Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

11 February 2008

Treasures Within

Today's Scripture

“But we have this treasure in earthen vessels…” (II Corinthians 4:7 NKJ).

Today's Word from Joel and Victoria

Did you know there are treasures deep on the inside of you? As a believer in Jesus, the greatest treasure within you is the Spirit of God. You carry the most precious treasure in the universe inside of you! Beyond that, He has deposited many other treasures on the inside of you. You may not even see these treasures yet, but God has given you gifts and abilities that are tied to your purpose. He has fully equipped you to succeed in this life. What do you need to move forward? What do you need to break out of your comfort zone? It’s on the inside of you. The Bible also says in Proverbs that understanding is like a well within and the wise person draws it out. Draw out those treasures inside of you by speaking words of faith today. Stir up the gift inside of you by praying in the Spirit and thanking Him in worship. As you seek the Lord and submit yourself to His leading, you will discover the treasures within, and you’ll live a life of purpose all your days!

A Prayer for Today

Father God, thank You for choosing to live inside of me. Show me the treasures You have deposited within me so that I can fulfill Your purpose for me all the days of my life. I love You and bless You today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Thanks To God

Hallo Semua,


Saya minta maaf nih gak bisa posting beberapa hari yang lalu soalnya aku sakit, gak bisa ngapa2in, dokter masih belon tau sakit apa .. cuman hari pertama panas banget .. dan skg udah mendingan .. cuman dokter masih blon tau sakit apa .. moga2 aja gak sakit gejala DB dkk .. setidaknya jgn sampe masuk RS yah .. Doain yah semua .. :) Terima kasih ....


Samuel MS

06 February 2008

Can You Be GOD's Kiss

Namun pertama-tama, saya ingin menceritakan tentang salah satu konser terindah yang pernah saya tonton.

Air mata saya bercucuran hari itu. Saya menonton salah satu konser terindah di dunia. Konser ulang tahun seorang sahabat karib saya dan pewarta Kerygma-Alvin Barcelona. Alvin mengerti tentang konser. Ia terlahir untuk menyanyi. Bersama Legendaris Freddie Aguilar, pendengarnya tersebar di seluruh penjuru Eropa dan Asia. Tapi saat ulang tahunnya beberapa hari lalu, ia mempertunjukkan konser yang sangat berbeda.

Di luar kebiasaannya mengenakan pakaian "penyanyi rakyat" - kemeja yang kedodoran, celana yang kasar - Alvin berpakaian tahun 90-an, lengkap dengan setelan berwarna gelap dan dasi. (Petunjuk: Ia percaya ia sedang pentas bagi para pembesar.) Bahkan pemain band-nya pun mengenakan dasi!

Dan di luar kebiasaannya menyanyikan rock dan nyanyian rakyat, ia melantunkan lagu-lagu cinta tradisional Filipin. Lagu-lagu seperti Dahil sa Iyo dan Ikaw lamang ang aking iibigin. Di hari ulang tahunnya, Alvin menyanyi bagi yang sangat tua, yang sakit, yang buta, yang lumpuh, yang cacat mental, yang termiskin dari yang paling miskin - orang-orang yang tidak akan pernah mampu untuk membayar tiket konser. Kecuali dengan senyuman dan air mata mereka.

Ya, pada hari ulang tahunnya, Alvin Barcelona memberi sebuah konser yang sangat eksklusif di Anawim, pelayanan kami bagi orang-orang yang telantar. Saya selalu suka menyaksikan penampilan Alvin. Tapi hari itu sangat berbeda. Meskipun yang termiskin dari yang paling miskin yang menjadi hadirinnya, ia pentas seakan ia sedang bernyanyi bagi kaum bangsawan. Ia memberi semua yang ia miliki karena ia percaya pendengarnya pantas mendapat yang terbaik.

Saya menangis terus hari itu. Saya menangis sebab saya melihat sahabat-sahabat tua saya menangis karena gembira.

Saya menangis sebab saya melihat Oma Rosario menyanyikan lirik setiap lagu dengan ingatan yang sempurna - sekalipun ia mengalami gangguan otak. Saya menangis sebab saya melihat Gilbert, seorang pria di atas kursi roda, yang tidak dapat berbicara jelas karena sebuah kecelakaan mobil, menyanyi seperti Tom Jones. Saya menangis sebab saya melihat Judith, seorang wanita berusia 50 tahun yang bermental seperti anak 6 tahun, menari dengan suatu kebebasan yang sudah dilupakan oleh kebanyakan dari kita.

Percayalah, kami semua menangis dan tertawa di saat yang bersamaan.

Hari itu, sepertinya Surga turun dan mencium mereka. Dan ciuman itu bernama Alvin Barcelona. Tidak terlalu sulit untuk menjadi ciuman Tuhan di dunia ini. Alvin mempunyai suatu karunia dari Tuhan. Karunia untuk menyanyi dan mempertunjukkannya dalam konser yang bagus sekali. Jadi apa yang ia lakukan? Ia menggunakan karunianya, mengasahnya, mengembangkannya, dan membagikannya pada dunia. Dan ia memberinya pada mereka yang tidak akan pernah dapat membayarnya.

Dan Tuhan memakainya untuk menjadi ciumanNya di hari yang spesial itu. Di manapun Anda berada saat ini, ada orang-orang di sekeliling Anda yang sangat membutuhkan ciuman Tuhan. Mereka yang kesepian, yang telantar, yang miskin, yang sakit.

Apa karuniamu, teman?

Cari. Gunakan. Dan Anda juga akan menjadi ciumanNya di dunia ini.

Semoga impian Anda menjadi kenyataan.
Bo Sanchez


Renungan :
Suatu tindakan sederhana seringkali bisa berarti banyak bagi orang lain. Kita cenderung berpikir dan berencana untuk melakukan hal-hal besar, sehingga banyak hal kecil yang sebenarnya bisa kita lakukan tanpa perlu usaha extra terabaikan dan terlupakan. Artikel Bo ini meneguhkan kita untuk melakukan hal-hal kecil yang bisa kita lakukan sesuai kemampuan kita masing2. Bagi keluarga kita...bagi orang-orang terdekat kita., bagi para sahabat kita, dan bagi banyak orang yang Tuhan taruh dalam hidup kita...


PS:
Jika Anda merasa terberkati oleh artikel ini, jangan berhenti ketika Anda selesai membacanya. Satu tindakan kecil Anda dengan meneruskan artikel ini mungkin saja akan mendatangkan suatu perubahan dalam hidup dan diri orang lain.

Sepak Bola Di Surga

Dua orang sobat kental, Ucup dan Boneng, sedang duduk-duduk sambil memberi makan ikan di kolam dan membicarakan sepakbola, permainan yang mereka mainkan setiap hari, apalagi selama piala dunia kemarin. Tiba-tiba Ucup berkata pada Boneng, "Menurut loe ada nggak ya sepakbola di Surga?"

Boneng berpikir sebentar dan menjawab, "Wah, ngga tau deh gue. Tapi kita bikin perjanjian aja: kalau gue meninggal duluan, gue bakal balik dan ngasih tau loe apa ada sepakbola di surga, dan kalau loe meninggal duluan, loe musti ngelakuin hal yang sama."

Mereka pun berjabat tangan dan sedihnya beberapa bulan kemudian si Ucup yang malang meninggal dunia. Suatu hari, seperti biasa Boneng sedang duduk di pinggir kolam memberi makan ikan-ikannya seorang diri ketika dia mendengar bisikan suara, "Neng... Boneng ..."

Boneng celingukan, "Ucup...?! itu loe nih?"

"Iya ini gue, Neng," bisik hantu Ucup.

Dalam ketakjubannya Boneng bertanya, "Jadi gimana, ada sepakbola ngga di surga?"

"Ntar dulu...", Ucup berkata, "Gue punya cerita bagus dan cerita jelek nih."

"Kasih gitu cerita bagus dulu deh", kata Boneng masih penasaran.

Ucup berkata, "Yaa... emang ada sih sepakbola di surga."

Boneng kegirangan, "Hebat dong! Trus cerita jelek apaan yang bisa ngerusak cerita hebat tadi?!"

Ucup melenguh dan berbisik, "Loe bakal jadi kiper hari Sabtu ini."

Membawa Kasih Kristus Ke Dalam Dunia

Beberapa tahun yang lalu, dua orang pemuda dengan catatan kejahatan yang panjang, merampok sebuah YMCA di daerah bawah di kota New York. Ketika mereka hendak meninggalkan gedung itu, mereka melihat seorang pemuda yang bertugas di bagian telepon. Karena mereka takut, kalau-kalau pemuda itu menelepon polisi, kedua perampok itu menahan pemuda itu dan dengan cara brutal menghajar petugas telepon itu habis-habisan. Karena mereka mengira bahwa korbannya telah mati, mereka menyembunyikan tubuhnya di belakang sebuah radiator dekat kolam renang untuk kemudian meninggalkannya.

Pada malam itu, seorang perenang yang bernama Getrude Ederle sedang berjalan menuju kolam renang dan terpeleset jatuh dalam genangan darah. Ia berteriak dan akhirnya menemukan tubuh Donald Tippet. Kemudian, Tippet dilarikan ke rumah sakit dan selama beberapa hari berada di antara hidup dan mati. Akhirnya, jiwanya dapat diselamatkan, namun mengalami kerusakan satu matanya yang sangat parah sehingga tidak dapat tertolong.

Sementara, kedua perampok itu tertangkap dan diseret ke depan pengadilan. Mengingat akan daftar kejahatan mereka amat panjang, mereka pasti akan mendapat hukuman yang amat berat. Pada saat itulah, Donald Tippet melakukan sesuatu yang amat luar biasa. Ia meminta, agar dua pemuda itu boleh ditempatkan di bawah pengawasannya. Ia percaya, bahwa kedua pemuda itu dapat diubah kelakuannya.

Salah seorang anak lelaki itu menolak untuk mengubah kelaku-annya dan tidak lama ia ditangkap lagi karena melakukan kejahatan yang lain. Anak lelaki lainnya, lebih bisa menerima. Ia masuk ke sebuah universitas dan kemudian menjadi seorang dokter mata.

Everett Palmer pernah menulis tentang ahli bedah mata ini, “Aku bertanya-tanya, apakah ia pernah melakukan suatu operasi mata yang amat sulit dan lembut tanpa berhenti mengenang kembali malam di YMCA itu?”

Kemudian hari Donald Tippet ternyata menjadi hamba Tuhan dan mempunyai kedudukan yang tinggi di daerah San Fransisco, yang karena keyakinannya telah mengubah hidup seorang penjahat menjadi seorang dokter mata yang terkenal.

Yang kita butuhkan pada masa kini bukanlah sesuatu kebangunan rohani untuk membawa lebih banyak jiwa ke dalam gereja. Apa yang kita perlukan adalah memberikan kepada setiap orang Kristen, motivasi yang kuat untuk membawa Kasih Kristus yang menyelamatkan ke dalam dunia.


King Duncan
Collected Sermons

New Places

Today's Scripture

“…you have not passed this way before” (Joshua 3:4).

Today's Word from Joel and Victoria

God desires to take you into new places in your life. He wants to take you to deeper places in your walk with Him, and He wants to take you into higher places of blessing in your life. Are you ready to go to places that you’ve never been before? So many people today get stuck in a rut because they don’t want to get out of their comfort zone. They want to stay with what they know because it’s comfortable. But in order for you to reach your full potential, you have to be willing to step out into the unknown. You won’t ever walk on water until you step out of the boat! We all have areas we can rise higher in. Open your heart today and be ready to step out into the unknown. Trust that the Lord will guide and order your every step. Begin to expect that the unexpected is on the way. Be ready to step out into new places. As you approach your day with faith and expectancy, you will move forward in the abundant life He has for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for bringing me increase in every area of my life. Thank You for taking me to new places. I expect that You are working behind the scenes in my life, and I open my heart to all You have for me. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Gadis Kecil & Kotak Emas

Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal kepada anak perempuannya berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas untuk membungkus sebuah kado.

Keesokan harinya, anak perempuannya itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang ayah. “Ini untuk ayah,” kata anak gadis itu. Sang ayah tak jadi marah. Namun ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya kosong, meledaklah kemarahannya. “Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!”

Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu kedalam kotak itu.”

“Apa yang kau letakkan kedalam kota ini? Bukankah kau lihat kotak ini kosong?” bentak ayahnya.

“Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah kedalam kotak itu,” bisik anak perempuan itu.

Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuannya kecilnya. Ia lalu memeluk erat-erat anak perempuannya dan meminta maaf.

Konon, orang-orang menceritakan bahwa, pria itu selalu meletakkan kotak kado itu dipinggir tempat tidurnya sampai akhir hayat. Kapanpun ia mengalami kekecewaan, marah atau beban yang berat, ia membayangkan ada ribuan ciuman dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.


Renungan :
Dan sesungguhnya kita telah menerima sebuah kotak emas penuh berisi cinta tanpa pamrih dari orang tua, istri/suami, anak, pasangan, teman dan sahabat kita dan tentunya Tuhan Yesus. Tak ada yang lebih indah dan berharga dalam hidup ini selain cinta.

05 February 2008

Jesus Really Does Love You

Every Sunday afternoon, after the morning service at the church, the Pastor and his eleven year old son would go out into their town and hand out Gospel Tracts. This particular Sunday afternoon, as it came time for the Pastor and his son to go to the streets with their tracts, it was very cold outside, as well as pouring down rain. The boy bundled up in his warmest and driest clothes and said: "OK dad, I'm ready."

His Pastor dad asked, "Ready for what?"

"Dad, it's time we gather our tracts together and go out."

Dad responds, "Son, it's very cold outside and it's pouring down rain."

The boy gives his dad a surprised look, asking "But Dad, aren't people
still going to Hell, even though it's raining?"

Dad answers, "Son, I am not going out in this weather."

Despondently, the boy asks, "Dad, can I go, please?"


His father hesitated for a moment then said, "Son, you can go. Here are the tracts, be careful son."

"Thanks Dad!" And with that, he was off and out into the rain.

This eleven year old boy walked the streets of the town going door to door and handing everybody he met in the street a Gospel Tract. After two hours of walking in the rain, he was soaking, bone-chilled wet and down to his very last tract. He stopped on a corner and looked for someone to hand a tract to, but the streets were totally deserted. Then he turned toward the first home he saw and started up the sidewalk to the front door and rang the door bell. He rang the bell, but nobody answered.

He rang it again and again, but still no one answered. He waited but still no answer. Finally, this eleven-year-old trooper turned to leave, but something stopped him. Again, he turned to the door and rang the bell and knocked loudly on the door with his fist. He waited, something holding him there on the front porch. He rang again, and this time the door slowly opened.

Standing in the doorway was a very sad-looking elderly lady.

She softly asked "What can I do for you son?"

With radiant eyes and a smile that lit up her world, this little boy said, "Ma'am, I'm sorry if I disturbed you, but I just want to tell you that Jesus really does love you, and I came to give you my very last Gospel Tract which will tell you all about Jesus and His great love."

With that, he handed her his last tract, and turned to leave.

She called to him as he departed. "Thank you, son! And God Bless You!"

Well, the following Sunday morning in church Pastor Dad was in the pulpit. As the service began, he asked, "Does anybody have a testimony or want to say anything?"

Slowly, in the back row of the church, an elderly lady stood to her feet.

As she began to speak, a look of glorious radiance came from her face, "No one in this church knows me. I've never been here before. You see, before last Sunday I was not a Christian. My husband passed on some time ago, leaving me totally alone in this world. Last Sunday, being a particularly cold and rainy day, it was even more so in my heart that I came to the end of the line where I no longer had any hope or will to live.

So I took a rope and a chair and ascended the stairway into the attic of my home. I fastened the rope securely to a rafter in the roof, then stood on the chair and fastened the other end of the rope around my neck. Standing on that chair, so lonely and brokenhearted I was about to leap off, when suddenly the loud ringing of my doorbell downstairs startled me.

I thought, I'll wait a minute, and whoever it is will go away. "I waited and waited, but the ringing doorbell seemed to get louder and more insistent, and then the person ringing also started knocking loudly. I thought to myself again, 'Who on earth could this be? Nobody ever rings my bell or comes to see me.' I loosened the rope from my neck and started for the front door, all the while the bell rang louder and louder. When I opened the door and looked I could hardly believe my eyes, for there on my front porch was the most radiant and angelic little boy I had ever seen in my life. His smile, oh, I could never describe it to you!

And the words that came from his mouth caused my heart that had long been dead, to leap to life, as he exclaimed with a cherub-like voice, "Ma'am, I just came to tell you that Jesus really does love you."

Then he gave me this Gospel Tract that I now hold in my hand. As the little angel disappeared back out into the cold and rain, I closed my door and listened to every word of this Gospel Tract. Then I went up to my attic to get my rope and chair. I wouldn't be needing them any more. You see, "I am now a Happy Child of God and since the address of your church was on the back of this Gospel Tract, I have come here to personally say Thank You to God's little angel who came just in the nick of time and, by so doing, spared my soul from eternity in hell.

There was not a dry eye in the church.

And as shouts of praise and honor to God resounded off the very rafters of the building, Pastor Dad descended from the pulpit to the front pew where the little angel was seated. He took his son in his arms and sobbed uncontrollably.

Probably no church has had a more glorious moment, and probably this universe has never seen a Papa that was more filled with love & honor for his son... Except for One.

This Father also allowed His Son to go out into a cold and dark world. He received His Son back with joy unspeakable, and as all of heaven shouted praises and honor to the King, the Father sat His beloved Son on a throne far above all principality and power and every name that is named. Blessed are your eyes for reading this message.

Don't let this message die, read it again and pass it to others.

Someone out there is waiting.....

04 February 2008

Supir Taksi

Dua puluh tahun yang lalu, saya jadi supir taksi untuk membiayai hidup. Saya hidup mandiri, suatu kehidupan untuk seseorang yang tidak menginginkan adanya atasan. Yang tidak aku sadari juga hidup ini sebagai suatu penginjilan.

Karena aku bekerja pada malam hari, taksi saya menjadi tempat pengakuan dosa jalan-jalan. Penumpang meningkat, duduk di belakangku tanpa tahu siapa mereka, dan bercerita kepadaku mengenai kehidupan mereka. Saya bertemu dengan kehidupan beberapa orang yang membuat saya kagum, ada yang membuat saya gembira dan ada juga yang membuat saya terharu.

Tetapi tidak ada yang menyentuh hati kecuali cerita seorang wanita yang aku bawa di suatu malam pada bulan Agustus.

Saya mengangkat telepon dari suatu tempat. Saya mengira saya dikirim untuk menjemput beberapa orang yang habis berpesta, atau seseorang yang baru saja bertengkar dengan kekasihnya, atau seorang pekerja yang ingin bekerja lebih awal di suatu pabrik atau industri di suatu bagian kota.

Ketika saya sampai jam 2:30 AM, gedungnya gelap hanya sebuah cahaya yang nampak di sebuah jendela. Melihat situasi yang ada, beberapa supir taksi biasanya membunyikan klakson sekali atau dua kali, tunggu sebentar, kemudian pergi. Tetapi saya sering melihat orang-orang yang menggantungkan taksi sebagai alat satu-satunya transportasi mereka. Kecuali situasinya berbahaya, saya selalu pergi ke pintu. Penumpang ini mungkin membutuhkan bantuan saya, saya berpikir seperti itu. Kemudian saya berjalan menuju pintu dan mengetuk pintunya.

"Tunggu sebentar", jawab seseorang seperti orang tua. Saya dapat mendengar sesuatu diseret. Setelah menuggu lama, pintu kemudian dibuka. Seorang wanita tua yang berusia 80-an berdiri di depanku. Dia memakai rok cetakan dan topi kotak dengan kerudung yang menutupinya, seperti seseorang di film tahun 1940-an.

Di sebelahnya ada kopor nilon kecil. Bangunan apartemennya kelihatan seperti bangunan yang tidak ada orang yang tinggal selama bertahun-tahun. Furniturnya di tutupi dengan seperai. Tidak ada jam di dinding. Tidak ada perhiasan atau alat-alat apapun di meja. Di sebuah ujung ruangan ada kardus yang berisi foto-foto dan barang-barang pecah belah.

"Apakah kamu mau membawa tas saya ke mobil?", kata orang itu. Aku membawa tas itu ke taksi, kemudian kembali membantu wanita itu. Dia menggandeng tanganku dan kami berjalan perlahan-lahan. Dia terus berterima kasih karena kebaikanku.

"Tidak masalah", kataku. "Aku hanya mencoba memperlakukan penumpangku seperti aku memperlakukan ibuku".

"Oh, kamu orang yang baik", dia berkata.

Ketika sampai di dalam taksi, dia memberiku sebuah alamat, kemudian dia berkata, "Dapatkah kamu melewati kota?"

"Itu bukan jalan singkat", aku kemudian menjawabnya. "Oh, saya tidak keberatan", balasnya. "Saya tidak terburu-buru. Saya hanya menuju ke tempat program penyembuhan bagi pasien".

Saya melihat melalui kaca untuk melihat bagian belakang. Matanya berkaca-kaca. "Saya tidak punya siapa-siapa lagi", kata wanita itu. "Dokter bilang umurku tidak akan lama lagi".

Saya sudah sampai dan saya mematikan argo. "Rute mana yang mau kamu lalui?", aku bertanya.

Selama 2 jam, kamu berjalan-jalan di kota. Dia menunjukkan kepadaku sebuah bangunan dimana tempat dia bekerja sebagai operator elevator. Kami menuju ke lingkungan dimana dia pernah tinggal bersama suaminya pada saat mereka jadi pengantin baru. Dia mengajak saya ke sebuah ruangan yang dulunya adalah ballroom dimana dia pernah menari-nari sewaktu masih muda. Kadang-kadang dia memintaku untuk memelankan taksi jika melewati bangunan-bangunan tertentu atau suatu tempat.

Pada saat hari sudah hampir fajar, dia berkata, "Aku lelah, mari kita berangkat".

Kamu pergi ke alamat yang dia berikan kepadaku. Tempat itu sebuah gedung yang kecil, seperti rumah sakit, kami menuju halaman yang banyak tiang-tiangnya. Ada 2 orang muncul begitu kami sampai. Mereka sangat senang, dan memandang setiap langkahnya. Mereka pasti sudah menunggu-nunggu kedatangan wanita itu.

Saya mengambil tas yang ada di bagasi dan meletakkannya di dekat pintu. Wanita itu sudah duduk di kursi roda.

"Berapa banyak aku berhutang padamu?", dia bertanya, sambil mengambil dompet.

"Tidak perlu", jawabku.

"Kamu kan harus bekerja", dia menjawab lagi.

"Akan ada penumpang yang lain", jawabku lagi.

Tanpa berpikir, saya membungkuk dan memberinya pelukan. Dia juga memelukku dengan erat. "Kamu memberikan sebuah kenangan kecil yang indah buat wanita tua seperti aku", dia berkata. "Terima kasih".

Saya menjabat tangannya, kemudian saya perlahan-lahan pergi. Di belakangku, suara pintu di tutup. Itu adalah suara pintu kehidupan yang akan di tutup. Saya tidak mencari penumpang lagi di shift itu. Saya berputar-putar tanpa tujuan, dan tidak berpikir apa-apa. Selamat hari itu, aku malas untuk berbicara. Bagaimana jika wanita itu bertemu dengan supir taksi yang mudah marah, atau tidak sabar? Bagaimana jika saya menolak untuk jalan, atau membunyikan klakson sekali, dan kemudian pergi?

Saya kira, saya tidak pernah melakukan hal yang istimewa dalam hidup saya. Kita berpikir hidup kita dikelilingi kenangan2 yang indah. Tapi kenangan yang indah datang ke kita tanpa kita sadari, terbungkus indah.


Pesan:
Banyak orang mungkin tidak ingat apa yang kamu lakukan, tetapi mereka akan selalu ingat bagaimana kamu membuat mereka merasakan.

Terjemahan dari : Taxi Driver

Tuhan & Burung Yang Mati

Seorang ayah bermain-main dengan anak-anaknya di sebuah pantai. Si bungsu yang baru empat tahun umurnya, berlarian kepadanya, memegang tangan serta memimpinnya ke suatu tempat di mana seekor burung camar mati tergeletak di pantai.

Anak itu bertanya, “Pap, apa yang telah terjadi dengan burung itu?”

Ayahnya menjawab, “Ia telah mati dan pergi ke surga”.

Anak kecil itu berpikir sejenak lalu berkata, “Apakah Tuhan melempar dia kembali ke bumi?”

Mulailah Dari Diri Sendiri

"Berusahalah untuk selalu menjadi pihak pertama yang menunjukkan cinta dan perhatian Anda kepada orang lain. Jangan menuntut perhatian dan cinta mereka untuk diperlihatkan lebih dahulu. Itulah satu-satunya cara yang saya ketahui untuk ke luar dari kegelapan hidup", demikian dikatakan Ny.Eunice Chew (52 tahun), salah satu finalis pemilihan ibu teladan se-Singapura tahun lalu.

Diadopsi oleh pasangan Teochew yang kaya-raya dan sudah memiliki seorang putra tapi masih ingin punya anak perempuan, maka masa kanak-kanak Chew dipenuhi kemewahan. Liburan keluarga sering dilewatkan di luar negeri.

Pasangan Teochew menyayangi putrinya dengan cara mereka. Menurut cerita Chew, mereka adalah produk pendidikan kuno yang tidak mengenal pelukan kepada anak-anak untuk meyakinkan mereka dari waktu ke waktu bahwa orangtua menyayangi anak-anak.

Akibatnya, Chew tumbuh menjadi wanita yang haus kasih sayang. Ia menikah pada usia 17 tahun dengan seorang pegawai transportasi yang bangkrut. Dari pria itu diharapkannya akan datang kasih sayang yang dicarinya.

Ternyata ia menikah dengan pria yang suka menyiksa istri. Perkawinan itu bertahan lima tahun, dikaruniai dua anak. Tak lama setelah bercerai, ayah angkat Chew wafat karena sakit. Pembagian warisan menimbulkan pertikaian di dalam keluarga besar Teochew. Akhirnya Chew ternyata tidak kebagian apa-apa selain kewajiban mengurusi ibu angkatnya yang sudah buta dan lumpuh. Chew menjual susu coklat Milo untuk menyambung hidupnya.

"Ini pengalaman pertama saya harus bekerja mencari uang. Setiap malam saya menangis karena tidak mengerti berbisnis. Apa yang harus dikatakan dan bagaimana mengatakannya? ," kata Chew dalam wawancara kepada harian Singapura The Straits Times.

Ia bertahan dua tahun di pekerjaan itu. "Bagaimanapun susahnya saya mendapatkan uang, saya selalu memastikan bahwa ibu mendapat ayam goreng dan ikan setiap hari. Dia memang buta dan lumpuh, tetapi dia membantu saya mengurus anak-anak sehingga saya bisa bekerja mencari uang," katanya.

Ia kemudian ganti pekerjaan, menjadi koki sebuah toko makanan. Sekitar dua tahun kemudian ganti lagi menjadi penjual pakaian. Setiap hari ia membopong empat kantong penuh berisi baju untuk dijual. Tentu saja dengan menumpang kendaraan umum.

Pada waktu bersamaan, ia menambah pekerjaannya dengan dua hal lain, yaitu menjadi makelar rumah dan mobil bekas, serta memanfaatkan bakatnya di bidang seni. Setiap malam Chew mendesain beberapa pola kain untuk sebuah perusahaan garmen di Jepang. Lumayan pendapatannya. Tapi akhir 1970-an, pasar retail tekstil melemah, Chew beralih menjadi pelayan restoran.

Beberapa lama kemudian meningkat jadi pimpinan pelayan dan kemudian menjadi manajer untuk bidang seni.

"Ketika itu saya mulai sering terbang ke luar negeri untuk bernegosiasi dengan artis-artis terkenal agar mereka tampil di restoran saya. Sementara itu, saya tetap meneruskan pekerjaan sambilan yang dulu, yaitu menjual rumah dan mobil,
baik yang baru maupun bekas pakai."

Chew kemudian berhasil mengumpulkan uang cukup banyak untuk mendirikan bisnis sendiri di bidang perlengkapan mode, tetapi dua asistennya kemudian membawa pergi semua tabungannya.

"Ketika itu saya sedang sangat membutuhkan uang karena ibu berkali- kali masuk-ke luar rumah sakit. Hidup saya yang tadinya sudah enak, harus mulai dibangun lagi dari nol. Betapa bodohnya saya mempercayai mereka dengan uang sedemikian banyak," kata Chew.

Sempat terlintas pikiran untuk bunuh diri, tetapi bagaimana nasib anak-anak kelak? "Saya bersyukur memiliki teman-teman yang memberi dukungan moral dan bahkan meminjamkan uang. Atas bantuan mereka, saya berhasil melewati kesulitan."

Chew sekarang memiliki penghasilan besar dari merawat orang-orang Indonesia yang berduit, yang sedang dirawat di Singapura karena baru melahirkan atau sedang terbaring di rumah sakit. Ia juga menjalankan bisnis yang amat menguntungkan juga, yaitu membuat dan menjual tonik tradisional Tiongkok.

Chew menambah kegiatannya dengan menjadi konsultan tanpa bayaran bagi kaum istri yang menderita karena suaminya tidak setia, dan bagi orang-orang yang lama menderita sakit, atau berpenyakit tak tersembuhkan.

"Hidup telah mengajarkan saya bahwa selalu ada jalan ke luar dari setiap kesulitan. Pasti ada solusi yang masuk akal," kata Chew. "Yang Anda butuhkan adalah waktu untuk menenangkan diri, mengatasi gejolak emosi, dan melangkah setapak demi setapak."

Ia menyarankan kepada mereka yang menghadapi kesulitan, agar menulis daftar kesulitan itu pada sehelai kertas. Kemudian bacalah apa yang ditulis itu, dan tanyakan pada diri sendiri, 'Apa hal terkecil yang dapat saya lakukan hari ini untuk mengatasi kesulitan itu?'

"Gelindingkan batu-batu karang yang kecil dari hidup
Anda, sampai akhirnya Anda punya kekuatan untuk mendorong batu karang yang besar. Saya melihat orang-orang yang sakit berusaha keras untuk bisa hidup. Dunia ini berubah terus sepanjang waktu. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Maka jangan sakiti hati siapapun. Selalu pertimbangkan perasaan orang lain terlebih dahulu, bukan perasaan Anda sendiri. Kita memang cenderung untuk melihat sisi buruk orang lain, walaupun karakter mereka mungkin 99 persennya baik, hanya satu persen yang buruk. Mengapa tidak bersabar dengan memberikan mereka waktu untuk menunjukkan yang 99 persen itu? Di pagi hari, Anda dapat membuatkan minuman panas untuk keluarga Anda, dan duduk menemani mereka beberapa menit, kemudian memeluk dan menciumi mereka sebelum semuanya pergi ke tempat kerja atau ke sekolah. Sekitar 10 menit sebelum tidur malam setiap hari, berkumpullah bersama keluarga untuk berbagi cerita mengenai peristiwa sepanjang hari tadi," demikian Ny.Chew.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)