Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

07 December 2007

Ceritakan Pada Dunia Untukku

Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman.

Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh.

Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih.

Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, "Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?"

Tidak," jawabku dengan sungguh-sungguh.


"Oh," sahutnya.

"Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan
Tuhan." Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil.

"Saya rasa kamu tak akan pe rnah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu."

Tommy mengangkat bahu, lalu pergi.

Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud
kata-kataku. Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur.

Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi.

Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya, terdengar tegas. "Tommy ! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu sakit keras?" tanyaku langsung. "Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi."

"Kamu mau membicarakan itu?"

"Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?"

"Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang?" Jawabnya, "Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu harta adalah hal-hal yang 'utama' dalam hidup ini."

Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku. "Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya. Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Bapak itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh".

"Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya...", Tommy melanjutkan "dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan. Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital,saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga.

Tapi tak terjadi apa pun.."

Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras
mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu."

"Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting," lanjut Tommy. "Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka.

Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit: ayah saya. "Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya."

"Pa, aku ingin bicara." "Bicara saja." "Pa, ini penting sekali."

Korannya turun perlahan 8 cm. " Ada apa?" "Pa, aku cinta Papa. Aku hanya
ingin Papa tahu itu." Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu.

"Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang
seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku. Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya."

"Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah," sambung Tommy. "Mereka menangis bersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya.

"Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya."

"Tommy," aku tersedak,

"Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih."

"Tommy," saya menambahkan, "boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa yang baru kamu ceritakan?"

Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia harus berpulang. Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan.

Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali. Saya tak akan mampu hadir di kuliah Bapak," katanya.

"Saya tahu, Tommy."

"Maukah Bapak menceritakannya untuk saya?
Maukah Bapak menceritakannya pada dunia untuk saya?"

"Ya, Tommy. Saya akan melakukannya."

God bless .............


Oleh: John Powell, S.J.

30 November 2007

Tuhan Yesus Telah Bangkitkan Saya Dari Kematian

"Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki- Nya." Yohanes 5:21

Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, dalam kesempatan ini saya akan bersaksi tentang peristiwa kematian dan kehidupan yang saya alami pada tanggal 15 Desember 1999. Peristiwa ini juga merupakan suatu tragedi bagi yayasan Doulos yang berada di Cipayung, Jakarta dimana Sekolah Teologi Doulos ada di dalamnya dan saya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama. Sebelum penyerangan dan pembakaran Yayasan Doulos tanggal 15 Desember itu oleh massa yang berasal dari kelompok agama tertentu, beberapa kali saya mendapat mimpi-mimpi sebagai berikut:

Minggu, 12 Desember 1999, saya bertemu dengan Tuhan Yesus dan malaikat, saya terkejut dan bangun lalu berdoa selesai saya tidur kembali.

1.. Senin, 13 Desember 1999, saya bermimpi lagi, dengan mimpi yang sama.

2.. Selasa, 14 Desember 1999, dalam mimpi saya bertemu dengan seorang pendeta pada suatu ibadah KKR, isi khotbah yang disampaikan mengenai akhir zaman, adanya penganiayaan dan pembantaian.

3.. Rabu, 15 Desember 1999, kurang lebih pukul 08.00 pagi, saya mendapatkan huruf "M" dengan darah di bawah kulit pada telapak tangan kanan saya. Dalam kebingungan dan sambil bertanya-tanya dalam hati, apakah saya akan mati? Saya bertanya kepada teman-teman dan pendapat mereka adalah bahwa kita akan memasuki millennium yang baru. Walaupun pendapat mereka demikian saya tetap merasa tidak tenang serta gelisah karena dalam pikiran saya huruf "M" adalah mati, bahwa saya akan mengalami kematian. Saya hanya bisa berdoa dan membuka Alkitab. Sekitar pukul 15.00 saya membaca firman Tuhan dari Kitab Yeremia 33:3 "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab Engkau." Dan pada pukul 18.00, tanda huruf "M" di telapak tangan saya sudah hilang.

#Kampus dan Asrama Mahasiswa Doulos Diserang#

Pada malam hari tanggal 15 Desember 1999. kegiatan berlangsung biasa di dalam asrama kampus STT Doulos. Sebagian mahasiswa ada sedang belajar, yang lain memasak di dapur dan ada pula yang sedang berdiam. Saya sendiri sedang berbaring di kamar. Kurang lebih jam 21.00 malam itu, saya dibangunkan oleh seorang teman sambil berteriak: "Domi, bangun, kita diserang!" Saya langsung bangun dalam keadaan panic, saya langsung berlari ke halaman kampus dan melihat sebagian kampus kami yang telah terbakar. Saat itu saya berkata kepada Tuhan: "Tuhan, saya mau lari kemana? Tuhan, kalau saya lari lewat pintu gerbang depan pasti saya dibacok."

Sementara pikiran saya bertambah kalut ketika teringat akan tanda huruf "M" yang diberikan pada tangan saya. "Tuhan, apakah saya akan mati?" Saya menoleh ke belakang, ada beberapa teman sekamar yang lari menyelamatkan diri masing-masing.

Di belakang kampus kami dikelilingi pagar kawat duri setinggi 2 meter, saya tidak bisa melompat keluar dengan cara mengangkat kawat itu. Dengan tangan sedikit terluka akhirnya saya pun dapat keluar.

Kami sudah berada di luar pagar dengan keadaan takut dan gemetar karena di sana terdapat massa atau orang banyak yang tidak dikenal, mereka membawa golok, pentungan, batu dan botol berisi bensin atau Molotov sambil meneriakkan yel-yel agama mereka terus menerus dengan histeris dan sangat brutal. Kemudian kami berpisah dengan teman-teman, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka.

Saya lari menuju kos kakak tingkat semester 10, yang letaknya tidak jauh dari kampus. Sementara saya berlari, saya tetap berdoa kepada Tuhan: "Tuhan berkati saya, ampuni dosa dan kesalahan saya." Setiba di rumah kos itu, saya mengetuk pintu sebanyak 2 kali tetapi tidak ada yang membukakan pintu.

Ternyata di belakang saya ada 4 teman mahasiswi yang juga lari mengikuti dari belakang. Mereka memanggil saya: "Domi, ikut ke rumah kami" tetapi saya berkata kepada mereka, "biar saya bersembunyi di sini." Masih berada di depan rumah kos tersebut, saya berdoa lagi "Oh.. Tuhan, apakah malam ini saya akan mati? Ampuni dosa dan kesalahan saya."

#Ditangkap oleh Massa #

Saya mengetuk pintu lagi, tetapi tidak ada orang yang menjawab, saya berdoa kembali: "Tuhan.. ini hari terakhir untuk saya hidup." Terdengar suara massa yang semakin mendekat kepada saya. Mereka berkata: "Itu mahasiswa Doulos, tangkap dia!" Ada juga yang berteriak: "Bantai dia, tembak!"
Seketika itu saya ditangkap dan saya hanya bisa berserah kepada Tuhan sambil berkata: "Tuhan saya sudah di tangan mereka, saya tidak bisa lari lagi."

Kemudian tangan saya diikat ke belakang dan mata saya ditutup dengan kain putih. Saya tetap berdoa dalam keadaan takut dan gemetar: "Tuhan ampuni dosa saya, pada saat ini Engkau pasti di samping saya." Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya entah dari mana, yang berkata: "Jangan takut, Aku menyertai engkau, Akulah Tuhan Allahmu." Setelah mendengar suara itu, rasa ketakutan dan kegentaran hilang, karena saya sudah pasrahkan kepada Tuhan.

#Penganiayaan dan Kematian#

Mereka membawa saya ke tempat yang gelap, saya dipukuli dan ditendang. Saya dihadapkan dengan massa uang jumlah orangnya lebih banyak, saat itu mereka ragu, apakah saya mahasiswa Doulos atau warga sekitarnya. Sebagian massa ada yang terus mendesak untuk memotong dan membunuh saya sambil tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel mereka.

Saya berdoa lagi: "Tuhan, fisik saya kecil, kalau saya mati, saya tahu pasti masuk sorga. Saat ini saya serahkan nyawa saya ke dalam tangan kasih-Mu, ampunilah mereka." Saat itu kepala saya dipukul dari belakang dan terjatuh di atas batu, saya tidak sadar akan apa yang terjadi lagi.

#Roh Saya Keluar Dari Tubuh#

Kemudian ... roh saya terangkat keluar dari tubuh saya, roh saya berbentuk seperti orang yang sedang start lari atau sedang jongkok, lalu lurus seperti orang yang berenang kemudian berdiri. Roh saya melihat badan saya dan berkata: "Kok badan saya tinggal" (sebanyak dua kali). Roh saya berdiri tidak menyentuh tanah dan tidak tahu mau berjalan kemana, karena di sekeliling saya gelap gulita, kurang lebih lima detik, roh saya berkata:
"Mau ke mana?"

# Lima Malaikat Datang Menjemput Saya#

Saat itu ada lima malaikat datang kepada saya, dua berada di sebelah kiri, dua di sebelah kanan dan satu malaikat berada di depan saya. Tempat yang tadinya gelap gulita telah berubah menjadi terang dan saya sudah tidak dapat melihat badan saya lagi. Roh saya dibawa oleh malaikat-malaikat tersebut menuju jalan yang lurus, dan pada ujung jalan itu sempit seperti lubang jarum. Roh saya berkata: "Badan saya tidak dapat masuk." Tetapi malaikat yang di depan saya bisa masuk, lalu roh saya berkata lagi: "Badan rohani saya kecil pasti bia masuk." Kemudian roh saya masuk melalui lubang jarum tersebut.

"Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham." Lukas 16:22

#Berada di Dalam Firdaus#

Saat itu saya sudah berada di dalam sebuah halaman yang luas. Halaman itu sangat luas, indah dan tidak ada apa-apa. Roh saya berkata: "Kalau ada halaman pasti ada rumahnya." Tiba-tiba saat itu ada rumah, saya dibawa masuk ke dalam rumah tersebut dan bertemu dengan banyak orang di kamar pertama. Roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, mereka ditempatkan di sini." Mereka sedang bernyanyi, bertepuk tangan, ada yang berdiri, ada yang duduk dan ada yang meniup sangkakala.

"Di rumah Bapaku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." Yohanes 14:2

#Dibawa ke Ruangan Selanjutnya#

Saya dibawa oleh malaikat-malaikat ke kamar selanjutnya atau kedua, sama dengan kamar yang pertama, hanya disini roh saya melihat orang-orang dengan wajah yang sama dan postur tubuh yang sama. Kemudian saya dibawa lagi ke kamar yang ketiga, yang sama dengan kamar yang pertama. Dan roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, ditempatkan di sini." Lalu roh saya dibawa ke kamar yang keempat yaitu kamar yang terakhir, pada saat ini saya hanya sendiri, tidak disertai oleh malaikat-malaikat tadi. Kamar itu kosong, lalu roh saya berkata: "Ini penghakiman terakhir, saya masuk sorga atau neraka."

"Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Eloim sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Eloim? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?" 1 Petrus 4:17-18

#Bertemu dengan Tuhan Yesus#

Kemudian roh saya berjalan tiga sampai empat langkah, di depan saya ada sinar atau cahaya yang sangat terang seperti matahari, maka roh saya tidak dapat menatap. Saya menutup mata dan terdengar suara: "Berlutut!" Seketika itu roh saya berlutut, terlihat sebuah kitab terbuka dan dari dalamnya keluar tulisan yang masuk ke mata saya yang masih tertutup, tulisan timbul dan hilang terus menerus, roh saya berkata: "Tuhan...! ini perbuatan saya minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu. Saya melakukan yang jahat dan saya tidak pernah mengaku dosa pribadi, sehingga Engkau mencatatnya di sini."

"Tuhan...! Saya ingin seperti saudara-saudara di kamar pertama, yang selalu memuji dan memuliakan Engkau. Tuhan...! Saya tahu Engkau mati di atas kayu salib untuk menebus dosa saya, saya rindu seperti saudara-saudara yang berada di kamar pertama, kedua dan ketiga yang selalu memuji-muji Engkau."

Sesudah itu tulisan yang keluar dari kitab itu hilang, buku manjadi bersih tanpa tulisan, kemudian buku itu hilang dan sinar yang terang itupun hilang dan ada suara berkata: "Pulang! Belum saatnya untuk melayani Aku."

Saya melihat-lihat dari mana arah suara itu datang, saya melihat ada seorang di samping kanan. Orang tersebut badan-Nya seperti manusia, rambut hingga ke lehernya bersinar terang. Jubah-Nya putih hingga menutupi kedua tangan-Nya dan bawah jubah-Nya menutupi kaki-Nya. Ia menunggangi seekor kuda putih dengan tali les yang putih. Lalu roh saya berkata: "Ini Tuhan Yesus, Dia seperti saya, Dia Eloim yang hidup."

"Lalu aku melihat sorga terbuka; sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar" Ia menghakimi dan berperang dengan adil." Wahyu 19:11

Kemudian Tuhan Yesus tidak nampak lagi dan seketika itu roh saya dibawa pulang ke dalam tubuh saya. Saat itu juga ada nafas, ada pikiran dan saya berpikir, tadi saya bersama dengan Tuhan Yesus. Setelah itu saya mencoba beberapa kali untuk bangun dan mengangkat kepala, tetapi tidak bisa, terasa sakit sekali, saya baru sadar bahwa leher saya telah dipotong dan hampir putus, kemudian saya dibuang ke semak-semak dengan ditutupi daun pisang. Saya merasa haus, lalu menggerakkan tangan mengambil darah tiga tetes dan menjilatnya, lalu badan saya mulai bergerak.

Saya berdoa: "Tuhan, lewat peristiwa ini saya telah bertemu dengan Engkau, dan Engkau memberikan nafas dan kekuatan yang baru sehingga aku hidup kembali, tapi Tuhan, Engkau gerakkan orang supaya ada yang membawa saya ke rumah sakit."

Tuhan menjawab doa saya, malam itu ada orang yang mendekati saya dengan memakai lampu senter, lalu bertanya: "Kamu dari mana?" Saya tidak bisa menjawab, karena saya tidak dapat berbicara lewat mulut, tidak ada suara yang keluar, hanya hembusan nafas yang melalui luka-luka menganga pada leher. Kemudian orang tersebut memanggil polisi.

Puji Tuhan! Dikira sudah meninggal tetapi masih hidup. Mereka mengira saya sudah meninggal, mereka mengangkat dan membawa saya ke jalan raya. Kemudian polisi mencari identitas atau KTP saya, ternyata tidak ditemukan. Tanpa identitas, mereka bermaksud membawa saya ke sebuah rumah sakit lain, tetapi saya ingat kembali akan suara Tuhan dan takhta-Nya di sorga, ternyata ada kekuatan baru dari Tuhan Yesus yang memampukan saya dapat berbicara.
Tiba-tiba saya berkata: "Nama saya Dominggus, umur saya 20 tahun, semester III, tinggal di asrama Doulos, saya berasal dari Timor."

Orang-orang yang sedang melihat dan mendengar saya, berkata: "Wah, dia dipotong dari jam berapa? Sekarang sudah jam 02.30 pagi, tapi dia masih hidup."

#Perjalanan ke Rumah Sakit UKI#

Kemudian mereka memasukkan saya ke dalam mobil dan meletakkan saya di bawah. Saya tetap mengingat peristiwa ketika Tuhan Yesus dianiaya. Sementara mobil meluncur dengan kecepatan tinggi, saat melewati jalan berlubang atau tidak rata mobilpun berguncang dan saya merasa sangat sakit sekali pada luka di leher. Saya katakan kepada Tuhan: "Tuhan, apakah saya dapat bertahan di dalam mobil ini? Tuhan ketika Engkau di atas kayu salib, Engkau meminum cuka dan empedu, tetapi saya menjilat darah saya sendiri karena tidak ada orang yang menjagai saya."

Saya membuka mata, ternyata memang tidak ada seorangpun yang menjagai saya, hanya seorang supir. Tetapi saya melihat beberapa malaikat berjubah puith menjaga dan mengelilingi saya. Saya katakan: "Tuhan ini malaikat-malaikat pelindung saya, mereka setia menjagai." Saya harus berdoa agar tetap kuat.

#Perawatan di Rumah Sakit#

Setiba di rumah sakit, suara saya dapat normal kembali. Saya dapat berbicara dan bertanya kepada perawat: "Bapak saya mana?" perawat RS bertanya kepada saya: "Bapakmu siapa?" Saya jawab: "Bapak Ruyandi Hutasoit." Ketika Bpk. Ruyandi menemui saya, ia berkata: "Dominggus.. leher kamu putus!" Jawab saya: "Bapak doakan saya, sebab saya tidak akan mati, saya telah bertemu dengan Tuhan Yesus." Lalu Bpk. Ruyandi mendoakan dan menumpangkan tangan atas saya.

Setelah itu saya mendapat perawatan, seorang dokter ahli saraf hanya menjahit kulit leher saya, karena luka bacokan sudah menembus sampai ke tulang belakang leher, sehingga cairan otak mengalir keluar, saluran nafas dan banyak saraf yang putus. Kemudian saya dirawat tiga hari di ruangan ICU dan selama perawatan saya tidak diberikan transfusi darah pendapat dokter pada saat itu adalah bahwa saya akan mati dan saya tidak diharapkan hidup, mengingat cairan otak yang telah keluar dan infeksi yang terjadi pada otak, yang semua itu akan menimbulkan cacat seumur hidup.

#Mukjizat Kesembuhan Terjadi#

Tanggal 19 Desember 1999 dengan panas badan 40°C dan seluruh wajah yang bengkak karena infeksi, saya dipindahkan keluar dari ruang ICU, dikarenakan ada pasien lain yang sangat memerlukan dan masih mempunyai harapan hidup yang lebih besar daripada saya.

Pada malam hari, roh saya kembali keluar untuk kedua kali dari tubuh saya, roh saya melihat suasana kamar dimana saya dirawat dan kemudian roh saya berjalan sejauh kurang lebih dua atau tiga kilometer dalam suasana terang di sekeliling saya. Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya: "Pulang..pulang. ..!"

Seketika itu juga, roh saya kembali ke dalam tubuh saya, suhu tubuh menjadi normal dan tidak ada lagi infeksi. Kemudian terdengar bunyi seperti orang menekukkan jari-jari pada leher saya, lalu otot, tulang, saluran nafas dan saraf-saraf tersambung dalam sekejab mata, saya merasa tidak sakit dan dapat menggerakkan leher. Sesudah itu saya diberi minum dan makan bubur.

Saya sudah hidup kembali, dengan kesehatan yang sangat baik. Puji Tuhan!
Keluar dari Rumah Sakit dalam Keadaan Sembuh Total

Saya berada di rumah sakit sejak tanggal 16 Desember 1999 dini hari dan keluar dari rumah sakit pada tanggal 29 Desember 1999, dengan berat badan normal dibanding dua minggu yang lalu karena banyak darah dan cairan yang telah keluar. Saya telah sembuh sempurna, tanpa cacat, tanpa perawatan jalan, saya hidup kembali dengan normal.

"Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sungguh Eloim yang hidup dan ajaib, terpujilah nama-Mu kekal sampai selamanya, amin!"

By Dominggus K

29 November 2007

Terbukanya Celah Kegelapan

Pada suatu hari, seorang paranormal, datang berkunjung ke rumah Pak Bambang Prasetyo, ayah Lala. Paranormal yang adalah tetangga Lala itu mengatakan bahwa ada sesuatu yang khusus pada Lala, kesaktian supranatural dari Kakek Lala akan turun kepada Lala, anak ke-2 dari 2 bersaudara itu. "Ketika Paranormal itu meminta Lala untuk berpuasa, saya pikir itu bukanlah sesuatu yang berbahaya buat anak saya," ujar Pak Bambang, yang sebelum menikah dengan Ibu Annie memeluk agama Islam. Lala pun mulai berpuasa. Ia menerima anjuran itu. Sang paranormal berkata bahwa ilmu yang Lala miliki bisa digunakan untuk kebaikan dan menolong banyak orang. Salah satunya menyembuhkan orang sakit. Meskipun masih ragu, namun Lala menurutinya. Paranormal itu menasihatkan Lala untuk hidup jujur, jangan curang dan berbuat tidak benar, sehingga Lala semakin tertarik. Bahkan ia menyampaikan pesan Kakek Lala supaya Lala rajin belajar. Lala juga percaya bahwa itu benar.

Kejadian Supranatural

Satu hari setelah berpuasa dan mengikuti ritual yang disarankan, Lala bisa melihat dan berbicara dengan arwah yang sudah mati. Arwah-arwah itu berwujud manusia dan sering mendatangi Lala sambil menitipkan pesan untuk keluarga yang mereka tinggalkan. Salah satu arwah berpesan kepada anak-anaknya supaya mereka segera berkunjung ke kuburannya. Kemudian Lala menyampaikannya.

Suatu ketika, Lala menyadari bahwa ia memiliki kemampuan untuk memindahkan barang apa pun tanpa menyentuhnya. Cukup dengan berkonsentrasi maka barang tersebut akan bergerak ke mana pun Lala kehendaki. Bahkan orang sakit dapat Lala sembuhkan.

Memasuki tahun 2001, Lala bertemu dengan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kali Jaga. Ia bisa pindah ke satu tempat ke tempat lain, muncul pada saat orang lain tidak melihatnya. Setiap kali mengisi bensin di sebuah pom bensin, kasirnya selalu berkata bahwa Lala sudah membayarnya. Padahal Lala tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Kejadian-kejadian itu membuat Lala semakin disanjung oleh teman-temannya. Namun teman-teman Lala yang beragama Kristen tidak menunjukkan kekaguman kepada Lala, sehingga Lala merasakan suatu kejanggalan.

Tamu Misterius Datang Ke Dalam Kamar

Suatu hari, sepulangnya Lala dari kampus, ia melihat seorang laki-laki berwajah tampan sedang duduk di atas tempat tidurnya. Mukanya telihat halus dan licin. Lala hendak memarahinya karena ia lancang masuk ke dalam kamar, namun mulut Lala tidak dapat mengeluarkan suara. Laki-laki itu menatap Lala dengan tatapan tajam lalu berkata, "Kamu adalah pilihanku, dan kamu akan kujadikan permaisuri. Akan kuberikan semua fasilitas yang kamu butuhkan, rumah, uang, mobil dan harta yang melimpah, sehingga kamu tidak merepotkan orang tuamu lagi." Lala sempat terbuai dengan tawaran itu. "Jika kamu menjadi permaisuriku maka kita berdua akan membuat Bandung berdarah," ucap laki-laki itu lagi. Lala mulai ketakutan dan sadar bahwa laki-laki ini bukan manusia. Mulutnya yang sempat terkunci tiba-tiba bisa berbicara kembali. "Saya tidak mau," jawab Lala. Wajah laki-laki misterius itu berubah menjadi tidak bersahabat, seperti penuh dengan amarah. Dalam sekejap mata tiba-tiba ia menghilang dari kamar Lala. Dan seiring kepergiannya, terasa guncangan hebat dalam kamar Lala sehingga membuat seisi kamarnya berantakan. Bahkan orang tua Lala yang sedang berada di lantai atas ikut merasakan guncangan tersebut. Perasaan Lala mulai tidak karuan. Ia mulai merasa khawatir dan bertanya dalam hati, apa yang sekiranya akan terjadi dalam hidupnya setelah kejadian ini.

Teror Akibat Dendam Amarah Lucifer

Lima hari berlalu dari kejadian itu, ternyata belum terjadi apa-apa dalam kehidupan Lala. Ia pergi ke kampus seperti biasanya. Ketika pulang kuliah, ia melihat keadaan di dalam mobilnya berantakan. Tiba-tiba saat ia hendak masuk ke dalam mobil, pintu mobil Lala tertutup sendiri dan terbanting keras sehingga menjepit tangan Lala. Lala menjerit kesakitan namun tidak ada satu orang pun yang mendengarnya. Setelah cukup lama menahan sakit, barulah pintu itu terbuka kembali dan Lala dilarikan oleh satpam kampusnya ke rumah sakit Bandung .

Keesokan harinya, di saat Lala sedang jalan-jalan dengan teman-temannya, sesuatu yang keras seperti memukul kepalanya. Teman-teman Lala tidak melihat apa-apa, bahkan menganggap Lala hanya bergurau. Sampai tiba-tiba wajah Lala lebam dan terluka dengan sendirinya. Hanya Lala sendiri yang merasakan pukulan-pukulan itu. Seperti ada roh halus yang sedang menghajarnya.

Di dalam kelas, ketika Lala sedang mengikuti pelajaran salah satu mata kuliahnya, tiba-tiba tubuh Lala terlihat seperti ada yang menarik, dan kursi yang Lala duduki melayang ke atas udara. Seisi kelas merinding ketakutan dan bingung dibuatnya. Teman-teman Lala mulai panik melihat kejadian itu. Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, mulai di hari selanjutnya mereka mengadakan doa bersama sebelum kuliah dimulai. "Kehidupan saya tidak tenang karena 'mereka' selalu mengganggu saya," ujar Lala.

Gangguan belum berakhir. Sewaktu makan, Lala tidak bisa memasukkan makanan yang ada di sendok ke dalam mulutnya. Ketika ia mencoba dengan garpu, garpu itu melesak ke dalam mulutnya dan menusuk ke lidah. Teman-temannya berusaha membantu Lala menarik garpu itu, namun tidak berhasil. Darah mulai mengalir dari dalam mulut Lala. Akibat dari kejadian itu Lala tidak bisa makan selama satu minggu, badannya mulai terlihat kurus sehingga ia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan khusus.

Sesampainya di rumah sakit, jarum infus yang hendak dimasukkan ke pembuluh darah Lala sulit untuk dimasukkan. Dokter yang bertugas semakin dibuat heran ketika muncul tanda seperti simbol 'X' berwarna merah di dahi Lala. Simbol itu seperti luka yang kering. Bahkan beberapa waktu kemudian muncul tulisan 'SATAN' di tubuh Lala. "Saya dipermalukan sekali oleh Lucifer," ujar Lala.

Teror demi teror terus berdatangan. Semakin hari semakin aneh dan mengerikan. Tiba pada puncaknya ketika Lala sedang masuk ke dalam kamar mandi, ia menghilang seketika. Teman-temannya sempat terbelalak ketika mereka melihat kamar mandi dalam keadaan kosong. Karena sebelumnya mereka sempat melihat dengan jelas Lala masuk ke dalam situ. Akhirnya disebarkan berita kalau Lala hilang. Seorang petugas polisi menemukan Lala sedang berdiri di pinggir jalan. Kejadian itu terulang kembali pada hari berikutnya. Lala menghilang dan ia tiba-tiba sudah berada di pegunungan Ciwidey.

Suatu hari Lala melihat sosok iblis keluar masuk dalam tubuhnya. Perlahan penglihatannya mulai memudar dan semua yang dilihat Lala seperti buram. Pada akhirnya Lala tidak dapat melihat sama sekali. Semua serba gelap. Beberapa menit kemudian sebuah tangan yang besar terasa seperti mencekik leher Lala. Dan Lala menjadi bisu seketika itu juga. Di saat yang bersamaan, kaki Lala juga lumpuh. Kejadian itu terjadi pada bulan April 2002. Tidak sampai di situ saja. Iblis juga menyumbat pikiran Lala sehingga Lala menjadi amnesia dan tidak mengenali satu orang pun yang ada di dekatnya. Stres yang hebat mulai Lala alami. Ia merasa tidak memiliki pengharapan. Nilai-nilainya hancur dan teman-temannya satu per satu mulai pergi menjauhi dirinya.

Pencobaan Bunuh Diri

Lima hari sudah Lala lewati dalam keadaan buta, bisu, lumpuh dan tidak mengenali suara-suara yang ia dengar. Pilihan yang terlintas dalam pikiran Lala hanya ada 2; menyerahkan diri kepada iblis atau bunuh diri. Karena sudah tidak kuat menahan penderitaan tersebut, Lala memutuskan untuk bunuh diri. Ia mencoba meraba-raba seisi kamarnya untuk mencari barang yang tajam supaya dapat menikam lehernya sendiri dan menghabisi nyawanya. Tetapi niat itu batal ketika seseorang masuk ke dalam kamarnya dan menggenggam tangan Lala. Orang itu menuliskan sesuatu di atas tangan Lala, "Ini mama." Dan lagi ia menuliskan sebuah kalimat, "Segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Yesus sayang sama Lala." Hingga akhirnya Lala menemukan pilihan yang ke-3, yaitu menerima Yesus.

Mujizat Kesembuhan Terjadi Saat Pelepasan

Sementara itu, selain kedua orang tua Lala, ada banyak orang berdoa untuk Lala. Karyawan Maranatha di bagian pembukuan juga ikut berpuasa untuk Lala, bahkan mereka berdoa selama berjam-jam. Mereka berdoa agar Tuhan segera menolong dan mengasihani Lala. "Saya melihat suatu keindahan yang Tuhan perlihatkan. Rumah kami menjadi rumah doa," ucap Pak Bambang dengan wajah berseri-seri ketika memberikan kesaksian. Kebahagiaan terpancar dari mimik wajahnya yang tenang ketika ia mengingat kembali kejadian itu. Akhirnya mujizat kesembuhan terjadi. Doa orang benar besar kuasanya. Lala bisa mendengar dan berbicara lagi, meskipun ia belum bisa melihat.

Lala mulai ikut bernyanyi memuji dan menyembah Tuhan bersama teman-temannya. Dan secara ajaib perlahan-lahan warna hitam yang menutupi penglihatannya mulai berubah menjadi warna-warni. Lala bisa melihat kembali. "Saya mulai mengamati bahwa pujian dan penyembahan ada kuasa. Tuhan bertahta di atas puji-pujian," ujar Lala.

Kejadian Aneh Muncul Kembali

Beberapa hari kemudian, ketika sedang berada di dalam mobil bersama kedua orang tua dan pamannya, Lala tiba-tiba menghilang. Kejadian itu membuat mereka menjadi ngeri dan panik, karena Lala tidak lagi berada bersama mereka. Sedangkan Lala sendiri tiba-tiba sudah berada di dalam sebuah rumah besar yang aneh. Beberapa anak muda menyapa kehadiran Lala. Lala tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Kuasa iblis seperti sedang menguasainya. Lalu datang seseorang memasuki ruangan, seorang laki-laki yang dahulu pernah berada di dalam kamar Lala. "Mungkin kamu lupa sama saya, tapi hari ini kamu akan saya jadikan permaisuriku," ucap laki-laki itu. Dalam keadaan tidak berdaya, iblis membawa Lala ke pelaminannya. Anak-anak muda yang berada di dalam ruangan tersebut membaca sebuah mantera sambil mengiringi perjalanan Lala.

Lala dibawa oleh laki-laki itu dan diposisikan di sebelah dia sambil dirangkulnya. Semua orang yang ada di depan Lala memakai baju hitam, dan mereka terlihat sedang memakan daging mentah. Darah segar muncrat dari mulut mereka - mengotori lantai ruangan. Mulut mereka berlumuran darah. Lalu setelah itu anak-anak muda yang berada di dalam ruangan saling berhubungan seks.

Laki-laki misterius yang membawa Lala mulai berusaha menjamah tubuh Lala. Kemudian Lala melihat wajahnya berubah menjadi panjang. Tiba-tiba terbesit dalam pikiran Lala sebuah ajakan untuk menyebut nama Yesus. Lala pun berusaha berkata dalam hati, "Yesus tolong saya, walau saya lupa tentang Kau tapi saya tahu Kau mau menolong saya, Yesus tolong saya."

Akhirnya ketika mata Lala berkedip, ia sudah berada di tempat lain lagi. Terlihat banyak angkot-angkot lewat. Lala sedang berada di pinggir jalan. Ia tidak tahu mau pulang ke mana. Walaupun dalam keadaan bingung, namun Lala bersukacita. Ia meneriakkan nama Yesus sehingga orang-orang memperhatikannya.

Lala masih tidak tahu harus pulang ke mana. Ia kembali berseru kepada Yesus. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Lala mendengar suara Tuhan yang lembut, "Anak-Ku, orang tuamu sekarang ada di Gereja Sidang Jemaat Tuhan, di Jalan Sudirman. Ketahuilah Aku senantiasa menyertai kamu."

Tuhan Yesus Mendatangi Lala

Setibanya di gereja itu, Lala bertemu kembali dengan pamannya. Mereka naik ke atas gedung gereja dan melihat kedua orang tua Lala sedang berdoa. Ibu Annie Prasetyo, ibu Lala, segera memeluk Lala sambil mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Yesus.

Lalu mereka semua turun ke bawah. Saat itu Lala merasa sudah sangat putus asa, dan berkata kepada ibunya bahwa ia mau mati saja. Ibu Annie mencoba menenangkan Lala. Dalam keadaan letih yang luar biasa tiba-tiba Lala melihat Yesus hadir di hadapannya. Mata Lala menatap lurus ke suatu titik. Orang-orang di sekeliling Lala mulai menengking-nengking, karena mereka berpikir Lala kembali didatangi oleh roh jahat. Namun Lala tetap tenang. Yesus mendekati Lala dan berkata, "Anak-Ku, Aku mengasihi engkau." Dia lalu membuka tangan-Nya dan mengajak Lala untuk berdoa, "Bapa Kami yang di sorga..." Lala mengikutinya dan semua orang menangis.

Tak lama kemudian perut Lala dipelintir oleh iblis dan dipukul. Lala menjerit kesakitan. Tangan kiri Lala tetap dipegang oleh Tuhan. Suasana menjadi gaduh, namun Lala sempat mendengar suara Yesus, "Percayakah Kau kepadaku?"
Lala menjawab, "Saya mau percaya asalkan saya sembuh dulu!" Hingga akhirnya Lala tidak sadarkan diri. Lau ia dibawa ke ruang doa. Peristiwa yang menggemparkan terjadi. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, keluar suara lemah dari mulut Lala, "Ya Yesus, Engkau Anak Tuhan Yang Maha Tinggi. Engkau adalah Mesias yang sudah mengalahkan saya 2000 tahun yang lalu. Ampuni kami Tuhan." Setelah terbatuk keras, Lala mulai sadar.
Tuhan Yesus kembali bertanya kepada Lala pertanyaan yang sama, dan Lala segera menjawabnya, "Saya percaya Tuhan!" Tangan Tuhan menjamah wajah Lala dan seketika itu ingatan Lala mulai pulih. Ia dapat mengenali semua orang yang ada di ruangan tersebut.
"Maukah Engkau memikul salib bersama-Ku?" tanya Yesus lagi.
"Ya, saya mau!" jawab Lala dengan tegas.
"Sampai maranatha," ucap Yesus sebelum Ia pergi berlalu.

Kehidupan Lala dipulihkan dan diubah menjadi baru. Pak Bambang dan Ibu Annie kini mulai terlibat aktif dalam pelayanan. Mereka percaya, bahwa segala sesuatu terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan. (Kisah ini telah ditayangkan 23 Juli 2007 dalam acara Solusi di SCTV).
__________________
2 Petrus1:5-8 ... menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

28 November 2007

Ditolong Oleh Tuhannya Istri

Kesaksian: Yehezkiel Immanuel (nama aslinya N. Arifin).

Seperti biasa, setiap Hari Rabu malam Ada KKR di gereja dan tadi malam kesaksiannya dahsyat. Kotbahnyapun luar biasa (Pdt. Mohammad Riza Solihin). Tapi aku mau cerita yang bersaksi aja, nama 'after re-born' nya adalah Yehezkiel Immanuel (nama aslinya N. Arifin).

Bpk. Yehezkiel ini (sekitar usia 30th an) asli Madura, alias Madura asli beristrikan seorang turunan Dayak asli. Beliau memulai ceritanya bahwa dari lahir adalah keturunan 'sepupu', usia 17 thn masuk sekolah 'teologianya sepupu', sewaktu dewasa hijrah ke Sampit, Kalimantan. Di sana kerjanya adalah "ngerjain" orang-orang Kristen yang amat ia dan kelompoknya benci. Setiap Hari Minggu mereka sengaja mengangkat penutup 'pengontrol got' supaya orang-orang Kristen yang mau ke gereja yang melewati trotoar terjebak jatuh ke dalam got! Tidak sedikit korban yang keseleo dan luka. Hampir setiap subuh ia mengantongi batu-batu khusus melempari gereja-gereja, pokoknya benci banget dah!

Bpk. Yehezkiel ini kemudian berkenalan dengan seorang perempuan asli suku Dayak di sana, yang mana sama sekali tidak memakai atribut Kristiani sehingga ia tidak tau kalau wanita ini orang Kristen. Namun setelah wanita ini mengaku jatuh hati padanya, dan ketahuan bahwa ia seorang nasrani tentulah ditolak mentah-mentah. Tapi karena sang wanita berjanji mau pindah kepercayaan dan bersedia menikah secara hukum agamanya, maka merekapun singkatnya menikah (yang ini jangan ditiru). Ternyata sang istri sesudah menikah tetap berdoa dengan cara 'lama', bukannya belajar Al Quran, melainkan terus membaca kitab sucinya sendiri.

Pertikaian sering terjadi, dan Bpk.Yehezkiel ini tidak tanggung-tanggung, bukan menampar saja, melainkan amarahnya bisa sampai memukul, menganiaya bahkan menginjak istrinya! Sudahpun demikian, sang istri hanya berkata, "dibunuhpun saya tidak apa-apa, asal jangan engkau suruh saya menyembah Tuhanmu, dan jangan bakar Alkitab saya ini. Saya sudah siap membayar harga sejak saya menikah denganmu." Istrinya tetap mendoakan dia.

Suatu kali (th '99-2000) terjadi kerusuhan besar di Sampit, dimana orang Dayak membantai orang-orang Madura, memenggal kepala mereka dan memakan daging
mereka! Bpk. Yehezkiel sangatlah ketakutan! Betapa tidak, orang Dayak yang memiliki kuasa gelap ini bisa "mencium" bau orang Madura dari jarak 500 meter! Beliaupun meminta tolong istrinya bagaimana caranya melindungi dia. Istrinya berkali-kali menjawab, "Saya tidak bisa melindungimu. Yang bisa menolong kamu adalah Tuhan Yesus, IA Tuhan yang hidup, yang menolong anak-anakNya tepat pada waktunya. Tidak ada yang mustahil bagi DIA, jadi minta tolonglah padaNya."

Tentu saja Bpk. Yehezkiel jadi marah, "ngapain minta tolong sama Tuhan mu yang gondrong, Tuhannya orang barat!". Tapi ketika ketakutan menghantuinya kembali dia minta tolong istrinya, "kan kamu orang Dayak, gimana lah caranya ngomong sama mereka! Kalau aku mati, gimana?" Istrinya berkata, "kalau kamu mati, ya kehendak Tuhan. Hanya Tuhan Yesus yang bisa menolong kamu, bukan saya." Karena buntu, ia pun terpaksa memutuskan ikut ke pengungsian, tetapi istri tidak bersedia ikut, anak mereka waktu itu baru beberapa bulan usianya.

Karena truk sudah datang, istrinya membawakan beliau sebuah tas kecil, sambil berpesan, "semua yang kamu perlukan ada dalam tas itu." Bpk.Yehezkiel tidak sempat membuka apa isinya, pokoknya dia percaya saja, lalu naik ke truk dan duduk paling pojok, penuh dengan rasa takut. Truk tersebut dikawal oleh 4 orang tentara, di dalamnya ada sekitar 20 orang. Tiba-tiba di tengah jalan mereka bertemu dengan segerombolan orang Dayak yang jumlahnya hampir seratus, berteriak agar diserahkan orang-orang Madura yang di dalam truk. Merasa bertanggung jawab, seorang tentara berkata, "Tidak bisa! Langkahi dulu kami!" Tentara tersebut menembak, tetapi sebuah 'sumpit beracun' menghujam dadanya, tentara itu tewas seketika!

Teman-temannya berlari dan meninggalkan ke 20 orang Madura di dalamnya. Wah, mereka tentu takut setengah mati! Semua sembahyang dan komat-kamit, hanya Bpk. Yehezkiel yang 'kelu', ketakutan menyergap dia sehingga tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba seorang ibu muda berdiri, sambil membopong bayinya, mungkin bermaksud meminta belas kasihan, namun hanya dalam hitungan detik, kepalanya sudah jatuh ke tanah, dengan darah yang tersembur dari batang leher yang putus! Suaminya reflek berdiri menangkap bayinya, segera sebuah tombak menembus perutnya!

Saat itulah, Bpk. Yehezkiel "coba- coba" (siapa tahu benar kata istrinya) berseru dalam hati, "Tuhannya istriku... Kalau benar Engkau Tuhan yang hidup dan tidak Ada yang mustahil bagiMu, maka permintaanku sangatlah mustahil : aku ingin selamat! Dan kalau aku selamat maka seumur hidupku sampai selama-lamanya aku akan menyembah Engkau."

Dalam sekejab, ia merasakan ada sesuatu yang membungkus tubuhnya. Segera satu persatu orang-orang dalam truk itu dibantai. Dan iapun harus berdiri, tetapi aneh sekali, sekian banyak orang Dayak itu tidak ada yang melihatnya! Ia berjalan di antara orang-orang Dayak dengan penuh keheranan, lalu berlari terus menuju sungai yang di pinggir jalan.

Di belakangnya ia melihat 3 orang mengejar, ia kira mengejar dirinya, ternyata, mereka 'membaui' ada orang Madura yang bersembunyi dalam sungai, orang itupun mati ditombak! Tetapi tetap saja mereka tidak melihat dan 'membaui' Bpk.Yehezkiel yang ada di seberang sungai yang sama, sesuatu yang "mustahil" sudah Tuhan lakukan. Apa yang ia harus lakukan sekarang?

Sesudah peristiwa itu berakhir, ia kembali ke jalan raya dan berdoa (kali ini bersuara). "Tuhannya istriku, kamp penampungan masih 8.5 km dari sini, saya tidak tahu harus bagaimana, bukankah tidak ada yang mustahil bagiMu, dan Engkau menolong anak-anakMu tepat pada waktunya?" Seketika itu, sebuah mobil tentara lewat dan berhenti di depannya! "Bapak orang Madura kan ? Ayo cepat naik, kami mau ke penampungan, hari ini penyisiran terakhir orang-orang Madura harus keluar dari Sampit!"

Terheran-heran ia melihat pekerjaan 'Tuhannya istri'. Sampai di kamp, puluhan ribu orang-orang Madura di sana berkumpul. Karena sangat lapar, ia mencoba membeli makanan, ternyata uangnya yang banyak itu tidak laku! Saat itu, sebuah sepeda motor hanya ditukar dengan 1 dus supermi dan 1 karton aqua. Untuk 3 dus supermi + 3 karton aqua ditukar dengan sebuah mobil L300, harta tidak lagi berharga! Ia sangat kelaparan, dibukanya tas kecil mengingat pesan istrinya, "apa saja yang kamu butuhkan ada di situ" - ternyata... isinya "hanya" sebuah Alkitab!

Maka sekali lagi ia berdoa, "Tuhannya istriku... Engkau sudah menyelamatkan aku sejauh ini, pastilah tidak membiarkan aku mati kelaparan. "Mustahil" rasanya mendapatkan makanan di tengah situasi begini, tetapi bukankah tidak ada perkara yang mustahil bagiMu?" Lalu ia beranjak keluar, berjalan saja mengitari pinggiran camp, ternyata seorang teman melihat dia dan memanggil namanya lalu membagikannya makanan, GRATIS!

Bukan hanya cukup untuk dirinya, ia juga bahkan bisa membagikan pada beberapa orang lain. Luar biasa! Sesudah itu tiba-tiba terdengar suara speaker, diumumkan ada truk-truk yang siap mengangkut 3.000 orang ke Surabaya subuh nanti (12 jam dari waktu itu), jadi yang mau ikut diharapkan naik ke truk. Maka mengerikan sekali, orang-orang berhamburan berebutan naik ke atas truk, bahkan bergelantungan di badan truk, yang penting bisa ikut terangkut ke pelabuhan.

Ketakutan membuat orang-orang ini kehilangan akal, betapa tidak... di dalam kamp pun kadang-kadang ada yang bisa tertombak mati. Tidak sedikit yang mati terinjak-injak saat itu! Bpk. Yehezkiel 'bengong' melihat truk-truk yang 'diselimuti' manusia, dan ia berdoa, "Tuhannya istriku... aku ingin ke Surabaya, tapi tidak bisa dan tidak mau naik truk yang seperti itu... "

Tiba-tiba ketika ia sedang berdiri di pinggir kamp, sebuah truk lewat, isinya hanya beberapa orang! Truk itu ternyata milik ipar pamannya, dan iapun naik ke truk itu. Sampai di pelabuhan, begitu truk mereka naik ke kapal, pintu kapalpun ditutup. Masih ratusan orang yang tidak terangkut, seorang ibu tampak meratap, memohon belas kasihan, "suami dan bayi saya sudah naik Pak, tolong saya bisa ikut... kasihan bayi saya bisa mati kalau tidak ada yang menyusui...tolonglah saya, Pak..."

Tetapi tanpa belas kasihan petugas berkata, "Gak bisa ! Kalau diijinkan pada naik akan melebihi kapasitas!" Tali dilepas dari darmaga, hati Bpk. Yehezkiel terenyuh melihat ibu itu. Kapal sudah mulai berjalan perlahan, ia kembali berdoa, "Tuhannya istriku... kalaupun saya tidak ikut, saya ingin ibu itu bisa naik menggantikan saya..." Ternyata kapal merapat kembali, terdengar suara kapten dari speaker, "Semua penumpang yang masih ada di dermaga pelabuhan cepat naik!" Sungguh, semua yang "mustahil" dan "pertolongan yang tepat waktu" terus terjadi sepanjang hari, membuat Bpk. Yehezkiel 'melihat' betapa Tuhannya istri itu, Tuhan Yesus Kristus, yang adalah Tuhannya saudara semuanya, adalah Tuhan yang hidup!



Ditulis dan dikirim oleh Aina.
Disadur dari
http://www.mail-archive.com/jesus-net@yahoogroups.com/index.html

Penyembuhan Yang Ajaib & Undangan Ilahi ke Surga

Oleh: Brani Duyon Pastor
( Rekaman dari VCD kesaksiannya)
Rekaman dan Terjemahan oleh RYAN LG dan Chia Alfred

Permulaan:

Pada bulan Mei 2006, seorang pelayan Tuhan telah dibawa ke Surga untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus untuk menerima suatu wahyu dari 6 pesan. Brani Duyon@ Efendie, 52, suatu dusun etnik, melayani di Gereja Borneo Evangelic, Kota Belud, Sabah (di timur Malaysia) sebagai gereja yang lebih tua. Ia telah melayani sebagai Pastor di Melangkap Baru, Kota Belud untuk sekali waktu. Kemudian ia menjadi pemimpin gereja di Sib Bayayat dari 2005-2006.

Di 21 April 2006, isteriku dan aku pergi ke barat Malaysia untuk menghadiri perkawinan dari putra kami. Namun setelah satu minggu di sana, aku telah terkena stroke. Dengan cepat aku dibawa ke pusat medis yang berada di Universitas Malaya. Doktor yang menangani aku mengindikasikan bahwa ada sel darah meretak di otak ku dan aku memerlukan operasi dengan cepat. Aku dalam keadaan koma selama satu minggu setelah operasi dan setelah itu, aku dimasukan ke perawatan intensif untuk satu bulan. Selama waktu tersebut, ada banyak pengikut para pelayan dari Tuhan yang datang untuk mengunjungi dan berdoa untuk aku, termaksud Presiden Sib Sabah yang terdahulu, Pastor Taipin Melidoi, dan Pastor Datuk Arun Selutan asisten nya, seperti halnya Sekretaris yang tertinggi, Michael Pastor.

Ada sekali waktu aku dimimpikan suatu tuangan yang berat dari menghujani aku. Aku menginterpretasikan mimpi ini sebagai jawaban dari pengikut Pastor yang telah berdoa untuk kesembuhan ku. Puji Tuhan, dengan KuasaNya aku disembuhkan lebih cepat dari yang dikira.

Di satu tengah malam sepanjang minggu yang ketiga bulan Mei 2006, aku merasa heran bahwa aku tidak dapat tidur ketika pasien yang lain yang telah tidur dengan berisik. Selama waktu itu, pikiran ku hanya tertuju pada Yesus. Kemudian aku teringat akan Firman Tuhan di Yesaya 43:26 “Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar“. Aku terus berpikir terhadap kata-kata ini karena aku ingin memusatkan pikiran ku hanya dengan Tuhan Yesus. Aku bisa merasakan kehadiran Tuhan yang kuat pada waktu itu.

Kemudian aku mulai untuk berdoa di dalam roh. Setelah berdoa, aku mencoba untuk tidur lagi tetapi aku tidak bisa melakukannya. Kemudian aku bersandar di tempat tidur ku sampai tiba-tiba aku menyadari seseorang menepuk aku pada punggung ku dan stroke pada kepala ku; mulai kambuh sebentar. Kemudian aku bisa merasakan sesuatu mengalir mengagumkan ke dalam tubuh ku. Aku percaya itu adalah cinta Bapa kepada anak nya. Aku heran siapakah orang ini. Ketika aku memandang ke wajah dia, aku telah dibuat kagum bahwa ia adalah orang yang tampan dan muda, tinggi dan bertubuh tegap dengan rambut yang sampai ke lehernya dan memakai pakaian yang putih. Kemudian aku tanya dia, “Apakah kamu Tuhan yang sedang aku pikirkan?”. Ia hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian aku tanya lagi, “Jika tidak lalu siapakah engkau?” Pada akhirnya ia mulai berbicara denganku. “Aku adalah seorang pembawa pesan dari Surga. Yesus berpesan aku untuk datang kepadamu dengan kabar gembira.”

Sekarang aku menyadari bahwa ia adalah seorang malaikat Tuhan. Kemudian aku tanya dia, “Kabar gembira apakah yang kamu ingin ceritakan padaku?” Ia menjawab, “Malam ini kamu akan pergi ke Surga”. Dengan seketika aku merasakan sangat tenang dan sangat damai walaupun badan ku sedang sakit. Aku merasakan sepertinya aku tidak sakit. Dan Tentu saja aku telah secara penuh disembuhkan dari penyakit ku pada waktu Malaikat menceritakan aku bahwa aku akan Surga. Kemudian aku berkata kepada Malaikat, “Aku siap untuk mengikuti kamu ke surga. Aku tidak dapat menunggu untuk bertemu Tuhan ku.”

Ketika kami tengah berjalan saya melihat tubuh duniawi saya berbaring di tempat tidur. Setelah kami berjalan keluar dari rumah sakit, saya terkagum melihat kuda yang besar dan tinggi, "Kita akan menunggangi kuda ini", kata malaikat itu. Malaikat itu membantuku untuk menaiki keatas kuda tersebut berhubung kuda itu sangat tinggi. Lalu aku bertanya kepada malaikat tersebut "Dapatkah kita pergi se Surga dengan menaiki kuda ini?" Sang malaikat meyakinkan ku, "Tentu saja, jangan menjadi takut dan khawatir. Pernahkah kamu membaca Firman Tuhan tentang Elia yang dibawa ke Surga oleh Tuhan?". Aku berkata, "Iya, aku pernah membacanya, Kendaraan yang membawa dia adalah kereta perang dari api yang ditarik oleh kuda api”. “Itu benar, dan ini adalah salah satu dari kuda yang kita akan tunggangi sekarang,” kata Malaikat itu.

Pada awalnya kami berjalan lamban, tetapi setelah bergerak sekitar 100 meter, kuda ini berakselerasi dengan kecepatan yang sangat tinggi dan aku merasakan seolah-olah kami terkena oleh angin topan. Kemudian aku melihat kuda yang ku tunggangi ini terbang. Kami menyeberang pegunungan dengan mudah sebab kami sedang terbang dengan kuasa Tuhan.

Kemudian kita sampai suatu padang rumput yang sangat luas di mana semua rumput berwarna hijau, tak satupun dari mereka kering (Mazmur 23:2, “Ia membaringkan aku dipadang rumput yang hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang“). Setelah Malaikat memberhentikan kuda, kami turun dan mulai berjalan.

Aku dapat melihat Kerajaan Allah tepat di depan mata ku. Ketika kami sedang berjalan di padang rumput, aku mendengar suara bell. Kemudian aku bertanya kepada Malaikat, “Untuk apa bell tersebut berbunyi?”. Ia berkata, “Bell tersebut untuk memberi signal bahwa seseorang telah tiba.”

Kami melanjutkan perjalanan sampai kami mencapai ujung padang rumput dan bel masih berbunyi. Kemudian aku melihat rumah yang sangat indah dimana diatasnya terdapat cahaya berwarna merah seperti rambu lalu lintas. Diatas cahaya ini aku melihat nomor “51”. Aku bertanya kepada Malaikat, apa arti dari nomor tersebut. Ia berkata, “Berapa umur anda sekarang?” Sekarang aku berumur 51 tahun. “Nomor itu adalah umur mu, juga adalah nomor rumah mu,” Malaikat berkata kepadaku. Aku merasakan sangat tenang dan bahagia karena melihat apa yang Tuhan siapkan untuk ku di Surga. Aku melihat banyak rumah yang telah disiapkan oleh Yesus untuk anak-anak Nya yang percaya dan mengikuti Nya.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan dan mendapati suatu rumah yang sangat besar. Ketika kami disana, aku melihat bnyak orang didalamnya. Aku percaya mereka adalah orang-orang kudus yang Tuhan telah pilih. Pada saat itu, mereka sedang memuji Tuhan. Aku melihat Yesus duduk di tahtaNya ketika semua orang memuji dan menyembahNya. Mereka memuji dengan segenap hati mereka, mereka menari, mereka mengangkat tangan dan bersujud dengan lutut mereka. Didalam hatiku, aku berkata, jika saja orang-orang dibumi memuji dan menyembah Dia seperti ini, betapa Tuhan sangat disenangkan.

Aku melihat banyak orang menangis ketika sedang memuji Tuhan. Yesus tersenyum, menyaksikan betapa taatnya mereka menyembah Tuhan. Mereka mengangkat tangan mereka ke arah Yesus, dan Yesus memberkati mereka semua. Setelah selesai melayani, Yesus berjalan diantara mereka dan Dia menyeka air mata mereka. Kemudian aku teringat ayat di Wahyu, tidak akan ada lagi kematian, tidak ada lagi duka atau tangisan atau sakit.

Malaikat membawaku untuk bertemu dengan Yesus. Malaikat berkata kepada Yesus " Tuhan inilah anak yang telah Kau pilih untuk datang kemari. "Kemudian Yesus berkata kepadaku, Bagus! anakKu kau sudah datang hari ini". Kemudian Yesus memelukku dan ini membuatku sangat bahagia dan damai sejahtera hingga aku menangis. Jiwaku melompat dengan sukacita karena Yesus sendirilah yang telah memelukku.

Malaikat berkata, "Tuhan, aku pergi ke rumahnya di atas bumi ketika dia sedang sakit, walaupun demikian Kau mengetahui lebih baik. Yesus menjawab, ya Aku mendengar dan melihat apa yang terjadi padanya. Kemudian malaikat berkata, selama waktu itu istrinya berdoa untuk pertolongan Engkau. Di dalam doanya dia berkata : Tuhan, tolonglah kami, tolong jangan membawa dia sekarang karena kami belum siap untuk ditinggalkan olehnya saat ini. Itulah doanya, Tuhan. Yesus kemudian berkata, Aku mengetahui segalanya. Istrinya adalah seseorang yang hidup dengan saleh. Dia setia kepadaKu dan giat berdoa kepadaKu. Kemudian jiwaku menangis kembali memikirkan iman istriku yang setia kepada Tuhan.

Kemudian Tuhan berbicara kepadaku, "Anak-Ku, kamu akan kembali kebumi karena ini belumlah waktumu untuk berada disini. Ada banyak pekerjaan yang harus kamu kerjakan ketika kamu kembali. Kamu akan sangat sibuk untuk melayani Aku". Kemudian aku berkata, "Tuhan, tolong jangan memintaku untuk kembali karena aku sangat damai berada dengan Mu disini. Aku merasa senang berada dekat denganMu Tuhan. Tolong aku tidak ingin kembali". Dari wajah Nya, aku dapat berkata bahwa Yesus menjadi kecewa. Kemudian aku memohon kepada Nya untuk pengampunan Nya karena aku telah mengecewakan Nya. Aku berkata, "Tuhan, aku siap untuk kembali ke bumi tapi tolong bantu aku Tuhan, beri aku kekuatan, dan jagalah aku kemanapun aku pergi. Bersamalah dengan aku Tuhan". Yesus kemudian berkata, "Ya, jangan khawatir, kemanapun kamu pergi untuk melayani Aku, Aku akan selalu bersertamu. Pada waktu ini, malaikat siap untuk mengirim aku kembali ke bumi.

Ketika kami siap untuk kembali, Yesus menghentikan ku, karena Dia mempunyai pesan untuk ku untuk dibawa kebumi. Dia mau saya meberitahukan pesan ini kepada anak-anak Tuhan dibumi. Pesan ini sangatlah penting untuk mereka ketahui, kata Yesus. Yesus menambahkan bahwa aku akan sangat sibuk untuk menyampaikan pesan tersebut. Disamping itu, Yesus juga ingin aku untuk berbagi pengalamanku kepada semua anak Tuhan agar mereka terberkati dan mendapat kekuatan baru untuk mengikuti Nya.

Yesus berkata kepadaku, ketika kamu kembali ke bumi katakan kapada semua anak-anak Ku mengenai pesan ini ( ada 6 PESAN yang Yesus telah berikan kepada saya ) :

PESAN PERTAMA :
Katakan kepada anak-anak Ku, mereka harus percaya didalam Ku dengan seluruh hati mereka, kekuatan mereka, dan pikiran mereka. Siapa yang bimbang dan ragu tidak akan masuk kesini.

PESAN KEDUA :
Katakan kepada anak-anak Ku, mereka harus setia untuk datang ke gereja karena itulah waktunya Aku akan bersinar diatas wajah mereka dan mereka akan melihat wajah Ku. Aku akan sangat bersuka melihat anak-anak Ku menyembah di gereja.

PESAN KETIGA :
Mereka harus setia untuk berdoa,melakukan kehendak Ku, dan hidup oleh Firman Ku.

PESAN KEEMPAT :
Katakan kepada anak-anak Ku, mereka harus taat untuk memberi perpuluhan dan persembahan”. Ketika Yesus memberi pesan ini, Ia berkata “Anak Ku lihatlah disana”, Ia menunjukkan kepadaku rumah yang indah yang siap untuk anak-anak Nya. “Anak Ku, rumah ini telah siap, aku menyiapkan untuk semua anak-anak Ku, yang percaya dan taat kepada Ku.” Kemudian Ia menunjukkan kepadaku sebuah rumah yang belum diselesaikan. Aku bertanya kepada, "Tuhan, mengapa rumah ini itu belum diselesaikan?” Tuhan Yesus berkata , “Anak Ku, rumah ini milik anak-anak Ku yang tidak dermawan dalam memberi persembahan dan perpuluhan. Rumah ini akan siap dan diselesaikan setelah anak-anak Ku memberi lebih dalam perpuluhan dan persembahan untuk rumah Ku."

PESAN KELIMA :
“Katakan kepada anak-anak Ku, mereka harus berdoa dan mendedikasikan semua kekayaan mereka kepada Ku, untuk perlindungan dan berkat selama mereka masih di atas bumi. Ketika Aku datang ke bumi untuk yang kedua kalinya, mereka tidak dihubungkan dengan kekayaan duniawi. Ingat cerita tentang istri Lot,” kata Tuhan Yesus

PESAN KEENAM :
“Katakan kepada anak-anak Ku, mereka harus bersiap dan siaga sebab Aku akan datang segera. Lebih cepat dari orang-orang duga!” (kedatangan Yesus tidaklah diketahui tetapi pengangkatan akan pasti terjadi. Tuhan Yesus akan segera datang!!!)

Ketika Yesus memberitahu mengenai 6 pesan ini, Dia memperlihatkan kepadaku kondisi langit yang keseluruhannya bersih tanpa awan. Aku melihat Yesus membuka tangan Nya ke bumi dan Dia berkata "Aku siap untuk mengambil anak-anak Ku". Kemudian aku melihat banyak orang-orang dalam jubah putih terbang keatas langit untuk bertemu dengan Yesus dan mereka dikumpulkan disisi kiri dan kanan dari Yesus. Banyak orang yang percaya dalam Yesus diangkat. Lebih dari itu, aku melihat semua anggota keluarga-keluarga sedang diangkat. Aku bisa lihat suami dan isteri dengan anak-anak mereka terbang ke arah Yesus. Aku merasakan sangat damai melihat penglihatan ini.

Kemudian Yesus meminta dengan tegas, “Lihat ke bawah”. Yesus menunjukkan aku situasi di atas bumi dengan suatu teropong yang ajaib. Ketika aku melihat kebawah, situasi sangat kacau. Tidak ada damai di bumi selama waktu itu. Aku lihat orang-orang sedang berlari di mana-mana dan mereka sedang berteriak. Orang Tua berusaha mencari anak-anak mereka dan anak-anak muda sedang mencari orang tua mereka. Kemudian Yesus menunjukkan aku gereja di kota kediaman ku. "Aku merasa sangat sedih sebab ada sebagian orang yang tertinggal".

Kemudian Yesus berkata kepada ku, “Setialah kepada Ku. Kamu harus menyampaikan semua hal yang kamu telah lihat dan dengar kepada anak-anak Ku di bumi.”

Kemudian malaikat mengirim aku kembali ke bumi dengan kuda yang sama yang kami kendarai sebelumnya. Kami dengan cepat sampai di bumi. Kemudian malaikat mengirim aku kembali ke rumah sakit. Sementara aku sedang melihat badan jasmani ku, roh ku dengan seketika kembali ke dalamnya.

Ketika aku sadar aku telah berada didalam tubuh jasmaniku, aku mendapati bahwa tubuhku telah sembuh total dari penyakit. Puji Tuhan! untuk penyertaan dan kekuatanNya.

Aku ingat ketika aku sedang disurga tubuhku terlihat seperti ketika aku masih muda.

Itulah kesaksianku bertemu dengan Tuhan Yesus di Surga.

Di ambil dari http://www.choothomas.com/urgentmessage.html

Kemuliaan bagi Tuhan Yesus, Dia Allah yang hidup, dan Dia akan datang untuk yang kedua kalinya dan lebih cepat dari yang kita duga. Siapkan dirimu, jaga kekudusan dan hubungan pribadi kita dengan Tuhan, dan Roh Kudus lah yang akan menjaga kita sampai kita nanti bertemu dengan yang kita sembah dan puji, Tuhan Yesus penyelamat kita. AMIN…

Sebuah Surat Dari BAPA

Anak-Ku..... ..
Saat kau bangun dipagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada-Ku, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapat-Ku atau bersyukur kepada-Ku atas sesuatu hal indah yang terjadi di dalam hidupmu kemarin, tetapi aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.

Aku kembali menanti..... ..
Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-Ku, tetapi engkau terlalu sibuk. Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun.

Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir engkau ingin berbicara kepada-Ku, tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru. Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepada-Ku. Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang kesekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada-Ku, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepada-Ku dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya.

Tidak apa-apa..... ....
Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepada-Ku, meskipun saaat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan. Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepada-Ku. Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama kemudian. Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu. Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu. Baiklah... engkau bangun kembali dan kembali. Aku akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberi-Ku sedikit waktu. Semoga harimu menyenangkan.

Bapamu di Sorga,

PS : Apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang lain?

Prayer For Lifetime Partner

Tuhanku..

Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku, Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari dari segala sesuatu.

Seorang pria yang kan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau. Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting. Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau. Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas. Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku. Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah. Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku. Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi. Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada di sebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna. Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu. Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya, Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya. Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya. Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta:
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga. Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.

Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari luar diriku.

Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.

Berikanlah aku mataMu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.

Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.

Berikanlah aku bibirMu dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.

Dan apabila akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan "betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna". Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktunya.

Amin.

Semoga doa ini dapat membawa berkat bagi kalian semua. Good Luck Girls (and boys who read this also).

GOD BLESS YOU ALL..

God Says

YOU SAY

GOD SAYS

BIBLE VERSES

You say: "It's impossible"

God says: All things are possible

( Luke 18:27)

You say: "I'm too tired"

God says: I will give you rest

( Matthew 11:28-30)

You say: "Nobody really loves me"

God says: I love you

( John 3:16 & John 3:34 )

You say: "I can't go on"

God says: My grace is sufficient

(II Corinthians 12:9 & Psalm 91:15)

You say: "I can't figure things out"

God says: I will direct your steps

(Proverbs 3:5-6)

You say: "I can't do it"

God says: You can do all things

(Philippians 4:13)

You say: "I'm not able"

God says: I am able

(II Corinthians 9:8)

You say: "It's not worth it"

God says: It will be worth it

(Roman 8:28)

You say: "I can't forgive myself"

God says: I Forgive you

(I John 1:9 & Romans 8:1)

You say: "I can't manage"

God says: I will supply all your needs

(Philippians 4:19)

You say: "I'm afraid"

God says: I have not given you a spirit of fear

( II Timothy 1:7)

You say: "I'm always worried and frustrated"

God says: Cast all your cares on ME

(I Peter 5:7)

You say: "I don't have enough faith"

God says: I've given everyone a measure of faith

(Romans 12:3)

You say: "I'm not smart enough"

God says: I give you wisdom

(I Corinthians 1:30)

You say: "I feel all alone"

God says: I will never leave you or forsake you

(Hebrews 13:5)


Believe God is there just for you..