Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

27 September 2007

Rahasia Doa Yang Dijawab

Anatoli Levitin, seorang penulis dan ahli sejarah Rusia, menghabiskan hidupnya bertahun-tahun di Gulag Siberia di mana doa-doa kepada Tuhan mungkin sudah membeku di tanah. Namun ia kembali dengan keadaan kerohanian yang baik. Ia menulis, "Keajaiban yang terbesar adalah doa-doa." Saya hanya perlu berbalik secara mental kepada Tuhan, dan pada saat itu saya merasakan sebuah kekuatan dicurahkan kepada saya dari suatu tempat, masuk ke dalam jiwa saya, seluruh tubuh saya. Apakah itu? Di manakah saya berada, seorang tua yang biasa-biasa saja, yang sudah lelah menempuh perjalanan kehidupan, mendapatkan kekuatan yang memperbaharui dan menyelamatkan saya, dan mengangkat saya di atas bumi? Itu semua datang dari luar diri saya "dan tidak ada kekuatan di dunia ini yang dapat melawannya." Dalam penuntun ini kita akan melihat bagaimana doa dapat menolong kita membangun hubungan yang lebih erat dengan Tuhan dan memupuk kehidupan kekristenan kita.

1. PERCAKAPAN DENGAN TUHAN

Bagaimana kita bisa yakin Tuhan mendengar doa kita?

"Dan apabila kamu berseru dan datang untuk BERDOA KEPADAKU, maka AKU AKAN MENDENGARKAN KAMU; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati." - Yeremia 29-12, 13. (Kecuali disebutkan secara khusus, semua ayat Alkitab di dala Panduan DISCOVER ii diambil dari Alkitab berbahasa Indonesia Terjemahan Baru, terbitan Lembaga Alkitab Indonesia).

Jaminan apa yang Yesus berikan bahwa Ia akan mendengar dan menjawab doa kita?

"Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." - Lukas 11:9.

Doa merupakan komunikasi dua arah. Itu sebabnya Yesus berjanji:

"Lihat, Aku beridiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." - Wahyu 3:20.

Bagaimana kita bisa duduk dengan nyaman, bercakap-cakap dan menikmati santapan malam bersama Kristus? Pertama, dengan mencurahkan segala sesuatu yang ada dalam hati kita di dalam doa. Kedua, mendengar dengan seksama. Pada saat bermeditasi dalam doa, Allah dapat berbicara langsung kepada kita. Dan dalam membaca dan merenungkan firmanNya, Allah akan berbicara kepada kita melalui lembaran-lembaran itu. Doa dapat menjadi jalan kehidupan bagi orang Kristen.

"BERDOA TANPA BERKESUDAHAN; Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." - 1 Tesalonika 5:16-18.

Bagaimana kita dapat berdoa "tanpa berkesudahan"? Apakah kita harus terus berlutut sepanjang hari atau terus mengulangi pujian dan
permohonan kita? Tentu saja tidak. Namun kita harus hidup dekat dengan Yesus dan tidak sungkan berbicara denganNya kapan saja, di mana saja. "Dalam kebisingan di jalan, di tengah pekerjaan bisnis, kita dapat menaikkan permohonan kita kepada Tuhan dan meminta bimbinganNya... Kita harus terus membuka pintu hati dan mengundang kehadiran Yesus dan tinggal sebagai tamu surgawi di hati kita." Steps to Christ halaman 99. Salah satu cara terbaik untuk mengembangkan hubungan akrab adalah dengan belajar melakukan renungan pada saat kita berdoa.

"Biarlah renunganku manis kedengaran kepadaNya! Aku hendak bersukacita karena Tuhan." - Mazmur 104:34.

Jangan terburu-buru dengan daftar permintaan saat berdoa. Tunggu. Dengar. Perenungan kembali dalam doa akan sangat memperkaya hubunganmu dengan Tuhan.

"Mendekatlah kepada Allah dan Ia akan mendekat kepadamu." - Yakobus 4:8.

Semakin dekat kita datang kepada Yesus, semakin mampu kita merasakan kehadiranNya. Karena itu tetaplah berbicara dengan Yesus dan jangan kuatir tentang mencari kata-kata yang tepat. Berbicaralah dengan jujur dan terbuka. Bicarakan segala sesuatu. Ia sudah merasakan penderitaan dan kematian itu sendiri seperti untuk dapat menjadi sahabatmu.

2. BAGAIMANA CARA BERDOA

Saat kita berdoa, kita dapat mengikuti Doa Bapa Kami, doa yang diajarkan Yesus kepada murid-muridNya ketika menjawab permintaan mereka: "Ajarilah kami berdoa."

"Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah namaMu, datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin." - Matius 6:9-13.

Sesuai pola yang diberikan Yesus di dalam doaNya, kita datang kepada Tuhan yang adalah Bapa kita yang di surga. Minta kepadaNya untuk menguasai hati kita sebagaimana Ia menguasai surga. Kita mencari Dia karena kebutuhan fisik, pengampunan, dan tingkah laku yang penuh pengampunan. Ingatlah bahwa kemampuan kita untuk melawan dosa datang dari Tuhan. Doa Tuhan Yesus ditutup dengan pujian.

Dalam kesempatan lain Yesus mengajarkan murid-muridNya untuk berdoa kepada Bapa "dalam namaKu" (Yohanes 16:23), yang berarti berdoa sejalan dengan prinsip-priinsip Yesus. Itu sebabnya orang Kristen biasanya menutup doa mereka dengan kata-kata: Dalam nama Yesus, Amin. Amin berasal dari Bahasa Ibrani yang berarti "biarlah jadi demikian."

Walaupun Doa Bapa Kami memberikan tuntunan untuk berdoa dan bagaimana membuat doa, komunikasi kita dengan Tuhan bekerja optimal apabila keluar dari hati kita. Kita dapat mendoakan segala sesuatu. Allah mengundang kita untuk pengampunan dosa kita (1 Yohanes 1:9), menguatkan iman (Markus 9:24), keperluan hidup (Matius 6:11), menyembuhkan dari penderitaan dan penyakit (Yakobus 5:15), dan kecurahan Roh Kudus (Zakaria10:1). Yesus menjamin bahwa kita dapat membawa semua kebutuhan dan kekhawatiran kita kepadaNya; tidak ada hal yang terlalu kecil untuk didoakan.

"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab ia yang memelihara kamu." - 1 Petrus 5:7.

Juru Selamat kita berminat dengan segala detail kehidupan kita. HatiNya menjadi hangat saat hati kita datang kepadaNya dalam kasih dan iman.

3. DOA PRIBADI

Kebanyakan dari kita mempunyai hal-hal yang enggan kita ceritakan bahkan dengan sahabat terdekat kita. Nah, Allah mengundang kita untuk menghilangkan beban diri sendiri dalam doa pribadi: hati ke hati dengan Allah. Tidak berarti bahwa Allah tidak memerlukan informasi. Allah Yang Maha Tahu mengetahui ketakutan yang tak terungkap, motif yang tersembunyi, dan luka yang terkubur - lebih dalam dari yang kita ketahui. Tetapi kita harus membuka hati kita kepadaNya yang mengetahui kita dengan akrab dan mengasihi kita tanpa berkesudahan. Penyembuhan dapat dimulai pada saat Yesus menyentuh luka kita. Pada saat kita berdoa, Yesus, Imam Besar kita, ada dekat untuk menolong kita:

"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya SAMA DENGAN KITA, IA TELAH DICOBAI, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rakhmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." - Ibrani 4:15, 16.

Apakah anda merasa cemas, tertekan, berdosa? Serahkan semua itu kepada Tuhan. Ia dapat memenuhi segala kebutuhan kita. Perlukah kita mempunyai tempat khusus untuk doa pribadi?

"Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." - Matius 6:6.

Sebagai tambahan - berdoa pada saat berjalan di jalan bekerja, atau menikmati acara sosial, setiap orang Kristen harus mempunyai waktu yang dipisahkan setiap hari untuk doa pribadi dan mempelajari Alkitab. Buatlah janji pertemuan harian dengan Tuhan pada waktu engkau merasa paling siap dan dapat berkonsentrasi penuh.

4. DOA BERSAMA

"Bergabung dengan orang lain dalam doa menciptakan ikatan khusus dan mengundang kuasa Tuhan dalam cara khusus. "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." - Matius 18:20.

Salah satu hal terbesar yang dapat kita lakukan di dalam keluarga adalah untuk mengembangkan kehidupan doa bersama. Tunjukkan kepada anak-anak bahwa kita dapat membawa kebutuhan kita kepadaNya langsung. Mereka akan senang mengetahui Tuhan sebagaimana Ia menjawab doa dalam kehidupan sehari-hari. Buatlah kebaktian keluarga yang menyenangkan, waktu untuk berbagi bersama-sama yang menyegarkan.

5. TUJUH RAHASIA DOA YANG DIJAWAB

Waktu Musa berdoa, Laut Merah terbelah. Waktu Elia berdoa, api turun dari surga. Waktu Daniel berdoa, malaikat menutup mulut singa-singa yang lapar. Alkitab menceritakan doa-doa yang dijawab. Dan itu semua menganjurkan bahwa doa adalah jalan untuk melangkah menuju kuasa Tuhan Allah yang besar. Yesus berjanji:

"Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya." - Yohanes 14:14.


Namun beberapa doa tampaknya tidak dijawab. Kenapa? Ada tujuh prinsip yang dapat membantu kita berdoa lebih efektif:

(1) Tetaplah dekat dengan Yesus.
"JIKALAU KAMU TINGGAL DI DALAM AKU dan firmanKu TINGGAL DI DALAM KAMU, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." - Yohanes 15:7.

Pada saat kita menjadikan hubungan dengan Tuhan sebagai prioritas dan tetap menjaga hubungan denganNya, kita akan mendengar dan mencari jawaban-jawaban atas doa kita, yang mungkin terlepas dari perhatian kita.

(2) Tetap percaya kepada Tuhan.
"Dan apa saja yang kamu minta dalam doa DENGAN PENUH KEPERCAYAAN, kamu akan menerimanya." - Matius 21:22.

Untuk percaya atau mempunyai iman, berarti kita betul-betul melihat kepada Bapa di surga untuk memenuhi kebutuhan kita. Jika anda khawatir karena merasa kurang iman, ingatlah bahwa Penebus kita menunjukan mujizat kepada orang yang memohon dalam keputusasaan:

"Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" - Markus 9:24.

Pusatkan saja pemikiran anda kepada pelaksanaan iman yang engkau MILIKI; jangan kuatir dengan iman yang TIDAK engkau miliki.

(3) Berserah pada kehendakNya.
"Dan inilah keberanian kepercayaan kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya." - 1 Yohanes 5:14.

Ingatlah bahwa Tuhan ingin mengajarkan kita, di samping juga memberikan kita berbagai hal, melalui doa. Kadang Ia berkata, "Tidak"; Kadang Ia membawa kita ke arah lain. Doa merupakan saran untuk lebih mengenal kehendak Allah. Kita harus peka atas tanggapan Allah dan belajar dari sana. Tetap mengikuti permohonan yang khusus dan melihat apa hasilnya adalah sangat membantu. "Roh Kudus akan menolongmu mengatasi hal yang mustahil: Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus." (Roma 8:27). Ingatlah bahwa kemauan kita akan selalu sama dengan kemauan Allah jika kita dapat mengetahui kemauanNya.

(4) Menunggu dengan sabar di dalam Dia.
"AKU SANGAT MENANTI-NANTIKAN TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong." - Mazmur 40:2.

Sasaran utama di sini adalah untuk tetap berfokus pada Tuhan, tetap berfokus pada jawabanNya. Dan jangan minta Tuhan untuk mendukung dan sesaat kemudian mencoba mengalihkan masalah-masalah kepada pencarian akan kesenangan berikutnya. Tunggu dengan sabar di dalam Tuhan; kita harus berdisiplin dalam hal penantian.

(5) Tinggalkan dosa.
"Sendainya ada NIAT JAHAT DALAM HATIKU, tentulah Tuhan tidak mau mendengar." - Mazmur 66:18.

Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu (Yesaya 59:1-2). Engkau tidak dapat tetap berdosa di satu sisi sementara di sisi lain datang meminta pertolongan ilahi. Pengakuan dan pertobatan memecahkan masalah. Jika kita tidak mengizinkan Tuhan membebaskan kita dari pikiran jahat, kata-kata, dan perbuatan, doa kita tidak akan efektif.

"Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." - Yakobus 4:3.

Tuhan tidak akan menjawab "YA" kepada doa-doa yang mementingkan diri sendiri.

Bukalah telingamu pada hukum-hukumNya, kehendakNya, dan Ia akan membuka telingaNya atas segala permohonanmu

"Siapa yang memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian." - Amsal 28:9.

(6) Rasakan kebutuhan akan Tuhan.
Tuhan menjawab orang yang mengundang kehadiran dan kuasaNya ke dalam kehidupan mereka.

"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." - Matius 5:6

(7) Bertekun dalam doa.
Yesus mengilustrasikan perlunya bertekun dalam permohonan kita dengan menceritakan kisah janda yang sangat tekun yang terus datang kepada hakin dengan permintaannya. Akhirnya hakim yang merasa terganggu itu memenuhi permintaan sang janda, "karena janda ini terus menerus mengganggunya, dan berbuat sesuatu agar janda itu mendapat keadilan." Kemudian Yesus menyimpulkan: "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Lukas 18:5-7).

Ungkapkan kebutuhan, harapan, dan angan-anganmu dengan Tuhan. Mintalah berkat-berkat tertentu, pertolongan saat dibutuhkan. Tetaplah mencari, dan tetaplah mendengar, sampai engkau mengetahui sesuatu dari jawaban Tuhan.

6. MALAIKAT MELAYANI KEBUTUHAN UMAT-UMAT YANG BERDOA

Pemazmur bergembira bahwa melalui pelayanan malaikat Tuhan, doanya dijawab:

"Aku telah mencari Tuhan, lalu ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku... Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya." - Mazmur 34:4-7.

Waktu kita berdoa, Tuhan mengirimkan malaikatNya untuk menjawab doa kita (Ibrani 1:14). Setiap orang Kristen mempunyai malaikat pengawal:

"Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di surga." - Matius 18:10.

Karena doa kita:

"Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapu juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam kristus Yesus." - Filipi 4:5-7.

7. GAYA HIDUP KRISTIANI

Alkitab memaparkan gaya hidup Kristiani dengan jelas. Menurut Efesus 4:22-24, orang Kristen harus "menyingkirkan" gaya hidup lama yang berasal dari "keinginan daging", dan "mengenakan" gaya hidup baru "yang diciptakan untuk menjadi seperti Dia." Dalam ayat ini juga dalam Panduan 6 kita menemukan bahwa kelahiran kembali kita "diciptakan" menjadi orang yang baru di dalam Kristus.

Panduan ini dan enam panduan berikutnya, menunjukkan gaya hidup Kristiani; mereka menyingkapkan rahasia kehidupan Kristen yang berbahagia. Mereka akan membantu anda membangun hubungan yang lebih erat dengan Kristus, yang akan menghasilkan gaya hidup Kristiani yang berbeda. Jadi pandanglah kepada Yesus hari ini dan anda akan menjadi bagian perayaan kemenangan akhir ketika Kristus memerintah dengan kedamaian penuh.


14 September 2007

Mbok Iyem Mengunjungi Surga

Baru-baru ini pernah ada mujizat terjadi di kota Surabaya. Bukan zaman rasul-rasul, bukan zaman John Wesley, bukan zaman Smith Wigglesworth, bukan zaman Kathryn Kuhlman, tapi zaman internet. Suatu mujizat yang menggemparkan kota yang banyak melahirkan hamba-hamba Tuhan berkaliber. Tapi mujizat ini dialami oleh seorang pembantu rumah tangga. Jadi bukan hanya hamba Tuhan di Afrika yang bisa mengalami keajaiban, di Indonesia juga, Saudara.

Karena Allah kita adalah Allah yang sama, Amin.!
Ada seorang pembantu rumah tangga yang mati selama delapan jam. Sebut saja ibu ini dengan nama Mbok Iyem. Mbok Iyem ini bekerja di panti rehabilitasi yang bekerjasama dengan kami. Entah mengapa, mendadak Mbok yang rajin ini sakit keras. Ia tidak sempat meminta ijin sakit karena mendadak sangat tidak enak badan. Ia pun masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya.

Dalam beberapa menit saja, matanya terbalik dan tubuhnya membiru. Dan tidak lama kemudian dia meninggal. Sewaktu dia meninggal, pembantu yang lain, seorang laki-laki melihat tubuhnya sudah kaku, dipanggil-panggil namanya tidak menyahut, diperhatikan tubuhnya tidak bergerak sama sekali. Setelah mendekati dan memastikan kecurigaannya benar, iapun memanggil kepala panti. Kepala panti rehabilitas.

Mbok ini adalah pembantu rumah tangga yang berasal dari kaum Kedar. Dia baru bertobat menerima Tuhan Yesus beberapa tahun ini. Dulu sebelum bertobat dia adalah pembantu rumah tangga yang terkenal galak dan kejam, Saudara. Rupanya saking kejamnya dia, pernah ada pembantu yang lebih mudah dan lebih kuat saking tidak tahan melihat kelakuannya mendorongnya dari lantai dua di tempat kerjanya yang lama. Jadi sebelum bekerja di panti ini. Akibatnya kakinya patah. Dan jalannya menjadi terpincang-pincang karena tidak mendapatkan perawatan yang benar.

Tidak ada yang mau menerima seorang pembantu rumah tangga yang pincang, tetapi seorang ibu bersedia menampungnya di panti rehabilitasi yang dikelolanya. Akhirnya, Mbok ini dijamah oleh Roh Kudus dan hatinya mau terbuka terhadap Tuhan Yesus dan mengubah hidupnya. Yang dulu terkenal galak dan kejam, sekarang ramah dan lemah lembut. Allah kita sanggup mengubah hati setiap orang yang keras menjadi lemah lembut, Amin..!!

Nah, Mbok Iyem ini meninggal. Matinya mendadak, tidak sempat meninggalkan pesan-pesan apapun. Pemilik panti yang hidupnya bergaul dengan Tuhan membicarakan peristiwa aneh ini bersama beberapa tukang yang sedang memperbaiki bangunan yang juga pengikut Kristus. Mereka semua bersepakat bahwa kematiannya tidak wajar. Karena selama ini Mbok Iyem tidak pernah mengeluh sakit atau ada tanda-tanda penyakit di dalam tubuhnya. Ia sehat walafiat sebelum tiba-tiba meninggal. Mereka tidak tahu harus melakukan apa, sementara – ini uniknya – mereka memiliki keengganan yang sama untuk tidak memanggil dokter. Jadi bukan hanya perasaan sugesti satu orang saja. Padahal saya tahu persis mereka punya rekanan dokter. Tiba-tiba mereka terpanggil malahan untuk berdoa dan menyembah. Mereka pun taat. Mereka mulai berdoa menyembah, berdoa menyembah, berdoa menyembah, berdoa menyembah, begitu saja.

Di dalam hadirat Tuhan, tidak terasa beberapa jam sudah mereka berdoa dan menyembah Tuhan. Tiba-tiba di tengah-tengah doa itu tubuh Mbok Iyem yang tadinya kaku bergerak-gerak dan tersedak bangun. Mbok Iyem yang sudah meninggal hidup kembali..!!! Disaksikan oleh pemilik panti, tukang-tukang, dan penghuni-penghuni yang berdoa dan menyembah bersama-sama. Ooh, jangan pernah meremekan kuasa doa kelompok atau doa komunitas ini, Saudara.

Mbok Iyem tadi minta minum. Setelah diberi minum untuk menenangkan dirinya, ia terus saja dicecar pertanyaan seperti para wartawan saja,”Mbok, tadi waktu Mbok mati ke mana Mbok…?”

“Tadi waktu saya mati saya lihat sesuatu lepas dari tubuh saya…,” Nah, itulah yang namanya roh. Kadang-kadang orang dunia yang sombong dan tidak percaya adanya roh. Tapi nanti kalau ajalnya tiba, barulah kesombongan hilang seketika. Saya tidak pernah menemukan orang mati dengan sombong. Artinya ketika ajalnya tiba, pesan terakhirnya adalah, “Nih lihat ya, aku mati untuk membuktikan bahwa Tuhan tidak ada, setan tidak ada, surga tidak ada, neraka tidak ada. Aku mati untuk memberitahu bahwa kalian adalah orang-orang fanatik bodoh yang ditipu oleh pendeta.”

Tidak pernah. Kalau seorang tidak mati ketakutan dengan alam roh yang dilihatnya karena yang menjemputnya adalah malaikat maut, berarti ia meninggal dengan tenang dan damai karena ia mengenal siapa yang menjemputnya, yaitu malaikat surga ataupun Tuhan Yesus sendiri.

“…dan saya melihat tubuh saya terbujur kaku dan saya menembus plafon rumah ini. Begitu sampai ke atas, saya masuk ke suatu tempat. Tidak ada tempat lain yang lebih indah dari tempat itu. Saya tahu itulah tempat tempat yang sering Pak Pendeta khotbahkan. Yang namanya surga. Surga itu bukan cerita, tapi surga itu nyata..!! Ya, berikan kemuliaan yang paling meriah bagi Allah kita.!

Nah, ceritanya tidak berhenti sampai di sana. Bahkan sebenarnya kalau diceritakan lebih lengkap bisa jadi satu buku. Misalnya waktu di sorga, Mbok Iyem bertemu dengan Tuhan Yesus dia spontan berbicara dalam bahasa aslinya, “Gusti Yesus kulo kenopo? (Tuhan Yesus saya ini kenapa?)”

“Lho, Jeng sampean itu sampun sedo (Loh, Anda itu sudah meninggal).”
Wah, rupanya Tuhan Yesus juga bisa berbahasa Jawa, Saudara. Tuhan itu mengerti segala bahasa, termasuk bahasa air mata. Sampai di sini, Mbok Iyem tidak bisa menahan air matanya menitik. Sungguh indah pengalaman bertemu dengan Yesus. Baru di dalam hadirat Tuhan saja, kita bisa meneteskan air mata, apalagi kalau memandang wajah kemuliaanNya. Milikilah pengharapan yang demikian, Saudara, supaya Anda tidak mudah disimpangkan Iblis..

Sambil meneteskan air mata mengenang perjumpaannya dengan Yesus, Mbok Iyem meneruskan ceritanya, “ Saya disambut Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus berkata begini kepada saya. “Jeng sudah di surga, engkau sudah berbahagia. Ayo, Jeng saya tunjukkan surga kepadamu.”

Untuk Anda ketahui, Mbok Iyem ini bekerja di panti itu setelah bertobat bukan hanya pembantu rumah tangga saja, Saudara. Dia juga melayani. Pelayanannya sederhana. Panti itu mengadakan kebaktian khusus bagi para pemulung, tunawisma lain, supir, pembantu rumah tangga, baby sitter, dan sebagainya di kota Surabaya. Yang hadir sekitar delapan puluh sampai seratus orang. Nah, sebelum mereka memulai kebaktian itu, dialah yang menyapu, mengepel tempat kebaktian itu, menyiapkan kursi-kursi, menyiapkan minum bagi hamba Tuhan dan sebagainya. Hampir tiga tahun dia menjalani itu, Saudara.

Tapi kesaksian Mbok Iyem meneguhkan Firman bahwa Tuhan tidak melihat jenis pelayanan kita. Tuhan melihat kesetiaan dan ketekunan Anda di dalam pelayanan Anda. Tuhan bukan memperhitungkan apakah Anda melakukan pekerjaan baik saja, tapi apakah Anda melakukan pekerjaan itu dengan baik menurut Tuhan ?

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:14)

Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. (Ibrani 6:10)

Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama. (Wahyu 2:19)

Begitu Mbok Iyem dibawa berkeliling keluar dari tahta Allah yang maha suci, ternyata di sekeliling surga itu ada real estate, Saudara. Kompleks perumahan. Tempat tinggal. Jadi rupanya roh kita tidak keluyuran di surga. Sudah ada kaplingnya masing-masing. Anda sudah memastikan kapling tersedia untuk Anda ? Kalau belum minta pada Tuhan Yesus.

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." (Yoh 14:1 – 4)

Dan Mbok Iyem pun mulai bercerita dengan mata yang berbinar-binar tentang real estate yang ia lihat. Ia masuk ke sebuah tempat. Rumah itu besar sekali. Jauh lebih besar dari rumah tuannya ini. Dan ia bertanya begini (sebetulnya percakapannya dalam bahasa Jawa, tapi sudah saya terjemahkan ke bahasa Indonesia supaya lebih mudah), “Gusti Yesus, ini rumahnya siapa ?”
Tuhan Yesus menjawab, “Ini rumah Jeng di surga.”
Mbok Iyem terperangah kaget, “Hah, besar banget Gusti ?”
Tuhan Yesus menjawab kekagetan Mbok Iyem, “Ya, Jeng telah melakukan di dunia ini pekerjaanKu, Aku memberikan upah bagi engkau sesuai apa yang engkau lakukan.” Ooh, berikan kemuliaan yang meriah bagi Allah kita yang memberikan upah dengan adil pada kita..!

“Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.” (Yesaya 61:8)

“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibrani 11:6)

Tiba-tiba Mbok Iyem – sebagai pembantu rumah tangga yang setia ini – ingat sesuatu. Pada saat itu ia teringat kepada anak majikannya. “Gusti Yesus Sinyo sama Noni belum dikasih makan.”

Lho, bayangkan Saudara. Sudah di surga masih ingat bahwa anak majikannya belum dikasih makan. Ini baru tipe pembantu yang luar biasa.
Dan lebih lanjut Mbok Iyem berbicara seperti ini, “Gusti, saya mau kembali saja, Gusti.”
“Ya, kembalilah.”

Kalau memang waktu Anda belum tiba, pasti Anda akan diperintahkan kembali ke dunia. Biasanya setahu saya orang yang ke surga justru ogah balik, meskipun waktunya belum tiba karena begitu indahnya keadaan surga. Tetapi bayangkan, ini yang minta adalah Mbok Iyem sendiri gara-gara ingat anak majikannya belum makan.! Begitu Tuhan selesai berbicara kembalilah ia ke tubuhnya, Saudara. Rohnya kembali ke tubuhnya dan hidup kembali. Yang lebih mencengangkan saya, sebelum ia mengalami seperti itu, Mbok Iyem ini buta huruf. Tidak pernah bersekolah. Tapi setelah mengalami diubahkan oleh Tuhan, apalagi mengalami kematian dan hidup kembali, sekarang ini Mbok Iyem bisa membaca. Uniknya ia cuma bisa membaca Alkitab. Setelah Alkitab ditutup lalu mencoba membaca majalah wanita, membaca koran, atau membaca yang lain tidak bisa. Buta huruf lagi. Jadi praktis ia cuma bisa membaca Alkitab.

Anda tahu, Mbok Iyem sekarang diundang berkeliling pelayanan, memberikan kesaksian tentang pengalamannya yang ajaib di mana-mana. Sampai ke Amerika sampai ke Jerman. Tidak kalah sibuk dengan hamba Tuhan, Saudara.

Kemarin saya sempat bertemu dengan Mbok Iyem. Dalam kesempatan yang langkah itu saya berkata, “Mbok Iyem kapan ke Balikpapan ? Ayo bersaksi di tempat saya.”
Anda tahu apa jawabannya ? “Ooh, maaf, Pak Pandeta..?” saya kaget kenapa. Apakah ia tidak berkenan melayani di tempat kami ? lalu ia melanjutkan “Jadwal saya bukan saya yang atur, tapi nyonya yang atur.” Wah, hebat sekali. Di rumah, Mbok Iyem adalah pembantu, tetapi di luar rumah, nyonyanya adalah sekretarisnya. Berikan kemuliaan bagi Allah kita .! Haleluya.! Sungguh luar biasa perbuatan Tuhan.

Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. (1 Korintus 1:25 – 29)

Karena itu bagi yang punya talenta banyak jangan sombong, yang merasa talentanya hanya sedikit jangan minder. Tuhan sanggup mengubah siapapun untuk dipakai sebagai alat Tuhan yang mulia. ! Sekali lagi berikan kemuliaan yang meriah bagi Allah kita.! Oleh karena apa ? Tuhan sudah menjanjikan bahwa kita semua akan mengalami dan melakukan perkara-perkara yang Yesus lakukan. Bahkan jauh lebih besar.! Yang percaya, Anda tahu apa yang harus Anda lakukan, bukan ? Katakan “Amin”..

-----------------
Diambil dari buku : “URAPAN ELIA DI AKHIR ZAMAN’ karangan Pdt. Samuel Kusuma. Penerbit : Betlehem ; Hal 47 - 61
Ditulis kembali oleh : Reza H
Kiranya kesaksian ini menguatkan iman & pengharapan kita semua ...

17 July 2007

Jangan pernah mencintai karena uang

Anda tidak tahu kapan hari terakhir anda atau kapan mereka meninggalkan anda.

* CATATAN : Ini adalah kisah nyata.

Hari terakhir sebelum Natal, aku terburu-buru ke supermarket untuk membeli hadiah yang semula tidak direncanakan untuk dibeli. Ketika melihat orang banyak, aku mulai mengeluh: "Ini akan makan waktu selamanya, sedang masih banyak tempang yang harus kutuju" "Natal benar2 makin menjengkelkan dari tahun ke tahun. Kuharap aku bisa berbaring, tidur, dan hanya terjaga setelahnya" Walau demikian, aku tetap berjalan menuju bagian mainan, dan disana aku mulai mengutuki harga-harga, berpikir apakah sesudahnya semua anak akan sungguh-sungguh bermain dengan mainan yang mahal.

Saat sedang mencari2, aku melihat seorang anak laki2 berusia sekitar 5 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia terus membelai rambut boneka itu dan terlihat sangat sedih. Aku bertanya-tanya untuk siapa boneka itu. Anak itu mendekati seorang perempuan tua didekatnya: "Nenek, apakah engkau yakin aku tidak punya cukup uang?"

Perempuan tua itu menjawab: "Kau tahu bahwa kau tidak punya cukup uang untuk membeli boneka ini, sayang." Kemudian perempuan itu menunggu anak itu menunggu disana sekitar 5 menit sementara ia berkeliling ke tempat lain. Perempuan itu pergi dengan cepat. Anak laki2 itu masih menggenggam boneka itu di tangannya.

Akhirnya, aku mendekati anak itu dan bertanya kepada siapa ia ingin memberikan boneka itu. "Ini adalah boneka yang paling disayangi adik perempuanku dan dia sangat menginginkannya pada Natal ini. Ia yakin Santa Clause akan membawa boneka ini untuknya", Aku menjawab mungkin Santa Clause akan membawa boneka untuk adiknya, dan supaya ia jangan kawatir. Tapi anak laki2 itu menjawab dengan sedih, "Tidak, Santa Clause tidak dapat membawa boneka ini ke tempat dimana adikku berada saat ini."

Aku harus memberika boneka ini kepada mama sehingga mama dapat memberikan kepadanya ketika mama sampai disana." Mata anak laki2 itu begitu sedih ketika mengatakan ini, "Adikku sudah pergi kepada Tuhan. Papa berkata bahwa mama juga segera pergi menghadap Tuhan, maka kukira mama dapat membawa boneka ini untuk diberikan kepada adikku." Jantungku seakan terhenti.

Anak laki2 itu memandangku dan berkata: "Aku minta papa untuk memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Aku meminta papa untuk menunggu hingga aku pulang dari supermarket." Kemudian ia menunjukkan fotonya yang sedang tertawa. Kemudian ia berkata: "Aku juga ingin membawa foto ini supaya ia tidak lupa kepadaku. Aku cinta mama dan kuharap ia tidak meninggalkan aku tapi papa berkata mama harus pergi bersama adikku."

Kemudian ia memandang dengan sedih ke boneka itu dengan diam.

Aku meraih dompetku dengan cepat dan mengambil beberapa catatan dan berkata kepada anak itu. "Bagaimana jika kita perika lagi, kalau2 uangmu cukup?". "Ok", katanya. "Kuharap punyaku cukup". Kutambahkan uangku pada uangnya tanpa setahunya dan kami mulai menghitung. Ternyata cukup untuk boneka itu, dan malah sisa. Anak itu berseru: "Terima kasih Tuhan karena memberiku cukup uang", kemudian ia memandangku dan menambahkan: "Kemarin sebelum tidur aku memohon kepada Tuhan untuk memastikan bahwa aku memiliki cukup uang untuk membeli boneka ini sehingga mama bisa memberikannya kepada adikku. DIA mendengarkan aku.

Aku juga ingin uangku cukup untuk membeli mawan putih buat mama, tapi aku tidak berani memohon terlalu banyak kepada Tuhan. Tapi DIA memberiku cukup untuk membeli boneka dan mawar putih, kau tau, mamku suka mawar putih."

Beberapa menit kemudian, neneknya kembali dan aku berlalu dengan keretaku. Kuselesaikan belanjaku dengan suasana hati yang sepenuhnya berbeda dari saat memulainya. Aku tidak dapat menhapus anak itu dari pikiranku. Kemudian aku ingat artikel di dalam koran lokal 2 hari yang lalu, yang menyatakan seorang pria mengendarai truk dalam kondisi mabuk dan menghantam sebuah mobil yang berisi seorang wanita muda dan seorang gadis kecil, gadis kecil itu meninggal seketika dan ibunya dalam kondisi kritis. Keluarganya harus memutuskan apakah harus mencabut alat penunjang kehidupan, karena wanita itu tidak akan mampu keluar dari kondisi koma. Apakah mereka keluarga dari anak laki2 ini?

2 hari setelah pertemuan dengan anak kecil itu, kubaca di koran bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Aku tidak dapat menhentikan diriku dan pergi membeli seikat mawar putih dan kemudian pergi ke rumah duka tempat jenazah dari wanita muda itu diperlihatkan kepada orang2 untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum penguburan. Wanita itu disana, dalam peti matinya, menggenggam setangkai mawar putih yang cantik dengan foto anak laki2 dan boneka itu ditempatkan diatas dadanya. Kutinggalkan tempat itu dengan menangis, merasa hidupku telah berubah selamanya. Cinta yang dimiliki anak laki2 itu kepada ibu dan adiknya, sampai saat ini masih sulit dibayangkan. Dalam sekejab mata, seorang pria mabuk mengambil semuanya dari anak itu.

* Kirimkanlah cerita ini kepada semua orang yang anda kenal. Jika mengirimkan cerita ini, mungkin anda membatu mencegah seorang yang mabuk untuk mengemudi.

Pelajaran Berharga

Ini kisah kecil saat gw baru aja pulang 
dari Anggrek - Syahdan, kurang lebih jam 9an pagi,
sehari sebelum raker NC.

Saat itu gw lagi jalan santai-santai aja, lalu
beberapa meter setelah Laysin, ada satu kejadian
yang sampe sekarang jadi suatu pelajaran buat gw.

Seekor kucing tua yang kumal, saat itu merunduk
ketakutan di tengah-tengah jalan.

Tubuhnya tidak kurus-kurus amat, tapi bulunya
yang abu-abu itu sangat lusuh dan kumal, kedua
matanya terlihat memicing, terlihat bahwa
pandangannya tidak lagi baik, dan kaki kiri depan
miliknya, buntung, entah karena tertabrak ataupun
cacat semenjak lahir.

Dengan keadaan diri seperti itu, ia tidak dapat
berpindah tempat dengan cepat. Untuk bergerak, ia
harus melompat2 kecil dengan pincang dan lambat,
dan dapat dibayangkan bagaimana sulitnya hal itu.

Saat itu ia ingin menyeberang ke sisi lain jalan
syahdan itu, tapi seperti yang kalian ketahui akan
bagaimana ramai dan padatnya jalan di sekitar
Binus...

Ia berada tepat di tengah-tengah antara kedua sisi
jalan, ia terlihat bingung, bingung dan takut.

Beberapa kali motor dan mobil melewati dirinya
dengan cepat, nyaris menyerempet atau bahkan
menabraknya, dan setiap kali hal itu terjadi, ia
merunduk dan merapatkan tubuhnya ketakutan.

Entah apa yang ada di benak kucing tua itu saat
itu.

Mungkin ia ingin menyeberang dan pulang ke
tempat hidupnya sehari-hari,
beristirahat disitu, atau mungkin sudah tidak ada
makanan di sisi jalan itu,
karena ia kalah dengan kucing-kucing lain yang
masih muda dan berfisik
lengkap.

Mungkinkah ia juga sudah lelah?
Mungkinkah ia juga sudah bosan?
Sudah muak akan kehidupannya yang cacat itu?
Mungkinkah ia juga sebenarnya sudah tidak ingin
meneruskan hidupnya?

Gw gak akan pernah tau jawabannya.

Ia mencoba berdiri dan melanjutkan perjalanannya
yang sudah setengah
sampai itu-saat ia menoleh ke kanan dengan cepat,
berusaha memandang dengan matanya yang
rabun itu, sadar akan onggokan besi besar yang
memacu ke arahnya dengan sangat cepat.

Saat itu gw gemetar, gw begitu takut. segala
sesuatunya seolah tampak seperti dalam gerakan
lambat, gw lepaskan bawaan yang ada di tangan
gw, dan hendak melompat dan berusaha
menghalau kendaraan-kendaraan disana agar
kucing tua itu bisa menyeberang dengan selamat.

Tapi saat itu akal manusia yang biasa disebut
dengan logika, mulai bertindak. Saat itu logika
mengatakan bahwa dengan melakukan hal itu,
gw juga mempertaruhkan keselamatan gw.

Benarkah itu?

Egois.

Manusia sangatlah egois dan mau menang sendiri.

Terlalu beratkah bagi supir-supir Mikrolet itu untuk
mengerem sebentar dan memberi jalan bagi kucing
tua untuk selamat sampai ke seberang?

Terlalu beratkah bagi pengendara-pengendara
motor itu untuk memacu kendaraannya dengan
wajar dan menghormati makhluk-makhluk lain yang
ada di sekitar jalan itu?

Terlalu beratkah bagi gw untuk melangkah
beberapa meter dan menyelamatkan seekor kucing
tua yang dianggap tidak berharaga itu?

Ya...
Itu semua terlalu berat.

Terlalu berat karena kita adalah manusia.
Karena kita mengaku sebagai makhluk yang paling
sempurna.
Karena kita mengaku sebagai makhluk yang paling
pintar.
Karena kita mengaku sebagai makhluk yang
tertinggi di alam semesta ini.

Tapi tidak untuk seorang pedagang itu.

Ia berlari dari gerobak dagangannya, ia berhenti di
depan kucing tua itu, menjulurkan tangan kanannya
ke arah arus kendaraan di hadapannya,
menghalau mereka dari menabrak kucing itu.

Mikrolet yang saat itu sedang menyalip dan
memacu dengan kencang,
yang beberapa detik tadi akan menjadi malaikat
kematian untuk kucing itu, membanting setir dan
menghindari pedagang itu, dan dengan geram
menyumpah kasar, "GOBLOK! DASAR BEGO!"

Seandainya Mikrolet itu tidak sempat membanting
setirnya, pedagang baik hati itu yang akan bertukar
nyawa dengan kucing tua itu...

Melihat ancaman terbesarnya telah lewat, kucing
tua itu melompat2 timpang dengan cepat ke
seberang, menuntaskan perjalanannya yang
tinggal setengah itu.

Ya, kucing tua itu memang tidak bisa
mengucapkan "Terima Kasih" untuk pedagang baik
hati yang telah menyelamatkannya itu, ia mungkin
hanya bisa tertatih-tatih berjalan menjauh dan
memandang sedih dengan kedua matanya yang
sudah rabun, tapi gw yakin, God akan mewakili
kucing tua itu untuk mengucapkan terima kasih
kepada pedagang baik hati itu.

Ada pelajaran berharga yang gw dapatkan hari
itu...

Di tengah-tengah arus jaman yang semakin
menggila ini, dimana seolah dunia semakin kejam
dan berdarah dingin, dimana seolah manusia
dituntut untuk terus berlari mengejar tanpa ada
waktu untuk menghirup nafas,

kita tidak pernah melihat atau mendengar akan
anjing yang sengaja melompat dari atap untuk
mengakhiri hidupnya, walau hari ke hari, semakin
sedikit orang yang memperdulikan hidupnya.

kita tidak pernah melihat atau mendengar akan
burung yang sengaja menelan racun untuk
mengakhiri hidupnya, walau hari ke hari lahan
untuk mencari makanan semakin sedikit, dan sulit
sekali mempertahankan keluarganya agar tetap
kenyang.

kita tidak pernah melihat atau mendengar akan
kuda yang sengaja memukulkan kepalanya ke
dinding untuk mengakhiri hidupnya, walau hari ke
hari, ia hanya dipekerjakan tanpa belas kasihan
oleh tuannya.

kita tidak pernah melihat atau mendengar akan
harimau yang memotong
sendiri lehernya dengan cakarnya untuk
mengakhiri hidupnya, walau hari ke hari tempat
hidupnya semakin dijajah manusia, dan kaumnya
semakin sedikit.

Seharusnya kita berpikir,
siapakah sebenarnya yang pintar?
siapakah sebenarnya yang kuat?

Manusia?

Kucing tua yang cacat itu, tetap berjuang untuk
hidup, walau entah berapa kali sudah kematian
mengetuk pintu jiwanya, tetapi ia tidak menyerah,
karena baginya, hidup adalah sesuatu yang
berharga, dan tidak semua di
dunia ini diberi kesempatan untuk merasakan
nikmatnya kehidupan.

Kucing tua yang cacat itu tahu betul akan hal ini,
sementara gw yang telah lahir dengan fisik
lengkap sebagai manusia, hidup selama 18 tahun
lebih di dunia ini, dan masih seringkali
mempertanyakan akan arti kehidupan dan
eksistensi gw di dunia ini.

saat itu gw melihat seolah manusia-manusia yang
berjalan dan berlalu
lalang di sekitar gw sebagai binatang... binatang
yang menutupi kebusukan dirinya dengan seribu
alasan dan lidah yang manis. binatang yang tinggal
diantara hutan-hutan gedung pencakar langit.

Mungkin kisah kecil ini bisa dijadikan sebagai
referensi, bahwa hewan pun tahu akan indah dan
pentingnya hidup ini, sementara kita manusia,
seringkali hanya membuang-buang kesempatan
yang disebut dengan "hidup" ini, hanya untuk
memperpendek kesempatan ini.

Jangan kalah dengan kucing tua yang cacat itu,
dan jadilah pedagang yang baik hati itu,

karena dalam Alkitab pernah dikatakan, tidak ada
pengorbanan yang lebih indah dibandingkan
seorang sahabat yang mengorbankan jiwanya
untuk sahabatnya.

manusia,
hewan,
tumbuhan,
alam,
semua nya adalah sahabat kita,

Jangan egois dan jangan sombong, kita tidak hidup
sendirian, kita ada disini saat ini karena kita
bersama-sama,

Jangan menyerah apapun yang terjadi, God
mungkin memang lambat, tetapi Ia tidak pernah
terlambat, dan selama kita percaya dan terus
bersemangat, segala sesuatunya itu mungkin.

written by: Robby (Nippon Club)

The Story of the One-Eyed Mother

My mom only had one eye.
I hated her... she was such an embarrassment...
She cooked for students & teachers...to support
the family. There was this one day during
elementary school and my mom came. I was so
embarrassed. How could she do this to me? I
threw her a hateful look and ran out.

The next day at school...
"Your mom only has one eye?!?!"...eeeee said a
friend.
I wished my mom would just disappear from this
world.
So I said to my mom, "Mom... Why don't you have
the other eye?! If you're only gonna make me a
laughing stock, why don't you just die?!!!"

My mom did not respond...
I guess I felt a little bad, but at the same time, it
felt good to think that I had said what I'd wanted to
say all this time... Maybe it was because my mom
hadn't punished me, but I didn't think that I had hurt
her feelings very badly.

That night...
I woke up, and went to the kitchen to get a glass of
water.
My mom was crying there, so quietly, as if she was
afraid that she might wake me. I took a look at her,
and then turned away.
Because of the thing I had said to her earlier, there
was something pinching at me in the corner
of my heart. Even so, I hated my mother who was
crying out of her one eye.
So I told myself that I would grow up and become
successful.

Then I studied real hard.
I left my mother and went to Singapore to study.

Then, I got married.
I bought a house of my own. Then I had kids, too...
Now I'm living happily as a successful man.
I like it here because it's a place that doesn't
remind me of my mom.

This happiness was getting bigger and bigger,
when...

What?! Who's this?!
It was my mother...Still with her one eye.
I felt as if the whole sky was falling apart on me.
Even my children ran away, scared of my mom's
eye. And I asked her, "Who are you?!" "I don't
know you!!!" as if trying to make that real. I
screamed at her, "How dare you come to my
house and scare my children!"

GET OUT OF HERE! NOW!!!"

And to this, my mother quietly answered,
"Oh, I'm so sorry. I may have gotten the wrong
address," and she disappeared out of sight.

Thank good ness... She doesn't recognize me. I
was quite relieved. I told myself that I wasn't going
to care, or think about this for the rest of
my life. Then a wave of relief came upon me...

One day, a letter regarding a school reunion came
to my house in Singapore.
So, lying to my wife that I was going on a business
trip, I went. After the reunion, I went down to the
old shack, that I used to call a house...
Just out of curiosity.

There, I found my mother fallen on the cold ground.
But I did not shed a single tear.
She had a piece of paper in her hand....It was a
letter to me.

"My son...
I think my life has been long enough now...
And... I wont visit Singapore anymore...
But would it be too much to ask if I wanted you
to come visit me once in a while? I miss you so
much..
And I was so glad when I heard you were coming
for the reunion. But I decided not to go to the
school.

For you...
And I'm sorry that I only have one eye, and I was an
embarrassment for you.

You see, when you were very little, you got into an
accident, and lost your eye. As a mom, I couldn't
stand watching you having to grow up with only
one eye... So I gave you mine... I was so proud of
my son that was seeing a whole new world for me,
in my place, with that eye. I was never upset at
you for anything you did.. The couple times that
you were angry with me.. I thought to myself, 'It's
because he loves me..'

My son... Oh, my son... "

This message has a very deep meaning and is
passed to remind people of the goodness they
have enjoy was because of others
directly or indirectly.
Pause a moment and consider your life!

Be thankful of what you have today compared to
many millions who do not live lives as you do!

Do spend some time in prayer for your mum out
there!........

04 July 2007

Selamat Pagi

Selamat pagi...

Aku adalah Bapa sorgawimu. Hari ini aku akan menangani semua masalahmu. Tolong ingatlah bahwa aku tidak memerlukan bantuanmu. Bila si iblis menempatkanmu dalam suatu situasi yang kamu tidak dapat menanganinya, janganlah berusaha untuk melakukannya sendiri, melainkan letakkanlah semua itu ke dalam kotak UDKY (Untuk Di Kerjakan Yesus). Semua itu akan ditanggapi sesuai dengan WAKTUKU, dan bukan dengan waktumu.

Begitu masalahnya sudah ditempatkan di dalam kotak, janganlah mempertahankannya atau mengeluarkannya lagi. Mempertahankannya atau mengeluarkannya lagi, akan meperlambat pemecahan masalahmu.

Bila kamu mengira dalam keadaan tertentu kamu mampu untuk menanganinya sendiri, janganlah lupa untuk berkonsultasi dengan-Ku di dalam doa untuk dapat memastikan bahwa itu adalah solusi yang benar.

Karena aku tidak pernah tidur, kamu tidak perlu untuk kehilangan tidurmu. Istirahatlah, anakKu. Dan bila kamu sewaktu-waktu memerlukan, Aku hanya sejauh sebuah doa.

God's Little Acre

15 June 2007

Berdoa Dengan Iman

Saat makan siang dengan beberapa teman, salah seorang dokter bedah bertanya kepada saya, "Dokter, operasi terhebat apakah yang pernah anda lakukan?"

Saya bingung harus menjawab operasi yang mana. Saya sudah banyak melakukan operasi, dan semuanya menuntut keahlian, kesabaran, ketelitian yang tinggi.

Kemudian saya teringat pada operasi yang dijalani oleh gadis kecil yang hanya mempunyai harapan 10% saja untuk hidup.

Malam itu para perawat membawa seorang gadis kecil yang berwajah pucat masuk ke ruangan operasi. Waktu itu pikiran saya sedang dipenuhi berbagai macam persoalan yang berat. Ketika para perawat sedang mempersiapkan pembiusan, gadis kecil ini bertanya kepada saya...

"Dokter bolehkah saya menanyakan sesuatu?"
"Ya sayang, apa yang ingin kamu tanyakan?"
"Setiap malah sebelum tidur saya selalu berdoa, sekarang sebelum operasi dimulai, bolehkah saya berdoa?"
"Baiklah anak manis, engkau memang harus berdoa, jangan lupa berdoa juga untuk saya."

Kemudian gadis kecil itu melipat tangannya dan berdoa, "Yesus, Engkau gembala yang baik, berkatilah domba kecilMu malam ini, dalam kegelapan kiranya Engkau dekat denganku, lindungi aku sampai datangnya sinar mentari esok pagi, dan berkati pula dokter yang akan mengoperasiku."

Setelah menutup doanya gadis kecil itu berkata, "Sekarang saya sudah siap dokter.". Mata saya berkaca2, melihat betapa besar iman yang dimiliki gadis kecil tersebut. Malam itu sebelum saya mulai operasi, saya berdoa...

"Tuhan yang baik, Engkau boleh membantuku dalam operasi yang lain, tapi kali ini bantulah aku untuk menyelamatkan gadis kecil ini," kemudian saya mulai mengoperasi gadis kecil itu dan keajaiban terjadi, dia disembuhkan.

Saat berpisah dan melepas gadis kecil itu untuk kembali ke rumah, maka saya sadar sesungguhnya sayalah "pasien" yang menjalani operasi iman. Gaya hidup gadis kecil itu mengajarkan bahwa jika kita menyerahkah seluruh masalah dan beban hidup kita ke dalam tangan Tuhan, maka Dia akan memulihkan dan menolong kita.

Doa dan Iman!!

Membuat kita yakin bahwa Tuhan mampu memelihara dan menjaga harapan yang kita gantungkan kepadaNya.

Iman menjadikan Doa sebuah kenyataan. Doa yang dinaikkan dengan iman akan menghapuskan kekuatiran di dalam hati kita, sehingga Doa itu akan mendatangkan mujizat. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepadaNya, karena itu tetaplah berdoa dengan penuh keyakinan dan pengharapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 16 : 24
"Sudahkah kamu berdoa dengan iman? Mintalah maka kamu akan menerima dengan penuh sukacita."

06 June 2007

Istri Yang Lambat

ISTRI YANG LAMBAT

Dalam sebuah keluarga hiduplah sepasang Suami-Istri, Pak Pendeta dan Ibu pendeta dan anak-anak tercinta disuatu desa terpencil. Sekian lamanya mereka kelihatan hidup tentram dan bahagia sehingga tak terasa sudah sekian tahun mereka mengarungi bahtera rumah tangga, sifat dan karakter si suami sudah tak asing lagi buat si istri. Begitu pula halnya sang suami, sifat dan karakter istrinya sudah melekat erat dalam dirinya. Si suami merasa bersyukur sekali memiliki istri seorang pendeta dan si istri juga sangat bersyukur sekali punya suami seorang pendeta pula.

Suatu hari mereka diundang dari gereja Resort untuk mengikuti dan bertanding KOOR di Konser terbesar gereja-gereja di Bandung, yang dikuti oleh para pendete-pendeta seluruh gereja. dan disediakan jemputan bagi daerah-daerah yang jauh (terpencil) dengan Bus besar, dengan syarat, untuk daerah B harus menunggu jam sekian, disimpang B, dengan catatan siapa yang terlambat akan ditinggal, karena Bus akan melaju dengan cepat dan kebetulan untuk daerah pak Pendeta harus menunggu tepat jam 4 sore disimpang A karena acara akan dimulai jam 7 malam.

Demikianlah mereka saling mempersiapkan diri dari pagi, mulai dari baju, sepatu, tas, dasi, dan perlengkapan lainnya, sempat terbersit dalam pikiran si suami bahwa istrinya seorang yang lelet (lambat) apalagi soal berdandan bisa sampe berjam-jam lamanya. Dan suaminya berkata kepada istrinya, "Ma, ingat kita harus berangkat jam setengah 4, karena busnya akan datang jam 4, mama harus persiapkan semuanya, kalau perlu kesalon, mbok ya sekarang aja, biar ndak telat,” tapi sang istri dengan manis dan bangganya berkata, “Ndak perlu kesalon, wong dari dulu mama dandanan sendiri , kok papa ndak tau sih???”

Sambil senyum-senyum sang suami menjawab, “Bukan begitu mam, maksudnya supaya kamu keliatan lebih cantik dikit, beda dari yang sebelum-sebelumnya, inikan acara besar, apalagi nanti kita para pendeta duduknya paling depan jadi ndak malu-maluin, gitu lho”“Mana tau pula kita menang!“,jawab siistri dengan ketus, “Jadi maksud kamu, selama ini gue ndak cantik!, jadi selama ini kamu bohong, dolo sebelum nikah bilangnya aku tercantik, seksi, jadi kamu nyesel kawin sama aku!”Sisuami kembali menjawab, “Udah deh ma, aku ndak mau berantem, inget ma kita khan pendeta udah lahir baru lagi....chik. ..chik... chik..”

Singkat cerita tibalah waktunya mereka harus berangkat, jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore, pak Pendeta sudah bersiap-siap dan kelihatan gagah dengan jasnya, tapi alangkah terkejutnya dia ketika masuk kamar, istrinya baru berpakaian, belum lagi dandan, nyisir rambut dan sebagainya,Suaminya berkata: dengan sedikit marah, dia berkata, “Mama cepetan kita hampir terlambat!”Istrinya menjawab: “Sebentar pa, 5 menit lagi pasti kelar, gw khan perlu sanggulan lagi.”Suaminya berkata lagi: “apa? sanggulan lagi? ndak perlu pake sanggul-sanggulan lah...”Istrinya menjawab: “Tapi biar keliatan cantik dan beda dong??? Lagian telat-telat dikit ndak apalah paling juga busnya jam karetan, jam Indonesia khan molor-molor setengah jam....”

Dengan kesal suaminya menjawab, sambil keluar kamar dan berteriak, “Memang kamu dari dulu lelet, lambat, ndak pernah berubah, dari dulu ampe sekarang!”Siistri menjawab dengan berteriak pula, "Baguslah, Tuhan Yesus aja ndak pernah berubah, dari dulu sekarang dan selamanya tau!”

Demikianlah mereka keluar rumah jam setengah lima sore, diperjalanan sisuami terus mengomel dengan istrinya.."kita pasti dah terlambat, dasar lelet.....lelet. ..lambat. ..lambat. .akhirnya mereka sampai disimpang... 5 menit....10menit mereka menunggu, tetapi Bus tetap ndak nonggol-nongol"

Sisuami sambil kesal dan marah berkata..."Pasti busnya sudah berangkat, ini semua gara-gara kamu.....makanya jadi orang jangan lambat tau!"Dengan tak ragu lagi pak Pendeta pergi ke Wartel terdekat untuk menelpon kekantor pusat pelayanan bus yang tertera di denah undangan konser itu.Ternyata Bus yang akan menjemput mereka sudah berangkat setengah jam yang lalu, dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju kota Bandung.Putuslah harapan pak Pendeta, begitu marahnya dia sehingga dia hanya diam saja seolah enggan untuk berbicara kepada istrinya, Istrinya mencoba menghibur suaminya dan berkata, “Pa, sabar aja, kita tetep doa mudah-mudah ada mobil atau bus yang menuju keBandung, kita pasti belum terlambat”
Sambil tetap menunggu, siistri tetap berdoa, “Tuhan gimana ini, kami mau memujimu berikanlah transportasi yang terbaik, kami tetap menunggu disimpang ini Tuhan, ampuni segala dosa kami....”

Belum sempat siistri mengucapkan Amin, tiba-tiba suaminya berteriak, “Ma, cepetan ma itu ada Bus yang hendak keBandung, katanya mereka mau ikutan tanding koor juga dikonser itu.”
Secepat kilat siistri berkata dalam hati “.....terima kasih Tuhan....Amin. ....”

Lalu mereka naik ke Bus itu dan sambil berbincang-bincang, rupanya rombongan yang ada di Bus ini juga ikut bertanding dalam koor nanti dari rombongan gereja lain di dekat desa mereka. Mereka mengaku bahwa mereka juga terlambat karna harus menunggu antrian lama dipom bensin.

Tiba-tiba mereka dikejutkan dalam satu berita dipembicaraan telpon supir bus didepan, lalu supir itu berkata kepada para penumpang, Bus No. 412 yang berangkat ke Bandung jam 4 tadi mengalami kecelakaan jatuh kejurang yang curam, belum diketahui berapa yang tewas dan berapa yang selamat, tapi menurut beritanya, bus dalam keadaan menganaskan.

Pak Pendeta dengan tercenggang dan berkata kepada istrinya.... . "Ma, itu kan bus yang akan kita tumpangi tadi.....kok bisa ya????”

Siistri dengan sedikit kurang percaya melihat kembali undangan itu, ternyata memang benar No. 412. dan berkata kepada suaminya: " Untung pa, kita telat, kalo ndak udah tewas".

"Tidak pikir panjang lagi, pak pendeta langsung merangkul istrinya dengan lembut, seakan dia tidak ingin kehilangan orang yang dicintainya seumur hidup. Dalam hatinya ia berdoa, Tuhan terima kasih, Engkau masih mengizinkan kami untuk bersama dalam hidup ini, masih sempat lagi untuk memujiMu, terima kasih telah memberikan istri yang terbaik bagiku, terima kasih telah memberikan istri yang lelet kepadaku, aku bersyukur segala sesuatunya telah Engkau atur, segala sesuatu yang terjadi untuk mendatangkan kebaikan, terima kasih telah membuka mataku, aku akan menjaga hatiku kemanapun aku pergi, aku tak akan menodainya, aku tak akan menyakitinya, aku tak akan meminta lebih...lebih ...lebih Tuhan.... terima kasih telah memberikan istri yang sepadan bagiku...... Amin”

Pesan Pak Pendeta :
Kepada mereka yang belum memiliki pasangan hidup dan yang sedang mencari pasangan hidup:
  1. Cari dan mintalah kepada Tuhan pasangan yang SEPADAN, bukan untuk menjadi sama sepertimu, tapi untuk saling melengkapi Walaupun kita sudah memilih yang banyak persamaan maka setelah menikah dengan segera, banyak orang menyadari bahwa mereka menemukan banyak perbedaan seperti cerita diatas.
  2. Terima apa adanya pasanganmu, sikapnya, sifatnya, termperamennya, karakternya. Dengan mulai menerimanya bahkan sering terjadi perubahan kearah perbaikan.
  3. Kita tidak bisa merubah pasangan dengan mencela, menuntut, mengomelinya, mengungkit-gungkit kekurangannya, Penerimaan itu perlu, bahkan salah satu kebutuhan dasar seorang manusia. Penerimaan membuat orang merasa bahagia, dan dari sikap hati bahagia justru muncul perbuatan-perbuatan yang simpatik.
  4. Alkitab mengajarkan bahwa, menikah untuk menjadi satu dan bukan untuk menjadi sama, menikah untuk saling melengkapi sehingga gambar Allah menjadi lengkap dalam dua pribadi yang disatukan.
  5. Jangan jadikan kecantikan dan kegantengan seseorang jadi the "FIRST ONE"tapi yang terpenting dari semua itu adalah seseorang yang engkau kasihi benar-benar mengasihi Tuhan Yesus, sehingga apapun masalah pada pasanganmu, dia tetap mencintai dan mengasihimu apa adanya.
Siapapun orangnya, dia tetap berharga di Mata Tuhan.

02 June 2007

Tukang Kayu dan Rumahnya

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tidak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon kepada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah2an dia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan2 sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta.

Hasilnya bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri karirnya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah kepada si tukang kayu. "Ini adalah rumahmu", katanya, "Hadiah dari kami".

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakan dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di rumah yang tidak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang terbaik. Bahkan, pada bagian2 yang terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahawa kita ada si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakan sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagunan dan kejayaan. Apa yang bisa di terangkan lebih lagi.

Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.

(Adapted from "The Builder", Unknown)

"Hidup adalah poyek yang kau kerjakan sendiri".

Seekor sapi dan babi

Seorang kaya bertanya kepada pastornya, "Pastor, mengapa orang menyebut saya pelit sementara mereka semua tahu bahwa jika saya mati nanti, aku akan mewariskan semua yang aku miliki pada gereja?"

Pastor itu menjawab,"Saya akan menceritakan padamu sebuah perumpamaan tentang seekor babi dan seekor sapi. Babi termasuk binatang yang kurang disukai orang, sedangkan sapi disayangi banyak orang. Hal ini membuat si babi bingung, ia berkata kepada sapi, "Orang selalu memuji badanmu yang bagus dan matamu yang bening.' Mereka pikir engkau sangat dermawan, sebab tiap hari kau memberi mereka susu dan krim. Tapi bagaimana dengan aku? Aku telah mmeberi mereka daging panggang dan ham. Aku telah menyediakan bulu-bulu untuk membuat sikat, bahkan mereka telah mencincang kakiku, tapi kenapa tak seorang pun menyukai aku, mengapa demikian?" "Tahukah kamu apa jawaban si sapi?" tanya pastor itu kepada orang kaya. "Sapi itu mengatakan demikian, 'Barangkali karena saya memberikan apa yang saya miliki ketika saya masih hidup."

Ketika Aku Sudah Tua

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

From dad & mom