Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

11 February 2008

Life Is Precious

Photobucket

Saat aku meloncat dari gedung


Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul.



Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt.9



Di lt.8 Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya.



Di lt.7 Dani sedang minum obat anti depresi.



Di lt.6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari







di lt. 5 Mr. Wong yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya



Di lt. 3 pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya


Di lt.2 Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu


Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang


Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri


Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk



Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku...



Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.

" Be grateful for whoever you are....coz if u compare it to others, u'll be suprised of their secret life "
"Bersyukurlah atas dirimu apa adanya... karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan terkejut dengan rahasia hidup mereka"

Masa Semakin Cepat Berakhir

(Kesaksiannya yang telah dikunjungi beberapai kali oleh Tuhan Yesus. Satu lagi peringatan tentang kedatangan segera kedua kali Tuhan Yesus ke dunia)

Saya berasal dari Namibia dan telah menyerahkan seluruh hidup saya kepada Yesus Kristus pada 06 Februari, 2005. Tuhan Yesus Kristus telah menyatakan kepada saya beberapa perkara secara alam roh termasuk beberapa kunjungan ke neraka. Tuhan menyuruh saya berkongsikan pengalaman dengan orang lain, juga Tuhan Yesus Kristus memperingatkan saya supaya tidak menambah atau mengabaikan apa-apapun yang telah Dia perlihatkan kepada saya. Sewaktu saya menulis buku ini pada penghujung tahun 2006, saya telah dikunjungi 33 kali oleh Tuhan Yesus Kristus. Di akhir setiap kunjungan, Dia akan berkata “MASA SEMAKIN CEPAT BERAKHIR”.

Pada hujung minggu 23 Julai 2005, saya balik ke kampung dari tempat kerja saya, Bandar Ondangwa. Saya memandu kereta selama 30 minit untuk sampai ke rumah ibu bapa saya. Dalam perjalanan itu saya terasa suatu yang luar biasa akan terjadi kepada saya malam nanti. Pada jam 6.00 petang saya pun tiba, dan ketika itu mereka sedang menyediakan makanan malam. Saya ke ruang dapur di mana semua keluarga saya berkumpul, saya lantarkan badan saya di suatu sudut dengan alas yang sudah lama. Sementara anak-anak buah saya sedang asyik bernyanyi lagu sekolah minggu, tiba-tiba saya terasa ada suatu urapan yang teramat sangat menguasai saya, badan saya menjadi sangat lemah. Saya terasa peribadi saya dalam kuasa Tuhan. Kemudian saya mula melihat ada seorang mahkluk manusia muncul, memakai jubah putih dan tali pinggang berwarna putih berjalan ke arah saya sedang terlantar. Ada cahaya sangat terang memancar keluar dari tubuh-Nya, Dia memakai selipar berwarna kelabu, perwatakan-Nya sama seperti orang dari Timur Tengah dimana kulitnya keperangan yang cantik. Paras muka yang baik dan penuh dengan kemuliaan tetapi mata-Nya tidak dapat saya lihat. Apabila Dia bercakap, suara-Nya lembut, ramah dan penuh kasih, nyata gelombang kasih memancar dari tubuh-Nya.

Dia hulurkan tangan dan menarik saya berdiri. Tiba-tiba tubuh saya terubah menjadi tubuh yang cantik. Saya seperti diri saya baru berumur 18 tahun. Tubuh saya berpakaian jubah putih dan bertali pinggang warna putih. Walaupun jubah saya juga putih namun saya pasti ianya berbeza dari apa yang “Lelaki” itu pakai. Jubah-Nya seperti sutera yang berkilau yang tidak dapat saya ungkapkan.

Dia, Lelaki itu, berkata dengan suara lembut; “Victoria, Aku mahu kamu berjalan bersama Ku, Aku akan tunjukkan beberapa perkara yang menakutkan dan Aku akan membawa kamu ke tempat yang belum pernah kamu pergi selama hidup mu”. Lelaki itu memegang tangan kanan saya lalu kami beredar. Sepanjang perjalanan itu saya merasakan kami berjalan di udara dan menuju ke atas. Selepas beberapa ketika, saya terasa begitu penat dan berkata kepada Lelaki itu bahawa saya tidak sanggup lagi meneruskan perjalanan. Lalu saya merayu kepada Dia supaya membenarkan saya balik. Tetapi, Dia berkata kepada saya dengan lembut, “Kamu tidak penat, kamu sihat. Jika kamu penat, Aku akan dukung, tetapi kamu dalam keadaan baik. Damai sejahtera berserta mu. Mari kita pergi”

Tempat yang kami sampai adalah tempat yang sungguh gersang, teruk dari sebuah gurun yang manusia pernah ketahui. Tempat yang langsung tidak ada tanda-tanda hidupan wujud. Tidak terdapat pokok, tidak terdapat rumput atau sebarang benda yang hidup. Suatu tempat yang amat mengecewakan.

Kami tiba ke pintu masuk lalu Dia, Lelaki itu berkata kepada saya; “Victoria, kita akan masuk melalui pintu ini dan perkara yang akan kamu lihat akan mengejutkan dan mengecewakan mu, tetapi kamu hendakah tetap yakin bahawa walau ke manapun kamu Aku tetap melindunggi mu. Sekadar bukakan mata mu dan perhatikan betul-betul apa yang Aku perlihatkan” Saya mula takut lalu saya menangis. Saya cuba membantah dan merayu dengan Dia supaya membawa saya balik. Saya memberitahu kepada Dia bahawa saya tidak ingin masuk ke dalam sebab saya mampu melihat suasana di dalam sekadar saya melihat menerusi pintu masuk itu. Lalu Dia memandang saya dan berkata “Damai sejahtera bersama mu, Aku berserta mu. Kita mesti masuk ke dalam, masa semakin cepat berakhir.”

Kami masuk menerusi pintunya. Saya tidak dapat nyatakan bagaimana ngerinya situasi tempat itu. Saya yakinkan saudara bahawa tidak ada tempat seteruk ini pada mana-mana alam semesta. Tempatnya sungguh besar dan saya merasakan tempat itu semakin membesar setiap waktu. Ianya satu tempat yang sangat gelap dengan bahang panasnya tak terukur. Ia adalah tempat yang terpanas lebih dahsyat dari api yang terpanas. Saya tidak mampu melihat nyalaan apinya atau sumber datangnya panas itu tetapi saya rasakan ianya panas. Ruang itu juga dipenuhi lalat dalam pelbagai rupa- ada yang hijau, hitam dan kelabu. Segala jenis lalat ada di situ. Tambahan lagi terdapat cacing-cacing yang pendek, gemuk dan hitam ada di serata dan memanjat di seluruh tempat itu. Ada cacing mula memanjat ke atas tubuh kami juga ada lalat cuba mengerumuni kami. Seluruh tempat itu dipenuhi bau busuk yang menjijikan. Tidak dapat diumpamakan kejijikan bau busuknya tempat itu. Baunya seolah-olah daging yang reput tetapi ianya lebih busuk seratus kali lebih teruk yang tak pernah saya alami selama hidup saya. Bunyi laungan dan gertakan gigi memenuhi tempat itu di samping hilai ketawa roh-roh jahat dan iblis.

Tetapi yang teruk lagi tempat itu juga penuh sesak dengan manusia. Jumlahnya tidak terkira. Keadaan orangnya hanya tinggal rangka-rangka (tengkorak). Saya yakin bahawa rangka-rangka ini adalah manusia sebab sebilangan mereka saya kenali merupakan saudara-mara dan orang-orang dari kampung saya. Rangka-rangka tulang ini berwarna kelabu gelap dan kering. Mereka mempunyai gigi yang panjang seperti binatang buas. Mulut mereka besar dan lebar, lidah yang panjang dan berwarna merah. Keadaan tangan dan kaki yang panjang. Jari kaki dan tangan juga panjang dengan kuku yang tajam. Sebilangannya mempunyai ekor dan tanduk.

Terdapat mahkluk iblis yang bercampur dengan orang-orang ini: iblis-iblis yang berupa seperti biawak dan berjalan dengan empat kaki. Mahkluk iblis ini nampak selesa dengan keadaan tempat itu sambil menyerang dan menyeksa semua orang-orang yang ada di situ. Keriuhan suara mereka lebih kepada sorakan kegembiraan, kebebasan, mereka juga menari-nari dan melompat sepanjang masa. Sebaliknya orang-orang yang berada di situ kelihatan sengsara dan tertekan dengan keadaan tak berpengharapan dan tak bermaya. Bunyi suara manusia menangis menjerit dan gertakan gigi disebabkan oleh kesakitan dan penderitaan yang amat sangat.

Bilangan orang yang ada di situ tidak terkira jumlahnya tetapi yang saya pasti kebanyakkan mereka adalah wanita. Mereka dipisahkan dalam banyak kumpulan dan tidak dapat mengira jumlah mereka dalam setiap kumpulan kerana setiap kumpulannya terlalu besar.

Dia kemudian membawa saya menghampiri satu kumpulan di sebelah timur tempat itu. Dia memandang saya dan berkata “Victoria, kumpulan orang ini adalah yang tidak mengampuni orang lain. Aku sudah katakan kepada mereka banyak kali dalam pelbagai cara supaya mengampuni orang lain namun mereka masih menolak Ku; Aku sudah mengampuni semua dosa mereka tetapi mereka tidak mengampuni orang lain. Masa mereka sudah habis dan akhirnya mereka berada di sini. Mereka akan berada di sini selamanya, mereka akan memakan hasil dari perbuatan mereka selama-lamanya. Walau bagaimanapun, ianya sangat sakit bagi Ku melihat mereka berada di dalam tempat yang sungguh dahsyat dan keadaan yang kekal ini, sebab Aku mengasihi mereka.”

Saya kemudian dibawa-Nya ke kumpulan seterusnya, dan Dia memberitahu saya bahawa kumpulan kedua ini adalah yang telah berhutang. Ada tiga kategori berbeza dalam kumpulan ini. Kumpulan pertama ialah mereka yang berhutang kepada orang lain: mereka berupaya membayar hutang tetapi mereka masih menunda dan melalaikannya. Mereka berkata akan membayarnya esok, minggu depan, tahun depan, sehingga tidak ada masa bagi mereka, akhirnya berada di tempat ini. Di sinilah tempat mereka selamanya; mereka memakan buah-buah hasil buruh mereka.

Kategori yang kedua ialah mereka yang mampu membayar dan mahu membayar tetapi merasa takut kepada kemungkinan sekiranya mereka memberitahu perkara sebenar mereka mungkin akan disingkirkan atau mungkin akan dipenjarakan atau apa yang mereka lakukan selama ini akan diketahui semua orang dan mungkin akan dihina. Dia berkata “tiada di antara mereka ini datang kepada Ku mencari jalannya. Jika mereka datang kepada Ku, Aku akan memberi mereka jalan keluar. Tetapi mereka mengambil cara kebijaksanaan mereka sendiri yang jelas tidak membantu mereka mengatasinya. Mereka kemudian kehabisan masa dan akhirnya mereka mendapati diri mereka berada di sini selamanya. Mereka makan buah hasil buruh mereka.”

Kemudian Dia berkata ”kategori yang ketiga adalah mereka yang berhutang dan tidak mampu membayar balik, tetapi sekali lagi tiadapun diantara mereka ini datang memberitahu kepada Ku bahawa mereka mempunyai hutang yang tidak mampu mereka bayar. Jika mereka datang kepada Ku, Aku akan membayar hutang mereka. Mereka juga cuba mencari jalan kebijaksanaan mereka sendiri, namun tidak membantu menyelesaikan masalah mereka. Sekarang mereka berada di tempat ini selama-lamanya. Mereka akan memakan buah hasil buruh mereka. Hati ku sedih sebab Aku sungguh mengasihi mereka.”

Dalam kumpulan yang pertama, saya terlihat ada dua orang perempuan merupakan saudara dekat saya. Sementara itu seorang perempuan berumur 12 tahun merupakan saudara saya, juga berada di sana. Saya tahu dia berumur 12 tahun kerana ketika umur ini dia telah menemui ajalnya. Dalam kumpulan kedua saya juga terlihat beberapa saudara saya, disamping itu ada juga seorang Pastor yang saya betul-betul kenal. Dan seorang teman lelaki saya bernama Jake, yang telah membunuh diri setelah dia tahu saya serahkan hidup saya kepada Kristus, juga berada dalam kumpulan kedua. Saya kenal beberapa jiran saya dalam kedua-dua kumpulan ini.

Saya mengenali orang-orang ini sebelum mereka mati, dan mereka juga mengenali saya. Saudara-saudara saya ini amat marah apabila mereka terlihat saya ada di situ lalu mereka mula mencerca dan mengeluarkan kata-kata keji terhadap saya. Salah seorang mereka berkata saya tidak layak berjalan bersama Orang itu, lalu mereka menceritakan hal-hal yang saya lakukan sebelum saya menerima Kristus. Mereka tidak bohong, apa yang mereka katakan adalah benar terhadap saya. Jake berkata saya adalah kepunyaannya dan saya harus berada bersama di mana dia berada sekarang sebab katanya saya juga telah melakukan dosa sama seperti dia telah lakukan. Pastor di situ pada mulanya nampak merasa senang dan memuji kerana saya dengan jayanya telah sampai ke situ namun reaksinya berubah apabila dia ternampak saya berjalan dengan seseorang. Dia kemudian mencela dan mengeluarkan kata-kata keji terhadap saya. Lalu Dia, lelaki yang mengiringi saya itu memberitahu supaya jangan ambil peduli semua mereka itu sebab mereka tidak tahu apa-apa.

Saya tergamam dan amat sedih sekali; saya tidak dapat tahan badan saya bergoncang. Saya menangis tak terkawal. Dia kemudian berpaling ke arah saya dan memeluk saya dan berkata: “Damai sejahtera menyertai engkau, Victoria”. Kekuatan saya pulih kembali dan saya merasakan amat selesa dengan pelukan-Nya. Kemudian Dia berkata kami harus balik dan meninggalkan tempat itu. Dia memandang saya dan berkata: “Victoria, Aku sudah tunjukkan kamu. Sekarang kamu harus pilih mana kumpulan tadi yang kamu mahu; pilihan ada di tangan kamu sendiri. Kamu harus beritahu orang segala perkara yang telah engkau lihat dan alami tetapi jangan tambah atau abaikan apapun.”

Saya ingat semasa kami meninggalkan tempat yang mengerikan itu tapi saya tidak sedar bila waktu saya berpisah dengan Dia, kerana apabila saya tersedar dan membuka mata saya sudah pun terlantar di Hospital Osihakati. Saya lihat ada sambungan di tangan kiri saya. Ibu dan beberapa orang jiran saya berdiri di penjuru bilik itu, mereka kehairanan memerhatikan saya. Saya nampak muka ibu saya seperti sudah menangis. Saya bertanya kepada Jururawat apa yang terjadi kepada saya tetapi dia dengan berjenaka menjawab, “kamu dihantar balik, barangkali kamu telah melakukan sesuatu kesalahan dan perlu bertaubat”. Jururawat itu cuba bercakap kegembiraan bagi keadaan saya tapi saya perhatikan dia takut menghampiri saya. Saya kemudian meminta dia memanggil Doktor untuk saya.

Doktor tiba dan menjelaskan dia juga tidak tahu apa yang terjadi kepada saya. Mulanya dia menyangka saya dijangkiti Malaria tetapi ujian menunjukkan negatif. Doktor menjelaskan bahawa suhu, degupan dan tekanan darah saya ketika itu sangat rendah tetapi tidak mengetahui apa puncanya. Jelasnya lagi, dia tidak dapat berbuat apa-apa atau menahan dia di Hospital sebab keadaan saya bukannya sakit. Alat yang disambung ke atas badan hanya berfungsi setelah saya sedar. Dia mencadangkan agar satu lagi sambungan tambahan cecair (glukos) lagi dibuat sebelum saya pulang agar tenaga saya pulih sepenuhnya.

Saya amat terkejut dengan apa yang telah saya lihat dan alami kerana itu lalu saya menangis tidak terhenti-henti. Bau busuk pada tempat yang mengerikan itu terus menghantui saya. Suasana tempat itu masih terbayang-bayang dalam mata saya sepanjang masa. Saya tidak dapat tidur, seluruh tubuh saya sakit. Saya rasakan semua anggota badan saya seperti dipisah-pisahkan dan digabung semula. Saya rasa sungguh takjub. Saya mengalami cirit- birit dan sakit kepala selama seminggu.

Saya berfikir mengambil keputusan tidak akan menceritakan kepada sesiapapun apa yang saya lalui sebab siapalah yang akan percaya? Apa yang orang akan fikirkan? Saya bercakap kepada diri saya sendiri bahawa saya tidak akan pernah menceritakan semua pengalaman saya kepada sesiapa pun. Namun,3 hari selepas itu, satu daripada mentor saya menelefon bertanyakan tentang khabar saya sebab saya ada menghantarnya mesej supaya mendoakan saya. Tanpa saya sedar saya ceritakan segala apa yang telah terjadi terhadap diri saya kepadanya. Saya merasa kesal kerana telah memberitahu segala-galanya kepada dia. Saya kini tidak boleh berselindung lagi kerana semuanya saya sudah beritahukan kepada orang lain. Lalu saya menyedari bahawa jika Tuhan itu benar mahukan sesuatu diberitakan kepada orang lain, maka ianya benar-benar akan terjadi. Dialah Tuhan segalanya.

Pada 19 Ogos, saya bangun dengan tanda-tanda ada urapan ke atas tubuh saya. Saya merasa badan saya lemah dan mengigil seperti ada kuasa elektrik mengalir menerusi tubuh saya. Pada malamnya saya terlihat ada cahaya terang masuk ke dalam bilik saya dan tiba-tiba satu lembaga manusia muncul ditengah-tengahnya. Saya perhatikan orang yang sama telah mengunjungi saya hari itu. Dia kemudian duduk pada sebuah kerusi di tepi katil saya. Saya tidak tahu bagaimana kerusi itu berada di sana. Bentuknya sama seperti kerusi kebiasaannya iaitu ada penyandar belakang, bezanya cuma ia diperbuat daripada emas dan di setiap kaki kerusi itu ada bintang perak bersalutkan emas, bintang yang sama juga ada di tengah-tengah penyokong belakang. Di setiap kaki kerusi itu ada roda.

Dia menyapa saya dan memberitahu bahawa saya tentu ada banyak pertanyaan tentang identiti Dia yang sebenar dan sebab itulah kata-Nya Dia datang kembali bagi menjelaskan beberapa perkara yang telah saya alami tempoh hari. Dia berkata; “Akulah Yesus Kristus, Juruselamat mu, jika kamu ragu-ragu lihatlah tangan Ku. Tempat yang kita pergi hari itu adalah neraka.” Apabila saya melihat tangan-Nya terdapat parut dimana paku telah dipacakkan.

Wahai Saudara, saya mahu memberitahu kamu bahawa neraka bukanlah hayalan semata tetapi ianya tempat yang benar-benar ada dan tempat yang tidak menyenangkan. Tempat ini bukan diwujudkan untuk manusia tetapi bagi syaitan dan iblis-iblis. Tempat yang sebenarnya bagi kita ialah Syurga, tempat bersama dengan Yesus tetapi kita mesti mengikuti Yesus sebelum terlewat. Hari ini, jika anda mendengar suara-Nya, jangan keraskan hati mu; terimalah Dia sebagai Juruselamat mu dan hiduplah bagi Dia. Neraka adalah tempat yang sungguh dahsyat: tempat yang penuh dengan ketakutan dan kesengsaraan; tempat penyeksaan, tangisan dan gertakan gigi yang kekal selama-lamanya. Syaitan sentiasa berusaha mengambil seramai yang mungkin nyawa manusia bersamanya di neraka. Jangan cuba berbaik dengan syaitan tetapi berbaiklah dengan Yesus maka kamu akan mendapat hidup kekal dan tidak akan binasa.

Saya tidak faham kenapa Tuhan Yesus berkata kepada saya supaya membuat satu pilihan dari dua kumpulan yang diperlihatkan-Nya kepada saya di neraka sedangkan saya seorang Kristian yang sudah dilahirkan kembali. Saya telah menerima Dia dalam hidup saya dan namun Dia masih memberitahu saya supaya membuat pilihan sama ada ke neraka atau tidak, saya tidak faham. Saya mula berdoa kepada Tuhan agar menyatakan wahyu apakah yang Dia maksudkan dan apa yang Dia mahu saya lakukan. Tuhan menyatakan kepada saya bahawa saya ini kekurangan sifat mengampuni dan mempunyai kemarahan yang penuh di hati terhadap seorang kakak dan seorang sepupu saya. Saya memohon Tuhan supaya mengampuni saya. saya juga meminta ampun dari kakak saya atas kemarahan dan kebencian hati saya terhadap dia. Tuhan juga menyuruh supaya pergi meminta ampun kepada sepupu saya itu.

Lalu Tuhan mengingatkan saya, di mana suatu masa dahulu saya telah berjaya mendapat pekerjaan sebagai Guru dengan cara mengemukakan Sijil Diploma yang palsu dan Dia mengkategorikan ianya satu hutang dan pencurian. Saya mengenal pasti apa yang harus saya lakukan dan memohon kepada Tuhan supaya membantu saya menyelesaikan masalah saya dan menunjukkan cara jalan penyelesaiannya sebab kes ini adalah satu jenayah yang boleh membuat saya dimasukkan dalam penjara. Kemudian Tuhan mengarahkan saya pergi ke Jabatan Pendidikan supaya mengakui apa yang telah saya lakukan. Saya sedia memasuki penjara jika tidak dapat dielakan. Saya mengalami kebaikan Tuhan yang sunguh besar terhadap saya apabila Pegawai Jabatan Pendidikan itu memberi pilihan kepada saya sama ada membayar semula gaji yang saya terima ataupun tidak. Mereka menjelaskan tidak akan membuat tuduhan ke atas saya sebab mereka terpegun dengan pengakuan saya itu. Tuhan kita adalah Tuhan yang setia dan terpujilah Dia atas perkataan-Nya.

Jika saudara menghadapi masalah serupa dengan masalah yang saya hadapi, saya mengalakkan sudara supaya berbuat sesuatu yang betul, walau apapun susulan akan terjadi nanti. Kamu mungkin akan dipenjarakan tetapi itu hanya sementara. Tidak ada kesakitan atau yang memalukan jika dibandingkan dengan pemisahan yang kekal dari Tuhan. Neraka bukan tempat yang elok: adalah lebih baik benarkan Tuhan memberi penghakiman sekarang sebelum terlambat. Kita harus tidak takut penghakiman Tuhan sewaktu kita dalam tempoh kemurahan Tuhan: kita mesti benarkan Dia menyatakan apa kesilapan dalam kehidupan kita sementara kita ada kesempatan memperbaikinya dihadapan Tuhan, sebab tidak ada pengampunan lagi selepas anda telah mati.

LAWATAN KE-2 KE NERAKA

Pada 18 Oktober 2005, saya bangun jam 05H30 (5.30 pagi) tetapi saya tidak dapat pergi kerja kerana saya terasa badan saya sangat lemah seperti kemabukan; saya tidak boleh gerak atau pusingkan badan saya di katil, hadirat Tuhan amat kuat dalam bilik itu. Badan saya mengigil dan rasa ada kejutan kuasa elektrik mengalir ke seluruh tubuh saya. Saya pasti, Tuhan telah menjemput saya sebelum jam 08H00 sebab ketika saya masih sedar jam menunjukkan pukul 07H48. Dia berkata, Dia datang sekali lagi sebab masanya semakin cepat berakhir. Lalu saya berdiri dan kami mula berjalan. Situasi perjalanan kami kali ini berbeza dari yang lepas, dimana walaupun kami melangkah kaki tetapi kami terapung-apung. Semasa perjalanan, Yesus memberitahu saya bahawa semua dosa adalah jahat dan tidak ada dosa kecil atau dosa besar. Semua dosa menuju kematian, tidak kira perbuatan itu kecil atau besar. Tuhan berkata bahawa kami akan ke neraka sekali lagi dan Dia bertanya sama ada saya takut atau tidak dan saya menjawab sememangnya saya takut.

Dia berkata “Roh penakut adalah bukan dari Bapa mahupun dari Ku, tetapi dari iblis. Ketakutan akan membuat kamu akan melakukan suatu perbuatan yang akan membawa ke neraka.”

Tanpa iman adalah mustahil dapat memuliakan Tuhan dan takut adalah lawan kepada iman. Jelas-Nya, bahawa takut tidak akan memuliakan Tuhan tetapi memusnahkan iman seseorang. Sepanjang perjalanan, kami berjalan seiringan tetapi sejurus kami sampai ke pintu neraka, Dia memegang tangan ku beberapa ketika dan saya menyedari kami sudah di dalam neraka. Saya amat gembira kerana Tuhan memegang erat tangan saya. Kerana pegangan-Nya telah menghilangkan segala rasa takut saya. Tempat itu masih seperti dulu: tidak ada bezanya. Segala lalat, cacing, suhu panas melampau, bau busuk, tengkorak, bunyi bising: segalanya terjadi seperti baru pertama kali saya berada di situ. Kami memasuki pintu hodoh yang sama lalu Tuhan membawa saya ke satu kumpulan manusia. Di sana kelihatan ramai orang yang saya kenali ketika mereka masih hidup di bumi. Kelihatan orang-orang susah dalam keadaan sungguh dahsyat, keadaan sedih dan sungguh menderita tetapi yang terburuk sekali air muka mereka jelas tidak berpengharapan.

Tuhan menunjukkan saya seorang perempuan berumur separuh usia yang saya kenal sebelum kematiannya. Dia mati kemalangan kereta pada awal tahun 2005. Saya sungguh terkejut bagaimana perempuan ini berada di neraka sebab setahu saya dia merupakan seorang yang takut akan Tuhan dan mencintai Tuhan. Tuhan memberitahu saya bahawa perempuan itu mengasihi Dia dan tahu Firman Tuhan dengan baiknya. Dia juga baik terhadap orang miskin. Orang yang serba kekurangan akan dibantunya dalam perlbagai cara. Dia merupakan hamba yang baik bagi Tuhan dalam kebanyakan yang dia lakukan.

Penjelasan Tuhan itu mengejutkan saya lalu saya bertanya kenapa Tuhan membiarkan hidupnya berakhir di neraka. Tuhan memandang saya dan berkata bahawa perempuan itu telah mempercayai penipuan iblis. Walaupun dia tahu ayat Firman dengan baik, tetapi dia percaya kepada pembohongan iblis yang menyesatkan bahawa adanya dosa kecil dan dosa besar. Lalu dia fikir bahawa dosa kecil tidak akan mengheret dia ke neraka, lebih-lebih lagi dia seorang Kristian.

Tuhan meneruskan kata-kata-Nya, “Aku sudah datang kepadanya banyak kali dan memberitahu dia supaya berhenti melakukan namun seringkali dia memberi alasan bahawa apa yang dia buat adalah terlalu kecil dan dia anggap amaran Ku sekadar perasaan bersalah diri sendiri. Ada suatu masa dia sudah berhenti seketika tapi dia yakin amaran itu bukan dari Ku tetapi menganggap sekadar suara dari dirinya sendiri dan dosa yang tidak penting bagi Roh Kudus.”

Saya tanya Tuhan apakah dosa yang telah dilakukan oleh wanita itu dan Dia menjawab “Wanita ini mempunyai seorang kawan bekerja sebagai Jururawat di Hospital Oshakati. Apabila wanita ini jatuh sakit, dia tidak akan ke hospital dan membayar kad perubatan seperti yang sepatutnya, dia sekadar menelefon kawanya mengurus segala ubat-ubatan di Dispensari. Kawannya itu selalu patuh permintaan wanita itu kemudian dia akan memberitahu wanita itu supaya datang mengambil ubat itu pada masa-masa tertentu. Pertamanya, dia telah memilih penipuan iblis tentang adanya dosa kecil dan dosa besar dan menolak apa yang benar; wanita ini juga telah menyebabkan seseorang berbuat dosa dengan mencuri bagi pihaknya, tetapi, yang terburuk, wanita ini telah mendukacitakan Roh Kudus. Inilah sebab kenapa wanita ini berada di neraka. Tidak kira berapa juta jiwa yang kamu bawa kepada Tuhan untuk diselamatkan, namun masih mungkin seseorang akan masuk ke neraka sekiranya dia mendukacitakan Roh Kudus. Kamu seharusnya bukan semata-mata mengambil berat keselamatan orang lain tetapi harus jangan lupa keselamatan jiwa diri sendiri. Sentiasalah peka dengan Roh Kudus.” Selepas Yesus menyatakan ini, Dia berkata kami akan pulang.

Ramai orang Kristian yang telah mendengar kesaksian ini akan mempersoalkannya. Mereka selalu bertanyakan saya bagaimana pula dengan “justifikasi, keampunan dan kurnia” dan kata mereka “adakah mungkin akan kehilangan keselamatan selepas sesorang itu telah menerimanya?” bukankah ianya agak terlalu kasar” “bagaimana mungkinTuhan itu kejam?”

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” 1 Korintus 9:27

Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” Roma 6:1-2

Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.” Roma 6:12

Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.” Ibrani 10:26-27

Adakah kemungkinan saya boleh masuk neraka walaupun saya melayani Tuhan dan membawa ramai nyawa diselamatkan? Anda tentukan sendiri!

Ketidaktaatan

Pada Isnin 6 Mac 2006, saya dibangunkan dengan bunyi jam pada 05H30 pagi. Sedang saya berdoa, tiba-tiba ada urapan kuat menyelubungi saya. Terasa badan saya sangat lemah dan mengigil, gelombang kuasa elektrik seakan mengalir melalui tubuh saya.

Pada sebelah petangnya, sedang saya terlantar di katil tidur, tiba-tiba muncul cahaya terang mengisi ruang bilik itu. Saya terlihat benda halus yang putih, manik-manik bulat sebesar kepala jarum. Manik-manik ini berguguran seperti hujan dan terus jatuh dan menembusi kulit saya. Tambahan pula, saya lihat ada embun seperti kabus putih datang dari atas, juga memenuhi bilik itu dan akan jatuh tenggelam menembusi kulit saya. Saya terlihat Yesus muncul dari tengah-tengah kabus embun itu melangkah menuju ke tempat saya. Dia kemudian duduk di satu kerusi berhampiran katil saya. saya tidak tahu bagaimana kerusi itu berada di situ. Kerusi yang serupa semasa Dia mengunjungi saya pada 19 Ogos 2005, iaitu ada penyandar belakang, diperbuat daripada emas dan di setiap kaki kerusi itu ada bintang perak bersalutkan emas, bintang yang sama juga ada di tengah-tengah penyokong belakang. Di setiap kaki kerusi itu ada roda.

Yesus menyapa saya dan meluruskan tangan-Nya ke arah saya dan menyuruh saya bangun sebab kata-Nya masa semakin cepat berakhir. Dia membangunkan saya dengan menarik tangan saya kemudian Dia duduk di tepi katil saya.

Dia berkata, “Victoria, mari berdoa.” Dia kemudian berdoa dalam bahasa yang tidak saya ketahui; yang saya tahu hanya apabila dia mengakhiri doa itu dengan “Amen”. Kemudian Dia bertanya kepada saya tentang apa yang telah saya lihat lalu saya memberitahu saya terlihat kumpulan orang yang hendak pergi ke tempat kerja dan yang lain sudah sampai di tempat kerja. Selepas kumpulan pertama tiba, satu lagi kumpulan datang menyusul. Pada ketika ini hujan halus seperti manik-manik halus sudahpun berhenti turun.

Saya juga melihat kumpulan-kumpulan orang yang berlainan, dan sampai di suatu Gereja yang berbeza pada pagi hari Minggu. Hujan seperti manik-manik halus akan mula turun sejurus orang yang terawal datang masuk di dalam Gereja. Hujan ini akan berterusan jatuh sampai beberapa masa dan kemudian berhenti. Yang tiba lewat tidak akan merasa apa-apa.

Yesus bertanya kepada saya sama ada faham dengan penglihatan itu dan saya menjawab saya tidak mengerti. Kemudian Dia berkata: ”Penglihatan ini membawa makna bahawa pada tempat tertentu dan masa tertentu yang mana kamu seharusnya sudah berada hadir di situ, ada malaikat-malaikat akan menaburkan berkat pada masa-masa tertentu. Jika kamu hadir tepat masanya, maka kamu akan menerima berkat kamu tetapi jika kamu lewat, maka kamu akan terlepas menerima berkat pada hari itu sebab malaikat-malaikat akan menabur berkat hanya pada masa tertentu. Victoria, Aku memberi amaran kepada mu sebab kamu selalu lewat pergi bekerja dan khasnya kamu juga lewat pergi ke kebaktian Gereja. Kamu harus tahu bahawa pada masa kamu lewat hadir tanpa alasan yang kukuh, kamu terlepas tanpa mendapatnya kembali berkat pada hari itu, ianya tidak mungkin anda dapatnya kembali. Victoria, kamu mesti berhenti mengulangi perkara ini, kecuali kamu ada hal yang nyata menyebabkan kamu terpaksa lewat.”

Selepas Tuhan memberi amaran kepada saya, Dia berkata, “berdiri, mari kita pergi. Masa semakin cepat berakhir dan ada perkara lagi yang kita harus lakukan.”

Kali ini Tuhan membawa saya ke tempat yang belum pernah saya pergi. Inilah kali pertama kami melalui jalan itu pada hari itu. Kami sampai ke sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga-bunga dan pokok-pokok hijau yang cantik, tidak ada yang di bumi dapat menyaingi kecantikannya. Pelbagai jenis bunga yang cantik, warna yang terang. Kami duduk di suatu bangku, yang diperbuat daripada emas yang terdapat perak kecil bentuk bintang yang bersinar terang. Apabila kami duduk, Dia menunjukkan suatu di depan kami dan berkata, “Victoria, lihat, adakah kamu dapat melihat kota itu?” Apabila saya perhatikan, saya tenampak sebuah Kota yang terang benderang. Sebuah kota yang sungguh indah tak terungkap dengan kata-kata. Terdapat sebuah pintu gerbang masuk yang diperbuat dari emas yang bercahaya dan ditepi pintu ini ada seseorang telah lanjut usianya sedang duduk. Orang itu mempunyai janggut putih yang panjang, dan berambut putih. Saya ada melihat dia sebelum ini, dan apabila saya bertanya kepada Yesus siapakah orang itu, lalu Dia mengatakan itulah Abraham, Bapa iman.

Saya melihat banyak jalan di kota itu yang berturapkan emas. Terdapat bangunan tinggi juga bercahaya keemasan. Sinaran dan kilauan memancar dari kota itu tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Yesus berpaling memandang saya dan bertanya, “apa yang terlintas di fikiran mu tentang kota ini?”. Saya menjawab bahawa kota itu memang cantik dan teringin hendak ke sana. Yesus berkata, “Aku akan membawa engkau ke sana jika engkau terus taat kerana di sana rumah mu juga akan disediakan. Teruslah tinggal dalam ketaatan, sebab jika engkau tidak taat, Victoria, burung-burung gagak akan meghinggapi rumah itu dan menjadi sarang tempat permainan bagi burung hantu dan hantu-hantu. Walau bagaimanapun, jangan takut, sebab Aku berserta mu. Terus patuh, sebab sesiapa yang tidak taat, rumahnya akan dihuni oleh burung gagak, ianya akan dihuni oleh burung hantu dan menjadi tempat permainan bagi hantu-hantu.”

Yesus Kristus yang nyata dan Dia mengasihi kita dengan kasih yang tak terbatas, keinginan Dia yang terbesar ialah Dia mahu supaya kita semua memilih hidup bagi Dia dan selamanya bersama dengan Dia. Hati-Nya sungguh hancur terhadap mereka yang mati dan masuk ke dalam neraka sebab mereka telah menolak keselamatan yang Dia tawarkan sebaliknya mereka memilih jalan yang menuju kematian.

Sama ada kamu seorang Kristian yang telah dilahirkan kembali atau tidak, tolong ingat satu perkara: Masa Semakin Cepat Berakhir


Oleh: Victoria Nehale

Sepucuk Surat dari Sorga

Aku telah mengakhiri perjalananku dengan selamat. Para malaikat telah membawaku dengan selamat kepada pangkuan Bapa Abraham. Oh, betapa senangnya bila aku sebentar lagi bertemu dengan Dia yang telah mati untukku!

Dan terlepas akan apapun yang Anda dengar, tidak ada kata-kata untuk dapat menggambarkan betapa besar kemuliaan yang sedang mengelilingi-Nya. Aku puas di tempat ini; setiap kebutuhanku semuanya dipenuhi. Nantikanlah jika kelak rumahku yang baru sudah selesai dibangun.

Aku puas di sini, karena tidak ada dosa, tidak ada pembunuhan, tidak ada perceraian, tidak ada pengguguran kandungan, dan tidak perlu mempunyai gembok untuk pintu-pintu. Kedamaian yang sempurna menguasai tempat ini. Dan aku pun puas karena tidak ada sakit-penyakit. Aku tidak pernah mengalami kesehatan yang begitu baik dalam hidupku! Aku kini memiliki tubuh yang baru seperti Yesus.

Dan oh, seandainya saja Anda dapat mendengarkan lantunan nyanyian yang amat merdu! Daud memainkan harpa hari ini dan banyak orang yang berkumpul di tepi sungai kehidupan untuk menyanyikan sebuah nyanyian baru. Betapa luar biasanya di tempat ini, karena tidak ada orang asing. Setiap orang mengenal satu dengan yang lain dengan akrab.

Waduh Sandrakh, Mesakh dan Abednego mengantarku keliling. Agaknya aku sudah pernah berada di sini. Cuacanya luar biasa bagusnya. Hembusan angin sepoi-sepoi terasa sepanjang waktu. Dan salah satu yang terbaik adalah bahwa tidak ada malam dan kegelapan. Sepanjang waktu adalah terang, karena Tuhan Yesus sendiri adalah Terang.

Tolong supaya diingatkan, aku sudah tiba dengan selamat, aku puas dan sudah sembuh dari penyakitku. Tidak ada keperluan selanjutnya untuk menulis lagi. Sebagai penutup, akan menjadi lebih bagus lagi, bila kelak keluargaku dan kawan-kawanku dapat ikut bergabung denganku di Surga.

Treasures Within

Today's Scripture

“But we have this treasure in earthen vessels…” (II Corinthians 4:7 NKJ).

Today's Word from Joel and Victoria

Did you know there are treasures deep on the inside of you? As a believer in Jesus, the greatest treasure within you is the Spirit of God. You carry the most precious treasure in the universe inside of you! Beyond that, He has deposited many other treasures on the inside of you. You may not even see these treasures yet, but God has given you gifts and abilities that are tied to your purpose. He has fully equipped you to succeed in this life. What do you need to move forward? What do you need to break out of your comfort zone? It’s on the inside of you. The Bible also says in Proverbs that understanding is like a well within and the wise person draws it out. Draw out those treasures inside of you by speaking words of faith today. Stir up the gift inside of you by praying in the Spirit and thanking Him in worship. As you seek the Lord and submit yourself to His leading, you will discover the treasures within, and you’ll live a life of purpose all your days!

A Prayer for Today

Father God, thank You for choosing to live inside of me. Show me the treasures You have deposited within me so that I can fulfill Your purpose for me all the days of my life. I love You and bless You today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Thanks To God

Hallo Semua,


Saya minta maaf nih gak bisa posting beberapa hari yang lalu soalnya aku sakit, gak bisa ngapa2in, dokter masih belon tau sakit apa .. cuman hari pertama panas banget .. dan skg udah mendingan .. cuman dokter masih blon tau sakit apa .. moga2 aja gak sakit gejala DB dkk .. setidaknya jgn sampe masuk RS yah .. Doain yah semua .. :) Terima kasih ....


Samuel MS

06 February 2008

Can You Be GOD's Kiss

Namun pertama-tama, saya ingin menceritakan tentang salah satu konser terindah yang pernah saya tonton.

Air mata saya bercucuran hari itu. Saya menonton salah satu konser terindah di dunia. Konser ulang tahun seorang sahabat karib saya dan pewarta Kerygma-Alvin Barcelona. Alvin mengerti tentang konser. Ia terlahir untuk menyanyi. Bersama Legendaris Freddie Aguilar, pendengarnya tersebar di seluruh penjuru Eropa dan Asia. Tapi saat ulang tahunnya beberapa hari lalu, ia mempertunjukkan konser yang sangat berbeda.

Di luar kebiasaannya mengenakan pakaian "penyanyi rakyat" - kemeja yang kedodoran, celana yang kasar - Alvin berpakaian tahun 90-an, lengkap dengan setelan berwarna gelap dan dasi. (Petunjuk: Ia percaya ia sedang pentas bagi para pembesar.) Bahkan pemain band-nya pun mengenakan dasi!

Dan di luar kebiasaannya menyanyikan rock dan nyanyian rakyat, ia melantunkan lagu-lagu cinta tradisional Filipin. Lagu-lagu seperti Dahil sa Iyo dan Ikaw lamang ang aking iibigin. Di hari ulang tahunnya, Alvin menyanyi bagi yang sangat tua, yang sakit, yang buta, yang lumpuh, yang cacat mental, yang termiskin dari yang paling miskin - orang-orang yang tidak akan pernah mampu untuk membayar tiket konser. Kecuali dengan senyuman dan air mata mereka.

Ya, pada hari ulang tahunnya, Alvin Barcelona memberi sebuah konser yang sangat eksklusif di Anawim, pelayanan kami bagi orang-orang yang telantar. Saya selalu suka menyaksikan penampilan Alvin. Tapi hari itu sangat berbeda. Meskipun yang termiskin dari yang paling miskin yang menjadi hadirinnya, ia pentas seakan ia sedang bernyanyi bagi kaum bangsawan. Ia memberi semua yang ia miliki karena ia percaya pendengarnya pantas mendapat yang terbaik.

Saya menangis terus hari itu. Saya menangis sebab saya melihat sahabat-sahabat tua saya menangis karena gembira.

Saya menangis sebab saya melihat Oma Rosario menyanyikan lirik setiap lagu dengan ingatan yang sempurna - sekalipun ia mengalami gangguan otak. Saya menangis sebab saya melihat Gilbert, seorang pria di atas kursi roda, yang tidak dapat berbicara jelas karena sebuah kecelakaan mobil, menyanyi seperti Tom Jones. Saya menangis sebab saya melihat Judith, seorang wanita berusia 50 tahun yang bermental seperti anak 6 tahun, menari dengan suatu kebebasan yang sudah dilupakan oleh kebanyakan dari kita.

Percayalah, kami semua menangis dan tertawa di saat yang bersamaan.

Hari itu, sepertinya Surga turun dan mencium mereka. Dan ciuman itu bernama Alvin Barcelona. Tidak terlalu sulit untuk menjadi ciuman Tuhan di dunia ini. Alvin mempunyai suatu karunia dari Tuhan. Karunia untuk menyanyi dan mempertunjukkannya dalam konser yang bagus sekali. Jadi apa yang ia lakukan? Ia menggunakan karunianya, mengasahnya, mengembangkannya, dan membagikannya pada dunia. Dan ia memberinya pada mereka yang tidak akan pernah dapat membayarnya.

Dan Tuhan memakainya untuk menjadi ciumanNya di hari yang spesial itu. Di manapun Anda berada saat ini, ada orang-orang di sekeliling Anda yang sangat membutuhkan ciuman Tuhan. Mereka yang kesepian, yang telantar, yang miskin, yang sakit.

Apa karuniamu, teman?

Cari. Gunakan. Dan Anda juga akan menjadi ciumanNya di dunia ini.

Semoga impian Anda menjadi kenyataan.
Bo Sanchez


Renungan :
Suatu tindakan sederhana seringkali bisa berarti banyak bagi orang lain. Kita cenderung berpikir dan berencana untuk melakukan hal-hal besar, sehingga banyak hal kecil yang sebenarnya bisa kita lakukan tanpa perlu usaha extra terabaikan dan terlupakan. Artikel Bo ini meneguhkan kita untuk melakukan hal-hal kecil yang bisa kita lakukan sesuai kemampuan kita masing2. Bagi keluarga kita...bagi orang-orang terdekat kita., bagi para sahabat kita, dan bagi banyak orang yang Tuhan taruh dalam hidup kita...


PS:
Jika Anda merasa terberkati oleh artikel ini, jangan berhenti ketika Anda selesai membacanya. Satu tindakan kecil Anda dengan meneruskan artikel ini mungkin saja akan mendatangkan suatu perubahan dalam hidup dan diri orang lain.

Sepak Bola Di Surga

Dua orang sobat kental, Ucup dan Boneng, sedang duduk-duduk sambil memberi makan ikan di kolam dan membicarakan sepakbola, permainan yang mereka mainkan setiap hari, apalagi selama piala dunia kemarin. Tiba-tiba Ucup berkata pada Boneng, "Menurut loe ada nggak ya sepakbola di Surga?"

Boneng berpikir sebentar dan menjawab, "Wah, ngga tau deh gue. Tapi kita bikin perjanjian aja: kalau gue meninggal duluan, gue bakal balik dan ngasih tau loe apa ada sepakbola di surga, dan kalau loe meninggal duluan, loe musti ngelakuin hal yang sama."

Mereka pun berjabat tangan dan sedihnya beberapa bulan kemudian si Ucup yang malang meninggal dunia. Suatu hari, seperti biasa Boneng sedang duduk di pinggir kolam memberi makan ikan-ikannya seorang diri ketika dia mendengar bisikan suara, "Neng... Boneng ..."

Boneng celingukan, "Ucup...?! itu loe nih?"

"Iya ini gue, Neng," bisik hantu Ucup.

Dalam ketakjubannya Boneng bertanya, "Jadi gimana, ada sepakbola ngga di surga?"

"Ntar dulu...", Ucup berkata, "Gue punya cerita bagus dan cerita jelek nih."

"Kasih gitu cerita bagus dulu deh", kata Boneng masih penasaran.

Ucup berkata, "Yaa... emang ada sih sepakbola di surga."

Boneng kegirangan, "Hebat dong! Trus cerita jelek apaan yang bisa ngerusak cerita hebat tadi?!"

Ucup melenguh dan berbisik, "Loe bakal jadi kiper hari Sabtu ini."

Membawa Kasih Kristus Ke Dalam Dunia

Beberapa tahun yang lalu, dua orang pemuda dengan catatan kejahatan yang panjang, merampok sebuah YMCA di daerah bawah di kota New York. Ketika mereka hendak meninggalkan gedung itu, mereka melihat seorang pemuda yang bertugas di bagian telepon. Karena mereka takut, kalau-kalau pemuda itu menelepon polisi, kedua perampok itu menahan pemuda itu dan dengan cara brutal menghajar petugas telepon itu habis-habisan. Karena mereka mengira bahwa korbannya telah mati, mereka menyembunyikan tubuhnya di belakang sebuah radiator dekat kolam renang untuk kemudian meninggalkannya.

Pada malam itu, seorang perenang yang bernama Getrude Ederle sedang berjalan menuju kolam renang dan terpeleset jatuh dalam genangan darah. Ia berteriak dan akhirnya menemukan tubuh Donald Tippet. Kemudian, Tippet dilarikan ke rumah sakit dan selama beberapa hari berada di antara hidup dan mati. Akhirnya, jiwanya dapat diselamatkan, namun mengalami kerusakan satu matanya yang sangat parah sehingga tidak dapat tertolong.

Sementara, kedua perampok itu tertangkap dan diseret ke depan pengadilan. Mengingat akan daftar kejahatan mereka amat panjang, mereka pasti akan mendapat hukuman yang amat berat. Pada saat itulah, Donald Tippet melakukan sesuatu yang amat luar biasa. Ia meminta, agar dua pemuda itu boleh ditempatkan di bawah pengawasannya. Ia percaya, bahwa kedua pemuda itu dapat diubah kelakuannya.

Salah seorang anak lelaki itu menolak untuk mengubah kelaku-annya dan tidak lama ia ditangkap lagi karena melakukan kejahatan yang lain. Anak lelaki lainnya, lebih bisa menerima. Ia masuk ke sebuah universitas dan kemudian menjadi seorang dokter mata.

Everett Palmer pernah menulis tentang ahli bedah mata ini, “Aku bertanya-tanya, apakah ia pernah melakukan suatu operasi mata yang amat sulit dan lembut tanpa berhenti mengenang kembali malam di YMCA itu?”

Kemudian hari Donald Tippet ternyata menjadi hamba Tuhan dan mempunyai kedudukan yang tinggi di daerah San Fransisco, yang karena keyakinannya telah mengubah hidup seorang penjahat menjadi seorang dokter mata yang terkenal.

Yang kita butuhkan pada masa kini bukanlah sesuatu kebangunan rohani untuk membawa lebih banyak jiwa ke dalam gereja. Apa yang kita perlukan adalah memberikan kepada setiap orang Kristen, motivasi yang kuat untuk membawa Kasih Kristus yang menyelamatkan ke dalam dunia.


King Duncan
Collected Sermons

New Places

Today's Scripture

“…you have not passed this way before” (Joshua 3:4).

Today's Word from Joel and Victoria

God desires to take you into new places in your life. He wants to take you to deeper places in your walk with Him, and He wants to take you into higher places of blessing in your life. Are you ready to go to places that you’ve never been before? So many people today get stuck in a rut because they don’t want to get out of their comfort zone. They want to stay with what they know because it’s comfortable. But in order for you to reach your full potential, you have to be willing to step out into the unknown. You won’t ever walk on water until you step out of the boat! We all have areas we can rise higher in. Open your heart today and be ready to step out into the unknown. Trust that the Lord will guide and order your every step. Begin to expect that the unexpected is on the way. Be ready to step out into new places. As you approach your day with faith and expectancy, you will move forward in the abundant life He has for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for bringing me increase in every area of my life. Thank You for taking me to new places. I expect that You are working behind the scenes in my life, and I open my heart to all You have for me. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Gadis Kecil & Kotak Emas

Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal kepada anak perempuannya berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas untuk membungkus sebuah kado.

Keesokan harinya, anak perempuannya itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang ayah. “Ini untuk ayah,” kata anak gadis itu. Sang ayah tak jadi marah. Namun ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya kosong, meledaklah kemarahannya. “Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!”

Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu kedalam kotak itu.”

“Apa yang kau letakkan kedalam kota ini? Bukankah kau lihat kotak ini kosong?” bentak ayahnya.

“Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah kedalam kotak itu,” bisik anak perempuan itu.

Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuannya kecilnya. Ia lalu memeluk erat-erat anak perempuannya dan meminta maaf.

Konon, orang-orang menceritakan bahwa, pria itu selalu meletakkan kotak kado itu dipinggir tempat tidurnya sampai akhir hayat. Kapanpun ia mengalami kekecewaan, marah atau beban yang berat, ia membayangkan ada ribuan ciuman dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.


Renungan :
Dan sesungguhnya kita telah menerima sebuah kotak emas penuh berisi cinta tanpa pamrih dari orang tua, istri/suami, anak, pasangan, teman dan sahabat kita dan tentunya Tuhan Yesus. Tak ada yang lebih indah dan berharga dalam hidup ini selain cinta.

05 February 2008

Jesus Really Does Love You

Every Sunday afternoon, after the morning service at the church, the Pastor and his eleven year old son would go out into their town and hand out Gospel Tracts. This particular Sunday afternoon, as it came time for the Pastor and his son to go to the streets with their tracts, it was very cold outside, as well as pouring down rain. The boy bundled up in his warmest and driest clothes and said: "OK dad, I'm ready."

His Pastor dad asked, "Ready for what?"

"Dad, it's time we gather our tracts together and go out."

Dad responds, "Son, it's very cold outside and it's pouring down rain."

The boy gives his dad a surprised look, asking "But Dad, aren't people
still going to Hell, even though it's raining?"

Dad answers, "Son, I am not going out in this weather."

Despondently, the boy asks, "Dad, can I go, please?"


His father hesitated for a moment then said, "Son, you can go. Here are the tracts, be careful son."

"Thanks Dad!" And with that, he was off and out into the rain.

This eleven year old boy walked the streets of the town going door to door and handing everybody he met in the street a Gospel Tract. After two hours of walking in the rain, he was soaking, bone-chilled wet and down to his very last tract. He stopped on a corner and looked for someone to hand a tract to, but the streets were totally deserted. Then he turned toward the first home he saw and started up the sidewalk to the front door and rang the door bell. He rang the bell, but nobody answered.

He rang it again and again, but still no one answered. He waited but still no answer. Finally, this eleven-year-old trooper turned to leave, but something stopped him. Again, he turned to the door and rang the bell and knocked loudly on the door with his fist. He waited, something holding him there on the front porch. He rang again, and this time the door slowly opened.

Standing in the doorway was a very sad-looking elderly lady.

She softly asked "What can I do for you son?"

With radiant eyes and a smile that lit up her world, this little boy said, "Ma'am, I'm sorry if I disturbed you, but I just want to tell you that Jesus really does love you, and I came to give you my very last Gospel Tract which will tell you all about Jesus and His great love."

With that, he handed her his last tract, and turned to leave.

She called to him as he departed. "Thank you, son! And God Bless You!"

Well, the following Sunday morning in church Pastor Dad was in the pulpit. As the service began, he asked, "Does anybody have a testimony or want to say anything?"

Slowly, in the back row of the church, an elderly lady stood to her feet.

As she began to speak, a look of glorious radiance came from her face, "No one in this church knows me. I've never been here before. You see, before last Sunday I was not a Christian. My husband passed on some time ago, leaving me totally alone in this world. Last Sunday, being a particularly cold and rainy day, it was even more so in my heart that I came to the end of the line where I no longer had any hope or will to live.

So I took a rope and a chair and ascended the stairway into the attic of my home. I fastened the rope securely to a rafter in the roof, then stood on the chair and fastened the other end of the rope around my neck. Standing on that chair, so lonely and brokenhearted I was about to leap off, when suddenly the loud ringing of my doorbell downstairs startled me.

I thought, I'll wait a minute, and whoever it is will go away. "I waited and waited, but the ringing doorbell seemed to get louder and more insistent, and then the person ringing also started knocking loudly. I thought to myself again, 'Who on earth could this be? Nobody ever rings my bell or comes to see me.' I loosened the rope from my neck and started for the front door, all the while the bell rang louder and louder. When I opened the door and looked I could hardly believe my eyes, for there on my front porch was the most radiant and angelic little boy I had ever seen in my life. His smile, oh, I could never describe it to you!

And the words that came from his mouth caused my heart that had long been dead, to leap to life, as he exclaimed with a cherub-like voice, "Ma'am, I just came to tell you that Jesus really does love you."

Then he gave me this Gospel Tract that I now hold in my hand. As the little angel disappeared back out into the cold and rain, I closed my door and listened to every word of this Gospel Tract. Then I went up to my attic to get my rope and chair. I wouldn't be needing them any more. You see, "I am now a Happy Child of God and since the address of your church was on the back of this Gospel Tract, I have come here to personally say Thank You to God's little angel who came just in the nick of time and, by so doing, spared my soul from eternity in hell.

There was not a dry eye in the church.

And as shouts of praise and honor to God resounded off the very rafters of the building, Pastor Dad descended from the pulpit to the front pew where the little angel was seated. He took his son in his arms and sobbed uncontrollably.

Probably no church has had a more glorious moment, and probably this universe has never seen a Papa that was more filled with love & honor for his son... Except for One.

This Father also allowed His Son to go out into a cold and dark world. He received His Son back with joy unspeakable, and as all of heaven shouted praises and honor to the King, the Father sat His beloved Son on a throne far above all principality and power and every name that is named. Blessed are your eyes for reading this message.

Don't let this message die, read it again and pass it to others.

Someone out there is waiting.....