Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

25 October 2007

Pertobatan Dalam Penjara

Andre Levet :
Kutipan dari pidatonya pada konferensi "Apostres pour l'an 2000," tahun 1998 di
Versailles, Perancis.

Namaku Andre Levet. Saya lahir pada suatu keluarga ateis dan saya tidak pernah mendengar seorangpun berbicara tentang Tuhan....Saya kabur dari rumah ketika saya berumur 13 tahun ke Merseille dimana saya tidur di jalan atau pada mobil kereta yang ditinggalkan. Pada masa itulah, saya akhirnya masuk penjara untuk pertama kalinya. Saya ditahan atas tuduhan 15 perampokan bersenjata, kemudian sebagai kepala geng, saya mengkhususkan diri pada perampokan.

Suatu hari saya ada di Laval, Perancis untuk "membereskan suatu bisnis". Ketika saya sedang berjalan, saya melihat seorang pastor mengenakan jubah pastor hitam pada sisi lain jalan. Saya pergi kepadanya dan karena saya tidak pernah melihat seorang pastor berpakaian sebelumnya, saya bertanya kepadanya apakah dia seorang pria atau wanita.

"Saya seorang pelayan Tuhan," dia menjawab. "Dimana Tuhanmu ? Saya tidak pernah melihatnya ?" kataku. "Saya tahu kamu tidak kenal Tuhan," dia menanggapiku,"tapi bila kamu memiliki waktu luang, datang dan kita akan berbincang-bincang. Saya tinggal di jalan Solferino 12."

Saya tidak pernah melupakan alamat itu. Beberapa bulan kemudian saya ada di Laval lagi untuk "bisnis." Saya datang, secara kebetulan ke alamat ini dan berkunjung ke pastor itu. Dia ada di rumah dan berkata kepadaku,"saya sudah menunggumu."

Pastor ini menjadi temanku. Dia memberiku nasehat yang tak pernah aku ikuti dan sewaktu dia berbicara kepadaku tentang Tuhan saya berkata,"Tinggalkan Tuhanmu pada tempat-Nya."

Beberapa waktu kemudian sebuah perampokan di
Rennes berubah menjadi kacau. Kaki tanganku tertembak dan saya dikurung. Setelah saya berhasil kabur, saya mengatur sebuah kelompok obat bius di Amerika Selatan. Saya dipenjara sebanyak 3 kali dan 3 kali saya meloloskan diri sebelum saya diekstradisi ke Perancis. Jika saya hitung semua pelanggaran saya, saya seharusnya mendapat hukuman 120 tahun. Pada akhirnya, saya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Pada penjara dengan keamanan tinggi di Chateau Thierry, sipir penjara menyambutku dengan ucapan,"di sini kamu hanya dapat menurut atau mati." Saya membalas dengan membelakangi mejanya.

Saya mengalami bulan yang panjang, tahun yang panjang di tempat ini. Ada seseorang yang mengikutiku di sana yaitu pendeta baikku. Dia tidak menyerah terhadapku. Dia menulis sebuah surat tiap bulan, dia tidak berkata banyak tentang Tuhan, hanya satu atau dua kata saja,"Andre, Tuhan hidup."

Saya mengeluh tentang situasiku,"Saya pergi keselku di blokku dan saya tak melihat apapun kecuali empat dinding." Jawabanya kepadaku adalah,"Saya mengirimimu sebuah buku besar. Kamu dapat membacanya selama kamu ada di penjara, tapi juga saat kamu telah bebas." Bukunya datang 4 besar, bundelan Injil.."Aha...! Pastor itu masih dapat menyelundupkan Tuhannya ke selku." pikirku. Untuk menyenangkannya, saya akan membukanya 9 kali dalam 10 tahun.

Suatu hari, saya berpikir lagi tentang buku ini. Sementara saya menunggu dengan sia-sia untuk sebuah senjata atau kikir untuk kabur dari penjara, memang hanya ada 1 hal yang tersisa untukku pada situasi tanpa harapan ini-Yesus. Saya menantang Yesus,"Jika Kamu benar ada, jika Kamu memang dapat melakukan apapun yang tertulis dalam buku ini, maka bagus, datang dan kunjungi aku. Saya mengajukan sebuah pertemuan, datang malam ini jam 2 pagi, kemudian kita akan memiliki waktu yang tenang untuk mendiskusikan banyak hal. Dan jika Kamu memang kuat, maka saya hanya ingin satu hal dari-Mu. Bukalah sel ini dan saya akan keluar dari sini." Yesus, yang ingin kujadikan kaki tangan untuk kebebasanku, menjawabku dan saya lari denganNya meskipun saya tetap berada dalam empat dinding. Hal ini yang terjadi :

Pada malam antara tanggal 11 dan 12 Juni tahu 1960, saya tertidur seperti biasa dengan jeruji sel dalam pandanganku. Saya tertidur pulas. Pada malam ini, seseorang membangunkanku dari tidurku dengan mengguncang-guncangku. Saya melompat dari tempat tidur, siap untuk memukul penyusup, tapi tak ada seorangpun disana. Meski begitu, saya mendengar kata-kata ini jauh di dalam hatiku yang bergema seperti dalam terowongan,"sekarang sudah jam 2 Andre, kita ada janji bertemu."

Saya lompat menuju pintu besi selku dan berteriak melalui jendela kecil kepada penjaga "Kenapa kamu menggangguku?" dia menjawab,"Apa yang membuatmu gelisah, saya tidak mengatakan apapun." Kemudian saya bertanya kepadanya,"Jam berapa sekarang ?" "jam 2 tepat."

Saya tidak punya waktu untuk memikirkannya karena suara itu datang lagi, bahkan lebih kuat, mendalam,"Saya Tuhanmu, Tuhan semua orang." Saya mengepalkan tinjuku dan berteriak,"Tapi bagaimana Kamu dapat berbicara di telingaku padahal aku tidak melihat-Mu dan tidak bertemu Kamu ? Siapa Kamu ? tinggalkan aku sendiri, pergi atau tunjukkan diri-Mu." Dan kemudian saya melihat disana pada jeruji dimana saya selalu membayangkan meledak sehingga saya dapat lari-sebuah cahaya penuh kemuliaan. Kata-kata tidak dapat menjelaskannya. Langit-langit dan dinding menjadi hilang-surga ada di selku. Dalam sinar ada seorang pria, yang tidak saya kenal, yang tidak pernah saya lihat. Dia menunjukkan kepadaku tangannya yang tertembus, kakinya yang tertembus, pinggangnya yang terbuka. Dan saya mendengar kata-kata dalam selku yang langsung ditujukan kepadaku,"Ini juga untukmu."

Pada saat ini, hal itu seperti jika sebuah sisik terlepas dari mataku untuk pertama kalinya. Sisik yang berat dari 27 tahun penuh dosa akhirnya terlepas, dan saya dapat melihat dengan jelas. Dengan cepat saya menyadari bahwa saya seorang pendosa dan bahwa Dia adalah Sang Juru Selamat ! Untuk pertama kalinya dalam hidupku, saya tundukkan leherku dan jatuh berlutut. Saya menangis untuk pertama kalinya dalam hidupku, untuk pertama kalinya seseorang ingin mencintai aku !

Dari jam 2 sampai jam 7 pagi, ketika mereka membuka sel, saya sedang berlutut-selama 5 jam- memandang ke belakang semua perbuatan jahat yang telah saya lakukan, dan hal itu keluar dariku seperti sebuah bisul yang terlalu matang. Penjaga menemukanku menangis sambil berlutut pada jam 7 pagi dan aku berkata padanya,"Saya tidak akan pernah meludahimu lagi, saya tidak akan memukul atau mencuri dari orang lain, maka saya akan melakukan hal itu juga pada Yesus." Penjaga yang terkejut berpikir pada awalnya bahwa saya sedang melakukan suatu tipuan, tapi dengan sangat cepat dia melihat bahwa saya telah berubah total.

Setelah perjumpaan ini, saya harus menjalani 6 tahun lagi, waktu yang Tuhan, seniman Ilahi, gunakan untuk menobatkan saya dari sebuah batu balok kebencian dan ateis menjadi seorang yang kecil, benar-benar tidak penting saksi akan kasihNya yang pengampun.

Setelah Andre Levet dilepaskan dari penjara, dia mengadakan konferensi tentang pertobatannya di seluruh Perancis dan di luar negeri juga.

Sumber : Majalah Triumph Of The Heart
Penterjemah : Yohanes Khan.

24 October 2007

Kisah Tentang Penciptaan Pria & Wanita

Pada saat Sang Pencipta telah selesai menciptakan pria. Ia menyadari bahwa Ia juga harus menciptakan wanita. Padahal semua bahan untuk menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk menciptakan pria. Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan Ia mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin. Ia juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak, kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu dan kekejaman dari harimau, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung bangau dan kesetiaan dari induk singa. Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka Sang Pencipta membentuk wanita dan memberikannya kepada pria.

Pria itu merasa senang sekali karena hidupnya tidak merana dan kesepian seorang diri. Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan, katanya:
'Tuhan, ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia. Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta selalu untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal sepele. Aku datang untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu, karena aku tidak bisa hidup dengannya'.

'Baiklah', kata Sang Pencipta. Dan Ia mengambilnya kembali.

Beberapa minggu kemudian, pria itu datang lagi kepada Tuhan, dan berkata, 'Tuhan, sejak aku memberikan kembali wanita ciptaan-Mu, kini aku merana kesepian. Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala aku sendirian, kubayangkan yang cantik, kubayangkan bagaimana ia menari dan menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk disentuh. Aku suka akan senyumannya. Tuhan, kembalikan lagi wanita itu kepadaku!'.

Sang Pencipta berkata, 'Baiklah'. Ia memberikan wanita itu kembali kepadanya.

Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan dan berkata, 'Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia semakin menyebalkan. Aku tidak tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku berdoa kepada-Mu. Ambillah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi hidup dengannya'.

Sang Pencipta balik bertanya, 'Kamu tidak dapat hidup lagi dengannya?'.

Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. Dalam hatinya ia berkata, 'Apa yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan,
ajarilah aku untuk mengerti apa arti hidup ini?'.

'Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untuk berani menerima perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan usahakanlah apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!', jawab Tuhan.

Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan wanita:
1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan.
2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria membutuhkan penerimaan.
3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria membutuhkan penghargaan.
4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman.
5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan.
6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan.

23 October 2007

Baca Kalau Kamu Punya Waktu Khusus Buat Tuhan

Suatu hari Satan dan Yesus sedang ngobrol bareng.

Satan baru dikeluarkan dari Taman Eden, dan ia sedang BT...

'iya, sir, saya baru melihat dunia dengan banyak manusia d bawah sana. Saya(Satan) memasang perangkap dan menggunakan umpan. Saya yakin mereka ga bisa menolaknya. Saya akan mendapatkan mreka smua!

Yesus bertanya 'apa yang akan kamu lakukan kepada mrka?'.

Satan menjawab 'Oh, saya akan bersenang'! Saya kan mengajar mereka bagaimana untuk menikah dan bercerai dengan sesamanya, bagaimana juga untuk membenci sesamanya, bagaimana untuk mabok, merokok, dan mengutuk. Saya kan mengajar mereka bagaimana cara membuat senjata, bom, dan cara membunuh sesamanya. Saya benar' akan bersenang!'

Yesus bertanya 'Dan apa yg akan kamu lakukan ketika semua itu telah kamu ajarkan kepada mreka?'.

Kata Satan dengan bangga 'Oh, saya akan bunuh mreka,'

Yesus bertaya 'Brapa harga yang harus dibayar untuk menebus mereka?'

Jawab Satan 'Oh, Kamu tidak akan menginginkan mereka. Ga ada bagusnya mereka. Lihat, Kamu akan mengambil mereka dan mereka akan membenciMu. Mereka meludahiMu, mengutukMu dan membunuhMu. Kamu tidak akan menginginkan mereka!!'

Yesus bertanya lagi 'Brapa harganya?'

Satan melihat Tuhan dan berkata 'Smua darah, air mata, dan hidupMu.'

Yesus berkata dengan tegas 'BAIK!'

Lalu Ia membayar harga tersebut.

  • Bukankah lucu bagaimana manusia semudah itu membuang Tuhan dan bertanya kenapa dunia seperti NERAKA?

  • Bukankah lucu bagaimana seseorg berkata 'Saya percaya kepada Yesus' tapi tetap mengikuti jalan Satan?

  • Bukankah lucu bagaimana kamu bisa mempost kembali ribuan crita' lucu lewat bulentin board dan mereka tersebar dengan sangat cepat, tetapi ketika kamu mempost bulentin tentang Tuhan, kamu berpikir dua kali untuk membagikannya?

  • Bukankah lucu bagaimana Saya jadi tambah kuatir dengan apa yang orang lain pikir dari pada apa yang Tuhan pikir tentang saya?

  • Saya berdoa, buat semua yang mempost kembali bulentin ini, mereka akan diberkati melimpah oleh Tuhan dengan cara yang spesial untuk mreka.

  • Dan kirimkan kembali bulentin ini kepada mreka yang mengirimnya, agar mereka tahu bahwa bulentin ini telah tersebar ke banyak org.

  • Dan Jika Kamu Cinta Kepada Tuhan... Dan, tidak malu kepada smua perbuatanNya yang ajaib yang telah diperbuatNya kepadamu..

  • Repost bulentin ini dengan judul 'Baca kalau kamu punya waktu khusus buat Tuhan

11 October 2007

Jangan Berhenti Berdoa

Kisah ini adalah kisah nyata yang diambil dari Majalah Renewal Ministries (www.renewalministries.net) Edisi September 2003. Kisah ini mengingatkan kita untuk tekun berdoa terhadap orang-orang yang kita kasihi, siapapun dia, tidak peduli betapa hancur dan berdosa hidupnya, Tuhan dapat ubah hidup seseorang dengan kasihNya kalau kita mau tekun berdoa untuk mereka.

=================================
Cerita ini dituturkan oleh Sr. Briege yang mengenal seorang ibu yang berdoa sebagai suatu kegiatan harian. Setiap saat anaknya jatuh, ia akan bangun untuknya dan membawanya dalam doa. Ia tak pernah berhenti. Pada umur 14 tahun, Benny anaknya menjadi hancur saat ayahnya meninggal karena serangan jantung. Pada saat itu ia kehilangan hal dalam dirinya yang paling berharga. Ia akhirnya menjadi bebas dan tidak lama kemudian ia terjebak dalam narkoba. Ia kecanduan alkohol pada umur 15 tahun dan juga menjadi pyromaniac (orang yang suka membakar, khususnya bangunan). Ia membakar 5 hotel dan dengan cepat menjadi satu dari penjahat terkenal paling buruk di Denmark.

Di penjara dari umur 15 hingga umur 20-an, Benny ditempatkan di sel terpisah dan tertutup – satu sel yang menyerupai sangkar binatang. Tapi ibunya tak pernah menyerah. Berdoa bagi Benny adalah satu kegiatan sehari-hari! (Anggota keluarga lainnya menginginkan Benny mati – ia sungguh satu hal yang memalukan!) Hari demi hari sang ibu berdoa untuk pertobatan anaknya. Satu hari ia berkata kepada seorang pastur,"Saya mempunyai seorang anak yang ada di penjara, dalam satu sel tertutup. Ia sangat putus asa! Maukah kamu menengoknya?" Benny di kemudian hari berkata kepada Suster Briege,"Saya telah kehilangan iman dalam gereja . Saya tidak ingin bertemu seorang pastur. Saya memotong pergelangan tangan saya. Saya mencoba bunuh diri. Tak seorang pun mengetahui kegelapan yang saya jalani. Saya pergi semakin jauh dari kenyataan dan tak seorang pun peduli. Saya mengasihi ibu saya dan tak ingin melukai dia sehingga saya berkata,"Oh bawakan saja pastur itu." Tapi saya tak punya waktu untuk dia. Pastur datang dan ia mempunyai sukacita dalam dirinya. Ia sangat damai dan bahkan tidak bertanya tentang kesalahan saya. Saat ia pergi ia berpaling dan berkata kepada saya,"Benny saya akan kembali dan menemuimu". Dan saya berkata," Saya tidak akan mau peduli lagi terhadapmu jika dirimu tidak datang lagi".

Minggu berikutnya Pastur datang kembali, berjalan kedalam sel dan berkata,"Benny aku akan berdoa denganmu".Benny berkata,"Berdoa denganku?" Pastur menjawab,"Kamu tidak perlu mengatakan sesuatu. Aku akan berbicara kepada Yesus untukmu". Pastur meletakkan tangannya melewati jeruji penjara. Ada seorang sipir penjara yang duduk bersamanya karena ia tak pernah dibiarkan sendiri sebab Benny dianggap berbahaya dan karena mereka takut Benny akan bunuh diri. Pastur menaruh kedua tangannya diatas kepalanya. Dan satu kekuatan masuk kedalam diri Benny. Benny begitu takut untuk tidur karena berpikir bahwa perasaan itu akan segera lenyap. Sehingga Benny hanya duduk hingga akhirnya jatuh tertidur. Saat Benny bangun, ia tahu bahwa ia harus pergi mengaku dosa. Benny ingat saat itu ia berpikir,"Saya harus menemui seorang pastur!". "Dapatkah anda bayangkan, saya berumur 26 tahun dan tak pergi mengaku dosa sejak saya berumur 14 tahun, sejak kematian ayah saya?" seru Benny.

Pihak pengelola penjara khawatir dan menolak mengijinkan seorang pastur datang kedua kalinya. Benny menelpon ibunya dan memberitahu dia untuk memberitahu pastor paroki agar tidak berpakaian sebagai seorang pastur. Pastur paroki datang dan Benny berbicara tentang pembersihan dari pengakuan dosa. Ini adalah saat paling menakjubkan dari belas kasih Yesus setelah bertahun-tahun hidup dalam satu belenggu. Setelah saat itu Benny menghabiskan beberapa tahun menjalani beberapa hukuman. Saat ia menyelesaikan satu hukuman, ia akan dikirim untuk menjalani satu hukuman yang berbeda. Ia menghabiskan waktunya mempelajari Alkitab dan mengenal Tuhan. Waktu Benny keluar dari penjara, ada waktu beberapa jam sebelum ia pergi ke penjara lain dan dalam beberapa jam itu ia akan pergi ke satu biara dimana ada Adorasi Ekaristi. Ia akan duduk didepan Sakramen Maha Kudus kemudian kembali ke penjara. Saat kelepasannya dari penjara, ia dikirim ke satu pusat rehabilitasi dan menolong para Suster dengan melakukan pekerjaan tangan. Saat ia ada waktu ia akan pergi ke kapel mereka dan duduk didepan Sakramen Maha Kudus. Satu hari dari Hosti, Tuhan Yesus berkata kepadanya, "Benny, aku menginginkan kamu menjadi seorang pastur!" Benny berkata, "Seorang pastur? Uskup mana yang mau menerima saya?". Benny adalah penjahat yang terkenal paling buruk di Denmark. Kemudian Tuhan Yesus berkata,"Aku akan membawamu, kamu harus mencobanya!". Kemudian Benny pergi ke seorang Uskup. Sang Uskup bahkan tidak menanyakan latar belakang kriminalnya, tapi mengatakan," Benny, kamu tidak mempunyai pendidikan. Pertama-tama selesaikan dulu sekolah menengahmu dan kuliahmu kemudian kembalilah kepadaku." Benny kemudian menyelesaikan studinya dan kemudian Uskup mengirimkan dia ke satu seminari di Inggris. Disana Suster Briege dan Pastur Kevin pertama kali bertemu dia sebagai seminaris. Pada saatnya Benny akhirnya ditahbiskan sebagai seorang imam.

Suster juga melanjutkan ceritanya,"Saat kami pergi ke Denmark,kami bertemu ibunya. Saya juga mengirimi Benny satu monstrans kecil untuk kapelnya dan dia mempunyai adorasi Ekaristi di parokinya.Kami pergi kesana dan inilah satu-satunya paroki dimana kami melihat program Medjugorje dijalankan setiap malam, satu hal yang Bunda Maria minta. Bahkan orang-orang Protestan datang ke gerejanya untuk berdoa" Suster Briege memberitahu sisa ceritanya,"Saat kami sampai ke paroki Benny, ada seorang pastur yang sangat tampan bekerja bersama dia. Ia bernama Pastur Mark. Ia dibesarkan dalam satu keluarga komunis. Ia dilatih dalam filosofi Marxist-Leninist di Moskow untuk menjalankan kegiatan subversif dan kembali untuk meruntuhkan pemerintahan Denmark. Banyak temannya yang telah terbunuh. Ia tidak tahu apa-apa tentang Tuhan dan sejauh yang ia tahu tak ada seorang pun dalam keluarganya yang kristen.

Satu hari ia berada di satu pantai di Yugoslavia untuk berjemur bersama seorang wanita cantik berambut pirang disisinya. Mendadak dari langit ia mendengar suara berkata kepada dia,"Mark, bangunlah! Kembalilah pulang! Aku ingin dirimu menjadi katolik dan seorang imam! Ia kemudian bangun, mengucapkan selamat tinggal kepada wanita disampingnya dan pulang. Ia tidak tahu dimana ada gereja katolik. Ia tidak tahu apa-apa tentang imamat. Dibutuhkan beberapa minggu untuk menemukan satu gereja dan tiga minggu untuk menemukan pastor paroki. Ia melalui pelajaran agama dan dibaptis. Karena ia harus mendapat pendidikan lanjut, Uskup mengirim dia secara langsung ke seminari – seminari yang sama dengan Benny. Mereka pada akhirnya berada di paroki yang sama. Sebelum pentahbisannya, Mark mendapat satu surat dari Roma dari seorang pamannya yang berumur 90 tahun yang tinggal di satu pondok kecil. Sang paman menjadi katolik dan ditolak oleh seluruh keluarganya, ia kemudian menghabiskan hidupnya dengan berdoa bagi keluarganya.

Satu malam, kami (Suster Briege dan Pastur Kevin) pergi ke kapel mereka di Denmark dan disanalah mereka, Pastur Benny dan Pastur Mark berlutut dengan gereja yang penuh, memimpin devosi serta program malam doa Medjugorje serta Novena Belas Kasih Ilahi. Kedua panggilan ini adalah buah dari seseorang di setiap keluarga yang membuat doa sebagai satu kegiatan sehari-hari.


--------------------------------------------------------------------
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11

09 October 2007

Pelukan Kasih Tuhan

Dear Friends,

Dibalik kelebihan & kekuatan yang kita miliki saat ini, terkadang bukannya rasa puji dan syukur yang kita haturkan kepada Tuhan, tetapi justru ke sifat ego kita lah yang lebih sering muncul.

Semoga tulisan dibawah ini memberkati teman2.

=======================

Ada seorang pengembara yang sangat ingin melihat pemandangan yang ada di balik suatu gunung yang amat tinggi. Maka disiapkanlah segala peralatannya dan berangkatlah ia. Karena begitu beratnya medan yang harus dia tempuh, segala perbekalan dan perlengkapannya pun habis. Akan tetapi, karena begitu besar keinginannya untuk melihat pemandangan yang ada di balik gunung itu, ia terus melanjutkan perjalannya. Sampai suatu ketika, ia menjumpai semak belukar yang sangat lebat dan penuh duri. Tidak ada jalan lain selain ia harus melewati semak belukar itu.

Pikir pengembara itu "Wah, jika aku harus melewati semak ini, maka kulitku pasti akan robek dan penuh luka. Tapi aku harus melanjutkan perjal anan ini."

Maka pengembara itupun mengambil ancang-ancang dan ia menerobos semak itu.

Ajaib, pengembara itu tidak mengalami luka goresan sedikitpun. Dengan penuh sukacita, ia kemudian melanjutkan perjalanan dan berkata dalam hati "Betapa hebatnya aku.

Semak belukarpun tak mampu menghalangi aku."

Selama hampir 1 jam lamanya ia berjalan, tampaklah di hadapannya kerikil-kerikil tajam berserakan. Dan tak ada jalan lain selain dia harus melewati jalan itu. Pikir pengembara itu untuk kedua kalinya "Jika aku melewati kerikil ini, kakiku pasti akan berdarah dan terluka.

Tapi aku tetap harus melewatinya."

Maka dengan segenap tekadnya, pengembara itu berjalan. Ajaib, ia tak mengalami luka tusukkan kerikil itu sedikitpun dan tampak kakinya dalam keadaan baik-baik saja.

Sekali lagi ia berkata dalam hati : "Betapa hebatnya aku. Kerikil tajampun tak mampu menghalangi jalanku."

Pengembara itupun kembali melanjutkan perjalanannya. Saat hampir sampai di puncak gunung itu, ia kembali menjumpai rintangan. Batu-batu besar dan licin menghalangi jalannya, dan tak ada jalan lain selain dia harus melewatinya. Pikir pengembara itu untuk yang ketiga kalinya : "Jika aku harus mendaki batu-batu ini, aku pasti akan tergelincir dan tangan serta kakiku akan patah. Tapi aku ingin sampai di puncak itu. Aku harus melewatinya."

Maka pengembara itupun mulai mendaki batu itu dan ia...tergelincir. Aneh, setelah bangkit, pengembara itu tidak merasakan sakit di tubuhnya dan tak ada satupun tulangnya yang patah.

"Betapa hebatnya aku. Batu-batu terjal inipun tidak dapat menghalangi jalanku."

Maka, iapun melanjutkan perjalanan dan sampailah ia di puncak gunung itu. Betapa sukacitanya ia melihat pemandangan yang sungguh indah dan tak pernah ia melihat yang seindah ini. Akan tetapi, saat pengembara itu membalikkan badannya, tampaklah di hadapannya sosok manusia yang penuh luka sedang duduk memandanginya.

Tubuhnya penuh luka goresan dan kakinya penuh luka tusukan dan darah. Ia tak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya karena patah dan remuk tulangnya.

Berkatalah pengembara itu dengan penuh iba pada sosok penuh luka itu : "Mengapa tubuhmu penuh luka seperti itu? Apakah karena segala rintangan yang ada tadi? Tidak bisakah engkau sehebat aku karena aku bisa melewatinya tanpa luka sedikitpun? Siapakah engkau sebenarnya?"

Jawab sosok penuh luka itu dengan tatapan penuh kasih : "Aku adalah Tuhanmu. Betapa hatiKu tak mampu menolak untuk menyertaimu dalam perjalanan ini, mengingat betapa inginnya engkau melihat keindahan ini. Ketahuilah, saat engkau harus melewati semak belukar itu, Aku memelukmu erat supaya tak satupun duri merobek kulitmu. Saat kau harus melewati kerikil tajam, maka Aku menggendongmu supaya kakimu tidak tertusuk. Ketika kau memanjat batu licin dan terjatuh, Aku menopangmu dari bawah agar tak satupun tulangmu patah. Ingatkah engkau kembali padaKU?"

Pengembara itupun terduduk dan menangis tersedu-sedu.

Untuk kedua kalinya, Tuhan harus menumpahkan darahNya untuk suatu kebahagiaan.

Kadang, kita lupa bahwa Tuhan selalu menyertai & melindungi kita.

Kita lebih mudah ingat betapa hebatnya diri kita yang mampu melampaui segala rintangan tanpa menyadari bahwa Tuhan bekerja di sana. Dan sekali lagi, Tuhan harus berkorban untuk keselamatan kita. Maka, seperti Tuhan yang tak mampu menolak untuk menyertai anakNya, dapatkah kita juga tak mampu menolak segala kasihNya dalam perjalanan hidup kita dan membiarkan tanganNya bekerja dalam hidup kita?

Point Of View



Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta.

Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka larut dalam obrolan ringan.

Pemuda: "Ibu, dalam rangka apa pergi ke Jakarta?"

Ibu: "Oh... Saya mau ke Jakarta terus "connecting flight" ke Singapura,
mau bertemu anak saya yang ke dua."

Pemuda: "Wah... hebat sekali anak ibu!"


Pemuda itu terdiam sejenak. Ddasari rasa ingin tahu, pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.

Pemuda: "Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapura tadi, anak yang kedua, ya
Bu? Bagaimana dengan kakak-adik adik nya?"

Ibu: "Oh ya, tentu. Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang,
yang keempat kerja di perkebunan di Lampung,
yang kelima menjadi arsitek di Jakarta,
yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto,
yang ke tujuh menjadi dosen di Semarang."

Pemuda tadi diam, 'hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.'

Pemuda: "Terus, bagaimana dengan anak pertama, Bu?"

Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab,

Ibu: "Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja, nak. Dia menggarap
sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar."

Pemuda: "Maaf ya Bu... kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu,

adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang
dia menjadi petani?"

Ibu (dengan tersenyum): "Ooo ... tidak, tidak begitu nak... Justru saya sangat

bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang
membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani"

Today's lesson:

Everybody in the world is a important person.
Open your eyes...
your heart...
your mind...
your point of view...
because we can't make a summary before reading "the book" completely.

The wise person says:
The more important thing is not WHO YOU ARE
but
WHAT YOU HAVE BEEN DOING

Memo From GOD

AKUlah penciptamu. Aku akan turut campur dalam segala permasalahan hidupmu. Ingat, Aku tidak membutuhkan bantuanmu.

Jika engkau menghadapi situasi sulit yang tidak bisa engkau pecahkan, masukkan ke kotak SFGTD (something for God to do)-mu. Semua masalah akan terselesaikan, namun bukan menurut ukuran waktumu tapi waktuKU.

Sekali engkau masukkan masalah ke dalam kotak SFGTD-mu, engkau tidak perlu lagi melanjutkan kekuatiranmu. Lebih baik engkau terjunkan dirimu melanjutkan peran hidupmu saat ini.

Jika engkau terjebak kemacetan, jangan beringas. Karena ada orang-orang yang memang ditetapkan mendahuluimu untuk kepentingan yang mengungkapkannya saja dia sudah tidak mampu.

Saat engkau merasa hari-hari di kantormu tidak begitu baik, pikirkanlah orang-orang lain yang keluar dari kantor beberapa tahun lalu

Ketika hubunganmu memburuk, pikirkanlah orang-orang yang sudah lupa rasa mencintai dan dicintai.

Saat engkau masih bisa menggunakan waktu akhir pekan untuk liburanmu; engkau masih lebih beruntung dari wanita penjahit yang bekerja 12 jam sehari, 7 hari seminggu demi anak-anaknya.

Saat mobilmu rusak, pikirkanlah orang yang bahkan untuk berjalan saja dia sudah tidak mampu lagi.

Ketika engkau berkaca di cermin merapikan rambutmu, pikirkanlah orang yang sedang sakit kanker yang selalu berharap rambutnya segera tumbuh.

Ketika engkau merasa menjadi korban dari kesalahan, kegetiran, pengabaian, ketidak-nyamanan orang lain, ingatlah sesuatu atau seseorang dapat saja salah, dan mungkin engkau salah satunya.

Banyak hal yang dapat kita jadikan sebagai bahan renungan agar senantiasa disamping kita selalu berjuang menuju hidup yang lebih baik, kita selalu mensyukuri hidup ini.

Akankah engkau sampaikan pesan ini ke kawan-kawanmu? Jika ya, paling tidak engkau akan menambah Penghuni Negeri Orang Bahagia.

Kisah Alergi Hidup

Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : "Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati".

Sang Guru tersenyum : "Oh, kamu sakit".

"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati".

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : "Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama "Alergi Hidup". Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita".

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku", kata sang Guru.

"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi", pria itu menolak tawaran sang Guru.

"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?", tanya Guru.

"Ya, memang saya sudah bosan hidup", jawab pria itu lagi.

"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini... Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang".

Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai ! Tinggal satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu". Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.

Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : "Sayang, apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku sayang".

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata : "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu". Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : "Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami".

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan".

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!

08 October 2007

Please Read This! Penting buat kita semua!

Suatu ketika para setan berkumpul mengada kan kongres setan sedunia. Pada pidato pembukaannya.

Sang pemimpin berkata: "Kita nggak mungkin menjauhkan umat kristiani dari gereja. Kita tidak bisa mencegah mereka membaca Alkitab dan mengetahui kebenarannya. Kita bahkan tidak bisa mencegah mereka berhubungan dengan Sang Penyelamat. Sekali mereka memperoleh kontak dengan Jesus, maka kekuasaan kita akan hancur. Biarkan saja mereka ke gereja. Begitu mereka selesai makan malam, curilah waktunya, sehingga mereka tidak punya waktu untuk membangun hubungan dengan Jesus Kristus."

"Inilah yang harus kalian lakukan," kata setan. "Jauhkan mereka dari Sang Penyelamat, dan konsentrasilah ke jaringan-jaringan vital yang mengatur hidup mereka sepanjang hari."

"Apa yang harus kami lakukan ?" teriak setan-setan yang hadir.

"Buat mereka sibuk untuk hal-hal yang sepele dalam hidup mereka & dapat mempengaruhi jalan pikiran mereka," jawab Sang Pemimpin.

"Perbanyak waktu luang mereka dan sibukkan. Usahakan ibu2 rumah tangga bekerja lebih lama & suaminya juga bekerja 6-7 hari seminggu, 10 - 12 jam sehari, sehingga mereka tidak sempat bersosialisasi. Buat mereka tidak punya waktu luang buat anak. Begitu keluarga mereka terpecah, maka kesibukan menjadi tempat pelarian."

"Arahkan jalan pikiran mereka sehingga tidak mendengar hati nurani lagi. Usahakan mereka memutar kaset atau mendengarkan radio pada saat mengemudi. Jaga agar TV, VCD Player, CD & komputer tetap diputar terus menerus di rumah mereka dan usahakan tidak terdengar lagu-lagu rohani di setiap toko maupun restoran yang ada didunia. Ini akan mempengaruhi pikiran mereka dan memutuskan hubungan dengan Kristus."

"Isi ruang tamu mereka dengan majalah dan surat kabar. Penuhi pikiran mereka dengan berita selama 24 jam. Pasang billboard/iklan disepanjang jalan, agar terbaca pada saat berkendaraan. Banjiri kotak suratnya dengan katalog barang, promosi barang, undian dan segala macam penawaran barang gratisan dengan janji-janji palsu."

"Percantik semua model yang muncul di majalah-majala h dan TV, sehingga para suami merasa kecantikan lahiriah lebih penting dan merasa kecewa dengan penampilan istri sendiri."

"Buat para istri kelelahan, sehingga tidak ada waktu romantis dengan suaminya. Jika mereka tidak bisa saling memberikan kasih sayang sebagai suami istri seperti layaknya, maka mereka akan berpaling ke orang lain alias selingkuh. Ini akan mempercepat keluarga tersebut berantakan."

Buat mereka sakit kepala juga.

"Berikan kepada mereka Sinterklas, agar para orang tua tidak memahami & tidak sempat menerangkan arti Natal yang sebenarnya kepada anak-anaknya. Berikan mereka telur Paskah, sehingga mereka bingung & tidak pernah berbicara tentang arti sebenarnya dari kuasa penebusan dari darah Kristus atas dosa dan maut."

"Bahkan saat rekreasi, biarkan mereka bertingkah berlebihan & terjadi konflik2, sehingga begitu mereka pulang dari rekreasi, maka badan & pikiran mereka akan kecapaian. jangan biarkan mereka pergi ke alam bebas yang bisa membuat mereka kagum atas ciptaan Tuhan. Usahakan mereka tetap sibuk dan kirim mereka ke taman bermain, tempat berolahraga, mal, konser musik dan bioskop."

"Pokoknya bikin mereka sibuk, sibuk, sibuk terus terutama sibuk mencari & mengumpulkan uang, buat mereka terus kuatir akan hari depannya, supaya mereka menjadi sakit & melakukan bermacam2 dosa dengan bebas & kreatif!"

"Biarkan saja mereka menghadiri kebaktian atau persekutuan doa, tapi libatkan mereka dalam gossip dan basa basi, jangan sampai pikirannya terfokus kepada Allah & hatinya terbuka untuk dibentuk ulang & menjadi berubah, tapi buat mereka menjadi orang yang munafik, pura2 rohani & sehingga mereka hanya ber-main2, cuek & tidak sadar apalagi takut sekalipun sedang berada di hadapan Allah saat itu."

Paling baik lagi, bila mereka "diakali" agar merasa tidak puas & kecewa oleh orang2 gereja sendiri, sehingga dengan penuh kesadaran tidak mau datang lagi ke gereja.

Kacaukan tujuan hidup mereka dengan harta benda yang menyebabkan mereka tidak punya waktu utk bersandar, berharap & meneladani kehidupan dari Jesus. Ini akan membuat mereka bekerja dengan kekuatan sendiri mengorbankan kesehatan mereka dan keluarga hanya utk harga benda atau materi."

Biarkan harta itu dibawanya kekuburan atau menjadi biang keributan diantara anak2nya nanti.

" Ini pasti berhasil...... ! " "Ini pasti berhasil.....! "

BUSY (sibuk) berarti : Being Under Satan's Yoke
[ berada di bawah kuk yang dipasang setan ]

Walaupun ini adalah sebuah rencana sederhana. Nampaknya setan2 ini telah berhasil melaksanakan tugas mereka, sehingga byk umat kritiani di dunia ini terlihat begitu sibuk pontang panting kesana kemari, sehingga hanya mempunyai waktu sedikit saja dengan Tuhan dan keluarga!!!!

Bahkan dibuat sampai tidak punya waktu untuk menceritaka n tentang kuasa Tuhan yang telah menyelamatk an & merubah hidup mereka kepada orang lain.

Apakah setan telah sukses dengan rencananya kepada Anda juga ? Don't let this happend. Semoga hikmat dari Tuhan kita Yesus Kristus menyertai mu saat ini !

[ Sebarkan Artikel ini, jika anda tidak terlalu sibuk ]
God bless...... :)

Lakukanlah Semuanya untuk Kemuliaan ALLAH

Sekedar Bekerja atau Beribadah
Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
(1 Korintus 10:31)

Tiga orang kuli bangunan tampak sedang sibuk bekerja di bawah panas terik matahari. Terlihat jelas ketiganya sedang mandi keringat setelah bekerja dari pagi tadi. Namun ada sesuatu yang berbeda dari mereka bertiga. Ketiganya menunjukkan ekspresi wajah yang tidak sama. Penuh rasa penasaran, seorang pemuda menghampiri ketiga kuli bangunan tersebut.

“Pak, apa yang sedang bapak kerjakan?”, tanya si pemuda. Kuli bangunan pertama ini menjawab dengan nada yang kurang bersahabat : “Pak, apa bapak tidak bisa lihat kalau saya sedang bekerja? Kalau bapak mau bantu, bantulah. Ngga usah pakai acara tanya-tanya segala. Macam wartawan saja!”. Si pemuda ini kemudian minta maaf dan pindah ke kuli bangunan yang kedua. “Pak, maaf, apa yang sedang bapak kerjakan?”, tanya si pemuda kepada kuli bangunan yang kedua. Kali ini, jawaban yang diterimanya agak berbeda. “Saya sedang nyari duit, Mas. Sekarang sulit cari kerja, jadi saya terpaksa melakukan pekerjaan apa pun. Yang penting halal”, katanya sambil menghapus keringat di keningnya. Si pemuda ini pun mengangguk.

Si pemuda kemudian melangkahkan kakinya menuju kuli bangunan ketiga. Sambil tersenyum, si pemuda ini kembali bertanya : “Maaf pak, apa yang sedang bapak kerjakan?” Berbeda dengan kedua temannya, kuli bangunan yang ketiga ini memberikan sebuah senyuman sembari menjawab pertanyaan tadi. “Sudah lama saya bercita-cita agar bisa melakukan sesuatu yang usianya melebihi usia hidup saya di dunia ini namun rupanya Tuhan baru memberikan kesempatan itu sekarang”, katanya.

Penuh rasa penasaran, si pemuda kembali bertanya : “Maksud bapak apa?”. Kuli bangunan ketiga kembali tersenyum dan balik bertanya : “Anak muda, tahukah engkau apa yang sedang kami kerjakan saat ini?” Si pemuda hanya bisa geleng-geleng kepala. “Kami sedang membangun sebuah gereja. Saya secara pribadi sangat senang diperkenankan ambil bagian dalam pembangunan ini. Semoga dalam beberapa bulan ke depan, gereja ini bisa berdiri dan menjadi berkat bagi saya serta semua orang yang beribadah di sini,” jelasnya.

Cerita sederhana di atas seakan hendak mengingatkan kita bahwa pekerjaan yang sedang kita lakukan barangkali memiliki nilai yang mulia alias tidak sekedar bekerja. Sering kita temui orang yang bekerja hanya untuk mendapatkan uang. Betapa menyedihkan! Saya masih ingat pengalaman beberapa tahun silam ketika saya masih berkarya sebagai jurnalis. Saat itu seorang teman mengingatkan saya agar jangan terlalu “ngotot” dalam bekerja. Rupanya ia memakai prinsip KSO alias kerja sesuai ongkos.

Sebaliknya, ada seorang teman yang memberikan prinsip yang berlawanan. “Kerjakan apa yang bisa kamu kerjakan dengan sebaik-baiknya dan imbalannya akan mengikutimu,” begitu nasihatnya. Saya rasa nasihat ini benar. Jika kita senantiasa melakukan hal yang terbaik, prestasi dan reputasi akan menghampiri diri kita.

Dr. Jimmy B. Oentoro dalam bukunya The 7-40 Journey mengatakan orang yang bekerja sekedar untuk mendapatkan upah lebih mirip perbudakan daripada kebebasan. Ada juga orang yang bekerja demi menyediakan kebutuhan orang lain, seperti istri dan anak-anak. Ini adalah alasan yang mulia. Namun di sisi lain pekerjaan dapat menjadi sarana bagi seseorang untuk mengekspresikan talenta yang dimilikinya, misalnya seorang penulis atau pelukis. Pekerjaan juga dapat dipandang sebagai sarana untuk memberikan kontribusi positif kepada kehidupan orang lain. Misalnya, seorang salesman yang baik akan berusaha untuk membantu memecahkan masalah konsumennya.

Pekerjaan juga dapat menjadi sebuah doa, bahkan ibadah kepada Tuhan. Pekerjaan yang dilakukan dengan sebaik-baiknya dan dengan sepenuh hati dapat menjadi sebuah doa dan ucapan syukur kepada Sang Pemberi Kehidupan. Inilah yang membuat hidup seseorang bernilai. Bukankah Tuhan ingin agar setiap manusia mengembangkan potensi yang telah diberikan-Nya? Pengembangan potensi diri secara maksimal jelas merupakan bentuk ucapan terima kasih kepada Tuhan. Bukan hanya itu, potensi diri yang dikembangkan dan kemudian digunakan demi menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi sesama tentu akan memuliakan nama Tuhan di muka bumi ini.

Ijinkanlah saya menutup jumpa kita kali ini dengan sebuah nasihat bijak dari Martin Luther King, Jr. : “Kalau seorang terpanggil menjadi tukang sapu jalanan, hendaknya ia menyapu jalanan seperti Michelangelo melukis, atau Beethoven menggubah musik, atau Shakespeare menulis puisi. Hendaknya ia menyapu jalanan sedemikian baiknya sehingga semua penghuni surga dan bumi akan tertegun dan berkata, di sini pernah hidup seorang penyapu jalanan yang hebat, yang melaksanakan tugasnya dengan baik,” katanya. Bagaimana Anda memandang pekerjaan Anda saat ini? ***

Artikel ini dikutip dari Buku Melangkah Maju di Masa Sulit (Stand Strong) karya Paulus Winarto, Penerbit Andi 2005.

Di Balik Penciptaan Lagu : DIA Buka Jalan (GOD Will Make A Way)

Pengharapan Hanya Ada Di Dalam Dia

Lagu ini diciptakan oleh Don Moen setelah tragedi yang dialami keluarganya. Di suatu larut malam Don Moen menerima telpon yang memberitakan berita menyedihkan bahwa adik iparnya telah kehilangan putra sulungnya dalam suatu kecelakaan mobil.

Craig dan Susan Phelps dan keempat anak mereka sedang melakukan perjalanan dari Texas ke Colorado saat mobil mereka ditabrak oleh truk peti kemas. Pada saat tabrakan terjadi semua anak mereka terlempar keluar dari mobil, hanya mereka berdua saja yang masih di dalam mobil. Dengan susah payah mereka berdua mencari keempat anak mereka dan mengumpulkannya di suatu tempat. Keempat anak mereka mengalami luka parah,tapi sewaktu Craig ( ia seorang dokter) mendapati Jeremy, anak itu telah meninggal karena patah leher, sehingga tak ada lagi yang dapat dilakukan untuk menolongnya.

Sewaktu Don Moen menerima kabar tersebut beberapa jam kemudian ia berkata, "Saya merasa terguncang, tapi besok saya harus terbang ke kota lain untuk melakukan rekaman sesuai dengan jadwal yang telah diatur beberapa minggu sebelumnya. Sekalipun saya tahu mereka berduka, saya tak dapat bersama mereka sampai satu hari sebelum pemakaman.

Dalam penerbangan pagi itu Tuhan memberinya suatu inspirasi baginya satu lagu baru dengan syair sebagai berikut , "God will make a way where there seems to be no way. He works in ways we cannot see. He will make a way for me.(Dia buka jalan saat tiada jalan, dengan cara yang ajaib Dia buka jalan ku)"

Dasar dari lagu ini adalah Yesaya 43:19,"Lihat, Aku hendak membuat membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?" Ya, aku hendak mebuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara."

Di kemudian hari Susan menulis,"Kami melihat kebenaran dari ayat tersebut." Sewaktu teman-teman Jeremy mengetahui bahwa ia telah menerima Kristus sebelum ia meninggal, mereka mulai bertanya-tanya kepada orangtuanya masing-masing tentang suatu jaminan bahwa mereka dapat ke surga sewaktu mereka meninggal. Kecelakaan itu juga membawa berkat terselubung bagi Craig dan Susan, karena sejak peristiwa itu hubungan mereka dengan Tuhan semakin meningkat dan mereka masuk ke dalam pelayanan yang lebih lagi padaNya.

Susan juga menceritakan," Di hari kecelakaan itu sewaktu saya keluar dari mobil untuk menolong anak saya, saya merasa bahwa putra sulung saya telah meninggal. Dan saya mempunyai pilihan untuk marah dan mengalami kepahitan atau secara total menerima semua rencanaNya pada saya. Dan saya pun melihat buah dari semua pilihan saya itu, dan pilihan yang saya ambil, akan berulang secara terus menerus. Saya merasa bahwa kematian putra saya tak sia-sia, begitu saya mengetahui di kemudian hari begitu banyak jiwa yang datang pada Tuhan karena tragedi ini. Benar ! Ia telah membuka jalan bagi kami sekeluarga."

Segera setelah "God Will Make Away" masuk dapur rekaman, Don Moen menerima begitu banyak telpon, surat dan sharing yang menceritakan tentang tragedi yang mereka alami. Semua telpon dan surat yang masuk mempunyai tema yang sama bahwa Tuhan telah membuka jalan bagi mereka, saat mereka dalam keadaan putus harapan. Betapa Tuhan telah membawa mereka keluar dari situasi mereka yang tak ada harapan dengan memberi mereka kekuatan, iman dan harapan baru untuk menghadapi kehilangan yang mereka alami. Kesaksian ini membuktikan sekali lagi bahwa Tuhan akan membuka jalan bagi mereka yang menaruh harapan kepadaNya, dan hal ini bukanlah suatu hal yang sia-sia.

Lirik lagu ini adalah sebagai berikut :

God will make a way
Where there seems to be no way
He works in ways we cannot see
He will make a way for me

He will be my guide
Hold me closely to His side
With love and strength for each new day
He will make a way
He will make a way

By a roadway in the wilderness
He'll lead me
And rivers in the desert will I see

Heaven and earth will fade
But His love will still remain
He will do something new today.

(Repeat first stanza)

Dia buka jalan,
saat tiada jalan,
dengan cara yang ajaib,
Dia buka jalan bagiku,
Dia menuntun-ku,
Dan memeluk diriku,
Dengan kasih dan kuasa-Nya,
Dia buka jalan,
Dia buka jalan

Di belantara Dia tetap menuntunku
Sungai di gurun - aku temui
Langit bumi kan lenyap
Tapi firmanNYA tetap
Saat ini... .Dia buka jalan .

(Kembali ke bait pertama)

Sumber : diambil dari judul Dibalik Penciptaan Lagu : God Will Make A Way - Diterjemahkan Oleh: Robert Tanoni