Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

23 January 2008

Friend Of God

Today's Scripture

“Abraham believed God and it was credited to him as righteousness, and he was called God’s friend” (James 2:23).

Today's Word from Joel and Victoria

The All-Knowing, All-Powerful, Creator of the Universe wants to be your friend today. He wants to walk with you and talk with you and share life with you. That’s why He created you—first and foremost, for fellowship. It’s as simple as opening your heart of faith to Him. If you have faith in God today then, just like Abraham, you are God’s friend. And the Bible says that God is a friend that sticks closer than a brother. That means He is faithful. He will never leave you. He will never forsake you. He is with you always. He is mindful of you—that means He is always thinking of you. What an honor and privilege it is to be called God’s friend! Let that sink down into your heart today. The next time the enemy tries to tell you that you are alone in this world, or that no one else understands what you are going through, just say out loud, “I am a friend of God.” With God as your friend, He’ll walk forward with you down the path of victory He has prepared for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank you for being my friend today. Thank you for loving me and for being faithful to me. Help me to understand your friendship today so that I can be a better friend to those around me. In Jesus’ Name. Amen.

From : Joel Osteen Ministries

22 January 2008

Renungan Mengenai Sangkar Burung

Suatu masa, ada seorang pria bernama George Thomas, seorang pastur di sebuah kota kecil di New England . Pada suatu Minggu pagi,hari Paskah, ia tiba di gereja dengan membawa sangkar burung yg sudah karatan dan penyok-penyok, dan meletakannya di altar. Orang-orang pada keheranan dan, seolah-olah menangkap rasa penasaran orang-orang, Pastur Thomas mulai bicara....

"Saya sedang berjalan-jalan sekeliling kota kemarin dan melihat seorang anak laki-laki berjalan mendekati saya sambil mengayun-ayunkan sangkar burung ini. Di dasar sangkar ada tiga burung kecil dan liar,menggigil karena kedinginan dan ketakutan. Saya stop anak laki-laki itu dan saya tanyakan, "Ada apa di sangkar itu, nak?"

"Hanya beberapa burung biasa" jawabnya.

"Apa yg akan kau lakukan pada mereka ?" tanya saya.

"Bawa pulang ke rumah dan menggoda mereka," jawabnya.

"Saya akan menggoda mereka dan mencabuti bulu-bulu mereka supaya mereka saling berkelahi. Saya pasti akan menikmati saat itu."

"Tapi kamu nanti akan jadi bosan dengan burung-burung itu cepat atau lambat. Lantas apa yang akan kamu kerjakan ?"

"Oh, saya kan punya beberapa kucing," kata anak laki-laki itu. "Mereka senang burung. Saya akan berikan burung-burung ini pada kucing-Kucing itu"

Pastur terdiam untuk beberapa saat. "Berapa yang kamu inginkan untuk burung-burung itu, nak?"

"Huh? Mengapa, Anda tidak mungkin menginginkan burung-burung inikan, Pak. Mereka hanyalah burung biasa. Mereka tidak bisa bersiul merdu. Mereka bahkan tidak menarik!"

"Berapa ?" Tanya pastur lagi.

Si anak laki-laki itu mengukur kemampuan si pastur dan menilai si pastur mungkin gila, dan menjawab, "$10?"

Pastur mengambil dari kantungnya dan mengeluarkan selembar uang kertas sepuluh dollar. Ia taruh di tangan anak laki-laki itu! Dalam sekejap, anak laki-laki
itu pun menghilang. Si pastur memungut sangkar tersebut dan dengan lembut membawanya ke ujung gang dimana ada sebuah pohon dan tempat yang berumput. Sambil meletakkan sangkar itu, ia membuka pintunya, dan dengan mengetuk jeruji sangkar pelan-pelan membujuk burung-burung itu keluar.

Dan, itu tadi menjelaskan mengapa sangkar burung yang kosong ini di atas altar ini, lalu pastur mulai menceritakan cerita ini.

Suatu hari Iblis dan TUHAN sedang bercakap-cakap. Iblis baru saja datang dari Taman Firdaus, dan ia nampak rakus dan sedang membual. "Ya, tuan, saya baru saja melihat dunia penuh dengan orang-orang di bawah sana. Saya pasang perangkap, gunakan umpan yang saya tahu pasti mereka tak akan bisa menolak. Kenalah mereka semua!"

"Apa yg akan kau lakukan terhadap mereka ?" tanya TUHAN.

Iblis menjawab, "Oh, saya akan bersenang-senang! Saya akan ajarkan mereka bagaimana kawin dan cerai, bagaimana saling membenci dan menganiaya satu sama lain, bagaimana saling minum-minum dan merokok dan menghujat. Saya akan ajarkan mereka bagaimana membuat senjata dan bom dan saling membunuh satu sama lain. Saya akan benar-benar senang!"

"Dan apa yang akan kau lakukan terhadap mereka setelah engkau selesai dengan itu semua?" tanya TUHAN.

"Oh, saya akan bunuh mereka," Iblis menatap dengan bangga.

"Berapa yang kau inginkan untuk mereka ?" tanya TUHAN.

"Oh, kau tidak mungkin menginginkan orang-orang itu. Mereka tidaklah baik. Mengapa, kau ambil mereka dan mereka hanya akan membencimu. Mereka akan meludahimu, menghujatmu dan membunuhmu. Kau tidak mau orang-orang ini!"

"Berapa ? Ia bertanya lagi.

Iblis menatap TUHAN dan menyeringai, "Semua darah, airmata, dan jiwamu."

TUHAN berkata, "Baiklah !" Lalu Ia membayar harganya, dengan darah, airmata dan jiwaNYA

Pastur memungut sangkar tersebut. Ia membuka pintunya dan ia melangkah dari mimbar.

Catatan :
Apa tidak lucu bagaimana orang-orang dengan mudah membuang Tuhan lalu heran mengapa dunia menuju ke neraka. Apa tidak lucu jika seseorang dapat berkata, "Saya percaya pada Tuhan," tapi masih mengikuti Iblis (yang mana juga "percaya" pada Tuhan).

Apa tidak lucu jika engkau dapat mengirimkan ribuan lelucon melalui e-mail lantas menyebar seperti api, tapi saat kau mau mengirimkan pesan-pesan mengenai Tuhan, harus berpikir dua kali dulu sebelum mengirimkannya.

Apa tidak lucu saat kau ingin meneruskan email ini, kamu tidak akan mengirimkannya kepada semua orang yang ada di buku alamatmu,karena kau tidak yakin bagaimana keyakinan mereka, atau apa yang mereka pikirkan terhadapmu.

Saya berdoa, untuk setiap orang yang mengirimkan email ini kepada semua orang yang ada di buku alamat mereka, mereka akan diberkati oleh Tuhan secara khusus.

INTAN dan PERMATA tak kumiliki; Tapi dalam nama Yesus yang bangkit aku berseru: "HIDUP INTAN".

No Eye Has Seen

Today's Scripture

“No eye has seen, no ear has heard, and no mind has imagined what God has prepared for those who love Him” (I Corinthians 2:9).

Today's Word from Joel and Victoria

Have you ever tried to imagine what God might have in store for your future? No matter how great the dreams are that you may be able to come up with, God has more in store for you than you can even begin to imagine! It’s starts in this life and then carries over into the eternal life. God is a creative god and His thoughts and plans go way beyond our thoughts and plans. No eye has seen, no ear has heard, no mind has imagined what He has in store! Let that encourage you today to dream bigger. Get your expectancy up. There’s nothing that you can come up with that is beyond God. He wants to see you rise higher and it starts with your thinking. Think bigger. Think expansive. God wants you to excel and go beyond where you are. He wants to see you fulfill the desires of your heart! Keep standing strong in faith, and dreaming big, and you will see the life of victory He has prepared for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for loving me and for preparing great things for my future. Help my thoughts to become agreeable to Your will. Increase my vision and give me Your strength to fulfill all that You have placed in my heart. In Jesus Name. Amen.

From : Joel Osteen Ministries

21 January 2008

Prayer List

Heavenly Father I come humbly before you and your Holy Throne to pray for your people. I ask you to answer each and every one of my prayers. Thank you Father in the precious and holy name of Jesus

Father, I pray for the Evangelists and Missionaries of this world. Supply every one of their needs. Let them overflow with the power of the Holy Spirit. Give them special spiritual gifts and impart wisdom and knowledge and discernment to them to enable them to do your work. Protect them from the evil one and watch out for their safety wherever they are. Father, I ask you to answer all their prayers and send them to every country in the world to lead the unsaved souls to you. Let their work be a blessing to your kingdom and your people.
Thank you Father.

Father, I pray for all the persecuted Christians and their persecutors in the world. I ask you to protect your people and free the persecuted Christians and set them free from their captivity. Break the chains so they can serve you freely. Father, I pray for the persecutors salvation and ask that their hearts and minds would be turned to your word and they too would have a desire to know and serve you. Bless them and restore them to new life in you.
Thank you Father.

Father, I pray for the Pastor’s of this world. I ask that you would supply all of their needs, give them a fresh anointing continuously and impart to them wisdom and knowledge and focus to serve you. Protect them from the evil one and evil things of this world, look out for their safety as well as their families. Father, I ask you to give every spiritual leader an ambition to be like Lord Jesus and have a desire to reach out to lost souls and I ask that you would purify them and let them have a passion for God’s glory in every situation. Guide them, direct them and make every decision for your Kingdom work and let them hear your voice so they can walk Holy lives with you.
Thank you Father.

Father, I pray for the Presidents and the members of the Senate and Congress of the governments of the world. I ask that you would supply their life needs. Fill these leaders with the power of the Holy Spirit and impart wisdom and knowledge to them so they have a desire to serve you and be supportive of Christian work. Let the lost and unsaved among them come to you and receive their salvation. Father I ask you to move their hearts to bring Prayer back into the schools of the world
Thank you Father.

Father, I pray for the prisoners of this world. I ask you to touch their hearts. I claim authority in Jesus’ name to break the yokes and remove the burdens and bondage’s in their lives and turn their hearts and minds to your word, to receive their salvation and restore their lives. Use them for your Kingdom work.
Thank you Father.

Father, I pray for the people’s work that is destroying others lives. Dope dealers, Porno dealers, Prostitutes, Abortionists, and the Gangsters of this world. I claim authority in Jesus’ name to break the yoke and remove the burdens in their lives. Let sin not have dominion over them and I ask you to release the captives from their bondages. Lord, let the power of your spirit transform and change the minds, the thoughts, the actions, everything about them and deliver them from their old lives to new life. Give them wisdom and knowledge so they will have a desire to do your work and follow you.
Thank you Father.

Father, I pray for the Gays and Lesbians of this world. I claim authority in Jesus’ name to break the yoke and remove the burdens in their lives and break their chains of bondage. Free them from their old lives and deliver them. Father, let their hearts turn to you and receive their salvation. Have mercy on them.
Thank you Father.

Father, I pray for the school children and the principals and teachers of this world. Let them start their day with prayer in the schools and hear the stories of the bible each day. Let the fire of the Holy Spirit be present in the world’s schools and let him touch every child’s heart. Let them come to you for their salvation and be delivered from their old life to new life in you. Give them wisdom and knowledge so they can serve you. Father bless them with your desires and protect them from the evil one and evil things of the world.
Thank you Father.

Father, I pray for all the poor countries of the world such as China, North Korea, Vietnam, Cambodia, Philippines, Russia, Turkey, India and Africa and other poor countries of the world. Father, I ask you to open the windows of heaven and let your blessing begin to flow over your peoples. Prevent these people from starving, supply their needs and let them have life more abundantly. Restore their health. Father, I claim authority in Jesus’ name to break the yokes and remove the burdens in their lives and I ask you to touch each and every unsaved soul in these countries and ignite them with the fire of the holy spirit. Let them come to you and receive the salvation of their soul. Don’t let anyone miss knowing you. Let the ones that have been saved be filled with the Holy Spirit and give them the desire to serve you.
Thank you Father.

Father, I pray for Israel and Jordan and ask that you would pour out your blessing and peace on these countries and protect these people from terrorists and their activities. Supply the needs of the people of these countries, give them a fresh anointing, abundant life and good health. Father, let the traveling tourists be protected when they come to pray in your Holy City. Protect them from the dangers and evil; let them all receive a fresh anointing, new joy and peace as they return safely to their homes.
Thank you Father.

Father, I pray that your spirit would come into the hearts of women pregnant with unwanted children. Soften their hard hearts Father and impart to them the miracle of conception and childbirth. Let them know how precious life is in your eyes Father. Encourage and strengthen them Father to bear and raise these precious lives they carry in their wombs.
Thank you Father.

Father, I pray for the needy people of this world. I ask you to bring blessing into each and every life and supply their needs. Restore new life unto your people and let them all live in your blessing and guidance and surrender their lives to you. Let their hearts all be touched by your spirit. Give peace and joy to the lonely people as well as people in nursing homes and hospitals. Deliver them from the bondage of their darkness, sins and spirit of infirmity. Bless their health and let your divine healing virtues flow through their physical and mental bodies continuously. Let their blessing bring glory to your name.
Thank you Father.

Father, I pray for every lost soul in this world. I ask that you would touch each and every one of their hearts with the fire of the Holy Spirit, let them all come to you to receive the salvation of their souls. Don’t let anyone miss knowing you. Deliver them and reveal to them that you love them all. Restore their lives in you as well as people in the 10/40 window and heathen countries. Let their salvation bring you Glory.
Thank you Father.

Father, I pray for the Jews and Muslims. Father, I ask you to pour the fire of the Holy Spirit into these countries, ignite all these people’s hearts. Let them all receive their salvation. Lord, I ask you to deliver them from all the evils and have mercy on them. Protect the innocents in these countries and reveal to them that Jesus is your son.
Thank you Father.

Father, I pray for the peoples of the Southern Sudan in Africa. I ask you Father to protect them from their persecutors. Restore their lives in you. Father, I ask that you would help in all areas of their need, such as Doctors, Medicines, food supplies, evangelists and missionaries. Father, you are the healer and provider of your children’s needs. I ask that you would heal the incurable diseases. I also ask you to pour out the fire of the Holy Spirit into this country and ignite each and every heart and let them all receive salvation and empower each and every one of them to serve you.
Thank you Father.

Father, I pray that Revival would sweep through the whole world. I ask that the fire of the Holy Spirit would fall on every church and ignite your people’s hearts. Let each and every person be filled with the power of the Holy Spirit and transform and destroy fleshly things in them. Impart to each of them wisdom, knowledge and discernments of the spirits. Stir up your people’s hearts with the power of the spirit and let them have a burning desire to reach out to all the unsaved souls in this world. Father, let all your people repent and purify themselves for your kingdom and let each and every one of them prepare for the soon return of your son Lord Jesus.
Thank you Father.

Father, I pray for the military personnel and police of the world as well as their families. I ask you to protect them from the evil one and evil things and watch out for their safety wherever they are. I ask you to touch each and every heart among them who haven’t been saved and let them all be soldiers for your Kingdom work. Impart your wisdom and knowledge and your desire for them to serve you. Guide and direct every area of their lives and let their lives touch the lives of others for your Gospel.
Thank you Father.

Father I pray for each and every person who is believing in false God’s/Idols in this world. I ask that you would reveal to them that you are the almighty God to whom all things are possible so no one can miss knowing you. Deliver them from the bondage of demonic power, darkness, and strongholds of religious thoughts that keeps them in ignorance of their salvation. Whatever is binding them, set them free and deliver them from the enemy’s power, let them see the truth of the Gospels. Whatever it takes, Father, set these people free from Satan’s power. Let their hearts be touched by your Spirit and resist the work of the Devil. Impart to them your wisdom and discernment so they can understand your words. Bless these peoples salvation with your mercifulness Father.
Thank you Father

I thank you for answering all the prayers for these countries and people’s lives and I claim it. Let their every blessing bring glory to your name.
In Jesus’ mighty name, amen

Whoever prays this prayer list daily, with love, will be very blessed.

NB : Kalau ada yang bisa translate artikel ini ke Bahasa Indonesia tolong kirim email ke saya ya :) Saya ngerti artinya cuman mau translate ke Bahasa Indonesia kok susah cari kata2nya yang bagus :) Terima kasih.

Kesaksian Louisa Bernadette Indrawati

Tinggi badan Louisa Bernadette Indrawati (34) hanya 74 cm. Jauh dari ukuran tinggi rata-rata wanita Indonesia . Namun, dengan fisik yang tak sempurna, ia bisa menikah, bahkan melahirkan anak. Sejak itu namanya menghiasi media massa . Inilah kisah Louisa yang menakjubkan. ..

TUMBUH DENGAN HARAPAN

Louisa merasa dirinya berbeda ketika masuk TK. Ia melihat teman sebayanya tak sekecil dirinya. Bentuk tubuh, tangan, dan kakinya sangat lain dari yang lain. "Papa dan Mama bilang, meski berbeda, aku tidak boleh minder. Pasti Tuhan kasih kelebihan. Pasti Tuhan punya rencana indah untukmu," kisah anak pertama dari tujuh bersaudara pasangan Andreas Sukardji Kusno dan Maria Magdalena Sriyati. Kata-kata positif, motivasi, dan kasih yang penuh dari orangtua membawa Louisa tumbuh dengan harapan. Ia bisa menerima dengan lapang tatkala orang melihatnya dengan tatapan aneh.

Lulus SD, Louisa mempunyai pengertian di hatinya. Ia kerap minta diantar sekolah dengan kendaraan umum meski orangtua telah menyediakan mobil untuk antar jemput. "Biar saya bisa bertemu banyak orang. Naik bis atau angkutan umum memberi banyak pengalaman. Saya tanamkan dalam diri saya, tak boleh minder kalau mau maju". Louisa rajin belajar. Nilai rapornya bagus. Ia selalu juara dan masuk tiga besar di kelasnya. Jalur pendidikan yang dilaluinya pun sekolah umum. "Saya tidak pernah masuk ke pendidikan untuk anak cacat," ungkap wanita kelahiran Kediri, 27 Mei 1974.

Saat kuliah hukum atas anjuran ayahnya yang jaksa, Louisa diam-diam, tanpa sepengetahuan orangtuanya, mengambil kuliah komputer sampai lulus D3. Ia sangat tertarik dengan tekonologi. Lulus kuliah, Louisa bekerja di perusahaan komputer. "Percaya diri itu memang ada, tapi saya tetap tahu diri dengan keadaan tubuh saya. Saya tak pernah terpikir menikah. Saya mengadopsi bayi berumur 20 hari. Saya memberinya nama Maria Rosa Widya Buana." Louisa mengasuh dan mendidik Rosa penuh kasih. Bak ibu pada anak-nya. "Dia juga selalu tiga besar," kata Louisa tersenyum ke arah Rosa .

BERLIBUR KE BALI

Desember 1999, Louisa ambil cuti tahunan dan berlibur ke Bali bersama Rosa . Ke mana pun pergi, Louisa selalu membawa Alkitab. Ia berusaha dapat membacanya setiap hari. Louisa tahu pasti, kekuatan hidupnya terletak pada kedekatannya dengan Tuhan. Di pesawat, Louisa membaca Alkitab. Namun, tanpa sengaja Alkitab itu terjatuh. Tiba-tiba saja laki-laki yang duduk di sebelahnya mengambilkan Alkitab itu, "Mbak, ini Alkitabnya." Louisa pun mengangguk menerima Alkitab dan berucap singkat, "Thanks." "Saya selalu berusaha menghindari perkenalan yang berkepanjangan dengan pria. Saya takut jatuh cinta. Saya sadar betul akan diri saya," ungkapnya.

Pria tadi beberapa kali mengajaknya mengobrol yang dijawab singkat. Bahkan cenderung cuek. "Mbak, mbak kan orang Kristen, kok sombong sih?" Dug! Louisa benar-benar kaget dengan komentar itu. Sombong? Sesungguhnya di hati yang paling dalam Louisa minder! Selama ini ia sengaja tidak pernah ramah dengan setiap pria yang ditemuinya. Ia sadar ternyata sikapnya itu telah melukai orang lain. Ya, bukankah ia pengikut Kristus yang harus jadi berkat? Perkenalan pun terjadi. Mereka bertukar alamat email dan nomor telepon. Pria tadi bernama Handoyo Suryo. Setelah perkenalan itu, Handoyo menghubunginya. Lalu mereka saling menelepon, kirim email, dan chatting. Persahabatan pun terjalin.

Satu kali, tanpa sengaja mereka bertemu kembali di Jogja saat keduanya tugas kantor. "Saya kaget bukan main. Saya lagi makan bareng teman-teman di restoran. Eh, Handoyo juga di restoran itu. Akhirnya kami ngobrol satu meja." Selesai makan mereka kembali ke hotel masing-masing. Saat berpisah itulah, Louisa merasakan hal aneh di hatinya. Ia berpikir tentang Handoyo. Jatuh cinta? Ah, tidak. Tidak! Louisa mencoba menepis perasaan lain dari sekadar persahabatan. Hati Louisa bergejolak. Entahlah, malam itu Louisa merasakan ketulusan Handoyo. Louisa berdoa, bertanya pada Tuhan tentang perasaan itu. "Tuhan seolah menjawab, Handoyo itu orang baik".

LAMARAN PERTAMA

Tiga tahun bersahabat, tiba-tiba Handoyo datang menemui Louisa sambil membawa cincin, "Will you marry me?" Louisa tersentak. Campur aduk perasaan dalam hatinya. Betulkah? Seriuskah? Ah, tidak mungkin. Lamaran Handoyo saat itu terasa lebih sebagai penghinaan. "Saya tepiskan cincin yang dibawanya. Saya marah. Saya bilang padanya, tidak. Ini nggak mungkin terjadi." Hatinya menangis. Lamaran itu ditolaknya. Handoyo mencoba meyakinkan bahwa lamaran itu betul-betul serius. Louisa tak percaya. Setelah kejadian itu, hubungan mereka memburuk. Louisa tak mau mengangkat telepon dari Handoyo. SMS dan email pun tak dibalasnya.

LAMARAN KEDUA

Handoyo benar-benar serius! Lamaran kedua dilakukan. Ia membawa orangtuanya dari Surabaya datang ke Jakarta . Namun, ketegangan terjadi karena orangtua Handoyo sangat kaget melihat keadaan Louisa. Lamaran kedua pun akhirnya batal.

KEYAKINAN

Handoyo yakin benar Louisa adalah pasangan yang diberikan Tuhan baginya. Itu selalu diucapkan pada Louisa, "Mari kita sama-sama berdoa. Tuhan Maha ajaib. Dia akan buka jalan." Menjawab keyakinan Handoyo, Louisa hanya berkata, "Kalau memang kehendak Tuhan, kamu pasti bisa meyakinkan orangtuamu dan orangtuaku."

PERNIKAHAN KUDUS

Agustus 2004, doa itu terjawab. Handoyo dan keluarga datang melamar Louisa. Keharuan tak dapat dibendung. Orangtua Louisa menerima lamaran untuk anak sulungnya tanpa keraguan. Empat bulan kemudian, 13 Oktober 2004, Louisa dan Handoyo mengikat janji dalam sakramen pernikahan kudus di Gereja St. Vincentius A. Paulo, Kediri . Di hadapan pastor, umat, dan keluarga janji setia diucapkan. Mereka akan bersama dalam susah dan senang, dalam miskin dan kaya, dalam sehat dan sakit sampai maut memisahkan. "Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan, diberikan Tuhan bagi saya. Saya diberi suami yang sangat baik," tutur haru wanita yang kerap bersaksi di berbagai gereja itu.

KELAHIRAN YANG AJAIB

Dua bulan menikah, Louisa terlambat datang bulan. "Saya pikir ya biasalah mungkin karena capek. Tapi suami mendorong periksa ke dokter. Menyampaikan hasil positif hamil, dokter ngeliatin saya. Seperti nggak percaya. Saya dan suami juga nggak kalah kaget."

Berita ini keruan saja menghebohkan keluarga. Senang sekaligus khawatir. Apalagi setelah dokter menjelaskan bahwa kehamilannya sangat berisiko. Dokter pun menyarankan untuk aborsi demi keselamatan ibu dan anak. Handoyo dan Louisa terus berdoa. "Setelah berdoa, saya yakin meneruskan kehamilan saya. Suami juga sepakat. "Setelah hamil enam bulan sepuluh hari, Rabu, 15 Juni 2005 tepat 07.40 Wib, Louisa melahirkan bayi wanita yang diberi nama Maria Gabriella Handoyo di RSAB Harapan Kita.

Sungguh hari yang sangat bersejarah. Bukan hanya bagi Louisa, tapi juga dunia kedokteran. Peristiwa ini diliput hampir semua stasiun TV, radio, dan media cetak.

"Puji Tuhan. Tak habis-habisnya kami bersyukur pada Allah," kata wanita yang Juni 2005 tercatat di MURI sebagai wanita pertama Indonesia dengan ukuran tubuh 74 cm yang berhasil melahirkan. Meski lahir amat prematur, Gaby tumbuh dengan baik karena Louisa memberinya ASI.

Gaby, demikian Louisa dan Handoyo memanggilnya. Bayi normal itu kini telah tumbuh menjadi bocah yang lincah dan pintar. "Tinggi badannya sudah lebih 2 cm dari saya," kata Louisa saat berdiri di sebelah Gaby. Menakjubkan! Apa yang dialami Louisa seperti harapan yang tak mungkin. "Tapi bagi Tuhan apa yang tidak mungkin?" kata Louisa menutup wawancara dengan Bahana di rumahnya, di bilangan Jakarta Barat.

Cinta Ini Milikmu Mama

"Rosa, bangun.. Sarapanmu udah mama siapin di meja."

Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat tapi kebiasaan mama tak pernah berubah.

"Mama sayang. ga usah repot-repot ma, aku sudah dewasa.", pintaku pada mama pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya, ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil keringatku.. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca.. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak. tapi entahlah.. Niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya, "Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin mama sedih?"

Kutatap sudut-sudut mata mama, ada genangan air mata di sana.
Terbata-bata mama berkata, "Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kamu sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kamu, mama tidak bisa lagi jajanin kamu. Semua sudah bisa kamu lakukan sendiri"

Ah, Ya Tuhan, ternyata buat seorang Ibu, bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

Diam-diam aku merenungkan. Apa yang telah kupersembahkan untuk mama dalam usiaku sekarang? Adakah mama bahagia dan bangga pada putrinya?

Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab "Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kamu berikan pada mama. Kamu tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat mama. Setelah dewasa, kamu berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar mata kamu mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap "Ampunkan aku ya Tuhan kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama. Masih banyak alasan ketika mama menginginkan sesuatu." Betapa sabarnya mamaku melalui liku-liku kehidupan.

Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Ah, maafin kami mama..... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat mama lelah.. Sanggupkah aku ya Tuhan?

"Rosa, bangun nak.. sarapannya udah mama siapin di meja.. ". Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan.. "Terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama." Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan..

Cintaku ini milikmu, Mama. Aku masih sangat membutuhkanmu.. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat "Aku sayang padamu." Namun begitu, Tuhan menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai..

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita, Ibu. Walau mereka tak pernah meminta. Percayalah.. kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia..

"Ya Tuhan, cintailah mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mama selagi ENGKAU mengizinkan aku hidup. Dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, terimalah dan jagalah ia disisiMu.. Titip mamaku ya Tuhan.."

Untuk dan oleh semua Ibu yang mencintai anak-anaknya dan semua anak yang mencintai Ibunya..

He Will Do Great Things

Today's Scripture

"Fear not, O land; be glad and rejoice: for the LORD will do great things” (Joel 2:21).

Today's Word from Joel and Victoria

God wants to do great things in your life! Notice this verse starts out by saying “fear not.” Fear is a barrier to the promises of God. The Bible says that whatever does not come from faith is sin, or missing the mark. Don’t ever let fear be a factor in the choices you make in life. If you make choices because you are afraid of something, that fear will block the blessing of the Lord in that area. Overcome fear by meditating on the promises of God’s love and goodness. Perfect love casts out all fear. When you understand the love of God, you have nothing to fear. You know the Lord will do great things! Let that sink down into your spirit today. Meditate on this verse and declare it out loud every day. As you study God’s Word your faith will grow and fear will be gone from your life. You’ll know his love and you will experience His goodness in every area of your life!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for goodness and faithfulness. Show me Your perfect love so that may know You. I choose to rejoice in you and trust that You will do great things in my life! In Jesus’ Name. Amen.

From : Joel Osteen Ministries

20 January 2008

Dua Jam Di Alam Maut

Kisah nyata ini sudah terjadi kira-kira 5 tahun yang lalu, tetapi karena ada salah seorang teman saya yang di dalam Kristus membicarakan topik ini, saya jadi rindu untuk menceritakan kembali dengan harapan ini semua bisa menjadi berkat buat kita semua.

Kedua mertua dan ipar-ipar saya tinggal di Sydney, Australia. Papa mertua saya mempunyai kebiasaan membersihkan taman belakang tiap seminggu sekali. Beliau menyiangi rumput dengan menggunakan pisau yang berputar seperti cakram (saya lupa nama alat tersebut). Jadi cuma pegang sticknya, pisaunya otomatis membabat rumput itu sendiri. Pada hari naas tersebut, tiba-tiba ada batu yang menonjol sehingga pisau tersebut kena batu dan patah berbalik ke arah Papa dan memotong paha kanannya cukup dalam. Sebelum jatuh pingsan ia sempat berteriak panggil mama mertua (waktu itu lunch time dan di rumah nggak ada siapa-siapa).

Puji Tuhan setiap lunch time adik ipar saya selalu pulang makan ke rumah karena perusahaan tempatnya bekerja hanya 10 menit dari rumah. Jadi hanya selang beberapa menit dimana Mama sempat bingung, tapi adik ipar sudah muncul dan buru-buru mereka bawa ke gawat darurat. Puji Tuhan lagi gawat darurat di Sydney nggak sembarangan, sekalipun dokter jaga mereka bisa mengambil alih pekerjaan dan bisa dipertanggung jawabkan. Saat itu papa sudah siuman dan dapat merasakan proses pembersihan luka di pahanya. Hal yang paling sulit adalah pasir dari kotoran masuk ke dalam lapisan daging. Dokter sudah berusaha memberikan tetapi pisau memotong cukup dalam (untung tidak mengenai tulang) sehingga dengan terpaksa ada juga daging yang ikut disayat dan dibuang. Hebatnya cara kerja dokter di sana, untuk menjahitpun perlu tiga lapisan (daging dengan daging, kulit dalam lalu kulit luar) Karena kami punya dokter keluarga (teman se SMA Papa waktu di Tegal) jadi akhirnya dokter ini yang kemudian menangani (tapi rumahnya lumayan jauh dari rumah, sekitar 1 jam).

Papa diberi antibiotik untuk mencegah infeksi. Namun beberapa hari kemudian, ternyata kakinya tetap infeksi, bengkak besaaaarrr sekali karena kotoran di dalam daging tidak keluar. Dokter pribadinya dihubungin untuk membuat appointment dan diberitahukan bahwa terjadi pembengkakan, dan beliau berjanji akan datang akhir minggu untuk membuka ulang luka. Waktu itu ia hanya menyarankan melanjutkan antibiotik. Ternyata ketika dokter datang, bisa-bisanya dia lupa bawa gunting dan peralatan untuk buka luka Papa, jadi terpaksa dia membuat appointment baru dan akan kembali lagi dalam beberapa hari. Pada waktu itu juga dia sadar ternyata Papa sudah lebih dari 10 hari makan antibiotik (98 butir!) dan harus segera berhenti sebab Papa sudah mulai merasa tulang-tulangnya kaku.

Kalau nggak salah 2 hari setelah kunjungan dokter (jadi nggak sempat dibuka lagi lukanya) pada suatu malam (yang lain sudah tidur semua)

Papa dalam keadaan sangaaaat sakit, tulang & badannya terasa lumpuh, terutama sakit di pahanya malah luar biasa! Rasanya udah nggak punya kekuatan untuk bicara atau minta tolong. Lalu sambil berbaring dia berdoa supaya Tuhan Yesus mengampuni semua dosa-dosanya dan dia juga mengampuni dan mengangkat semua kepahitannya (waktu itu memang Papa punya dendam kepada seseorang yang merampas harta mereka, yang menyebabkan mereka sekeluarga pindah ke Australia dalam keadaan stressed.)

Nah waktu ngomong "Ampuni...ampuni..." tiba-tiba ia merasa rohnya keluar dari tubuh dan ada 2 'orang' di sebelah kiri kanannya. Waktu dia lihat 'orang' itu ternyata mukanya sendiri! Keduanya memimpin dan menjelaskan dimana dia berada, cuma yang satu suaranya agak lembut satunya lagi kaku dan kasar. Mereka membawa dia melalui sebuah lorong menuju ke suatu pintu besar dimana di belakang pintu itu banya orang berbondong-bondong mengantri dan masuk satu-satu. Begitu setiap orang masuk, di depan mereka diperhadapkan lagi dua buah pintu, yang satu pintu menuju 'maut' dan lainnya menuju 'Firdaus'. Papa ada di depan pintu itu dan tetap ngomong "Ampuni saya..."

Lalu tiba-tiba di depannya terpampang tulisan-tulisan berwarna merah yang tidak ada dasarnya (jadi tulisan itu seperti tergantung di udara.) Semu dosa-dosanya dan perbuatan semasa hidupnya ada tercatat dalam tulisan itu, bahkan juga nama orang yang menyakiti dia. Papa hanya menangis nggak bisa ngomong apa-apa. Lalu tiba-tiba seorang ibu tua yang lusuh masuk dan berdiri dihadapan ke dua pintu itu sambil menangis, "Tuhan, kasihani anak-anak saya kalau mereka melakukan kejahatan. Biarlah saya sebagai ibu mereka menerima hukumanMu asal jangan mereka." Dan ada sebuah suara yang bicara singkat, jelas, dan tegas penuh wibawa berkata, "Biarlah dosa mereka, mereka yang menanggungnya. Masuklah ke rumah BapaKu." Ibu itu masuk ke pintu yang menuju 'Firdaus' dan begitu melewati pintu itu, ia berubah dalam sekejab mata menjadi cantik, putih, dan bercahaya. (Papa mertua nggak pernah baca Alkitab, jadi istilah-istilah yang digunakan meyakinkan sekali.)

Kemudian masuk seorang anak muda yang ugal-ugalan. Segera ia tahu bahwa pintu yang satunya bercahaya dan ia ingin menuju ke sana. Tapi badannya bertentangan dengan kakinya, sebab kakinya membawa dia mengarah ke pintu 'maut'. Lalu terdengarlah suara yang berwibawa itu, suara itu berkata, "Kakimu menjadi saksi kemana engkau pergi dan apa yang telah engkau perbuat selama hidupmu." (ini kalimat yang paling saya ingat dari seluruh cerita) dan segera kakinya membawa dia masuk melalui pintu 'maut' sambil ia berteriak-teriak "Nggak mauu...nggak mau...." dan lolongannya makin keras dan menyayat hati...(kata Papa), hopeless banget deh. Baru beberapa langkah, sambil melolong kesakitan tubuhnya meleleh, dan kaki itu berjalan terusss....sampai berbunyi "Klik..klik..klik.." (menjadi tengkorak!) dan akhirnya terjun ke suatu lubang kawah yang besar dimana jeritan dan lolongan itu menjadi banyak dan mengerikan!

Kemudian masuk seorang pendeta muda yang perlente dan keren. Langsung 'hamba Tuhan' ini dengan yakin menjelaskan semua aktivitasnya: "Saya sudah melayani sampai ke luar negeri, memberitakan NamaMu dan melakukan banyak hal-hal besar dalam NamaMu." Tetapi cukup suara itu hanya bertanya "Dimana jubahmu?" (saya sampai sekarang nggak ngerti tentang cerita pendeta perlente ini. Mungkin seperti di Matius 7:23) dan pendeta itu bungkam tidak bisa menjawab. Tapi herannya ia dilemparkan ke sungai yang mengalir di bawah pintu itu, dan ceritanya berakhir di situ (nggak tau tuh kemana...)

Terakhir masuk seorang pendeta tua dengan pandangan menyesal dan dengan suara perlahan berkata "Ampuni saya Tuhan. Saya tahu sampai waktu akhir saya belum bisa membangun RumahMu. Ampuni saya bahwa hasil pengumpulan dana untuk gedung gereja saya gunakan untuk membantu jemaat saya yang susah. Engkau tahu Tuhan, saya menangis ketika seorang jemaatku datang dan berkata 'Tolong doakan saya Pak pendeta, ada pekerjaan yang saya tahu tidak berkenan tapi harus saya lakukan sekalipun bertentangan dengan hati nurani saya. Kalau tidak istri dan anak saya tidak bisa makan' Saya rangkul orang itu dan saya berjanji, apapun yang ada di meja saya, boleh mereka makan, bahkan saya bersedia membagikan makanan saya untuk semua jemaat saya yang kekurangan" (Setiap bercerita tentang pendeta tua ini, Papa selalu mengeluarkan air mata...) Suara itu hanya berkata "Tidakkah engkau ingin bertemu dengan Bapa?" Lalu ia masuk ke pintu 'Firdaus' dan berubah lagi dalam sekejab mata!

Sesudah melihat pendeta tua itu, dalam keadaan menangis tiba-tiba Papa sudah kembali ke tubuhnya (sadar) dan tubuhnya basah semua dengan keringat. Tapi heran ia punya kekuatan baru, tubuhnya enak semua dan ia bangun mandi air hangat. Rasanya ringan sekali, dan mulai malam itu Papa punya commitment baru, membaca Alkitab setiap hari. Besok paginya (maaf) papa buang air besar, (Kamar mandi di Sydney terpisah dengan WC, jadi ukuran WC kecil sekali) waktu jongkok tiba-tiba ia melihat cairan putih bening dengan kotoran pasir 'muncrat' ke pintu WC, ternyata lukanya pecah! Jadi otomatis luka itu mengeluarkan cairan yang membawa kotoran/pasir, tanpa operasi sampai hari kedua kempis sendiri. Ketika dokter datang, ia langsung bersaksi sambil menangis betapa Tuhan itu luar biasa!!! Ia sembuh total dan mengalami kesembuhan Ilahi, tanpa operasi ulang. Sekarang pahanya normal. Kejadian itu bukan hanya membuat dia membaca Alkitab, juga pribadinya berubah jadi lebih lembut dan perhatian. Abba Bapa sanggup merubah pribadi seseorang lewat pencobaan/perkara yang ajaib!

Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan... II Korintus 7:10a

Oleh : Ainar

19 January 2008

Inspiration Today - Hati-Hati Di Jalan

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja.

"Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.

Prit!!! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.

Hati Jono agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya. "Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!"

"Hai, Jon." Jawab Bobi, tanpa senyum.

"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah."

"Oh ya?" Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.

"Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."

"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini."

O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.

"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala..."

Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

"Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."

Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang.

Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela.

Tapi, hei apa ini. Ternyata SIM-nya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku? Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa?

Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.

"Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)".

Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan...

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain...
Bisa jadi, suka kita tak lebih dari duka rekan kita...
Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati...

Menara Api Di Tengah Kegelapan Dunia

Mahatma Gandhi pernah berkata bahwa jika setiap orang Kristen hidup sesuai dengan ajaran Kristus, maka tidak akan ada orang yang tidak mengikut Yesus di India. Pernyataan ini merupakan satu tantangan bagi setiap pengikut Yesus apakah di India ataupun di belahan dunia yang lain. Bagi kita yang mengetahui apa yang terjadi di dalam gereja, di antara orang-orang Kristen, seringkali kita hanya dapat menangis saat melihat kualitas kehidupan orang-orang yang memanggil diri mereka Kristen tetapi tidak ditemukan ciri-ciri Kristus di dalam diri mereka. Tetapi syukurlah, walaupun jarang tetapi terkadang masih dapat kita menemukan bintang-bintang cerah yang bagaikan menara api di tengah-tengah kegelapan lautan dunia ini.

Pada tanggal 23 Januari 1999, seluruh dunia, bukan saja umat Kristen dikagetkan apabila koran-koran utama memberitakan tentang seorang misionari, Graham Staines bersama kedua putranya, mati apabila mobil mereka hangus dibakar massal. Peristiwa ini terjadi di Orissa, India tempat di mana Graham sudah melayani selama 35 tahun di Rumah Sakit Kusta Mayurbhanj. Pada malam itu mereka baru saja selesai mengadakan kebaktian bersama umat Kristen di sebuah desa dan saat mereka sedang tidur nyenyak di dalam mobil, massal yang tidak menyukai kegiatan mereka mengepung dan membakar mereka hidup-hidup. Peristiwa ini sudah tentu sangat mengguncang India. Tetapi hal yang terjadi setelah itulah yang benar-benar membuat masyarakat umum mulai bertanya siapa mereka ini dan apa yang memotivasi keluarga Staines meninggalkan kenyamanan kehidupan di Australia dan mengabdikan diri mereka untuk membantu orang sakit kusta di tempat terpencil di utara India itu. Saat berdiri di hadapan tiga peti mati berisi mayat suami dan kedua putranya yang tercinta, istri Graham, Glades dengan tenang dan penuh kasih mengumumkan pengampunan kepada orang-orang yang sudah membunuh keluarganya. Di hadapan krew televisi dan kerumunan orang banyak yang menghadiri pemakaman itu, Glades bersama putrinya, Esther, menyanyikan lagu “Because He Lives” [Karena Dia Hidup]. Kristus diproklamirkan dari halaman utama koran-koran di India. Tidak lama setelah peristiwa ini seorang pekerja sedang membagi traktat tentang Kristus di sebuah kota di India, dan orang yang menerima traktat itu bertanya, “Apakah ini Yesus yang dipercayai oleh Glades Staines itu? Jika ya, saya juga mau mengenal-Nya.”

Hanya apabila Yesus itu nyata bagi kita barulah dapat kita menyatakan-Nya kepada orang lain. Glades mempunyai hubungan yang nyata dan hidup dengan Tuhan yang dilayaninya. Inilah yang dikisahkan oleh Glades saat ia ditanya bagaimana ia dapat dengan tenang melewati pencobaan yang berat itu, “Saya percaya Tuhan secara khusus berbicara kepada saya pada tanggal 14 Januari, [6 hari sebelum pembunuhan sadis keluarganya], saat saya sedang melakukan renungan pagi. Saya menggunakan buku renungan harian. Kisah pada hari itu adalah: Seorang anak perempuan berusia 12 tahun di rumah sakit yang sedang kehilangan penglihatannya. Pendetanya mengunjungi dia dan gadis itu memberitahu pendetanya, “Pak Pendeta, Tuhan sedang mengambil penglihatan saya.” Buat waktu yang lama, pendeta itu tidak berkata apa-apa, kemudian ia menjawab, “Jessie, jangan mengijinkan-Nya.” Jessie bingung dan pendeta yang bijaksana itu berkata, “Berikan kepada-Nya.”

Saat merenungkan kisah ini, suara hati saya bertanya apakah saya juga rela untuk memberikan semua yang saya kasihi - suami saya, anak-anak dan segala harta milik saya kepada-Nya. Saya meluangkan waktu yang lama merenungkan hal ini. Dengan air mata berlinangan di pipi, saya berkata kepada Tuhan, “Yesus, ya saya sanggup. Ambil semua yang ku-miliki bagi Engkau - suamiku, anak-anak dan semua yang ku-miliki. Aku menyerahkan semuanya kepada Engkau…”

Tanpa hubungan yang hidup dan akar yang mendalam di dalam Kristus, tidaklah mungkin bagi Glades untuk bertahan melewati peristiwa yang begitu menyedihkan itu. Siapakah kita sebenarnya, apakah kita berakar atau tidak terlihat bukan saat segalanya mulus, saat kita tersenyum manis ketika bertemu dengan teman-teman sekali seminggu di gereja. Seperti buah jeruk, apakah manis atau asam hanya diketahui saat jeruk itu diperas. Begitu jugalah dengan kita, siapa kita sebenarnya, apakah kita menebarkan bau harum kehidupan atau bau busuk kematian, hanyalah terlihat saat penindasan dan penganiayaan datang.

Setelah tragedi yang terjadi ke atas keluarganya, banyak orang yang menduga Glades dan putrinya akan meninggalkan India dan kembali ke Australia. Namun hal itu tidak terjadi. Sampai ke saat ini Glades masih dengan tekun dan penuh kasih melanjutkan pekerjaan yang sudah dimulai oleh suaminya. Satu menara api yang masih dengan terang menerangi dunia yang gelap ini.

Hidup Adalah Sebuah Anugerah

Ada seorang perempuan yang membenci dirinya sendiri karena dia buta. Dia membenci semua orang, kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada untuk dia. Perempuan itu berkata andai dia dapat melihat dunia, dia akan menikahi kekasihnya.

Suatu hari, seseorang menyumbangkan sepasang mata untuk perempuan itu kemudian perempuan itu dapat melihat segalanya, termasuk kekasihnya.

Kekasihnya bertanya kepada perempuan itu, "Sekarang kamu dapat melihat dunia, maukah kamu menikah denganku?". Perempuan itu terkejut ketika melihat kekasihnya juga buta, dan dia menolak permintaannya untuk menikah.

Kekasihnya pergi dengan sedih, dan kemudian dia menulis surat kepada perempuan itu dan berkata, "Jagalah baik-baik mata saya, sayang."

Inilah bagaimana otak manusia berubah ketika status kita berubah. Hanya beberapa yang ingat hidup yang sebelumnya dan siapa saja yang ada di sana ketika berada di situasi yang menyakitkan.



Hari ini sebelum kamu berpikir untuk mengatakan kata-kata yang tidak mengenakkan, pikirkan orang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa makananmu, pikirkan orang yang tidak bisa makan.

Sebelum kamu mengeluh tentang suamimu atau istrimu, pikirkan orang yang meminta kepada Tuhan Yesus seorang pasanga hidup.

Sebelum kamu mengeluh tentang hidup, pikirkan orang yang pergi ke Surga terlalu cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang anak2mu, pikirkan orang yang menginginkan anak tapi mereka tidak bisa.

Sebelum kamu mengomel tentang rumahmu yang kotor, seseorang tidak membersihkannya atau menyapunya, pikirkan orang yang hidup di jalanan.

Sebelum kamu merengek karena jarak yang kamu harus tempuh ketika kamu menyetir, pikirkan orang yang hanya dapat berjalan dan menempuh jarak seperti jarak yang kamu tempuh dengan kaki mereka.

Dan ketika kamu bosan dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan orang yang tidak punya pekerjaan, tidak mampu dan yang ingin punya pekerjaan seperti pekerjaan kamu.

Sebelum kamu ingin mengarahkan jarimu atau menyalahkan orang lain, pikirkan tidak ada orang yang sempurna.

Dan ketika depresi, tersenyumlah dan berterima kasihlah kepada Tuhan Yesus kamu masih hidup.

Hidup adalah anugerah, hiduplah, nikmatilah, rayakanlah, dan jalanilah.


>>Life is a gift, Live it, Enjoy it, Celebrate it, And fulfill it.