibayangkan. Aku juga seringkali mengunjungi aliran-aliran pemujaan yang menyangkali keilahian Yesus Kristus. Biasanya, agen-agen iblis cenderung utnuk menyukai gereja-gereja seperti itu karena doktrin-doktrin palsu yang dipropagandakan disitu. Akibatnya, seringkali gereja-gereja seperti itu terlibat di dalam perselisihan, pertengkaran dan bentuk-bentuk perbuatan amoral lainnya yang bertentangan dengan Firman Allah.

Melalui Teknik Sebagai Malaikat Terang (II Kor. 11:13-15)
Di gereja dan persekutuan doa dimana orang percaya mengikuti pelajaran Alkitab dan memiliki Roh Kudus, maka agen-agen iblis akan mempergunakan teknik sebagai malaikat terang. Sebelum masuk untuk mengikuti kebaktian, maka seorang pengikut setan akan melepas dan memindahkan seluruh roh jahat yang dibawanya, untuk kemudian ditinggalkannya di luar, di atas pohon atau benda apa saja. Ia lalu masuk dan berpura-pura menjadi orang yang sangat bersungguh-sungguh dan kudus. Jadi bila seorang agen iblis meninggalkan roh-roh jahatnya di luar, itu berarti bahwa ia sedang mencoba mempelajari rahasia stabilitas gereja itu dan kemudian berusaha mencari prinsip alkitabiah yang sesuai serta cara yang tepat untuk mempergunakannya untuk menipu jemaat. Itulah metode yang kupergunakan dahulu di Zaire. Aku melihat bahwa orang-orang percaya di dalam gereja Assemblies of God (komunitas 34), sangat sepenuh hati berbakti melayani Allah. Sangatlah sulit bagi seorang pengikut iblis untuk menipu mereka. Mereka tidak minum bir atau anggur dan mereka bahkan tidak mau pergi ke disko. Jadi aku memutuskan untuk menjadi anggota gereja tersebut. Aku meninggalkan seluruh roh jahatku di luar di atas pohon. Aku masuk dan menjadi sangat giat dan sangat disiplin. Aku bahkan bergabung menjadi anggota paduan suara. Alasan mengapa aku meninggalkan roh-roh jahatku di luar ada dua :


1. Bila jemaat mulai mengikat roh-roh jahat, maka roh-roh jahat milikku tetap akan menunggu di luar.

2. Roh-roh jahat itu kadang-kadang memimpin aku melakukan hal yang aneh-aneh yang akan menarik perhatian orang lain, sehingga kemungkinan kedokku yang sesungguhnya akan terbongkar.


Aku menyanyi dengan indah dalam paduan suara disitu sehingga semua menyalamiku. Aku berusaha menunjukkan kerendahan hatiku agar mereka tidak pernah membayangkan siapakah aku yang sebenarnya. Tujuanku adalah untuk menunggu sampai aku menemukan celah untuk dapat memasukkan roh-roh jahatku di dalam jemaat.


Pada suatu hari, kesempatan itu tiba melalui seseorang yang bukan lain adalah gembala sidangnya sendiri, yang berkata, "Di dalam gerejaku, aku tidak suka apabila anggota-anggotaku menikah dengan anggota-anggota gereja lain." Seketika itu juga aku melihat melalui radar iblisku, melihat adanya sebuah celah pada dinding gereja, karena bapak gembala berkata "di dalam gerejaku." Kita tahu berdasarkan Firman Tuhan bahwa hanya ada satu gereja yang sejati dan itulah gereja Yesus Kristus yang tidak dapat dikalahkan oleh kuasa-kuasa jahat dari neraka. Yesus berkata kepada Petrus, "… di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan pintu alam maut tidak akan menguasainya." Dengan mengatakan "gerejaku", maka bapak gembala memberikan hak kepadaku untuk meruntuhkan gerejanya. Berarti itu bukanlah gereja Kristus akan tetapi gerejanya sendiri, dengan kata lain, gereja manusia. Jadi aku pergi keluar dan mengambil beberapa roh-roh jahat hawa nafsu, percabulan dan perzinahan dan langsung membawanya masuk ke dalam gereja. Tidak lama sesudah itu, beberapa diantara jemaat mulai melakukan dosa dan perzinahanlah yang lebih menonjol, terutama diantara anggota paduan suara. Setelah 5 bulan, beberapa wanita yang sangat tekun beribadah menjadi hamil. Bahkan ketua paduan suarapun melakukan perzinahan dan semua orang mengetahuinya karena kasus itu kemudian dibawa ke pengadilan. Suasana yang kacau balau itu membangkitkan rasa malu di antara jemaat sampai sedemikian rupa, sehingga bahkan gembala sidangpun memutuskan untuk mengundurkan diri dan kembali lagi ke sekolah Alkitab.


Gereja hampir saja ditutup. Banyak orang telah pergi meninggalkannya. Tanggapan bapak gembalapun begitu penuh kedagingan menurut apa yang kusaksikan sebagai tidak bekerjanya karunia membedakan roh. Sebenarnya, ia dapat saja berdoa dan mencari pimpinan Allah mengenai apa yang sedang terjadi dalam alam roh dan bagaimana jalan keluarnya. Ia bahkan tidak menyadari bahwa dia sendirilah yang mebuka pintu bagi serangan atas seluruh gereja. Hal ini membutuhkan pertobatan pribadinya, maka kuasa Roh Kudus akan turun dan memurnikan gereja. Akan tetapi, ia tidak mengambil langkah tersebut, ia bahkan lari meninggalkan gereja dengan segala masalahnya. Karena sekarang aku berada di dalam Tuhan Yesus, maka aku dapat melihat dimana para gembala sidang gagal di hadapan Allah, yaitu karena kekurangan pengertian akan prinsip-prinsip alam rohaniah.


Aku pergi kembali menemui iblis untuk menceritakan apa yang telah kulakukan dalam gereja itu. Misiku telah tercapai dan aku pergi untuk menyelesaikan tugas yang lain lagi. Pelajaran yang dapat ditarik dari kejadian ini, kuduskan diri anda sebelum memulai kebaktian. Di dalam setiap gereja, orang yang memulai atau membuka kebaktian haruslah kudus rohaniahnya. Bila tidak, maka doa-doa akan dinaikkan dengan penuh kedagingan dan ketidakmurnian dan hal itu akan membuka pintu bagi serangan iblis terhadap anggota-anggota lain. Bila seseorang sedang mengalami masalah-masalah pribadi atau keluarga, iri, cemburu, benci atau pikiran-pikiran lain yang tidak murni, maka janganlah yang bersangkutan mengajukan diri untuk memimpin kebaktian atau persekutuan orang-orang percaya. Ia harus terlebih dahulu meminta pembasuhan dengan darah Yesus sebelum maju ke mimbar untuk memimpin.


Kotbah-kotbah yang berisi koreksi karena seseorang di gereja melakukan sesuatu kesalahan dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan atas jemaat, kecuali bila pengkotbahnya sendiri telah dikuduskan. Bila seorang pengkotbah menuding kesalahan salah seorang anggota jemaatnya, maka orang tersebut beserta semua mereka yang mendengarkan "kotbah" itu berada dalam keadaan rawan serangan roh-roh jahat. Hal ini disebabkan oleh karena pikiran pengkotbah sendiri belum murni, akan tetapi tetap menuding kesalahan orang lain. Kurangnya kebenaran di dalam dirinya akan mencemarkan semua mereka yang mendengarnya. Bila seorang pengkotbah sedang menyampaikan kotbah, maka pikirannya haruslah bebas dari segala prasangka dan kriktik. Ia harus melakukan segala sesuatu di dalam kasih.


Ada kalanya kami dapat masuk sebuah gereja untuk mencuri Firman Allah. Kami akan menempatkan roh-roh di depan, di tengah dan di belakang gereja untuk merampas Firman dan kemudian melemparkannya keluar. Roh-roh yang di depan akan melemparkan kepada mereka yang di tengah, yang di tengah selanjutnya melemparkannya kepada mereka yang di belakang dan tugas mereka yang di belakang adalah untuk melemparkannya keluar gereja. Hal ini akan menyebabkan jemaat kehilangan perhatiannya. Mereka tahu bahwa kebaktian berjalan dengan baik, tetapi bila anda menanyakan apa yang telah mereka dengar, maka mereka tidak akan ingat apapun juga. Jadi, sebenarnyalah yang terbaik bagi setiap gereja adalah untuk mengawali kebaktian dengan doa terlebih dahulu dan mengikat segala kuasa-kuasa kegelapan sebelum kotbah disampaikan.


Penting sekali agar kita berhati-hati mengenai gelar-gelar gerejani, karena hal itupun rawan. Gelar-gelar itu berguna di dalam organisasi gereja, akan tetapi orang tidak boleh diperbudak olehnya dan mengabaikan pekerjaan dan pimpinan Roh Kudus di dalam segala urusan gereja. Gelar dapat melemahkan pekerjaan Allah apabila orang tidak lagi dipimpin oleh Roh Allah, tetapi dipimpin oleh gelarnya.


Wanita-wanita pengikut iblis terutama dimanfaatkan untuk menipu orang-orang yang menjalani hidup yang penuh kedagingan. Pengikut iblis yang berada di gereja dapat merupakan wanita-wanita terhormat yang terlatih sekali di dalam kekuatan tenung, magis dan sihir. Wanita-wanita seperti itu berbaur di antara jemaat dan tujuan mereka adalah untuk menipu orang-orang yang setia di gereja, terutama para hamba Tuhan. Mereka akan menjerat jemaat untuk masuk ke dalam percabulan, perzinahan, urusan-urusan magis dan sihir dan sebagainya. Ada banyak gereja yang dihancurkan oleh karena tragedi-tragedi seperti itu. Wanita-wanita yang disebutkan di atas, dipersiapkan sedemikian rupa sehingga mereka menyimpan roh-roh hawa nafsu kedagingan di dalam mata mereka, perkataan mereka, payudara mereka, pinggul mereka dan bahkan kaki mereka. Bila seorang pria yang penuh dengan kedagingan dan hidup dalam dosa memandang kepada wanita itu, terutama bagian-bagian tubuh yang menyimpan roh-roh jahat itu, maka roh-roh itu akan melompat ke arah pria tersebut dan menyebabkan ia tertarik dengan sangat kuat kepada wanita itu. Dan pada waktu itu bila pikirannya telah dikuasai secara total, maka pria tersebut akan takluk, sehingga wanita itu dapat mengarahkannya sekehendak hatinya.

Transportasi Ke Neraka
Setelah itu menghacurkan gereja sebagaimana yang ditugaskan, maka aku tidak perlu lagi berlama-lama berada disitu dan aku terus saja melanjutkan petualanganku diantara dunia dan neraka. Ingat, aku telah memberitahukan beberapa cara untuk memasuki dunia kedua :


1. Tanpa tubuh jasmani. Disini orang harus meninggalkan tubuhnya dengan membuka bagian dahinya. Ini merupakan cara yang kupergunakan bila aku pergi untuk membawa roh-roh jahat dari neraka ke bumi.

2. Dengan tubuh jasmani. Disini terdapat beberapa metode :

o Dengan doa-doa dan mantera-mantera untuk mengubah dunia kami menjadi dunia kedua. Inilah metode Kazadi ketika ia membawaku dimana aku kemudian membuat perjanjian dengan Lucifer.

o Masuk lewat kubur. Inilah cara yang kupakai saat aku mengadakan perjalanan selama 3 bulan ke neraka untuk menjumpai ayahku.

o Masuk daerah pekuburan dan mengucapkan doa-doa. Orang-orang yang sudah mati dapat bangkit kembali dan mulai berbicara kepada kami. Metode ini sering digunakan oleh beberapa gereja dan orang-orang yang berhubungan dengan roh-roh.

o Masuk melalui air (sungai, laut dan sebagainya). Inilah metode yang dipakai ayahku ketika ia memperkenalkan aku kepada dunia di bawah air.


Aku mulai berkunjung ke nereka bersama kawan-kawanku. Kami menemukan diri kami berada di pelabuhan. Di depan, kami melihat seperti sungai atau danau yang tidak berakhir. Nereka berada di seberang sungai atau danau tersebut. Pelabuhan itu merupakan terminal bagi segala transportasi menuju neraka ; kereta api, pesawat terbang, mobil dan bus, semuanya menurunkan penumpangnya disana. Dari situ, mereka harus masuk ke dalam kapal ferry yang sangat berkilauan, yang datang untuk mengangkut penumpang dan membawanya ke seberang sungai atau danau itu, dimana terdapat neraka. Kami akan menunggu kapal ferry itu untuk mengangkut kami. Di tempat itu, banyak sekali orang yang antri bersama kami untuk menuju neraka.


Tidaklah mudah untuk masuk ke dalam kapal, terutama bagi mereka yang membawa banyak bagasi. Aku bertemu dengan seorang wanita yang kuketahui mati di daerah sekitar perumahan kami sembilan tahun yang lalu (1974). Aku bertemu dengannya pada tahun 1983. Ia belum juga berhasil menyeberangi sungai itu menuju neraka karena bagasinya terlalu berlebihan. Setiap kopor yang dibawanya bertuliskan nama di atasnya. Nama-nama itu adalah nama dosa-dosa yang diperbuatnya semasa hidupnya di bumi, antara lain : perzinahan, dusta, mabuk-mabukan, kebencian, pelecehan dan kesombongan. Panjang dan berat setiap kopor tergantung dari derajat keterlibatannya di dalam masing-masing dosa tersebut.


Kapal ferry yang berkilauan itu memiliki pintu pada kedua sisinya. Pada setiap sisi, berdiri seorang yang bertubuh besar dan mengenakan pakaian yang rapi, yang sama sekali tidak mengeluarkan suara. Semua orang sedang antri, karena masuk ke kapal harus tertib. Wanita itu mulai mengangkat kopornya satu demi satu, memasukkannya ke dalam kapal untuk kemudian keluar lagi mengangkat yang lain. Ketika kapal mulai bergerak, ia belum juga selesai dengan seluruh bagasinya. Jadi ia tidak dapat naik lagi ke dalam kapal. Kopor-kopor yang berhasil dimasukkannya ke dalam kapal, dilemparkan lagi keluar, jadi ia harus kembali menunggu kedatangan kapa berikutnya.


Setelah beberapa menit, kami sampai di seberang dan mulai keluar satu demi satu dengan tertib, tanpa mengeluarkan suara, tidak seorangpun yang diijinkan berbicara. Kami mulai melangkah dan kami melihat dua jalan ; yang satu ke kiri, yang lain ke kanan. Di perbatasan antara kedua jalan itu kami melihat seseorang yang sangat besar yang bersinar bagaikan matahari. Tidaklah mungkin bagi kami untuk menatapnya. Orang itulah yang mengarahkan para penumpang ke jalan kiri atau ke jalan kanan.


Kami melihat banyak sekali orang yang berjalan ke kiri dan hanya sedikit sekali yang berjalan ke kanan. Mereka yang berjalan ke kiri membawa bagasi, tetapi mereka yang ke kanan berjalan dengan tangan kosong. Kedua kawanku dan aku mulai mendekati orang yang sangat besar itu. Ketika kami sampai di tempat mana ia berdiri, ia begitu bercahaya sehingga kami menemukan diri kami sendiri tampak telanjang dan karenanya, bagaikan kilat kami mengambil jalan ke kiri. Kami bertanya-tanya manusia apakah ia gerangan. Kami tidak tahu apa yang terdapat pada ujung kanan dan apa yang akan terjadi dengan mereka yang melalui jalan tersebut. Sampai saat sekarangpun hal itu masih merupakan misteri bagiku. Mungkin saja itu adalah kota umat Allah, karena pasti orang yang sangat besar yang berdiri di perbatasan itu adalah malaikat Allah. Sesungguhnya, orang-orang yang diijinkan masuk ke jalan kanan itu mendekatinya dan mereka tampak sangat berbahagia, siap untuk memeluknya dengan seluruh perasaan sukacita di hati mereka. Mereka tidak tampak telanjang. Mereka berpakaian. Orang yang sangat besar itu bersinar dengan cahaya yang gemerlapan yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga yang kulihat di bumi.

Jalan Yang Sempit Dan Yang Lebar
Baru setelah keselamatankulah aku dapat menengok ke belakang dengan pengertian akan makna rohani pengalamanku itu. Kita harus ingat akan apa yang dikatakan oleh Alkitab, yaitu bahwa ada dua jalan, yang sempit dan yang lebar. Yang lebar menuju kebinasaan (hukuman atau neraka) dan yang sempit menuju kehidupan kekal (Firdaus) (Mat. 7:13-14). Mereka yang berjalan di jalan yang lebar itu banyak, tetapi mereka yang berjalan di jalan yang sempit itu sedikit. Bahwa mereka yang berjalan di jalan yang sempit itu dalam keadaan berpakaian dan bersukacita, itu adalah karena perbuatan-perbuatan baik mereka semasa hidup di dunia (Wah. 19:8) dan juga karena keadaan daripada Kerajaan yang akan mereka masuki (Rm. 14:17). Kami mengikuti jalan ke kiri dan tiba-tiba melihat kerumunan orang seperti dalam sebuah ruang tunggu. Keadaannya penuh sesak. Karena aku mengenakan ikat pinggang sihir yang dahulu dipakai ayahku untuk menghajar orang-orang di dunia sihir, maka akupun memakainya untuk mengayun-ayunkan pukulan agar memaksa mereka memberikan jalan kepada kami. Keadaannya kacau balau. Orang-orang saling dorong satu dengan yang lain membawa seluruh bagasi mereka.


Kami juga melihat di ujung satunya, seseorang yang menginterogasi orang-orang yang akan masuk ; tampaknya seperti suatu tempat penghakiman di neraka. Orang itu sangat besar dan berwajah amat buruk, sehingga orang tidak akan tahan memandangnya. Ia adalah seseorang yang sangat kasar dan keras. Ia hanya menghakimi dua orang dalam satu minggu. Dari Senin sampai Rabu satu orang, dari Kamis sampai Sabtu satu orang lagi. Pada hari Minggu ia beristirahat. Tujuan penghakiman tersebut adalah untuk menanyakan kepada orang yang sudah mati itu mengapa ia diarahkan ke neraka. Setiap orang harus menjawab sendiri. Tidak seorangpun yang dapat menanggung beban orang lain.


Jadi orang yang bersangkutan dipaksa untuk berbicara sendiri setelah ia mengetahui alasan apa yang membawanya ke neraka. Pemeriksaan seperti itu merupakan kejadian yang sangat tidak menyenangkan. Orang-orang harus mengalami perlakuan-perlakuan yang keras sekali. Alasannya adalah karena dosa-dosa yang dilakukan orang-orang itu semasa hidupnya dan buktinya yaitu bagasi yang mengikuti mereka kemanapun mereka pergi. Dosa-dosa atau bagasi seseorang akan membantu hakim untuk menentukan di bagian neraka yang mana ia akan ditempatkan (aku merasa setidaknya sampai dengan hari penghakiman nanti).


Firman Allah berbicara mengenai penghakiman yang terjadi segera setelah seseorang mati (Ibr. 9:27). Pertama-tama, ia akan sampai di persimpangan antara dua jalan. Orang yang sangat besar (malaikat Allah) akan menghakiminya untuk menentukan apakah ia diarahkan ke kanan atau ke kiri. Bila ia diarahkan ke kiri, maka ia akan menghadap penghakiman yang lain lagi untuk menentukan di bagian neraka yang mana ia akan ditempatkan. Biarlah kita bersiap untuk bertemu dengan Tuhan (Amos 4:12).

03 March 2008

Kupu-kupu Dan Bunga

Seorang lelaki berdoa kepada Tuhan Yesus agar diberikan bunga dan kupu-kupu. Namun Tuhan Yesus memberikannya kaktus dan ulat. Lelaki ini sedih dan tidak paham mengapa pemberian-Nya berbeda dari permintaannya. Kemudian dia berpikir, Tuhan Yesus mempunyai banyak umat untuk di urus. Dan dia memutuskan untuk tidak mempersoalkannya.

Selepas beberapa waktu, lelaki ini memikirkan semula permohonan doanya yang telah lama dilupakannya. Lelaki ini sangat terkejut ketika melihat dari pohon kaktus yang buruk dan berduri itu tumbuh bunga yang cantik. Dan dari ulat yang terselubung telah berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.

Tuhan selalu melakukan semua perkara dengan benar! Cara Tuhan selalu yang terbaik, walaupun kelihatannya semuanya salah. Jika kamu berdoa dan menerima yang lain dari Tuhan, PERCAYALAH pasti Tuhan Yesus memberikan apa yang diminta pada saatnya nanti.

Apa yang diterima tidak selalu apa yang dibutuhkan! Tuhan tidak akan gagal mengabulkan permintaan, teruslah berdoa tanpa ragu dan mengeluh.

TUHAN SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK KEPADA MEREKA YANG MENYERAHKAN SEMUA HAL KEPADA-NYA

Humor : Muntah

Suatu hari Heri naik bis, saat itu Heri melihat seorang nenek tampak kepingin muntah. Lalu Heri bertanya pada nenek tersebut.

Heri: "Kenapa nek, nenek mual ya?"

Nenek: "Iya nak..."

Heri lalu membiarkan nenek tersebut. Lalu nenek itu bertanya:

Nenek: "Nak boleh lihat mukanya sebentar?"

Heri: "Boleh nek, tapi kenapa?"

Nenek: "Biar muntahnya gampang..."

Heri: "$#^&%%&&^$%^?..."

Fisiologi Darah

Membicarakan darah, merupakan hal yang sangat pokok dalam Alkitab. Karena demikian pentingnya pokok ini, sehingga Alkitab mencatatnya sebanyak 312, belum segala sesuatu yang berhubungan dengan darah.

Mengapa darah menjadi begitu penting dalam Alkitab? Tentu kita semua tahu, bahwa tanpa darah, tidak ada kehidupan dari segala yang hidup, baik manusia maupun binatang. Perjanjian Lama sudah jauh-jauh menyinggung tentang darah, baik yang tersurat maupun yang tersirat (Kej. 3:21). Penumpahan darah pertama dilakukan oleh Kain terhadap Habel. Darah Habel terus berteriak di hadapan Allah, sehingga Allah harus menuntut hukuman terhadap Kain. Allah menuntut setiap pertumpahan darah, terutama darah orang tidak bersalah.

Sebuah buku yang sangat bagus karangan M.R. DeHaan M.D. telah banyak mengungkap rahasia tentang “Kimiawi Darah” terutama dalam diri Yesus. Mengapa Yesus harus mencurahkan darahNya di Kalvari? Mengapa harus darah yang harus dikucurkan untuk keselamatan manusia? Bagaimana hubungan nyawa dengan darah? Mengapa hanya darah Yesus yang dapat menghapus dosa? Hal yang lebih menarik lagi dalam hubungannya dengan “kelahiran suci” Yesus.


Fisiologi Tentang Darah

Bukanlah kebetulan atau asal-asalan Tuhan memprogram tubuh manusia dengan struktur yang rumit dan mengagumkan. Secara sempurna, Ia menciptakan manusia dengan berbagai macam jaringan dalam tubuh. Ada otot, syaraf, lemak, kelenjar, tulang, jaringan penghubung, dsb. Masing-masing bagian tersebut terdiri atas sel-sel, berukuran sangat kecil dan memiliki fungsi yang khusus dan terbatas.

Namun Tuhan menciptakan darah, yang merupakan bagian yang sangat unik dan sangat lain bila dibanding dengan jaringan-jaringan di atas. Darah itu berupa cairan yang bergerak, sehingga tidak terbatas pada satu bagian tubuh saja, tetapi bebas bergerak ke seluruh bagian tubuh dan ia menyediakan sel-sel yang terdiri dari zat makanan dan sekaligus membawa sisa-sisa sampah yang dihasilkan oleh aktivitas sel. Inilah yang disebut dengan proses metabolisme.

Dalam tubuh manusia normal, cairan darah kurang lebih lima liter, dan darah tersebut dipompa oleh jantung dan beredar melalui sistem kurang lebih setiap 23 detik. Jadi setiap sel yang ada dalam tubuh disuplai terus-menerus dan dibersihkan, dan pada saat yang sama pula terjadi hubungan konstan dengan setiap sel lainnya yang ada di dalam tubuh.

Uraian di atas memiliki kandungan kebenaran spiritual yang lebih besar dan dalam, yakni rahasia tubuh Kristus. Jemaat Kristus disebut sebagai tubuh Kristus. Kita adalah bagian tubuhNya dan masing-masing anggota memiliki hubungan satu dengan lainnya. Di dalam tubuh ini, Yesus Kristus sebagai Kepala dan semua orang percaya sebagai anggotanya. Anggota-anggota ini dihubungkan dengan darahNya. Nyawa masing-masing anggota bergantung oleh darahNya. Demikian juga untuk tetap hidup, suplai makanan, kekudusan dan pertumbunhan, sangat bergantung semata-mata pada darah Anak Domba Allah, karena nyawa ada di dalam darah.

Darah Adam

Satu perkara yang menghubungkan semua manusia dengan setiap manusia lainnya adalah darah yang mengalir dalam tubuhnya. Semua manusia berasal dari satu darah dan darah itu adalah darah Adam, manusia pertama dan nenek moyang semua suku bangsa manusia. Adam, darahnya telah tercemar oleh dosa, mati karena pelanggaran- pelanggaran. Alkitab mengatakan: “Dari satu orang saja Ia (Allah) telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi”. (Kis. 17:26). Semua manusia memiliki kesamaan dengan diri Adam dan memiliki hubungan darah dengan Adam, baik orang Yahudi, Yunani, Negro, Jawa, Sunda, dsb.

Darah mereka membawa hukuman kematian karena dosa Adam, dan karena alasan inilah semua manusia mengalami kematian, tanpa terkecuali. Ingatlah, nyawa itu ada di dalam darah, dan jika manusia mati berarti darahnya sudah mati.

Meskipun kita tidak tahu sifat atau keberadaan buah tentang pengetahuan yang baik dan yang jahat, kita tahu bahwa dengan memakannya kita mengalami “pencemaran darah” dan hal ini membawa kepada kematian. Buah yang baik dan yang jahat telah menjadi racun mematikan. Karena demikian hebatnya racun tersebut, walau sudah 6000 tahun, keturunan Adam masih membawa racun dosa melalui darahnya.

Adam tidak lain hanyalah seonggok debu tanah. Lalu ditiupkan “kehidupan” oleh Allah, dan kehidupan itu adalah darah. Hal ini tidak dapat disangkal lagi, karena memang jelas bahwa nyawa segala makhluk ada di dalam darah. Dan jika segumpal tanah tersebut diberikan darah oleh Allah, maka manusia itu akan menjadi mahluk hidup. Darahnya merupakan pemberian yang terpisah yang berasal dari Allah, karena Allah adalah Hidup.

Karena dosa maka Adam mengalami kematian rohani, dan akhirnya mati secara jasmani. Karena nyawa ada di dalam darah, dan ketika manusia itu mati, sesuatu terjadi pada darahnya. Dosa mencemari darah manusia, bukan tubuhnya, kecuali secara tidak langsung, karena tubuh disuplai oleh darah. Karena alasan inilah tubuh disebut tubuh yang berdosa karena ia terus-menerus diberi makan oleh darah yang telah dicemari dosa. Dan karena Allah telah menjadikan semua bangsa dari orang saja, maka dosa itu turun kepada semua keturunan Adam. Sebab itu karena satu orang berdosa, semua orang menjadi berdosa.


Kelahiran Suci

Dosa benar-benar telah mencemari darah manusia dan sudah seharusnya juga mencemari Kristus yang dilahirkan dari seorang anak dara, karena itu Kristus juga disebut keturunan Adam, namun Dia seorang yang tidak berdosa. Karena hal inilah Kristus mengambil bagian tubuh Adam, yang sifatnya tidak berdosa, tetapi Ia tidak mengambil bagian dari darah Adam, yang sesungguhnya telah tercemari dosa. Allah telah mempersiapkan suatu jalan, sehingga Yesus yang dilahirkan dari seorang perempuan (bukan pria) dapat menjadi manusia yang sempurna, namun Ia tidak mengandung darah Adam di dalam urat nadiNya. Dia tidak mengandung dosa Adam. Adapun kelahiran Yesus yang suci itu ditulis sbb:

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus”. (Mat. 1:18-20).

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh Nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita”. (Mat. 1:22-23).

Inilah kisah satu-satunya di dunia, di mana seorang lahir tanpa dibuahi oleh laki-laki. Kebenaran ini harus dipegang dan tidak bisa disangkal atau membuangnya dan menganggap hanya sebuah dongeng. Dengan jelas bahwa Yesus dikandung dalam rahim seorang anak dara Yahudi dari Roh Kudus. Ia benar-benar terpisah dari keturunan nenek moyang manusia.

Hal ini berkaitan dengan pernyataan Alkitab bahwa Ia memang tidak berdosa. Sebab ia tidak mewarisi sifat keberdosaan Adam yang mendatangkan kutuk dan kematian. Namun berbeda dengan Yesus, Ia tidak berdosa dan Ia tidak dapat mati, sampai Ia sendiri yang memikul dosa dan mati bagi manusia. Dialah manusia yang sempurna, sebab darahNya tidak tercemar oleh dosa.

Menurut teori kedokteran diketahui bahwa darah yang mengalir di dalam arteri seorang bayi yang masih ada di dalam kandungan tidak berasal dari si ibu, tetapi dihasilkan dari tubuh fetus. Namun hal ini terjadi setelah sel sperma membuahi sel telur dan fetus mulai terbentuk, lalu munculah darah.

Para ahli berpendapat, tidak ada gunanya setetes darah diberikan untuk mengembangkan embrio di dalam rahim seorang ibu. Ibu menyediakan bagi fetus (janin bayi yang belum lahir), zat-zat makanan untuk pertumbuhan tubuh fetus itu ada di dalam rahimnya, tetapi darah yang di dalam tubuh fetus itu dihasilkan oleh embrio itu sendiri. Dari masa pembuahan sampai lahirnya bayi, tidak setetes darahpun dialirkan dari si ibu kepada bayinya.

Plasenta, suatu jaringan yang lebih dikenal dengan nama ‘Uri/Lembuni’ yang membentuk selang antara si ibu dengan bayinya. Plasenta terbentuk dengan begitu sempurna sehingga walaupun semua zat makanan yang dapat larut seperti protein, lemak, karbohidrat, garam, mineral, dan juga antibodi mengalir dengan bebas dari si ibu kepada bayinya dan sampah-sampah yang dihasilkan dari metabolisme si bayi dikeluarkan kembali ke sirkulasi si ibu, tidak terjadi pertukaran darah walau setetes, dan ini terjadi secara normal. Darah si bayi itu dihasilkan dari tubuh di bayi itu sendiri. Si ibu sama sekali tidak menyumbangkan darahnya.

Howell, dalam bukunya Text Book of Physiology, menulis: “Untuk dapat mengerti fungsinya secara umum adalah dengan mengingat bahwa plasenta mengandung vascular chorionic papillae yang esensial dari fetus (janin bayi) yang terbungkus di dalam cairan darah membran desidual sang ibu. Fetal dan darah sang ibu tidak pernah berhubungan. Mereka dipisahkan satu sama lainnya oleh dinding pembuluh darah fetal dan selaput epithelial chorionic villae”.

William, dalam Practice of Obstetrics, edisi tiga menulis:

“Darah janin di dalam pembuluh chorionic villae tidak bercampur dengan darah ibunya, terpisah satu dengan lainnya oleh dua lapisan chorionic epithelium.”

Dilanjutkan:

“Secara normal tidak ada hubungan antara darah janin dengan darah ibunya.”

Dalam buku Nurse’s Handbook of Obstetrics karangan Louise Zabriskie, R.N, edisi lima dikatakan:

“Ketika sirkulasi darah mulai terjadi di dalam embrio, ia akan tetap terpisah dan berbeda dari darah ibunya. Semua makanan dan sampah larutan yang bergerak bolak-balik antara embrio dan si ibu haruslah melalui dinding pembuluh darah dari satu sirkulasi ke sirkulasi lainnya.”

Dilanjutkan:

“Janin menerima zat-zat makanan dan oksigen dari darah ibunya melalui medium plasenta. Jantung janin memompa darah melalui arteri tali pusat ke pembuluh plasenta, yang keluar dan masuk dari jaringan kandungan dan berhenti dekat sekali dengan pembuluh kandungan, mengakibatkan difusi, melalui dinding-dindingnya, dari sampah-sampah hasil prosuksi dalam tubuh janin ke ibunya dan zat-zat makanan dan oksigen dari ibunya ke janin tersebut. Seperti yang telah dikatakan, pertukaran ini diakibatkan oleh proses osmosis, dan tidak ada pencampuran secara langsung dari kedua aliran darah ini. Dengan kata lain, tidak ada darah dari si ibu yang mengalir ke dalam tubuh si janin dan begitu pula sebaliknya.”

Dengan melihat kerumitan ajaib tersebut, menegaskan akan kebenaran jari Allah menenun manusia Yesus dari seorang perawan, darah Yesus tidak memperoleh suplai dari darah Maria. Ketika ia menciptakan perempuan, Ia menciptakannya sedemikian rupa, sehingga tidak ada darah yang dapat mengalir dari tubuh perempuan itu kepada keturunannya. Untuk menciptakan manusia yang tidak berdosa dan juga keturunan dari Adam, Allah menyediakan suatu cara sehingga manusia itu memiliki tubuh yang berasal dari Adam, tetapi memiliki darah dari sumber yang terpisah. Luar biasa dan ajaibnya kejadian di dalam tubuh Yesus, yang darahNya bukan darah dari Adam, tetapi dari Tuhan.

Ibrani 2:14, mengatakan: “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka...”

Kata “anak-anak” (children) yakni anak-anak manusia – anak-anak dari darah dan daging, sedang Yesus dikatakan “menjadi sama” (took part of the same) dengan mereka (anak-anak manusia). Kata “took part” yang menunjuk pada Kristus, berbeda dengan “partakers” yang menunjuk kepada anak-anak manusia. “Menjadi sama” bisa diartikan sebagai “mengambil bagian dalam sesuatu di luar dirinya sendiri.” (Yun: mateco = mengambil bagian namun tidak seutuhnya). Sedangkan mengambil bagian seutuhnya (Yun: koynoneho), sehingga seluruh anak-anak Adam mengambil seutuhnya dari tubuh Adam dan darah Adam. Jelas di sini bahwa Kristus hanya mengambil bagian dalam tubuh, sedangkan darahNya dari pembuahan yang supranatural.

Yesus adalah manusia seutuhnya: menurut daging, Ia adalah keturunan Daud, tetapi darahNya berbeda dengan darah manusia. Adam yang pertama darahnya fana dan tercemar oleh dosa. Namun Adam yang terakhir, mengalir darah yang baru dan kudus dan yang tidak berdosa, yang secara daging keturunan Adam dan di dalam tubuhnya mengalir darah yang kudus. Pembuahan oleh Roh Kudus merupakan satu-satunya cara Allah membuat kelahiran suci dan sempurna. Maria memberi makan janin Yesus sehingga Yesus disebut keturunan Daud. Roh Kuduslah yang menyumbangkan darah Yesus, darah yang tidak berdosa. Inilah darah satu-satunya di dunia ini yang paling berbeda dari semua manusia.

Yudas dalam penyesalannya mengatakan dalam Mat: 27:4 : "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Memang Yesus sama sekali tidak bersalah atau berdosa dalam hal apapun. Karena darahNya adalah darah yang tidak berdosa maka darah Yesus adalah kekal dan tidak dapat binasa. Dengan sukarela telah menyerahkan darahnya untuk ditumpahkan bagi penebusan manusia dari dosa, sehingga, walaupun Ia sudah mati tiga hari tiga malam, tubuhNya tidak binasa. Maut tidak berkuasa atasNya, Ia telah menang atas maut.

Darah Yesus Berkuasa

Darah yang ada dalam keturunan Adam telah terkontaminasi oleh dosa, bukan hanya sekedar terkontaminasi sebagian, tetapi seluruhnya. Darah yang terkontaminasi tersebut berupa leukimia rohani yang membawa kematian, bukan hanya tubuh, tetapi juga roh. Oleh sebab itu, manusia keturunan Adam harus ditransfusi darah yang suci, yakni darah Yesus, darah yang penuh kuasa, baik atas maut dan dosa, bahkan atas iblis.

Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapiNya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka.” (Wah. 12:10-11)

Banyak nyawa manusia yang tertolong melalui tranfusi darah Anak Domba Allah dan memiliki hidup yang kekal. Tranfusi darah terbesar adalah ketika seseorang yang berdosa, yang telah mati dalam pelanggaran dan dosa-dosanya, diselamatkan oleh darah Yesus pada saat ia menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Dalam hal ini yang dibutuhkan hanyalah iman.

Allah memiliki bank darah, yakni persediaan darah untuk siap ditransfusikan kapan saja dan tak terbatas persediaannya. Persediaan darah yang Tuhan punya cukup bagi semua manusia. Darah tersebut benar-benar darah yang steril dan suci hama, bebas dari segala kontaminasi dosa. Darah Yesus cocok untuk semua golongan, dan tidak dipungut biaya, alias gratis. Sekarang manusia yang darahnya sudah terkontaminasi dosa Adam, hanya tinggal datang kepada Yesus, maka Ia akan mencurahkan darahNya atas manusia yang berdosa, dan memiliki hidup yang kekal. Darah Yesus adalah darah yang sangat mahal. Karena mahalnya, sehingga tidak ada satu manusiapun yang bisa membeli dengan harta, atau bahkan nyawa sekalipun.

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (1 Pet. 1:18-19).

Natal merupakan sebuah momentum, sekaligus menegaskan akan kelahiran Manusia Ajaib. Kehadiran bayi Yesus di dunia ini, untuk memberhentikan petualangan dosa yang berabad-abad lamanya bercokol dalam kehidupan manusia. Dosa berhasil mengelabui semua manusia termasuk para nabi, namun dosa tidak berhasil mengalahkan Yesus. Ia satu-satunya manusia yang tidak berdosa. Dengan demikian darahNya yang kudus sanggup membebaskan manusia dari perbudakan dosa dan maut.

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasihnya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. (Roma 5:8-9).

(disadur dari Majalah Sola Gracia)

To Do, To Have or To Be?

Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain." (Victor Hugo)

Tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan.

Ada masa di mana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (
to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.

Fase pertama,
fase to do.
Pada fase ini, orang masih produktif. Orang bekerja giat dengan seribu satu alasan. Tapi, banyak orang kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, tetap tidak menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan. Orang dibekap oleh kesibukan, tapi tidak ada kemajuan. Hal itu tergambar dalam cerita singkat ini. Ada orang melihat sebuah sampan di tepi danau. Segera ia meloncat dan mulailah mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak. Tapi, tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, sampan itu masih terikat dengan tali di sebuah tiang.

Nah, kebanyakan dari kita, merasa sudah bekerja banyak. Tapi, ternyata tidak produktif. Seorang kolega memutuskan keluar dari perusahaan. Ia mau membangun bisnis sendiri. Dengan gembira, ia mempromosikan bisnisnya. Kartu nama dan brosur disebar. Ia bertingkah sebagai orang sibuk.

Tapi, dua tahun berlalu, tapi bisnisnya belum menghasilkan apa-apa. Tentu, kondisi ini sangat memprihatinkan. Jay Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar, "Banyak orang mengatakan berbisnis. Tapi, tidak ada hasil apa pun. Itu bukanlah bisnis." Marilah kita menengok hidup kita sendiri. Apakah kita hanya sibuk dan bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa-apa?

Fase kedua, fase to have.
Pada fase ini, orang mulai menghasilkan. Tapi, ada bahaya, orang akan terjebak dalam kesibukan mengumpulkan harta benda saja. Orang terobesesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Meski hartanya segunung, tapi dia tidak mampu menikmati kehidupan.

Matanya telah tertutup materi dan lupa memandangi berbagai keindahan
dan kejutan dalam hidup. Lebih-lebih, memberikan secuil arti bagi hidup yang sudah dijalani. Banyak orang masuk dalam fase ini.

Dunia senantiasa mengundang kita untuk memiliki banyak hal.
Sentra-sentra perbelanjaan yang mengepung dari berbagai arah telah memaksa kita untuk mengkonsumsi banyak barang.

Bahkan, dunia menawarkan persepsi baru. Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai banyak hal. Tapi, persepsi keliru ini sering membuat orang mengorbankan banyak hal. Entah itu perkawinan, keluarga, kesehatan, maupun spiritual.

Secara psikologis, fase itu tidaklah buruk. Harga diri dan rasa kepuasan diri bisa dibangun dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Namun, persoalan terletak pada kelekatannya. Orang tidak lagi menjadi pribadi yang merdeka.

Seorang sahabat yang menjadi direktur produksi membeberkan kejujuran di balik kesuksesannya. Ia meratapi relasi dengan kedua anaknya yang memburuk. "Andai saja meja kerja saya ini mampu bercerita tentang betapa banyak air mata yang menetes di sini, mungkin meja ini bisa bercerita tentang kesepian batin saya...," katanya.

Fase itu menjadi pembuktian jati diri kita. Kita perlu melewatinya. Tapi, ini seperti minum air laut. Semakin banyak minum, semakin kita haus. Akhirnya, kita terobsesi untuk minum lebih banyak lagi.

Fase ketiga,
fase to be.
Pada fase ini, orang tidak hanya bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Orang terus mengasah kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik. Seorang dokter berkisah. Ia terobesesi menjadi kaya karena masa kecilnya cukup miskin. Saat umur menyusuri senja, ia sudah memiliki semuanya. Ia ingin mesyukuri dan memaknai semua itu dengan membuka banyak klinik dan posyandu di desa-desa miskin.

Memaknai hidup!
Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu.

Fase ini merupakan fase kita menjadi pribadi yang lebih bermakna. Kita menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang kita miliki, melainkan apa yang bisa kita berikan bagi orang lain.

Hidup kita seperti roti. Roti akan berharga jika bisa kita bagikan bagi banyak orang yang membutuhkan. John Maxwell dalam buku Success to Significant mengatakan "Pertanyaan terpenting yang harus diajukan bukanlah apa yang kuperoleh. Tapi, menjadi apakah aku ini?"

Nah, Mahatma Gandhi menjadi contoh konkret pribadi macam ini. Sebenarnya, ia menjadi seorang pengacara sukses. Tapi, ia memilih memperjuangkan seturut nuraninya. Ia menjadi pejuang kemanusiaan bagi kaum papa India .

Nah, di fase manakah hidup kita sekarang? Marilah kita terobsesi bukan dengan bekerja atau memiliki, tetapi menjadi pribadi yang lebih matang, lebih bermakna dan berkontribusi!

Sumber: Pribadi To Do, To Have, atau To Be? oleh Anthony Dio Martin

Learn To Speak Their Language

A woman was explaining her theory of putting her children to bed: "I never tell bedtime stories that begin with 'Once upon a time,'" she said. "If I really want to put them to sleep, I start off with, 'Now, when I was your age' It's nice to understand people so well that we know just what to say! Here is a mother who could speak her children's language.

The story is told of the most famous elephant in the world -- a huge, beautiful and gentle beast named Bozo. Children extended open palms filled with peanuts for the Indian elephant, who gently plucked them from little hands and seemed to smile as he ate his treats.

But one day, for some inexplicable reason, Bozo changed. He almost stampeded the man who cleaned his cage. He charged children at the circus and became incorrigible. His owner knew he would have to destroy the once-gentle giant.

In order to raise money for a new elephant, the circus owner held a cruel exhibition. He sold tickets to witness Bozo's execution and, on the appointed day, his arena was packed. Three men with high-powered rifles rose to take aim at the great beast's head.

Just before the signal was given to shoot, a little, stubby man in a brown hat stepped out of the crowd and said to the elephant's owner, "Sir, this is not necessary. Bozo is not a bad elephant."

"But he is," the man argued. "We must kill him before he kills someone."

"Sir, give me two minutes alone in his cage," the visitor pleaded, "and I'll prove to you that you are wrong. He is not a bad elephant."

After a few more moments of discussion (and a written statement absolving the circus of liability if the man should be injured), the keeper finally agreed to allow the man inside Bozo's cage. The man removed his brown derby and entered the cage of the bellowing and trumpeting beast.

Before the elephant could charge, the man began to speak to him. Bozo seemed to immediately quiet down upon hearing the man's words. Nearby spectators could also hear the man, but they could not understand him, for he spoke a foreign language. Soon the great animal began to tremble, whine and throw his head about. Then the stranger walked up to Bozo and stroked his trunk. The great elephant tenderly wrapped his trunk around the man, lifted him up and carried him around his cage before carefully depositing him back at the door. Everyone applauded.

As the cage door closed behind him, the man said to Bozo's keeper, "You see, he is a good elephant. His problem is that he is an Indian elephant and understands one language." He explained that Bozo was frustrated and confused. He needed someone who could speak his language. "I suggest, sir, that you find someone in London to come in occasionally and talk to the elephant. If you do, you'll have no problems."

The man picked up his brown derby and walked away. It was at that time that the circus owner looked carefully at the signature on the paper he held in his hand -- the note absolving the circus of responsibility in the case he was injured inside the elephant's cage. The statement was signed by Rudyard Kipling.

People also become frustrated and angry when they are not understood. But great relationships are formed by parents who learn to speak their children's language; lovers who speak each other's language; professionals who speak the language of their staff and clients. When people understand that YOU understand, that you empathize with their heartaches and understand their problems, then you are speaking their language! It is the beginning of true communication.

-- Steve Goodier

Asal Mula Masa Prapaskah

Bagaimanakah asal-mula Masa Prapaskah? Apakah Gereja selalu merayakannya sebelum Paskah?
~ seorang pembaca di Falls Church

Masa Prapasakah merupakan masa istimewa untuk berdoa, bertobat, bermatiraga dan melakukan karya belas kasihan sebagai persiapan menyambut perayaan Paskah. Dalam kerinduannya untuk memperbaharui praktek-praktek liturgi Gereja, Konstitusi tentang Liturgi Kudus Konsili Vatikan II menyatakan, “Dua ciri khas Masa Prapaskah - mengenang atau mempersiapkan pembaptisan, dan membina tobat - haruslah diberi penekanan yang lebih besar dalam liturgi dan dalam katekese liturgi. Masa Prapaskah merupakan sarana Gereja dalam mempersiapkan umat beriman untuk merayakan Paskah, sementara mereka mendengarkan Sabda Tuhan dengan lebih sering dan meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa.” (no. 109).

Sejak masa awal Gereja, terdapat bukti akan adanya semacam masa persiapan menyambut Paskah. Sebagai contoh, St. Ireneus (wafat 203) menulis kepada Paus St. Victor I, perihal perayaan Paskah dan perbedaan-perbedaan dalam perayaannya antara Timur dan Barat, “Perbedaan tidak hanya sebatas hari, tetapi juga ciri puasa yang sesungguhnya. Sebagian berpendapat bahwa mereka wajib berpuasa selama satu hari, sebagian berpuasa selama dua hari, lainnya lebih lama lagi; sebagian menetapkan 'masa' mereka selama 40 jam. Berbagai perbedaan dalam perayaan tersebut bukan berasal dari masa kita, melainkan jauh sebelumnya, yaitu sejak masa para leluhur kita.” (Eusebius, Sejarah Gereja, V, 24). Ketika Rufinus menerjemahkan bagian berikut ini dari bahasa Yunani ke bahasa Latin, tanda baca yang dibubuhkan antara “40” dan “jam” menjadikan maknanya tampak seperti “40 hari, dua puluh empat jam sehari.” Namun demikian, maksud pernyataan di atas adalah bahwa sejak masa “para leluhur kita” - sebutan bagi para rasul - suatu masa persiapan selama 40 hari telah ada. Tetapi, praktek nyata dan lamanya Masa Prapaskah masih belum seragam di seluruh Gereja.

Masa Prapaskah diatur secara lebih mantap setelah legalisasi agama Kristen pada tahun 313. Konsili Nicea (tahun 325), dalam hukum kanonnya, mencatat bahwa dua sinode provincial haruslah diselenggarakan setiap tahun, “satu sebelum Masa Prapaskah selama 40 hari.” St. Atanasius (wafat 373) dalam “Surat-surat Festal” meminta umatnya melakukan puasa selama 40 hari sebelum puasa yang lebih khusuk selama Pekan Suci. St. Sirilus dari Yerusalem (wafat 386) dalam Pelajaran Katekese, mengajukan 18 instruksi sebelum pembaptisan yang diberikan kepada para katekumen selama Masa Prapaskah. St. Sirilus dari Alexandria (wafat 444) dalam serial “Surat-surat Festal” juga mencatat praktek dan lamanya Masa Prapaskah dengan menekankan masa puasa selama 40 hari. Dan akhirnya, Paus St. Leo (wafat 461) menyampaikan khotbahnya bahwa umat beriman wajib “melaksanakan puasa mereka sesuai tradisi Apostolik selama 40 hari”. Orang dapat menyimpulkan bahwa pada akhir abad keempat, masa persiapan selama 40 hari menyambut Paskah yang disebut sebagai Masa Prapaskah telah ada, dan bahwa doa dan puasa merupakan latihan-latihan rohaninya yang utama.

Tentu saja, angka “40” selalu mempunyai makna spiritual khusus sehubungan dengan persiapan. Di gunung Sinai, sebagai persiapan untuk menerima Sepuluh Perintah Allah, “Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air” (Kel 34:28). Elia berjalan selama “40 hari dan 40 malam” ke gunung Allah, yakni gunung Horeb (nama lain Sinai) (1 Raj 19:8). Dan yang terutama, Yesus berpuasa dan berdoa selama “40 hari dan 40 malam” di padang gurun sebelum Ia memulai pewartaan-Nya di hadapan orang banyak (Mat 4:2).

Begitu Masa Prapaskah selama 40 hari ditetapkan, perkembangan berikutnya adalah menyangkut berapa banyak puasa yang harus dilakukan. Di Yerusalem, misalnya, orang berpuasa selama 40 hari, mulai hari Senin hingga hari Jumat, tetapi tidak pada hari Sabtu dan hari Minggu, dengan demikian Masa Prapaskah berlangsung selama delapan minggu. Di Roma dan di Barat, orang berpuasa selama enam minggu, mulai hari Senin hingga hari Sabtu, dengan demikian Masa Prapaskah berlangsung selama enam minggu. Akhirnya, diberlakukan praktek puasa selama enam hari dalam satu minggu, selama masa enam minggu, dan Rabu Abu ditetapkan untuk menggenapkan hari-hari puasa sebelum Paskah menjadi 40 hari. Peraturan-peraturan puasa bervariasi pula.

Pertama, sebagian wilayah Gereja berpantang dari segala bentuk daging dan produk hewani, sementara yang lain berpantang makanan tertentu seperti ikan. Sebagai contoh, Paus St. Gregorius (wafat 604), menulis kepada St. Agustinus dari Canterbury, perihal peraturan berikut: “Kami berpantang lemak, daging, dan segala makanan yang berasal dari hewan seperti susu, keju dan telur.”

Kedua, peraturan umum adalah orang makan satu kali dalam satu hari, yaitu pada sore hari atau pada pukul 3 petang.

Peraturan-peraturan puasa Masa Prapaskah juga mengalami perkembangan. Pada akhirnya, makan sedikit pada waktu siang diperbolehkan guna menjaga daya tahan tubuh selama melakukan pekerjaan sehari-hari. Makan ikan diperbolehkan, dan akhirnya makan daging juga diperbolehkan sepanjang minggu kecuali pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat. Dispensasi diberikan untuk mengkonsumsi produk-produk hewani jika orang melakukan kerja berat, dan akhirnya peraturan ini pun sepenuhnya dihapuskan.

Selama bertahun-tahun perubahan-perubahan terus dilakukan dalam merayakan Masa Prapaskah, menjadikan praktek kita sekarang tidak saja sederhana, tetapi juga ringan. Rabu Abu masih menandai dimulainya Masa Papaskah, yang berlangsung selama 40 hari, tidak termasuk hari Minggu. Peraturan-peraturan pantang dan puasa yang berlaku sekarang amatlah sederhana: Pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung, umat beriman berpuasa (makan kenyang hanya satu kali dalam sehari, ditambah makan sedikit untuk menjaga daya tahan tubuh) dan berpantang setiap hari Jumat selama Masa Prapaskah. Umat masih dianjurkan untuk “merelakan sesuatu” sesuatu selama Masa Prapaskah sebagai mati raga. (Catatan menarik adalah bahwa pada hari Minggu dan hari-hari raya, seperti Hari Raya St. Yusuf (19 Maret) dan Hari Raya Kabar Sukacita (25 Maret), orang bebas dan diperbolehkan makan / melakukan apa yang telah dikorbankan sebagai mati raga selama Masa Prapaskah).

Namun demikian, senantiasa diajarkan kepada saya, “Jika kamu berpantang sesuatu demi Tuhan, teguhkan hatimu. Janganlah berlaku seperti orang Farisi yang suka mencari-cari kesempatan.” Lagipula, penekanan haruslah dititikberatkan pada melakukan kegiatan-kegiatan rohani, seperti ikut serta dalam Jalan Salib, ambil bagian dalam Misa, adorasi di hadapan Sakramen Mahakudus, meluangkan waktu untuk berdoa secara prbadi, membaca bacaan-bacaan rohani, dan yang terutama menerima Sakramen Tobat dengan baik dan memperoleh absolusi. Meskipun praktek perayaan dapat berubah dan berkembang dari jaman ke jaman, namun fokus Masa Prapaskah tetap sama: yaitu menyesali dosa, memperbaharui iman, serta mempersiapkan diri menyambut perayaan sukacita misteri keselamatan kita.


Oleh: Romo William P. Saunders


* Fr. Saunders is pastor of Our Lady of Hope Parish in Potomac Falls.
sumber : “Straight Answers: History of Lent” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2002 Arlington Catholic Herald. All rights reserved; www.catholicherald.com
Diperkenankan mengutip/menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”

Humor : Seruan Akan Pertolongan

Kantor Polisi kota Baltimore terkenal dengan unit spesialnya yang diberi nama K-9. Namun baru saja mereka dibuat agak terkejut dengan suatu kejadian.

Ketika pulang dari pekerjaannya, seorang wanita amat terperanjat menemukan rumahnya morat-marit dan dirampok habis-habisan.
Dengan segera ia menelepon polisi dan melaporkan kejadiannya. Polisi dengan sangat tanggap menyiarkan permohonan pertolongan itu ke semua salurannya dan sebuah unit K-9 yang kebetulan berada tidak jauh dari tempat kejadian itu, adalah yang pertama menanggapinya.

Tatkala seorang anggota K-9 mendekat rumah itu dengan seekor anjing pelacak ditali pengikatnya, wanita itu keluar dari berandanya, kemudian terkejut akan pandangan seorang anggota polisi dengan anjingnya, lalu dengan lemas menjatuhkan diri di anak tangga sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya disertai keluhan, “Aku datang di rumah untuk menemukan semua milikku dirampok habis-habisan. Aku berseru kepada polisi untuk pertolongan, dan apa yang mereka lakukan?”

“Mereka mengirim seorang anggota polisi yang BUTA dengan seekor anjing!” Sungguh keterlaluan.

Lahir Tanpa Bola Mata

Jhon Natanael lahir tanpa bola mata. Saat ia di dalam kandungan, ibunya putus asa dengan keberadaan ayahnya, lalu mencoba melakukan tindakan bunuh diri. Ini berimbas di masa kecilnya. Ia melewati semuanya dengan luka yang teramat dalam. Kesepian menjadi nyanyian pilu yang disimpannya sendiri. Bertahun-tahun, ia mengalami frustrasi dan terus bertanya. Mengapa ia dilahirkan buta? Namun, semua kesesakan itu dihempasnya di kaki salib Yesus. Kini, Jhon bisa berkata, "Hidup saya amat berarti."

Lahir Tanpa Bola Mata

Saat mengandung Jhon empat bulan, ibunya terguncang karena ayah Jhon punya kebiasaan judi yang tak kunjung berhenti. Puncak stres itu ketika ayah Jhon berurusan dengan polisi dan masuk penjara. Dalam keputusasaan, dia mencoba bunuh diri dengan menenggak minuman yang mematikan, semacam garam pekat. Namun, Tuhan berkehendak lain, keduanya selamat. "Mama saya terselamatkan. Saya yang di dalam kandungan pun tetap hidup meskipun lahir dengan keadaan mata seperti ini, tanpa bola mata," kisah anak bungsu dari empat bersaudara itu.

Jhon yang terlahir dengan nama Laij Tji The seolah menampung duka lara dan kemarahan ibunya. "Umur delapan bulan, saya dibawa Mama ke Jakarta untuk periksa mata. Tapi dokter mengatakan saya tak mungkin bisa melihat, sekali pun dicangkokkan melalui donor. Tidak ada harapan karena saraf mata sudah mati. Lebih menyakitkan, dokter bilang pada mama bahwa hidup saya sudah tidak berguna dan belum terlambat untuk membunuhnya," cerita Jhon yang mengetahui semua kisah itu dari ibunya.

Jhon "hidup" dalam gelap. Ia tak bisa melihat apa-apa. Jhon kecil sendirian. Ia menyendiri di kamar, duduk terpekur. Belajar berjalan dan berulang kali jatuh, tak jarang kepalanya terbentur. Tangannya adalah juga mata yang melihat dengan meraba. "Saya tahu, saya cacat karena Mama. Sering kali kalau saya dianggap nakal, Mama kerap mengeluarkan kata-kata penyesalan telah melahirkan saya. Bahkan, beberapa kali Mama mengancam dengan kata-kata, 'Saya akan bunuh kamu!'"

Bila ada tamu, Jhon kecil diboyong ke kamar. "Mereka malu karena memiliki anggota keluarga yang cacat. Saya dijauhkan dari hubungan luar. Menjadi kebiasaan ketika saya mulai tumbuh besar, langsung cepat-cepat masuk kamar bila ada ketukan pintu atau terdengar suara orang datang. Saya hanya mengenal rumah dan orang-orang seisi rumah," ungkapnya lirih.

Sewaktu umur sepuluh tahun, Jhon pernah mencoba bunuh diri. Setengah tak sadar, Jhon mengikat leher dengan karet sampai sulit bernapas. Sikap berontak pada orang tua dan situasi yang membosankan itu membuat Jhon gampang tersinggung. Namun, sakit hati itu cuma bisa dirasakannya dalam hati.

Jhon tak bisa lagi menghindar ketika guru-guru les ketiga kakaknya selalu datang ke rumah memberi pelajaran. "Mereka sering datang, jadi mau nggak mau saya kenal mereka. Di antara mereka, ada yang sangat memerhatikan saya, mengajak saya ngobrol, suka ngasih permen dan ngajak saya nyanyi. Dari sinilah, saya mulai berani bicara dengan orang di luar keluarga."

Ketika Jhon pindah rumah, ia mulai berani ngajak ngobrol orang yang ditemui. Suatu kali, ada yang membawanya ke persekutuan. Namun, entahlah, Jhon cepat bosan. Paling bertahan dua minggu, setelah itu, selalu bikin alasan sakit atau jawaban sekenanya.

Ishak Sang Motivator

Di rumah yang baru, ada beberapa orang datang ke rumahnya. Salah satunya adalah Ishak, pemuda Kristen yang kerap mabuk. "Kamu harus bisa main gitar, ntar saya pinjemin dari gereja. Saya ajarin kamu sebentar, trus kamu latihan sendiri. Dua minggu kamu harus bisa mainkan satu lagu. Kamu harus rajin. Jangan cepat putus asa kayak saya. Kamu harus punya masa depan," kata Jhon tertawa menirukan nasihat Ishak. Menurut Jhon, kata-kata Ishak itu kena di hatinya. Ia lantas belajar gitar dengan sungguh-sungguh.

Suatu kali, Jhon berkenalan dengan Amir, teman kakaknya, seorang arsitek yang mengerjakan taman di halaman rumahnya. Jhonlah yang paling banyak menemani Amir lantaran paling sering di rumah. Betapa kagetnya Amir ketika tiba-tiba Jhon nyanyi lagu Gombloh sambil memetik gitar. "Pak Amir langsung nanya, mau bantu saya main musik di gereja? Karena saya merasa sangat dekat dengan dia saya nggak enak nolak. Pak Amir sungguh-sungguh melayani dan mendorong saya. Biarpun hujan, Pak Amir tetap menjemput saya dengan sepeda motornya. Padahal jarak rumah kami cukup jauh. Dalam hati saya, nekat juga orang ini."

Perubahan Sikap

Suatu malam, di rumah teman, Jhon merenungi hidup. Rasa gagal, tertolak, tidak berguna yang selama ini menekannya, satu per satu terbayang di benaknya. Masa kecil yang kelam penuh kepahitan, perkataan ibunya, saudara serta kata-kata dokter yang pernah ia dengar dari mulut mamanya betul-betul menyesakkan. Malam itu menjadi malam yang amat berarti bagi Jhon. Ia tumpahkan segala kekesalan dan gelisahnya pada Tuhan. Jhon berserah penuh pada Tuhan. Ia bertekad mengubah cara pandangnya dalam melihat kehidupan.

Pelan-pelan, Jhon bisa menerima kekurangannya. Dia juga berdamai dengan diri sendiri dan mengampuni orang-orang yang pernah melukainya. Malam itu, Jhon "berhadapan dengan Tuhan".

"Saya seperti menemukan sosok Bapak," kata Jhon yang sejak lahir sampai ia dengar ayahnya meninggal, belum pernah sekalipun bertemu.

Sukacita dan harapan pelan-pelan memenuhi hati Jhon. Bagi Jhon malam itu adalah malam pengampunan. Sebab pada malam itu, ia bisa mengampuni setiap orang yang pernah melukainya. Itulah yang memotivasi Jhon untuk bangkit dan tidak larut dalam masalah. Benarlah, hati yang gembira adalah obat. Jhon makin giat melayani Tuhan. Lewat nyanyian dan petikan gitarnya, ia semakin maju dan menang mengalahkan segala rasa yang tak perlu disimpannya.

Usia 20 tahun, Jhon memberanikan diri minta izin pada ibunya untuk dibaptis. Ibunya tak keberatan asal Jhon menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh. "Meski Mama bukan seorang Kristen, tapi ia sungguh-sungguh mendorong saya untuk melayani Tuhan. Pernah suatu kali, saya jenuh dan berniat bolos tidak ke gereja, Mama saya ribut. 'Lho, katanya kamu mau jadi Kristen kok malas-malasan.' Ketika saya pulang pelayanan, Mama menunggu saya dan selalu bertanya, sudah makan belum?"

Tuhan juga memberi kesempatan Jhon melayani ibunya saat wanita yang melahirkannya itu jatuh sakit dan harus opname. Selama satu minggu, Jhon menemani ibunya, "Sewaktu Mama anfal, ia berteriak, 'Yesus tolong saya!' Tak lama kemudian, Mama dipanggil Tuhan. Rasanya waktu bersama Mama belum cukup. Mama meninggal saat kami sangat dekat. Tapi hati saya sangat bahagia, Mama sudah mengakui Yesus."

Bertemu Tulang Rusuk

Jhon semakin terpacu bercerita tentang Yesus. Jadwal pelayanan padat. Awal Juni tahun 2000, Jhon bersama beberapa teman pelayanan ke Kalimantan Barat. Di sana, Jhon didampingi Pdt. Kenny Wolter. Mariana-lah yang mengurus dan banyak mendampingi Jhon. Teman-teman Jhon maupun Mariana kerap menggoda, "Wah, kayaknya kalian cocok banget," kata Jhon tersenyum menirukan godaan mereka.

Sehari menjelang kembali ke Jakarta, Jhon "didesak" teman-temannya untuk "mengungkapkan cinta". Semula Jhon ragu, sadar atas keterbatasan yang dimilikinya. Namun akhirnya, muncul keberanian itu. Jhon mengajak bicara Mariana. Memang tak ada yang dapat membandingi kuasa Tuhan. Mariana, meski kaget bukan kepalang, akhirnya menerima cinta Jhon.

Malam itu pula mereka sepakat untuk segera menikah. Hal ini disampaikan kepada Pdt. Kenny, yang kaget mendengarnya. "Pendeta bilang, uji dulu. Kami pun dipisahkan di tempat yang berbeda. Setelah selesai, kami dipanggil Pdt. Kenny. Apakah jawaban kami sama? Ternyata saya dan Mariana punya jawaban sama, mantap untuk menikah."

Pernikahan yang mengharukan itu pun dilaksanakan. "Saya pulang ke Jakarta bawa istri, mukjizat ya?" kata Jhon tertawa, Mariana yang mendampingi pun tersenyum.

Mariana mengaku kagum atas karya Tuhan dalam hidup suaminya. "Meskipun Kak Jhon begitu, dia loh yang atur keuangan keluarga. Dia pinter banget ngurus duit. Saya juga heran, dia bisa main gitar, keyboard, drum, suaranya juga bagus," ungkap Mariana, gantian Jhon tersenyum mendengar pujian istrinya.

Tak lama menunggu, Mariana hamil. Pada 13 April 2002, lahirlah Ester Agung Natanael; buah cinta kisah keajaiban.

Jhon tak lagi merasa sepi dan sendiri. Mariana dan Ester memenuhinya dengan cinta. Luka itu telah digantikan-Nya dengan sukacita.


Diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku : Karena Dia
Judul artikel: Saya Terselamatkan Walaupun Lahir Tanpa Bola Mata
Penyusun : Niken Maria Simarmata
Penerbit : ANDI, Yogyakarta 2006
Halaman : 71 -- 80

Rencana Tuhan Yesus

Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung Yesus Kristus yang disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya. Karena segala permohonan pasti bisa dikabulkan-Nya, maka orang berbondong-bondong datang secara khusus kesana untuk berdoa, berlutut dan menyembah, hampir dapat dikatakan halaman gereja penuh sesak seperti pasar.

Di dalam gereja itu ada seorang penjaga pintu, melihat Yesus yang setiap hari berada di atas kayu salib, harus menghadapi begitu banyak permintaan orang, ia pun merasa iba dan di dalam hati ia berharap bisa ikut memikul beban penderitaan Yesus Kristus. Pada suatu hari, sang penjaga pintu pun berdoa menyatakan harapannya itu kepada Yesus.

Di luar dugaan, ia mendengar sebuah suara yang mengatakan, "Baiklah! Aku akan turun menggantikan kamu sebagai penjaga pintu, dan kamu yang naik di atas salib itu, namun apapun yang kau dengar, janganlah mengucapkan sepatah kata pun." Si penjaga pintu merasa permintaan itu sangat mudah.

Lalu, Yesus turun, dan penjaga itu naik ke atas, menjulurkan sepasang lengannya seperti Yesus yang dipaku diatas kayu salib. Karena itu orang-orang yang datang bersujud, tidak menaruh curiga sedikit pun. Si penjaga pintu itu berperan sesuai perjanjian sebelumnya, yaitu diam saja tidak boleh berbicara sambil mendengarkan isi hati orang-orang yang datang.

Orang yang datang tiada habisnya, permintaan mereka pun ada yang rasional dan ada juga yang tidak rasional, banyak sekali permintaan yang aneh-aneh. Namun, demikian, si penjaga pintu itu tetap bertahan untuk tidak bicara, karena harus menepati janji sebelumnya.

Pada suatu hari datanglah seorang saudagar kaya, setelah saudagar itu selesai berdoa, ternyata kantung uangnya tertinggal. Ia melihatnya dan ingin sekali memanggil saudagar itu kembali, namun terpaksa menahan diri untuk tidak ber bicara. Selanjutnya datanglah seorang miskin yang sudah 3 hari tidak makan, ia berdoa kepada Yesus agar dapat menolongnya melewati kesulitan hidup ini. Ketika hendak pulang ia menemukan kantung uang yang ditinggalkan oleh saudagar tadi, dan begitu dibuka, ternyata isinya uang dalam jumlah besar. Orang miskin itu pun kegirangan bukan main, "Yesus benar-benar baik, semua permintaanku dikabulkan!" dengan amat bersyukur ia lalu pergi.

Diatas kayu salib, "Yesus" ingin sekali memberitahunya, bahwa itu bukan miliknya. Namun karena sudah ada perjanjian, maka ia tetap menahan diri untuk tidak berbicara. Berikutnya, datanglah seorang pemuda yang akan berlayar ke tempat yang jauh. Ia datang memohon agar Yesus memberkati keselamatannya. Saat hendak meninggalkan gereja, saudagar kaya itu menerjang masuk dan langsung mencengkram kerah baju si pemuda, dan memaksa si pemuda itu mengembalikan uangnya. Si pemuda itu tidak mengerti keadaan yang sebenarnya, lalu keduanya saling bertengkar.

Di saat demikian, tiba-tiba dari atas kayu salib "Yesus" akhirnya angkat bicara. Setelah semua masalahnya jelas, saudagar kaya itu pun kemudian pergi mencari orang miskin itu, dan si pemuda yang akan berlayar pun bereggas pergi, karena khawatir akan ketinggalan kapal.

Yesus yang asli kemudian muncul, menunjuk ke arah kayu salib itu sambil berkata, "TURUNLAH KAMU! Kamu tidak layak berada disana." Penjaga itu berkata, "Aku telah mengatakan yang sebenarnya, dan menjernihkan persoalan serta memberikan keadilan, apakah salahku?"

"Kamu itu tahu apa?", kata Yesus. "Saudagar kaya itu sama sekali tidak kekurangan uang, uang di dalam kantung bermaksud untuk dihambur-hamburkannya. Namun bagi orang miskin, uang itu dapat memecahkan masalah dalam kehidupannya sekeluarga. Yang paling kasihan adalah pemuda itu. Jika saudagar itu terus bertengkar dengan si pemuda sampai ia ketinggalan kapal, maka si pemuda itu mungkin tidak akan kehilangan nyawanya. Tapi sekarang kapal yang ditumpanginya sedang tenggelam di tengah laut."

Ini kedengarannya seperti sebuah anekdot yang menggelikan, namun dibalik itu terkandung sebuah rahasia kehidupan.


Renungan :
Kita seringkali menganggap apa yang kita lakukan
adalah yang paling baik, namun kenyataannya kadang justru bertentangan. Itu terjadi karena kita tidak mengetahui hubungan sebab-akibat dalam kehidupan ini.

Kita harus percaya bahwa semua yang kita alami saat ini, baik itu keberuntungan maupun kemalangan, semuanya merupakan hasil pengaturan yang terbaik dari Tuhan buat kita, dengan begitu kita baru bisa bersyukur dalam keberuntungan dan kemalangan dan tetap bersuka cita.

Sebab kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan buat kita. (Roma 8:28)

Tetap Semangat
Gbu

Lipstik

Suatu saat, Bu Trimbil ketinggalan lipstiknya di rumah padahal sudah sampai Gereja Paroki "Duren Montong" Misa Minggu pagi, pk. 06.00 masih setengah jam lagi. Dia bilang ama suaminya, "Pa, lipstikku ketinggalan di rumah, gimana nih, nggak pede gitu lho, ambil bentar dulu deh Pa!! Suaminya mas Trimbil bilang, "Halah Mam Mam, cuma lipstik aja kok jadi nggak pede, ngaca dong Mam, mami itu dah pesek hidungnya, jadi mau lipstik tebal kayak apa nggak akan buat hidung jadi mancung gitu, nggak akan nambah kecantikan, aku lebih seneng mami tampil apa adanya gitu lho, jadi kalau pesek malah nggak ketahuan, tapi kalau pakai lipstik kan kelihatan perbedaannya, Mam!".

Akhirnya Bu Trimbil tidak jadi minta diantar pulang dengan langkah masih lesu toh taat ama suaminya. Setelah misa usai, Pak Trimbil tanya, "Mam gimana rasanya nggak pakai lipstik? Apa mami jadi nggak pede?".

Bu Trimbil menyahut, "Pa, aku sih sebetulnya pedhe, tapi lebih afdol gitu lho kalau aku pakai lipstik rasanya kok ada yang hilang gitu."

Suaminya langsung menyahut, "Lha, jadi sekarang nggak afdol dong kalau punya suami, lebih afdol punya lipstik ya."

Bu Trimbil hanya menunduk, sambil duduk di sebelah kiri, sementara mobil berjalan keluar lapangan parkir gereja. "Pa, kok kayak gitu sih? Aku nggak punya maksud apa-apa kan? Karena wanita ingin dimengerti". Pak Trimbil lalu menyahut kembali, "Halah bu, kayak lagunya "Sinetron Jomblo So What Gitu Lhoh" Mereka pulang dengan membawa makna baru "lipstik"

Kayaknya ribet banget kalau orang ketinggalan lipstik, tapi kenapa orang tidak merasa gejolak apapun kalau kitab suci, atau puji syukur, atau rosario tertinggal di rumah, apakah yang ada di hatimu, Bu Trimbil sampai ketinggalan lipstik aja repotnya bukan main?

Begitu gelisahnya ketika HP tertinggal di rumah, padahal mau balik lagi ke rumah, waktunya tidak cukup, pasti terlambat misa. Nggak masalah terlambat sebentar, yang penting bisa bawa HP. Begitulah hati itu begitu gelisah kalau HP tertinggal di rumah tapi kenapa ya tidak ada kegelisahan sedikitpun kalau datang dalam Ekaristi dengan menyimpan rasa dendam di hati.

Begitu gencar orang berdiskusi tentang merk Notebook yang terkenal, bisa menjelaskan detil hardware dan fasilitasnya, tapi mengapa orang tidak begitu antusias untuk mendiskusikan sabda Tuhan setelah misa selesai. Selesai Misa, pertanyaannya, "Habis misa, mau ke mall mana nih?". Jarang banget ada yang mau tanya, "Tadi aku kok nggak ngerti lho kotbah pastor, kamu ngerti nggak?" Syukurlah kalau ada orang yang masih mau bertanya.

Rekan-rekanku,
hidup beriman itu butuh prioritas, dan orang yang jelas prioritas hidupnya untuk kepentingan Kasih, tentulah hidupnya juga akan diwarnai kemurhant hati, juga emosinya tidak terlalu terikat dengan fasilitas hidup. Prioritas itulah yang mesti konsisten diwujudkan dalam keseharian kita, kalau prioritas itu jelas, lalu jelas juga identitas kita. Identitas itu tidak tergantung dari wajah, gaya berjalan, cara berpakaian, tapi identitas pribadi itu ditentukan oleh prioristas sikap hidup yang terus menerus dihidupi.


salam hangat,
bslametlasmunadi