Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

19 January 2008

Hidup Adalah Sebuah Anugerah

Ada seorang perempuan yang membenci dirinya sendiri karena dia buta. Dia membenci semua orang, kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada untuk dia. Perempuan itu berkata andai dia dapat melihat dunia, dia akan menikahi kekasihnya.

Suatu hari, seseorang menyumbangkan sepasang mata untuk perempuan itu kemudian perempuan itu dapat melihat segalanya, termasuk kekasihnya.

Kekasihnya bertanya kepada perempuan itu, "Sekarang kamu dapat melihat dunia, maukah kamu menikah denganku?". Perempuan itu terkejut ketika melihat kekasihnya juga buta, dan dia menolak permintaannya untuk menikah.

Kekasihnya pergi dengan sedih, dan kemudian dia menulis surat kepada perempuan itu dan berkata, "Jagalah baik-baik mata saya, sayang."

Inilah bagaimana otak manusia berubah ketika status kita berubah. Hanya beberapa yang ingat hidup yang sebelumnya dan siapa saja yang ada di sana ketika berada di situasi yang menyakitkan.



Hari ini sebelum kamu berpikir untuk mengatakan kata-kata yang tidak mengenakkan, pikirkan orang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa makananmu, pikirkan orang yang tidak bisa makan.

Sebelum kamu mengeluh tentang suamimu atau istrimu, pikirkan orang yang meminta kepada Tuhan Yesus seorang pasanga hidup.

Sebelum kamu mengeluh tentang hidup, pikirkan orang yang pergi ke Surga terlalu cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang anak2mu, pikirkan orang yang menginginkan anak tapi mereka tidak bisa.

Sebelum kamu mengomel tentang rumahmu yang kotor, seseorang tidak membersihkannya atau menyapunya, pikirkan orang yang hidup di jalanan.

Sebelum kamu merengek karena jarak yang kamu harus tempuh ketika kamu menyetir, pikirkan orang yang hanya dapat berjalan dan menempuh jarak seperti jarak yang kamu tempuh dengan kaki mereka.

Dan ketika kamu bosan dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan orang yang tidak punya pekerjaan, tidak mampu dan yang ingin punya pekerjaan seperti pekerjaan kamu.

Sebelum kamu ingin mengarahkan jarimu atau menyalahkan orang lain, pikirkan tidak ada orang yang sempurna.

Dan ketika depresi, tersenyumlah dan berterima kasihlah kepada Tuhan Yesus kamu masih hidup.

Hidup adalah anugerah, hiduplah, nikmatilah, rayakanlah, dan jalanilah.


>>Life is a gift, Live it, Enjoy it, Celebrate it, And fulfill it.

18 January 2008

Ketika Seorang Meninggal, Lalu Apa?

Kita terhenyak ketika seorang anak kecil bertanya, "Apakah artinya mati?" Kita memilih berdiam diri atau tidak membayangkan jikalau seseorang yang kita kasihi meninggal. Kematian adalah musuh setiap orang di mana-mana, apakah jawaban dari pertanyaan sukar tentang kematian? Apakah kita akan bertemu lagi dengan orang yang kita kasihi setelah meninggal?

1. MENGHADAPI KEMATIAN TANPA TAKUT

Kita semua pada saat tertentu, mungkin langsung setelah seorang teman atau kekasih meninggal, merasakan kekosongan di dalam diri kita, perasaan kesepian yang menguasai kita, ketika kita melihat sekilas akhir sebuah kehidupan.

Dalam hal yang sedemikian penting, penuh dengan emosi, di manakah kita dapat mengenal kebenaran tentang apa yang terjadi ketika kita mati? Untunglah, sebagian dari misi Kristus di dunia adalah untuk "membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut" (Ibrani 2:15). Dan di dalam Alkitab, Yesus menyatakan pesan-pesan yang menghiburkan, dan jawaban yang jelas bagi semua pertanyaan kita tentang kematian dan kehidupan masa depan.

2. BAGAIMANA TUHAN MENCIPTAKAN KITA

Untuk dapat memahami dari Alkitab tentang kebenaran tentang kematian, marilah kita memulai dari permulaan dan melihat bagaimana Pencipta kita menciptakan kita.

"Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia [adam, bahasa Ibrani] itu DARI DEBU TANAH [adamah, bahasa Ibrani] dan menghembuskan NAFAS HIDUP ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadikan MAKHLUK YANG HIDUP." - Kejadian 2:7.

Pada saat penciptaan, Tuhan Allah membentuk Adam dari "debu tanah". Ia memiliki otak di dalam kepalanya yang siap untuk berpikir, darah di dalam pembuluh yang siap mengalir. Kemudian Tuhan Allah menghembuskan ke dalam hidungnya "nafas hidup", dan Adam menjadi "makhluk yang hidup". Perhatikan baik-baik, Alkitab tidak mengatakan bahwa Adam menerima jiwa, melainkan bahwa "manusia menjadi makhluk yang hidup." Ketika Tuhan Allah menghembuskan nafas kehidupan kepada Adam, kehidupan mulai mengalir dari Tuhan Allah. Gabungan antara tubuh dan "nafas hidup" menjadikan Adam "makhluk yang hidup." Maka kita dapat menuliskan persamaan manusia seperti berikut:

"Debu tanah" + "nafas hidup" = "Makhluk yang hidup."

Tubuh tanpa kehidupan + nafas dai Tuhan Allah = Makhluk yang hidup.

Kita masing-masing memiliki tubuh dan pikiran untuk bernalar. Sepanjang kita masih terus bernafas, kita adalah makhluk hidup, jiwa yang hidup.

3. APAKAH YANG TERJADI KETIKA SESEORANG MENINGGAL?

Ketika seseorang meninggal, yang terjadi adalah kebalikan dari proses penciptaan yang dinyatakan di dalam Kejadian 2:7.

"Dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya." - Pengkhotbah 12:7.


Alkitab sering menggunakan kata Ibrani untuk "nafas" dan "roh" secara bergantian. Ketika seseorang mati, tubuhnya menjadi "debu" dan "roh" ("nafas hidup") kembali kepada Tuhan Allah, yang adalah sumbernya. Tetapi apakah yang terjadi dengan jiwa?

"Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN ALLAH... sungguh semua JIWA Aku punya... ORANG YANG BERBUAT JAHAT, ITU YANG HARUS MATI." - Yehezkiel 18:3-4.

Jiwa mati! Jiwa tidak kekal, ia dapat musnah. Persamaan yang berasal dari kitab Kejadian 2:7, ketika Tuhan menciptakan kita, adalah berkebalikan dalam kematian.

"Debu tanah" - "Nafas hidup" = Jiwa mati
Tubuh tanpa kehidupan - Nafas hidup dari Tuhan Allah = Makhluk yang mati.

Kematian adalah berhentinya kehidupan. Tubuh menjadi debu, dan nafas, atau roh, kembali kepada Tuhan Allah. Kita adalah jiwa yang hidup di dalam kehidupan, tetapi di dalam kematian kita hanyalah mayat, jiwa yang mati, makhluk yang mati. Maka orang mati itu tidak sadar. Ketika Tuhan Allah mengambil kembali nafas kehidupan yang diberikanNya kepada kita, jiwa kita mati. Akan tetapi kita akan lihat di dalam pelajaran ini, ada harapan di dalam Kristus.

4. SEBERAPA BANYAK ORANG MATI MENGETAHUI?

Setelah kematian, otak kita tidak berfungsi, tidak dapat mengetahui atau mengingat sesuatu. Semua perasaan manusia berhenti pada saat kematian.

"Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang..." - Pengkhotbah 9:6.

Orang mati tidak memiliki kesadaran, maka mereka tidak mengetahui apapun yang terjadi. Mereka sama sekali tidak memiliki hubungan dengan orang yang hidup:

"Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi ORANG YANG MATI TAK TAHU APA-APA." - Pengkhotbah 9:5.

Kematian adalah seperti tidur tanpa mimpi, sebenarnya, Alkitab menyebut kematian dengan "tidur" sebanyak 54 kali. Yesus mengajarkan bahwa kematian adalah seperti tidur. Ia berkata kepada para muridNya:

"LAZARUS, saudara kita, TELAH TERTIDUR, tetapi Aku akan pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya. Maka kata murid-murid itu kepadaNya: 'Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.'Tetapi maksud Yesus adalah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: 'LAZARUS SUDAH MATI.'" - Yohanes 11:11-14.

Lazarus telah mati selama 4 hari sebelum Yesus tiba. Namun ketika Yesus pergi ke kuburannya, Ia membuktikan bahwa adalah mudah bagi Tuhan Allah untuk membangkitkan orang mati seperti kita membangunkan orang tidur. Ini adalah penghiburan yang besar bagi kita karena mengetahui bahwa orang-orang kita yang terkasih yang telah meninggal sedang "tidur", beristirahat dengan tenang di dalam Yesus. Lorong kematian, yang mungkin akan kita lalui pada suatu hari nanti, adalah seperti tidur yang damai dan tenang.

5. APAKAH TUHAN ALLAH MELUPAKAN ORANG-ORANG YANG TIDUR DALAM KEMATIAN?

Tidur dalam kematian bukanlah akhir dari cerita. Di kubur, Yesus berkata kepada Martha, saudara perempuan Lazarus:

"AKULAH KEBANGKITAN dan hidup; BARANGSIAPA PERCAYA KEPADAKU, ia akan hidup walaupun ia sudah mati." - Yohanes 11:25.

Orang-orang yang mati "di dalam Kristus" sedang tidur di dalam kubur, namun mereka masih memiliki masa depan yang cerah. Dia yang menghitung setiap lembar rambut di kepala kita dan memegang kita dengan tanganNya tidak akan melupakan kita. Kita mungkin saja mati dan kembali ke debu, teapi catatan dari kepribadiannya masih tetap jelas di dalam pikiran Tuhan. dan ketika Yesus kembali, Ia akan membangunkan orang mati yang benar dari tidur mereka, sama seperti yang dilakukanNya kepada Lazarus.

"Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang MEREKA YANG MENINGGAL, SUPAYA KAMU JANGAN BERDUKA CITA SEPERTI ORANG-ORANG LAIN YANG TIDAK MEMPUNYAI PENGHARAPAN... sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari surga dan MEREKA YANG MATI DALAM KRISTUS AKAN LEBIH DAHULU BANGKIT, sesudah itu, KITA YANG HIDUP, yang masih tinggal, AKAN DIANGKAT BERSAMA-SAMA DENGAN MEREKA dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. KARENA ITU, HIBURKANLAH SEORANG AKAN YANG LAIN DENAN PERKATAAN-PERKATAAN INI." - 1 Tesalonika 4:13, 16-18.

Pada hari kebangkitan, lorong kematian akan tampak seperti istirahat singkat.orangyang mati tidak sadar akan berlalunya waktu. Orang-orang yang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka, akan dibangunkan dari tidur mereka dengan suara yang indarh turun ke dunia.

Pengharapan akan kebangkitan diikuti dengan pengharapan akan rumah di surga di mana Tuhan "akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita" (Wahyu 21:4). Orang-orang yang mengasihi Tuhan tidak perlu takut akan kematian. Di balik itu terdapat keabadian mengalami kehidupan dengan Tuhan. Yesus "memegang segala kunci maut dan kerajaan maut" (Wahyu 1:18). Tanpa Kristus, kematian akan menjadi jalan satu arah yang berakhir dalam kesia-siaan, namun di dalam Kristus, ada pengharapan yang terang dan bercahaya.

6. APAKAH KITA SEKARANG ABADI?

Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, mereka diciptakan sebagai makhluk hidup yang tidak abadi, yaitu dapat mati. Jikalau saja mereka tetap setia menuruti kehendak Allah, mereka tidak perlu mengalami kematian. Tetapi ketika mereka berdosa, mereka menyerahkan hak mereka untuk hidup. Akibat ketidakpatuhan, mereka menjadi takluk kepada kematian. Dosa mereka membawa akibta seluruh umat manusia, dan karena semua telah berdosa, kita semua tidak abadi, takluk kepada kematian (Roma 5:12). Dan tak ada satu petunjuk pun dari Alkitab yang menunjukkan bahwa jiwa manusia dapat berwujud sebagai suatu kesatuan yang memiliki kesadaran setelah kematian.

Alkitab tak pernah sekali pun menjelaskan bahwa jiwa manusia, yang saat ini dikatakan abadi, atau tak dapat binasa, bukan sasaran dari kematian. Kata Ibrani dan Yunani untuk "jiwa", "roh", dan "nafas" muncul di Alkitab sebanyak 1700 kali. Tapi tak pernah sekali pun disebutkan bahwa jiwa, roh, dan napas manusia adalah abadi. Saat ini hanya Allah yang memiliki keabadian. Allahlah... SATU-SATUNYA YANG TIDAK TAKLUK KEPADA MAUT (I Timotius 6:15-16).

Alkitab menyebutkan dengan jelas bahwa manusia dalam kehidupan ini adalah makhluk hidup yang tidak abadi: menjadi sasaran dari kematian. Tetapi ketika Yesus kembali, kita akan mengalami perubahan yang dahsyat.

"Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia; KITA TIDAK AKAN MATI SEMUANYA, tetapi KITA SEMUANYA AKAN DIUBAH, dalam sekejap mata, PADA WAKTU BUNYI NAFIRI YANG TERAKHIR. Sebab nafiri akan berbunyi dan ORANG-ORANG MATI AKAN DIBANGKITKAN dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan KITA SEMUA AKAN DIUBAH. Karena yang tidak dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan YANG DAPAT MATI INI HARUS MENGENAKAN YANG TIDAK DAPAT MATI." - I Korintus 15:51-53.

Sebagai makhluk hidup di saat ini kita tidak abadi. Tetapi jaminan Kristen mengatakan bahwa kita menjadi tak dapat binasa ketika Yesus datang lagi untuk yang kedua kali. Kepastian dari janji keabadian ditunjukkan ketika Yesus bangkit dari kuburNya;

"MEMATAHKAN KUASA MAUT... dan MENDATANGKAN HIDUP YANG TIDAK DAPAT BINASA melalui Injil." - 2 Timotius 1:10.

Pandangan Allah akan nasib umat manusia sangatlah jelas; kematian abadi bagi mereka yang menolak Kristus dan bersikeras pada dosa-dosa mereka, atau ketidakbinasaan sebagai sebuah hadiah cuma-cuma ketika Yesus datang bagi mereka yang telah menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

7. MENGHADAPI KEMATIAN DARI ORANG YANG DIKASIHI

Ketakutan yang secara alamiah kita pergumulkan di dalam menghadapi kematian menjadi semakin menyakitkan ketika orang yang kita kasihi meninggal. Kesepian dan rasa kehilangan tersebut dapat menguasai kita. Satu-satunya pemecahan dalam mengatasi penderitaan yang disebabkan oleh perpisahan dengan orang yang kita kasihi, hanya penghiburan yang hanya dapat diberikan oleh Kristus. Ingatlah bahwa kekasihmu itu tertidur, dan mereka yang beristirahat dalam Yesus akan dibangunkan "saat kebangkitan hidup" ketika Yesus datang.

Allah sedang merencanakan suatu reuni yang amat indah. Anak-anak akan dikumpulkan kembali kepada para orang tua yang bersukacita. Para suami dan istri bersatu dalam pelukan mereka masing-masing. Perpisahan kehidupan yang kejam akan berakhir. "Maut telah ditelan dalam kemenangan" (I Korintus 15:54).

Sebagian orang terlalu memikirkan perpisahan tersebut, sehingga mereka berusaha untuk berhubungan dengan para kekasih yang telah tiada itu melalui sarana spiritual atau ajaran New Age. Tetapi Alkitab secara khusus memberi peringatan kepada kita akan hal ini. Dan apabila orang berkata kepada kamu; "Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik dan komat-kamit," maka jawablah;

"Bukankah suatu bangsa patut meminta petunjuk kepada Allahnya? Atau haruskah mereka meminta petunjuk kepada orang-orang mati bagi orang-orang hidup?" - Yesaya 8:19.

Mengapa demikian? Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa orang-orang mati tidak mengetahui apa-apa. Pemecahan sejati dalam mengatasi penderitaan akibat perpisahan dengan orang-orang yang dikasihi, hanyalah penghiburan yang hanya Kristus yang dapat memberikannya. Menyediakan waktu untuk berhubungan dengan Kristus adalah cara yang paling menyehatkan untuk bertumbuh melalui masa-masa penuh kesedihan. Ingatlah selalu, tanda nyata selanjutnya yang ditujukan kepada mereka yang beristirahat di dalam Kristus adalah suara dari kedatangan Kristus yang kedua kali untuk membangkitkan orang-orang mati.

8. MENGHADAPI KEMATIAN TANPA GENTAR

Kematian merenggut segala-galanya dari kita. Tapi satu hal yang tidak dapat direnggut dari kita adalah Kristus, dan Kristus dapat memperbaiki segalanya kembali. Kematian tidak akan berkuasa selamanya di dunia ini. Iblis, orang jahat, kematian, dan kubur akan binasa di dalam lautan api pada kematian kedua (Wahyu 20:14).

Berikut ini adalah 4 cara sederhana untuk menghadapi kematian tanpa rasa takut:
(1) Hiduplah dengan pengharapan dan kepercayaan di dalam Kristus, dan anda akan siap untuk menghadapi kematian kapan pun juga.
(2) Melalui kuasa Roh Kudus, tetaplah setia kepada hukum-hukum Allah dan kau akan siap akan kehidupan kedua di mana anda tidak akan pernah mati.
(3) Pandanglah kematian sebagai suatu masa istirahat sesaat yang mana suara Yesus akan membangkitkan engkau ketika Ia datang kedua kali.
(4) Ingatlah akan penghiburan dari kepastian jaminan Yesus akan rumah surgawi bersamaNya selama-lamanya.

Kebenaran Alkitab melepaskan seseorang dari ketakutan akan kematian, karena Alkitab menyatakan Yesus, Ia yang tidak dapat ditaklukkan oleh maut. Ketika Yesus memasuki kehidupan kita, Ia memenuhi hati kita dengan kedamaian;

"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberika kepadamu... Janganlah gentar dan gelisah hatimu." - Yohanes 14:27.

Yesus juga memungkinkan bagi kita untuk mengatasi kesedihan karena kehilangan orang yang dikasihi. Yesus berjalan melalui "lembah kematian," Ia mengetahui kelamnya malam yang kita lalui.

"Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging... supaya oleh KEMATIANNYA Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut, dan supaya dengan jalan demikian IA MEMBEBASKAN MEREKA YANG SEUMUR HIDUPNYA BERADA DALAM PERHAMBAAN OLEH KARENA TAKUTNYA KEPADA MAUT." - Ibrani 2:14-15.

Dr. James Simpson, seorang dokter yang menemukan anesthesia, mengalami kehilangan yang sangat besar ketika anak tertuanya meninggal. Sebagai layaknya orangtua ia sangat menderita. Tetapi akhirnya ia menemukan jalan pengharapan. Pada nisan anaknya ia mengukir kata-kata yang diucapkan Yesus mengenai penebusanNya; "Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25). Dan Ia berjanji, "Sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup" (Yohanes 14:19). Kristuslah satu-satunya pengharapan kita akan kehidupan setelah kematian. Dan ketika Kristus datang lagi, Ia memberikan keabadian kepada kita. Kita tidak akan pernah lagi hidup di bawah bayang-bayang kematian, karena kita memiliki kehidupan selama-lamanya. Sudahkah anda menemukan pengharapan besar ini yang dapat kita gunakan untuk menghibur diri di saat-saat tergelap kita? Jika anda tidak pernah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu, bersediakah anda melakukannya sekarang?

17 January 2008

Be Led by the Spirit

Today's Scripture

Those who are led by the Spirit of God are the sons of God” (Romans 8:14).

Today's Word from Joel and Victoria

Have you ever started to do something when you had a little nudging on the inside of you telling you to do something completely different? Sometimes it’s easy to override that little inward voice, but that small voice deep on the inside of you is how God speaks to you. It’s how He leads you by His Spirit. When you follow the Spirit’s leading by faith—even when it doesn’t make sense—you are making a declaration with your actions that you are a child of the Most High God. Those who are led by the Spirit of God are the sons and daughters of God. The more you yield yourself to His leading, the easier it becomes to follow Him. You’ll hear His voice in the midnight hour giving your direction about which steps to take. You’ll hear His voice affirming you and guiding you into everlasting peace. Remember, God lead’s us by peace and joy. He’s never condemning but He always leads you into Truth. Take time today to tune out the other voices so that you can be led by His Spirit into the life of victory the Lord has in store for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank you for leading me by Your Spirit today. Thank You for filling me with Your joy and peace. Help me to clearly know Your voice so that I can follow You all the days of my life. In Jesus’ Name, Amen.

From : Joel Osteen Ministries

Surat Dari Yesus 2

Saat kau bangun dipagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapatKu atau bersyukur kepadaKu atas sesuatu hal indah yang terjadi di dalam hidupmu kemarin, tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja. Aku kembali menanti.

Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu
akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk. Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama limabelas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir engkau ingin berbicara kepadaKu, tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru.

Aku melihatmu ketika engkau pergi
bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu. Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang kesekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepadaKu dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya.

Tidak apa-apa. Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepadaKu, meskipun saaat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan. Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKu. Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama kemudian.

Tidak apa-apa karena mungkin engkau
tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu. Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu.

Baiklah... engkau bangun kembali dan kembali. Aku akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu. Semoga harimu menyenangkan. Bapamu, ALLAH TRINITAS YANG MAHAKUDUS.

16 January 2008

Arti Sebuah Pernikahan

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab. Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuhperhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria
yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, "HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku
tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh dan sempurna bersamamu".

Learn About Love

Jika kamu memancing ikan, setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu....
Janganlah sesekali kamu melepaskannya kembali ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup...

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang...
Setelah ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu menjaga hatinya....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....
Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak akan dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatmu. ...

Jika kamu menadah air, biarlah mendapat sedapatnya, jangan terlalu mengharap pada kedalaman lengkungannya dan janganlah menganggap wadah itu begitu kokoh....
cukuplah menadah sesuai kebutuhanmu. ...
Apabila wadah itu sekali retak....
tentu sukar bagi kamu untuk menambalnya kembali menjadi seperti semula....
Akhirnya kamu akan membuangnya. ...
Sedangkan jika kamu mencoba memperbaikinya, mungkin kamu masih dapat mempergunakannya lagi....

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan
janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa....
Anggaplah dia manusia biasa....
Bila tidak, apabila sekali dia melakukan kesilapan, tidak mudah bagi kamu untuk
menerimanya. ...
akhirnya kamu akan kecewa dan meninggalkannya...
Sedangkan jika kamu memaafkannya, boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhir hayat....

Jika kamu telah memiliki sepiring nasi, punyamu pastilah yang terbaik untuk dirimu, mengenyangkan dan berkhasiat...
Mengapa kamu lengah, mencoba mencari makanan yang lain..
Terlalu ingin mengejar kelezatan...
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.
Dan kamu akan menyesal...


Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang kekasih.....
kekasihmu itu pasti membawa kebaikan kepada dirimu...
Menyayangimu dan mengasihimu. ..
Mengapa kamu berlengah, mencoba membandingkannya dengan yang lain...
Terlalu mengejar kesempurnaan..
Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain dan kamu juga yang akan menyesal....
Pomeranian

Tuhanku Ada Disana

Seorang pasien berpaling menghadap dokternya, selagi dokter itu bersiap untuk pergi, "Dokter, Aku takut mati. Ceritakan apa yang ada disebelah sana".

Dengan lembut, dokter itu berkata, "Saya tidak tahu."

"Anda tidak tahu? Anda, seorang Kristen, tidak tahu apa yang ada disebelah sana?"

Dokter itu sedang memegang gagang pintu kamar disebelah sana terdengar suara garukan dan keluhan,
begitu pintu itu dibukanya, seekor anjing menerobos masuk dan lompat kearahnya dengan antusias dan senang sekali.

Menoleh kearah sang pasien, dokter berkata, "Anda lihat anjing saya? ia belum pernah masuk ruangan ini sebelumnya ia tidak tahu ada apa didalamnya. Ia tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa tuannya ada didalam, dan ketika pintu dibuka, ia langsung masuk tanpa takut. Saya hanya tau sedikit tentang ada apa di sebelah kematian, tapi saya tahu benar tentang satu hal... saya tahu Tuhan saya ada disana dan itu cukup."

Kiranya ada damai sejahtera besertamu hari ini.
Kiranya anda percaya Tuhan tahu dimana anda akan berada. Saya percaya bahwa teman2 adalah malaikat-malaikat pendiam yang selalu menjaga kita agar tidak jatuh ketika sayap-sayap kita kesulitan mengingat bagaimana terbang. Sebarkan cerita ini. Tuhan Memberkati.

15 January 2008

Berpikir Positif

Yang engkau alami selama ini …

Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu...
Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya....
Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya...

Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya...
Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya...
Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu...
Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintamu...
Saat dia yang kau sayangi tiba2 memutuskan hubungannya denganmu...

Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan...
Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu...
Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu...

Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu...

Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu...
Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan....
Sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia...

Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu...
Sebenarnya dia telah mengajarkanmu agar tidak berprasangka buruk & selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kau kirim... atau mungkin saja dia tidak melihatmu...

Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu...
Sebenarnya dia telah mengajarkanmu untuk menjawab e-mail temanmu yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk dan jika kau tidak bisa menjawabnya katakan kalau kau belum bisa menjawabnya jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu...

Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba2 memutuskan hubungannya denganmu...
Sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menerima rencanaNya...

Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu...
Sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun...

Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu...
Sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita, mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya...

Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan...
Sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif & santun, kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan...

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang2 yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan...
Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan/dicuekin, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina...

Sebenarnya orang2 tsb. sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati & jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berprilaku seperti itu...

Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu...

He Improves Those He Loves

Today's Scripture

“…God disciplines us for our good, that we may share in His holiness” (Hebrews 12:10).

Today's Word from Joel and Victoria

Aren’t you glad that the God of this universe loves us enough to discipline and shape our character? Webster’s Dictionary defines “discipline” as training that corrects, molds, or perfects mental faculties or moral character. God improves our character through His training. While you are on this earth, you are constantly in spiritual training. Your faith is being trained, your character is being trained, and your heart is being trained to be more like Him. God is training us so that we can be holy, or set apart, in our mind, will, and emotions. Holiness is important to God because the Bible says that without holiness, we won’t be able to see Him. God doesn’t want anything to come between you and Him. He wants to be with you. That’s why He chose to make your heart His home. When you allow Him to shape, train, and improve your character, you will be holy and you will see Him. Receive His loving guidance today as He shapes and trains your character. Let Him work in your life and respond to His tender leading. As you do, you’ll rise higher in every area and live the life of victory the Lord has planned for you.

A Prayer for Today

Father, thank You for Your discipline in my life. Thank You for molding and shaping my character so that I can be more like You. I welcome your correction and submit myself to You in every area of my life. In Jesus’ Name. Amen.

From : Joel Osteen Ministries

14 January 2008

Touching Story From Italy

Dibalik cerita Pedonor sumsum tulang belakang dan pelaku pemerkosaan. Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa 17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama kota, tak tahu aku bener engga nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam.

Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab untuk memelihara anak ini. Sayangnya, sang bayi kini menderita leukemia (kanker darah). Dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera.

Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya. Berharap agar pelaku pada waktu itu saat melihat berita ini, bersedia menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth. Berita pencarian orang ini membuat seluruh masyarakat gempar. Setiap orang membicarakannya. Masalahnya adalah apakah orang hitam ini berani muncul. Padahal jelas ia akan menghadapi kesulitan besar, jika ia berani muncul, ia akan menghadapi masalah hukum, dan ada kemungkinan merusak kehidupan rumah tangganya sendiri. Jika ia tetap bersikeras untuk diam, ia sekali lagi membuat dosa yang tak terampuni. Kisah ini akan berakhir bagaimanakah? Seorang anak perempuan yang menderita leukimia ternyata menyimpan suatu kisah yang memalukan di suatu perkampungan Itali. Martha, 35 thn, adalah wanita yang menjadi pembicaraan semua orang.

Ia dan suaminya Peterson adalah warga kulit putih, tetapi diantara kedua anaknya, ternyata terdapat satu yang berkulit hitam. Hal ini menarik perhatian setiap orang disekitar mereka untuk bertanya, Martha hanya tersenyum kecil berkata pada mereka bahwa nenek berkulit hitam dan kakeknya berkulit putih, maka anaknya Monika mendapat kemungkinan seperti ini. Musim gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami demam tinggi. Terakhir, Dr. Adely memvonis Monika menderita leukimia. Harapan satu-satunya hanyalah mencari pedonor sumsum tulang belakang yang paling cocok untuknya. Dokter menjelaskan lebih lanjut. Diantara mereka yang ada hubungan darah dengan Monika merupakan cara yang paling mudah untuk menemukan pedonor tercocok. Harap seluruh anggota keluarga kalian berkumpul untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang.

Raut wajah Martha berubah, tapi tetap saja seluruh keluarga menjalani pemeriksaan. Hasilnya tak satupun yang cocok. Dokter memberitahu mereka, dalam kasus seperti Monika ini, mencari pedonor yang cocok sangatlah kecil kemungkinannya. Sekarang hanya ada satu cara yang paling manjur, yaitu Martha dan suaminya kembali mengandung anak lagi. Dan mendonorkan darah anak untuk Monika. Mendengar usul ini Martha tiba-tiba menjadi panik, dan berkata tanpa suara Tuhan..kenapa menjadi begini? Ia menatap suaminya, sinar matanya dipenuhi ketakutan dan putus asa. Peterson mengerutkan keningnya berpikir. Dr. Adely berusaha menjelaskan pada
mereka, saat ini banyak orang yang menggunakan cara ini untuk menolong nyawa para penderita leukimia, lagi pula cara ini terhadap bayi yang baru dilahirkan sama sekali tak ada pengaruhnya. Hal ini hanya didengarkan oleh pasangan suami istri tersebut, dan termenung begitu lama. Terakhir mereka hanya berkata, Biarkan kami memikirkannya kembali.

Malam kedua, Dr. Adely tengah bergiliran tugas, tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka, pasangan suami istri tersebut. Martha menggigit bibirnya keras, suaminya Peterson, menggenggam tangannya, dan berkata serius pada dokter. Kami ada suatu hal yang perlu memberitahumu. Tapi harap Anda berjanji untuk menjaga kerahasiaan ini, karena ini merupakan rahasia kami suami-istri selama beberapa tahun. Dr. Adely menganggukkan kepalanya. Lalu mereka menceritakan Itu adalah 10 tahun lalu, dimana Martha ketika pulang kerja telah diperkosa seorang remaja berkulit hitam. Saat Martha sadar, dan pulang ke rumah dengan tergesa-gesa, waktu telah menunjukkan pukul 1 malam. Waktu itu aku bagaikan gila keluar rumah mencari orang hitam itu untuk membuat perhitungan. Tapi telah tak ada bayangan orang satupun. Malam itu kami hanya dapat memeluk kepala masing-masing menahan kepedihan. Sepertinya seluruh langit runtuh.

Bicara sampai sini, Peterson telah dibanjiri air mata, ia melanjutkan kembali. Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. Kami merasa sangat ketakutan, kuatir bila anak yang dikandungnya merupakan milik orang hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi kami. Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan. Maret 1993, Martha melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam. Kami begitu putus asa, pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke panti asuhan. Tapi mendengar suara tangisnya, kami sungguh tak tega. Terlebih lagi bagaimanapun Martha telah mengandungnya, ia juga merupakan sebuah nyawa. Aku dan Martha merupakan warga Kristen yang taat, pada akhirnya kami memutuskan untuk memeliharanya, dan memberinya nama Monika.

Mata Dr. Adely juga digenangi air mata, pada akhirnya ia memahami kenapa bagi kedua suami istri tersebut kembali mengandung anak merupakan hal yang sangat mengkuatirkan. Ia berpikir sambil mengangguk-anggukkan kepala berkata Memang jika demikian, kalian melahirkan 10 anak sekalipun akan sulit untuk mendapatkan donor yang cocok untuk Monika. Beberapa lama kemudian, ia memandang Martha dan berkata Kelihatannya, kalian harus mencari ayah kandung Monika. Barangkali sumsum tulangnya cocok untuk Monika. Tetapi, apakah kalian bersedia membiarkan ia kembali muncul dalam kehidupan kalian? Martha berkata : "Demi anak, aku bersedia berlapang dada memaafkannya. Bila ia bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya. Dr. Adely merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu. Martha dan Peterson mempertimbangkannya baik-baik, sebelum akhirnya memutuskan memuat berita pencarian ini di koran dengan menggunakan nama samaran. November 2002, di koran Wayeli termuat berita pencarian ini, seperti yang digambarkan sebelumnya. Berita ini memohon sang pelaku pemerkosaan waktu itu berani muncul, demi untuk menolong sebuah nyawa seorang anak perempuan penderita leukimia! Begitu berita ini keluar, tanggapan masyarakat begitu menggemparkan. Kotak surat dan telepon Dr.Adely bagaikan meledak saja, kebanjiran surat masuk dan telepon, orang-orang terus bertanya siapakah wanita ini Mereka ingin bertemu dengannya, berharap dapat memberikan bantuan padanya. Tetapi Martha menolak semua perhatian mereka, ia tak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya, lebih tak ingin lagi identitas Monika sebagai anak hasil pemerkosaan terungkap.

Seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita ini berakhir. (suratkabar Roma) Komentar dengan topik : Orang hitam itu akan munculkah? Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah masyarakat kita sekarang menilainya. Akankah menggunakan hukum yang berlaku untuk menghakiminya. Haruskah ia menerima hukuman dan cacian untuk masa lalunya, ataukah ia harus menerima pujian karena keberaniannya hari ini ?

Saat itu berita pencarian juga muncul di Napulese, memporakporandakan perasaan seorang pengelola toko minuman keras berusia 30 tahun. Ia seorang kulit hitam, bernama Ajili. 17 Mei 1992 waktu itu, ia memiliki lembaran tergelam merupakan mimpi terburuknya di malam berhujan itu. Ia adalah sang peran utama dalam kisah ini. Tak seorangpun menyangka, Ajili yang sangat kaya raya itu, pernah bekerja sebagai pencuci piring panggilan. Dikarenakan orang tuanya telah meninggal sejak ia masih muda, ia yang tak pernah mengenyam dunia pendidikan terpaksa bekerja sejak dini. Ia yang begitu pandai dan cekatan, berharap dirinya sendiri bekerja dengan giat demi mendapatkan sedikit uang dan penghargaan dari orang lain. Tapi sialnya, bosnya merupakan seorang rasialis, yang selalu mendiskriminasikannya. Tak peduli segiat apapun dirinya, selalu memukul dan memakinya. 17 Mei 1992, merupakan ulang tahunnya ke 20, ia berencana untuk pulang kerja lebih awal merayakan hari ulang tahunnya. Siapa menyangka, ditengah kesibukan ia memecahkan sebuah piring. Sang bos menahan kepalanya, memaksanya untuk menelan pecahan piring. Ajili begitu marah dan memukul sang bos, lalu berlari keluar meninggalkan restoran. Ditengah kemarahannya ia bertekad untuk membalas dendam pada si kulit putih. Malam berhujan lebat, tiada seorangpun lewat, dan di parkiran ia bertemu Martha. Untuk membalaskan dendamnya akibat pendiskriminasian, ia pun memperkosa sang wanita yang tak berdosa ini.

Tapi selesai melakukannya, Ajili mulai panik dan ketakutan. Malam itu juga Ia menggunakan uang ulang tahunnya untuk membeli tiket KA menuju Napulese, meninggalkan kota ini. Di Napulese, ia bertemu keberuntungannya. Ajili mendapatkan pekerjaan dengan lancar di restoran milik orang Amerika. Kedua pasangan Amerika ini sangatlah mengagumi kemampuannya, dan menikahkannya dengan anak perempuan merka, Lina, dan pada akhirnya juga mempercayainya untuk mengelola toko mereka. Beberapa tahun ini, ia yang begitu tangkas, tak hanya memajukan bisnis toko minuman keras ini, ia juga memiliki 3 anak yang lucu. Dimata pekerja lainnya dan seluruh anggota keluarga, Ajili merupakan bos yang baik, suami yang baik, ayah yang baik. Tapi hati nuraninya tetap membuatnya tak melupakan dosa yang pernah diperbuatnya.

Ia selalu memohon ampun pada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi wanita yang pernah diperkosanya, berharap ia selalu hidup damai dan tentram. Tapi ia menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak memberitahu seorangpun. Pagi hari itu, Ajili berkali-kali membolak-balik koran, ia terus mempertimbangkan kemungkinan dirinyalah pelaku yang dimaksud. Sedikitpun ia tak pernah membayangkan bahwa wanita malang itu mengandung anaknya, bahkan menanggung tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga anak yang awalnya bukanlah miliknya.

Hari itu, Ajili beberapa kali mencoba menghubungi nomor telepon Dr.Adely. Tapi setiap kali, belum sempat menekan habis tombol telepon, ia telah menutupnya kembali. Hatinya terus bertentangan, bila ia bersedia mengakui semuanya, setiap orang kelak akan mengetahui sisi terburuknya ini, anak-anaknya tak akan lagi mencintainya, ia akan kehilangan keluarganya yang bahagia dan istrinya yang cantik. Juga akan kehilangan penghormatan masyarakat disekitarnya. Semua yang ia dapatkan dengan ditukar kerja kerasnya bertahun-tahun. Malam itu, saat makan bersama, seluruh keluarga mendiskusikan kasus Martha. Sang istri, Lina berkata : "Aku sangat mengagumi Martha. Bila aku diposisinya, aku tak akan memiliki keberanian untuk memelihara anak hasil perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi lagi suami Martha, ia sungguh pria yang patut dihormati, tak disangka ia dapat menerima anak yang demikian". Ajili termenung mendengarkan pendapat istrinya, dan tiba-tiba mengajukan pertanyaan: Kalau begitu, bagaimana kau memandang pelaku pemerkosaan itu? Sedikitpun aku tak akan memaafkannya!!! Waktu itu ia sudah membuat kesalahan, kali ini juga hanya dapat meringkuk menyelingkupi dirinya sendiri, ia benar-benar begitu rendah, begitu egois, begitu pengecut! Ia benar-benar seorang pengecut ! demikian istrinya menjawab dengan dipenuhi api kemarahan. Ajili mendengarkan saja, tak berani mengatakan kenyataan pada istrinya. Malam itu, anaknya yang baru berusia 5 tahun begitu rewel tak bersedia tidur, untuk pertama kalinya Ajili kehilangan kesabaran dan menamparnya. Sang anak sambil menangis berkata, "Kau ayah yang jahat, aku tak mau peduli kamu lagi. Aku tak ingin kau menjadi ayahku". Hati Ajili bagai terpukul keras mendengarnya, ia pun memeluk erat-erat sang anak dan berkata, "Maaf, ayah tak akan memukulmu lagi. Ayah yang salah, maafkan papa ya".

Sampai sini, Ajili pun tiba-tiba menangis. Sang anak terkejut dibuatnya, dan buru-buru berkata padanya untuk menenangkan ayahnya, "Baiklah, kumaafkan. Guru TK ku bilang, anak yang baik adalah anak yang mau memperbaiki kesalahannya. Malam itu, Ajili tak dapat terlelap, merasa dirinya bagaikan terbakar dalam neraka. Dimatanya selalu terbayang kejadian malam berhujan deras itu, dan bayangan sang wanita. Ia sepertinya dapat mendengarkan jerit tangis wanita itu. Tak henti-hentinya ia bertanya pada dirinya sendiri : "Aku ini sebenarnya orang baik, atau orang jahat ?" Mendengar bunyi napas istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk berdiri. Hari kedua, ia hampir tak tahan lagi rasanya. Istrinya mulai merasakan adanya ketidakberesan pada dirinya, memberikan perhatian padanya dengan menanyakan apakah ada masalah Dan ia mencari alasan tak enak badan untuk meloloskan dirinya. Pagi hari di jam kerja, sang karyawan menyapanya ramah : "Selamat pagi, manager!" Mendengar itu, wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi, dalam hati dipenuhi perasaan tak menentu dan rasa malu. Ia merasa dirinya hampir menjadi gila saja rasanya.

Setelah berhari-hari memeriksa hati nuraninya, Ajili tak dapat lagi terus diam saja, iapun menelepon Dr. Adely. Ia berusaha sekuat tenaga menjaga suaranya supaya tetap tenang : "Aku ingin mengetahui keadaan anak malang itu. Dr. Adely memberitahunya, keadaan sang anak sangat parah. Dr.Adely menambahkan kalimat terakhirnya berkata : "Entah apa ia dapat menunggu hari kemunculan ayah kandungnya. Kalimat terakhir ini menyentuh hati Ajili yang paling dalam, suatu perasaan hangat sebagai sang ayah mengalir keluar, bagaimanapun anak itu juga merupakan darah dagingnya sendiri! Ia pun membulatkan tekad untuk menolong Monika. Ia telah melakukan kesalahan sekali, tak boleh kembali membiarkan dirinya meneruskan kesalahan ini. Malam hari itu juga, ia pun mengobarkan keberaniannya sendiri untuk memberitahu sang istri tentang segala rahasianya. Terakhir ia berkata, "Sangatlah mungkin bahwa aku adalah ayah Monika Aku harus menyelamatkannya Lina sangat terkejut, marah dan terluka, mendengar semuanya, ia berteriak marah :"Kau PEMBOHONG !" Malam itu juga ia membawa ketiga anak mereka, dan lari pulang ke rumah ayah ibunya. Ketika ia memberitahu mereka tentang kisah Ajili, kemarahan kedua suami-istri tersebut dengan segera mereda. Mereka adalah dua orang tua yang penuh pengalaman hidup, mereka menasehatinya, "Memang benar, kita patut marah terhadap segala tingkah laku Ajili di masa lalu. Tapi pernahkah kamu memikirkan, ia dapat mengulurkan dirinya untuk muncul, perlu berapa banyak keberanian besar. Hal ini membuktikan bahwa hati nuraninya belum sepenuhnya terkubur. Apakah kau mengharapkan seorang suami yang pernah melakukan kesalahan tapi kini bersedia memperbaiki dirinya Ataukah seorang suami yang selamanya menyimpan kebusukan ini didalamnya?" Mendengar ini Lina terpekur beberapa lama. Pagi-pagi di hari kedua, ia langsung kembali ke sisi Ajili, menatap mata sang suami yang dipenuhi penderitaan, Lina menetapkan hatinya berkata, "Ajili, pergilah menemui Dr. Adely! Aku akan menemanimu!"

3 Februari 2003, suami istri Ajili, menghubungi Dr. Adely.8 Februari, pasangan tersebut tiba di RS Elisabeth, demi untuk pemeriksaan DNA Ajili. Hasilnya Ajili benar-benar adalah ayah Monika. Ketika Martha mengetahui bahwa orang hitam pemerkosanya itu pada akhirnya berani memunculkan dirinya, ia pun tak dapat menahan air matanya. Sepuluh tahun ini ia terus memendam dendam kesumat terhadap Ajili, namun saat ini ia hanya dipenuhi perasaan terharu. Segalanya berlangsung dalam keheningan. Demi untuk melindungi pasangan Ajili dan pasangan Martha, pihak RS tidak mengungkapkan dengan jelas identitas mereka semua pada media, dan juga tak bersedia mengungkapkan keadaan sebenarnya, mereka hanya memberitahu media bahwa ayah kandung Monika telah ditemukan.

Berita ini mengejutkan seluruh pemerhati berita ini. Mereka terus-menerus menelepon, menulis suratpada Dr. Adely, memohon untuk dapat menyampaikan kemarahan mereka pada orang hitam ini, sekaligus penghormatan mereka padanya. Mereka berpendapat, "Barangkali ia pernah melakukan tindak pidana, namun saat ini ia seorang pahlawan!". 10 Februari, kedua pasangan Martha dan suami memohon untuk dapat bertemu muka langsung dengan Ajili. Awalnya Ajili tak berani untuk menemui mereka, namun pada permohonan ketiga Martha, iapun menyetujui hal ini. 18 Februari, dalam ruang tertutup dan dirahasiakan di RS, Martha bertemu langsung dengan Ajili.

Ajili baru saja memangkas rambutnya, saat ia melihat Martha, langkah kakinya terasa sangatlah berat, raut wajahnya memucat. Martha dan suaminya melangkah maju, dan mereka bersama-sama saling menjabat tangan masing-masing, sesaat ketiga orang tersebut diam tanpa suara menahan kepedihan, sebelum akhirnya air mata mereka bersama-sama mengalir. Beberapa waktu kemudian, dengan suara serak Ajili berkata, "Maaf...mohon maafkan aku !" Kalimat ini telah terpendam dalam hatiku selama 10 tahun. Hari ini akhirnya aku mendapat kesempatan untuk mengatakannya langsung kepadamu. Martha menjawab, "Terima kasih Kau dapat muncul. Semoga Tuhan memberkati, sehingga sumsum tulang belakangmu dapat menolong putriku".

19 Februari, dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang Ajili. Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika Sang dokter berkata dengan antusias : "Ini suatu keajaiban!".

22 Februari 2003, sekian lama harapan masyarakat luas akhirnya terkabulkan. Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada akhirnya Monika telah melewati masa kritis. Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar RS dengan sehat walafiat. Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan secara khusus mengundang Ajili dan Dr. Adely datang kerumah mereka untuk merayakannya. Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr. Adely membawa suratnya bagi mereka. Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa malunya berkata :"Aku tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang kalian. Aku berharap Monika berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama kalian. Bila kalian menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi aku, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu kalian". Saat ini juga, aku sangat berterima kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku terdalam, dialah yang memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatku dapat memiliki kehidupan yang benar-benar bahagia di saparoh usiaku selanjutnya. Ini adalah hadiah yang ia berikan padaku ! ( Italia post)

Look Straight Ahead

Today's Scripture

“Let your eyes look straight ahead, fix your gaze directly before you” (Proverbs 4:25).

Today's Word from Joel and Victoria

What are you looking at today? I don’t mean in the natural, but in the spiritual. What is in the forefront of your mind and heart? Are you constantly dwelling on your problems, or things that have happened in your past? In the natural, you will move in the direction that your eyes are looking. In the spiritual, it works the same way. Whatever you focus your mind and heart on, you will move towards. That’s why this verse tells us to look straight ahead. If you are constantly dwelling on your problems, or things in your past, wondering “what if” then you will stay right where you are. But if you choose to forgive and release the past then you can focus on what is ahead of you and you’ll begin to move forward. God doesn’t want you to live in the past. He wants you to meditate on His goodness and believe His promises so that you can keep growing. God is a creative God and He has designed a wonderful future for you. Look straight ahead so you can see it and move forward into the live of victory God has promised!

A Prayer for Today

Heavenly Father, today I set my focus on You. I choose to forget the past by forgiving others so that I can look straight ahead to Your promises. I ask that You direct my heart on the path of life that You have for me. In Jesus’ Name. Amen.

From : Joel Osteen Ministries