Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

24 January 2008

Neraka Itu Nyata, Saya Pernah Disana

Kesaksiaan seorang gadis 15 tahun yang dibesarkan dari keluarga kristen, kemudian membelakangi dalam perjalanan hidup.. menemukan dirinya overdosis, sekarat, dikirim ke neraka .sangat beruntung, diberikan kesempatan kedua dan missi untuk kembali kedunia memperingatkan yang hilang,pengkhianat dan yang hangat-hangat kuku, dengan peringatan penting.

( Di transkrip dari Audio)
Allah memberkatimu saudara dan saudari, saya mau kamu membuka Alkitab dari Ayub 2:28

"Kemudian dari pada itu akan terjad bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi teruna-terunamu akan mendapat penglihatan"

Nama saya Jennifer Perez ,berumur 15 tahun. berat untuk orang muda seperti saya yang datang dan mengenal kesalahan saya. Tetapi dengan bantuan, Roh Kudus, akan membantu saya, dan memberi kekuatan yang saya perlu. Pertama saya mau sampaikan bahwa semua ini untuk Hormat dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Saya tidak mau katakan suatu doktrin atau buat doktrin apapun yang baru, saya hanya mau ceritakan apa yang telah saya lihat, dengar dan telah rasakan.

Saya mau ceritakan sedikit tentang keluarga saya. Orang tua saya orang Kristen, mereka selalu ajarkan saya contoh yang baik, dan jalan Tuhan. Saya menjadi seorang Kristen 3 tahun yang lalu, ketika saya terimah Yesus dengan seorang saudara Nicky Cruze. 2 Tahun saya dijalan Tuhan. Tetapi ketika saya mulai Sekolah Tinggi, saya meninggalkan jalan Tuhan. Saya menentang orang tua saya dan terjerumus kedalam narkoba. Teman-teman sayalah yang mengajarkannya.

Saya berpikir saya telah menjadi Kristen, dan agar supaya teman-teman meneladani dan menjadi Kristen. Ternyata, merekalah yang membawah saya keluar. Saya menentang orang tua saya, dan mereka mengira itu hanya kebiasaan anak yang beranjak dewasa. Tetapi sebetulnya, Narkobalah pelakunya. Iblis masuk kedalam saya. Pada saat saya menentang mereka. Mereka sangat ketat terhadap saya, tidak pernah dibiarkan pergi kemanapun, bahkan tidak membolehkan saya tidur di rumah teman. Secara diam-diam saya akan melakukan sesuatu. Saya bolos sekolah. Saya bahkan tidak pergi kesekolah, saya sedang berada diambang kehancuran, tetapi Tuhan mengangkat saya keluar dari semuanya itu. Seperti yang saya katakan, saya telah menjad seorang Kristen.

Kesaksian saya mulai pada 2 May 1997. Saya punya teman dan teman-teman biasa, tidak lebih. Saya berpikir saya mengenalnya, Tetapi kenyataannya, tidak. Malam itu, dia menelepon saya dan mengajak keluar. Orang tua saya tidak berada dirumah. Mereka berada diperkumpulan doa, seperti setiap Jumat. Saya katakan pada mereka bahwa saya sakit. Saya marah karena mereka tidak mengijinkan saya keluar walaupun saya katakan saya pergi dengan teman lain. Sewaktu mereka pergi, teman saya menelepon. Dia katakan, “Kenapa kau tidak keluar seperti yang lainnya?". Saya berpikir sebentar, "Saya tidak mau melawan orang tua saya, tapi mungkin, secara tersembunyi, orang tua saya tidak pernah akan tahu", dan itulah yang saya buat.

Malam itu setelah orang tua saya tiba, dan mereka sedang tertidur. Saya telah siap keluar dan menelepon teman saya serta menyuruh dia menunggu di samping lorong jalan rumah saya. Saya menyuruh dia jangan melewati rumah saya, karena akan membangunkan orang tua saya.

Saya menaruh bantal dibawah selimut dan melompat jendela. Rumah saya tingkat dua, dan semua jendela mempunyai skru. Tapi sejak orang tua saya percaya akan saya, jendela saya tidak mempunyai skru. Dan saya menggunakan kepercayaan orang tua saya. Saya melompat dari tingkat dua dan tiba diatas tanah. Tuhan telah merencanakan semua, karena saya dapat mematahkan kaki saya, dan segala sesuatu yang Tuhan rencanakan bagi hidup saya akan terhenti.

Saya berjalan , teman saya telah menunggu. Sewaktu saya tiba, saya melihat 3 pemuda dan 1 wanita lain. Saya berpikir, "Saya tidak akan melakukan sesuatu, ya, melakukan narkoba, mabuk". Tapi ada 3 pemuda dan 1 gadis, saya takut mereka mengambil keuntungan dari saya. Tetapi saya masuk, dan kami pergi. Sebelumnya, sewaktu ditelepon, teman saya katakan bahwa kami hanya berkeliling kota saja. Saya berkata, "Kedengarannya bagus", itulah sebabnya saya pergi. Saya tidak pernah berpikir dia membawah saya ke motel. Kesanalah mereka membawa saya.

Ketika tiba, mereka menurunkan saya di tempat pencuci pakaian, kepunyaan motel. Kami disuruh tunggu, dan bahwa mereka akan menjemput teman yang lain. Saya berkata baik, dan berpikir mereka pergi menyewa kamar. Kamipun dijemput, dan dibawah kekamar. Mereka katakan, "Jangan kuatir, percaya pada kami! Kami tidak melakukan apa-apa, kami hanya menunggu teman yang lain, dan akan pergi bersama". Saya menaruh percaya pada mereka, saya pikir mereka tidak akan menyakiti saya, tetapi kenyataannya saya tidak tahu siapa teman saya.

Pada awalnya, kami hanya berbincang, saya katakan, "sementara kita menunggu, mengapa kita tidak minum?" saya dan seorang teman keluar kamar, berjalan ke restaurant kecil didepan motel. Dan membeli tiga sprites kemudian berjalan kembali kekamar. Sprite di isi kedalam cangkir-cangkir. Mereka tidak membawa apapun yang mencurigakan, yang membuat saya berpikir akan dicampur kedalam minuman, atau berlaku sesuatu kepada saya, semua kelihatan tidak bercela.

Saya pergi ke kamar kecil untuk menyisir rambut, dan sewaktu kembali cangkir minuman saya sudah tersedia. Saya mengunyah permen karet, stroberry, dan meminum apa yang saya pikir adalah Sprite. Setelah itu, saya tidak tahu apa yang terjadi.

Tetapi sewaktu melihat, saya merasa Roh keluar dari tubuh saya. Saya di rumah sakit, dan melihat dokter dan suster mengelilingi saya. Saya berada diluar tubuh, dan melihat tubuh saya terbaring ditempat tidur. Anda bercermin, dan melihat refleksi anda. Tetapi saya tidak melihat refleksi saya, saya melihat tubuh saya terbaring. Ketika saya berpaling, ada dua orang berpakaian merah, "Ikuti kami" dan saya dipegang, masing-masing pada kedua lengan saya.

Saya dibawah kesuatu tempat, dan sewaktu saya melihat, itu adalah Surga! Hal pertama yang saya lihat adalah tembok yang sangat luar biasa. Tembok berwarnah putih dan tidak berakhir. Ditengah tembok itu ada pintu, sebuah pintu yang sangat panjang, tetapi tertutup.

Dalam perjanjian lama, Musa berbicara tentang Kemah Suci dan menerangkan gambarannya. Dan Saya di ingatkan semuanya, Tembok itu terlihat seperti demikian. Disamping pintu, ada kursi yang besar, dan ada kursi yang kecil disebelah kanan. Kedua kursi itu terbuat dari emas murni. Disebelah kanan saya, ada pintu berwarnah hitam yang besar, sekelilingnya sangat gelap, tetapi saya tahu itu pintu karena ada pegangan. Pintu itu kotor. Sebelah kiri terlihat Surga, ada pepohonan, Air terjun Kristal, rumput hijau. Tempat yang damai, tetapi tidak ada orang disana.

Bapa dihadapan saya, Tak dapat saya melihat wajahNya, karena KemuliaanNya, sangat besar, berkilau, bercahaya dan bersinar diseluruh Surga. KemuliaanNya membuat segala isi surgawi bersinar. Tiada matahari, bulan, dan bintang, Dialah terang itu. Saya telah melihat tubuhNya, dan tubuhNya ada bersama anakNya, mereka ada didalam keduaNya, Mereka Satu tubuh, Mereka bersama, anda melihat mereka terpisah, Tetapi mereka satu didalam satu tubuh, mereka bersatu.

Disamping mereka ada dua malaikat, Gabriel dan Mikhael. Saya mengetahui nama keduanya karena tertulis pada dahi mereka dengan emas.

Ketika saya didepan Bapa, Saya merasa kotor! Saya jatuh berlutut dan menangis. Sangat malu terhadap saya. Saya tidak mau melihat mereka, walaupun saya dapat, karena saya malu diri saya sendiri. Sebagaimana saya didepan Tuhan, Dia menunjukan film hidup saya, dari awal hingga sekarang. Dia mengatakan bagian yang terpenting setelah saya menerima Tuhan. Saya mengatakan kepada teman selama didunia bahwa saya orang Kristen, tetapi tidak berbuah. Dan Dia katakan bahwa sebenarnya saya ditujukan ke neraka.

Malaikat Gabriel datang dan memegang lengan saya. Dia membawah saya ke pintu yang kotor itu yang saya bahkan tidak mau melihatnya. Saya mencoba berhenti, tetapi saya hanyalah roh, dan kami masuk melalui pintu itu. Ketika saya berada didalam pintu itu, sekelilingnya sangat gelap, saya bahkan tak dapat melihat diri saya. Kemudian kami jatuh sangat cepat, Saya merasakan panas semakin dekat. Mata saya tertutup, saya tidak mau melihat kami berada dimana.

Ketika kami berhenti, mata saya terbuka, dan saya berdiri pada jalan yang besar. tidak tahu kemana ujungnya. Tetapi haus adalah hal pertama saya rasakan. sangat haus! saya terus katakan pada malaikat "saya haus, saya haus" Tetapi sepertinya dia tidak mendengarkan. Saya mulai menangis, dan ketika airmata jatuh dipipih saya, berubah menjadi uap. Ada bau terbakar, seperti ban terbakar. Saya menutup hidung, tetapi malah makin menusuk. Semua indra kelima saya sangat peka. Sewaktu saya mencoba berlindung, bau terbakar itu semakin menusuk. juga, buluh pada tangan saya, mereka menghilang. Saya merasa panas, sangat panas.

Waktu melihat sekeliling, Saya melihat orang-orang diganggu iblis. Ada seorang wanita menderita, iblis sedang mengganggu dia. Iblis ini akan memotong kepalanya dan dengan tombaknya yang panjang iblis ini menikam wanita ini diseluruh tubuhnya. Tidak perduli. Dimata, ditubuh, dikaki, ditangan, dia tidak perduli. Kemudian dia akan menaruh wanita ini kembali ditubuhnya dan terus menerus menikam dia. Wanita ini menangis dan berteriak mengerikan.

Kemudian saya melihat iblis lain, iblis ini sedang menganggu seorang anak muda 21-23 tahun. Anak ini mempunyai rantai di lehernya, dan berdiri di jurang api. Dimana mana dia ditikam oleh iblis dengan tombak yang panjang, dimatanya, dimana saja. Kemudian iblis akan menjambak rambutnya dan dengan rantai menolak orang ini masuk kedalam api, dan menarik keluar dan menusuk dia berulang-ulang. Hal ini terjadi berulang kali, dan setiap kali dia ditolak masuk ke jurang api, Saya tidak dapat mendengar teriakan nya, tetapi ketika iblis membawah dia keluar, dia berteriak mengerikan. Saya berusaha menutup telingah, tetapi saya masih tetap saja mendengar, pendengaran saya lebih peka.

Saya melihat iblis yang lain, dan iblis ini jelek, 2 iblis sebelumnya juga jelek, tapi yang ini lebih jelek. Karakter berbagai binatang ada pada iblis ini, tak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Dia akan berkeliling dan menakut-nakuti orang, dan orang–orang akan menjadi lebih takut.

Dan kemudian saya melihat iblis yang lain, tetapi iblis ini indah, kelihatannya seperti malaikat Allah, tetapi tidak. Perbedaan malaikat Allah dan iblis, adalah bahwa iblis tidak mempunyai nama yang tertulis pada dahi mereka dari emas, tetap ada pada Malaikat Allah.

Setelah itu, Saya melihat pada malaikat Gabriel, dan dia melihat keatas. Saya mengira dia tidak mau melihat yang lainnya sengsara. Saya berpikir sendiri, "Mengapa dia masih disini? Bukankah giliran saya sekarang yang akan dikerjakan oleh iblis?" juga saya haus. Dan menangis pada malaikat, "Saya haus saya haus!", saya berpikir dia mendengar karena dia melihat kepada saya, dan berkata, "Tuhan akan memberikan engkau satu kesempatan lagi."

Segera setelah mengatakanya, dahaga , kengerian , dan kesakitan saya, lenyap. Saya merasakan damai. Kemudian dia memegang tangan saya dan kami mulai keluar, tiba-tiba nama saya dipanggil, "Jennifer, Tolong saya, Tolong saya!" Saya melihat kebawah. Saya mau melihat siapa yang memanggil saya, tetapi api menghalang pemandangan tersebut. kedengaran seperti suara perempuan. Saya bisa melihat tangannya, meminta saya menolong dia. Ada keinginanan saya, yang mau menolong dia. Saya coba, tidak dapat, karena tangan saya menembus dia. Saya ingin sekali menolong dia, tapi anda lihat, tidak ada harapan baginya. Saya tidak dapat menolong dia.

Kemudian saya melihat teman-teman, orang yang saya kenal, dan orang lain. sangat jelas tetapi saya tidak mengenal mereka. Saya tidak tahu mereka, tetapi ketika melihat teman-teman sekolah, saya terluka!. Saya berpikir, "Mungkin kesaksian jelek yang saya berikan pada mereka, yang mengatakan Kristen tetapi berpaling, membuat mereka tidak mau tahu tentang Tuhan, dan meninggalkan Dia. Mungkin sayalah yang membawa mereka". Itulah pikiran saya. Di neraka tidak ada waktu, waktu lalu, sekarang, masa depan, semuanya sama, mereka ditujukan kesana. Tetapi seperti pada awal, Saya tidak mau membuat doktrin baru, tetapi itulah yang saya lihat bagi mereka. Orang-orang yang saya lihat di neraka masih hidup hingga hari ini.

Malaikat membawah saya kembali kepada hadirat Allah. Ketika saya berada dihadapanNya saya berlutut menangis dan menangis. Saya tidak mau melihat wajahNya, karena saya malu atas diri saya sendiri. Tetapi Tuhan, dengan suara yang manis, "Saya mencintaimu" Sama seperti Dia mencintai anda yang mendengar. Tetapi Dia berbicara langsung pada saya. Dia berkata Dia mengampuni saya atas segala sesuatu yang telah saya perbuat terhadap Dia. Saya diampuni.

Allah melihat saya dan Dia menunjukan banyak hal. Dia menunjukan bumi, dunia. Disekeliling dunia saya melihat sesuatu yang lembut, seperti ozon dibentang, diseluruh dunia ini, terlihat sangat lembut, dan saya ingin menyentuhNya. Waktu menyentuhNya, Saya sadar bahwa itu adalah Roh Kudus, karena Dia membaptis saya, dan saya mulai berbicara dalam bahasa Roh.

Selama itu, saya melihat keatas dan banyak roh-roh jahat keluar dari saya. Ketika saya melakukan narkoba, itu akan membuat kacau dan membuka pintu, dan roh jahat ini akan masuk. Mereka menganggu saya. Cara saya bertindak itu bukan saya, tapi roh jahat yang berada didalam saya. Dalam Firman Allah dikatakan bahwa pada waktu rumahmu bersih, roh jahat akan mencoba untuk kembali dengan membawah 7 roh jahat lainnya. Rumah saya dibersihkan dan diselamatkan. Dan roh jahat keluar ketika saya dibaptis, mereka mempunyai 7, dan ke 7 mempunyai ke 7 lainnya, saya bahkan tidak dapat menghitungnya! Tetapi Tuhan membersihkan saya dari roh-roh jahat itu.

Tuhan menunjukan masa depan. Dia menunjukan dunia dan apa yang terjadi , yang akan datang. Penglihatan yang terjadi sampai masa akhir. Dia tidak menunjukan kejadian pada masa akhir, Tetapi apa yang akan terjadi sebelumnya. Setiap hari semakin dekat dan dekat, dan saya katakan sekarang bahwa masa itu semakin dekat! Anda perlu menguji diri anda sendiri, hidup anda, dan tanyakan diri anda, "Apakah saya bersedia pergi bersama Tuhan?" Tuhan menunjukan pada saya, tetapi Dia melarang saya memberitahu kepada siapapun, Tetapi menunggu dan melihat dan masa itu sudah dekat, saya tidak mau membantah Allah, itulah sebabnya saya tidak akan memberitahu apa yang saya lihat. Tetapi saya mengatakan dan memperingatkan bahwa masa itu sudah dekat.

Saya baca di Yoel 2:28, itu adalah nubuat terakhir, semuanya sudah digenapi. Nubuat inilah yang belum digenapi, dan saya mengatakan bahwa nubuat ini sedang digenapi. Banyak orang-orang muda bangun dan berkhotbah tentang Firman Allah. Iblis mau membuat anak-anak muda sebagai tentaranya, tetapi Tuhanlah yang Empunya Kuasa. Dan jika anda betul-betul menerima Yesus dan melayani Dia, Dia memberikan anda kekuatan melawan iblis, sehingga anda dapat membawah Firman Allah keseluruh dunia, seperti yang Ia perintahkan dalam Kitab Suci.

Dia mengatakan misi saya, dan misi itu adalah mengatakan anak-anak muda tentang penglihatan saya. Walaupun saya tidak mau melakukannya, itu adalah perintah yang diberikan Tuhan bagi saya, dan saya akan memenuhinya.

Ketika saya kembali ketubuh saya, saya terbangun dan menemukan diri saya dirumah sakit. Saya melihat jarum dilengan, alat mengecek detak jantung, tuba. Segera orang tua saya berjalan masuk dan mulai menangisi saya. Mereka terlihat sangat marah, tetapi Tuhan mengatakan saya untuk menceritakan semuanya, dan itulah yang saya buat. Saya menceritakan segala sesuatu.

Ketika perawat masuk, dia mengatakan bahwa mereka sangat kuatir tentang saya. Dia katakan saya akan pergi kemudian kembali berulang-ulang. Berturut-turut Saya tidak sadarkan diri. Hal ini terjadi tiga kali. Mereka katakan bahwa kadang, saya bahkan tidak kembali, dan mereka sangat kuatir tentang saya. Mereka juga berkata bahwa busa keluar dari mulut saya, dan saya akan berbicara dengan kata-kata yang mereka tidak mengerti.

Juga pada malam itu, ibu saya mimpi buruk. Anjing kecil yang tidur dengan saya pergi kekamar orang tua saya dan mencakar lengan ibu dan mencoba membangunkan dia. Ketika dia bangun, dia masuk kekamar saya dan melihat buntalan selimut. Dia mengira saya sedang tidur dan berjalan kembali kekamarnya. Kemudian melihat polisi diluar rumah kami. Ketika dia melihat keluar jendela, dia melihat polisi berjalan kearah rumah kami segera dia membangunkan ayah. Polisi meminta mereka menelepon departemen kepolisian untuk mengetahui situasi saya. mereka menemukan saya overintoxikasi. Pada saat itu Tuhan berbicara pada ayah saya, dan mengatakan jangan kuatir, karena segala sesuatu ada di tanganNYA, ayah tidak kuatir. Saya tinggal tiga hari dirumah sakit.

Seminggu kemudian kami berbicara dengan detektif, mereka mengatakan tentang malam itu. Gadis lain yang di mobil, juga tidak diijinkan keluar, dan ayahnya sangat kuatir. Dia mencari anaknya, berkeliling kota mengemudi, dan tidak menemukan anaknya. Sehingga melapor pada polisi, dan polisi mengumumkan jenis mobil yang dikendarai teman saya kepada semua mobil patroli. Seorang polisi bebas tugas, diseberang jalan di sebuah tempat penjualan mobil. Mau membeli mobil bekas. Dia menoleh dan melihat mobil teman saya, kemudian menelepon polisi.

Ketika polisi menginvestigasi, mobil teman saya diparkir di tempat lain, sehingga mereka tidak tahu dimana gadis ini. Kami sedang berada di kamar lantai dua. Polisi mau memulai dari kamar itu, dan mulai mengecek setiap kamar, menanyakan pemilik kendaraan yang berada diluar. Mereka tidak mencari gadis itu, mereka hanya mencari pemilik mobil.

Mereka mengetok, lalu membuka pintu dan menemukan saya tergeletak dilantai. Tetapi kemudian pergi. Teman saya mengira polisi telah pergi, tetapi mereka pergi memanggil ambulans. Segera polisi yang lain datang dan melihat apa yang terjadi. Ketika pintu dibuka, saat itu, teman yang saya ceritakan, yang dipercayai, dia hendak melakukan perbuatan susila terhadap saya. Tetapi Tuhan menggunakan Polisi menghentikan dia, dan mereka tidak melakukan apa-apa terhadap saya. Itulah sebabnya saya bersyukur pada Tuhan, karena rahmatNya besar atas saya.

Dan juga doa-doa orang tua saya, saya berbicara kepada orang-orang tua. Jangan pernah berhenti berdoa bagi anak-anak anda. Jika mereka tidak berjalan dalam Tuhan, tetaplah berdoa, jangan menyerah. Orang tua saya tidak menyerah, lihat dimana saya sekarang, menyampaikan Firman Allah; memanggil anak-anak muda datang dan melayani Allah, karena mereka memerlukan Dia.

Saya mau berpesan pada semua anak-anak muda, pikirkanlah diri anda, dan ujilah diri anda. ingat, mengapa saya harus perduli apa yang dikatakan orang tentang saya. Pernah saya berpikir apa kata orang nanti tentang saya, tetapi sekarang saya mengerti mereka tidak perduli tentang saya. Mereka tidak akan berada didepan saya sewaktu Tuhan berhadapan muka dengan saya. Saya teringat sewaktu saya dihadapan Tuhan, teman saya tidak menolong saya, keluarga saya tidak menolong saya, pastur, gereja tidak menolong saya. Saya seorang diri, dan saya harus saya sendiri. DihadapanNya anda tidak dapat menipu, karena Dia sangat kudus. Dan sewaktu saya disana, saya tidak merasa bahwa saya kepunyaan disana, karena dalam dosa dan disurga itu kudus.

Hari ini jika kamu belum menerimah Tuhan Yesus, terimalah Dia hari ini. Ini adalah keputusan yang sangat penting didalam seluruh kehidupan anda. Saya tidak mengatakannya untuk menakuti anda di Surga, tetapi supaya anda dapat melihat rahmatNya, kasihNya bagi kita. Dia Bapa, telah memberikan anakNya mati bagi kita. Sehingga setiap tetesan darahNya mengalir dan menyucikan dosa–dosa kita. Jika anda mau menerimah Yesus, Itu adalah keputusan yang terpenting di seluruh hidup anda. Datanglah pada Yesus, jangan kuatir apa kata orang lain tentang anda.

Jika mau melayani Tuhan, lakukan dengan segenap hati, jangan katakan dengan mulut, katakan juga dengan hati dan pikiran. Jangan kuatir tentang masa depan, dan hari ini, anda tidak pernah tahu kapan anda akan mati. Saya hanya 15 tahun dan tidak pernah dalam pikiran saya akan mati pada umur 15, tidak pernah.

Tetapi anda perlu memikirkannya. Hidup ini bukan milik saya, hidupmu bukan milikmu, kami sedang meminjam hidup ini, hidup ini kepunyaan Allah. Kita mengambil keuntungan dengan tidak perduli, hidup seperti dunia ini, melakukan perbuatan duniawi. Dunia mempunyai banyak hal yang menggiurkan, tetapi ingat Allah mempunyai lebih banyak. Dunia mempunyai neraka dan kematian, tetapi Allah mempunyai kehidupan yang abadi. Kehidupan yang abadi selamanya.

Saat ini jika anda mau menerima Yesus, tundukan kepala dan tutuplah mata anda, "Allah, dalam Nama Yesus ku datang padaMu, O Tuhanku dan Allahku saya menerima Engkau sebagai Juruselamat pribadi saya saat ini, masuklah kedalam hidup saya. Seperti kesaksian saudari saya bahwa neraka itu nyata, dia pernah disana. Tuhan, saya tidak mau kesana, bahkan tidak mau berpikir kesana. Ya, Tuhan saya mohon ampun atas dosa-dosa saya. Ampuni segala sesuatu yang telah saya perbuat bahkan yang terkecil dan tersembunyi, ya, Tuhan, saya menyatakan semuanya dihadapanMu, supaya Engkau mengampuni semuanya. Ya, Tuhan saya percaya bahwa Engkau telah mati disalibkan dan bangkit dari kematian. Saya percaya bahwa Engkau masuk kedalam hati saya dan bertahta, tinggallah dalamku. Saya akan membaca FirmanMu, dan berada dalam FirmanMu. Saya akan ke Gereja, Ya, Tuhan ku saya tahu bahwa Engkaulah Gereja itu. FirmanMu saat dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaMu, Engkau ada. Ya, Tuhan saya mau berada ditempat kediamanMu. Saya berdoa dan memohon semua ini dalam Nama Yesus, Amin"

Jika telah berdoa doa ini, saya ucapkan selamat datang di kerajaan Surga. Sekarang anda memiliki saudara dan saudari diseluruh dunia. Ini keputusan penting anda dan jangan ambil keuntungan dari keputusan ini. Jangan kembali kedunia. Dunia memimpin pada kebinasaan, tetapi Allah memimpin pada kehidupan kekal. Setiap saat hiduplah seperti pada zaman akhir, dan hari terakhir dalam hidup. Jika kesaksian ini menyentuh hati anda, berikan pada teman, supaya merekapun menerimah Yesus. Jangan biarkan waktu berlalu, karena mungkin ini adalah hari terkahir anda.

Oleh : Jennifer Perez

Potret Yesus

1. Lihat dan konsentrasilah 4 titik hitam kecil2 yang ada di tengah gambar selama 30 detik.
2. Kemudian lihatlah tembok dan kedipkan mata.
3. Kamu akan melihat lingkaran yang bercahaya .. dan apa yang kamu lihat?? :)

Kau Melihat Dunia Hanya Sebatas Pandanganmu

Ingatkah engkau ketika dahulu engkau mulai belajar berjalan? Ketika engkau mulai melangkahkan kakimu setapak demi setapak? Ingatkah engkau, ketika engkau pertama kali memandang segala sesuatu dari kakimu yang mungil? Segala sesuatunya terasa begitu jauh dan tak terjangkau oleh tangan-tangan mungilmu. Kaki kursi maupun kaki bangku seakan-akan tongkat untuk menahanmu tetap berdiri.

Di bawah meja makan merupakan tempat favoritmu, meja makan cukup untuk menudungi kepalamu. Kau menengadah ke atas dan melihat lampu-lampu indah, kau takjub dan kagum melihatnya, lalu kau mengulurkan tanganmu untuk menjangkaunya. Tapi kau tak sanggup. Segala sesuatu nampak begitu jauh dan tak terjangkau bagi tangan dan kaki mungilmu yang berusaha untuk menggapainya.

Lalu kau mendengar sebuah suara memanggilmu. Kau mencari berkeliling dengan tertatih-tatih, tapi kau tidak menemukannya. Suara itu memanggilmu lagi. Kau semakin penasaran dan menjejakkan kakimu ke lantai cepat-cepat untuk mencari sumber suara itu. Tangan dan kaki kecilmu berusaha menjaga keseimbanganmu ketika kau berlari untuk menemukan siapa yang memanggilmu.

Suara yang begitu lembut, suara yang kau tahu berasal dari orang yang mengasihimu. Suara yang sama terdengar memanggilmu lagi, kau memandang sekelilingmu sekali lagi, tapi kau tetap tidak menemukan suara itu. Yang aku lihat disekitarmu hanyalah mainan mobil-mobilanmu yang berserakkan, 4 buah kaki kursi, sebuah balon, beberapa buah buku, krayon dan nah akhirnya, tampat favoritmu meja makan.

Kau berlari dan dan melonggok ke bawah meja makan, kalo-kalo sumber suara itu berasal dari sana. Dan kau mendengar suara itu sekali lagi, disertai dengan tawa yang lembut.

"Kemana kau mencari anakku? Lihat aku ada diatasmu."

Kau pun mendongakkan kepalamu dan melihat sumber suara itu. Ibumu berdiri di hadapanmu dan tersenyum melihatmu. Kau pun tersenyum dan berpikir "Hei, lihat aku dapat menemukanmu. "

Lalu kau mengulurkan tangan mungilmu, mencoba mengapainya. Mencoba menciumnya, mencoba memegang tangannya. Namun, aduhhh!!! tanganmu tidak dapat mencapainya.

Tiba-tiba Ibumu terasa begitu jauh darimu. Ia berdiri menjulang tinggi dan tak dapat kau raih. Kau mulai kecewa dan menangis. Kau menginginkan ibumu!!! Kau ingin menciumnya, memgang pipinya, kau ingin menarik rambutnya. Kau menginginkan ibumu, tapi kau tidak dapat mencapainya ... Ibumu terasa begitu jauh.

Dan tiba-tiba kau merasa tubuhmu terangkat. Ada sepasang tangan yang memegang pinggang kecilmu. Kau melihat ibumu tersenyum dan berkata, "Nah, aku menemukanmu!" Kau mengapai dengan tanganmu, dan HEI lihat, sorakmu kau bisa memegang pipinya. Ia tertawa ketika tangan-tanganmu memegang pipinya. Bahkan ketika salah satu tanganmu menarik rambutnya ... Ia tertawa dan ia menarik kau mendekat kepadanya dan mencium pipimu. Kau tertawa kesenangan. Akhirnya kau bisa meraih ibumu. Oh tidak, akhirnya ibumu bisa meraihmu dan mendekapmu.

Berapa sering kita merasa bahwa Tuhan jauh dan tidak terjangkau bagi tangan-tangan kita? Atau mungkin kita ingin sekali menjangkaunya tapi... upsss, tanganmu kurang panjang. Kaki-kakimu kurang tinggi untuk dapat menjangkaunya.

Pernahkah ketika kita merasa bahwa Tuhan jauh dari kita, kita berpikir dan membayangkan diri kita seperti anak kecil dengan pandangan yang serba terbatas sehingga kita tidak bisa melihat bahwa sesungguhnya kita ada dibawah kaki-Nya!!! Kita ada kurang dari 10 cm dari hadapan-Nya. Pandangan kita sangat terbatas. Tidak seperti pandangan-Nya! !! Pada pandangan-Nya kita begitu dekat, sehingga tangan-tangan- Nya bisa menjangkau dan menarik kita mendekat pada-Nya.

Bagi-Nya kita begitu dekat, sehingga bunyi nafas kita pun terdengar oleh-Nya. Ketika Ia menundukkan kepala-Nya, ada kita di dekat kaki-Nya. Ia tersenyum dan tertawa ketika melihatmu mencari-cari- Nya, padahal kau ada di dekat kaki-Nya. Dan akhirnya, ia mengangkat pingangmu, membawamu naik untuk dapat menciummu. Untuk membiarkanmu memegang pipi-Nya, untuk membiarkanmu menarik rambut-Nya. Ia ada dekat sekali denganmu. Yang kau perlukan hanyalah menjulurkan tanganmu keatas, menengadahkan kepalamu, dan Ia akan mengangkatmu ke atas. Ia akan membungkuk dan mengulurkan tangan-Nya.

Jika kau merasa begitu jauh dari-Nya, INGAT KAU ADA DIDEKAT KAKINYA!

The Beginning of Wisdom

Today's Scripture

“The reverent fear and worship of the Lord is the beginning of Wisdom’s friend” (Psalm 111:10).

Today's Word from Joel and Victoria

Do you need more wisdom in your life today? The Bible says that the reverent fear and worship of the Lord is the beginning of wisdom. That word, fear, in this instance, doesn’t mean “to be afraid” it means to have honor and respect. It means that we revere Him because He is God. Wisdom begins when you honor God. When you truly respect and worship Him out of a grateful heart, then Wisdom will operate in your life. One simple definition of wisdom is applied knowledge. It doesn’t matter if you have all the knowledge, facts, and figures in the world, or if you are a high school drop out. Honoring and worshiping God is what makes you wise. Start today and begin to declare His goodness and faithfulness in your life. That’s worship. Declare who He is with a humble heart of faith. Declare that He is your Provider, you Healer, your Redeemer. When you focus on your God, instead of focusing on your problems, you are honoring Him. As you honor Him, Wisdom will flow through you and you’ll be empowered to live the life of victory He has in store for you!

A Prayer for Today

Father in Heaven, I choose today to honor and respect you as my God. Thank you for filling me with your Wisdom today so that I can live in Victory the way you intend. Help me make wise choices and honor you all the days of me life. In Jesus’ Name. Amen.

From : Joel Osteen Ministries

Awas, Iblis Ada Di Dalam Taman

Bacaan : Kejadian 3:7-24

Kisah kejatuhan manusia dalam dosa sebenarnya juga menggambarkan kehidupan setiap keluarga Kristen. Ada Allah yang menciptakan, ada Adam, ada Hawa, ada taman Eden dan ada iblis. Dalam setiap pernikahan Kristen, ada Allah, ada suami, ada istri, ada taman keluarga dan di sana juga ada iblis.

Keluarga pertama yang diciptakan Allah telah dirusak oleh iblis. Iblis juga berusaha merusak setiap keluarga yang kita bangun bersama Allah. Ketika kita mencanangkan niat membentuk keluarga Kristen, minta pernikahan kita diteguhkan di gereja, sadar atau tidak sadar sebenarnya kita telah menabuh genderang perang melawan iblis. Iblis tidak pernah setuju dengan niat kita. Ia yang dulu masuk ke dalam taman Eden, ia juga berusaha menyelinap masuk ke dalam taman rumah tangga kita. Seperti ia menghancurkan Adam dan Hawa, iblis juga berusaha menghancurkan keluarga kita.

Yang perlu kita waspadai, iblis itu cerdik dan sabar. Wujudnya tidak lagi ular, ia bisa berupa harta, wanita yang molek, pria yang macho, atau jabatan dan kesempatan. Iblis dengan sabar mengamati mangsanya, menanti saat yang tepat untuk menyerang dan ketika ia memutuskan untuk bertindak biasanya iblis tidak gagal. Mengapa bisa demikian? Karena ia menyerang ketika kita lengah, ketika kita lemah, ketika kita sendiri, Adam tidak ada disisinya. Jadi hati-hati ketika hubungan kita sebagai suami istri menjadi jauh, ketika kita dipisahkan jarak, komunikasi tidak lancar, keterikatan secara emosional melemah, ketika hubungan spiritual tidak bertumbuh, saat-saat seperti itulah yang dinanti iblis.

Allah maha adil dan Allah mahakuasa. Adam dan Hawa telah melanggar Hukum-Nya, keadilan harus ditegakkan maka vonispun dijatuhkan. Lalu dimana kasih Allah? Coba kita perhatikan kalimat sederhana dalam Kejadian 3:21 : Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
Ada 3 adegan yang sangat kuat dalam ayat 21 yang mencerminkan kasih Allah. Max Lucado dalam bukunya "A Love Worth Giving / Kasih yang patut Diberikan" menggambarkan adegan ini secara tepat.

  1. Adegan 1 : Allah menyembelih seekor binatang. Untuk kali pertama dalam sejarah bumi, tanah dinodai darah. Darah binatang yang tidak berdosa ditumpahkan. Binatang itu tidak patut mati. Pasangan itu patut mati, tetapi mereka hidup. Binatang itu patut hidup, tetapi mati. Ada darah binatang tidak berdosa ditumpahkan.
  2. Adegan 2 : Pakaian dibuat. Allah yang menciptakan binatang-binatang itu sekarang menjadi tukang jahit. Ia membuat bagi manusia pakaian dari kulit binatang.
  3. Adegan 3 : Allah mengenakan baju itu pada Adam dan pada Hawa.
Max Lucado mencoba membayangkan kejadian ini, Adam dan Hawa diusir keluar dari taman Eden, dalam perjalanan mereka keluar taman itu tiba-tiba Allah menghentikan mereka dan sambil menggelengkan kepala berkata, "Daun-daun ara itu, tidak bisa dijadikan baju!"

Kemudian Allah mengeluarkan beberapa potong pakaian dari kulit binatang, ia tidak melemparkannya dan menyuruh Adam dan Hawa mengenakannya. Allah sendiri mengenakan pakaian itu kepada Adam dan juga kepada Hawa. Kasih Allah itu melindungi. Ya, memang kasih seharusnya melindungi.

Saat ini, bukanlah Allah melakukan hal yang sama kepada kita seperti yang Ia lakukan kepada Adam dan Hawa? Kita telah makan bagian dari buah terlarang. Kita mengatakan apa yang seharusnya tidak kita katakan, kita melakukan hal-hal yang seharusnya tidak kita lakukan. Pergi kemana kita seharusnya tidak pergi. Memetik buah-buah dari pohon-pohon yang seharusnya tidak kita sentuh. Kita menyalahkan kawan kita, bahkan kita menyerang pasangan kita.

Akhirnya kita sadar bahwa kita telanjang, kita bersembunyi, kita saling melempar kesalahan, kita menjahit daun ara dan berharap daun ara bisa menutupi semua dosa kita. Kita berusaha menutupi dosa dengan perbuatan baik, dengan pekerjaan baik, aktif dalam begitu banyak pelayanan, memberi banyak persembahan tetapi semua itu seperti daun ara, akan tertiup angin dan kita telanjang lagi.

Persis yang Allah lakukan untuk Adam dan Hawa di taman Eden dulu, Allah menumpahkan darah binatang tak berdosa. Kepada kita, Ia menawarkan nyawa Anak-Nya, darah Yesus Kristus pun ditumpahkan. Dan dari pengorbanan itu Allah mengambil jubah kebenaran. Kristus yang benar telah mati untuk kita yang tidak benar. (1 Petrus 3:18).

Kemudian Allah mengenakan jubah kebenaran itu kepada kita manusia berdosa, kita mengenakan Kristus. Benar apa yang tertulis dalam Galatia 3:26-27 : "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus."

Peristiwa taman Eden seharusnya menyadarkan kita, bahwa si iblis ada di dalam taman kita, di tengah keluarga kita, di tengah-tengah persekutuan orang-orang percaya. Iblis menyelinap masuk, ia berusaha agar kita makan buah terlarang. Dengan sabar ia menunggu saat yang tepat untuk bertindak menggagalkan usaha kita saling mengasihi, ia ingin memisahkan kita satu dari yang lain, memisahkan kita dari kasih Allah.

Iblis berusaha menciptkan jarak di antara kita, jarak yang makin hari makin lebar sehingga kita tidak lagi saling mengenal. Kawan.. kita jadikan lawan, pasangan ... kita jadikan korban. Kasih menjadi hal yang langka. Sadarkah kita bahwa target iblis adalah menjadikan kita putus asa dan akhirnya menyerah kalah?

Mari kita merapatkan jarak, genggam erat pasangan kita, jangan lepaskan. Jangan lagi ada jarak di antara kita, jangan biarkan iblis mencerai-beraikan kita. Dan di atas semuanya itu marilah kita mengenakan kasih Allah, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan (Kolose 3:14).

Di ambil dari : Reflekta edisi Januari 2008

23 January 2008

Who Do You Believe?

When the deceiver speaks to us, he cannot give peace. How many times do we struggle with our thoughts, if it doesn’t give you peace, it is not from God! The times when we try to solve things with our own reasoning, we will never find peace. If you read Romans 8:6 it says the mind of the flesh is death, but the mind of the Holy Spirit is life and peace. That is why we need to fill our lives with the Holy Spirit.

It is a new year, and many decisions to make. You can only make that decision if you have the peace of God in your soul and heart about it. Sometimes you have to wait to get that, before you can move. That will help you to be in the right timing for everything in your life. Not your time, but Gods time. If you walk after your flesh, you will depend on your own strength, But if you wait upon the Spirit of God to lead you, you will depend on God, and receive peace. Don’t move on your emotions, the are so flexible.

We as woman can tell you all about emotions! But that I know, they are not reliable. There was a day in my life when God asked me” Retha, are you willing to be ruled by the word of God, or by your emotions?”

You can only trust the Word of God, because it is life and a light into your path. Let your emotions subside, and then decide!! Peace is the true confirmation that you are hearing from God. Don’t regret, wait for this gift - peace. It is there for you and me!

Tinus (my husband) and I are going with other Living ball team members to Rwanda in Africa the 23rd of January. What a privilege to go there and bring the gospel. Normally we think we are going to give to them, but they give to us.

They have lost everything to gain everything, the grounds were filled with blood, now they have life! YOU SEE, THEY HAVE NOTHING! Only God, so they have love to give, peace to give, humbleness to give, joy to give, The children have NOTHING materialistic, but they have love, they have Jesus.! They just want to hear more and more about Jesus Christ. We take the Living ball soccer ball with the four colour on it to them and through that we teach them the full gospel. The pastors are having a conference where they are getting equipped more. I am giving my testimony about how Jesus is truly still the same God of yesterday, today and tomorrow. And that he is so alive today, but those people do know that after their holocaust. Some of them have to walk for 600km to get there, but refuse to miss it. When the people in Africa begin to worship, the heavens open!

O how little do we need to be happy? We only need God. Then we are going to end it all with a tour of the gorillas! Yes, Gorillas in the mist, in Africa.

God said to me, this message shall go around the world. And He is faithfull to His word. You can trust God, Keep walking in the Spirit!

Retha

“Tomorrow is a big day in our lives, our little Josh is going to school!” Aldo anointed him tonight, and the tears ran freely Thank you Jesus for grace., I love You my KING.

Kesaksian Drs. A. Purnomo W.

Assalamu’alaikum Wrbkth.

Sebenarnya hanya sedikit sekali ayat-ayat Al Qur’an yang saya pahami sebelum bulan Mei 1993 walaupun saya telah menunaikan rukun Islam yang kelima, menunaikan ibadah Haji yang saya lakukan pada tahun 1983. Ayat-ayat Al Qur’an yang saya hafal bacaannya diluar kepala walaupun tidak paham mengenai artinya ialah ayat-ayat Al Qur’an yang selalu diucapkan pada waktu sembahyang lima waktu yaitu surat 1 Al- Faatihah yang merupakan surat hafalan wajib dan surat-surat lainnya diantaranya surat 112 Al Ikhlaash, surat 113 Al Falaq, surat 114 An Naas dan surat 108 Al Kautsar.

Keinginan saya untuk mengetahui dan memahami lebih dalam lagi tentang isi buku Al Qur’an itu barulah timbul setelah Tuhan Yesus/Sayidina Rabboni Isa Al-Masih menjamah saya secara ajaib pada tanggal 6 Mei 1993 di Kupang. Karena saya tidak menguasai bahasa Arab seperti halnya sebagian besar umat Islam di Indonesia, maka saya mempelajari buku Al Qur’an yang ada terjemahan bahasa Indonesianya yaitu buku Al Qur’an Terjemahan Indonesia P.T. Sari Agung.

Keinginan saya yang sangat mendesak untuk mempelajari isi buku Al Qur’an ini disebabkan karena saya harus mencari jawaban terhadap peristiwa yang saya baru alami di Kupang dimana saya telah dijamah Tuhan Yesus(yakni Sayidna Rabboni Isa Al-Masih) secara ajaib dan saya ingin menyakinnya bahawa memang Yesus/Sayidina Isa dan bukan setan atau thogut yang telah menjamah saya secara ajaib itu.

Setelah tiga minggu saya meniliti dan mempelajari buku Al Qur/an tersebut barulah saya memperoleh pengertian yang sebenarnya tentang siapa yang dimaksudkan dalam buku Al Qur’an sebagai Allah dan siapa saja yang akan menerima pahala dan yang akn diselamatkan yang akan masuk sorga. Untuk selanjutnya perkenankanlah saya memberikan kesaksian saya bagaimana Sayidina Isa Al-Masih/Yesus telah menjamah saya.


A. JAMAHAN SAYIDINA ISA/YESUS YANG AJAIB.

Pada suatu hari saya harus mengantarkan seorang mitra usaha saya yang berkebangsaan Amerika, ke Kupang untuk bertemu dengan seorang yang di sekitar tahun 1973 pernah mati dan hidup kembali pada hari ke enam. Orang Amerika tersebut bernama Loduvicus Alexander suami dari kemenakan istri saya yang baru bertobat dan masuk sekolah Teologia Fuller di California, USA. Dia mendapat tugas dari sekolahnya untuk membuat dokumentasi dari orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut dan saya bertindak sebagai penerjemahnya. Pada tanggal 5 Mei 1993 kami berdua tiba di Kupang melalui Darwin, Australia.

Di Bandara, kami dijemput oleh Urias Bait, dosen Universitas Nusa Cendana Kupang dan seorang ibu bernama M.T. Nalle Octavianus seorang pengusaha kontraktor di Kupang yang selanjutnya mengantarkan kami ke Hotel Wisma Cendana Kupang.

Kami memberitahukan maksud kedatangan kami kepada mereka. Untuk maksud ini maka M.T. Nalle berusaha mencari informasi mengenai hal ihwal orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut. Setelah memperoleh informasi seperlunya, maka pada petang harinya M.T. Nalle disertai beberapa orang lainnya mengantarkan kami ke So’e untuk bertemu dengan salah seorang pendeta yang tertua di pulau Timor bagian barat (NTT) yang bernama pendeta Manuian yang diharapkan mengetahui hal ihwal orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut. Oleh pendeta Manuian disarankan agar kami kembali ke Kupang karena orang yang pernah mati tersebut adalah seorang perempuan yang bernama Silva Obed dan suaminya bernama Lazarus tinggal di kampung Amfoang yang hanya bisa dihubungi melalui jalan laut yaitu naik motor boat atau perahu layar dari Kupang. Jika naik motor boat minimal 2 jam lamanya diperjalanan. Maka pada malam hari itu kami kembali ke Kupang.

Mengingat L. Alexander tidak sanggup melakukan perjalanan melalui laut dengan motor boat atau perahu layar karena sering mabuk laut dan muntah-muntah maka kami merencanakan untuk mencari seorang yang mengetahui alamat Silva Obed agar menjemput Silva Obed dari kampung Amfoang dengan motor boat yang akan kami charter atau sewa. Esok harinya tanggal 6 Mei 1993, kami mendapatkan informasi dari G.J. Koamesah-Rondo, sahabat dari Urias Bait bahawa Silva Obed beserta suaminya sering singgah dirumah adiknya yang bernama Richard Rondo, yaitu pada waktu-waktu Silva Obed melakukan perjalanan melayani Tuhan di Kupang. Oleh sebab itu pada petang harinya rombongan kami datang mengunjungi rumah Richard Rondo di Bakunase yang terletak di pinggir kota Kupang dan kami diterima diruang depan yang telah dilapisi oleh tikar disamping adanya beberapa kursi. Kepada Richard Rondo kami jelaskan maksud kedatangan kami dan memohon bantuannya agar dia dapart menjemput Silva Obed beserta suaminya dengan motor boat sewaan yang biaya perjalananya kami sediakan sejumlah Rp. 1,000,000 – (satu juta rupiah).

Richard Rondo merasa perlu untuk menceritakan peristiwa mujizat yang dialami oleh Silva Obed dan suaminya Lazarus pada sekitar tahun 1973. Keluarga Lazarus adalah petani miskin yang hanya hidup dari bercocok tanam. Pada suatu hari setelah mereka berdua selesai bekerja diladang dan hendak berangkat pulang ke rumahnya Silva Obed mendengar suara Tuhan yang bepesan bahwa ia akan mati pada keesokan harinya tetapi akan dipakai Tuhan untuk melayani orang-orang disekitarnya untuk memberitakan khabar keselamatan dan agar orang-orang tersebut bertobat karena sebagian besar dari mereka belum mengenal Tuhan. Oleh sebab itu jika Silva Obed mati maka ia tidak boleh dikuburkan dan merupakan tugas suaminya untuk hanya membaringkannya di bale-bale dan dijaga selama lima hari dengan berdoa terus-menerus. Ternyata Silva Obed benar-benar meninggal dunia pada keesokan harinya dan Lazarus segera melaporkan ke RT/RW mengenai suara yang hanya didengar oleh isterinya dan yang berpesan kepadanya untuk tidak dikuburkan bila ia mati karena ia akan dibangkitkan kembali pada hari ke enam.

Tentu saja peristiwa ini menggemparkan masyarakat Amfoang terlebih lagi setelah tiga hari dibaringkan di bale-bale dan suaminya terus-menerus berdoa disampingnya, tubuh Silva Obed mengeluarkan cairan yang sangat busuk baunya sehingga lurah memerintahkan kepada Lazarus untuk segera menguburkan Silva Obed istrinya itu agar tidak terjadi kehebohan di kampung Amfoang.

Walaupun lurah dan camat mendesak agar Silva Obed segera dikuburkan tetapi suaminya Lazarus tetap tidak mau melaksanakannya karena dia sudah berjanji kepada isterinya untuk melaksanakan pesan Tuhan sampai Silva Obed dibangkitkan pada hari ke enam. Akhirnya lurah dan camat dapat memahami sikap Lazarus, tetapi tetap memperingatkannya, kalau pada hari ke enam Silva Obed tidak hidup kembali harus dikuburkan. Ternyata pada hari ke empat cairan yang keluar dari tubuhnya mulai berhenti dan bau busuknya mulai berkurang dan pada hari ke lima keadaan tubuhnya sudah tidak basah lagi dan tidak lagi mengeluarkan bau busuk. Pada hari ke enam di pagi sekitar jam 04.00 waktu setempat terjadilah keajaiban dan mujizat yang menakjubkan Silva Obed bangkit dan hidup kembali sedangkan suaminya masih tertidur disamping bale-bale, yang menunggu dengan setia.

Akhirnya masyarakat turut kagum dan mengucap syukur atas peristiwa yang sungguh ajaib itu.

Sejak itu Silva Obed, walaupun buta huruf dapat memberitakan firman Tuhan sesuai Alkitab dalam bahasa asli daerah Timor dan melayani Tuhan, disertai suaminya menuiarkan bertia keselamatan bagi penduduk sekitarnya sampai ke Kupang.

Kemudian lima tahun yang lalu, sekitar tahun 1988 Silva Obed beserta suaminya untuk pertama kalinya singgah di rumah Richard Rondo dan pada saat itulah putri dari Richard Rondo yang bernama Gloria Pricila menerima anugerah berupa karunia penglihatan, karunia pendengaran dan bahkan dapat memahami keseluruhan isi AlKitab walaupun anak perempuan tersebut baru berusia 11 tahun. Demikianlah cerita singkat yang disampaikan oleh Richard Rondo kepada kami tentang Silva Obed dan suaminya Lazarus dan anugerah karunia yang diterima putrinya Gloria Pricila.

Setelah itu Richard Rondo beserta seluruh keluarganya termasuk Gloria Pricila memohon diri kepada kami untuk melakukan doa di ruang dalam. Suara nyanyian pujian terdengar dari ruang dalam sampai ruang depan dimana kami berada. Dan untuk pertama kalinya saya baru mengetahui bahwa sebelum orang Kristen berdoa, mereka mengangkat lagu pujian terlebih dahulu. Setelah selesai berdoa Richard Rondo keluar dari ruang dalam diikuti seluruh keluarganya sambil berseru bahwa Roh Kudus akan mengarahkan Silva Obed dan suaminya berangkat dari Amfoang ke Kupang keesokan harinya. Tentu saja berita ini merupakan berita yang aneh bagi saya, lalu segera saya tanyakan kepada Richard Rondo apa yang dimaksudkannya dengan Roh Kudus yang akan mengarahkan mereka dari Amfoang ke Kupang dan siapa Roh Kudus itu? Kemudian Richard Rondo.

Sekali lagi menjelaskan kepada saya bahwa melalui berita Tuhan yang diterima Gloria Pricila maka Roh Allah akan menggerakkan mereka untuk datang ke Kupang dan dijelaskan juga bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri.

Setelah dengar terheran-heran saya mendengarkan penjelasan Richard Rondo maka saya terjemahkan berita itu kepada L. Alexander dan diapun tertawa sambil berkata bahwa hal ini adalah peristiwa yang luar biasa karena walaupun tidak ada hubungan telepon tetapi berita yang begitu cepat telah dapat disampaikan melalui Roh Kudus.

Kemudian Richard Rondo memohon lagi untuk berdoa mengucap syukur karena Roh Kudus telah campur tangan menuntun Silva Obed dan suaminya untuk datang ke Kupang. Tetapi kali ini acara doa tidak dilakukan diruang dalam melainkan tetap dilakukan diruang depan, dimana kami semua berada. Karena mereka semua akan berdoa, sedangkan saya bukan orang Kristen maka saya bersiap-siap untuk keluar ruangan dan pandangan mata saya menuju ke luar yang ternyata hari sudah malam dan gelap. Pada waktu saya ragu-ragu untuk keluar karena di luar sangat gelap maka Richard Rondo menawarkan kepada saya untuk tinggal saja di ruangan itu dan duduk di ujung ruangan yang ada kursinnnya. Sayapun langsung duduk di kursi yang ada di sudut dan mengamati dengan tenang apa yang akan mereka lakukan dalam doa tersebut. Setelah itu Richard Rondo memulai memimpin doa syukur dengan terlebih dahulu mengangkat lagu-lagu pujian dan penyembahan. Baru saja Richard Rondo memulai dengan doanya maka sekonyong-konyong Gloria Pricila yang mempunyai karunia penglihatan dan pendengaran mengucapkan dengan lantang sambil memejamkan matanya dengan kepala tertunduk kebawah banyak malaikat turun ke ruangan itu bahkan ruangan itu hampir penuh dengan malaikat. Dengan adanya berita mengenai turunnya malaikat maka seluruh hadirin yang ada di situ menundukkan kepalanya dan satu orangpun tidak ada yang berbicara kecuali Gloria Pricila yang terus menyebutkan tentang kehadiran para malaikat.

Selanjutnya Gloria Pricila memberitahukan bahwa Yesus/Sayidina Isa telah datang dan berada di tengah-tengah mereka, kemudian seluruh hadiran secara serempak sujud dengan mukanya dirapatkan ke lantai tikar. Saya yang sejak tadi mengamati dan ikut mendengar semua ucapan Gloria Pricila sebenarnya takjub melihat semua yang terjadi dan saya terus melihat ke atas dan ke sekeliling ruangan dengan harapan saya dapat melihat Yesus dan para malaikatNya, tetapi saya tidak melihat apa-apa kecuali yang saya lihat hanyalah seluruh hadirin sujud dengan muka merapat ke lantai dan Gloria Pricila yang duduk dengan menundukkan kepalanya dan terus mengucapkan tentang kehaidran Yesus. Sementara itu Yesus menghampiri L. Alexander dan memberkatinya karena dia akan membuat dan menyusun dokumentasi mengenai kuasa Tuhan yang hidup yang dinyatakan melalui peristiwa ajaib yang dialami oleh Silva Obed agar orang-orang di Amerika tahu bahwa Tuhan menyatakan kuasaNya sampai sekarang.

Setelah Yesus/Isa A.M. memberkati L. Alexander maka Yesus berjalan ke tengah-tengah ruangan kemudian melihat saya yang sedang duduk di sudut ruangan. Saya terkejut ketika Gloria Pricila menyebut nama saya, maka saya terus mengamati Glori Pricila yang tetap menundukkan kepalanya ke bawah dengan mengucapkan apa yang dilakukan oleh Yesus/Sayidina Isa a.s. Sambil memandang saya Yesus/Isa datang menghampiri saya dan berdiri di hadapan saya sedangkan saya tetap mengamati Gloria Pricila sambil sekali-sekali melihat ke sekeliling saya dengan harapan saya dapat melihat Baginda. Tetapi ternyata saya tetap tidak melihat apa-apa. Setelah Yesus/Sayidina Isa berdiri di hadapan saya maka Yesus/Sayidina Isa membuka telapak tangan kanan yang menunjukkan angka sepuluh, kemudian membuka telapak tangan kiri yang menunjukkan huruf tanda tanya yang besar. Sejenak Yesus/Isa A.M. memperhatikan telapak tangan kiri tersebut, kemudian Yesus menutup kembali telapak tangan kanan yang di susul dengan menutup telapak tangan kiri. Segera setelah telapak tangan kiri ditutup maka terasa ada benda yang jatuh di atas kepala saya sehingga saya berusaha menoleh ke atas untuk mengetahui apa gerangan yang terjatuh di atas kepala saya, tetapi ternyata saya tidak bisa menggerakkan kepala saya bahkan tangan saya yang ingin meraba kepala saya pun seolah-olah terikat tidak bisa bergerak. Kemudian benda yang terjatuh di atas kepala saya tersebut lambat laun terasa merupakan pegangan tangan yang mencengkeram kepala saya yang pegangannya makin lama makin keras sehingga mulai terasa sakit dan seolah-olah kuku jarinya di tekankan di kepala saya. Di saat itu saya mulai takut karena saya telah merasakan ada sentuhan dan pegangan yang dengan kuatnya mencengkeram kepala saya tetapi wujud tubuhnya sama sekali tidak kelihatan. Sementara itu Gloria Pricila tetap menyebutkan bahwa Yesus berdiri di hadapan saya. Saya mulai berfikir apa gerangan kehendak Yesus/Isa untuk menyakiti kepala saya. Kemudian terlintas di pikiran saya yaitu jika yang mencengkeram kepala saya hingga terasa sakit sekali ialah Yesus maka saya akan berserah diri kepada Yesus. Oleh sebab itu saya berbisik di dalam hati saya demikian: “Jika memang Engkau Yesus atau Sayidina Isa yang berdiri di hadapanku dan mencengkeram kepalaku hingga terasa sakit sekali ini maka aku akan menyerahkan diriku kepadaMu.” Segera setelah bisikan saya selesai saya ucapkan, maka saya merasakan bahwa cengkeraman tangan Yesus/Isa Al-Masih dilepaskan dan beban sakit pun hilang hingga perasaan lega pun timbul. Tetapi ternyata Yesus masih berdiri di hadapan saya dan sekali lagi membuka telapak tangan kanan yang menunjukkan angka sepuluh dan menyusul membuka lagi telapak tangan kiri yang tadinya menunjukkan huruf tanda tanya besar tetapi sekarang juga menunjukkan angka sepuluh, kemudian Yesus menumpangkan tanganNya ke atas kepala saya dan saya diberkati. Setelah itu, Yesus pergi dari ruangan itu di ikuti oleh seluruh malaikat.

Sementara itu saya menjadi gelisah karena memikirkan pernyataan saya yang berserah diri pada Yesus. Mengapa harus saya nyatakan demikian, padahal saya bukan orang Kristen, selain itu sayapun merasa telah mengkhianati agama saya sehingga keadaan saya pada saat itu disamping merasa lega karena dibebaskan dari cengkeraman tangan yang menyakitkan sekaligus berada dalam pikiran yang kacau balau.

Setelah seluruh malaikat meninggalkan ruangan itu maka para hadirin tidak lagi sujud tetapi kembali duduk seperti semula dan semua pandangan mata mereka tertuju pada saya, sedangkan Richard Rondo langsung bertanya kepada saya mengapa huruf tanda tanya yang besar di telapak tangan kiri berubah menjadi angka sepuluh. Pada saat itu saya sebenarnya berada dalam keadaan yang tertekan karena mempunyai perasaan bersalah sebagai telah mengkhianati agama saya(Islam). Saya pun langsung menanyakan kepada Richard Rondo tentang arti angka sepuluh yang dijawabnya bahwa angka sepuluh adalah angka yang tertinggi bagi orang Kristen. Kemudian saya pun menceritakan apa yang terjadi terhadap diri saya pada waktu Gloria Pricila menyebutkan bahwa Yesus/Isa A.M. menutupkan telapak tangan kiri. Dia tetap berdiri di hadapan saya, dan pada waktu itu terasa ada yang mencengkeram kepala saya sampai terasa sakit sekali yang baru dilepaskan dari cengkeraman tangan tersebut setelah saya mengucapkan dalam hati saya bahwa saya menyerahkan diri saya pada Yesus/Sayidina Isa. Dan dengan keterangan saya tersebut Richard Rondo berseru: “HALELUYA, Pak Purnama telah menerima Yesus.

Langsung saya menjawab bahwa saya tidak menerima Yesus karena saya sendiri tidak begitu menyadari mengapa keluar dari hati sanubari saya ucapan bahwa saya berserah diri kepada Yesus/Isa A.M. dan ternyata pernyataan tersebut telah membebaskan saya dari cengkeramanNya yang dahsyat. Dalam keadaan perasaan yang gelisah saya minta agar kami segera pulang ke hotel karena saya merasa letih dan perlu istirahat.

Keesokan harinya sekitar jam empat pagi waktu setempat saya telah bangun dan bermaksud melakukan sembahyang subuh. Tetapi pada saat itu terlintas dalam ingatan saya peristiwa yang terjadi terhadap diri saya kemarin malam tentang bagaimana dahsyatnya tangan Yesus/Isa mencengkeram kepala saya dan masih terngiang-ngiang ucapan Richard Rondo bahwa saya telah menerima Yesus. Oleh sebab itu timbul perasaan takut kalau-kalau Yesus/Isa datang lagi sedangkan saya hanya seorang diri berada di kamar hotel. Setelah berfikir sejenak maka saya tetap berniat untuk melakukan sembahyang subuh dan langsung mencari sajadah saya (Tikar sembahyang dari bahan permadani) yang seingat saya, saya letakkan di atas kursi hotel. Tetapi sajadah tersebut setelah saya cari di kursi, kemudian dalam kopor dan dalam lemari pakaian ternyata tidak saya ketemukan. Menurut hemat saya tidak mungkin sajadah itu hilang begitu saja, tentunya ada orang yang menyembunyikannya. Pikiran saya segera tertuju kepada L. Alexander bahwa dialah yang menyembunyikan sajadah saya tersebut karena dia pernah mengatakan mengapa saya harus mencari arah kiblat terlebih dahulu sebelum melakukan sembahyang. Hal ini dikatakan pada waktu di Darwin ketika dia masuk ke kamar saya di hotel sewaktu saya sedang mencari arah kiblat dengan mempergunakan kompas. Dia juga mengatakan bahwa jika orang Kristen melakukan sembahyang atau berdoa mereka bebas menghadap kemana saja tidak terikat oleh suatu arah, oleh sebab itu dia merasa sedih melihat saya karena harus bersusah payah menentukan arah kiblat terlebih dahulu sebelum melakukan sembahyang. Perkataan L. Alexander tersebut sangat menyinggung perasaan saya dan langsung saya katakan kepadanya agar jangan sekali-kali menyinggung agama saya dan jika dia sekali lagi mengatakan hal yang demikian maka saya akan pulang ke Jakarta dan dia saya persilahkan mencari penerjemah lainnya.

Karena pengalaman itu saya telah mencurigai L. Alexander, maka saya segera keluar dari kamar saya dan menuju kamar L. Alexander yang letaknya tidak jauh dari kamar saya dan langsung mengetuk-ngetuk pintunya. Sambil terkejut dia terbangun dan bertanya “Mengapa membangunkan saya sepagi itu?” Kemudian saya bertanya apakah dia yang menyembunyikan sajadah saya dan dia menjawab bahwa sejak saya pernah marah karena pembicaraan arah kiblat, maka sejak itu dia tidak pernah lagi masuk ke kamar saya maupun mengambil sesuatu termasuk sajadah saya.

Oleh sebab itu sayapun segera melaporkan kepada reseptionist hotel dan mengajukan keluhan bahwa barang saya dikamar ada yang hilang. Kemudian reseptionist menanyakan kepada saya “..barang apakah yang hilang dari kamar anda?” Saya jawab bahwa sajadah saya hilang dari kamar. Lalu sambil menertawakan saya, reseptionist itu berkata bahwa dihotel ini tidak pernah terjadi peristiwa kehilangan uang ataupun barang lainnya dari kamar tamu apalagi sajadah yang tidak ada nilainya. Mendengar bahwa sajadah saya tidak ada nilainya, maka saya pun tersinggung lalu marah dan membentak reseptionist tersebut sambil berkata bahwa sajadah tersebut sangat tinggi nilainya karena dipergunakan untuk sembahyang. Melihat keadaan saya yang marah itu maka reseptionist tersebut segera meminta maaf dan berjanji akan mencarinya dengan jalan menanyakan seluruh karyawan yang bekerja di hotel tersebut. Dan ternyata setelah staf hotel mencarinya maka tidak seorangpun yang mengambil dan melihat sajadah saya.

Kemudian pada siang harinya kami datang kerumah Richard Rondo untuk menanyakan berita selanjutnya mengenai Silva Obed dan suaminya. Richard Rondo mengatakan bahwa telah diterima berita melalui Gloria Pricila bahwa pagi sewaktu Silva Obed dan suaminya bersiap-siap untuk berangkat dari kampung Amfoang ke Kupang mereka telah di tahan oleh keluarga yang anaknya sedang menderita sakit jiwa dan meminta agar Silva Obed menyembuhkan anaknya yang sedang sakit jiwa tersebut supaya dapat kembali waras. Oleh sebab itu kedatangan Silva Obed ke Kupang mengalami penundaan dan baru diharapkan sampai ke Kupang setelah beberapa hari kemudian.

Ketika saya memberitahukan kepada Richard Rondo bahwa saya telah kehilangan sajadah pada pagi ini, dia pun memberi komentar bahwa karena saya sudah menerima Yesus/Isa A.M. maka saya tidak perlu lagi sembahyang di atas sajadah tersebut oleh sebab itu saya pun tidak perlu memiliki sajadah. Justru komentar itu yang membuat saya gelisah dan keinginan yang begitu mendesak untuk mengetahui siapa Yesus/Sayidina Isa A.M.itu sebenarnya yang telah mencengkeram kepala saya dengan dahsyat.

Karena tertundanya kedatangan Silva Obed beserta suaminya ke Kupang, maka saya putuskan untuk segera pulang ke Jakarta dan memberitahukan L. Alexander agar tinggal saja di Kupang menunggu sampai tibanya Silva Obed dan suaminya sedangkan penerjemah sebagai ganti saya dapat dilakukan oleh Urias Bait Dosen dari Universitas Nusa Cendana Kupang yang telah bersedia bertindak sebagai penerjemah. Tetapi karena perasaan solider terhadap saya maka kami sama-sama pulang ke Jakarta, tetapi kemudian L. Alexander pergi lagi ke Kupang setelah Silva Obed dan suaminya tiba di Kupang.

Segera setelah saya berada kembali di Jakarta, saya mulai mencari informasi untuk mengungkapkan siapa sebenarnya Yesus/Isa Al-Masih itu. Kepada teman-teman saya, saya ceritakan peristiwa terhadap diri saya di Kupang dan pada umumnya mereka mengatakan bahwa saya telah dijamah oleh setan-iblis bahkan ada yang menertawakan saya karena menurut kata mereka Yesus/Sayidina Isa A.M. adalah nabi Isa AS yang sudah lama meninggalkan Dunia.

Akhirnya saya memutuskan untuk menelitinya dari buku Al Quran dengan pemikiran bahwa jika di dalam buku Al Quran tidak dapat diungkapkan siapa sebenarnya Isa Al-Masih/Yesus itu maka yang menjamah saya memang setan-iblis tetapi, jika dari kitab Al Quran dapat diungkapkan siapakah Yesus/Sayidina Isa A.M. itu maka saya percaya dan yakin bahwa yang menjamah saya di Kupang pada waktu itu adalah benar-benar Yesus/Isa Al-Masih dan saya akan konsekwen berserah diri kepadaNya.


B. AYAT-AYAT AL QUR’AN YANG MENYELAMATKAN

Mulai dari tanggal 12 Mei 1993 saya mulai dengan intensif mempelajari buku Al Qur’an terjemahan Indonesia, terbitan PT. Sari Agung, tertanggal 2 Oktober 1991. Saya mempelajari Al Qur’an dengan ada terjemahan bahasa Indonesianya karena saya sendiri tidak menguasai bahasa Arab. Setelah lebih seminggu saya pelajari dengan intensif amak saya menemukan ayat Al Qur’an yang menyatakan bahwa Isa Putra Maryam diberkati dengan pelbagai mujizat. Oleh sebab itu, Dia dapat menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra dan menghidupkan orang yang sudah mati.

Pada saat itu pula saya merasa sakit kepala dimana rasa sakitnya hampir menyamai rasa sakit pada waktu kepala saya dicengkeram oleh tangan Yesus/Sayidina Isa Al-Masih di Kupang. Maka saya segera berdoa dan memohon kepada Isa a.s. agar Dia menyembuhkan sakit kepala saya karena menurut saya Al Qur’an Dia dapat menyembuhkan penyakit yang lebih berat lagi yaitu lepra. Tetapi doa saya tidak terkabul karena rasa sakitnya masih tetap saja. Kemudian untuk kedua-kalinya saya berdoa dan rasa sakitnya tetap saja bahkan sakitnya lebih parah. Akhirnya saya berpikir mungkin cara berdoa saya yang salah dan terlintas dalam ingatan saya bahwa pada waktu di Kupang orang-orang Kristen berdoa dengan menyebut nama Yesus yaitu nama Sayidina Rabboni Isa Almasih. Oleh sebab itu untuk ketigakalinya saya berdoa tetapi sekarang dengan menyebut nama Yesus Kristus dan memohon kepadaNya untuk kesembuhan sakit kepala saya. Segera setelah ucapan doa saya selesai, maka sakit kepala saya terasa diangkat perlahan-lahan sehingga sakitnya pun hilang sama sekali dan terasa seluruh tubuh dipulihkan kembali sehingga menjadi segar bugar. Air mata saya berlinang karena saat itulah saya yakin bahwa nama Yesus itu adalah nama Dia yang hidup, yang telah mendengarkan doa saya.

Kemudian saya terus mempelajari ayat-ayat- Al Qur’an sampai saya menemukan ayat-ayat- Al Qur’an yang sangat menentukan bagi saya untuk menerima Yesus dan penelitian saya berakhir pada tanggal 28 Mei 1993 dengan diketemukannya ayat-ayat penting yang perlu saya ketahui antara lain ayat-ayat yang menyatakan:

- Al Qur’an adalah bagian dari Alkitab (Az Zukruf ayat 4)
- Al Qur’an membenarkan berlakunya Taurat dan Injil (surat-surat Al Baqarah, Aali Imraan, An Nisaa, dll)
- Al Qur’an ditujukan untuk bangsa Arab yang berbahasa Arab (Fushshilat ayat 3)
- Muhammad bukan penolong dan penyelamat melainkan seorang yang memberi
peringatan (Az Zumar ayat 19. Al Baqaroh ayat 119)
- Atas perintah/firman Allah, Isa Almasih putra Maryam adalah orang yang paling atas kedudukannya di dunia dan akhirat. (Aali Imraan ayat 45)
- Umat Nasrani/Ahli Kitab yang beriman masuk syurga (Al Maa-idah ayat 65)

Kemudian setelah ditemukan ayat yang sangat menetukan bagi saya yaitu:

- Isa Almasih adalah petanda bagi kiamat, oleh sebab itu ikutlah dan taatlah kepada Isa Al-Masih karena inilah jalan yang lurus. (Az Zukhruf ayat 61 dan ayat 63),

maka saya ambil keputusan bahwa yang menjamah saya di Kupang dengan dahsyat adalah Yesus/Sayidina Isa Al-Masih Oleh sebab itu saya konsekwen menerima Yesus dengan sukacita dan akhirnya telah dibaptis pada tanggal 30 Mei 1993.

Wassalammu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 30 Mei 1993
Penyusun
Drs. A. Purnama W.

Friend Of God

Today's Scripture

“Abraham believed God and it was credited to him as righteousness, and he was called God’s friend” (James 2:23).

Today's Word from Joel and Victoria

The All-Knowing, All-Powerful, Creator of the Universe wants to be your friend today. He wants to walk with you and talk with you and share life with you. That’s why He created you—first and foremost, for fellowship. It’s as simple as opening your heart of faith to Him. If you have faith in God today then, just like Abraham, you are God’s friend. And the Bible says that God is a friend that sticks closer than a brother. That means He is faithful. He will never leave you. He will never forsake you. He is with you always. He is mindful of you—that means He is always thinking of you. What an honor and privilege it is to be called God’s friend! Let that sink down into your heart today. The next time the enemy tries to tell you that you are alone in this world, or that no one else understands what you are going through, just say out loud, “I am a friend of God.” With God as your friend, He’ll walk forward with you down the path of victory He has prepared for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank you for being my friend today. Thank you for loving me and for being faithful to me. Help me to understand your friendship today so that I can be a better friend to those around me. In Jesus’ Name. Amen.

From : Joel Osteen Ministries

22 January 2008

Renungan Mengenai Sangkar Burung

Suatu masa, ada seorang pria bernama George Thomas, seorang pastur di sebuah kota kecil di New England . Pada suatu Minggu pagi,hari Paskah, ia tiba di gereja dengan membawa sangkar burung yg sudah karatan dan penyok-penyok, dan meletakannya di altar. Orang-orang pada keheranan dan, seolah-olah menangkap rasa penasaran orang-orang, Pastur Thomas mulai bicara....

"Saya sedang berjalan-jalan sekeliling kota kemarin dan melihat seorang anak laki-laki berjalan mendekati saya sambil mengayun-ayunkan sangkar burung ini. Di dasar sangkar ada tiga burung kecil dan liar,menggigil karena kedinginan dan ketakutan. Saya stop anak laki-laki itu dan saya tanyakan, "Ada apa di sangkar itu, nak?"

"Hanya beberapa burung biasa" jawabnya.

"Apa yg akan kau lakukan pada mereka ?" tanya saya.

"Bawa pulang ke rumah dan menggoda mereka," jawabnya.

"Saya akan menggoda mereka dan mencabuti bulu-bulu mereka supaya mereka saling berkelahi. Saya pasti akan menikmati saat itu."

"Tapi kamu nanti akan jadi bosan dengan burung-burung itu cepat atau lambat. Lantas apa yang akan kamu kerjakan ?"

"Oh, saya kan punya beberapa kucing," kata anak laki-laki itu. "Mereka senang burung. Saya akan berikan burung-burung ini pada kucing-Kucing itu"

Pastur terdiam untuk beberapa saat. "Berapa yang kamu inginkan untuk burung-burung itu, nak?"

"Huh? Mengapa, Anda tidak mungkin menginginkan burung-burung inikan, Pak. Mereka hanyalah burung biasa. Mereka tidak bisa bersiul merdu. Mereka bahkan tidak menarik!"

"Berapa ?" Tanya pastur lagi.

Si anak laki-laki itu mengukur kemampuan si pastur dan menilai si pastur mungkin gila, dan menjawab, "$10?"

Pastur mengambil dari kantungnya dan mengeluarkan selembar uang kertas sepuluh dollar. Ia taruh di tangan anak laki-laki itu! Dalam sekejap, anak laki-laki
itu pun menghilang. Si pastur memungut sangkar tersebut dan dengan lembut membawanya ke ujung gang dimana ada sebuah pohon dan tempat yang berumput. Sambil meletakkan sangkar itu, ia membuka pintunya, dan dengan mengetuk jeruji sangkar pelan-pelan membujuk burung-burung itu keluar.

Dan, itu tadi menjelaskan mengapa sangkar burung yang kosong ini di atas altar ini, lalu pastur mulai menceritakan cerita ini.

Suatu hari Iblis dan TUHAN sedang bercakap-cakap. Iblis baru saja datang dari Taman Firdaus, dan ia nampak rakus dan sedang membual. "Ya, tuan, saya baru saja melihat dunia penuh dengan orang-orang di bawah sana. Saya pasang perangkap, gunakan umpan yang saya tahu pasti mereka tak akan bisa menolak. Kenalah mereka semua!"

"Apa yg akan kau lakukan terhadap mereka ?" tanya TUHAN.

Iblis menjawab, "Oh, saya akan bersenang-senang! Saya akan ajarkan mereka bagaimana kawin dan cerai, bagaimana saling membenci dan menganiaya satu sama lain, bagaimana saling minum-minum dan merokok dan menghujat. Saya akan ajarkan mereka bagaimana membuat senjata dan bom dan saling membunuh satu sama lain. Saya akan benar-benar senang!"

"Dan apa yang akan kau lakukan terhadap mereka setelah engkau selesai dengan itu semua?" tanya TUHAN.

"Oh, saya akan bunuh mereka," Iblis menatap dengan bangga.

"Berapa yang kau inginkan untuk mereka ?" tanya TUHAN.

"Oh, kau tidak mungkin menginginkan orang-orang itu. Mereka tidaklah baik. Mengapa, kau ambil mereka dan mereka hanya akan membencimu. Mereka akan meludahimu, menghujatmu dan membunuhmu. Kau tidak mau orang-orang ini!"

"Berapa ? Ia bertanya lagi.

Iblis menatap TUHAN dan menyeringai, "Semua darah, airmata, dan jiwamu."

TUHAN berkata, "Baiklah !" Lalu Ia membayar harganya, dengan darah, airmata dan jiwaNYA

Pastur memungut sangkar tersebut. Ia membuka pintunya dan ia melangkah dari mimbar.

Catatan :
Apa tidak lucu bagaimana orang-orang dengan mudah membuang Tuhan lalu heran mengapa dunia menuju ke neraka. Apa tidak lucu jika seseorang dapat berkata, "Saya percaya pada Tuhan," tapi masih mengikuti Iblis (yang mana juga "percaya" pada Tuhan).

Apa tidak lucu jika engkau dapat mengirimkan ribuan lelucon melalui e-mail lantas menyebar seperti api, tapi saat kau mau mengirimkan pesan-pesan mengenai Tuhan, harus berpikir dua kali dulu sebelum mengirimkannya.

Apa tidak lucu saat kau ingin meneruskan email ini, kamu tidak akan mengirimkannya kepada semua orang yang ada di buku alamatmu,karena kau tidak yakin bagaimana keyakinan mereka, atau apa yang mereka pikirkan terhadapmu.

Saya berdoa, untuk setiap orang yang mengirimkan email ini kepada semua orang yang ada di buku alamat mereka, mereka akan diberkati oleh Tuhan secara khusus.

INTAN dan PERMATA tak kumiliki; Tapi dalam nama Yesus yang bangkit aku berseru: "HIDUP INTAN".

No Eye Has Seen

Today's Scripture

“No eye has seen, no ear has heard, and no mind has imagined what God has prepared for those who love Him” (I Corinthians 2:9).

Today's Word from Joel and Victoria

Have you ever tried to imagine what God might have in store for your future? No matter how great the dreams are that you may be able to come up with, God has more in store for you than you can even begin to imagine! It’s starts in this life and then carries over into the eternal life. God is a creative god and His thoughts and plans go way beyond our thoughts and plans. No eye has seen, no ear has heard, no mind has imagined what He has in store! Let that encourage you today to dream bigger. Get your expectancy up. There’s nothing that you can come up with that is beyond God. He wants to see you rise higher and it starts with your thinking. Think bigger. Think expansive. God wants you to excel and go beyond where you are. He wants to see you fulfill the desires of your heart! Keep standing strong in faith, and dreaming big, and you will see the life of victory He has prepared for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for loving me and for preparing great things for my future. Help my thoughts to become agreeable to Your will. Increase my vision and give me Your strength to fulfill all that You have placed in my heart. In Jesus Name. Amen.

From : Joel Osteen Ministries