Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

24 January 2008

Awas, Iblis Ada Di Dalam Taman

Bacaan : Kejadian 3:7-24

Kisah kejatuhan manusia dalam dosa sebenarnya juga menggambarkan kehidupan setiap keluarga Kristen. Ada Allah yang menciptakan, ada Adam, ada Hawa, ada taman Eden dan ada iblis. Dalam setiap pernikahan Kristen, ada Allah, ada suami, ada istri, ada taman keluarga dan di sana juga ada iblis.

Keluarga pertama yang diciptakan Allah telah dirusak oleh iblis. Iblis juga berusaha merusak setiap keluarga yang kita bangun bersama Allah. Ketika kita mencanangkan niat membentuk keluarga Kristen, minta pernikahan kita diteguhkan di gereja, sadar atau tidak sadar sebenarnya kita telah menabuh genderang perang melawan iblis. Iblis tidak pernah setuju dengan niat kita. Ia yang dulu masuk ke dalam taman Eden, ia juga berusaha menyelinap masuk ke dalam taman rumah tangga kita. Seperti ia menghancurkan Adam dan Hawa, iblis juga berusaha menghancurkan keluarga kita.

Yang perlu kita waspadai, iblis itu cerdik dan sabar. Wujudnya tidak lagi ular, ia bisa berupa harta, wanita yang molek, pria yang macho, atau jabatan dan kesempatan. Iblis dengan sabar mengamati mangsanya, menanti saat yang tepat untuk menyerang dan ketika ia memutuskan untuk bertindak biasanya iblis tidak gagal. Mengapa bisa demikian? Karena ia menyerang ketika kita lengah, ketika kita lemah, ketika kita sendiri, Adam tidak ada disisinya. Jadi hati-hati ketika hubungan kita sebagai suami istri menjadi jauh, ketika kita dipisahkan jarak, komunikasi tidak lancar, keterikatan secara emosional melemah, ketika hubungan spiritual tidak bertumbuh, saat-saat seperti itulah yang dinanti iblis.

Allah maha adil dan Allah mahakuasa. Adam dan Hawa telah melanggar Hukum-Nya, keadilan harus ditegakkan maka vonispun dijatuhkan. Lalu dimana kasih Allah? Coba kita perhatikan kalimat sederhana dalam Kejadian 3:21 : Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
Ada 3 adegan yang sangat kuat dalam ayat 21 yang mencerminkan kasih Allah. Max Lucado dalam bukunya "A Love Worth Giving / Kasih yang patut Diberikan" menggambarkan adegan ini secara tepat.

  1. Adegan 1 : Allah menyembelih seekor binatang. Untuk kali pertama dalam sejarah bumi, tanah dinodai darah. Darah binatang yang tidak berdosa ditumpahkan. Binatang itu tidak patut mati. Pasangan itu patut mati, tetapi mereka hidup. Binatang itu patut hidup, tetapi mati. Ada darah binatang tidak berdosa ditumpahkan.
  2. Adegan 2 : Pakaian dibuat. Allah yang menciptakan binatang-binatang itu sekarang menjadi tukang jahit. Ia membuat bagi manusia pakaian dari kulit binatang.
  3. Adegan 3 : Allah mengenakan baju itu pada Adam dan pada Hawa.
Max Lucado mencoba membayangkan kejadian ini, Adam dan Hawa diusir keluar dari taman Eden, dalam perjalanan mereka keluar taman itu tiba-tiba Allah menghentikan mereka dan sambil menggelengkan kepala berkata, "Daun-daun ara itu, tidak bisa dijadikan baju!"

Kemudian Allah mengeluarkan beberapa potong pakaian dari kulit binatang, ia tidak melemparkannya dan menyuruh Adam dan Hawa mengenakannya. Allah sendiri mengenakan pakaian itu kepada Adam dan juga kepada Hawa. Kasih Allah itu melindungi. Ya, memang kasih seharusnya melindungi.

Saat ini, bukanlah Allah melakukan hal yang sama kepada kita seperti yang Ia lakukan kepada Adam dan Hawa? Kita telah makan bagian dari buah terlarang. Kita mengatakan apa yang seharusnya tidak kita katakan, kita melakukan hal-hal yang seharusnya tidak kita lakukan. Pergi kemana kita seharusnya tidak pergi. Memetik buah-buah dari pohon-pohon yang seharusnya tidak kita sentuh. Kita menyalahkan kawan kita, bahkan kita menyerang pasangan kita.

Akhirnya kita sadar bahwa kita telanjang, kita bersembunyi, kita saling melempar kesalahan, kita menjahit daun ara dan berharap daun ara bisa menutupi semua dosa kita. Kita berusaha menutupi dosa dengan perbuatan baik, dengan pekerjaan baik, aktif dalam begitu banyak pelayanan, memberi banyak persembahan tetapi semua itu seperti daun ara, akan tertiup angin dan kita telanjang lagi.

Persis yang Allah lakukan untuk Adam dan Hawa di taman Eden dulu, Allah menumpahkan darah binatang tak berdosa. Kepada kita, Ia menawarkan nyawa Anak-Nya, darah Yesus Kristus pun ditumpahkan. Dan dari pengorbanan itu Allah mengambil jubah kebenaran. Kristus yang benar telah mati untuk kita yang tidak benar. (1 Petrus 3:18).

Kemudian Allah mengenakan jubah kebenaran itu kepada kita manusia berdosa, kita mengenakan Kristus. Benar apa yang tertulis dalam Galatia 3:26-27 : "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus."

Peristiwa taman Eden seharusnya menyadarkan kita, bahwa si iblis ada di dalam taman kita, di tengah keluarga kita, di tengah-tengah persekutuan orang-orang percaya. Iblis menyelinap masuk, ia berusaha agar kita makan buah terlarang. Dengan sabar ia menunggu saat yang tepat untuk bertindak menggagalkan usaha kita saling mengasihi, ia ingin memisahkan kita satu dari yang lain, memisahkan kita dari kasih Allah.

Iblis berusaha menciptkan jarak di antara kita, jarak yang makin hari makin lebar sehingga kita tidak lagi saling mengenal. Kawan.. kita jadikan lawan, pasangan ... kita jadikan korban. Kasih menjadi hal yang langka. Sadarkah kita bahwa target iblis adalah menjadikan kita putus asa dan akhirnya menyerah kalah?

Mari kita merapatkan jarak, genggam erat pasangan kita, jangan lepaskan. Jangan lagi ada jarak di antara kita, jangan biarkan iblis mencerai-beraikan kita. Dan di atas semuanya itu marilah kita mengenakan kasih Allah, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan (Kolose 3:14).

Di ambil dari : Reflekta edisi Januari 2008

23 January 2008

Who Do You Believe?

When the deceiver speaks to us, he cannot give peace. How many times do we struggle with our thoughts, if it doesn’t give you peace, it is not from God! The times when we try to solve things with our own reasoning, we will never find peace. If you read Romans 8:6 it says the mind of the flesh is death, but the mind of the Holy Spirit is life and peace. That is why we need to fill our lives with the Holy Spirit.

It is a new year, and many decisions to make. You can only make that decision if you have the peace of God in your soul and heart about it. Sometimes you have to wait to get that, before you can move. That will help you to be in the right timing for everything in your life. Not your time, but Gods time. If you walk after your flesh, you will depend on your own strength, But if you wait upon the Spirit of God to lead you, you will depend on God, and receive peace. Don’t move on your emotions, the are so flexible.

We as woman can tell you all about emotions! But that I know, they are not reliable. There was a day in my life when God asked me” Retha, are you willing to be ruled by the word of God, or by your emotions?”

You can only trust the Word of God, because it is life and a light into your path. Let your emotions subside, and then decide!! Peace is the true confirmation that you are hearing from God. Don’t regret, wait for this gift - peace. It is there for you and me!

Tinus (my husband) and I are going with other Living ball team members to Rwanda in Africa the 23rd of January. What a privilege to go there and bring the gospel. Normally we think we are going to give to them, but they give to us.

They have lost everything to gain everything, the grounds were filled with blood, now they have life! YOU SEE, THEY HAVE NOTHING! Only God, so they have love to give, peace to give, humbleness to give, joy to give, The children have NOTHING materialistic, but they have love, they have Jesus.! They just want to hear more and more about Jesus Christ. We take the Living ball soccer ball with the four colour on it to them and through that we teach them the full gospel. The pastors are having a conference where they are getting equipped more. I am giving my testimony about how Jesus is truly still the same God of yesterday, today and tomorrow. And that he is so alive today, but those people do know that after their holocaust. Some of them have to walk for 600km to get there, but refuse to miss it. When the people in Africa begin to worship, the heavens open!

O how little do we need to be happy? We only need God. Then we are going to end it all with a tour of the gorillas! Yes, Gorillas in the mist, in Africa.

God said to me, this message shall go around the world. And He is faithfull to His word. You can trust God, Keep walking in the Spirit!

Retha

“Tomorrow is a big day in our lives, our little Josh is going to school!” Aldo anointed him tonight, and the tears ran freely Thank you Jesus for grace., I love You my KING.

Kesaksian Drs. A. Purnomo W.

Assalamu’alaikum Wrbkth.

Sebenarnya hanya sedikit sekali ayat-ayat Al Qur’an yang saya pahami sebelum bulan Mei 1993 walaupun saya telah menunaikan rukun Islam yang kelima, menunaikan ibadah Haji yang saya lakukan pada tahun 1983. Ayat-ayat Al Qur’an yang saya hafal bacaannya diluar kepala walaupun tidak paham mengenai artinya ialah ayat-ayat Al Qur’an yang selalu diucapkan pada waktu sembahyang lima waktu yaitu surat 1 Al- Faatihah yang merupakan surat hafalan wajib dan surat-surat lainnya diantaranya surat 112 Al Ikhlaash, surat 113 Al Falaq, surat 114 An Naas dan surat 108 Al Kautsar.

Keinginan saya untuk mengetahui dan memahami lebih dalam lagi tentang isi buku Al Qur’an itu barulah timbul setelah Tuhan Yesus/Sayidina Rabboni Isa Al-Masih menjamah saya secara ajaib pada tanggal 6 Mei 1993 di Kupang. Karena saya tidak menguasai bahasa Arab seperti halnya sebagian besar umat Islam di Indonesia, maka saya mempelajari buku Al Qur’an yang ada terjemahan bahasa Indonesianya yaitu buku Al Qur’an Terjemahan Indonesia P.T. Sari Agung.

Keinginan saya yang sangat mendesak untuk mempelajari isi buku Al Qur’an ini disebabkan karena saya harus mencari jawaban terhadap peristiwa yang saya baru alami di Kupang dimana saya telah dijamah Tuhan Yesus(yakni Sayidna Rabboni Isa Al-Masih) secara ajaib dan saya ingin menyakinnya bahawa memang Yesus/Sayidina Isa dan bukan setan atau thogut yang telah menjamah saya secara ajaib itu.

Setelah tiga minggu saya meniliti dan mempelajari buku Al Qur/an tersebut barulah saya memperoleh pengertian yang sebenarnya tentang siapa yang dimaksudkan dalam buku Al Qur’an sebagai Allah dan siapa saja yang akan menerima pahala dan yang akn diselamatkan yang akan masuk sorga. Untuk selanjutnya perkenankanlah saya memberikan kesaksian saya bagaimana Sayidina Isa Al-Masih/Yesus telah menjamah saya.


A. JAMAHAN SAYIDINA ISA/YESUS YANG AJAIB.

Pada suatu hari saya harus mengantarkan seorang mitra usaha saya yang berkebangsaan Amerika, ke Kupang untuk bertemu dengan seorang yang di sekitar tahun 1973 pernah mati dan hidup kembali pada hari ke enam. Orang Amerika tersebut bernama Loduvicus Alexander suami dari kemenakan istri saya yang baru bertobat dan masuk sekolah Teologia Fuller di California, USA. Dia mendapat tugas dari sekolahnya untuk membuat dokumentasi dari orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut dan saya bertindak sebagai penerjemahnya. Pada tanggal 5 Mei 1993 kami berdua tiba di Kupang melalui Darwin, Australia.

Di Bandara, kami dijemput oleh Urias Bait, dosen Universitas Nusa Cendana Kupang dan seorang ibu bernama M.T. Nalle Octavianus seorang pengusaha kontraktor di Kupang yang selanjutnya mengantarkan kami ke Hotel Wisma Cendana Kupang.

Kami memberitahukan maksud kedatangan kami kepada mereka. Untuk maksud ini maka M.T. Nalle berusaha mencari informasi mengenai hal ihwal orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut. Setelah memperoleh informasi seperlunya, maka pada petang harinya M.T. Nalle disertai beberapa orang lainnya mengantarkan kami ke So’e untuk bertemu dengan salah seorang pendeta yang tertua di pulau Timor bagian barat (NTT) yang bernama pendeta Manuian yang diharapkan mengetahui hal ihwal orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut. Oleh pendeta Manuian disarankan agar kami kembali ke Kupang karena orang yang pernah mati tersebut adalah seorang perempuan yang bernama Silva Obed dan suaminya bernama Lazarus tinggal di kampung Amfoang yang hanya bisa dihubungi melalui jalan laut yaitu naik motor boat atau perahu layar dari Kupang. Jika naik motor boat minimal 2 jam lamanya diperjalanan. Maka pada malam hari itu kami kembali ke Kupang.

Mengingat L. Alexander tidak sanggup melakukan perjalanan melalui laut dengan motor boat atau perahu layar karena sering mabuk laut dan muntah-muntah maka kami merencanakan untuk mencari seorang yang mengetahui alamat Silva Obed agar menjemput Silva Obed dari kampung Amfoang dengan motor boat yang akan kami charter atau sewa. Esok harinya tanggal 6 Mei 1993, kami mendapatkan informasi dari G.J. Koamesah-Rondo, sahabat dari Urias Bait bahawa Silva Obed beserta suaminya sering singgah dirumah adiknya yang bernama Richard Rondo, yaitu pada waktu-waktu Silva Obed melakukan perjalanan melayani Tuhan di Kupang. Oleh sebab itu pada petang harinya rombongan kami datang mengunjungi rumah Richard Rondo di Bakunase yang terletak di pinggir kota Kupang dan kami diterima diruang depan yang telah dilapisi oleh tikar disamping adanya beberapa kursi. Kepada Richard Rondo kami jelaskan maksud kedatangan kami dan memohon bantuannya agar dia dapart menjemput Silva Obed beserta suaminya dengan motor boat sewaan yang biaya perjalananya kami sediakan sejumlah Rp. 1,000,000 – (satu juta rupiah).

Richard Rondo merasa perlu untuk menceritakan peristiwa mujizat yang dialami oleh Silva Obed dan suaminya Lazarus pada sekitar tahun 1973. Keluarga Lazarus adalah petani miskin yang hanya hidup dari bercocok tanam. Pada suatu hari setelah mereka berdua selesai bekerja diladang dan hendak berangkat pulang ke rumahnya Silva Obed mendengar suara Tuhan yang bepesan bahwa ia akan mati pada keesokan harinya tetapi akan dipakai Tuhan untuk melayani orang-orang disekitarnya untuk memberitakan khabar keselamatan dan agar orang-orang tersebut bertobat karena sebagian besar dari mereka belum mengenal Tuhan. Oleh sebab itu jika Silva Obed mati maka ia tidak boleh dikuburkan dan merupakan tugas suaminya untuk hanya membaringkannya di bale-bale dan dijaga selama lima hari dengan berdoa terus-menerus. Ternyata Silva Obed benar-benar meninggal dunia pada keesokan harinya dan Lazarus segera melaporkan ke RT/RW mengenai suara yang hanya didengar oleh isterinya dan yang berpesan kepadanya untuk tidak dikuburkan bila ia mati karena ia akan dibangkitkan kembali pada hari ke enam.

Tentu saja peristiwa ini menggemparkan masyarakat Amfoang terlebih lagi setelah tiga hari dibaringkan di bale-bale dan suaminya terus-menerus berdoa disampingnya, tubuh Silva Obed mengeluarkan cairan yang sangat busuk baunya sehingga lurah memerintahkan kepada Lazarus untuk segera menguburkan Silva Obed istrinya itu agar tidak terjadi kehebohan di kampung Amfoang.

Walaupun lurah dan camat mendesak agar Silva Obed segera dikuburkan tetapi suaminya Lazarus tetap tidak mau melaksanakannya karena dia sudah berjanji kepada isterinya untuk melaksanakan pesan Tuhan sampai Silva Obed dibangkitkan pada hari ke enam. Akhirnya lurah dan camat dapat memahami sikap Lazarus, tetapi tetap memperingatkannya, kalau pada hari ke enam Silva Obed tidak hidup kembali harus dikuburkan. Ternyata pada hari ke empat cairan yang keluar dari tubuhnya mulai berhenti dan bau busuknya mulai berkurang dan pada hari ke lima keadaan tubuhnya sudah tidak basah lagi dan tidak lagi mengeluarkan bau busuk. Pada hari ke enam di pagi sekitar jam 04.00 waktu setempat terjadilah keajaiban dan mujizat yang menakjubkan Silva Obed bangkit dan hidup kembali sedangkan suaminya masih tertidur disamping bale-bale, yang menunggu dengan setia.

Akhirnya masyarakat turut kagum dan mengucap syukur atas peristiwa yang sungguh ajaib itu.

Sejak itu Silva Obed, walaupun buta huruf dapat memberitakan firman Tuhan sesuai Alkitab dalam bahasa asli daerah Timor dan melayani Tuhan, disertai suaminya menuiarkan bertia keselamatan bagi penduduk sekitarnya sampai ke Kupang.

Kemudian lima tahun yang lalu, sekitar tahun 1988 Silva Obed beserta suaminya untuk pertama kalinya singgah di rumah Richard Rondo dan pada saat itulah putri dari Richard Rondo yang bernama Gloria Pricila menerima anugerah berupa karunia penglihatan, karunia pendengaran dan bahkan dapat memahami keseluruhan isi AlKitab walaupun anak perempuan tersebut baru berusia 11 tahun. Demikianlah cerita singkat yang disampaikan oleh Richard Rondo kepada kami tentang Silva Obed dan suaminya Lazarus dan anugerah karunia yang diterima putrinya Gloria Pricila.

Setelah itu Richard Rondo beserta seluruh keluarganya termasuk Gloria Pricila memohon diri kepada kami untuk melakukan doa di ruang dalam. Suara nyanyian pujian terdengar dari ruang dalam sampai ruang depan dimana kami berada. Dan untuk pertama kalinya saya baru mengetahui bahwa sebelum orang Kristen berdoa, mereka mengangkat lagu pujian terlebih dahulu. Setelah selesai berdoa Richard Rondo keluar dari ruang dalam diikuti seluruh keluarganya sambil berseru bahwa Roh Kudus akan mengarahkan Silva Obed dan suaminya berangkat dari Amfoang ke Kupang keesokan harinya. Tentu saja berita ini merupakan berita yang aneh bagi saya, lalu segera saya tanyakan kepada Richard Rondo apa yang dimaksudkannya dengan Roh Kudus yang akan mengarahkan mereka dari Amfoang ke Kupang dan siapa Roh Kudus itu? Kemudian Richard Rondo.

Sekali lagi menjelaskan kepada saya bahwa melalui berita Tuhan yang diterima Gloria Pricila maka Roh Allah akan menggerakkan mereka untuk datang ke Kupang dan dijelaskan juga bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri.

Setelah dengar terheran-heran saya mendengarkan penjelasan Richard Rondo maka saya terjemahkan berita itu kepada L. Alexander dan diapun tertawa sambil berkata bahwa hal ini adalah peristiwa yang luar biasa karena walaupun tidak ada hubungan telepon tetapi berita yang begitu cepat telah dapat disampaikan melalui Roh Kudus.

Kemudian Richard Rondo memohon lagi untuk berdoa mengucap syukur karena Roh Kudus telah campur tangan menuntun Silva Obed dan suaminya untuk datang ke Kupang. Tetapi kali ini acara doa tidak dilakukan diruang dalam melainkan tetap dilakukan diruang depan, dimana kami semua berada. Karena mereka semua akan berdoa, sedangkan saya bukan orang Kristen maka saya bersiap-siap untuk keluar ruangan dan pandangan mata saya menuju ke luar yang ternyata hari sudah malam dan gelap. Pada waktu saya ragu-ragu untuk keluar karena di luar sangat gelap maka Richard Rondo menawarkan kepada saya untuk tinggal saja di ruangan itu dan duduk di ujung ruangan yang ada kursinnnya. Sayapun langsung duduk di kursi yang ada di sudut dan mengamati dengan tenang apa yang akan mereka lakukan dalam doa tersebut. Setelah itu Richard Rondo memulai memimpin doa syukur dengan terlebih dahulu mengangkat lagu-lagu pujian dan penyembahan. Baru saja Richard Rondo memulai dengan doanya maka sekonyong-konyong Gloria Pricila yang mempunyai karunia penglihatan dan pendengaran mengucapkan dengan lantang sambil memejamkan matanya dengan kepala tertunduk kebawah banyak malaikat turun ke ruangan itu bahkan ruangan itu hampir penuh dengan malaikat. Dengan adanya berita mengenai turunnya malaikat maka seluruh hadirin yang ada di situ menundukkan kepalanya dan satu orangpun tidak ada yang berbicara kecuali Gloria Pricila yang terus menyebutkan tentang kehadiran para malaikat.

Selanjutnya Gloria Pricila memberitahukan bahwa Yesus/Sayidina Isa telah datang dan berada di tengah-tengah mereka, kemudian seluruh hadiran secara serempak sujud dengan mukanya dirapatkan ke lantai tikar. Saya yang sejak tadi mengamati dan ikut mendengar semua ucapan Gloria Pricila sebenarnya takjub melihat semua yang terjadi dan saya terus melihat ke atas dan ke sekeliling ruangan dengan harapan saya dapat melihat Yesus dan para malaikatNya, tetapi saya tidak melihat apa-apa kecuali yang saya lihat hanyalah seluruh hadirin sujud dengan muka merapat ke lantai dan Gloria Pricila yang duduk dengan menundukkan kepalanya dan terus mengucapkan tentang kehaidran Yesus. Sementara itu Yesus menghampiri L. Alexander dan memberkatinya karena dia akan membuat dan menyusun dokumentasi mengenai kuasa Tuhan yang hidup yang dinyatakan melalui peristiwa ajaib yang dialami oleh Silva Obed agar orang-orang di Amerika tahu bahwa Tuhan menyatakan kuasaNya sampai sekarang.

Setelah Yesus/Isa A.M. memberkati L. Alexander maka Yesus berjalan ke tengah-tengah ruangan kemudian melihat saya yang sedang duduk di sudut ruangan. Saya terkejut ketika Gloria Pricila menyebut nama saya, maka saya terus mengamati Glori Pricila yang tetap menundukkan kepalanya ke bawah dengan mengucapkan apa yang dilakukan oleh Yesus/Sayidina Isa a.s. Sambil memandang saya Yesus/Isa datang menghampiri saya dan berdiri di hadapan saya sedangkan saya tetap mengamati Gloria Pricila sambil sekali-sekali melihat ke sekeliling saya dengan harapan saya dapat melihat Baginda. Tetapi ternyata saya tetap tidak melihat apa-apa. Setelah Yesus/Sayidina Isa berdiri di hadapan saya maka Yesus/Sayidina Isa membuka telapak tangan kanan yang menunjukkan angka sepuluh, kemudian membuka telapak tangan kiri yang menunjukkan huruf tanda tanya yang besar. Sejenak Yesus/Isa A.M. memperhatikan telapak tangan kiri tersebut, kemudian Yesus menutup kembali telapak tangan kanan yang di susul dengan menutup telapak tangan kiri. Segera setelah telapak tangan kiri ditutup maka terasa ada benda yang jatuh di atas kepala saya sehingga saya berusaha menoleh ke atas untuk mengetahui apa gerangan yang terjatuh di atas kepala saya, tetapi ternyata saya tidak bisa menggerakkan kepala saya bahkan tangan saya yang ingin meraba kepala saya pun seolah-olah terikat tidak bisa bergerak. Kemudian benda yang terjatuh di atas kepala saya tersebut lambat laun terasa merupakan pegangan tangan yang mencengkeram kepala saya yang pegangannya makin lama makin keras sehingga mulai terasa sakit dan seolah-olah kuku jarinya di tekankan di kepala saya. Di saat itu saya mulai takut karena saya telah merasakan ada sentuhan dan pegangan yang dengan kuatnya mencengkeram kepala saya tetapi wujud tubuhnya sama sekali tidak kelihatan. Sementara itu Gloria Pricila tetap menyebutkan bahwa Yesus berdiri di hadapan saya. Saya mulai berfikir apa gerangan kehendak Yesus/Isa untuk menyakiti kepala saya. Kemudian terlintas di pikiran saya yaitu jika yang mencengkeram kepala saya hingga terasa sakit sekali ialah Yesus maka saya akan berserah diri kepada Yesus. Oleh sebab itu saya berbisik di dalam hati saya demikian: “Jika memang Engkau Yesus atau Sayidina Isa yang berdiri di hadapanku dan mencengkeram kepalaku hingga terasa sakit sekali ini maka aku akan menyerahkan diriku kepadaMu.” Segera setelah bisikan saya selesai saya ucapkan, maka saya merasakan bahwa cengkeraman tangan Yesus/Isa Al-Masih dilepaskan dan beban sakit pun hilang hingga perasaan lega pun timbul. Tetapi ternyata Yesus masih berdiri di hadapan saya dan sekali lagi membuka telapak tangan kanan yang menunjukkan angka sepuluh dan menyusul membuka lagi telapak tangan kiri yang tadinya menunjukkan huruf tanda tanya besar tetapi sekarang juga menunjukkan angka sepuluh, kemudian Yesus menumpangkan tanganNya ke atas kepala saya dan saya diberkati. Setelah itu, Yesus pergi dari ruangan itu di ikuti oleh seluruh malaikat.

Sementara itu saya menjadi gelisah karena memikirkan pernyataan saya yang berserah diri pada Yesus. Mengapa harus saya nyatakan demikian, padahal saya bukan orang Kristen, selain itu sayapun merasa telah mengkhianati agama saya sehingga keadaan saya pada saat itu disamping merasa lega karena dibebaskan dari cengkeraman tangan yang menyakitkan sekaligus berada dalam pikiran yang kacau balau.

Setelah seluruh malaikat meninggalkan ruangan itu maka para hadirin tidak lagi sujud tetapi kembali duduk seperti semula dan semua pandangan mata mereka tertuju pada saya, sedangkan Richard Rondo langsung bertanya kepada saya mengapa huruf tanda tanya yang besar di telapak tangan kiri berubah menjadi angka sepuluh. Pada saat itu saya sebenarnya berada dalam keadaan yang tertekan karena mempunyai perasaan bersalah sebagai telah mengkhianati agama saya(Islam). Saya pun langsung menanyakan kepada Richard Rondo tentang arti angka sepuluh yang dijawabnya bahwa angka sepuluh adalah angka yang tertinggi bagi orang Kristen. Kemudian saya pun menceritakan apa yang terjadi terhadap diri saya pada waktu Gloria Pricila menyebutkan bahwa Yesus/Isa A.M. menutupkan telapak tangan kiri. Dia tetap berdiri di hadapan saya, dan pada waktu itu terasa ada yang mencengkeram kepala saya sampai terasa sakit sekali yang baru dilepaskan dari cengkeraman tangan tersebut setelah saya mengucapkan dalam hati saya bahwa saya menyerahkan diri saya pada Yesus/Sayidina Isa. Dan dengan keterangan saya tersebut Richard Rondo berseru: “HALELUYA, Pak Purnama telah menerima Yesus.

Langsung saya menjawab bahwa saya tidak menerima Yesus karena saya sendiri tidak begitu menyadari mengapa keluar dari hati sanubari saya ucapan bahwa saya berserah diri kepada Yesus/Isa A.M. dan ternyata pernyataan tersebut telah membebaskan saya dari cengkeramanNya yang dahsyat. Dalam keadaan perasaan yang gelisah saya minta agar kami segera pulang ke hotel karena saya merasa letih dan perlu istirahat.

Keesokan harinya sekitar jam empat pagi waktu setempat saya telah bangun dan bermaksud melakukan sembahyang subuh. Tetapi pada saat itu terlintas dalam ingatan saya peristiwa yang terjadi terhadap diri saya kemarin malam tentang bagaimana dahsyatnya tangan Yesus/Isa mencengkeram kepala saya dan masih terngiang-ngiang ucapan Richard Rondo bahwa saya telah menerima Yesus. Oleh sebab itu timbul perasaan takut kalau-kalau Yesus/Isa datang lagi sedangkan saya hanya seorang diri berada di kamar hotel. Setelah berfikir sejenak maka saya tetap berniat untuk melakukan sembahyang subuh dan langsung mencari sajadah saya (Tikar sembahyang dari bahan permadani) yang seingat saya, saya letakkan di atas kursi hotel. Tetapi sajadah tersebut setelah saya cari di kursi, kemudian dalam kopor dan dalam lemari pakaian ternyata tidak saya ketemukan. Menurut hemat saya tidak mungkin sajadah itu hilang begitu saja, tentunya ada orang yang menyembunyikannya. Pikiran saya segera tertuju kepada L. Alexander bahwa dialah yang menyembunyikan sajadah saya tersebut karena dia pernah mengatakan mengapa saya harus mencari arah kiblat terlebih dahulu sebelum melakukan sembahyang. Hal ini dikatakan pada waktu di Darwin ketika dia masuk ke kamar saya di hotel sewaktu saya sedang mencari arah kiblat dengan mempergunakan kompas. Dia juga mengatakan bahwa jika orang Kristen melakukan sembahyang atau berdoa mereka bebas menghadap kemana saja tidak terikat oleh suatu arah, oleh sebab itu dia merasa sedih melihat saya karena harus bersusah payah menentukan arah kiblat terlebih dahulu sebelum melakukan sembahyang. Perkataan L. Alexander tersebut sangat menyinggung perasaan saya dan langsung saya katakan kepadanya agar jangan sekali-kali menyinggung agama saya dan jika dia sekali lagi mengatakan hal yang demikian maka saya akan pulang ke Jakarta dan dia saya persilahkan mencari penerjemah lainnya.

Karena pengalaman itu saya telah mencurigai L. Alexander, maka saya segera keluar dari kamar saya dan menuju kamar L. Alexander yang letaknya tidak jauh dari kamar saya dan langsung mengetuk-ngetuk pintunya. Sambil terkejut dia terbangun dan bertanya “Mengapa membangunkan saya sepagi itu?” Kemudian saya bertanya apakah dia yang menyembunyikan sajadah saya dan dia menjawab bahwa sejak saya pernah marah karena pembicaraan arah kiblat, maka sejak itu dia tidak pernah lagi masuk ke kamar saya maupun mengambil sesuatu termasuk sajadah saya.

Oleh sebab itu sayapun segera melaporkan kepada reseptionist hotel dan mengajukan keluhan bahwa barang saya dikamar ada yang hilang. Kemudian reseptionist menanyakan kepada saya “..barang apakah yang hilang dari kamar anda?” Saya jawab bahwa sajadah saya hilang dari kamar. Lalu sambil menertawakan saya, reseptionist itu berkata bahwa dihotel ini tidak pernah terjadi peristiwa kehilangan uang ataupun barang lainnya dari kamar tamu apalagi sajadah yang tidak ada nilainya. Mendengar bahwa sajadah saya tidak ada nilainya, maka saya pun tersinggung lalu marah dan membentak reseptionist tersebut sambil berkata bahwa sajadah tersebut sangat tinggi nilainya karena dipergunakan untuk sembahyang. Melihat keadaan saya yang marah itu maka reseptionist tersebut segera meminta maaf dan berjanji akan mencarinya dengan jalan menanyakan seluruh karyawan yang bekerja di hotel tersebut. Dan ternyata setelah staf hotel mencarinya maka tidak seorangpun yang mengambil dan melihat sajadah saya.

Kemudian pada siang harinya kami datang kerumah Richard Rondo untuk menanyakan berita selanjutnya mengenai Silva Obed dan suaminya. Richard Rondo mengatakan bahwa telah diterima berita melalui Gloria Pricila bahwa pagi sewaktu Silva Obed dan suaminya bersiap-siap untuk berangkat dari kampung Amfoang ke Kupang mereka telah di tahan oleh keluarga yang anaknya sedang menderita sakit jiwa dan meminta agar Silva Obed menyembuhkan anaknya yang sedang sakit jiwa tersebut supaya dapat kembali waras. Oleh sebab itu kedatangan Silva Obed ke Kupang mengalami penundaan dan baru diharapkan sampai ke Kupang setelah beberapa hari kemudian.

Ketika saya memberitahukan kepada Richard Rondo bahwa saya telah kehilangan sajadah pada pagi ini, dia pun memberi komentar bahwa karena saya sudah menerima Yesus/Isa A.M. maka saya tidak perlu lagi sembahyang di atas sajadah tersebut oleh sebab itu saya pun tidak perlu memiliki sajadah. Justru komentar itu yang membuat saya gelisah dan keinginan yang begitu mendesak untuk mengetahui siapa Yesus/Sayidina Isa A.M.itu sebenarnya yang telah mencengkeram kepala saya dengan dahsyat.

Karena tertundanya kedatangan Silva Obed beserta suaminya ke Kupang, maka saya putuskan untuk segera pulang ke Jakarta dan memberitahukan L. Alexander agar tinggal saja di Kupang menunggu sampai tibanya Silva Obed dan suaminya sedangkan penerjemah sebagai ganti saya dapat dilakukan oleh Urias Bait Dosen dari Universitas Nusa Cendana Kupang yang telah bersedia bertindak sebagai penerjemah. Tetapi karena perasaan solider terhadap saya maka kami sama-sama pulang ke Jakarta, tetapi kemudian L. Alexander pergi lagi ke Kupang setelah Silva Obed dan suaminya tiba di Kupang.

Segera setelah saya berada kembali di Jakarta, saya mulai mencari informasi untuk mengungkapkan siapa sebenarnya Yesus/Isa Al-Masih itu. Kepada teman-teman saya, saya ceritakan peristiwa terhadap diri saya di Kupang dan pada umumnya mereka mengatakan bahwa saya telah dijamah oleh setan-iblis bahkan ada yang menertawakan saya karena menurut kata mereka Yesus/Sayidina Isa A.M. adalah nabi Isa AS yang sudah lama meninggalkan Dunia.

Akhirnya saya memutuskan untuk menelitinya dari buku Al Quran dengan pemikiran bahwa jika di dalam buku Al Quran tidak dapat diungkapkan siapa sebenarnya Isa Al-Masih/Yesus itu maka yang menjamah saya memang setan-iblis tetapi, jika dari kitab Al Quran dapat diungkapkan siapakah Yesus/Sayidina Isa A.M. itu maka saya percaya dan yakin bahwa yang menjamah saya di Kupang pada waktu itu adalah benar-benar Yesus/Isa Al-Masih dan saya akan konsekwen berserah diri kepadaNya.


B. AYAT-AYAT AL QUR’AN YANG MENYELAMATKAN

Mulai dari tanggal 12 Mei 1993 saya mulai dengan intensif mempelajari buku Al Qur’an terjemahan Indonesia, terbitan PT. Sari Agung, tertanggal 2 Oktober 1991. Saya mempelajari Al Qur’an dengan ada terjemahan bahasa Indonesianya karena saya sendiri tidak menguasai bahasa Arab. Setelah lebih seminggu saya pelajari dengan intensif amak saya menemukan ayat Al Qur’an yang menyatakan bahwa Isa Putra Maryam diberkati dengan pelbagai mujizat. Oleh sebab itu, Dia dapat menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra dan menghidupkan orang yang sudah mati.

Pada saat itu pula saya merasa sakit kepala dimana rasa sakitnya hampir menyamai rasa sakit pada waktu kepala saya dicengkeram oleh tangan Yesus/Sayidina Isa Al-Masih di Kupang. Maka saya segera berdoa dan memohon kepada Isa a.s. agar Dia menyembuhkan sakit kepala saya karena menurut saya Al Qur’an Dia dapat menyembuhkan penyakit yang lebih berat lagi yaitu lepra. Tetapi doa saya tidak terkabul karena rasa sakitnya masih tetap saja. Kemudian untuk kedua-kalinya saya berdoa dan rasa sakitnya tetap saja bahkan sakitnya lebih parah. Akhirnya saya berpikir mungkin cara berdoa saya yang salah dan terlintas dalam ingatan saya bahwa pada waktu di Kupang orang-orang Kristen berdoa dengan menyebut nama Yesus yaitu nama Sayidina Rabboni Isa Almasih. Oleh sebab itu untuk ketigakalinya saya berdoa tetapi sekarang dengan menyebut nama Yesus Kristus dan memohon kepadaNya untuk kesembuhan sakit kepala saya. Segera setelah ucapan doa saya selesai, maka sakit kepala saya terasa diangkat perlahan-lahan sehingga sakitnya pun hilang sama sekali dan terasa seluruh tubuh dipulihkan kembali sehingga menjadi segar bugar. Air mata saya berlinang karena saat itulah saya yakin bahwa nama Yesus itu adalah nama Dia yang hidup, yang telah mendengarkan doa saya.

Kemudian saya terus mempelajari ayat-ayat- Al Qur’an sampai saya menemukan ayat-ayat- Al Qur’an yang sangat menentukan bagi saya untuk menerima Yesus dan penelitian saya berakhir pada tanggal 28 Mei 1993 dengan diketemukannya ayat-ayat penting yang perlu saya ketahui antara lain ayat-ayat yang menyatakan:

- Al Qur’an adalah bagian dari Alkitab (Az Zukruf ayat 4)
- Al Qur’an membenarkan berlakunya Taurat dan Injil (surat-surat Al Baqarah, Aali Imraan, An Nisaa, dll)
- Al Qur’an ditujukan untuk bangsa Arab yang berbahasa Arab (Fushshilat ayat 3)
- Muhammad bukan penolong dan penyelamat melainkan seorang yang memberi
peringatan (Az Zumar ayat 19. Al Baqaroh ayat 119)
- Atas perintah/firman Allah, Isa Almasih putra Maryam adalah orang yang paling atas kedudukannya di dunia dan akhirat. (Aali Imraan ayat 45)
- Umat Nasrani/Ahli Kitab yang beriman masuk syurga (Al Maa-idah ayat 65)

Kemudian setelah ditemukan ayat yang sangat menetukan bagi saya yaitu:

- Isa Almasih adalah petanda bagi kiamat, oleh sebab itu ikutlah dan taatlah kepada Isa Al-Masih karena inilah jalan yang lurus. (Az Zukhruf ayat 61 dan ayat 63),

maka saya ambil keputusan bahwa yang menjamah saya di Kupang dengan dahsyat adalah Yesus/Sayidina Isa Al-Masih Oleh sebab itu saya konsekwen menerima Yesus dengan sukacita dan akhirnya telah dibaptis pada tanggal 30 Mei 1993.

Wassalammu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 30 Mei 1993
Penyusun
Drs. A. Purnama W.

Friend Of God

Today's Scripture

“Abraham believed God and it was credited to him as righteousness, and he was called God’s friend” (James 2:23).

Today's Word from Joel and Victoria

The All-Knowing, All-Powerful, Creator of the Universe wants to be your friend today. He wants to walk with you and talk with you and share life with you. That’s why He created you—first and foremost, for fellowship. It’s as simple as opening your heart of faith to Him. If you have faith in God today then, just like Abraham, you are God’s friend. And the Bible says that God is a friend that sticks closer than a brother. That means He is faithful. He will never leave you. He will never forsake you. He is with you always. He is mindful of you—that means He is always thinking of you. What an honor and privilege it is to be called God’s friend! Let that sink down into your heart today. The next time the enemy tries to tell you that you are alone in this world, or that no one else understands what you are going through, just say out loud, “I am a friend of God.” With God as your friend, He’ll walk forward with you down the path of victory He has prepared for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank you for being my friend today. Thank you for loving me and for being faithful to me. Help me to understand your friendship today so that I can be a better friend to those around me. In Jesus’ Name. Amen.

From : Joel Osteen Ministries

22 January 2008

Renungan Mengenai Sangkar Burung

Suatu masa, ada seorang pria bernama George Thomas, seorang pastur di sebuah kota kecil di New England . Pada suatu Minggu pagi,hari Paskah, ia tiba di gereja dengan membawa sangkar burung yg sudah karatan dan penyok-penyok, dan meletakannya di altar. Orang-orang pada keheranan dan, seolah-olah menangkap rasa penasaran orang-orang, Pastur Thomas mulai bicara....

"Saya sedang berjalan-jalan sekeliling kota kemarin dan melihat seorang anak laki-laki berjalan mendekati saya sambil mengayun-ayunkan sangkar burung ini. Di dasar sangkar ada tiga burung kecil dan liar,menggigil karena kedinginan dan ketakutan. Saya stop anak laki-laki itu dan saya tanyakan, "Ada apa di sangkar itu, nak?"

"Hanya beberapa burung biasa" jawabnya.

"Apa yg akan kau lakukan pada mereka ?" tanya saya.

"Bawa pulang ke rumah dan menggoda mereka," jawabnya.

"Saya akan menggoda mereka dan mencabuti bulu-bulu mereka supaya mereka saling berkelahi. Saya pasti akan menikmati saat itu."

"Tapi kamu nanti akan jadi bosan dengan burung-burung itu cepat atau lambat. Lantas apa yang akan kamu kerjakan ?"

"Oh, saya kan punya beberapa kucing," kata anak laki-laki itu. "Mereka senang burung. Saya akan berikan burung-burung ini pada kucing-Kucing itu"

Pastur terdiam untuk beberapa saat. "Berapa yang kamu inginkan untuk burung-burung itu, nak?"

"Huh? Mengapa, Anda tidak mungkin menginginkan burung-burung inikan, Pak. Mereka hanyalah burung biasa. Mereka tidak bisa bersiul merdu. Mereka bahkan tidak menarik!"

"Berapa ?" Tanya pastur lagi.

Si anak laki-laki itu mengukur kemampuan si pastur dan menilai si pastur mungkin gila, dan menjawab, "$10?"

Pastur mengambil dari kantungnya dan mengeluarkan selembar uang kertas sepuluh dollar. Ia taruh di tangan anak laki-laki itu! Dalam sekejap, anak laki-laki
itu pun menghilang. Si pastur memungut sangkar tersebut dan dengan lembut membawanya ke ujung gang dimana ada sebuah pohon dan tempat yang berumput. Sambil meletakkan sangkar itu, ia membuka pintunya, dan dengan mengetuk jeruji sangkar pelan-pelan membujuk burung-burung itu keluar.

Dan, itu tadi menjelaskan mengapa sangkar burung yang kosong ini di atas altar ini, lalu pastur mulai menceritakan cerita ini.

Suatu hari Iblis dan TUHAN sedang bercakap-cakap. Iblis baru saja datang dari Taman Firdaus, dan ia nampak rakus dan sedang membual. "Ya, tuan, saya baru saja melihat dunia penuh dengan orang-orang di bawah sana. Saya pasang perangkap, gunakan umpan yang saya tahu pasti mereka tak akan bisa menolak. Kenalah mereka semua!"

"Apa yg akan kau lakukan terhadap mereka ?" tanya TUHAN.

Iblis menjawab, "Oh, saya akan bersenang-senang! Saya akan ajarkan mereka bagaimana kawin dan cerai, bagaimana saling membenci dan menganiaya satu sama lain, bagaimana saling minum-minum dan merokok dan menghujat. Saya akan ajarkan mereka bagaimana membuat senjata dan bom dan saling membunuh satu sama lain. Saya akan benar-benar senang!"

"Dan apa yang akan kau lakukan terhadap mereka setelah engkau selesai dengan itu semua?" tanya TUHAN.

"Oh, saya akan bunuh mereka," Iblis menatap dengan bangga.

"Berapa yang kau inginkan untuk mereka ?" tanya TUHAN.

"Oh, kau tidak mungkin menginginkan orang-orang itu. Mereka tidaklah baik. Mengapa, kau ambil mereka dan mereka hanya akan membencimu. Mereka akan meludahimu, menghujatmu dan membunuhmu. Kau tidak mau orang-orang ini!"

"Berapa ? Ia bertanya lagi.

Iblis menatap TUHAN dan menyeringai, "Semua darah, airmata, dan jiwamu."

TUHAN berkata, "Baiklah !" Lalu Ia membayar harganya, dengan darah, airmata dan jiwaNYA

Pastur memungut sangkar tersebut. Ia membuka pintunya dan ia melangkah dari mimbar.

Catatan :
Apa tidak lucu bagaimana orang-orang dengan mudah membuang Tuhan lalu heran mengapa dunia menuju ke neraka. Apa tidak lucu jika seseorang dapat berkata, "Saya percaya pada Tuhan," tapi masih mengikuti Iblis (yang mana juga "percaya" pada Tuhan).

Apa tidak lucu jika engkau dapat mengirimkan ribuan lelucon melalui e-mail lantas menyebar seperti api, tapi saat kau mau mengirimkan pesan-pesan mengenai Tuhan, harus berpikir dua kali dulu sebelum mengirimkannya.

Apa tidak lucu saat kau ingin meneruskan email ini, kamu tidak akan mengirimkannya kepada semua orang yang ada di buku alamatmu,karena kau tidak yakin bagaimana keyakinan mereka, atau apa yang mereka pikirkan terhadapmu.

Saya berdoa, untuk setiap orang yang mengirimkan email ini kepada semua orang yang ada di buku alamat mereka, mereka akan diberkati oleh Tuhan secara khusus.

INTAN dan PERMATA tak kumiliki; Tapi dalam nama Yesus yang bangkit aku berseru: "HIDUP INTAN".

No Eye Has Seen

Today's Scripture

“No eye has seen, no ear has heard, and no mind has imagined what God has prepared for those who love Him” (I Corinthians 2:9).

Today's Word from Joel and Victoria

Have you ever tried to imagine what God might have in store for your future? No matter how great the dreams are that you may be able to come up with, God has more in store for you than you can even begin to imagine! It’s starts in this life and then carries over into the eternal life. God is a creative god and His thoughts and plans go way beyond our thoughts and plans. No eye has seen, no ear has heard, no mind has imagined what He has in store! Let that encourage you today to dream bigger. Get your expectancy up. There’s nothing that you can come up with that is beyond God. He wants to see you rise higher and it starts with your thinking. Think bigger. Think expansive. God wants you to excel and go beyond where you are. He wants to see you fulfill the desires of your heart! Keep standing strong in faith, and dreaming big, and you will see the life of victory He has prepared for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for loving me and for preparing great things for my future. Help my thoughts to become agreeable to Your will. Increase my vision and give me Your strength to fulfill all that You have placed in my heart. In Jesus Name. Amen.

From : Joel Osteen Ministries

21 January 2008

Prayer List

Heavenly Father I come humbly before you and your Holy Throne to pray for your people. I ask you to answer each and every one of my prayers. Thank you Father in the precious and holy name of Jesus

Father, I pray for the Evangelists and Missionaries of this world. Supply every one of their needs. Let them overflow with the power of the Holy Spirit. Give them special spiritual gifts and impart wisdom and knowledge and discernment to them to enable them to do your work. Protect them from the evil one and watch out for their safety wherever they are. Father, I ask you to answer all their prayers and send them to every country in the world to lead the unsaved souls to you. Let their work be a blessing to your kingdom and your people.
Thank you Father.

Father, I pray for all the persecuted Christians and their persecutors in the world. I ask you to protect your people and free the persecuted Christians and set them free from their captivity. Break the chains so they can serve you freely. Father, I pray for the persecutors salvation and ask that their hearts and minds would be turned to your word and they too would have a desire to know and serve you. Bless them and restore them to new life in you.
Thank you Father.

Father, I pray for the Pastor’s of this world. I ask that you would supply all of their needs, give them a fresh anointing continuously and impart to them wisdom and knowledge and focus to serve you. Protect them from the evil one and evil things of this world, look out for their safety as well as their families. Father, I ask you to give every spiritual leader an ambition to be like Lord Jesus and have a desire to reach out to lost souls and I ask that you would purify them and let them have a passion for God’s glory in every situation. Guide them, direct them and make every decision for your Kingdom work and let them hear your voice so they can walk Holy lives with you.
Thank you Father.

Father, I pray for the Presidents and the members of the Senate and Congress of the governments of the world. I ask that you would supply their life needs. Fill these leaders with the power of the Holy Spirit and impart wisdom and knowledge to them so they have a desire to serve you and be supportive of Christian work. Let the lost and unsaved among them come to you and receive their salvation. Father I ask you to move their hearts to bring Prayer back into the schools of the world
Thank you Father.

Father, I pray for the prisoners of this world. I ask you to touch their hearts. I claim authority in Jesus’ name to break the yokes and remove the burdens and bondage’s in their lives and turn their hearts and minds to your word, to receive their salvation and restore their lives. Use them for your Kingdom work.
Thank you Father.

Father, I pray for the people’s work that is destroying others lives. Dope dealers, Porno dealers, Prostitutes, Abortionists, and the Gangsters of this world. I claim authority in Jesus’ name to break the yoke and remove the burdens in their lives. Let sin not have dominion over them and I ask you to release the captives from their bondages. Lord, let the power of your spirit transform and change the minds, the thoughts, the actions, everything about them and deliver them from their old lives to new life. Give them wisdom and knowledge so they will have a desire to do your work and follow you.
Thank you Father.

Father, I pray for the Gays and Lesbians of this world. I claim authority in Jesus’ name to break the yoke and remove the burdens in their lives and break their chains of bondage. Free them from their old lives and deliver them. Father, let their hearts turn to you and receive their salvation. Have mercy on them.
Thank you Father.

Father, I pray for the school children and the principals and teachers of this world. Let them start their day with prayer in the schools and hear the stories of the bible each day. Let the fire of the Holy Spirit be present in the world’s schools and let him touch every child’s heart. Let them come to you for their salvation and be delivered from their old life to new life in you. Give them wisdom and knowledge so they can serve you. Father bless them with your desires and protect them from the evil one and evil things of the world.
Thank you Father.

Father, I pray for all the poor countries of the world such as China, North Korea, Vietnam, Cambodia, Philippines, Russia, Turkey, India and Africa and other poor countries of the world. Father, I ask you to open the windows of heaven and let your blessing begin to flow over your peoples. Prevent these people from starving, supply their needs and let them have life more abundantly. Restore their health. Father, I claim authority in Jesus’ name to break the yokes and remove the burdens in their lives and I ask you to touch each and every unsaved soul in these countries and ignite them with the fire of the holy spirit. Let them come to you and receive the salvation of their soul. Don’t let anyone miss knowing you. Let the ones that have been saved be filled with the Holy Spirit and give them the desire to serve you.
Thank you Father.

Father, I pray for Israel and Jordan and ask that you would pour out your blessing and peace on these countries and protect these people from terrorists and their activities. Supply the needs of the people of these countries, give them a fresh anointing, abundant life and good health. Father, let the traveling tourists be protected when they come to pray in your Holy City. Protect them from the dangers and evil; let them all receive a fresh anointing, new joy and peace as they return safely to their homes.
Thank you Father.

Father, I pray that your spirit would come into the hearts of women pregnant with unwanted children. Soften their hard hearts Father and impart to them the miracle of conception and childbirth. Let them know how precious life is in your eyes Father. Encourage and strengthen them Father to bear and raise these precious lives they carry in their wombs.
Thank you Father.

Father, I pray for the needy people of this world. I ask you to bring blessing into each and every life and supply their needs. Restore new life unto your people and let them all live in your blessing and guidance and surrender their lives to you. Let their hearts all be touched by your spirit. Give peace and joy to the lonely people as well as people in nursing homes and hospitals. Deliver them from the bondage of their darkness, sins and spirit of infirmity. Bless their health and let your divine healing virtues flow through their physical and mental bodies continuously. Let their blessing bring glory to your name.
Thank you Father.

Father, I pray for every lost soul in this world. I ask that you would touch each and every one of their hearts with the fire of the Holy Spirit, let them all come to you to receive the salvation of their souls. Don’t let anyone miss knowing you. Deliver them and reveal to them that you love them all. Restore their lives in you as well as people in the 10/40 window and heathen countries. Let their salvation bring you Glory.
Thank you Father.

Father, I pray for the Jews and Muslims. Father, I ask you to pour the fire of the Holy Spirit into these countries, ignite all these people’s hearts. Let them all receive their salvation. Lord, I ask you to deliver them from all the evils and have mercy on them. Protect the innocents in these countries and reveal to them that Jesus is your son.
Thank you Father.

Father, I pray for the peoples of the Southern Sudan in Africa. I ask you Father to protect them from their persecutors. Restore their lives in you. Father, I ask that you would help in all areas of their need, such as Doctors, Medicines, food supplies, evangelists and missionaries. Father, you are the healer and provider of your children’s needs. I ask that you would heal the incurable diseases. I also ask you to pour out the fire of the Holy Spirit into this country and ignite each and every heart and let them all receive salvation and empower each and every one of them to serve you.
Thank you Father.

Father, I pray that Revival would sweep through the whole world. I ask that the fire of the Holy Spirit would fall on every church and ignite your people’s hearts. Let each and every person be filled with the power of the Holy Spirit and transform and destroy fleshly things in them. Impart to each of them wisdom, knowledge and discernments of the spirits. Stir up your people’s hearts with the power of the spirit and let them have a burning desire to reach out to all the unsaved souls in this world. Father, let all your people repent and purify themselves for your kingdom and let each and every one of them prepare for the soon return of your son Lord Jesus.
Thank you Father.

Father, I pray for the military personnel and police of the world as well as their families. I ask you to protect them from the evil one and evil things and watch out for their safety wherever they are. I ask you to touch each and every heart among them who haven’t been saved and let them all be soldiers for your Kingdom work. Impart your wisdom and knowledge and your desire for them to serve you. Guide and direct every area of their lives and let their lives touch the lives of others for your Gospel.
Thank you Father.

Father I pray for each and every person who is believing in false God’s/Idols in this world. I ask that you would reveal to them that you are the almighty God to whom all things are possible so no one can miss knowing you. Deliver them from the bondage of demonic power, darkness, and strongholds of religious thoughts that keeps them in ignorance of their salvation. Whatever is binding them, set them free and deliver them from the enemy’s power, let them see the truth of the Gospels. Whatever it takes, Father, set these people free from Satan’s power. Let their hearts be touched by your Spirit and resist the work of the Devil. Impart to them your wisdom and discernment so they can understand your words. Bless these peoples salvation with your mercifulness Father.
Thank you Father

I thank you for answering all the prayers for these countries and people’s lives and I claim it. Let their every blessing bring glory to your name.
In Jesus’ mighty name, amen

Whoever prays this prayer list daily, with love, will be very blessed.

NB : Kalau ada yang bisa translate artikel ini ke Bahasa Indonesia tolong kirim email ke saya ya :) Saya ngerti artinya cuman mau translate ke Bahasa Indonesia kok susah cari kata2nya yang bagus :) Terima kasih.

Kesaksian Louisa Bernadette Indrawati

Tinggi badan Louisa Bernadette Indrawati (34) hanya 74 cm. Jauh dari ukuran tinggi rata-rata wanita Indonesia . Namun, dengan fisik yang tak sempurna, ia bisa menikah, bahkan melahirkan anak. Sejak itu namanya menghiasi media massa . Inilah kisah Louisa yang menakjubkan. ..

TUMBUH DENGAN HARAPAN

Louisa merasa dirinya berbeda ketika masuk TK. Ia melihat teman sebayanya tak sekecil dirinya. Bentuk tubuh, tangan, dan kakinya sangat lain dari yang lain. "Papa dan Mama bilang, meski berbeda, aku tidak boleh minder. Pasti Tuhan kasih kelebihan. Pasti Tuhan punya rencana indah untukmu," kisah anak pertama dari tujuh bersaudara pasangan Andreas Sukardji Kusno dan Maria Magdalena Sriyati. Kata-kata positif, motivasi, dan kasih yang penuh dari orangtua membawa Louisa tumbuh dengan harapan. Ia bisa menerima dengan lapang tatkala orang melihatnya dengan tatapan aneh.

Lulus SD, Louisa mempunyai pengertian di hatinya. Ia kerap minta diantar sekolah dengan kendaraan umum meski orangtua telah menyediakan mobil untuk antar jemput. "Biar saya bisa bertemu banyak orang. Naik bis atau angkutan umum memberi banyak pengalaman. Saya tanamkan dalam diri saya, tak boleh minder kalau mau maju". Louisa rajin belajar. Nilai rapornya bagus. Ia selalu juara dan masuk tiga besar di kelasnya. Jalur pendidikan yang dilaluinya pun sekolah umum. "Saya tidak pernah masuk ke pendidikan untuk anak cacat," ungkap wanita kelahiran Kediri, 27 Mei 1974.

Saat kuliah hukum atas anjuran ayahnya yang jaksa, Louisa diam-diam, tanpa sepengetahuan orangtuanya, mengambil kuliah komputer sampai lulus D3. Ia sangat tertarik dengan tekonologi. Lulus kuliah, Louisa bekerja di perusahaan komputer. "Percaya diri itu memang ada, tapi saya tetap tahu diri dengan keadaan tubuh saya. Saya tak pernah terpikir menikah. Saya mengadopsi bayi berumur 20 hari. Saya memberinya nama Maria Rosa Widya Buana." Louisa mengasuh dan mendidik Rosa penuh kasih. Bak ibu pada anak-nya. "Dia juga selalu tiga besar," kata Louisa tersenyum ke arah Rosa .

BERLIBUR KE BALI

Desember 1999, Louisa ambil cuti tahunan dan berlibur ke Bali bersama Rosa . Ke mana pun pergi, Louisa selalu membawa Alkitab. Ia berusaha dapat membacanya setiap hari. Louisa tahu pasti, kekuatan hidupnya terletak pada kedekatannya dengan Tuhan. Di pesawat, Louisa membaca Alkitab. Namun, tanpa sengaja Alkitab itu terjatuh. Tiba-tiba saja laki-laki yang duduk di sebelahnya mengambilkan Alkitab itu, "Mbak, ini Alkitabnya." Louisa pun mengangguk menerima Alkitab dan berucap singkat, "Thanks." "Saya selalu berusaha menghindari perkenalan yang berkepanjangan dengan pria. Saya takut jatuh cinta. Saya sadar betul akan diri saya," ungkapnya.

Pria tadi beberapa kali mengajaknya mengobrol yang dijawab singkat. Bahkan cenderung cuek. "Mbak, mbak kan orang Kristen, kok sombong sih?" Dug! Louisa benar-benar kaget dengan komentar itu. Sombong? Sesungguhnya di hati yang paling dalam Louisa minder! Selama ini ia sengaja tidak pernah ramah dengan setiap pria yang ditemuinya. Ia sadar ternyata sikapnya itu telah melukai orang lain. Ya, bukankah ia pengikut Kristus yang harus jadi berkat? Perkenalan pun terjadi. Mereka bertukar alamat email dan nomor telepon. Pria tadi bernama Handoyo Suryo. Setelah perkenalan itu, Handoyo menghubunginya. Lalu mereka saling menelepon, kirim email, dan chatting. Persahabatan pun terjalin.

Satu kali, tanpa sengaja mereka bertemu kembali di Jogja saat keduanya tugas kantor. "Saya kaget bukan main. Saya lagi makan bareng teman-teman di restoran. Eh, Handoyo juga di restoran itu. Akhirnya kami ngobrol satu meja." Selesai makan mereka kembali ke hotel masing-masing. Saat berpisah itulah, Louisa merasakan hal aneh di hatinya. Ia berpikir tentang Handoyo. Jatuh cinta? Ah, tidak. Tidak! Louisa mencoba menepis perasaan lain dari sekadar persahabatan. Hati Louisa bergejolak. Entahlah, malam itu Louisa merasakan ketulusan Handoyo. Louisa berdoa, bertanya pada Tuhan tentang perasaan itu. "Tuhan seolah menjawab, Handoyo itu orang baik".

LAMARAN PERTAMA

Tiga tahun bersahabat, tiba-tiba Handoyo datang menemui Louisa sambil membawa cincin, "Will you marry me?" Louisa tersentak. Campur aduk perasaan dalam hatinya. Betulkah? Seriuskah? Ah, tidak mungkin. Lamaran Handoyo saat itu terasa lebih sebagai penghinaan. "Saya tepiskan cincin yang dibawanya. Saya marah. Saya bilang padanya, tidak. Ini nggak mungkin terjadi." Hatinya menangis. Lamaran itu ditolaknya. Handoyo mencoba meyakinkan bahwa lamaran itu betul-betul serius. Louisa tak percaya. Setelah kejadian itu, hubungan mereka memburuk. Louisa tak mau mengangkat telepon dari Handoyo. SMS dan email pun tak dibalasnya.

LAMARAN KEDUA

Handoyo benar-benar serius! Lamaran kedua dilakukan. Ia membawa orangtuanya dari Surabaya datang ke Jakarta . Namun, ketegangan terjadi karena orangtua Handoyo sangat kaget melihat keadaan Louisa. Lamaran kedua pun akhirnya batal.

KEYAKINAN

Handoyo yakin benar Louisa adalah pasangan yang diberikan Tuhan baginya. Itu selalu diucapkan pada Louisa, "Mari kita sama-sama berdoa. Tuhan Maha ajaib. Dia akan buka jalan." Menjawab keyakinan Handoyo, Louisa hanya berkata, "Kalau memang kehendak Tuhan, kamu pasti bisa meyakinkan orangtuamu dan orangtuaku."

PERNIKAHAN KUDUS

Agustus 2004, doa itu terjawab. Handoyo dan keluarga datang melamar Louisa. Keharuan tak dapat dibendung. Orangtua Louisa menerima lamaran untuk anak sulungnya tanpa keraguan. Empat bulan kemudian, 13 Oktober 2004, Louisa dan Handoyo mengikat janji dalam sakramen pernikahan kudus di Gereja St. Vincentius A. Paulo, Kediri . Di hadapan pastor, umat, dan keluarga janji setia diucapkan. Mereka akan bersama dalam susah dan senang, dalam miskin dan kaya, dalam sehat dan sakit sampai maut memisahkan. "Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan, diberikan Tuhan bagi saya. Saya diberi suami yang sangat baik," tutur haru wanita yang kerap bersaksi di berbagai gereja itu.

KELAHIRAN YANG AJAIB

Dua bulan menikah, Louisa terlambat datang bulan. "Saya pikir ya biasalah mungkin karena capek. Tapi suami mendorong periksa ke dokter. Menyampaikan hasil positif hamil, dokter ngeliatin saya. Seperti nggak percaya. Saya dan suami juga nggak kalah kaget."

Berita ini keruan saja menghebohkan keluarga. Senang sekaligus khawatir. Apalagi setelah dokter menjelaskan bahwa kehamilannya sangat berisiko. Dokter pun menyarankan untuk aborsi demi keselamatan ibu dan anak. Handoyo dan Louisa terus berdoa. "Setelah berdoa, saya yakin meneruskan kehamilan saya. Suami juga sepakat. "Setelah hamil enam bulan sepuluh hari, Rabu, 15 Juni 2005 tepat 07.40 Wib, Louisa melahirkan bayi wanita yang diberi nama Maria Gabriella Handoyo di RSAB Harapan Kita.

Sungguh hari yang sangat bersejarah. Bukan hanya bagi Louisa, tapi juga dunia kedokteran. Peristiwa ini diliput hampir semua stasiun TV, radio, dan media cetak.

"Puji Tuhan. Tak habis-habisnya kami bersyukur pada Allah," kata wanita yang Juni 2005 tercatat di MURI sebagai wanita pertama Indonesia dengan ukuran tubuh 74 cm yang berhasil melahirkan. Meski lahir amat prematur, Gaby tumbuh dengan baik karena Louisa memberinya ASI.

Gaby, demikian Louisa dan Handoyo memanggilnya. Bayi normal itu kini telah tumbuh menjadi bocah yang lincah dan pintar. "Tinggi badannya sudah lebih 2 cm dari saya," kata Louisa saat berdiri di sebelah Gaby. Menakjubkan! Apa yang dialami Louisa seperti harapan yang tak mungkin. "Tapi bagi Tuhan apa yang tidak mungkin?" kata Louisa menutup wawancara dengan Bahana di rumahnya, di bilangan Jakarta Barat.

Cinta Ini Milikmu Mama

"Rosa, bangun.. Sarapanmu udah mama siapin di meja."

Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat tapi kebiasaan mama tak pernah berubah.

"Mama sayang. ga usah repot-repot ma, aku sudah dewasa.", pintaku pada mama pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya, ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil keringatku.. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca.. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak. tapi entahlah.. Niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya, "Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin mama sedih?"

Kutatap sudut-sudut mata mama, ada genangan air mata di sana.
Terbata-bata mama berkata, "Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kamu sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kamu, mama tidak bisa lagi jajanin kamu. Semua sudah bisa kamu lakukan sendiri"

Ah, Ya Tuhan, ternyata buat seorang Ibu, bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

Diam-diam aku merenungkan. Apa yang telah kupersembahkan untuk mama dalam usiaku sekarang? Adakah mama bahagia dan bangga pada putrinya?

Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab "Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kamu berikan pada mama. Kamu tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat mama. Setelah dewasa, kamu berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar mata kamu mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap "Ampunkan aku ya Tuhan kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama. Masih banyak alasan ketika mama menginginkan sesuatu." Betapa sabarnya mamaku melalui liku-liku kehidupan.

Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Ah, maafin kami mama..... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat mama lelah.. Sanggupkah aku ya Tuhan?

"Rosa, bangun nak.. sarapannya udah mama siapin di meja.. ". Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan.. "Terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama." Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan..

Cintaku ini milikmu, Mama. Aku masih sangat membutuhkanmu.. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat "Aku sayang padamu." Namun begitu, Tuhan menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai..

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita, Ibu. Walau mereka tak pernah meminta. Percayalah.. kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia..

"Ya Tuhan, cintailah mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mama selagi ENGKAU mengizinkan aku hidup. Dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, terimalah dan jagalah ia disisiMu.. Titip mamaku ya Tuhan.."

Untuk dan oleh semua Ibu yang mencintai anak-anaknya dan semua anak yang mencintai Ibunya..

He Will Do Great Things

Today's Scripture

"Fear not, O land; be glad and rejoice: for the LORD will do great things” (Joel 2:21).

Today's Word from Joel and Victoria

God wants to do great things in your life! Notice this verse starts out by saying “fear not.” Fear is a barrier to the promises of God. The Bible says that whatever does not come from faith is sin, or missing the mark. Don’t ever let fear be a factor in the choices you make in life. If you make choices because you are afraid of something, that fear will block the blessing of the Lord in that area. Overcome fear by meditating on the promises of God’s love and goodness. Perfect love casts out all fear. When you understand the love of God, you have nothing to fear. You know the Lord will do great things! Let that sink down into your spirit today. Meditate on this verse and declare it out loud every day. As you study God’s Word your faith will grow and fear will be gone from your life. You’ll know his love and you will experience His goodness in every area of your life!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for goodness and faithfulness. Show me Your perfect love so that may know You. I choose to rejoice in you and trust that You will do great things in my life! In Jesus’ Name. Amen.

From : Joel Osteen Ministries

20 January 2008

Dua Jam Di Alam Maut

Kisah nyata ini sudah terjadi kira-kira 5 tahun yang lalu, tetapi karena ada salah seorang teman saya yang di dalam Kristus membicarakan topik ini, saya jadi rindu untuk menceritakan kembali dengan harapan ini semua bisa menjadi berkat buat kita semua.

Kedua mertua dan ipar-ipar saya tinggal di Sydney, Australia. Papa mertua saya mempunyai kebiasaan membersihkan taman belakang tiap seminggu sekali. Beliau menyiangi rumput dengan menggunakan pisau yang berputar seperti cakram (saya lupa nama alat tersebut). Jadi cuma pegang sticknya, pisaunya otomatis membabat rumput itu sendiri. Pada hari naas tersebut, tiba-tiba ada batu yang menonjol sehingga pisau tersebut kena batu dan patah berbalik ke arah Papa dan memotong paha kanannya cukup dalam. Sebelum jatuh pingsan ia sempat berteriak panggil mama mertua (waktu itu lunch time dan di rumah nggak ada siapa-siapa).

Puji Tuhan setiap lunch time adik ipar saya selalu pulang makan ke rumah karena perusahaan tempatnya bekerja hanya 10 menit dari rumah. Jadi hanya selang beberapa menit dimana Mama sempat bingung, tapi adik ipar sudah muncul dan buru-buru mereka bawa ke gawat darurat. Puji Tuhan lagi gawat darurat di Sydney nggak sembarangan, sekalipun dokter jaga mereka bisa mengambil alih pekerjaan dan bisa dipertanggung jawabkan. Saat itu papa sudah siuman dan dapat merasakan proses pembersihan luka di pahanya. Hal yang paling sulit adalah pasir dari kotoran masuk ke dalam lapisan daging. Dokter sudah berusaha memberikan tetapi pisau memotong cukup dalam (untung tidak mengenai tulang) sehingga dengan terpaksa ada juga daging yang ikut disayat dan dibuang. Hebatnya cara kerja dokter di sana, untuk menjahitpun perlu tiga lapisan (daging dengan daging, kulit dalam lalu kulit luar) Karena kami punya dokter keluarga (teman se SMA Papa waktu di Tegal) jadi akhirnya dokter ini yang kemudian menangani (tapi rumahnya lumayan jauh dari rumah, sekitar 1 jam).

Papa diberi antibiotik untuk mencegah infeksi. Namun beberapa hari kemudian, ternyata kakinya tetap infeksi, bengkak besaaaarrr sekali karena kotoran di dalam daging tidak keluar. Dokter pribadinya dihubungin untuk membuat appointment dan diberitahukan bahwa terjadi pembengkakan, dan beliau berjanji akan datang akhir minggu untuk membuka ulang luka. Waktu itu ia hanya menyarankan melanjutkan antibiotik. Ternyata ketika dokter datang, bisa-bisanya dia lupa bawa gunting dan peralatan untuk buka luka Papa, jadi terpaksa dia membuat appointment baru dan akan kembali lagi dalam beberapa hari. Pada waktu itu juga dia sadar ternyata Papa sudah lebih dari 10 hari makan antibiotik (98 butir!) dan harus segera berhenti sebab Papa sudah mulai merasa tulang-tulangnya kaku.

Kalau nggak salah 2 hari setelah kunjungan dokter (jadi nggak sempat dibuka lagi lukanya) pada suatu malam (yang lain sudah tidur semua)

Papa dalam keadaan sangaaaat sakit, tulang & badannya terasa lumpuh, terutama sakit di pahanya malah luar biasa! Rasanya udah nggak punya kekuatan untuk bicara atau minta tolong. Lalu sambil berbaring dia berdoa supaya Tuhan Yesus mengampuni semua dosa-dosanya dan dia juga mengampuni dan mengangkat semua kepahitannya (waktu itu memang Papa punya dendam kepada seseorang yang merampas harta mereka, yang menyebabkan mereka sekeluarga pindah ke Australia dalam keadaan stressed.)

Nah waktu ngomong "Ampuni...ampuni..." tiba-tiba ia merasa rohnya keluar dari tubuh dan ada 2 'orang' di sebelah kiri kanannya. Waktu dia lihat 'orang' itu ternyata mukanya sendiri! Keduanya memimpin dan menjelaskan dimana dia berada, cuma yang satu suaranya agak lembut satunya lagi kaku dan kasar. Mereka membawa dia melalui sebuah lorong menuju ke suatu pintu besar dimana di belakang pintu itu banya orang berbondong-bondong mengantri dan masuk satu-satu. Begitu setiap orang masuk, di depan mereka diperhadapkan lagi dua buah pintu, yang satu pintu menuju 'maut' dan lainnya menuju 'Firdaus'. Papa ada di depan pintu itu dan tetap ngomong "Ampuni saya..."

Lalu tiba-tiba di depannya terpampang tulisan-tulisan berwarna merah yang tidak ada dasarnya (jadi tulisan itu seperti tergantung di udara.) Semu dosa-dosanya dan perbuatan semasa hidupnya ada tercatat dalam tulisan itu, bahkan juga nama orang yang menyakiti dia. Papa hanya menangis nggak bisa ngomong apa-apa. Lalu tiba-tiba seorang ibu tua yang lusuh masuk dan berdiri dihadapan ke dua pintu itu sambil menangis, "Tuhan, kasihani anak-anak saya kalau mereka melakukan kejahatan. Biarlah saya sebagai ibu mereka menerima hukumanMu asal jangan mereka." Dan ada sebuah suara yang bicara singkat, jelas, dan tegas penuh wibawa berkata, "Biarlah dosa mereka, mereka yang menanggungnya. Masuklah ke rumah BapaKu." Ibu itu masuk ke pintu yang menuju 'Firdaus' dan begitu melewati pintu itu, ia berubah dalam sekejab mata menjadi cantik, putih, dan bercahaya. (Papa mertua nggak pernah baca Alkitab, jadi istilah-istilah yang digunakan meyakinkan sekali.)

Kemudian masuk seorang anak muda yang ugal-ugalan. Segera ia tahu bahwa pintu yang satunya bercahaya dan ia ingin menuju ke sana. Tapi badannya bertentangan dengan kakinya, sebab kakinya membawa dia mengarah ke pintu 'maut'. Lalu terdengarlah suara yang berwibawa itu, suara itu berkata, "Kakimu menjadi saksi kemana engkau pergi dan apa yang telah engkau perbuat selama hidupmu." (ini kalimat yang paling saya ingat dari seluruh cerita) dan segera kakinya membawa dia masuk melalui pintu 'maut' sambil ia berteriak-teriak "Nggak mauu...nggak mau...." dan lolongannya makin keras dan menyayat hati...(kata Papa), hopeless banget deh. Baru beberapa langkah, sambil melolong kesakitan tubuhnya meleleh, dan kaki itu berjalan terusss....sampai berbunyi "Klik..klik..klik.." (menjadi tengkorak!) dan akhirnya terjun ke suatu lubang kawah yang besar dimana jeritan dan lolongan itu menjadi banyak dan mengerikan!

Kemudian masuk seorang pendeta muda yang perlente dan keren. Langsung 'hamba Tuhan' ini dengan yakin menjelaskan semua aktivitasnya: "Saya sudah melayani sampai ke luar negeri, memberitakan NamaMu dan melakukan banyak hal-hal besar dalam NamaMu." Tetapi cukup suara itu hanya bertanya "Dimana jubahmu?" (saya sampai sekarang nggak ngerti tentang cerita pendeta perlente ini. Mungkin seperti di Matius 7:23) dan pendeta itu bungkam tidak bisa menjawab. Tapi herannya ia dilemparkan ke sungai yang mengalir di bawah pintu itu, dan ceritanya berakhir di situ (nggak tau tuh kemana...)

Terakhir masuk seorang pendeta tua dengan pandangan menyesal dan dengan suara perlahan berkata "Ampuni saya Tuhan. Saya tahu sampai waktu akhir saya belum bisa membangun RumahMu. Ampuni saya bahwa hasil pengumpulan dana untuk gedung gereja saya gunakan untuk membantu jemaat saya yang susah. Engkau tahu Tuhan, saya menangis ketika seorang jemaatku datang dan berkata 'Tolong doakan saya Pak pendeta, ada pekerjaan yang saya tahu tidak berkenan tapi harus saya lakukan sekalipun bertentangan dengan hati nurani saya. Kalau tidak istri dan anak saya tidak bisa makan' Saya rangkul orang itu dan saya berjanji, apapun yang ada di meja saya, boleh mereka makan, bahkan saya bersedia membagikan makanan saya untuk semua jemaat saya yang kekurangan" (Setiap bercerita tentang pendeta tua ini, Papa selalu mengeluarkan air mata...) Suara itu hanya berkata "Tidakkah engkau ingin bertemu dengan Bapa?" Lalu ia masuk ke pintu 'Firdaus' dan berubah lagi dalam sekejab mata!

Sesudah melihat pendeta tua itu, dalam keadaan menangis tiba-tiba Papa sudah kembali ke tubuhnya (sadar) dan tubuhnya basah semua dengan keringat. Tapi heran ia punya kekuatan baru, tubuhnya enak semua dan ia bangun mandi air hangat. Rasanya ringan sekali, dan mulai malam itu Papa punya commitment baru, membaca Alkitab setiap hari. Besok paginya (maaf) papa buang air besar, (Kamar mandi di Sydney terpisah dengan WC, jadi ukuran WC kecil sekali) waktu jongkok tiba-tiba ia melihat cairan putih bening dengan kotoran pasir 'muncrat' ke pintu WC, ternyata lukanya pecah! Jadi otomatis luka itu mengeluarkan cairan yang membawa kotoran/pasir, tanpa operasi sampai hari kedua kempis sendiri. Ketika dokter datang, ia langsung bersaksi sambil menangis betapa Tuhan itu luar biasa!!! Ia sembuh total dan mengalami kesembuhan Ilahi, tanpa operasi ulang. Sekarang pahanya normal. Kejadian itu bukan hanya membuat dia membaca Alkitab, juga pribadinya berubah jadi lebih lembut dan perhatian. Abba Bapa sanggup merubah pribadi seseorang lewat pencobaan/perkara yang ajaib!

Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan... II Korintus 7:10a

Oleh : Ainar